Anda di halaman 1dari 2

Penularan terjadi melalui droplet, kuman menginfiltrasi lapisan epitel, kemudian bila

epitel terkikis maka jaringan limfoid superfisial bereaksi, terjadi pembendungan radang
dengan infiltrasi leukosit polimorfonuklear. Pada stadium awal terdapat hiperemi, kemudian
edema dan sekresi yang meningkat. Eksudat awalnya serosa tapi menjadi menebal dan
kemudian cenderung menjadi kering dan dapat melekat pada dinding faring, dengan
hiperemi, dan dinding pembuluh darah faring menjadi lebar. Bentuk sumbatan yang
berwarna kuning, putih atau abu-abu terdapat dalam folikel atau jaringan limfoid. Tampak
bahwa folikel limfoid dan bercak-bercak pada dinding faring posterior, atau terletak lebih ke
lateral, menjadi meradang dan membengkak (Kazzi, 2005).
Manifestasi kIinis
Manifestasi klinis berbeda-beda tergantung penyebabnya virus atau bakteri. Secara
klinis susah untuk membedakan bentuk faringitis yang satu dengan bentuk lainnya. Faringitis
yang disebabkan oleh virus biasanya merupakan penyakit dengan awitan yang relatif lambat,
umumnya terdapat demam, malaise, penurunan nafsu makan disertai rasa nyeri sedang
pada tenggorokan sebagai tanda dini. Rasa nyeri pada tenggorokan dapat muncul pada awal
penyakit, biasanya terjadi antara 1-2 hari setelah awitan gejala-gejala dan mencapai
puncaknya pada hari ke 2-3. Suara serak, batuk, rinitis juga sering ditemukan. Walau pada
puncaknya sekalipun, peradangan faring mungkin berlangsung ringan tetapi kadang-kadang
dapat terjadi begitu hebat serta ulkus-ulkus kecil mungkin terbentuk pada langit-langit lunak
dan dinding belakang faring. Eksudat-eksudat dapat terlihat pada folikel-folikel kelenjar
limfoid langit-langit dan tonsil serta susah dibedakan dari eksudat-eksudat yang ditemukan
pada penyakit yang disebabkan oleh streptokokus (Aung, 2005).
Biasanya nodus-nodus kelenjar limfe servikal akan membesar, berbentuk keras dan
kadang dapat mengalami nyeri tekan. Keterlibatan laring sering ditemukan pada penyakit ini,
tetapi trakea, bronkus dan paru-paru jarang terkena. Jumlah leukosit berkisar 6000 hingga
lebih dari 30.000, suatu jumlah yang meningkat (16.000-18.000) dengan sel-sel
polimorfonuklear menonjol merupakan hal yang sering ditemukan pada fase dini penyakit
tersebut. Karena itu jumlah leukosit hanya kecil artinya dalam melakukan pembedaan
penyakit yang disebabkan oleh virus dengan bakteri. Masa sakit dapat berlangsung kurang
dari 24 jam dan biasanya tidak lebih dari 5 hari (Aung, 2005).
Faringitis streptokokus pada anak berumur lebih dari 2 tahun, seringkali dimulai
dengan keluhan-keluhan berupa sakit kepala, nyeri abdomen dan muntah-muntah. Gejala-
gejala tersebut mungkin berkaitan dengan terjadinya demam yang dapat mencapai suhu
40
o
C (104
o
F), kadang-kadang kenaikan suhu tersebut tidak ditemukan selama 12 jam.
Beberapa jam setelah keluhan awal, tenggorokan penderita mulai terasa sakit dan pada
sekitar 30% penderita mengalami pembesaran kelenjar tonsil, eksudasi serta eritem faring
(Simon, 2005).
Derajat nyeri pada faringitis tidak tetap dan dapat bervariasi dari nyeri ringan sampai
nyeri yang sangat hebat, sehingga membuat para penderita susah menelan. 60% dari para
penderita mungkin hanya mengalami eritema tanpa pembesaran khusus kelenjar tonsil serta
tidak terdapat eksudasi. Limfadenopati servikal anterior biasanya terjadi secara dini dan
nodus-nodus kelenjar mengalami nyeri tekan. Demam mungkin berlangsung hingga 1-4 hari,
pada kasus-kasus yang sangat berat, penderita akan merasa sakit selama kurang lebih 2
minggu. Kelainan fisik yang paling mungkin ditemukan pada faringitis yang disebabkan oleh
streptokokkus adalah warna kemerahan pada kelenjar tonsil. Gambaran ini walaupun sering
ditemukan pada faringitis yang disebabkan oleh streptokokus, namun dapat pula dijumpai
pada faringitis yang disebabkan oleh virus (Simon, 2005).
Konjungtivitis, rinitis, batuk, dan suara serak jarang terjadi pada faringitis yang
disebabkan streptokokus dan harus dibuktikan dengan adanya 2 atau lebih tanda dan gejala
pada faringitis. Kultur tenggorok merupakan satu-satunya metode yang dapat dipercaya
untuk membedakan faringitis disebabkan oleh virus atau streptokokus, karena pemeriksaan
ini mempunyai sensitifitas dan spesifisitas yang tinggi tergantung dari teknik, sampel dan
media yang digunakan (Simon, 2005).

Aung k 2003 harynglLls vlral n (onllne) dlakses Langgal 21 november 2011
hLLp//wwwemedlclneCom/med/Loplc1812hLm
kazzl AA 2003 harynglLls n (onllne) dlakses Langgal 21 november 2011
hLLp//wwwemedlclneCom/emerg/Loplc419hLm
lmon Pk 2003 edlaLrlcs harynglLls n (onllne) dlakses Langgal 21 november
2011 hLLp//wwwemedlclneCom/emerg/Loplc393hLm