Anda di halaman 1dari 68

1

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Keberhasilan seseorang salah satunya ditentukan oleh seberapa tingkat kedisiplinan seseorang, sebab dengan disiplin maka segala kegiatan dan aktivitas sehari-hari jelas teragenda dengan rapi, termasuk dalam pencatatan pelajaran, jadwal, akivitas apa saja.dengan tingkat kedisiplinan seseorang yang tinggi sangat tertata dan terrencana semua aktivitas yang dilakukan. Dewasa ini budaya disiplin belum sepenuhnya terwujud, baik di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun di lingkungan sekolah. Di lingkungan keluarga masih sering dijumpai anak-anak tidak belajar ketika tiba waktunya mereka belajar. Di lingkungan masyarakat juga dijumpai adanya pelanggaran terhadap peraturan yang ada, misalnya pelanggaran lalu lintas. Sementara itu, di lingkungan sekolah banyak dijumpai adanya pelanggaran terhadap tata tertib sekolah. Sebagai contoh, masih banyak siswa yang meninggalkan sekolah pada jam-jam sekolah atau membolos. Di dalam dunia pendidikan, disadari bahwa sekolah-sekolah masih perlu meningkatkan kedisiplinannya. Karena, sekolah merupakan lembaga pendidikan yang sangat strategis untuk menanamkan dan mengajarkan kedisiplinan. Sekolah merupakan tempat kelanjutan pendidikan disiplin yang sudah dilakukan oleh keluarganya. Karena itu, kepala sekolah dan guru-guru perlu menempatkan disiplin ke dalam prioritas program pendidikan di sekolahnya. Dengan demikian, para siswa akan terbawa arus disiplin sekolah yang baik yang akan melahirkan siswa-siswa yang berperilaku positif serta berprestasi baik.

Disiplin juga menjadi sarana pendidikan. Dalam mendidik disiplin berperan mempengaruhi, mendorong, mengendalikan, mengubah, membina dan membentuk perilaku-perilaku tertentu sesuai dengan nilai-nilai yang ditanamkan, diajarkan dan diteladankan. Karena itu, perubahan perilaku seseoarang termasuk prestasinya merupakan hasil dari suatu proses pendidikan dan pembelajaran yang terencana, dan informal. Dalam kehidupan suatu bangsa, pendidikan memiliki peranan yang sangat strategis dan utama demi terjaminnya perkembangan dan

keberlangsungan kehidupan bangsa.

leh sebab itu dibutuhkan peningkatan

pendidikan nasional sebagai upaya peningkatan kualitas manusia dalam mewujudkan masyarakat yang maju, adil dan makmur. !erdasarkan pemikiran tersebut di atas, maka pemerintah memandang perlu adanya "ndang-"ndang #omor $ tahun 1%&%, dalam pasal ' disebutkan tujuan pendidikan nasional berbunyi( Mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya yaitu manusia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan ketrampilan, kesehatan jasmani rokhani, kepribadian yang mantap dan mandiri, serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Sekolah dipahami sebagai lembaga pendidikan formal. Di tempat inilah kegiatan belajar mengajar berlangsung) ilmu pengetahuan diajarkan dan dikembangkan kepada anak didik. *roses pendidikan pada umumnya dilangsungkan disekolah melalui kegiatan pembelajaran yang merupakan sebuah proses perubahan tingkah laku. *erubahan itu meliputi aspek meliputi aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Seharusnya, hasil pembelajaran tersebut berdampak baik bagi mutu pendidikan dan kehidupan bangsa

+ndonesia. ,kan tetapi hasil penelitian "#D* -"nited #ation Development *rogaram. tahun 1%%%, menunjukkan bahwa /D+ -/uman Development +nde0. kita berada pada urutan 112 dari 113 negara yang diteliti. !udaya disiplin yang belum terbina berdampak negatif terhadap pendidikan. !erkaitan dengan hal itu dalam 4!/# tahun 1%%%-$11' juga dinyatakan bahwa masalah utama yang dihadapi kita di bidang pendidikan adalah berlangsungnya pendidikan yang kurang bermakna bagi pengembangan watak peserta didik berakibat hilangnya kepribadian dan kesadaran akan makna hakiki kehidupan -5*6 6+ 1%%%(72.. Dalam kaitannya dengan pengembangan pribadi dan watak peserta didik, budaya disiplin atau sikap disiplin merupakan salah satu aspek pribadi dan watak yang perlu diperhatikan dan tidak boleh diabaikan. *engabaian sikap disiplin akan melahirkan sikap mengabaikan peraturan, hukum atau norma yang berlaku. /al itu dituding sebagai tandatanda kegagalan dunia pendidikan dalam menanamkan nilai-nilai budi pekerti. Karena itu, Departemen *endidikan #asional merespon usulan yang muncul dari masyarakat agar pelajaran budi pekerti kembali diajarkan kepada para siswa. 6espon itu muncul dalam pedoman Kurikilum !erbasis Kompetensi. Dalam pedoman itu, budi pekerti ridak diajarkan sebagai satu mata pelajaran, tetapi nilai-nilai budi pekerti diterapkan dalam pedoman itu, tetapi nilai-nilai budi pekerti diterapkan dalam setiap kegiatan di kelas, di lingkungan sekolah, selama kurun waktu berlangsungnya kegiatan pembelajaran. Salah satu tujuan pendidikan yang mendukung pencapaian tujuan pendidikan nasional tersebut adalah tujuan kurikuler. 8ujuan kurikuler yaitu tujuan pendidikan yang pencapaiannya dibebankan kepada mata pelajaran

'

tertentu -dalam kurikulum mata pelajaran tertentu., seperti yang dimaksud dalam pasal 93 "" #o.$ 8ahun 1%&%. 5enurut pasal 93 "ndang-"ndang #omor $ 8ahun 1%&%, dinyatakan bahwa kurikulum disusun untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional dengan memperhatikan tahap perkembangan peserta didik dan kesesuaiannya dengan lingkungan, kebutuhan pembangunan nasional, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta kesesuaian dengan jenis dan jenjang masingmasing pendidikan. #amun sebagai tolok ukur perkembangan kemaujuan siswa dilihat dari seberapa tingkat prestasi belajar yang didapat , apakah masih dibawah angka tuntas atau di atas angka ketuntasan. Dari data yang didapat melalui dokumentasi bahwa prestasi belajar siswa masih rendah, kemudian tingkat kedisiplinan siswa juga masih rendah. leh karena itu peneliti ingin

mengadakan penelitian dengan judul /ubungan antara Kedisiplinan dengan *restasi !elajar Siswa Kelas :+++ S5* #egeri 11 8ersono Kecamatan 8ersono Kabupaten !atang semester ++ 8ahun *elajaran $11%; $111. B. Identifikasi Masalah Setelah memperhatikan latar belakang masalah tersebut di atas penulis mengidentifikasikan tentang prestasi belajar ada hubungannya dengan ( a. 5otivasi belajar siswa yang rendah.

b. Kedisiplinan masih kurang diperhatikan . c. d. 5asih ada orang tua yang kurang mempererhatikan belajar siswa Situasi rumah siswa kadang < kadang masih kurang kondusif untuk belajar e. 5inat belajar siswa perlu dorongan dari orang tua

f. 5inat melanjutkan studi ; belajar siswa masih kurang g. 8eman bergaul yang kurang mendukung . C. Pembatasan Masalah Dari uraian identifikasi masalah tersebut diatas penulis membatasi masalah sebagai berikut ( Kedisiplinan siswa S5* #egeri 8ersono dan prestasi belajar pada semester ++ tahun pelajaran $11%-$111 . D. Rumusan Masalah Setelah mengadakan pembatasan masalah maka penulis perlu membuat rumusan masalah. Sebagai berikut ( 1. !agaimanakah kedisiplinan siswa Kelas $ S5* #egeri 11 8ersono = $. ,dakah hubungan positif yang signifikan antara kedisiplinan dengan prestasi belajar siswa Kelas $ 8ersono = E. u!uan Penelitian 8ujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut ( a. "ntuk membuktikan tingkat kedisiplinan siswa Kelas $ S5* #egeri 11 8ersono 8ahun *elajaran $11%; $111. b. "ntuk membuktikan ada tidaknya hubungan yang signifikan antara kedisiplinan dengan prestasi belajar siswa Kelas $ S5* #egeri 11 8ersono 8ahun *elajaran $11%; $111 ". Manfaat Penelitian Sebagai tindak lanjut atas tercapainya tujuan penelitian ini, maka diharapkan penelitian ini berguna dalam pengembangan ilmu bimbingan dan konseling. ,dapun manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah (

1. Secara praktis a.. 5emberikan informasi kepada guru untuk membantu siswa dalam memecahkan masalah-masalah yang berhubungan dengan kedisiplinan . b.. 5emberikan informasi kepada siswa bahwa salah satu faktor yang dapat meningkatkan prestasi belajar adalah kedisiplinan. yang perlu ditanamkan pada diri siswa. c.. 5emberikan informasi kepada orang tua agar memberikan dukungan kepada anak-anaknya agar kedisiplinan diperhatikan dalam belajar. $. Secara 8eoritis a.. 5emberikan masukan tentang adanya pengertian kedisiplinan terhadap prestasi belajar siswa, sehingga orang tua dan guru dapat memberi dorongan yang positif agar menumbuhkan kedisiplinan pada siswa. b.. 5emberikan masukan tentang adanya pengaruh motivasi terhadap prestasi belajar siswa , sehingga siswa lebih rajin dalam belajar.

BAB II LANDA#AN E$RI %. Pengertian kedisi&linan Kedisiplinan berasal dari kata disiplin. +stilah disiplin berasal dari bahasa latin isciplina yang menunjuk pada kegiatan belajar dan mengajar. Sedangkan istilah bahasa inggrisnya yaitu iscipline yang berarti( 1. tertib, taat atau mengendalikan tingkah laku, penguasaan diri) $. latihan membentuk, meluruskan atau menyempurnakan sesuatu, sebagai kemampuan mental atau karakter moral) 9. hukuman yang diberikan untuk melatih atau memperbaiki) '. kumpulan atau sistem-sistem peraturan- peraturan bagi tingkah laku -5ac 5illan dalam 8u>u, $11'($1.. Disiplin juga dapat berarti tata tertib, ketaatan, atau kepatuhan kepada peraturan tata tertib -Depdikbud 1%&&($1&.. Dalam bahasa +ndonesia istilah disiplin kerap kali terkait dan menyatu dengan istilah tata tertib dan ketertiban. Dengan demikian, kedisiplinan hal-hal yang berkaitan dengan ketaatan atau kepatuhan seseorang terhadap peraturan atau tata tertib yang berlaku. Kedisiplinan adalah suatu kondisi yang tercipta dan terbentuk melalui proses dari serangkaian perilaku yang menunjukkan nilai-nilai ketaatan, kepatuhan, kesetiaan, keteraturan dan atau ketertiban -*rijodarminto 1%%'($9.. Sedangkan 5enurut ,matembun -1%3'(7. kedisiplinan adalah keadaan tertib dimana orang yang tergabung dalam organisasi tunduk pada peraturan yang telah ada dengan senang hati. !erdasarkan pengertian tersebut, yang dimaksud kedisiplinan dalam penelitian ini adalah keadaan tertib dimana siswa yang ############################################

&

tergabung dalam warga sekolah harus tunduk pada peraturan atau tata tertib sekolah yang telah ada dengan senang hati. 5enurut Soegeng *rijodarmanto - 1%%' ( $9 . disiplin, kiat menuju suskses, disiplin sebagai kondisi yang tercipta dan terbentuk malalui proses dari serangkaian perilaku tyang menunjukkan nilai-nilai ketaatan, kepatuhan,kesetiaan, keteraturan atau ketetiban, nilai <nilai tersebut telah menjadibagian perilaku dalam kehidupannya. *erilaku itu tercipta melalui prossesbinaan melalui keluarga, pendidikan dan pengalaman. 5enurut Soegeng *rijodarmanto - 1%%' ( 19 . disiplin sangat diperlukan di jalan , di toko, swalayan, di rumah, di satsiun, naik lift dan ditempat umum. !erdasarkan uraian di atas dapatlah disimpulkan bahwa kedisiplinan adalah sikap seseorang yang menunjukkan ketaatan atau kepatuhan terhadap peraturan atau tata tertib yang telah ada dan dilakukan dengan senang hati dan kesadaran diri. !aik di rumah , di tempat bersama maupun di tempat umum. a. "ungsi 'edisi&linan Disiplin sangat penting dan dibutuhkan oleh setiap siswa. Disiplin menjadi prasyarat bagi pembentukan sikap, perilaku dan tata tertib kehidupan berdisiplin, yang akan mengantar seorang siswa sukses dalam belajar. !agley dalam +ragiliati -$11'(1%&. mengidentifikasikan sejumlah fungsi kedisiplinan sebagai berikut( pertama kedisiplinan sebagai penciptaan dan pelestarian keadaan yang penting terhadap kemajuan kerja yang berada di sekolah. Kini pandangan kedisiplinan ini, dideskripsikan sebagai sebuah rasionale managerial -?ovegrove dan ?ewi 1%%1., yaitu sesuatu kedisiplinan yang memandang sebagai kumpulan teknik dan strategi yang diterapkan oleh guru untuk memberikan ketertiban dalam kelas. Ketertiban ini perlu sehingga lingkungan belajar memaksimalkan pembelajaran pelajaran sekolah.

@ungsi kedua dari kedisiplinan adalah persiapan siswa terhadap keikutsertaan aktif dalam lingkungan orang dewasa yang terorganisasi, dimana kebebasan diseimbangkan dengan tanggungjawab yang berhubungan

dengannya. /al ini dideskripsikan sebagai sebuah fungsi pendidikan, dimana kedisiplinan dirasakan sebagai sebuah pengalaman siswa tentang hak pribadi, terutama bagi pribadi yang sedang dalam konflik. leh karena itu, pandangan

pendidikan terhadap kedisiplinan adalah memberi pengalaman pendidikan yang berharga secara potensial. Kedisiplinan di sekolah memiliki fungsi tertentu. 5enurut 5eichati A$119(3B kedisiplinan di sekolah berfungsi sebagai alat pendidikan dan alat menyesuaikan dalam membentuk sikap dan tingkah laku yang baik, yang nantinya dapat digunakan juga dalam lingkungan keluarga maupun lingkungan masyarakat. Kedisiplinan sebagai alat pendidikan yang dimaksud adalah suatu tindakan, perbutan yang dengan sengaja diterapkan untuk kepentingan pendidikan di sekolah. 8indakan atau perbuatan tersebut dapat berupa perintah, nasehat, larangan, harapan, dan hukuman atau sanksi. Kedisiplinan sebagai alat pendidikan diterapkan dalam rangka proses pembentukan, pembinaan dan pengembangan sikap dan tingkah laku yang baik. Sikap dan tingkah laku yang baik tersebut dapat berupa rajin, berbudi pekerti luhur, patuh, hormat, tenggang rasa dan berdisiplin. Di samping sebagai alat pendidikan, kedisiplinan juga berfungsi sebagai alat menyesuaikan diri dalam lingkungan yang ada. Dalam hal ini kedisiplinan dapat mengarahkan seseorang untuk menyesuaikan diri terutama dalam menaati peraturan dan tata tertib yang berlaku di lingkungan itu.

11

Dalam kontek tersebut kedisiplinan sebagai alat menyesuaikan diri di sekolah berarti kedisiplinan dapat mengarahkan siswa untuk dapat

menyesuaikan diri dengan cara menaati tata tertib sekolah. !erfungsinya kedisiplinan sebagai alat pendidikan dan alat menyesuaikan diri akan mempengaruhi berlangsungnya kegiatan belajar mengajar di sekolah. Di sekolah yang kedisiplinannya baik, kegiatan belajar mengajar akan berlangsung tertib, teratur, dan terarah. Sebaliknya di sekolah yang kedisiplinannya rendah maka kegiatan belajar mengajarnya juga akan berlangsung tidak tertib, akibatnya kualitas pendidikan sekolah itu akan rendah. a.. @ungsi kedisiplinan diantaranya ( a. 5enata kehidupan b. 5embangun kepribadian c. 5elatih Kepribadian d. *emaksaan e. /ukuman f. 5enciptakan lingkungan kondusif b.. 5acam disiplin ( a. Disiplin otoritarian b. Disiplin *ermisif c. Disiplin demokartif c.. *embentukan disiplin ( a.Kesadaran diri b. *engikutan dan ketaan

c.,lat pendidikan d. /ukuman

11

Sedangkan menurut 8u>u -$11'(9&. fungsi kedisiplinan di sekolah adalah sebagai berikut( a. 5enata Kehidupan !ersama C5anusia adalah makhluk unik yang memiliki ciri, sifat, kepribadian, latar belakang dan pola pikir yang berbeda-beda. Sebagai makhluk sosial, selalu terkait dan berhubungan dengan orang lain. Dalam hubungan tersebut diperlukan norma, nilai peraturan untuk mengatur agar kehidupan dan kegiatannya dapat berjalan lancar dan baik. Dadi fungsi disiplin adalah mengatur tata kehidupan manusia, dalam kelompok tertentu atau dalam masyarakatC. b. 5embangun Kepribadian C*ertumbuhan kepribadian seseorang biasanya dipengaruhi oleh faktor lingkungan keluarga, lingkungan pergaulan, lingkungan masyarakat dan lingkungan sekolah. Disiplin yang diterapkan dimasing-masing lingkungan tersebut memberi dampak bagi pertumbuhan kepribadian yang baik. Dadi lingkungan yang berdisiplin baik, sangat berpengaruh terhadap kepribadian seseorangC. c. 5elatih Kepribadian CSikap, perilaku dan pola kehidupan yang baik dan berdisiplin tidak terbentuk serta merta dalam waktu singkat. #amun, terbentuk melalui suatu proses yang membutuhkan waktu panjang. Salah satu proses untuk membentuk kepribadian tersebut dilakukan melalui latihanC. d. *emaksaan CDisiplin dapat terjadi karena dorongan kesadaran diri. Disiplin dengan motif kesadaran diri ini lebih baik dan kuat. Disiplin dapat pula terjadi karena adanya pemaksaan dan tekanan dari luar. Dikatakan terpaksa karena melakukannya bukan berdasarkan kesadaran diri, melainkan karena rasa takut dan ancaman sanksi disiplin. Dadi disiplin berfungsi sebagai pemaksaan kepada seseorang untuk mengikuti peraturan-peraturan yang berlaku di lingkungan ituC. e. /ukuman C8ata tertib sekolah biasanya berisi hal-hal positif yang harus dilakukan oleh siswa. Sisi lainnya berisi sanksi;hukuman bagi yang melanggar tata tertib tersebut. ,ncaman sanksi;hukuman sangat penting karena dapat memberi dorongan dan kekutan bagi siswa untuk menaati dan mematuhinya. 8anpa ancaman hukuman;sanksi, dorongan ketaatan dan kepatuhan dapat diperlemahC. f. 5encipta ?ingkungan Kondusif

1$

CSekolah merupakan ruang lingkup pendidikan -Eawasan Eiyatamandala.. Dalam pendidikan ada proses mendidik, mengajar dan melatih. Sekolah sebagai ruang lingkup pendidikan perlu menjamin terselenggaranya proses pendidikan yang baik. Kondisi yang baik bagi proses tersebut adalah kondisi aman, tenang, tertib dan teratur, saling menghargai, dan hubungan pergaulan yang baik, hal itu dicapai dengan merancang peraturan sekolah, yakni peraturan bagi guru-guru, dan bagi para siswa, serta peraturan-peraturan lain yang dianggap perlu. Kemudian diimplementasikan secara konsisten dan konsekuen. ,pabila kondisi ini terwujud, sekolah akan menjadi lingkungan kondusif bagi kegiatan dan proses pendidikan. Di tempat seperti itu, potensi dan prestasi siswa akan mencapai hasil optimal. "ntuk sekolah, disiplin itu sangat perlu dalam proses belajar mengajar, alasannya yaitu( disiplin dapat membantu kegiatan belajar, dapat menimbulkan rasa senang untuk belajar dan meningkatkan hubungan sosialC -Sem Eattimena dalam 8u>u, $11'(''.. ,pabila peraturan sekolah tanpa tata tertib, akan muncul perilaku yang tidak tertib, tidak teratur, tidak terkontrol, perilaku liar, yang pada gilirannya mengganggu kegiatan pembelajaran. Suasana kondusif yang dibutuhkan dalam pembelajaran menjadi terganggu. Dalam hal ini, penerapan dan pelaksanaan peraturan sekolah, menolong para siswa agar dilatih dan dibiasakan hidup teratur, bertanggung jawab dan dewasa. Disiplin sekolah apabila dikembangkan dan diterapkan dengan baik, konsisten dan konsekuen akan berdampak positif bagi kehidupan dan perilaku siswa. Disiplin dapat mendorong mereka belajar secara konkret dalam praktik hidup di sekolah tentang hal-hal positif yaitu melakukan hal- hal yang lurus dan benar, dan menjauhi hal-hal yang negatif. Dengan pemberlakuan disiplin, siswa belajar beradaptasi dengan lingkungan yang baik itu, sehingga muncul keseimbangan diri dalam hubungan dengan orang lain. Dalam hal itu, menurut 5aman 6achman dalam 8u>u -$11'(9297., pentingnya disiplin bagi para siswa sebagai berikut( g. 5emberikan dukungan bagi terciptanya perilaku yang tidak menyimpang. h. 5embantu siswa memahami dan menyesuaikan diri dengan tuntutan lingkungan.

19

i. Fara menyelesaikan tuntutan yang ingin ditunjukkan peserta didiknya terhadap lingkungannya. j. "ntuk mengatur keseimbangan keinginan individu satu dengan individu lainnya. k. 5enjauhi siswa melakukan hal-hal yang dilarang sekolah. l. 5endorong siswa melakukan hal-hal yang baik dan benar. m. *eserta didik belajar dan bermanfaat baginya dan lingkungannya. n. Kebiasaan baik itu menyebabakan ketenangan jiwanya dan lingkungannya. ?ingkungan sekolah yang teratur, tertib, tenang tersebut memberi gambaran lingkungan siswa yang giat, gigih, serius, penuh perhatian, sungguh-sungguh dan kompetitif dalam pembelajarannya. ?ingkungan disiplin seperti itu ikut memberi andil lahirnya siswa-siswa yang berprestasi dengan kepribadian unggul. Di sana ada dan terjadi kompetisi positif diantara mereka. Eardiman Djojonegoro -4D#, 1%%7($71. mengatakan individu unggul memiliki ciri-ciri sebagai berikut( a. 5otivasi berpikir dan berkarya yang berorientasi pada prestasi unggul. b. 5otivasi dalam mengembangkan bakat dan potensi dirinya serta matang dan berkeseimbangan. c. Daya saing sekaligus kerja sama yang tinggi. d. Daya nalar yang tinggi serta matang dan berkeseimbangan. e. Kemampuan berprakarsa. f. Kemampuan untuk memperhitungkan resiko. g. Sikap pencapaian prestasi dalam rangka persaingan. "ntuk mencapai dan memiliki ciri-ciri kepribadian tersebut, diperlukan pribadi yang giat, gigih, tekun dan disiplin. Selanjutnya Eardiman mengatakan bahwa keunggulan tersebut baru dapat dimiliki apabila dalam diri seseorang terdapat sikap dan perilaku disiplin. b( Unsur)Unsur Disi&lin "nsur-unsur kedisiplinan meliputi tiga hal yaitu( 1. sikap mental - mental attitude. yang merupakan sikap taat dan tertib sebagai hasil atau

1'

pengembangan dari latihan, pengendalian pikiran dan pengendalian watak, $. pemahaman yang baik mengenai sistem peraturan perilaku, norma, kriteria, dan standar yang sedemikan rupa, sehingga pemahaman tersebut

menumbuhkan pengertian yang mendalam atau kesadaran, bahwa ketaatan akan aturan. #orma, dan standar tadi merupakan syarat mutlak untuk mencapai keberhasilan -sukses., 9. sikap kelakuan yang secara wajar menunjukkan kesungguhan hati, untuk mentaati segala hal secara cermat dan tertib -*rijodarminto S 1%%'($9.. Disiplin itu lahir, dan berkembang dari sikap seseorang di dalam sistem nilai budaya yang telah ada di dalam masyarakat. 8erdapat unsur pokok yang membentuk disiplin, pertama sikap yang telah ada pada diri manusia dan sistem nilai budaya yang ada di dalam masyarakat. Sikap atau attitude tadi merupakan unsur yang hidup di dalam jiwa manusia yang harus mampu bereaksi terhadap lingkungannya, dapat berupa tingkah laku atau pemikiran. Sedangkan sistem nilai budaya merupakan bagian dari budaya yang berfungsi sebagai petunjuk atau pedoman dan penuntun bagi kelakuan manusia. *erpaduan antara sikap dengan sistem nilai budaya yang menjadi pengarah dan pedoman tadi mewujudkan sikap mental berupa perbuatan atau tingkah laku. "nsur tersebut membentuk suatu pola kepribadian yang menunjukkan perilaku disiplin atau tidak disiplin. *( Penanggulangan Disi&lin Disiplin sekolah menjadi prasyarat terbentuknya lingkungan pendidikan yang kondusif bagi kegiatan dan proses pendidikan. leh karena itu, kepala

sekolah, guru dan orang tua perlu terlibat dan bertanggung jawab membangun disiplin siswa dan disiplin sekolah.

12

Dengan keterlibatan dan tanggung jawab itu, diharapkan para siswa berhasil dibina dan dibentuk menjadi individu-individu unggul dan sukses. Keunggulan dan kesuksesan itu terwujud sebab sekolah berhasil menciptakan lingkungan yang kondusif bagi kegiatan dan proses pendidikan. Siswa terpacu untuk mengoptimalkan potensi dan prestasi dirinya. *enanggulangan masalah disiplin yang terjadi di sekolah menurut Singgih 4unarsa dalam 8u>u -$11'(23. dapat dilakukan melalui tahapan pre!enti", represi" dan kurati". ?angkah preventif lebih pada usaha untuk mendorong siswa melaksanakan tata tertib sekolah. 5emberi persuasi bahwa tata tertib itu baik untuk perkembangan dan keberhasilan sekolah. Disiplin individu yang baik menunjang peningkatan prestasi belajar dan perkembangan perilaku yang positif. ?angkah represif sudah berurusan dengan siswa yang telah melanggar tata tertib sekolah. Siswa-siswa ini ditolong agar tidak melanggar lebih jauh lagi, dengan jalan nasehat, peringatan atau sanksi disiplin. ?angkah kuratif merupakan upaya pembinaan dan pendampingan siswa yang melanggar tata tertib dan sudah diberi sanksi disiplin. "paya tersebut merupakan langkah pemulihan, memperbaiki, meluruskan, menyembuhkan perilaku yang salah dan tidak baik. +. "akt,r)"akt,r -ang Mem&engaruhi Disi&lin Kedisiplinan merupakan tingkah laku manusia yang kompleks, karena menyangkut unsur pembawaan dan lingkungan sosialnya. Ditinjau dari sudut psikologi, bahwa manusia memiliki dua

kecenderungan yang cenderung bersikap baik dan cenderung bersikap buruk, cenderung patuh dan tidak patuh, cenderung menurut atau membangkang,.

17

Kecenderungan tersebut dapat berubah sewaktu-waktu tergantung bagaimana pengoptimalannya. Sehubungan manusia memiliki dua potensi dasar tersebut, maka agar manusia memiliki sikap positif dan berperilaku disiplin sesuai dengan aturan maka perlu upaya optimalisasi daya-daya jiwa manusia melalui berbagai bentuk penanaman disiplin dan kepatuhan. "paya-upaya tersebut baik melalui pembiasaan-pembiasaan, perubahan pola dan sistem aturan yang mengatur tingkah lakunya, kebijaksanaan, sistem sanksi, dan penghargaan bagi pelaku dan pengawasan. ,da dua faktor penyebab timbul suatu tingkah laku disiplin yaitu kebijaksanaan aturan itu sendiri dan pandangan seseorang terhadap nilai itu sendiri -Subari, 1%%1(177.. Sikap disiplin atau kedisiplinan seseorang, terutama siswa berbeda-beda. ,da siswa yang mempunyai kedisiplinan tinggi, sebaliknya ada siswa yang mempunyai kedisiplian rendah. 8inggi rendahnya kedisiplinan seseorang dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik yang berasal dalam diri maupun yang berasal dari luar. !eberapa faktor yang mempengaruhi kedisiplinan tersebut, antara lain yaitu( -1. anak itu sendiri, -$. sikap pendidik, -9. ligkungan, dan -'. tujuan -/aditono 1%&'(97.. @aktor anak itu sendiri mempengaruhi kedisiplinan anak yang bersangkutan. leh karena itu, dalam menanamkan kedisiplinan faktor

anak harus diperhatikan, mengingat anak memiliki potensi dan kepribadian yang berbeda antara yang satu dan yang lain. *emahaman terhadap individu anak secara cermat dan tepat akan berpengaruh terhadap keberhasilan penanaman kedisiplinan.

13

Selain faktor anak, sikap pendidik juga mempengruhi kedisiplinan anak. Sikap pendidik yang bersikap baik, penuh kasih sayang, memungkinkan keberhasilan penanaman kedisplinan pada anak. /al ini dimungkinkan karena pada hakikatnya anak cenderung lebih patuh kepada pendidik yang bersikap baik. Sebaliknya, sikap pendidik yang kasar, keras, tidak peduli, dan kurang wibawa akan berdampak terhadap kegagalan penanaman kedisiplinan di sekolah. Di samping itu, faktor lingkungan juga mempengaruhi kedisiplinan seseorang. Dalam hal ini, 8im 5KDK +K+* Semarang -1%&%(31. menjelaskan bahwa situasi lingkungan akan mempengaruhi proses dan hasil pendidikan, situasi lingkungan ini meliputi lingkungan fisis, lingkungan teknis, dan lingkungan sosiokultural. ?ingkungan fisis berupa lingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat. ?ingkungan teknis berupa fasilitas atau sarana prasarana yang bersifat kebendaan) dan lingkungan sosiokultural berupa lingkungan antar individu yang mengacu kepada budaya sosial masyarakat tertentu. Ketiga lingkungan tersebut juga mempengaruhi kedisiplinan seseorang, khususnya siswa. Selain ketiga faktor di atas, faktor tujuan juga berpengaruh terhadap kedisiplinan seseorang. 8ujuan yang dimaksud di sini adalah tujuan yang berkaitan dengan penanaman kedisiplinan. ,gar penanaman kedisiplinan kepada siswa dapat berhasil, maka tujuan tersebut harus ditetapkan dengan jelas, termasuk penentuan kriteria pencapaian tujuan penanaman kedisiplinan di sekolah. +. Prestasi Bela!ar a. *engertian prestasi belajar

1&

5enurut E.D.S. *oerwodarminto bahwa prestasi belajar adalah G/asil yang telah dicapaiC -1%37 ( 119'.. Sedangkan menurut E.S. Einkel, bahwa G*restasi belajar adalah tingkah laku yang diharapkan ini terjadi setelah siswa mempelajari pelajaran G. 5enurut Einarno Surakhmad mengemukakan bahwa Ghasil belajar siswa kebanyakan ulangan ujian atau tes. "langan atau tes adalah untuk memperoleh indeks dalam menentukan keberhasilan siswa G -1%&$ ( $&.. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar adalah hasil yang dicapai setelah melakukan kegiatan belajar melalui ujian atau tes. 5enurut Hulius S.dkk - 1%%% ( 1%1 . prestasi berasal dari bahasa !elanda yang artinya kemampuan. 5enurut 5. Dahlan Hacub ,l !arry - $111 ( 2&2 . prestasi adalah hasil yang telah dicapai. 5enurut Hulius Slameto - 1%%& ( $ . suatu proses usaha yang dilakukan sesorang untk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagi hasil pengalaman sendiri dalam interaksi dengan lingkungan. !erdasrkan beberapa pendapat di atas penulis simpulkan bahwa prestasi adalah kemampuan yang dicapai sebagai perubahan tingkah laku secara keseluruhan dari pengalaman sendiri dalam %interaksinya dengan lingkungan. b. @aktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar 5enurut Slameto - 1%%2 ( 2' . ada dua golongan yang mempengaruhi prestasi belajar yaitu factor internal dan factor ektrenal. 1.. @actor internal adalah factor yang ada dalam diri individu sendiri.

1%

Seperti ( factor jasmani meliputi ( a.. Kesehatan ( sehat berarti dalam keadaan baik segenap anggota badan dan bagian-bagiannyabebas dari penyakit. b.. Facat tubuh adalah suatu yang menyebabkan kurang baiknya atau kurang sempurnanya seluruh tubuh ; badan. c.. Keadaan psikhis ( adalah kecakapan yang terdiri dari tiga jenis , yaitu kecakapan untuk mengahdapi dan menyesuaikan ke dalam situasi yang baru dengan cepat dan efektif, mengetahui ;menggunakan konsep yang abstrak secara efektif, mengetahui relasi dan mempelajari dengan cepat.diantaranya ( -1. +ntelegensi -$. *erhatian -9. 5inat - '. !akat -2. 5otiv -7. Kematangan -3. Kesiapan $. @aktor Iksternal, yaitu factor yang ada di luar individu ( a. Keluarga -1. Fara mendidik dalam memberikan pendidikannya terhadap anak, bagaimana dalam mendidik. Demokrasi, otoriter atau laiJiJ faire dari bentuk mendidika anak ini akan mempengaruhi prestasi belajar. -$. Komunikasi antar anggota keluarga -9. Suasana keluarga

$1

-'. Keadaan ekonomi Keluarga -2. *erhatiang orang tua -7. ?atar belakang Kebudayaan keluarga b. @aktor sekolah -1. 5etode mengajar -$. Kurikulum -9. relasi guru dengan siswa - '. 6elasi siswa denga guru -2. Disiplin di sekolah -7. Sarana dan prasarana di sekolah -3. *enggunaan waktu -&. Keadaan gedung -%. Standar pelajaran di atas ukuran c. @aktor 5asyarakat -1. Keadaan siswa dalam masyarakat -$. 5as media -9. 8eman bergaul -'. !entuk kehidupan di masyarakat. 5enurut ,dolf /euken S.D. bahwa adanya perbedaan hasil belajar atau prestasi belajar itu disebabkan oleh ( 1. $. 9. 19. c. *enilaian *restasi belajar Kecerdasan dan kecakapan khusus 21 - 71 K "saha, kerajinan dan cara belajar 91 < '1 K Kesempatan dan factor lingkungan 11 < 12 K -1%&$ (

$1

Setiap kegiatan akan menghasilkan suatu hal yang baik atau juga buruk, disenangi atau tidak disenangi. !egitu juga dalam kegiatan belajar mengajar dimana terjadi adanya interaksi siswa dan guru yang disengaja dan mengharapkan adanya hasil menjadi tujuan kegiatan tersebut. ,dapun norma yang bisa digunakan untuk menentukan tujuan belajar sebagai hasil yang dicapai oleh siswa dalam proses belajar mengajar adalah dengan pengukuran dan penilaian. *engukuran adalah merupakan pengumpulan informasi atau data tentang sesuatu dengan menggunakan angka-angka menurut aturan tertentu, sehingga dapat menggambarkan keadaan benda seperti apa adanya. Sedangkan penilaian adalah semua usaha membandingkan hasil pengukuran itu terhadap suatu bahan pembandingan atau patokan atau dengan kata lain untuk menentukan prestasi belajar adalah evaluasi yang mengandung arti sebagai suatu proses yang sistematis untuk menentukan seberapa jauh pencapaian hasil belajar yang dikumpulkan melalui pengamatan atau cara lain dibanding-bandingkan dengan patokan lain atau sasaran yang telah ditentukan. ,dapun bentuk evaluasi secara testing adalah serangkaian tugas yang diberikan kepada siswa yang berisi bahanbahan untuk diujikan yang representative tentang suatu bidang studi atau kemampuan psikis yang dimiliki. Dari uraian tersebut di atas untuk mengetahui prestasi belajar siswa, dapat digunakan alat ukur berupa tes dan non tes. 5enurut 5asri Singarimbun mengemukakan bahwa ( G ,lat ukur terdiri dari tes atau non tes. 8es digunakan untuk menilai kemampuan siswa yang mencakup pengetahuan dan ketrampilan sebagai hasil kegiatan belajar mengajar. Sedangkan

$$

non tes digunakan untuk menilai karakteristik lainnya. -$111 ( 177-173.. Sedangkan Siti *artini mengemukakan bahwa ada tiga pokok maksud daripada tes yaitu, untuk mengetahui ( 1. Kesiapan siswa dalam mencapai tujuan 9. Kemajuan siswa dalam mencapai tujuan '. Seberapa luaskah tujuan yang telah dicapai waktu akhir. -$119 ( 177 < 173. !erdasarkan teori-teori di atas maka penulis dapat menyimpulkan bahwa dengan alat tes, dapat menilai baik buruknya proses belajar mengajar, dan mengetahui sejauh mana tujuan yang telah dirumuskan dapat dicapai. selain itu prestasi belajar dapat dicapai melalui tes uraian singkat, tes uraian bebas, tes uraian terbatas dan tes obyektifbaik tes isian maupun tes pilihan ganda. d. /al-hal yang berkaitan dengan prestasi belajar 5enurut Slameto - $111 ( '9 . hal-hal yang berkaitan dengan prestasi belajar antara lain ( 1. Sikap dan kebiasaan belajar yang baik $. *engetahuan dan ketrampilan dasar belajar 9. 5otivasi dan minat belajar yang tinggi '. emosi yang stabil 2. 5ental psikologis 7. Kesehatan fisik yang prima 3. sisuasi dan proses belajr mengajar yang menarik &. 5etode belajar yang bervareasi dan menarik %. alat dan sumebr belajar yang lengkap 11 . !eban belajar yang sesuai

$9

11. /ubungan guru dengan siswa yang baik 1$. situasi rumah yang mendorong siswa belajar. .. 'erangka Pikir 5engingat betapa pentingnya kediplinan bagi setiap orang dalam kehidupan sehari-hari dan khususnya bagi dunia pendidikan, maka seseorang guru -pendidik. hendaknya memberikan rangsangan-rangsangan agar kedisiplinan itu terrbiasa ditanamkan sejak dini diri siswa . "ntuk dapat mengembangkan kedisiplinan yang baik pada anak didik, disamping kita harus menyampaikan saran-saran atau sugesti yang negative yang dilarang oleh agama atau bersifat sosial yang lebih penting bagi anak adalah membimbing pribadi anak didik agar dalam diri anak-anak terbentuk adanya motif-motif yang mulia, luhur, dan dapat diterima oleh masyarakat. Kedisiplinan merupakan pendorong bagi perbuatan seseorang dalam kehidupannya. +ni menyangkut soal mengapa dan apa tujuannya sehingga orang tersebut berbuat demikian. Dalam kehidupan sehari-hari kita jarang mengamati dan merenungkan perbuatan teman-teman kita atau orang lain disekitar kita. Duga terhadap perbuatan kita sendiri, seringkali kita tidak menghiraukannya. *adahal jika diremehkan banyak hal-hal yang mengagumkan dan sangat menarik bagi kita untuk menyelidikinya. Dalam menamkan kedisiplinan mempunyai peranan sangat penting. termasuk syarat mutlak untuk belajar. Di sekolah seringkali terdapat anak yang malas, tidak menyenangkan , suka membolos, dan sebagainya. Dalam hal ini perlu diingat, bahwa nilai buruk pada suatu mata pelajaran tertentu belum tentu berarti bahwa siswa tersebut dikatakan bodoh pada mata pelajaran tersebut. Seringkali seorang siswa malas terhadap suatu mata pelajaran tertentu, tetapi sangat giat dalam mata pelajaran yang lain. /al ini membuktikan betapa perlunya seorang

$'

guru -pendidik. memberikan motivasi kepada anak didiknya agar tidak malas dalam belajar. Dadi hubungan antara kedisiplinan dengan prestasi belajar sangat erat. Kedisiplinan belajar yang tinggi akan mencapai prestasi yang tinggi dan sebaliknya apabila kedisiplinan rendah maka hasilnya yang dicapai juga akan rendah. /. Hi&,tesis a. *engertian /ipotesis 5enurut Kartini Kartono menyatakan bahwa G/ipotesis adalah dugaan yang mungkin benar dan mungkin salahC -$111 (3&.. Sedangkan menurut Sutrisno /adi bahwa G/ipotesis sebenarnya dari bahasa Hunani yang berarti pernyataan masih lemah kebenarannya dan masih perlu dibuktikan

kenyataannyaC -$111 ( $23.. Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa hipotesis adalah merupakan jawaban sementara yang bersifat teoritik masih perlu diuji dan dibuktikan secara empirik. a. *engajuan /ipotesis *enelitian 5enurut Sumadi Suryabrata, sebelum memutuskan hipotesis terlebih dahulu harus memenuhi persyaratan sebagai berikut ( a.. /ipotesis hendaknya menyatakan pertautan antara dua variabel atau lebih. b.. /ipotesis dinyatakan dalam kalimat pernyataan. c.. /ipotesis hendaknya dinyatakan secara jelas dan padat. d.. /ipotesis dapat diuji , artinya orang mungkin mengumpulkan data untuk mennguji hipotesis tersebut. -1%&9 ('%..

$2

!erdasarkan pendapat tersebut di atas maka dapat asumsi-asumsi yang melandasi hipotesis yang penulis ajukan yaitu ( !ahwa prestasi belajar dipengaruhi oleh Kedisiplinan. leh karena itu dalam penelitian ini hipotesis yang penulis ajukan adalah sebagai berikut ( G ,da hubungan positif yang signifikan antara Kedisiplinan dengan prestasi belajar dengan prestasi belajar siswa kelas ++ S5* #egeri + 8ersono Kabupaten !atang Semester + 8ahun *elajaran $11% ; $111C.

$7

BAB III ME $DE PENELI IAN %. 0enis dan Pendekatan Penelitian Denis penelitian yang dipilih adalah penilitian korelasi atau hubungan , yaitu suatau penelitian yang berusaha mencari hubungan dua variabel atau lebih - 5asri Singarimbun, $117 ( 193 . ,dapun berdasarkan data yang diperoleh penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yaitu cukup memperoleh data yang didasarkan pada perhitungan statistik. +. 1aktu dan em&at Penelitian a. 1aktu Penelitian Eaktu penelitian dilaksanakan sebagai berikut dalam tabel ( abel. % 0adual Penelitian !ulan ,pril 5ei

#o 1 $ 9 ' 2

Kegiatan bservasi 5enentukan judul *enyebaran angket 5engumpulkan data *enulisan laporan

5aret

Duni

Kelas

b. 8empat penelitian *enelitian ini dilaksanakan di S5* #egeri + 8ersono Kabupaten !atang dengan subjek kelas ++ pada Semester + tahun pelajaran $11% ; $111.

.. P,&ulasi2 #am&el dan eknik #am&ling a. *opulasi

$3

5enurut Suharsimi ,rikunto, populasi adalah keseluruhan obyek penelitian -$11$ ( 119.. 5enurut Donald ,ry, populasi adalah GSemua anggota kelompok orang, kejadian atau objek yang telah dirumuskan secara jelas -$119 ( &%.. Sedangkan menurut Sutrisno /adi populasi adalah GSejumlah penduduk atau individu yang paling sedikit mempunyai sifat yang samaC. -$11$(12.. Dadi dapat disimpulkan bahwa populasi adalah semua individu dalam jumlah tertentu, yang mempunyai persamaan sifat. Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah siswa kelas ++ S5* #egeri + 8ersono Kabupaten !atang Semester + tahun $11% ; $111 dengan jumlah 129 siswa. abel. + P,&ulasi &enelitian #o. 1. $ 9 ' Kelas ++-, ++-! ++-F ++-D Dumlah *opulasi 93 9% 9% 9& 129

b. Sampel *enelitian *engertian sampel menurut Sutrisno /adi adalah Gsejumlah penduduk yang kurang dari populasiC -$11$ ( $$7..

$&

,dapun menurut Suharsimi ,rikunto -$119 (31. mengemukakan bahwa Gsampel adalah sebagian dari individu-individu yang ditelitiC. Dalam menentukan jumlah sample, peneliti mengacu pada pendapat Suharsini ,rikunto - $111 ( 1$1 . yang menyatakan bahwa ( "ntuk sekedar ancerancer, maka apabila subyek penelitian kurang dari 111, maka lebih baik diambil semua sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi. Sedangkan jika

jumlah subyek penelitiannya lebih besar, maka diambil sekitar antara 11 K < 12 K atau $1 K < $2 K. Dalam penelitian ini sampel yang dipilih 11 K dari jumlah siswa 129 siswa, kelas ++ S5* #egeri + 8ersono Kabupaten !atang Semester ++ 8ahun *elajaran $11% ; $111 sebanyak $1 siswa. 8able 9 Sebaran sample penelitian #o. 1 $ 9 ' Dumlah c. 8eknik Sampling *emakaian teknik sampling adalah untuk mendapatkan sampel yang mungkindapat menggambarkan populasi. Dalam proportional sampling dan random sampling, sehingga apabila digabungkan menjadi teknik proportional random sampling, teknik ini digunakan oleh penulis dengan alasan sebagai berikut( #. $roportional sampling Kelas ++-, ++-! ++-F ++-D $1 K dari 93 L 2 9% L 2 9% L 2 9& L 2 129 L $1 Dumlah 2 2 2 2 $1

$%

*enulis memakai teknik ini karena subjek yang akan diteliti ditetapkan terlebih dahulu dengan proporsional tertentu. %. &andom sampling 8eknik ini digunakan karena tiap-tiap individu dalam populasi diberi kesempatan yang sama untuk dipilih menjadi anggota sampel, disamping itu dengan cara random sampling ini akan lebih representatif. !erdasarkan alasan tersebut di atas maka dalam penelitian ini penulis menggunakan gabungan dari kedua teknik sampling di atas yaitu simple random sampling dengan cara undian. ?angkah-langkah sebagi berikut ( 1. Semua populasi dibuatkan nomor urut. $. Semua nomor dibuat lintingan lalu dimasukkan dalam wadah. 9. Dikeluarkan satu per satu sampai jumlah yang diinginkan. '. 8iap nomor yang keluar ditulis dan itulah yang dijadikan sampel. /. 3ariabel Penelitian 5enurut Sutrisno /adi variabel adalah suatu gejala yang menunjukkan variasi baik dalam jenisnya maupun tingkatannya -$111 ( $$'.. 5enurut #ana Sudjana dan +brahim menyatakan bahwa ( G Dalam penelitian terdapat dua variabel yakni variabel bebas atau variabel predictor -independent variable. sering diberi notasi M, adalah variabel penyebab atau diduga memberikan pengaruh atau efek terhadap peristiwa lain dan variabel terikat atau variabel respon -dependent variabel. sering diberi notasi H, yaitu variabel yang ditimbulkan atau efek dari variabel bebasC. -1%&%.. 5enurut ,swari Sudjud, bahwa variabel terikat atau tergantung adalah variabel yang menjadi perhatian suatu penelitian dan dideskripsikan berdasarkan variabel lain dan variabel yang memungkinkan akan digunakan bersama-sama dengan variabel lain untuk mendiskripsikan variabel tertentu.

91

Dengan demikian maka dapat disimpulkan bahwa variabel penelitian adalah gejala-gejala yang variasi, baik dalam jenis dan tingkatannya yang menjadi objek dari penelitian. Dalam penelitian ini yang menjadi variabelnya adalah kedisiplinan dan *restasi !elajar. Kedisiplinan sebagai variabel bebas -M., sedangkan prestasi belajar sebagai variabel terikat -H., yaitu variabel yang dipengaruhi. a. :ariabel !ebas - M . :ariabel bebas adalah unsur yang mempengaruhi munculnya unsur yang lain - /adari #awawi, $117 ( 27 . dalam penelitian ini variabel bebasnya adalah Kedisiplinan dengan simbul M. b. :ariabel 8erikat - H . :ariabel 8erikat adalah unsur yang munculnya dipengaruhi olehn unsur yang lain - /adari #awawi, $117 ( 27 . dalam penelitian ini variabel terikatnya adalah *restasi belajar dengan simbul H 4. Definisi $&erasi,nal 3ariabel a. 'edisi&linan Kedisiplinan berasal dari kata disiplin. +stilah disiplin berasal dari bahasa latin isciplina yang menunjuk pada kegiatan belajar dan mengajar. Sedangkan istilah bahasa inggrisnya yaitu iscipline yang berarti( 1. tertib, taat atau mengendalikan tingkah laku, penguasaan diri) $. latihan membentuk, meluruskan atau menyempurnakan sesuatu, sebagai kemampuan mental atau karakter moral) 9. hukuman yang diberikan untuk melatih atau memperbaiki) '. kumpulan atau sistem-sistem peraturan- peraturan bagi tingkah laku -5ac 5illan dalam 8u>u, $11'($1. +ndikator Kedisiplinn Sbb (

91

1.. 8ertib, mengendalikan $.. ?atihan, meluruskan 9.. 5emperbaiki '.. Kejujuran b. Prestasi Bela!ar. 5enurut E.D.S. *oerwodarminto bahwa prestasi belajar adalah G/asil yang telah dicapaiC -1%37 ( 119'.. Sedangkan menurut E.S. Einkel, bahwa G*restasi belajar adalah tingkah laku yang diharapkan ini terjadi setelah siswa mempelajari pelajaran G. *enulis mengambil prestasi belajar dari Data #ilai rata-rata 6aport semester + pada kelas ++. 5. Alat Pengum&ulan Data 5enurut /usaini "sman dkk -$11$ ( 29. metode atau teknik pengumpulan data ada empat macam, yaitu ( 1.. Dokumentasi Haitu pengambilan data yang diperoleh melalui dokuman-dokumen. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode angket dan dokumentasi sebagai metode pengumpulan data. 5etode angket digunakan untuk mengetahui cara tentang variabel independent. Sedangkan metode dokumentasi digunakan untuk mengetahui prestasi belajar siswa. Dengan nilai rata-rata raport. $.. ,ngket -Nuestionary. Haitu daftar pernyataan atau pertanyaan yang dikirimkan kepada responden baik secara langsung atau tidak langsung -melalui pos atau perantara.. *enggunaan angket dalam penelitian ini untuk mengungkapkan

Kedisiplinan sebagai variabel bebas - M . sbb(

9$

-1. *ilihan a skor ' -$. *ilihan b skort 9 -9. *ilihan c skort $ -'. *ilihan d skort 1 8abel .' Kisi-kisi +nstrumen angket Kedisiplinan #o. 1 :ariabel Kedisipian +ndikator 1. tertib $. latihan 9. 5emperbaiki '. kejujuran 6. U!i 3aliditas dan Reliabilitas Dalam penelitian ini uji instrumen dimaksudkan untuk menguji tingkat validitas dan realibilitas, apakah instrument yang akan digunakan sudah valid serta realibel atau belum, maka perlu dilakukan uji coba instrument kepada subyek diluar sample. /asil uji coba instrument akan dianalisa untuk diketahui tingkat validitas dan realibilitasnya. +nstrumen yang baik harus memenuhi dua persyaratan penting yaitu valid dan realible. a. 3aliditas Instrumen :aliditas adalah suatu ukuran untuk menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan dan atau kesahihan suatu instrument. Suatu instrument yang valid atau sahih mempunyai validitas tinggi. Sebaliknya instrument yang kurang valid berarti memiliki validitas rendah -,rikunto, $11$ ( 171.. #o. +tem 1-2 7-11 11-12 17-$1

99

:aliditas yang digunakan dalam penelitian ini adalah validitas logis internal, yaitu validitas yang diperoleh dengan suatu usaha hati-hati, melalui cara-cara yang benar serta terdapat kesesuaian antara bagian-bagian instrument dengan instrument secara keseluruhan. ,dapun uji coba validitas instrument menggunakan rumus korelasi product moment angka kasar dari Karl *earson, yakni (

' ( )Y * + ( ) , + ( Y , r-y . /{ ( )% * +( ),% } {' ( Y% * +( Y,% }

-Suharsimi ,rikunto, 1%%& ( 17$. Keterangan ( r0y M H # L Koefisien korelasi variable M dan H L Skor butir L Skor total L Dumlah responeden Setelah hasilnya diketahui, langkah selanjutnya adalah

menginterprestasikan hasil tersebut dengan rentangan kriteria sebagai berikut ini. 7. eknik Analisis Data "ntuk dapat menguji hipotesis yang telah diajukan, maka penulis menggunakan tiga bentuk analisis yaitu ( a. ,nalisis Deskriptif ,nalisis deskriptif dimaksudkan untuk menggambarkan suatu keadaan atau fenomena yang dapat menjawab perumusan masalah pada bab + terdahulu diantaranya ( bagaimana Kedisiplinan siswa bagaimana prestasi

9'

belajar siswa kelas :+++ S5* #egeri 11 8ersono Kabupaten !atang dan seberapa besar hubungan Kedisiplinan siswa dengan *restasi belajar kelas :+++ S5* #egeri 11 8ersono Kabupaten !atang tahun pelajaran $11% ; $111. Dalam menganalisa data rumus yang digunakan adalah deskriptif presentase sebagai berikut ( n D* L M 111 K # - Suharsimi ,rikunto, $11$ ( $$'. /asil perhitungan tersebut nantinya dikonsultasikan dengan tabel kriteria deskriptif presentase yang dikelompokkan dalam ' kategori, yaitu sangat tinggi, sedang, dan rendah. !erikut ini tabel klasifikasi kategori tingkatan dan presentase. 8abel 2 'lasifikasi 'ateg,ri ingkatan dan Presentase #o 1 $ 9 6entangan Skor *resentase 37 K - 111 K 27 K - 32 K '1 K - 22 K Kategori !aik Fukup Kurang !aik 8idak !aik

' Kurang dari '1 K - Suharsimi ,rikunto, $11$ ( $'7. b. ,nalisis Korelasi

,dapun analisis yang digunakan adalh korelasi produck momen dari Karl *erson untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh antara vareabel M layanan bimbingan konseling dengan variable H yaitu motivasi belajar . 6umusnya sbb (

' ( )Y * + ( ) , + ( Y , r-y .

92

/{ ( )% * +( ),% } {' ( Y% * +( Y,% }


-Suharsimi ,rikunto, $111 ( 17$. Keterangan ( r0y M H # L Koefisien korelasi variable M dan H L Kedisiplinan siswa L *restasi belajar L Dumlah responeden

Kita lihat seberapa besar r hitung kemudian dikonsultasikan dengan r table pada # , jika ternyata r hitung lebih besar dari pada r table maka hipotesisnya nihil ditolak dan hipotesis kerja diterima.

BAB I3 HA#IL PENELI IAN DAN PEMBAHA#AN

A. 8ambaran Umum $b-ek S5* #egeri 11 8ersono terletak di tengah kota 8ersono berhimpitan langsung dengan sebelah 8imur "*8D 8ersono, Sebelah "tara Kantor Kecamatan dan *usat pasar tradisional, sebelah !arat *enduduk ; perumahan, S5* #egeri

97

8ersono 11 ini merupakan sekolah faforit di kota 8ersono adapun para siswanya berasal dari berbagai desa di wilayah 8ersono Kabupaten !atang,saat ini rombongan belajarnya sudah mencapai '&1 siswa. Dalam kegiatan lomba < lomba antar sekolah masih belum menjadi juara umum masih terbilang baik atau 11 besar di Kabupaten !atang, untuk kelulusan kategori baik yaitu lulus %2 K. Kondisi sekarang S5* # 11 keberadaannya semakin mantap, selain 1$ kelas pararel, 1 ruang laboratorium +*,, 1 ruang guru, 1 ruang KS, 1 ruang 8", dilengkapi ruang Koperasi siswa O ruang mushollah serta 7 EF siswa %. Persia&an Penelitian 1. 5engadakan "ji Foba ,lat "kur ; +nstrumen a. 5engukur :aliditas ,ngket *enelitian ,ngket yang digunakan pada penelitian ini harus valid, artinya mampu mengukur apa yang hendak diukur. ?angkah yang digunakan peneliti untuk menunjukkan tingkat validitas angket sebagai alat pengumpul data yaitu dengan mengadakan uji coba kepada $1 siswa S5* #egeri 11 8ersono Kecamatan 8ersono yang termasuk dalam anggota populasi. Kegiatan ini dimaksudkan untuk menguji tingkat validitas empiris instrument yang digunakan agar sesuai dengan ketentuan, dan instrument tersebut baik dan valid. 1. !utir soal yang digunakan untuk uji coba sebanyak $1 butir 6umus yang dipergunakan untuk menguji validitas adalah rumus *roduct 5oment ( S+S, 1 dapur, 1 ruang media dan 1

93

#. P MH < -PM. -PH. r0y


L

Q { # -P M$ < -P M.$ } { # P H$ < -P H.$ } 5elihat sebaran data uji coba pada lampiran $ diperoleh data sebagai berikut untuk perhitungan item nomor 1 ( P# L $1 PM L 7' PH L 1223 PM$ L $1' PH$ L 1$17&3 PMHL 2''1

,dapun hasil perhitungan sebagai berikut ( r0y L

{-# M

# MH -M. -H.
$

. -M. $ -# H $ -H. $ .}

r0y L

{-$1 - $1'. -7'.$-$1 -1$17&3. -1223.$}


11&&11 - %%7'& -1$2%'71 7$27&1.-113'$&1 2&7327.

$1 -2''1 -7' -1223.

r0y L

r0y L 1,21&

/asil

perhitungan

sebesar

1,21&

tersebut

kemudian

dinterprestasikan dengan kriteria penafsiran

termasuk dalam rentangan

1,'11 < 1,711 yang berarti agak rendah, setelah dikonsultasikan dengan nilai r table yang di dapat dari taraf signifikasi 2 K dengan jumlah # L $1 adalah 1,79$. "ntuk itu r hitung lebih besar dari r table - 1,21& R 1,''' . dengan demikian dapat disimpulkan bahwa jika r hitung lebih besar dari r tabel, maka uji coba instrumen dapat dikatakan valid. Sehingga item nomor

9&

1 telah memenuhi syarat validitas dan layak untuk dijadikan sebagai alat penelitian. "ntuk item no. $ sampai $1 juga telah dilakukan perhitungan dengan cara yang sama dengan menggunakan alat bantu kalkulator sehingga secara keseluruhan hasilnya terdapat pada lampiran $. 8,!I? 2 6ekapitulasi /asil "ji :aliditas ,ngket Kedisiplinan
N,. #,al 1 $ 9 ' 2 7 3 & % 11 11 1$ 19 1' 12 17 13 1& 1% $1 r Hitung 1,21& 1,21' 1,217 1,2$$ 1,21& 1,219 1,212 1,21' 1,2$7 1,21& 1,213 1,21' 1,2$9 1,21' 1,21& 1,213 1,21% 1,217 1,212 1,21% r abel 1,''' 1,''' 1,''' 1,''' 1,''' 1,''' 1,''' 1,''' 1,''' 1,''' 1,''' 1,''' 1,''' 1,''' 1,''' 1,''' 1,''' 1,''' 1,''' 1,''' 'eterangan :alid :alid :alid :alid :alid :alid :alid :alid :alid :alid :alid :alid :alid :alid :alid :alid :alid :alid :alid :alid

b. "ji 6ealibilitas Setelah dilakukan perhitungan validitas, langkah berikutnya adalah mencari reliabilitas. *erhitungan reliabilitas yang digunakan dengan cara dua ganjil genap dengan rumus product moment kemudian dilanjutkan dengan rumus Sperman !rown. ,dapun rumus kolerasi product moment adalah (

#. P MH < -PM. -PH. r0y L


Q { # -P M$ < -P M.$ } { # P H$ < -P H.$ } Sedangkan rumus Sperman !rown adalah (

9%

$-rSS. r11 L
- 1 - rS S . P# L $1 PM L 3%1 PH L 377 PM$ L 7$%39 PH$ L 2&31' PMHL 71792

,dapun hasil perhitungan sebagai berikut ( r0y L

{-# M

# MH -M. -H.
$

. -M. $ -# H $ - H. $ .}

r0y L

{-$1 -71792. -3%1.$-$1 -2&31'. -377.$}


1$1$311 - 712%17 -1$2%'71 7$27&1.-113'$&1 2&7327.

$1 -71792 -3%1- 377.

r0y L

r0y L

7173%' -79933%.-2&32$'.

r0y L 1,&%'

Kemudian dimasukkan dalam rumus Sperman !rown ( r 11 L $-rSS. L -1OrSS. 1,3&& r 11 L $ 0 1,&%' 1 O 1,&%'

1,&%'
r0y L 1,%'' -6eliab.

/asil perhitungan sebesar 1,%'' tersebut kemudian dinterprestasikan dengan kriteria penafsiran termasuk dalam rentangan 1,&11 < 1,111 yang

'1

berarti sangat tinggi, setelah dikonsultasikan dengan nilai r tabel dengan taraf signifikan 1 K. +. Pen-a!ian dan Analisis Data 1. ,nalisis Diskriptif ,nalisis diskriptif dimaksudkan untuk menggambarkan suatu keadaan atau fenonema yang dapat menjawab perumusan masalah. Dalam analisis diskriptif terdapat $ rumusan masalah yaitu ( a. Kedisiplinan +ndikator variabel Kedisiplinan meliputi ( a. 8ertib, mengendalikan, b. latihan, meluruskan, c. 5emperbaiki, d. Kejujuran. ,nalisa data tiap indikator berdasarkan pada perhitungan prosentase setiap item dalam indikator. Dalam perhitungan item digunakan rumus ( n $0 . ' dimana ( n # ( nilai yang didapat ( nilai total - Sutrisno /adi, 1%%2($23. 0 111 K

Setiap indikator dihitung dengan rumus tersebut. a. +ndikator tertib, mengendalikan tugas terdiri dari empat item, yaitu item nomor 1, $, 9 dan '. /asil rata-rata prosentasenya sebagai berikut ( 7% O 7% O 31 O 3$ 6ata-rata L ' $&1 L ' 0 111 K 0 111 K

'1

L 31 K ,rtinya bahwa indikator tekun menghadapi tugas cukup baik. b. +ndikator tentang ?atihan, meluruskan dari empat item, yaitu item nomor 2, 7, 3 dan &. /asil rata-rata prosentasenya sebagai berikut ( 3$ O 7' O 73 O 32 6ata-rata L ' $3& L ' L 7%,2 K ,rtinya bahwa indikator tekun menghadapi tugas cukup baik. c. +ndikator tentang 5emperbaiki terdiri dari empat item, yaitu item nomor %, 11, 11 dan 1$. /asil rata-rata prosentasenya sebagai berikut ( 33 O 39 O 31 O 37 6ata-rata L ' $%3 L ' L 3',$2 K ,rtinya bahwa indikator tekun menghadapi tugas cukup baik. d. +ndikator tentang kejujuran terdiri dari empat item, yaitu item nomor 19, 1', 12 dan 17. /asil rata-rata prosentasenya sebagai berikut ( &1 O 32 O 3$ O &1 6ata-rata L ' 91% L ' L 33,$2 K 0 111 K 0 111 K 0 111 K 0 111 K 0 111 K 0 111 K

'$

,rtinya bahwa indikator tekun menghadapi tugas cukup baik. "ntuk membuktikan bagaimana kedisiplinan pada siswa kelas :+++ S5* #egeri 11 8ersono, peneliti melakukan sebaran angket kepada 11 responden yang di ungkap dengan $2 butir pertanyaan. Dari jawaban yang diperoleh skor -n. 391, sedangkan jumlah skor total ideal -#. adalah 11 0 ' 0 $2 L 1111, sehingga bila dimasukkan ke dalam rumus diskriptif presentase diperoleh hasil sebagai berikut ( n 0 111 K L # 1111 391 L 39K

Dari hasil tersebut, kemudian dikonsultasikan dengan tabel rentangan diskriptif presentase yang ternyata berada diantara 27-32 K yang memiliki arti cukup. ,dapun perolehan jumlah skor yang didasarkan pada sebaran angket terlihat pada lampiran ', sedangkan hasil rekapitulasi jumlah skor sebaran angket motivasi belajar terdapat pada tabel 7 di bawah ini.

8abel 7 Reka&itulasi Analisis Diskri&tif 'edisi&linan #o 1 $ 9 ' Skor 37 - 111 K 27 < 32 K '1 < 22 K Kurang '1 K Kategori !aik Fukup Kurang !aik 8idak !aik Dumlah $$ & *resentase %$ K &K -

b. *restasi belajar

'9

"ntuk mengungkap kriteria prestasi belajar siswa kelas :+++ S5* #egeri 11 8ersono, peneliti mengambil sample dari nilai raport semester gasal. *enulisan angka prestasi belajar dengan dua digit, maksudnya adalah apabila siswa nilai rata-ratanya 7,$ maka penulisannya 7$ jika 3,& maka penulisannya 3&, dan seterusnya seperti terlihat dalam lampiran 7. Dari lampiran 7, kemudian dikonsultasikan dengan tabel rentangan deskriptif presentase yang menghasilkan rekapitulasi jumlah skor yang terdapat pada tabel 11 dibawah ini. 8abel 3 Reka&itulasi Analisis Deskri&tif Prestasi Bela!ar #o 1 $ 9 ' Skor 37 < 111 K 27 < 32 K '1 < 22 K Kurang dari '1 K Kategori !aik Fukup Kurang !aik 8idak baik Dumlah 12 12 *resentase 21 K 12 K -

1. ?angkah selanjutnya adalah mencari signifikansi garis regresi dengan menggunakan analisis yang nantinya akan diperoleh bilangan @, dengan proses perhitungannya sebagai berikut ( -PM. -PH. PMH L PMH < # - 1319 . - 1311 . L 1$1%&2 11 $%19&99 L 1$1%&2 11

''

L 1$1%&2 < 1$1'1%,31& L 232,$%$ -PM.$ PM


$

L PM < # - 1319 .$ L 1$$379 11 $%11$1% L 1$$379 $' L 1$$379 < 1$1&'$,1'$ L 1%$1,%2& -PH.$

PH$

L PH$ < # - 1311 .$ L 1$$711 $' $%$32$1 L 1$$711 $' L 1$$711 < 1$1%&1,1'$ L 7$1,99'

$. 5enguji pengaruh variable M terhadap variable H dengan rumus ( 6Kreg @reg L 6Kres 13$,$&% L $1,972 L 3,3%% "ntuk lebih jelasnya dikemukakan seperti pada rekapitulasi table berikut.

'2

Dari perhitungan analisis data diperoleh @ hitung sebesar 3,3%%. ?angkah selanjutnya angka tersebut dikonsultasikan dengan table @ dengan # L $1, yang diperoleh ',1& untuk angka pembilang dan 3,91 untuk angka penyebut. Dari konsultasi ini diperoleh @ hitung T @ table sehingga persamaannya adalah $$,1%1 R3,3%%. untuk dbl, karena @ hitung lebih besar dari @ table maka hipotesis kerja -ha. yang diajukan berbunyi ( Gada /ubungan antara kedisiplinan dengan prestasi belajar siswa kelas :+++ S5* #egeri 11 8ersono Kabupaten !atang tahun pelajaran $11%;$111C diterima. .. Hasil Penelitian Setelah data terkumpul, selanjutnya dilakukan analisis data secara deskriptif presentase dan statistik. /asil analisa sebagai berikut ( 1. :ariabel kedisiplinan /asil analisis deskriptif presentasi dapat diketahui bahwa kedisiplinan memperoleh 39,2& K dan setelah dikonsultasikan dengan tabel klasifikasi kategori tingkatan dan presentasi ternyata masuk dalam kategori baik, karena pada dasarnya siswa memiliki kedisiplinan yang cukup tinggi dalam melaksanakan kegiatan belajar, dari sebagian siswa menyatakan bahwa kedisiplinan merupakan faktor yang sangat penting dalam meningkatkan prestasi belajarnya, hal ini ditunjukkan oleh siswa kelas :+++ S5* #egeri 11 8ersono menyatakan bahwa kedisiplinan sangat penting, karena dapat memberikan dorongan dalam mengatasi kesulitan-kesulitan belajar, dan kenyataannya siswa yang memiliki kedisiplinan yang cukup tinggi, mayoritas siswa dapat belajar dengan lancar dan mendapat prestasi belajar yang baik. $. :ariabel prestasi belajar

'7

/asil presentasi variable prestasi belajar siswa kelas :+++ S5* #egeri 11 8ersono memperoleh nilai rata-rata cukup baik seperti terlihat pada tabel 11, prestasi dapat dicapai dengan maksimum. *restasi belajar yang kurang baik atau dibawah rata-rata, bukan hanya disebabkan karena siswa tersebut bodoh, kemungkinan siswa tersebut tidak memiliki motivasi belajar yang rendah, maka perlu untuk ditekankan bahwa dalam pelaksanaan kegiatan belajar siswa memiliki kedisiplinan agar kegiatan belajar dapat berjalan dengan baik dan prestasi belajar dapat dipertahankan bahkan lebih baik dari sebelumnya. 9. /asil ,nalisa kolrelasi variable kedisiplinan dan prestasi belajar siswa kelas :+++ S5* #egeri 11 8ersono !atang 8ahun *elajaran $11%;$111. Dari analisa data diketahui bahwa ada hubungan yang positif dan signifikan antara kedisiplinan dengan prestasi belajar, hubungan tersebut dibuktikan dengan adanya harga nilai @ hitung sebesar 3,3%% lebih besar dari @ table, baik pada taraf signifikan 2 K dan 1 K. Disamping itu perlu ditekankan kepada siswa tentang pentingnya kedisipilinan dalam pelaksanaan kegiatan belajar untuk mendapatkan prestasi belajar yang baik, walaupun sebenarnya kedisiplinan bukan merupakan satu-satunya faktor yang dapat meningkatkan prestasi belajar, akan tetapi paling tidak jika siswa memiliki kedisiplinan yang tinggi, maka siswa memiliki semangat yang kuat dalam belajar dan memperoleh prestasi belajar yang baik. /. Pembahasan !erdasarkan pengujian hipotesis, maka terdapat hubungan positif yang signifikan antara kedisiplinan dengan prestasi belajar siswa. 5aksudnya semakin tinggi tingkat kedisiplinan anak maka anak prestasi belajarnya juga

'3

semakin meningkat. Sebaliknya di sekolah yang kedisiplinannya rendah prestasi belajarnya juga rendah dan menurun. Kedisiplinan itu dapat dimulai dari kehidupan dirumah yang orang tua nya selalu menanmkan kedisiplinan sejak dini, melalui kegiatan yang tertip menempatkan barang < barang keperluan sekolah sampai dengan barang kebutuhan rumah dengan disiplin ini akan tercermin dengan tertib jawal sekolah, tertib menggunakan wktu luang, maka dengan tertib ini belajarpun menjadi tertib termasuk mengerjakan *6, sehingga data-data juga mudah didapat. Dika semua itu sudah menjadikan kebiasaan dirumah dan disekolah sudah barang tentu prestasi belajar akan meningkat.anak misalnya menanyakan hasil ulangan, raport dan kesulitan yang dialami anak di rumah. Dapat pula dilakukan orang tua dengan guru dan anggota masyarakat sehingga dengan disiplin tersebut orang tua akan tahu persis perilaku maupun perkembangan anak di sekolah maupun di luar sekolah , dan juga dalam penggunaan waktu luang baik di sekolah maupun di rumah perlu pengawasan dan pengarahan serta perlu adanya kedisiplinan yang tinggi. 5aka prestasi belajar siswa selain dipengaruhi oleh kedisiplinan juga dipengaruhi oleh variable lain yang tidak diteliti. BAB 3 PENU UP A. 'esim&ulan !erdasarkan analisis data dari pembahasan yang telah diuraikan di dalam !ab +:, maka dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut (

'&

1. 8ujuan Kedisiplinan membantu siswa mengembangkan kebiasaan percaya diri, mandiri, memiliki motivasi belajar yang tinggi dan memberikan teknik atau belajar yang baik untuk meningkatkan 5otivasi belajar siswa . $. Kedisiplinan memberi hubungan positif yang signifikan terhadap *restasi belajar siswa S5* #egeri 11 8ersono Kecamatan 8ersono Kabupaten !atang tahun pelajaran $11% ; $111. 9. Dengan melihat hasil analisis data tersebut maka hipotesis kerja -/a. yang berbunyi ada /ubungan Kedisiplinan dengan prestasi belajar S5* #egeri 11 Kecamatan 8ersono Kabupaten !atang tahun pelajaran $11% ; $111 dapat diterima. Sedangkan hipotesis nihil ditolak. B. #aran)#aran Dari serangkaian kegiatan penelitian dan analisis hasil penelitian, ada beberapa hal yang dapat peneliti sarankan dalam hubungannya dengan Kedisiplinan dan prestasi belajar , yaitu ( 1. /endaknya sekolah < sekolah menyediakan fasilitas, sarana prasarana yang memadai untuk kebutuhan sekolah , supaya pelaksanaan kedisiplinan sesuai dengan kebutuhan anak didik. $. Kedisiplinan di sekolah perlu ditingkatkan agar siswa memiliki prestasi

belajar yang tinggi. 9. ,pabila ada suatu permasalahan yang mengganggu belajar supaya segera menginformasikan kepada guru-guru pembimbing untuk mendapatkan bantuan menyelesaikan masalahnya. '. !agi orang tua, pendidik dan masyarakat hendaknya memberikan pendidikan dan keteladanan yang baik karena sangat penting dalam upaya

mengembangkan dan meningkatkan prestasi belajar siswa.

'%

DA" AR PU# A'A ,dolf /euken, Sj. 1%&$, 1ow To 2tudy, ?ondon !imo Ealgito, 1%%2, 3imbingan dan $enyuluhan di 2ekolah, Hogyakarta ( ,ndi ffset. Fliford 8. 5organ, 1%71, Intruduction To $sichology, #ew Hork ( +nc Froanbach.D. 1%2', Education $sichology, #ew Hork ( /orcoart !arce.

21

Dalyono. 5, 1%33, $sikologi $endidikan, Dakarta ( 6ineka Fipta. +mam !arnadib, 1%&3, 4ilsa"at $endidikan, Hogyakarta ( @+* +K+* Hogyakarta +schak, S.E, 1%&', $rogram &emidial dalam $3M, Hogyakarta ( ?iberty. 5asarudin Siregar, 1%&2, idaktik Metodik dan 5edudukannya dalam $3M, Hogyakarta ( Sumbangsih 5ohammad user "sman, 1%%9, 6paya 7ptimalisasi 5egiatan 3elajar Mengajar, !andung ( 6emaja 6oesda Karya. 5asri Singarimbun, 1%&%, Metode $enelitian 2ur!ey, Dakarta ?*9IS #ana Sudjana, 1%&%, 4aktor8"aktor yang Mempengaruhi 3elajar, !andung ( Sinar !aru #galim *urwanto, 5.*, 1%%1, $sikologi $endidikan, !andung ( Sinar !aru. Sardiman. ,.5, $111, Interaksi dan Moti!asi 3elajar Mengajar, Dakarta ( *8. 6emaja 6oesda Karya. Siti *artini, 1%&7, 2osiologi $endidikan, Hogyakarta ( Studing Subroto. !, 1%%3, $roses 3elajar Mengajar di 2ekolah, Dakarta ( *8. 6ineka Fipta. Suharsimi ,rikunto, 1%%1, Metodologi $enelitian, Dakarta ( 6ajawali. 8he ?iang 4ie, 1%&2, 9ara 3elajar yang E"ekti", Hogyakarta ( ,ndi ffset. Einarno Surachmad, 1%&$, 9ara 3elajar Terbaik di 6ni!ersitas, !andung ( 8arsito

Angket Penelitian
3ariabel Bebas 9 : ( 'edisi&linan Identitas ;<<<<<< PE UN0U' UMUM 1. $. !erilah tanda silang -. pada salah satu alternatif jawaban yang sesuai U ,lternatif jawaban (

21

SS ( Sangat setujug S ( Setuju KS ( Kadang Setuju 8S ( 8idak Setuju #o 1 $ 9 ' 2 7 3 & % 11 *ernyataan Saya bangun lebih pagi ketika hari tidak libur sekolah Saya berangkat sekolah tepat pada waktunya Saya menempatkan buku dan aklat sekolah pada tempatnya Saya memiliki jadwal sekolah yang dipasang didinding kamar tidur !uku pelajaran saya sudah sesuai dengan jumlah pelajran yang ada sekolah . Saya memiliki buku-buku pendukung pelajran di sekolah Saya memiliki kelompok belajar yang telah diatur oleh guru 5engerjakan soal-aoal di majalah bersama kelompok 5engerjakan soal <soal dibuku latihan khusus 5encatat pelajaran yang dibuku pelajaran ; modul tidak adadikerjakan ketika guru setelah menerangkan secara tuntas. Dawaban
SS S KS 8S

2$

29

2'

22

27

23

2&

2%

71

71

7$

79

7'

72

77

73

7&