Anda di halaman 1dari 4

Tugas 01 Penyambungan Material| Putu Calista Gitta K/1106052745

1. Berilah penjelasan mengenai definisi pengelasan yang saudara ketahui. Point terpenting apa saja yang ditekankan dari definisi tersebut? Jawab : Pengelasan adalah penyambungan dua atau lebih material dalam keadaan plastis dengan menggunakan energi panas, tekanan, atau gabungan keduanya dengan atau tanpa logam pengisi yang temperatur leburnya sama dengan temperatur lebur logam yang akan disambungkan. Poin yang terpenting yang ditekankan adalah :

Penyambungan dua atau lebih material Keadaan plastis Energi panas, tekanan, atau keduanya

2. Berilah Perbedaan Utama antara Pengelasan (Welding) dengan Brazing maupun Soldering secara umum. Jawab : Perbedaan utama antara pengelasan dengan brazing atau soldering adalah : pengelasan menggunakan logam pengisi (Filler) yang temperatur leburnya sama dengan temperatur lebur logam yang akan disambungkan, sementara brazing atau soldering menggunakan logam pengisi yang temperatur leburnya lebih rendah dibandingkan temperatur logam yang disambungkan, sehingga pada soldering dan brazing tidak sampai melibatkan logam induk. Perbedaan soldering dan brazing terletak pada titik lebur logam pengisinya. Titik cair logam pengisi proses brazing berkisar 4500C 9000C. Sedangkan untuk soldering, titik cair logam pengisinya kurang dari 4500C. 3. Berilah Perbedaan Utama antara Pengelasan (Welding) dengan Brazing maupun Soldering secara umum! Jawab :

Karakteristik Ikatan dengan cetakan Kecepatan Pembekuan Bentuk Permukaan Proses pencampuran

Pengecoran Tidak diinginkan Lebih lama Dapat berubah, shrinkage Terjadi lebih lambat

Pengelasan Diinginkan Lebih cepat terjadi Cenderung konstan Terjadi cepat leburan las di daerah

4. Dilihat secara sisi teknis (engineering) dan ekonomis, bagaimana saudara menentukan suatu pilihan proses penyambungan pada suatu komponen yang terbuat dari pelat dengan menggunakan pilihan proses : pengelasan, mur-baut (screwing), Adhesive Bonding dan Brazing atau soldering. Serta bandingkan kelebihan dan kekurangan dari masing-masing proses Jawab : Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memilih suatu proses penyambungan adalah

Sifat mekanis dari material asal dan dari komponen yang akan disambungkan Desain dan tampilan akhir dari komponen yang diinginkan Titik lebur dari material Aplikasi akhir dari komponen

Tugas 01 Penyambungan Material| Putu Calista Gitta K/1106052745

Untuk komponen yang berbentuk pelat harus diperhatikan aplikasi dari komponen yang akan disambungkan. Jika membutuhkan kekuatan yang tinggi maka pengelasan adalah yang paling baik karena jika dengan screwing akan ditimbulkan konsentrasi tegangan sehingga lebih rentan terjadi kegagalan, namun proses pengelasan membutuhkan biaya yang mahal. Jika kekuatan yang diperlukan tidak terlalu tinggi maka bisa dipilih metode penyambungan screwing karena selain kekuatannya cukup tinggi, pemasangannya mudah dan biayanya lebih murah. Sementara itu, kelebihan dan kekurangan dari tiap metode penyambungan material adalah: Mur-baut Pengelasan Adhesive Bonding Soldering (screwing) (Welding) Kelebihan Tidak Tidak ada Tidak perlu Tidak butuh diperluka konsentrasi banyak temperatur n tegangan persiapan dan sumber persiapan Dapat permukaan energi yang permukaa tinggi disambungkan Keutuhan n dengan sambungan Tidak ada Mudah bentuk dapat tegangan sisa dibongkar material diperiksa pada -pasang apapun sambungan Sifat mekanis Efisiensi Tidak sama dengan Mikrostruktur tinggi menambah sebelum tidak terlalu dalam berat disambungkan berpengaruh proses Dapat Waktu Alatnya manufakt dilakukan pengelasan sederhana ur pada lebih singkat Tidak ada temperatur masalah kamar inspeksi abnormal Kekurangan Lubang Bongkar Membutuhkan Tidak bisa yang pasang energi yang untuk terbentuk merusak besar sambungan menimbul komponen yang besar Logam kan Membutuhkan mengalami Kekuatan konsentra persiapan perubahan sambungan si permukaan mikrostruktur rendah tegangan Hasilnya Tidak dapat Beratnya sangat menyambung bertamba dipengaruhi kan material h oleh dengan jenis lingkungan yang berbeda Sulit dilakukan pengujian non destructive

Tugas 01 Penyambungan Material| Putu Calista Gitta K/1106052745

5. Parameter yang penting dalam mengendalikan mikrostruktur hasil lasan antara lain

kecepatan pertumbuhan (R), gradien temperatur (G), undercooling (T), dan komposisi paduan. Kondisi termal di dalam dan di dekat weld pool dan aliran fluida berpengaruh terhadap ukuran dan bentuk weld pool. Preparasi permukaan juga diperlukan agar tidak terdapat kontaminasi. Input panas yang diberikan dapat diperhitungkan sehingga kita dapat mengontrol mikrostruktur yang didapatkan. Perhitungan input panas tersebut dapat dirumuskan sebagai berikut

Dengan : H = input panas yang diberikan I = arus E = tegangan V = kecepatan Proses perlakuan panas, seperti annealing setelah proses pengelasan juga dapat dilakukan untuk memperbaiki mikrostruktur sehingga mikrostruktur yang didapatkan menjadi lebih seragam, menghilangkan tegangan sisa atau menghilangkan hidrogen yang masuk ke dalam material saat proses pengelasan.
6. berdasarkan IIW (International Institute of Welding) :

IWE (international welding engineer) Personel yang memiliki pengetahuan teknis yang dibutuhkan untuk merencanakan, melaksanakan dan menguji semua tugas dan tanggung jawab dalam fabrikasi pengelasan IWT (International Welding Technologist) Personel dengan pengetahuan teknis yang dibutuhkan untuk merencanakan, melaksanakan dan menguji semua tugas dan tanggung jawab dalam bidang teknis tertentu pada pengelasan IWS (International Welding Specialist) Personel dengan pengetahuan teknis yang dibutuhkan untuk merencanakan, melaksanakan dan menguji semua tugas dan tanggung jawab dalam bidang teknis yang hanya melibatkan konstruksi pengelasan sederhana IWP (International Welding Practitioner) Personel yang memiliki kemampuan secara teori maupun praktik dan telah memiliki pengalaman luas dalam industri las Berdasarkan AWS Certified Associate Welding Inspector (CAWI) Memiliki pengetahuan dasar mengenai inspeks welding dan alat-alat yang digunakan untuk menginspeksi welding, hanya dapat melakukan inspeksi dibawah pengawasan CWI atau SWI Certified Welding Inspector (CWI)

Tugas 01 Penyambungan Material| Putu Calista Gitta K/1106052745

Tingkatan kedua dari welding inspector yang bertanggungjawab untuk mengadakan inspeksi welding secara visual, serta memastikan hasil operasi sesuai standar Senior Certified Welding Inspector (SCWI) Tingkatan tertinggi sebagai welding inspector, harus sudah menjadi Certified Welding Inspector selama minimal 3 tahun. Senior certified Welding Inspector harus menguasai semua kemampuan yang dibutuhkan dalam melakukan serta mengawasi pengelasan. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2006 tentang Sistem Pelatihan Kerja Nasional (Sislatkernas). KKNI disusun dalam rangka mengembangkan kualitas tenaga kerja yang mengacu pada jenjang kualifikasi kompetensi kerja, dan terdiri dari 9 (sembilan) jenjang yang dimulai dengan kualifikasi sertifikat 1 (satu) sampai dengan sertifikat 9 (sembilan). KKNI untuk Welding Inspector Junior disusun berdasarkan penguasaan sejumlah unit kompetensi. KKNI dan SKKNI untuk Bidang Jasa Industri Pengelasan terdiri atas beberapa sub bidang pekerjaan, yaitu : 1. Sub Bidang Pengelasan, yang terdiri atas : Las busur manual (Manual Metal Arc Welding/MMAW atau Shielded Metal Arc Welding/SMAW). Las metal inert gas/MIG atau metal active gas/MAG atau gas metal arc welding/GMAW dan/atau flux core arc welding/FCAW. Las tungsten inert gas/TIG atau wolfram inert gas/WIG atau gas tungsten arc welding/GTAW. Las busur rendam atau submerged arc welding/SAW. Brazing dan braze welding. Las oksi asetilin (oxy-acetylene welding/OAW). Sub Bidang Foreman Sub Bidang Welding Inspector, Supervisor, Practitioner Junior. Sub Bidang Welding Inspector, Supervisor, Practitioner Senior. Sub Bidang Welding Engineer.

Referensi : http://www.iiwelding.org/WorkingUnits/QCMB_IAB/Documents/IAB-252r1-11-SV00Guideline-for-Personnel-with-Qualification-for-Welding-Coordination-SV.pdf diakses pada 15 Februari 2014 http://www.aws.org/itrends/2009/10/it200910/it1009-14.pdf diakses pada 15 Februari 2014 http://www.tms.org/pubs/journals/JOM/0306/David-0306.html diakses pada 15 Februari 2014 http://www.scribd.com/doc/142074887/Bab-i-II-Welding-Inspector Februari 2014 diakses pada 15