Anda di halaman 1dari 17

LAPORAN TUGAS PERENCANAAN BANGUNAN GEDUNG

Perencanaan Balok Anak dan Balok Induk

Disusun oleh: EDY ROHMAD WIDADI ATIKA SITORESMI H1D010059 H1D010061

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN FAKULTAS SAINS DAN TEKNIK JURUSAN TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL PURWOKERTO 2013

ANALISA BALOK

A.

Pengantar Perencanaan struktur dapat didefinisikan sebagai campuran seni dan ilmu pengetahuan yang dikombinasikana dengan institusi seorang ahli struktur mengenai perilaku struktur dasar dasar pengetahuan dalam statika, dinamika, mekanika bahan dan analisa struktur, untuk menghasilkan struktur yang ekonimis dan selama masa layannya. Perhitungan yang melibatkan prinsip-prinsip ilmiah harus dijadikan dasar dalam pengambilan keputusan, namun tidak diikuti secara membabi buta. Pengalaman instuisi seorang ahli struktur digabungkan dengan hasil-hasil perhitungan ilmiah akan menjadikan suatu dasar proses pengambilan keputusanyang baik. Dalam perencanaan struktur bangunan gedung ini untuk perencanaan dengan material baja terutama pada perencanaan balok ini menggunakan konsep desain LRFD. Dimana konsep LRFD dianggap lebih rasional terhadap kondisi di lapangan. Konsep ini menggunakan konsep probabilitas yang mengantisipasi ketidakpastian dari material maupun beban. Untuk menunjang dalam suatu perencanaan balok, untuk mempermudah dalam menganalisa struktur terutama untuk menentukan gaya-gaya dalam yang bekerja pada suatu struktur akibat adanya pembebanan yang ada, maka dalam perencanaan ini menggunakan alat bantu berupa software analisa struktur yaitu SAP2000 untuk menentukan gya-gaya dalam maksimum yang terjadi pada suatu struktur balok dan program perencanaan elemen lentur dengan Microsoft Excel karya M Noor Ilham untuk merencanakan profil yang akan digunakan dalam struktur balok dengan batasan-batasan yang telah mengacu sesuai dengan peraturan SNI .

B.

Prosedur perencanaan balok induk dan balok anak untuk analalisis balok anak dan balok induk dipakai metode

perencanaan elemen lentur. Adapun langkah-langkah perencanaan elemen lentur sebagai berikut ini: 1. Menentukan besar / nilai momen ultimate (mu) yang didapat dari running pada Sap2000. Momen ultimate (mu) ditentukan oleh beban-beban yang dipikul oleh elemen lentur yang akan direncanakan. 2. Menentukan / memilih profil yang akan digunakan.. Profil yang akan dipakai pada perencanaan struktur harus memenuhi syarat sebagai berikut: a. Memenuhi syarat kekuatan (strengh) Min Sx b. Memenuhi syarat mampu layan (serviceability) Min Ix 3. Melakukan pengecekan terhadap penampang terpilih a. Cek kelangsingan penampang (SNI tabel 7.5-1) 1) Pelat sayap

2) Pelat Badan

Dimana fr adalah tegangan sisa, untuk penampang dirol fr=70 dan penampang dilas fr= 115 Kriteria penampang dilihat dari kelangsingan 1) Penampang kompak p 2) Penampang tak kompak p 3) Penampang langsing

b. Cek kriteria panjang bentang (SNI tabel 8.3-2) Lp = 1,76 ry Dimana ry= Ry merupakan jari-jari girasi terhadap sumbu lemah Lr = ry . ( dimana Fl= fy-fr X1= +2x ). l

X2= 4 x * Dmana Iw= kriteria

1) Bentang pendek p 2) Bentang menengah

p 3) Bentang panjang

c. Menentukan momen nominal (Mn) 1) Berdasarkan kelangsingan penampang a. Untuk penampang kompak Mn=Mp Dimana Mp=Fy.Zx Mp=1,5.fy.sx digunakan nilai Mp terkecil b. Untuk penampang tak kompak Mn=Mp-(Mp-Mr) Dimana Mr=sx(fy-fr) c. Untuk penampang langsing pelat sayap langsing Mn=Mr(
2

pelat badan langsing\mn= kg. Sx.fcr dimana kg= 1-* fcr=fc fc=
2

+*

2) berdasarkan kriteria panjang bentang a. untuk bentang pendek Mn=Mp b. Untuk bentang Menengah Mn=Mp+(Mp-Mr) Dimana

Cb=

Mmax : momen maksimum pada bentang yang ditinjau Ma : momen pada seperempat bentang yang ditinjau Mb : momen pada setengah bentang yang ditinjau Mc : momen pada tigaeperempat bentang yang ditinjau c. Untuk bentang panajang Mn= Mcr Dimana Mcr= cb x x [ d. Pengecekan kuat lentur 1) Koreksi Mu dengan menambahkan berat sendiri 2) Kontrol Kuat lentur Mn>Mu....Ok e. Pengecekan kuat geser 1) Jika maka digunakan ] * + p

Vn = 0,6 . fy.Aw

2) Jika maka digunakan

Vn = 0,6 . fy.Aw 3) Jika

maka digunakan

Vn = Vn>Vu....Ok f. Pengecekan kombinasi geser dan lentur

g. Pengecekan lendutan =

ijin=L/360 Jika <ijin...ok

C.

Perhitungan Balok Induk Lantai 2 Data material Jenis = Baja 37 Fy Fr = 240 Mpa = 70

Gaya-gaya dalam yang dipakai adalah gaya dalam yang diambil dari nilai terbesar yang timbul untuk mewakili perhitungan pendimensian profil baja yang akan digunakan sebagai balok induk. Gaya- gaya dalam ini dapat dilihat pada software Sap2000, seperti sebagian yang tertera dibawah ini:
Frame Text 1 2 3 133 154 P N 59574,72 4649,15 1286,28 58208,39 8211,7 V2 N 214471 861,83 23376,51 231380,6 66982,77 V3 N 1485,06 3053,57 75,86 8483,7 2071,67 T N-mm 1994231 170246,6 2367963 897723,8 324194,4 M2 N-mm 416940 7312615 108128,1 9623279 5998876 M3 N-mm 222859080,3 54118250,09 22817691,1 227583411,0 110280413,0

153 86 87 88 89 92 105 106

57668,14 36551,26 36078,4 21027,75 20548,22 7381,59 104317,5 13369,96

221893,5 97553,22 125552,6 96851,14 116656,8 85298,78 150555,3 66319,34

8354,64 5173,08 5230,58 2585,12 1462,94 1237,98 6276,19 71,36

1808277 22198185 27432375 25019760 25102595 164929,8 4506505 753986,8

9498881 12388626 13906418 7186040 3116435 2965234 14089867 100851,1

218299388,0 99635458,0 190440624,0 104072373,0 168620563,0 134498545,0 166831629,0 137662669,1

107 108 109 168 174 191 169 175 134 191

54643,58

149795

2393,95 11286363 54,53

6432759

171630025,0

10370,62 56275,67 1381,69

306732,4 108279,8 123845968,9 134792,9 73192,77 1014059 290801,5 363026,8 220578,1 1268718 290801,5 2446645 6049255 6684791 8355177 3903284 1641766 9550210 8355177 78349287,1 78848325,0 61553456,9 57794435,7 58923884,3 56155645,6 135898445,0 57794435,7

45455,13 1027,71

12645,54 104843,4 1738,31 12100,79 79429,6 2401,36

10215,03 102400,7 2887,11 13705,15 73647,68 1348,84 42428,85 70985,24 7881,33 137,24

96975,84 3412,17

10215,03 102400,7 2887,11

Dari frame 133 dapat dilihat mengalami gaya-gaya dalam maksimum untuk balok induk yaitu : Mu Vu L = 227583411 Nmm = 231380,6 N = 2,0 m

* Syarat: n Dmana n

n n n mm Dengan mengasumsikan Mn=Sx.fy

mm m m m Berdasarkan nilai Zx = 702,412 cm3 maka dapat dicari pada tabel profil baja yang mendekati nilai Zx diperoleh profil baja yang dapat dicoba untuk digunakan berdimensi: Wf 300x200x8x12 dengan data: Ix Iy Sx = 11300 cm 4 = 1600 cm 4 = 771 cm 3

Tinggi profil sayap = 294 mm Lebar sayap = 200 mm A = 72,38 cm 2

Cek kelangsingan penampang (SNI tabel 7.5-1) flens

p ok web

maka penampang dapat dikategorikan sebagai penampang kompak.

Check kriteria panjang bentang Lp = 1,76 ry Lr = ry . ( = Lp = 1,76 47,1 l = 2393 mm

).

Fl= fy-fr=240-70=170 Mpa E=200000 Mpa G=8000 Mpa J= X1= =2 x +2x = 3,18 x 1010 +2x ). = 9,66 x 10-6 = 6594,008 = + = 276480 mm3 = 16303,53

X2= 4 x * Dmana Iw= X2= 4 x * Lr = 47,1 . ( mm

Maka L Lp maka termasuk jenis bentang pendek

Menentukan momen nominal Untuk penampang kompak Mn= Mp= Zx . fy = 1156,5x103 x 240 = 277560 x 10 3 Nmm Mn= 0,9 Mn=249804000 Nmm Kesimpulan : Mn Mu ...ok

Cek terhadap kuat geser

= 36,75 k
( )

=5+

= 5,01

= =

= 88,52

maka digunakan

Vn = 0,6 . fy.Aw = 0,6 . 240. 294 . 8 = 338688 N Vu Vn = 231380,6 N Vu 231380,6 23,13 ton ....OK !

0,9. 338688 30,48 ton

Cek terhadap lendutan yang terjadi

= 2,65 mm

ijin=L/360=2000/360= 5,55 mm ijin ok terhadap lendutan

Cek terhadap kombinasi geser dan lentur

OK ! Kesimpulan : berdasarkan perhitungan diatas, maka profil baja Wf

300x200x8x12 dapat digunakan sebagai profil baja untuk balok induk lantai 2.

D.

Perhitungan Balok Anak Lantai 2 Data material Jenis = Baja 37 Fy Fr = 240 Mpa = 70

Gaya-gaya dalam yang dipakai adalah gaya dalam yang diambil dari nilai terbesar yang timbul untuk mewakili perhitungan pendimensian profil baja yang akan digunakan sebagai balok induk. Gaya- gaya dalam ini dapat dilihat pada software Sap2000, seperti sebagian yang tertera dibawah ini:

Frame Text 165 171 166 169 172 182 183 184

P N 1090,35 1122,18 1018,93

V2 N 63401,8 61184,25 62354,76

V3 N 1402,95 479,53 1243,65 1348,84 87,4 306,75 267,09 794,29

T N-mm 18171,28 59677,17 28468,61 363026,8 4892,03 116661,4 5316,16 183273,5

M2 N-mm 3875566 1313727 3601027 3903284

M3 N-mm 69760258 38351795,9 69820670 58923884,27

13705,15 73647,68 1559,69 1124,06 1571,07 2096,71 60332,32 61160,13 60400,45 52099,99

791653,8 35770230,92 1281274 38209496,79

767782,6 35843208,32 2158315 38365701,87

190 167 173

891,87 1188,61 1381,82

53580,33 63392,63 52115,62

754,36 1398,22 787,14

16587,28 90242,76 37168,41

3795723 3860004 2137042

39982190,23 69736727 38381500,34

Dari pengamatan beberapa frame balok induk maka frame 166 dapat dilihat mengalami gaya-gaya dalam maksimum untuk balok anak yaitu : Mu Vu L = 69820670 Nmm = 62354,76 N = 5,91 m

* Syarat:

Dmana

Dengan mengasumsikan Mn=Sx.fy

Berdasarkan nilai Zx = 702,412 cm3 maka dapat dicari pada tabel profil baja yang mendekati nilai Zx diperoleh profil baja yang dapat dicoba untuk digunakan berdimensi: Wf 250x125x5x8 dengan data:

Ix Iy Sx

= 3540 cm 4 = 255 cm 4 = 285 cm 3

Tinggi profil sayap = 248 mm Lebar sayap = 124mm A =32,68 cm 2

Cek kelangsingan penampang (SNI tabel 7.5-1) flens

p web (

maka penampang dapat dikategorikan sebagai penampang kompak.

Check kriteria panjang bentang Lp = 1,76 ry Lr = ry . ( ). = Lp = 1,76 .27,9 = 1417,51 mm

Fl= fy-fr=240-70=170 Mpa E=200000 Mpa G=8000 Mpa J= =2 x + = 52658,67 mm3

X1=

+2x

= 4087,951

X2= 4 x * Dmana Iw= X2= 4 x * Lr = 27,9 . (

= 3,672 x 1010 +2x ). = 0.026 = 3577,24 mm

Maka L Lr maka termasuk jenis bentang panjang

Menentukan momen nominal Untuk bentang panjang Mn= Mcr Mcr= cb x x [ Cb= Cb= = Cb= 0,9
Mcr= 0,9 x x [ ] * +

Mcr = 1,55x 1013 Mcr = 1,39x 1013 Kesimpulan : Mcr Mu ...ok Cek terhadap kuat geser

= 49,6
( )

=5+

= 5,004

= 88,46

maka digunakan

Vn = 0,6 . fy.Aw = 0,6 . 240. 248 . 5 = 178560 N Vu Vn = 62354,76 N Vu 62354,76

0,9. 178560 160704

62354,76 ....OK !

Cek terhadap lendutan yang terjadi

= 6,46 mm

ijin=L/360=5910/360= 16,41 mm <ijin ....ok


Cek terhadap kombinasi geser dan lentur

OK !

Kesimpulan : berdasarkan perhitungan diatas, maka profil baja

Wf

250x125x5x8 dapat digunakan sebagai profil baja untuk balok induk lantai 2.

Tabel balok anak atap


balok anak 155 156 161 162 907,1 1278,76 1048,46 1410,18 1305,37 1,69 1101,9 14,21 4,86 15,62 13,03 34,63 12803,86 1515,93 13032,37 2807,51 4717,42 25618970,2 61,51 24012576,9 45,51 24578438,6 2142,18 23030765