Anda di halaman 1dari 32

TITRASI REDOKS

Oleh : Purwadi, M.Si.

Oksidasi

Adisi oksigen: SO2 + O2 --> SO3, atau .kehilangan hidrogen: H2S + O --> S + H2O atau secara umum adalah kenaikan bilangan Oksidasi: Sn2+ --> Sn4+

Senyawa pereduksi (Reduktor)


adalah unsur atau senyawa pada reaksi redoks yang mereduksi zat lain. atau, zat yang teroksidasi, dengan cara menyumbang elektron dalam reaksi redoks.

Contoh zat pereduksi: Logam Na, mg, Al, Zn, NaH, CaH2, and LiAlH4, yang mengandung ion hidrida, H-.

Reduksi: Adisi hidrogen: C2H2 + 2 H -->C2H4, atau

kehilangan oksigen:
CuO + 2H --> Cu + H2O atau, penurunan bilangan oksidasi: Ce4+ --> Ce3+

Senyawa pengoksidasi (Oksidator) adalah unsur atau senyawa yang di dalam reaksi redoks berfungsi mengoksidasi zat lain. Atau, dia tereduksi, dengan cara menangkap elektron
Contoh: permanganat (MnO4-), Kromat (CrO42-), dan dikromat (Cr2O72-), Na Hipoklorida, HNO3, asam perklorat (HClO4), dan asam sulfat (H2SO4)

Titrasi 100 mL 0,1 M Besi (II) dengan cerium (IV) 0,1 M pada media asam sulfat encer:

Jika Titrasi diamati secara potensiometri


Elektroda: 1. Ion Fe3+/Fe2+

2. Ion Ce4+/Ce3+

KELAKSANAAN TITRASI REDOKS

Oks1 + Red2 == Red1 + Oks2


Dimana: Oks2 + e == Red1 Eo1

Oks1 + e == Red2

Eo2

a. Hitung nilai tetapan kesetimbangan (K) 50 mL 0,10 M Red2 dititrasi dengan 0,1 Oks1. Bila 49,95 mL titran ditambahkan, reaksinya sempurna. Pada penambahan 2 tetes (0,10 ml) titran, harga pRed2 berubah dengan 2,00 satuan b. Berapa selisih Eo dari pasangan redoks untuk nilai K tsb

Iodimetri
metode titrasi dimana analit dioksidasi oleh titran (iodin)
.

titrasi langsung dengan hanya satu reaksi: titran (iodine I2) produk (iodida I-) diketahui

analit + Tak diketahui

Titrasi Iodimetri:
a) Analit pereduksi (reduktor) b) Satu reaksi c) Larutan Baku: Iodin (I2)

Penerapan analisis:
Titrasi Iodimetri:
Zat yang akan dianalisis (analit pereduksi) SO2 H2S Zn2+ , Cd2+ , Hg2+ , Pb2+

Sistein, glutation, merkaptoetanol


Glukosa (dan gula pereduksi lainnya)

Section of a protein structure


Source: http://en.wikipedia.org

Contoh: Penentuan kadar Vitamin C secara Iodimetri C6H8O6 + I2 C6H6O6 + 2I- + 2H+ Iodin secara cepat akan mengoksidasi asam askorbat (Vit C), C6H8O6, menghasilkan asam dehidroaskorbat, C6H6O6 . Asam askorbat asam dehidroaskorbat

Pictures taken from: http://en.wikipedia.org

Penetapan kadar vit C secara iodometri dengan reaksi C6H8O6 + I2 C6H6O6 + 2I- + 2H+ Jika sampel seberat 500 mg, membutuhkan titran I2 0,1 N volume 25,4 mL, hitung kadar vit C dalam sampel tsb. Diketahui BM Vit C 176,12.

Iodometri
Adalah titrasi iodin (I2) hasil dari reaksi iodida (I-) yang direaksikan secara berlebih dengan analit oksidator.
Penentuan iodin (I2) dengan cara titrasi dengan larutan baku tiosulfat.

Iodometri: Titrasi tidak langsung karena terdapat 2 reaksi:

Analit + ITidak diketahui


I2 +

Analit (red) + I2

titran (tiosulfat, S2O32-) S4O62- + Ikadar diketahui

Titrasi Iodometri: a) Analit pengoksidasi (oksidator) b) Dua reaksi c) Laruran standard: natrium tisoufat

Penerapan analisis:
Titrasi Iodometri:
Contoh Zat yang dapat dianalisis (analit pengoksidasi) HOCl Br2 IO3- , IO4O2, H2O2, O3 NO2-

Cu

2+

MnO4-, MnO2

Sebanyak 100 mg sampel CuSO4, ditambahkan larutan KI 1 N sebanyak 20 mL. Dititrasi dengan tiosulfat 0,1 N menghasilkan vol titran 25 mL. Hitung kadar CuSO4 dalam sampel
Contoh: Penentuan kadar Tembaga
2 Cu
2+

4I-

2CuI

I2

Analyte of unknown concentration

I2

2S2O32-

2I-

S4O62-

Titrant -standrard solutions: sodium thiosulfate -known concentration

Titrasi Permanganometri

Permanganat dapat mengalami reaksi yang bermacammacam, karena Biloks Mn = +2, +3, +4, +6, +7

Titrasi Permanganometri Reaksi permanganat dalam suasana asam Eo = 1,52 V Reaksi permanganat dalam suasana asam klorida

Reaksi permanganat dalam suasana basa kuat Reaksi cepat


Reaksi Lambat

Dalam suasana basa sedang

Titrasi permanganometri pada sampel H2O2

Titrasi permanganometri pada sampel Nitrit

Perhitungan kadar secara titrimetri Secara stoikiometri Menggunakan Bobot ekivalen (BE)

Pada titrasi Redoks. Bobot ekuivalen adalah bobot dalam gram (dari) suatu zat yang diperlukan untuk memberikan atau bereaksi dengan 1 mol elektron.

PUSTAKA

Harjadi, W, 1985, Ilmu Kimia Analitik Dasar, Penerbit PT Gramedia, Jakarta.


Gusdinar, Tutus, Redox Titration (power point), School of Pharmacy, ITB, Bandung Day, RA Dan AL. Underwood, 1993, Analisa Kimia Kuantitatif, Erlangga, Jakarta. Anumingrum, Esti, Wahyu Utami, Haryoto, Broto Santoso, Andi Suhendi. 2008. Kumpulan PERCOBAAN Praktikum Kimia Analisis, Laboratorium Kimia Analisis, Bagian Kimia Farmasi Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Surakarta. INTRODUCTION TO IODOMETRIC AND IODIMETRIC TITRATIONS, Powerpoint. Barreiro,L. & Navs, T 2007 English Revision: Bedford, N. Awarded from the Generalitat de Catalunya, 2006, http://diposit.ub.edu/dspace/handle/2445/2