Anda di halaman 1dari 12

Pembelajaran Keyboard Dasar di Sekolah Musik R-DDIV Pratama Semarang

Posted by dian_dewi on 18 March, 2011 No comments yet This item was filled under [ sendratasik ] Rating: 4.8/5 (115 votes cast) skripsi jurusan sendratasik: Pembelajaran Keyboard Dasar di Sekolah Musik R-DDIV Pratama Semarang Idih Eko Novianto, 2006. Skripsi sendratasik, Fakultas bahasa dan seni, Universitas Negeri Semarang. Kursus musik di Sekolah Musik R-DDIV Pratama Semarang menerapkan pembelajaran keyboard dasar dengan materi, metode, dan evaluasi yang disesuaikan dengan perkembangan dan karakteristik anak. Berdasarkan latar belakang tersebut, penulis melakukan penelitian yang berjudul Pembelajaran Keyboard Dasar di Sekolah Musik R-DDIV Pratama Semarang. Masalah yang diangkat yaitu tentang pembelajaran keyboard dasar di Sekolah Musik R-DDIV Pratama Semarang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan pembelajaran keyboard dasar di Sekolah Musik R-DDIV Pratama Semarang. Manfaat penelitian ini adalah (1) sebagai referensi tentang pembelajaran keyboard bagi guru atau pengajar keyboard (2) sebagai masukan guna mengupayakan dan meningkatkan daya pembelajaran alat musik di Sekolah Musik R-DDIV Pratama Semarang. Pendekatan penelitian yang diterapkan adalah deskriptif kualitatif. Penelitian dilakukan pada bulan Desember 2005 sampai bulan Januari 2006 di Sekolah Musik R-DDIV Pratama Semarang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan melalui 3 tahap yaitu reduksi data, sajian data, dan kesimpulan/ verifikasi. Pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan menggunakan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa materi, metode, dan evaluasi pembelajaran keyboard dasar di Sekolah Musik R-DDIV Pratama Semarang selalu berorientasi pada karakteristik perkembangan dan kemampuan anak, selain itu pembelajaran keyboard dasar di tempat kursus musik tersebut selalu diupayakan untuk membantu, membimbing, mengarahkan, dan menggali potensi siswa. Berdasarkan hasil penelitian disarankan: (1) Materi tangga nada yang digunakan dalam pembelajaran keyboard dasar dapat ditambah dengan yang lain dan dalam pemberian materi hendaknya menggunakan notasi balok. (2) Pengajar harus bisa lebih serius, sehingga anak bisa lebih konsentrasi dalam pembelajaran. (3) Penilaian akhir atau evaluasi hendaknya dilakukan dua kali dalam satu tahun atau enam bulan sekali dan lebih mengutamakan kemampuan dan keterampilan siswa.

PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MUSIK DRUM BAND DI SMP NEGERI 1 KEDUNGJATI KABUPATEN GROBOGAN
Posted by dian_dewi on 22 November, 2011 No comments yet This item was filled under [ bahasa dan seni, sendratasik ] Rating: 4.9/5 (32 votes cast) Skripsi sendratasik: PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MUSIK DRUM BAND DI SMP NEGERI 1 KEDUNGJATI KABUPATEN GROBOGAN Trisanto Koerniawan. 2007. Skripsi sendratasik, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang. Musik merupakan salah satu bagian terpenting dari kehidupan manusia. Musik telah memberikan pengaruh besar terhadap tingkat kecerdasan manusia. Selain itu musik juga telah banyaj menciptakan suatu karya besar yang bersejarah. Salah satu bentuk permainan musik yang dikembangkan di sekolah adalah drum band. Selain sebagai bentuk olah raga yang berpadu dengan kesenian. Keberadaan drum band di sekolah merupakan daya tarik tersendiri bagi siswa. Demikian halnya di SMP Negeri 1 edungjati Kabupaten Grobogan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana proses pembelajaran drum band di SMP Negeri 1 Kedungjati Kabupaten Grobogan ? Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yaitu penelitian yang menggambarkan dan menguraikan hasil penelitian berdasarkan data data yang diperoleh. Data diperoleh dari siswa, guru dan pelatih yang mengikuti kegiatan ekstra kurikuler drum band. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, dokumentasi dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran drum band tidak terlepas dari sarana prasarana, materi pembelajaran, proses pembelajaran dan pementasan. Sarana prasarana yang digunakan berupa alat musik melodi, berupa balera dan pianika dan alat musik perkusi. Materi yang disampaikan didahului dengan teori tentang cara membaca not dan kemudian dipraktekkan dengan menggunakan alat. Materi yang disampaikan berupa mars jalan, mars kavaleri dan mars lagu. Metode yang digunakan adalah metode ceramah dan metode tanya jawab. Proses pembelajaran dilaksanakan setiap hari Selasa sepulang sekolah. Anggotanya adalah siswa kelas satu dan kelas dua. Sebelum praktek, terlebih dahulu guru pembina memberikan penjelasan mengenai not, yang kemudian hafalkan oleh siswa sesuai dengan tugasnya masing masing. Kemudian setelah hafal, dipraktekkan dengan menggunakan alat. Untuk mendapat tim yang kompak, kemudian dari seluruh bagian yaitu, mayoret, cheer leaders, pembawa bendera, pemain musik melodi dan perkusi berlatih bersama sama. Kesimpulan yang diperoleh bahw kekompakan sebuah tim drum band akan tercipta apabila proses pembelajaran dilakukan dengan baik, yang kemudian ditindak lanjuti dengan praktek yang kontinyu. Saran yang dapat diberikan adalah perlunya perawatan peralatan drum band sehingga kegiatan drum band dapat terus dilakukan secara rutin.

PEMBELAJARAN SENI BUDAYA SUB MATERI SENI MUSIK DI SMA KRISTEN YSKI SEMARANG
Posted by dian_dewi on 8 August, 2011 No comments yet This item was filled under [ sendratasik ] Rating: 5.0/5 (28 votes cast) skripsi Jurusan Sendratasik : PEMBELAJARAN SENI BUDAYA SUB MATERI SENI MUSIK DI SMA KRISTEN YSKI SEMARANG CSH Rahayuningtyas , 2006, Skripsi Jurusan Sendratasik ,FAKULTAS BAHASA DAN SENI ,UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2006 Penelitian ini berlatar belakang diberlakukannya Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang mengacu pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dalam Pembelajaran Seni Budaya Sub Materi Seni Musik untuk mencapai pengalaman estetika melalui apresiasi dan kreasi. Permasalahan yang timbul adalah bagaimana pelaksanaan pembelajaran seni budaya sub materi seni musik di SMA Kristen YSKI Semarang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menjelaskan tentang pelaksanaan pembelajaran seni budaya sub materi seni musik di SMA Kristen YSKI Semarang. Manfaat penelitian ini adalah : (1) bagi siswa diharapkan dapat meningkatkan apresiasi dan kreasi musik untuk mendapatkan pengalaman estetika, (2) bagi guru diharapkan dapat menggunakan model, strategi, pendekatan, metode serta teknik pengajaran yang tepat untuk meningkatkan apresiasi dan kreasi musik siswa menuju pada hakikat pendidikan seni budaya, (3) bagi kepustakaan sekolah diharapkan dapat menjadikan wacana dan menambah wawasan pengetahuan bagi pembaca serta masyarakat pada umumnya sehingga dapat mengembangkan apresiasi dan kreasi musik sebagai pengalaman estetika. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilaksanakan menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan prosedur analisis pendekatan kualitatif yang meliputi reduksi data, kualifikasi data, penafsiran data, penyajian data dan penarikan simpulan atau verifikasi. Setelah melalui proses analisis, kemudian data yang sudah jadi dideskripsikan secara kualitatif untuk mendapatkan simpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran seni budaya sub materi seni musik di SMA Kristen YSKI Semarang menggunakan model pembelajaran secara klasikal pada awal pelajaran dan pada kegiatan selanjutnya memvariasikan dengan strategi pembelajaran berkelompok. Pendekatan pembelajaran yang digunakan adalah pendekatan konsep yang selanjutnya mengarah pada pendekatan proses. Metode pembelajaran yang digunakan adalah ceramah, tanya jawab, demonstrasi, diskusi kelompok, pemberian tugas dan latihan. Teknik pembelajaran yang dilakukan di dalam kelas menggunakan tahap apersepsi, pembukaan materi, materi, dan evaluasi. Berdasarkan hasil penelitian disarankan dalam pembelajaran seni budaya sub materi seni musik menggunakan proses pembelajaran dengan tahap apersepsi,pembukaan materi, materi, dan evaluasi.

GRUP MUSIK DANGDUT GINDHANG NADA DI DESA KEDUNGSARI KECAMATAN TAYU KABUPATEN PATI (KAJIAN TENTANG USAHA PENGEMBANGAN DAN FUNGSI)
Posted by dian_dewi on 16 November, 2011 No comments yet This item was filled under [ bahasa dan seni, sendratasik ] Rating: 5.0/5 (28 votes cast) skripsi sendratasik: Grup Musik Dangdut Gindhang Nada di desa Kedungsari Kecamatan Tayu Kabupaten Pati (Kajian tentang Usaha Pengembangan dan Fungsi) Endah Setyorini, 2007. Skripsi jurusan sendratasik, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang. Musik dangdut merupakan bagian dari seni musik yang berkembang di Indonesia, salah satunya di desa Kedungsari, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati. Musik ini memiliki keterkaitan erat dengan budaya lokal yaitu budaya melayu. Meskipun demikian, di daerah Kedungsari Kecamatan Tayu Kabupaten Pati musik dangdut merupakan salah satu pilihan masyarakat. Untuk mendukung perkembangan jenis musik ini, dibutuhkan suatu usaha pengembangan. Hal itu dimaksudkan agar dalam peningkatannya tidak kalah dengan musik-musik jenis lainnya. Akan tetapi di desa Kedungsari, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati tidak demikian halnya. Ada salah satu grup musik dangdut yang memiliki nama Gondhang Nada perkembangannya lamban sekali dalam hal penerimaan job pentas/pementasan. Mangapa demikian? Hal inilah yang melatarbelakangi penelitian ini. Berdasarkan permasalahan yang ada dalam penelitian, tujuan yang hendak dicapai adalah (1) kajian usaha pengembangan grup musik dangdut Gondhang Nada di desa Kedungsari, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, (2) kajian fungsi/peran grup musik dangdut Gondhang Nada bagi pemainnya dan masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif yang memberikan gambaran mengenai data-data yang berhubungan dengan usaha pengembangan grup musik dangdut Gondhang Nada dan fungsinya bagi pemain danmasyarakat. Teknik pengambilan data dalam penelitian ini adalah melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan tahapan yang terdiri dari pengumpulan data, mereduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan adanya usaha-usaha pengembangan grup musik dangdut Gondhang Nada masih belum optimal. Hal ini bisa dilihat dari usaha pengembangan sarana dan prasarana yang meliputi penyedian ruang latihan, alat musik, seragam, spanduk, promosi, dan surat perijinan, sekalipun masih dalam proses pengurusan. Usaha lainnya adalah pengembangan sumber daya manusia yang mengacu pada keahlian dalam bermain musik, hal itu didukung dengan pembuatan jadwal latihan, perbaikan teknik latihan, memperbanyak penguasaan lagu, peningkatan kesejahteraan pemain, dan perbaikan vokalis. Dari kedua jenis usaha di atas, masih ada usaha lain yang lebih penting yaitu pendanaan. Dalam hal pendanaan dibutuhkan usaha yang keras untuk mendukung perkembangan grup musik dangdut Gondhang Nada. Selama ini pendanaannya bersumber dari pemimpin, kas dan masyarakat pemerhati. Usaha-usaha yang sudah dilakukan akan lebih nampak hasilnya apabila didukung dengan adanya fungsi grup musik dangdut Gondhang Nada baik bagi pemimpin, pemain dan masyarakat sekitar tidak hanya sekedar sebagai hiburan. Agar perjalanan grup musik dangdut Gondhang Nada dapat bertahan, maka usaha-usaha yang dilakukan diharapkan lebih maksimal. Hal itu harus dilakukan oleh semua pihak yang terkait. Antara lain pemimpinnya diharapkan dapat memberikan motivasi dan dorongan, agar pemain dan vokalisnya dapat bermain maksimal, selalu menjaga kekompkan / kebersamaan. Demikian pula pemainnya diharapkan selalu menjaga kualitas permainan, menjaga kekompakan dan kebersamaan. Adapun vokalisnya dapat meningkatkan kualitas vokal dan penampilan yang menjadi tuntutan masyarakat.

PELAKSANAAN PEMBELAJARAN VOKAL DENGAN METODE SOLFEGIO DI KELAS IV UNGGULAN SEKOLAH DASAR NEGERI UNGARAN 01-03-06 KABUPATEN SEMARANG
Posted by dian_dewi on 4 August, 2011 1 comment so far This item was filled under [ sendratasik ] Rating: 4.9/5 (30 votes cast) skripsi JURUSAN sendratasik : PELAKSANAAN PEMBELAJARAN VOKAL DENGAN METODE SOLFEGIO DI KELAS IV UNGGULAN SEKOLAH DASAR NEGERI UNGARAN 01-03-06 KABUPATEN SEMARANG Hanjrah Sri Mumpuni . 2006. Skripsi JURUSAN sendratasik ,FAKULTAS BAHASA DAN SENI , Universitas Negeri Semarang. Kebutuhan untuk selalu belajar sudah menjadi bagian dalam kehidupan manusia yang ingin memuaskan rasa ingin tahunya. Dalam proses belajar itu terintegrasi komponen-komponen yang bertujuan untuk memperoleh hasil optimal. Latar belakang penelitian ini muncul karena adanya pelaksanaan pembelajaran vokal yang keliru, sehingga menyebabkan siswa sering menyanyi dengan nada dan teknik yang tidak tepat. Kekeliruan pembelajaran ini ternyata disebabkan oleh karena sejak awal kelas I, pelajaran seni musik tidak diajar oleh guru yang kompeten dibidangnya dan baru setelah masuk di kelas IV unggulan SDN Ungaran 01-03-06 pelajaran seni musik diajar oleh guru bidang studi. Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah adalah tentang bagaimana pelaksanaan pembelajaran vokal dengan metode solfegio dan faktor- faktor yang mempengaruhi pelaksanaan pembelajaran vokal dengan metode solfegio di kelas IV Unggulan SDN Ungaran 01-0306. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran vokal dengan metode solfegio beserta faktor-faktor yang mempengaruhinya yang diharapkan dapat lebih meningkatkan kemampuan vokal siswa kelas IV Unggulan semester II SDN Ungaran 01-03-06 tahun pelajaran 2006 2007. Metode penelitian tindakan kelas menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dengan observasi partisipasi , wawancara dan dokumentasi baik berupa foto-foto maupun dokumen tertulis dari sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Pembelajaran vokal di SD dibutuhkan metode solfegio yang sesuai dengan standart kompetensi kurikulum 2004, (2) Penggunaan metode solfegio dapat meningkatkan kemampuan vokal siswa kelas IV ungulan SDN Ungaran 01-03-06.(3). Pelaksanaan pembelajaran Kertangkes di SD harus diciptakan Proses Belajar Mengajar (PBM) secara aktif, kreatif dengan memanfaatkan sarana/ sumber belajar yang ada. Guru dipacu untuk lebih kreatif dalam mengadakan pendekatan pembelajaran vokal dengan metode solfegio, agar menghasilkan kemampuan vokal yang lebih maksimal bagi siswa. Faktor faktor yang mempengaruhi pelaksanaan PBM adalah faktor bakat, minat, kebiasaan masa lalu yang keliru dan kelelahan fisik. Kesimpulan dan saran dari penelitian adalah bahwa pelaksanaan pembelajaran vokal dengan menggunakan metode solfegio sangat tepat, karena membantu meningkatkan kemampuan vokal siswa. Saran yang diberikan setelah penelitian ini selesai adalah (1) membiasakan semua guru kelas dari kelas 1 sampai dengan kelas 6 mengajarkan setiap lagu baru dengan notasinya bukan hanya menyanyikan syairnya saja, (2) menggunakan teknik-teknik pembelajaran yang lebih kreatif dan menarik agar mampu meminimalis faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan PBM.

PEMBELAJARAN PIANO DI SEKOLAH MUSIK CHRISTOPHERUS SEMARANG


Posted by dian_dewi on 21 July, 2011 1 comment so far This item was filled under [ sendratasik ] Rating: 5.0/5 (31 votes cast) skripsi JUIRUSAN Sendratasik : PEMBELAJARAN PIANO DI SEKOLAH MUSIK CHRISTOPHERUS SEMARANG HARSONO . 2007. Skripsi Jurusan Sendratasik Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang, Tahun 2007. Pengalaman belajar tidak semuanya didapat dari pendidikan formal. Semakin pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dapat menimbulkan berbagai tuntutan kehidupan dalam bermasyarakat, termasuk juga pendidikan. Sebagai contoh adalah Sekolah Musik Christopherus yang menawarkan jasa pelatihan keterampilan atau sering disebut dengan kursus musik yang bertujuan untuk memupuk serta meningkatkan bakat dan keterampilan seseorang dalam memainkan instrumen musik, dalam hal ini adalah piano. Piano adalah salah satu instrumen musik yang paling banyak digemari dan dipelajari oleh segala tingkatan usia, karena memiliki karakter suara yang sangat akustik dan selalu dapat dinikmati disetiap masa untuk jenis musik apapun. Kesempatan selalu ada untuk bisa bermain piano walau kita tidak memiliki piano, yaitu dengan menggunakan keyboard yang disetting bunyi piano. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana proses pembelajaran piano di Sekolah Musik Christopherus Semarang dilihat dari segi tujuan, materi, metode serta evaluasinya ? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, yang menghasilkan data deskriptif tentang Pembelajaran Piano Di Sekolah Musik Christopherus Semarang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan analisis data interaktif yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan proses pembelajaran piano di Sekolah Musik Christopherus sesuai dengan kurikulum yang telah ditetapkan, dengan tujuan pembelajarannya siswa mampu bermain alat musik piano dengan sikap duduk dan penjarian yang benar, dan bermanfaat dalam pelayanan musik gereja. Dalam proses pembelajarannya menerapkan metode ceramah, tanya jawab, demonstrasi, drill dan metode pemberian tugas, sedangkan materi pembelajaran terbagi dalam dua materi, yaitu materi teori musik dan praktek musik. Dan evaluasi selalu diadakan setiap kali pertemuan kursus, dan sebagai evaluasi akhir diadakan setiap 6 bulan sekali sekaligus sebagai ujian kenaikan tingkat. viiiAgar manfaat yang diterima lebih nyata dan bermanfaat, berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan tentang Pembelajaran Piano di Sekolah Musik Christopherus penulis memberikan saran supaya membentuk tim khusus untuk menyusun materi pembelajaran piano dalam sebuah buku penduan, karena materi yang tersedia belum tersusun rapi dalam sebuah buku panduan, sehingga dengan adanya buku panduan materi tersebut dapat lebih meningkatkan proses pembelajarannya.

Peningkatan Kreativitas Siswa Melalui Permainan Cipta Lagu Dalam Pembelajaran Seni Budaya di SMP Nasima Semarang
Posted by dian_dewi on 9 July, 2011 No comments yet This item was filled under [ sendratasik ] Rating: 5.0/5 (28 votes cast) skripsi jurusan Sendratasik: Peningkatan Kreativitas Siswa Melalui Permainan Cipta Lagu Dalam Pembelajaran Seni Budaya di SMP Nasima Semarang Husodo, Sri. 2007. Skripsi sendratasik, Fakultas bahasa dan seni, Universitas Negeri Semarang. Tujuan mata pelajaran seni budaya khususnya seni musik adalah mengembangkan aspek kreasi dan apresiasi seni. Dalam aspek kreasi banyak kendala yang dihadapi karena berkreasi atau menciptakan komposisi yang baru dibutuhkan pengetahuan yang luas mengenai dasar-dasar seni musik. Di sisi lain dasar-dasar seni musik di SMP sangatlah kurang untuk diterapkan pada siswa siswi SMP karena keterbatasan waktu untuk mata pelajaran tersebut. Berawal dari hal tersebut perlu dicari metode yang menarik siswa agar proses pembelajaran seni musik menyenangkan, memberikan manfaat khususnya dalam rangka peningkatan kreativitas. Kreativitas adalah sesuatu yang sangat penting bagi siswa dalam mengarungi kehidupan pada masa yang akan datang. Maka permasalahan yang muncul yaitu bagaimana model permainan cipta lagu pada pembelajaran seni budaya untuk meningkatkan kreativitas siswa di SMP Nasima Semarang. Penelitian yang dilakukan di SMP Nasima Semarang bertujuan untuk mengidentifikasi dan menjelaskan bagaimana model permainan cipta lagu pada pembelajaran seni budaya untuk meningkatkan kreativitas siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas menggunakan pendekatan kualitatif diskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi langsung, test perbuatan dan test tertulis serta pengamatan langsung selama kegiatan dilaksanakan. Setelah itu data dikumpulkan, diklarifikasi, direduksi, dan teknik keabsahan data melalui triangulasi sumber, metode dan data. Hasil penelitian dari perjalanan siklus 1 sampai siklus yang ke 3 terjadi peningkatan kreativitas, motivasi belajar dan suasana pembelajaran yang menarik dan kondusif. Bukti dari bentuk kreativitas adalah dihasilkanya sebuah karya dari kelas yang mendapat metode pembelajaran tersebut. Dalam metode pembelajaran permainan seperti ini perlu dukungan alat musik untuk memudahkan mencari lagu khususnya dalam harmonisasi. Saran yang ingin penulis sampaikan melalui penelitian ini adalah perlunya penularan informasi model pembelajaran cipta lagu ini ke sekolah lain. Karya karya yang sudah terkumpul dari ide siswa hendaknya dijadikan dokumentasi atau dibuatkan album khusus karya siswa, agar motivasi belajar terhadap pelajaran seni budaya semakin tumbuh dan karya mereka dapat menjadi sumbangan kreativitas bagi lembaga pendidikan.

KUMPULAN 50 JUDUL SKRIPSI PENDIDIKAN SENI MUSIK 1. PENGGUNAAN PIANIKA DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYEBUTKAN SOLMISASI SECARA RITMIKBAGI KELAS V DI SLBN CICENDO BANDUNG 2. PEMBELAJARAN ANSAMBEL REKORDER SOPRAN MELALUI TUTOR SEBAYA DI KELAS VIII SMP NEGERI 2 TANJUNGSARI SUMEDANG 3. STUDI KASUS TENTANG PEMBELAJARAN SENI BUDAYA BAGI SISWA BERKEBUTUHAN KHUSUS (ADHD) KELAS IX B DI SMP PGII 1 BANDUNG 4. PENGEMBANGAN SAJIAN SEKAR DAN WADITRA PADA PUPUH BALAKBAK RAEHAN SANGGIAN YUS WIRADIREDJA 5. ANALISIS LAGU HAI BECAK KARYA SARIDJAH NIUNG BINTANG SOEDIBJO (IBU SOED) 6. PEMBELAJARAN ANGKLUNG PADA KEGIATAN EKSTRAKURIKULER DI SEKOLAH DASAR NEGERI CIMAHI MANDIRI 1 7. TALAAH BUKU BOOM BASS TECH KARYA TODUNG PANDJAITAN 8. STUDI TENTANG PEMBELAJARAN ANSAMBEL JIMBE PADA KEGIATAN EKSTRAKURIKULER KESENIAN DI SEKOLAH DASAR NEGERI MOHAMAD TOHA BANDUNG 9. PEMBELAJARAN GAMELAN DEGUNG BAGI SISWA KELAS 4 SEKOLAH DASAR NEGERI 5 CIBENDA PARIGI KABUPATEN CIAMIS 10. PEMBELAJARAN KESENIAN CALUNG PADA KEGIATAN EKSTRA KULIKULER DI SMA NEGERI JATINUNGGAL KABUPATEN SUMEDANG 11. PENERAPAN PRINSIP DALCROZE UNTUK MENINGKATKAN AUDIASI RITMIK : STUDI KASUS SISWA PESERTA KEGIATAN EKSTRAKURIKULER PERKUSI DI SMA NEGERI 22 BANDUNG 12. PERTUNJUKAN KESENIAN RUDAT GRUP TUNAS HARAPAN PADA ACARA MAULID NABI DI KAMPUNG JAYANTI KECAMATAN PUSPAHIANG KABUPATEN TASIKMALAYA 13. TEKNIK DAN ORNAMENTASI TAROMPET GAYA SUHAYA PADA LAGU AYUN AMBING DI KESENIAN PENCA PAGURON CEMPAKA WIRAHMA SUNDA 14. PENGGUNAAN ALAT MUSIK PERKUSI PADA ANAK AUTIS RINGAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN RITMIK DI SLBN-A CITEUREUP CIMAHI 15. PROSES BELAJAR MENGAJAR VOKAL PADA ANAK USIA 6 TAHUN DI PURWACARAKA MUSIC STUDIO CABANG CIMAHI 16. GITAR ELEKTRIK MODEL FENDER STRATOCASTER (KAJIAN ORGANOLOGIS) 17. PROSES PEMBELAJARAN SAXOPHONE DI SDK BINA BAKTI KELAS VI PROGRAM MATIUS BANDUNG 18. PENGAJARAN VOKAL DI SANGGAR MUSIK SLOGI 19. PENGGUNAAN MEDIA AUDIO-VISUAL DALAM PROSES PEMBELAJARAN BIOLA TINGKAT DASAR DI INDRA MUSIK 20. PRESTASI BELAJAR MAHASISWA PRODI SENI MUSIK ANGKATAN 2000-2003 FPBS UPI BANDUNG YANG AKTIF DALAM KEGIATAN BAND 21. STUDI KASUS TERHADAP MAHASISWA ANGKATAN 2003 DENGAN PRESTASI BELAJAR PALING RENDAH 22. TEKNIK PETIKAN KACAPI KERONCONG GAYA MANG MASKAR 23. KREATIVITAS SISWA KELAS XII-IPS 2 DI SMAN 6 BANDUNG DALAM MEMBUAT KARYA MUSIK DENGAN VERSI YANG BERBEDA 24. GAYA KEPESINDENAN CICIH CANGKURILEUNG PADA LAGU SENGGOT KALERAN 25. PEMBELAJARAN ANGKLUNG REAK DALAM PELAJARAN KESENIAN (SENI BUDAYA) DI KELAS VII SMP NEGERI I SITURAJA KABUPATEN SUMEDANG 26. APLIKASI TEKNIK THUMB FINGER POSITION DALAM MEMAINKAN SUITA NO 6 IN D MAYOR (PRELUDE) KARYA J.S BACH 27. PROSES PEMBELAJARAN BASS ELEKTRIK BAGI ANAK-ANAK DI BRAGA MUSIK SCHOOL 28. PENGGUNAAN SOUND DISTORSI DALAM MUSIK ROCK 29. LAGU KUDUP TURI DALAM KESENIAN RONGGENG GUNUNG DI CIAMIS SELATAN 30. MENINGKATKAN KREATIVITAS GERAK MELALUI RANGSANG LAGU CANGKURILEUNG DALAM PEMBELAJARAN SENI TARI PADA SISWA KELAS II DI SD NEGERI ISOLA 2 BANDUNG 31. PROSES PEMBELAJARAN SAXOPHONE MELALUI METODE YAMAHA POPULAR MUSIC COURSE (PMC) PADA KELAS REMAJA DI BRAGA MUSIC SCHOOL BANDUNG 32. PEMBELAJARAN KONTRABASS DI SMA BINA BAKTI PROGRAM MATIUS BANDUNG

33. PENINGKATAN KEMAMPUAN BERBICARA SISWA TUNAGRAHITA SEDANG (IMBESIL) MELALUI KEGIATAN BERNYANYI DI SLB AMALIA BHAKTI KECAMATAN CONGGEANG KABUPATEN SUMEDANG 34. METODE PEMBELAJARAN FLUTE TINGKAT DASAR BAGI REMAJA DI BRAGA MUSIC SCHOOL BANDUNG 35. PROSES PEMBELAJARAN SAXOPHONE DI SDK BINA BAKTI KELAS VI PROGRAM MATIUS BANDUNG 36. LAGU KUDUP TURI DALAM KESENIAN RONGGENG GUNUNG DI CIAMIS SELATAN 37. PEMBELAJARAN KEYBOARD BAGI PEMULA DI GEMA PARAHIANGAN (GP) STUDIO BANDUNG 38. PENGEMBANGAN KREATIVITAS MUSIK SISWA MELALUI PEMBELAJARAN ANSAMBEL PADA KEGIATAN EKSTRAKULIKULER DI SMPN 12 BANDUNG 39. PEMBELAJARAN LAGU-LAGU WAJIB NASIONAL BAGI PESERTA DIDIK KELAS VII SMPN 3 KARAWANG 40. PENYAJIAN KESENIAN GAMBUS INANG-INANG GAYA PAK YUYU DI DESA BATU PENYU KECAMATAN GANTUNG KABUPATEN BELITUNG TIMUR 41. PENINGKATAN KEMAMPUAN BACA NOTASI DA-MI-NA DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA SULING LUBANG ENAM DI KELAS VII SMP NEGERI 1 PANJALU KABUPATEN CIAMIS 42. PEMBELAJARAN VOKAL POPJAZZ BAGI SISWA USIA 30-40 TAHUN DI ELFA MUSIC SCHOOL GRIYA MAS 43. KESENIAN ANTAN DELAPAN PADA PERINGATAN UPACARA ADAT DI DESA TANJUNG LALANG KABUPATEN MUARA ENIM SUMATERASELATAN 44. ANALISIS KOMPOSISI MUSIK TWO PAGES KARYA PHILIP GLASS 45. PENERAPAN COOPERATIVE LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KONSENTRASI DALAM PEMBELAJARAN MUSIK BAGI SISWA AUTIS KELAS VIII DI MTS. ASIH PUTERA 46. TEKNIK VOKALISI PADA SISWA USIA 12-15 TAHUN YANG MENGALAMI PERUBAHAN SUARA ATAU CAMBIATA DI ELFA MUSIC SCHOOL BANDUNG 47. PENGGUNAAN MEDIA AUDIO-VISUAL UNTUK MENINGKATKAN KONSENTRASI ANAK AUTIS MELALUI PEMBELAJARAN MUSIK DI MTS ASIH PUTERA CIMAHI 48. KAJIAN KOMPETENSI KONDUKTOR DALAM MEMIMPIN BIGBAND SALAMANDER 49. PENGARUH VOKALISI DALAM KEGIATAN BERNYANYI TERHADAP KEMAMPUAN ARTIKULASI SISWA TUNAGRAHITA RINGAN DI SLB C YPLB CIPAGANTI BANDUNG 50. STUDI TENTANG PEMBELAJARAN PIANO POP JAZZ UNTUK GRADE 2 DI ELFA MUSIC SCHOOL

KUMPLAN JUDUL SKRIPSI PENDIDIKAN SENI MUSIK 4 1. STUDI DESKRIPTIF RAGAM POLA TABUH DOGDOG SENI REOG TUMARITIS GRUP DI KOTA BANJAR-JAWABARAT 2. PENERAPAN POLA LATIHAN ARTIKULASI BERJENJANG DALAM KEGIATAN BERNYANYI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN ARTIKULASI SISWA TUNAGRAHITA RINGAN DI SLB C SUKAPURS BANDUNG 3. STUDI KASUS TENTANG PENANGARAN SISWA DENGAN GANGUAN SENSORI INTEGRASI DALAM PEMBELAJARAN MUSIK DI KELAS IV B SD LABSCHOOL UPI 4. MOTIVASI BELAJAR SISWA TUNA NETRA DALAM PEMBELAJARAN VIOLIN DI SMALB-A (KEJURUAN MUSIK) WYATAGUNA BANDUNG 5. PROSES PEMBELAJARAN SENI MUSIK DALAM KEGIATAN EKSTRAKURIKULER LISPADA DI SMA PASUNDAN 8 BANDUNG 6. IBING PENCA GAYA CIKALONG PADA PAGURON BENTENG KSATRIA DI KABUPATEN CIANJUR 7. APLIKASI TEKNIK VOKAL BARAT DALAM MENYANYIKAN LAGU KAWIH 8. SENI GENJRING BUROQ GRUP LINGKUNG SENI GITA REMAJA DI DESA PAKUSAMBEN KECAMATAN BABAKAN KABUPATEN CIREBON PADA ACARA KHITANAN

9. PENERAPAN MEDIA AUDIO VISUAL PADA PEMBELAJARAN MUSIK UNTUK MENINGKATKAN TEKNIK VOKAL BAGI SISWA KELAS VII DI SMPN 2 SUBANG 10. SAJIAN KESENIAN KUDA LUMPING GRUP MARGALUYU DI KAMPUNG CIJAKSA DESA PADAJAYA KECAMATAN JAMPANGKULON KABUPATEN SUKABUMI 11. VOKAL GRUP DALAM KEGIATAN EKSTRAKURIKULER DI SMP NEGERI 2 BANDUNG 12. PROSES PEMBELAJARAN GITAR AKUSTIK UNTUK ANAK USIA 9-12 TAHUN DI SEKOLAH MUSIK POST AURA 13. APLIKASI MODEL PEMBELAJARAN ANGKLUNG BAGI SISWA KELAS 2B PADA KEGIATAN EKSTRAKURIKULER DI SDN ISOLA 2 BANDUNG. 14. PEMBELAJARAN GITAR ELEKTRIK TINGKAT PEMULA DI YAMAHA MUSIC SCHOOL CIMAHI 15. PEMBELAJARAN BIOLA UNTUK TINGKAT DASAR DI SINFONIA MUSIC STUDIO BANDUNG 16. PEMBELAJARAN PIANO JAZZ TINGKAT DASAR DENGAN MATERI 12 BAR BLUES UNTUK USIA 16 SAMPAI 18 TAHUN DI VENCE MUSIC SCHOOL BANDUNG 17. MENGATASI KONSENTRASI BELAJAR PENYANDANG AUTIS TINGKAT ASPERGER MELALUI BELAJAR PIANO DI ELSA MUSIK STUDIO 18. EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA AUDIO DALAM PEMBELAJARAN KAWIH SUNDA UNTUK SISWA KELAS TUNANETRA DI SEKOLAH DASAR LUAR BIASA NEGERI CINTA ASIH DI KECAMATAN SOREANG KABUPATEN BANDUNG 19. PEMBELAJARAN ALAT MUSIK PERKUSI MELALUI PARTITUR GAMBAR DALAM MARCHING BAND PADA KEGIATAN EKSTRAKURIKULER DI SDN SUKARASA BANDUNG 20. STUDI TENTANG PENGGUNAAN MEDIA AUDIO DIGITAL DALAM PEMBELAJARAN GAMELAN BALI DI JURUSAN PENDIDIKAN SENI MUSIK FPBS UPI 21. PROSES PEMBELAJARAN BASS ELEKTRIK PADA USIA 40-50 TAHUN DI JENDELA IDE BANDUNG 22. FUNGSI KESENIAN GEMBYUNG PUSAKA MEKAR DESA SEKARWANGI KECAMATAN BUAH DUA KABUPATEN SUMEDANG DARI SAJIAN UPACARA KE HIBURAN 23. PENINGKATAN PEMAHAMAN SISWA TENTANG TONALITAS MELALUI LATIHAN ANALISIS LAGU MODEL DI KELAS VIII A SMPN SINDANG INDRAMAYU 24. STUDY TENTANG PEMBELAJARAN GITAR KLASIK DASAR PADA TUNA NETRA KELAS XI DI SIBNA PAJAJARAN 25. PEMBELAJARAN GAMELAN DEGUNG TINGKAT DASAR DI KELAS 10 SMKN 10 BANDUNG 26. MUSIK DANGDUT DALAM PERTUNJUKAN KESENIAN SISINGAAN GROUP PUTRA ARIMBI DI KECAMATAN PURWADADI KABUPATEN SUBANG 27. IMPLIKASI PEMBELAJARAN ANGKLUNG TERHADAP PERKEMBANGAN KEMAMPUAN SOSIAL ANAK USIA DINI PADA KELOMPOK BERMAIN DAN TAMAN KANAK-KANAK ISLAM BINTANG CERIA BANDUNG 28. PROSES PEMBELAJARAN SAXOPHONE DI BINA BAKTI BIG BAND BANDUNG 29. FUNGSI FLUTE PADA LAGU-LAGU LANGGAM KERONCONG 30. LAGU DENGDENG JAWA PADA PERTUNJUKAN SENI TEREBANG SRI WARGI WASIAT SEPUH DI PASEH MAJALAYA 31. KESENIAN HANDRO PANCA MUSTIKA PADA ACARA MAULUDAN DI DESA BOJONG KECAMATAN BUNGBULANG KABUPATEN GARUT

KUMPULAN 50 JUDUL SKRIPSI PENDIDIKAN SENI MUSIK 3 1. KESENIAN GENJRING RONYOK PADA ACARA MAULID NABI MUHAMAD SAW DIDESA SELAPAJANG KECAMATAN KAWALI KABUPATEN CIAMIS

2. PENERAPAN METODE PRAKTEK SEBELUM TEORI UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN LAGU BAGI SISWA PIANO DI SEKOLAH MUSIK SWARA HARMONY BANDUNG 3. STRATEGI PEMBELAJARAN VOKAL PADA ANAK USIA 3-5 TAHUN DI GENSTA PAKUAN MUSIC SCHOOL 4. PEMBELAJARAN ANSAMBEL GESEK BAGI ANAK USIA 7-13 TAHUN DI SEKOLAH MUSIK SWARA MORISKA BANDUNG 5. STRATEGI PENGAJARAN SENI DEGUNG PADA KEGIATAN KSTRAKURIKULER DI SD 6. PROSES PEMBELAJARAN ARUMBA DI SAUNG ANGKLUNG UDJO BANDUNG 7. PROSES PEMBELAJARAN VOKAL PADA ANAK USIA DINI DI SEKOLAH MUSIK NADA MEKAR WANGI BANDUNG 8. ANALISIS KEGIATAN EKSTRAKURIKULER SENI TARI PADA PROGRAM PENGEMBANGAN DIRI DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) DI SMPN 3 LEMBANG 9. KAJIAN MATERI PEMBELAJARAN GITAR PADA BUKU METODE GITAR KLASIK MODERN JILID 1 KARYA IQBAL THAHIR 10. TEKNIK PERMAINAN GITAR DALAM KOMPOSISI GITAR 11. RECUERDOS DE LA ALHAMBRA KARYA FRANSISCO TARREGA 12. STRATEGI PEMBELAJARAN TRUMPET PADA KEGIATAN EKSTRAKURIKULER DRUM BAND DI SDN BANJARSARI BANDUNG 13. PENGGUNAAN MEDIA PAPAN NADA DALAM PEMBELAJARAN ALAT MUSIK KEYBOARD PADA KEGIATAN EKSTRAKULIKULER DI SMA NEGERI 1 LEMBANG 14. TAHAPAN BELAJAR NOTASI BALOK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA MEMAINKAN BELL-LYRA DALAM KEGIATAN EKSTRAKURIKULER DRUMBAND DI SMP NEGERI 2 MAJALENGKA 15. GAYA PETIKAN JENTRENG PADA KESENIAN TARAWANGSA PUSAKAWARNA KAMPUNG SUKALUYU GIRIMUKTI SUMEDANG 16. STRATEGI REMIX STUDIO DALAM MEMPROMOSIKAN HASIL PRODUKSI REKAMAN 17. ENKULTURASI MUSIK TONGTONG DI KABUPATEN SITUBONDO JAWA TIMUR 18. PEMBELAJARAN ANGKLUNG DALAM KEGIATAN EKSTRAKURIKULER DI SMP NEGERI 3 BANDUNG 19. KOMPETENSI MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN SENI MUSIK FPBS UPI DALAM MEMANFAATKAN SOFTWARE MULTIMEDIA NUENDO 20. PROSES PEMBELAJARAN GITAR PADA KEGIATAN EKSTRAKURIKULER DI SMPN 9 CIMAHI 21. PENYAJIAN MUSIK MARAWIS PADA KEGIATAN KEAGAMAAN DI PESANTREN KUDANG DESA LIMBANGAN TIMUR KECAMATAN LIMBANGAN KABUPATEN GARUT 22. PERMAINAN KACAPI RINCIK DALAM TEMBANG SUNDA CIANJURAN. DI DALAM TEMBANG SUNDA CIANJURAN 23. PENGGUNAAN KEYBOARD DALAM PEMBELAJARAN KAWIH SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN SENSITIFITAS SISWA PADA MATA PELAJARAN SENI BUDAYA DI KELAS VII F SMPN 2 TASIKMALAYA 24. MANFAAT PENERAPAN LESSON STUDY PADA MATA PELAJARAN SENI BUDAYA DI SMP NEGERI 2 TOMO SUMEDANG 25. LAGU DERMAYON GAYA KEPESINDENAN : STUDI KOMPARASI PENYAJIAN VOKAL IJAH HADIJAH DENGAN NUNUNG NURMALASARI 26. PROSES PEMBELAJARAN KACAPI INDUNG PADA TEMBANG SUNDA CIANJURAN GAYA TOTO SUMADIPRADJA DI CIPATAT KABUPATEN BANDUNG BARAT 27. ANALISIS POLIRITMIK KOMPOSISI GENDING KARYA TON DE LEEUW 28. MODEL MASTERY LEARNING DENGAN MATERI GERAK DASAR TARI PUTRA PADA KELAS V DI SDN RANCAMANYAR VI BANDUNG 29. PROSES PEMBELAJARAN BASS ELEKTRIK DENGAN MENGGUNAKAN MNUS ONE DI SWARA HARMONY MUSIC SCHOOL BANDUNG 30. KARAKTERISTIK MUSIKAL GONDANG HUSIP-HUSIP PADA GRUP GODANG POSTER SIHOTANG DARI BATAK TOBA: 31. PROSES PEMBELAJARAN MUSIK BAGI ANAK DOWN SYNDROME DI TAMAN MUSIK DIAN INDONESIA 32. MOTIF TABUHAN GAMBANG DALAM PIRIGAN KAKAWEN WAYANG GOLEK PADA LINGKUNG SENI WAYANG GOLEK GIRI HARJA 3

33. TEKNIK KENDANGAN INSTRUMEN CELLO DALAM MUSIK KERONCONG LANGGAM JAWA PADA ORKES KERONCONG SEDERHANA CIMAHI JAWA BARAT 34. KEGIATAN EKSTRAKURIKULER PADUAN SUARA DI SEKOLAH DASAR SANTA ANGELA BANDUNG 35. PEMBELAJARAN PIANO POP PADA KEGIATAN KURSUS PRIVAT UNTUK PEREMPUAN USIA 3550 TAHUN DI CIMAHI 36. PEMBELAJARAN KEYBOARD PADA ANAK USIA 3 TAHUN DI NADA YAMAHA MUSIC SCHOOL 37. KESENIAN GEMBYUNG PADA ACARA KHITANAN DI KAMPUNG KAROYA DESA SANDINGTAMAN KECAMATAN PANJALU KABUPATEN CIAMIS 38. KESENIAN SERUNAI DALAM UPACARA BELARAK DI BENGKULU SELATAN 39. PROSES PEMBELAJARAN GITAR ELEKTRIK BAGI ANAK USIA DI BAWAH 10 TAHUN (USIA DINI) DI PURWACARAKA MUSIC STUDIO CIMAHI 40. PIRIGAN LAGU REUMBEUY BANDUNG GAYA GAN-GAN GARMANA DALAM PENYAJIAN TEMBANG SUNDA CIANJURAN 41. TEKNIK MEMAINKAN BANGSING PADA KISER DALAM KESENIAN TARLING DI LINGKUNG SENI PUTRA SANGKALA CIREBON 42. PENERAPAN ACTIVE LEARNING UNTUK MENINGKATKAN MINAT SISWA TERHADAP GENRE MUSIK PSYCHEDELIC DALAM PEMBELAJARAN APRESIASI MUSIK DI KELAS XI SMAN 10 GARUT 43. PEMBELAJARAN ANSAMBEL BAGI ANAK USIA 4-7 TAHUN DI SEKOLAH MUSIK GENTA PAKUAN BANDUNG 44. PEMBELAJARAN GITAR ELEKTRIK DENGAN MATERI MUSIK BLUES TINGKAT DASAR DI SWARA HARMONY MUSIC SCHOOL BANDUNG 45. PEMBELAJARAN MUSIK ANGKLUNG DALAM KEGIATAN EKSTRAKURIKULER DI SEKOLAH LUAR BIASA BAGIAN B (TUNARUNGU) NEGERI CICENDO BANDUNG 46. PEMBELAJARAN VOKAL GRADE 1 BAGI REMAJA DI ELFA MUSIC SCHOOL GRIYA MAS PASTEUR BANDUNG 47. PEMBELAJARAN REBAB GAYA LILI SUPARLI DI STSI BANDUNG 48. PEMBINAAN MUSIK BAGI REMAJA TERMARJINALKAN DI SEKOLAH OTONOM SANGGAR ANAK AKAR JAKARTA TIMUR 49. MEDIA CD AUDIO UNTUK MENINGKATKAN KEPEKAAN DALAM BERMAIN ENSEMBLE MELALUI PENERAPAN MINUS ONE PADA PEMBELAJARAN DRUM DI DRUMAHOLIC BANDUNG 50. PERANAN GAMBYONG PADA PENYAJIAN RUWATAN LEMBUR DI KAMPUNG BABAKAN GUNUNG DESA PALASARI KECAMATAN JELAN CAGAK KABUPATEN SUBANG 51. RITMIK DI KELAS VIII-A SMPN 1 CIAWAI KABUPATEN BOGOR 52. MENGEMBANGKAN KREATIFITAS SISWA DALAM PEMBELAJARAN KOMPOSISI MUSIK DENGAN MEMANFAATKAN ALAT LINGKUNGAN SEKITAR DI SMP NEGERI 27 BANDUNG 53. PROSES PEMBELAJARAN PADUAN SUARA DI SMA PGRI 1 BANDUNG