Anda di halaman 1dari 4

RINGKASAN BUKU ANALISI KUALITAS LINGKUNGAN

Masalah lingkungan hidup yang menonjol dalam 10 tahun terakhir antara lain: perusakan hutan dan lahan, pencemaran air (di darat), masalah urban, perusakan dan pencemaran laut dan pesisir, dampak lingkungan global. Kualitas menjadi harapan bagi semua orang didunia, kualitas adalah isi dari sebuah obyek yang mempunyai nilai dan dapat diukur. Isu lingkungan hidup yang beredar antara lain pencemaran udara dan kerusakan atmosfir, kebutuhan air dan pencemaran air, kerusakan dan pencemaran pesisir laut, kemerosotan keanekaragaman hayati, kebutuhan dan diversifikasi energy, limbah domestic, bahan berbahaya dan beracun (B3) dan limbah B3. Standar Mutu Lingkungan atau Baku Mutu Lingkungan adalah tingkat bahan pencemaran yang diperkenankan di udara, air, makanan, dan sumber daya tanah. Kegunaan dari Baku Mutu Lingkungan yaitu sebagai alat evaluasi bagi badan-badan yang berwenang atas mutu lingkungan suatu daerah atau kompartemen tertentu, sebagai alat penataan hukum administratif bagi pihak-pihak yang berkaitan dengan pengolalaan lingkungan hidup, berguna bagi pelaksanaan amdal, sebagai alat control, berguna sebagai penentu apakah terjadi pelanggaran hukum pidana. Penetapan nilai ambang batas merupakan keputusan politik yang terletak ditangan penguasa dengan syarat jika sudah tercapai batas gangguan yang kadarnya tidak dapat dipertanggung jawabkan, maka batas bahaya dalam keadaan bagaimanapun tidak boleh dilampaui. Indeks kualitas lingkungan diartikan sebagai penentuan apakah suatu masalah lingkungan akan menjadi lebih baik atau menjadi lebih buruk. Indeks kualitas lingkungan dimanfaatkan untuk mengukur keberhasilan program-program pengelolaan lingkungan dan memiliki tujuan yaitu memberikan informasi kepada para pengambil keputusan di tingkat pusat dan daerah dan sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik. Konsep IKLH mengambil tiga indikator kualitas lingkungan yaitu kualitas air sungai, kualitas udara, dan tutupan hutan. Menurut Direktorat Geologi Tata Lingkungan, Depertemen Pertambangan dan Energi, Indonesia memiliki potensi air tanah cukup besar sekitar 637,6 miliar m3/tahun berasal dari 394 cekungan yang menyebar terutama di pulau-pulau. Sumber permukaan di Indonesia berasal dari sungai dengan luas 98.748,83 km,

danau dengan jumlah 242 danau luasnya 399.124 hektar, rawa dengan jumlah 497 rawa luasnya 2.046.144 hektar, bendungan berjumalah 162 dengan kapasitas tamping 15.853.647 juta m3, waduk berjumlah 162 waduk dengan total volume actual 1.433.475,49 juta m3, embung berjumlah 1.328 buah dengan total volume tampung minimal 235.510.403,26 m3. Pencemaran air di daratan umumnya terjadi ada air permukaan yang meliputi sungai dan danau dapat terjadi akibat limbah industri, limbah rumah tangga/dpmestik, maupun limbah pertanian. Kualitas air adalah kondisi kualitas air yang diukur dan atau diuji berdasarkan parameter-parameter tertentu dan metode tertentu berdasarkan peraturan

perundang-undangan yang telah berlaku. Status kualitas air adalah tingkat kondisi kualitas air yang menunjukkan kondisi cemar atau kondisi baik pada suatu sumber air dalam waktu tertentu dengan membandingkan dengan baku mutu air yang ditetapkan. Pengolahan kualitas air yang rasional melalui 3 tahap yaitu tahap pertama yaitu penentuan unit pengelolaan dan penentuan tataguna sumber air. Tata guna atau diperuntukkan air suatu sumber air tertentu dapat ditentukan antara lain untuk: rekreasi, bahan baku air minum, air minum tanpa proses dan lain lain. Tahap kedua yaitupenentuan kriteria kualitas air yang dapat menunjang setiap peruntukan yang ada. Tahap ketiga yaitu pengelolaan sumber air untuk membatasi jumlah beban pencemaran yang masuk ke badan air. Untuk membatasi masuknya limbah pencemar ke sumber air ada lima pendekatan yakni : 1) Dihitung dengan mathematical modeling atau penederhanaannya, 2) Berdasarkan teknologi, 3) membatasi kadar (konsentrasi) pencemaran yang masuk, 4) menggunakan criteria kualitas sumber air, 5) pengelolaan bertahap dan dengan metode lain yaitu metode STORET. Dampak perubahan iklim terhadap kualitas lingkungan dapat mengakibatkan pergeseran waktu musim kemarau dengan musim hujan, bergesernya musim tanam, mempengaruhi ketersediaan dan kualitas air bersih, mempengaruhi kesehatan manusia, memberikan pengaruh buruk pada sector social-ekonomi. Penyebab kualitas udara dalam rumah rendah adalah 1) sumber pencemaran udara ada yang sumber eksternal seperti, emisi, microbial dan sumber internal seperti aktivitas rumah tangga, bahan bangunan dan perabot, aktivitas perorangan, sumber mikrobiologi. 2) Air-Conditioning (AC) dan system ventilasi sebagai penyebab karena disain lemah, pemeliharaan kurang, modifikasi tidak teratur, dan perbaikan kurang optimal. Efek kualitas udara dalam rumah rendah adalah dampak

kesehatan seperti: Sick Building Syndrome (SBS), Building Related Illnesss (BRI), penyakit legioner, prodiktivitas rendah. Dampak kedua yaitu penurunan pendapatan yang membuat citra perusahaan negative dan pengukuran pencegahan.

Pengukuran dan pengendalian kualitas udara ada tiga parameter yaitu parameter kualitas udara pada parameter fisik, meliputi: suhu udara, kelembapan udara, kecepatan, arah, frekuensi angin, tekanan udara, keadaan cuaca. Pada parameter kimia, meliputi: partikel debu melayang (suspended particulate matter), sulfur dioksida, karbon monoksida, nitrogen oksida, hidurokaibon, parameter biologi, parameter manusia. Parameter kunci kuallitas awal air permukaan seperti: BOD, COD, DO, TSS, DHL, pH, dan lainnya. Dampak Usaha kepda komponen air laut dapat mempengaruhi derajat pH, BOD, COD, suhu dan parameter lain. Penyebab dampak kualitas udara lingkungan pada batas wilayah studi dikenal sebagai sumber emisi, yaitu sumber emisi bergerak (non point or moving source), sumber emisi titik tetap (point or fix source), dan sumber campuran (compound source). Surveilans berasal dari kata perancis surveilanssce yang secara harfiah diartikan sebagai kata mengamati tentang sesuatu. Dalam aplikasi bidang kesehatan masyarakat dapat diartikan secara luas sebagai upaya memonitoring kondisi kesehatan secara ketat di masyarakat, sehinga dapat dipakai sebagai dasar perencanaan, memonitoring dan evaluasi intervensi kesehatan masyarakat. Surveilans juga terdiri dari beberapa konsep yaitu surveilans penduduk atau surveilans epidemiologi adalah menyangkut pengamatan penyakit pada populasi, personal surveillance atau surveilans individu adalah ditujukan untuk mengamati individu dengan tujuan untuk memonitoring timbulnya gejala awal dari suatu penyakit pada individu terkena faktor penyebab sakit, environemental surveillance atau surveilans lingkungan adalah ditujukan untuk mengidentifikasi, memonitoring, mengevaluasi dan mengendalikan faktor lingkungan yang dapat menimbulkan penyakit pada masyarakat. Maksud utama dari surveilans adalah untuk mendeteksi perubahan pada trend atau distribusi penyakit dalam rangka memulai penyelidikan atau melakukan tindakan pengendalian kadang kala obyektif ini digunakan sebagai alat untuk mengevaluasi tindakan pengendalian penyakit dan penyediaannya data untuk pencernaan pelayanan kesehatan. Kegiatan surveilans kualitas air dapat diartikan sebagai kegiatan pengamatan yang sistematis terhadap parameter kualitas air serta faktor-faktor yang mempunyai

peran/mempengaruhi terjadinya perubahan kualitas air dan hasilnya menjadi suatu informasi yang dapat dipergunakan untuk pengambilan keputusan perencanaan, pelaksanaan, penilainan, dan remedial action program/kegiatan penyehatan air. Menurut WHO (WHO guidelines for drinking water) serveilans penyedia air bersih/air minum merupakan kegiatan audit yang independen (external) dan berkala/periodic terhadap semua aspek dari keamanan suatu enyediaan

air/pengamanan kualitas air. Tujuan khusus dari surveilans kualitas air adalah diperolehnya informasi tentang besarnya masalah penyediaann air bersih khususnya aspek kualitasnya, yang dapat dipakai sebagai pertimbangan untuk menentukan prioritas pemecahan masalah, tentang kecenderungan kejadian penyakit yang berkaitan dengan air bersih, tentang kemungkinan terjadinya kejadian luar biasa penyakit-penyakit yang ditularkan melalui air, yang dapat digunakan dasar untuk penilaian cepat dampak kejadian bencana, diperolehnya informasi tentang kinerja program. Ruang lingkup dalam pelaksanaan kegiatan surveilans kualitas air meliputi : inspeksi sanitasi yang bertujuan untuk mengetahui kondisi fisik darana iar bersih terutama yang berkaitan dengan aspek sanitas, pemeriksaan kualitas air di laboratorium maupun dilapangan seperti pemeriksaan kejernihan, bau, rasa, warna, pH, dan sisa khlor, rekomendasi dan saran tindak lanjut berupa tindakan langsung dilapangan dalam rangka meningkatkan kualitas air bersih maupun tidak langsung dengan memberikan informasi kepada sector terkait dan sebagai bahan penyusunan perencanaan lebih lanjut, Sasaran surveilan kualitas air adalah air minum meliputi, air yang didistribusikan melalui pipa, melalui tangki air, air kemasan, air yang digunakan untuk produksi bahan makanan dan minuman yang disajikan untuk masyarakat. Air bersih meliputi, air dari PDAB, sumur dangkal, sumur dalam, badan air, PDAM, PAH, dan air tempat rekreasi. Penyerapan kontaminan melalui kulit tergantung pada sejumlah faktor mencakup: total permukaan area dari keterpaparan kulit, bagian apa dari tubuh yang kontak dengan kontaminan, jangka waktu kontak, konsentrasi kontaminan pada kulit, kemampuan dari kontaminan spesifik untuk pindah atau bergerak melalui kulit kedalam tubuh, jenis zat dengan kontaminan yang berhubungan dengan kulit, apakah kulit rusak bila bersentuhan dengan kontaminan.