Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH KOMUNIKASI

PENGARUH KOMUNIKASI TERHADAP


PERKEMBANGAN MANUSIA

OLEH :

LILIK INDARWATI
062824032

JURUSAN PKK
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
2009

i
KATA PENGANTAR

Manusia diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa sebagai makhluk sosial,
makhluk yang suka atau tidak suka pasti berinteraksi dengan manusia yang lain
manusia dalam melakukan interaksi dengan manusia lain menggunakan
komunikasi. Dimanapun kita berada pasti kita berkomunikasi baik itu di rumah,
sekolah, di kantor dan di mana pun manusia itu berada.
Komunikasi adalah salah satu aktivitas yang sangat fundamentalis dalam
kehidupan umat manusia. Kebutuhan manusia untuk berhubungan dengan
sesamanya diakui oleh hampir semua agama telah ada sejak tuhan menciptakan
adam dan hawa di muka bumi ini.
Kapan manusia mulai mampu berkomunikasi dengan manusia lainnya tidak
ada data autentik yang dapat menerangkan tentang hal itu. Hanya saja diperkirakan
bahwa kemampuan manusia untuk berkomunikasi dengan orang lain secara lisan
adalah suatu peristiwa yang berlangsung dengan sendirinya.
Ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada Allah yang Maha Esa atas
semua karunia yang telah diberikannya kepada kita. Tak lupa kami ucapkan terima
kasih kepada dosen pembimbing yang telah memberikan bimbingan dan gambaran
kepada kami.

Makassar, 30 Maret 2009


Penyusun

Lilik Indarwati
NIM. 062824032

ii
DAFTAR ISI

Halaman

KATA PENGANTAR ............................................................................ i


DAFTAR ISI ........................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN ....................................................................... 1
A. LATAR BELAKANG ...................................................................... 1
B. MAKSUD DAN TUJUAN ............................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN ........................................................................ 3
A. PENGERTIAN KOMUNIKASI........................................................ 3
B. SEJARAH KOMUNIKASI .............................................................. 3
C. KOMUNIKASI DAN KEHIDUPAN MANUSIA ........................... 4
BAB III MACAM-MACAM KOMUNIKASI ....................................... 6
1. KOMUNIKASI VERBAL ................................................................ 6
2. KOMUNIKASI NON VERBAL....................................................... 7
BAB IVHAMBATAN KOMUNIKASI.................................................. 9
1. HAMBATAN DARI PROSES KOMUNIKASI .............................. 9
2. HAMBATAN FISIK......................................................................... 9
3. HAMBATAN SEMANTIK............................................................... 10
4. HAMBATAN PSIKOLOGIS ........................................................... 10

iii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar belakang
Manusia adalah sebagai makhluk individu dan makhluk sosial dalam
hubungannya dengan manusia sebagai makhluk sosial, terkandung suatu maksud
bahwa manusia bagaimanapun juga tidak dapat terlepas dari individu yang lain.
Secara kodrat manusia akan selalu hidup bersama. Hidup bersama antar manusia
berlangsung dalam berbagai bentuk komunikasi dan situasi yang
mempengaruhinya.
Komunikasi dapat terjadi pada siapa saja, baik antar guru dengan muridnya.
Orang tua dengan anaknya, pimpinan dengan bawahannya, antara sesama
karyawan dan lain sebagainya. Melakukan komunikasi merupakan bagian
terpenting dari semua aktivitas, agar timbul pengertian dalam menyelesaikan tugas
masing-masing.
Komunikasi merupakan dasar interaksi antar manusia. Kesepakatan atau
kesepahaman dibangun melalui sesuatu yang berusaha bisa dipahami bersama
sehingga interaksi berjalan dengan baik. Persoalan mendasar dari masalah ini
terletak pada hambatan yang muncul dalam membangun kesepahaman dan usaha
mencapai tujuan secara maksimal.
Hal ini biasanya melahirkan suatu kegalauan tentang komunikasi yang baik
sederhana yang dibayangkan yang kemudian menuntun pada pemikiran tentang
usaha melakukan komunikasi secara efektif.

B. Maksud dan Tujuan


Adapun maksud tujuan komunikasi adalah :
1. Agar kita dapat berkomunikasi yang baik dengan orang lain, akan
membantu seseorang mempermudah mendapat rezki, sahabat dan pelanggan

1
2. Semakin banyak orang yang tidak mengenal etika dalam
berkomunikasi
3. Dengan mengetahui konsep, teori dan dasar-dasar praktik
komunikasi yang baik, seseorang bisa menjadi pekerja komunikasi terampil dan
profesional dalam melaksanakan tugas-tugas yang diembannya.
4. Perubahan sikap (attitude change)
Seorang komunikasi setelah menerima pesan kemudian sikapnya
berubah, baik positif/negatif, dalam beberapa situasi kita berusaha
mempengaruhi sikap orang lain dan berusaha agar orang bersikap positif sesuai
keinginan kita.
5. Perubahan pendapat (opinion change)
Dalam komunikasi berusaha menciptakan pemahaman. Pemahaman
ialah kemampuan memahami pesan secara cermat sebagaimana dimaksudkan
oleh komunikator.
6. Perubahan perilaku (behavior change)
Komunikasi bertujuan untuk mengubah perilaku maupun tindakan
seseorang. Misalnya : kampanye kesehatan merokok dapat menyebabkan
gangguan kesehatan setelah mengikuti kampanye tersebut si perokok berusaha
menguranginya.

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN KOMUNIKASI
Istilah komunikasi atau communication berasal dari bahasa latin, yaitu
communication yang berarti berbagi atau menjadi milik bersama. Kata sifatnya
communius yang bermakna umum atau bersama-sama dengan demikian
komunikasi menurut lexicografer (Ahli kamus bahasa) menunjuk pada suatu upaya
yang bertujuan berbagi untuk mencapai kebersamaan.
Menurut Carl I. Havland komunikasi adalah suatu proses di mana seseorang
memindahkan perangsang yang biasanya berupa lambang kata-kata untuk
mengubah tingkah laku orang lain. Jadi dengan demikian komunikasi itu adalah
persamaan pendapat dan untuk kepentingan itu maka orang harus mempengaruhi
orang lain dahulu. Sebelum orang itu berpendapat, bersikap dan bertingkah laku
yang sama dengan kita.
Menurut beberapa ahli komunikasi, secara ringkas dapat disimpulkan
bahwa komunikasi adalah penyampaian informasi, gagasan, menyampaikan
pengetahuan kepada pihak lain.

B. SEJARAH KOMUNIKASI
Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, bahwa komunikasi adalah
prasyarat kehidupan manusia. Karena komunikasi adalah salah satu aktivitas yang
sangat fundamental dalam kehidupan umat manusia.
Sifat manusia untuk menyampaikan keinginannya dan untuk mengetahui
hasrat orang lain, merupakan awal keterampilan manusia berkomunikasi secara
otomatis melalui lambang-lambang isyarat, kemudian disusul dengan kemampuan
untuk memberi arti setiap lambang-lambang itu dalam bentuk bahasa verbal.
Dan Robers pun menilai peristiwa ini sebagai generasi pertama kecakapan
manusia berkomunikasi sebelum mampu mengutarakan pikirannya secara tertulis.

3
Menurut Rogers, sejarah perkembangan komunikasi dapat dibagi menjadi
empat (4) era perubahan :
a. Era komunikasi tulisan
Diperkirakan dimulai ketika bangsa Sumeria mulai mengenal kemampuan
menulis dalam lembaran tanah liat sekitar 4.000 tahun SM.
b. Era komunikasi cetakan
Era ini dimulai sejak ditemukannya mesin cetak band press oleh Gutten Beng
dan Jauh Coster di Jerman pada tahun 1456 dan kira-kira berlangsung selama
5.000 tahun.
c. Era telekomunikasi
Pada tahun 1844, Samule Morse menemukan alat telegraf yang pertama dan
mengawali era telekomunikasi ini
d. Era komunikasi interaktif
Mulai terjadi pada pertengahan abad ke 19 dengan ditemukannya maniframe
Komputer Eniac dengan 18.000 vacum tubes oleh para ahli dari universitas
Pennsylvania di Amerika serikat, pada tahun 1946.
Begitu cepatnya kemajuan teknologi komunikasi berlangsung dari waktu ke
waktu, telah memberikan pengaruh terhadap cara-cara manusia berkomunikasi,
komunikasi telah memperpendek jarak, menghemat biaya, menembus ruang dan
waktu. Komunikasi berusaha menjembatani antara pikiran dan perasaan dan
kebutuhan seseorang dengan dunia luarnya. Komunikasi membuat cakrawala
seseorang menjadi makin luas.

C. KOMUNIKASI DAN KEHIDUPAN MANUSIA


Komunikasi adalah prasyarat kehidupan manusia karena tanpa komunikasi,
interaksi antar manusia, baik secara perorangan, kelompok maupun organisasi tidak
akan mungkin dapat terjadi. Dua orang dikatakan melakukan interaksi apabila
masing-masing melakukan aksi dan reaksi. Aksi dan reaksi antar manusia inilah
yang dalam ilmu komunikasi biasa disebut dengan tindakan komunikasi.

4
Tindakan komunikasi dapat dilakukan dalam berbagai cara, baik secara
verbal (dalam bentuk kata-kata, lisan atau tulisan). Ataupun nonverbal (tidak dalam
bentuk kata-kata ex: tingkah laku, gambar-gambar dan bentuk lainnya yang
mengandung arti)
Komunikasi juga dapat dilakukan secara langsung dan tidak langsung
komunikasi tidak langsung yaitu : tindakan komunikasi yang dilakukan tidak
secara perorangan tetapi melalui medium atau alat perantara tertentu. Misalnya
menyampaikan informasi melalui surat kabar, majalah, radio dan lain-lain.
Komunikasi juga merupakan salah satu fungsi kehidupan manusia fungsi
komunikasi adalah untuk menyampaikan apa yang ada di dalam pikiran atau
perasaan hatinya kepada orang lain. Baik secara langsung ataupun tidak langsung.
Komunikasi mempunyai dan banyak kegunaannya di dalam kehidupan manusia.
Banyak contoh kejadian dalam kehidupan manusia sehari-hari yang dinyatakan
dalam peristiwa sehari-hari.
a. Seorang guru mengajar tata hidang kepada murid-muridnya
b. Beberapa anak muda ngobrol sambil minum copi di cafe
c. Seorang ibu bercerita kepada anaknya
Contoh-contoh di atas memberikan gambaran bahwa komunikasi bisa
terjadi dalam berbagai konteks kehidupan manusia, mulai dari kegiatan yang
bersifat individual, kelompok, keluarga atau melalui media.

5
BAB III
MACAM-MACAM KOMUNIKASI

1. KOMUNIKASI VERBAL
Komunikasi verbal adalah komunikasi yang menggunakan lambang kata-
kata atau bahasa sebagai medianya, baik secara lisan maupun tulisan dalam praktek
komunikasi, ada empat Ruspon verbal mendengarkan (Listening Respons) yaitu
a. Respons mendengarkan (listerning respons) untuk keberhasilan proses
komunikasi, komunikator, harus menguasai respons mendengar yaitu dengan
teknik :
 Paraphrase, merupakan teknik pengembalian isi pesan kembali kepada
komunikasi
 Clarification, adalah respons mendengarkan yang digunakan oleh
komunikasi untuk mendorong komunikasi agar berkata yang sebenarnya
 Reflektion of Feeling, adalah respons mendengarkan yang berhubungan
dengan perasaan atau isi pesan komunikasi (pihak yang didengarkan)
 Summatization merupakan teknik respons dengan menyimpulkan dua
parapharese atau refelection of feeling
b. Respons tindakan (action responses) dilakukan oleh komunikator setelah
menghipnotis isi pesan komunikan untuk menanggapi pernyataan komunikan
respons tindakan ini (action responses) bersifat lebih aktif terdiri dari
 Probe merupakan respons tindakan berbentuk pertanyaan, respons ini lebih
bersifat membuka dan terbuka. Juga digunakan untuk mendorong
komunikan agar mengungkapkan dirinya lebih banyak lagi.
 Ability potential, merupakan respons tindakan dalam bentuk pernyataan
yang menunjukkan atau menggambarkan potensi komunikasi untuk
melakukan sesuatu. Respons ini digunakan untuk mendorong komunikasi

6
agar lebih aktif, sehingga timbul kepercayaan diri untuk melakukan sesuatu
dan memperluas kesadaran akan kekuatan atau potensi yang dimilikinya.
 Confrontation, adalah respons tindakan yang ditujukan untuk menghadapi
kemungkinan-kemungkinan lain yang dihadapi lawan bicara. Fungsi dari
confrontation antara lain untuk mengidentifikasi pribadi komunikan atau
permasalahan pesan yang dihadapinya secara konrehensif
 Interpretation adalah bentuk respons tindakan verbal yang bersifat
memberikan penjelasan dari pesan yang telah disampaikan oleh lawan
bicara, fungsinya untuk mengidentifikasi keterkaitan antara pesan dengan
tingkah laku komunikan. Artinya tingkah laku komunikan dari beberapa
gambaran alternatif atau penjelasan yang berbeda.
2. KOMUNIKASI NON VERBAL
Komunikasi non verbal adalah pesan atau informasi yang tidak
disampaikan secara lisan maupun tulisan. Komunikasi ini biasanya terlontar dari
penampilan gerakan tubuh (bahasa tubuh), kontak mata, mimik (ekspresi wajah)
atau pakaian. Tube dan carter mengklasifikasi komunikasi non verbal sebagai :
 Body nation : adalah komunikasi non verbal yang di ungkapkan
melalui gerakan tubuh seperti gerakan tangan, kaki, ekspresi wajah, gerakan
mata dan sejenisnya.
 Tauching behavior : adalah gerakan non verbal yang diungkapkan
melalui gerakan seperti bersalaman, gerakan memegang dan sebagainya.
 Physical characteristic : adalah komunikan non verbal yang
diungkapkan melalui bentuk fisik, seperti tinggi badan, berat badan dan warna
kulit.
 Artifact : adalah bentuk non verbal melalui penampilan, atau
penggunaan kosmetik, misal penggunaan parfum, lipstik dan sebagainya.

7
 Environment factors :adalah komunikasi non verbal yang
disampaikan melalui bentuk kantor, dekorasi ruang, lantai, taman dan
sejenisnya.
Dalam kehidupan bermasyarakat, ada tingkah laku non verbal yang sering
mewarnai proses komunikasi dalam melakukan hubungan interpersonal yaitu
kinetik, paralinguistik dan prosemik (keterlibatan individu dengan lingkungan).
a. Perilaku kinetik : meliputi gerakan tubuh (fungsi tubuh)
seperti gerakan badan, gerakan anggota tubuh, ekspresi wajah, gerak mata dan
sebaginya. Perilaku kinetik banyak terkait dengan keadaan diri manusia sebagai
sumber gerak yaitu mencakup ciri-ciri fisik seperti keadaan jasmani, berat
badan, tinggi badan, kurus, gemuk dan penampilan diri secara umum.
b. Paralinguistik : Jenis komunikasi yang berkaitan dengan
cara bagaimana seseorang mengucapkan atau menyampaikan pesan.
Paralinguistik dapat menunjukkan bagaimana suatu pembicaraan disampaikan
dan sekaligus menunjukkan tentang keadaan emosi dan sikapnya. Di sini ada
beberapa isyarat vokal yang dapat disimak oleh pendengarannya antara lain
meliputi tingkat suara, atau intonasi suara dan lancar tidaknya berbicara.

8
BAB IV
HAMBATAN KOMUNIKASI

1. HAMBATAN DARI PROSES KOMUNIKASI


Hambatan dari pengirim pesan, misalnya pesan yang akan yang akan
disampaikan belum jelas bagi dirinya atau pengirim pesan. Hal ini dipengaruhi oleh
perasaan atau situasi emosional sehingga mempengaruhi motivasi, yaitu
mendorong seseorang untuk bertindak sesuai dengan keinginan, kebutuhan atau
kepentingan.
Hambatan dalam penyanduan/simbol. Hal ini dapat terjadi karena bahasa
yang digunakan tidak jelas, sehingga mempunyai arti lebih dari satu, simbol yang
dipergunakan antara si pengirim dan penerima tidak sama, atau bahasa yang
dipergunakan terlalu sulit.
Hambatan media, adalah hambatan yang terjadi dalam penggunaan media
komunikasi, misalnya gangguan suara radio, dan aliran listrik sehingga tidak dapat
mendengarkan pesan. Pada situasi pasca gempa tersebut jaringan listrik dan
telekomunikasi terputus sehingga untuk menyampaikan dan menyalurkan pesan
baik dari para korban kepada pemerintah/tim rekonstruksi maupun sebaliknya.
Hambatan dalam bahasa sandi. Hambatan terjadi dalam menafsirkan sandi
oleh si penerima. Hambatan dari si penerima pesan, misalnya kurangnya perhatian
pada saat penerima/mendengarkan pesan, sikap prasangka tanggapan yang keliru
dan tidak mencari informasi lebih lanjut.
Hambatan dalam memberikan balikan. Balikan yang diberikan tidak
menggerakkan apa adanya akan tetapi memberikan interpretatif, tidak tepat waktu
atau tidak jelas dan lain sebagainya.

2. HAMBATAN FISIK
Hambatan fisik dapat mengganggu komunikasi yang efektif, cuaca,
gangguan alat komunikasi dan lain-lain. Misalnya

9
a. Gangguan kesehatan karena banyak masyarakat menjadi korban baik luka
berat maupun ringan akibat tertimpa reruntuhan serta kondisi mereka yang
masih berada di tenda-tenda darurat sehingga keadaan fisik mereka tidak
terjamin
b. Sehubungan dengan terputusnya jaringan listrik dan telekomunikasi pasca
gempa di beberapa wilayah di DIY Jateng menyebabkan komunikasi terganggu

3. HAMBATAN SEMANTIK
Kata-kata atau kalimat yang dipergunakan dalam komunikasi kadang-
kadang mempunyai arti yang mendua dan berbeda tidak jelas atau berbelit-belit
antara pemberi pesan dan penerima, dengan kata lain bahasa yang digunakan
berbeda.
4. HAMBATAN PSIKOLOGIS
Hambatan psikologis dan sosial kadang-kadang mengganggu komunikasi
dalam musibah ini komunikasi masih trauma dengan musibah yang menimpa
mereka. Bencana yang telah mengambil keluar dan harta benda mereka
menimbulkan dampak traumatik yang sangat tinggi sehingga pada saat diajak
untuk berkomunikasi menjadi tidak nyambung bahkan ketidakmampuan mereka
dalam menghadapi bencana ini menimbulkan street yang berkepanjangan. Faktor
psikis komunikan ini yang membuat proses rekonstruksi menjadi sulit.
Selain itu faktor prasangka merupakan penilaian yang sejak awal sudah
tertanam dalam diri komunikan terhadap komunikator. Biasanya prasangka ini
terlalu besar dan negatif, sehingga menjadi hambatan paling berat dalam
komunikasi dalam keadaan membutuhkan akan bantuan baik berupa tenda, obat-
obatan dan lain sebagainya. Korban gempa terkadang mempunyai prasangka yang
negatif terhadap pihak-pihak yang akan membantu karena adanya orang-orang
yang tidak mereka untuk berhati-hati terlebih dahulu terhadap orang-orang
asing/dari luar daerahnya.

10
Misalnya : pada saat situasi pasca gempa ini banyak terjadi tindak
pencurian, perampokan dan lain-lain yang meresahkan masyarakat. Banyak orang
yang tidak mereka kenal keluar masuk daerah mereka tanpa alasan jelas untuk itu
masyarakat menjadi berhati-hati.

11
RANGKUMAN

Manusia di lahirkan ke dunia ini adalah sebagai makhluk sosial antara


manusia yang satu dengan yang lainnya pasti akan berinteraksi. Interaksi itulah
yang dimaksud komunikasi.
Macam-macam komunikasi di bagi menjadi dua :
Komunikasi verbal adalah komunikasi yang menggunakan lambang kata-
kata atau bahasa sebagai medianya baik secara lisan maupun tulisan komunikasi
non verbal adalah pesan atau informasi yang tidak disampaikan melalui lisan
maupun tulisan tetapi menggunakan gerakan tubuh.
Hambatan dalam berkomunikasi adalah hambatan yang bisa diakibatkan
dari fisik, hambatan semantik, hambatan psikologis.

12
DAFTAR PUSTAKA

Marhaen fahar. Ilmu komunikasi teori dan praktek penerbit: Graha Ilmu
Dra. Hj. Woerjani, M.Pd. ,Dra. Ratnawati T, M.Hum Buku bahan ajar pelayanan
prima

13