Anda di halaman 1dari 28

MAKALAH PSIKOLOGI PENDIDIKAN

KREATIVITAS

Disusun oleh :
1. Noviyanti Marliana Sofyan (1104392) 2. Muzakky Nawawi (1100397) 3. Trisna Setyaningsih (1104287) 4. Arini Rahmawati (1106358) 5. Giffani Yossam .P (1162155)

Kelas : 1 E

Dosen : Dra. Hj. Nunu Nuchiyah, M.Pd

( 1595)

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA KAMPUS SERANG 2011

KATA PENGANTAR
Dengan segala kerendahan hati, kami panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahcurahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga kami bisa menyelesaikan makalah psikologi pendidikan tentang Kreatifitas. Makalah ini dibuat dalam rangka memenuhi tugas psikologi pendidikan dan tentunya sebagai salah satu cermin pemahaman kami terhadap apa yang telah kami presentasikan, juga sebagai salah satu materi dan sumber ilmu tambahan buat pembaca agar lebih memahami pengertian, pandangan, dan proses kreatifitas pada anak terutama pada anak dalam usia sekolah dasar. Pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam proses penyelesaian makalah ini, kepada Orangtua, dosen mata kuliah Psikologi Pendidikan yakni Ibu Hj. Nunu Nuchiyah, M.Pd yang telah membimbing penulis, teman seperjuangan, maupun pada seseorang (E-HI UGM 2011) yang telah men-suport penulis. Penulis menyadari bahwasanya dalam penulisan makalah ini masih sangat jauh dari sempurna, oleh sebab itu penulis mengharapkan kritik maupun saran dari pembaca yang bersifat membangun.

Serang,

Oktober 2011

Penulis

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR i DAFTAR ISI .. ii BAB I PENDAHULUAN . 1
A. Latar Belakang . 1 B. Tujuan .. 1

BAB II PEMBAHASAN ... 2


A. Pengertian Kreatifitas .. 2 B. Ciri-ciri Kreatifitas .. 5 C. Faktor-Faktor Yang Menunjang Kreatifitas 6 D. Teknik-Teknik Kreatifitas ... 9 E. Berfikir Kreatif 10 F. Aplikasi penerapan sistem kreatifitas belajar di sekolah 12

BAB III PENUTUP .. 14


A. Kesimpulan . 14 B. Saran ... 14

Lampiran 1 .. 15 Lampiran 2 .. 19 DAFTAR PUSTAKA

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Kreatifitas adalah sebuah kata yang mudah diucapkan tetapi susah untuk diartikan, bahkan susah untuk dijalankan dalam kehidupan keseharian bagi yang belum terbiasa dan yang masih terbelenggu dengan pikiran bahwa kreativitas itu harus menghasilkan ciptaan yang luar biasa hebat. Banyak orang mengatakan bahwa kreativitas itu suatu cara berfikir untuk keluar dari masalah hidup keseharian yang melingkupi dan membelitnya. Kreatifitas itu sikap dan pola pikir yang dapat menciptakan sesuatu yang baru, baik baru menurut dirinya maupun baru menurut orang lain. Kreativitas itu berhubungan penciptaan sesuatu yang baru dan orisinal. Kreatifitas berhubungan dengan pola pikir yang dapat menghubungan suatu masalah atau fenomena dengan unsur-unsur yang lain sehingga menjadi sesuatu yang baru. Bahkan kreativitas dapat diartikan sebagai pola pikir yang dapat menciptakan sesuatu yang baru. Nah, itu adalah tinjauan kreatifitas bagi orang awam dan orang yang tidak mau memusingkan diri dengan definisi-definisi. Tetapi alangkah baiknya kita juga melihat pengertian kreativitas bagi orangorang ahli. Kreativitas menurut Julius Chandra dalam bukunya Kreatifitas, dia mengartikan kemampuan mental dan berbagai jenis keterampilan khas manusia yang dapat melahirkan pengungkapan yang unik, berbeda, orisinal, sama sekali baru, indah, efisien, tepat sasaran dan tepat guna.
B. Tujuan

Tujuan pembuatan makalah ini antara lain :


1. Memenuhi salah satu tugas mata kuliah psikologi pendidikan 2. Menambah pengetahuan tentang kreativitas 3. Memberi pengetahuan bagaimana cara menumbuhkan kreativitas pada anak usia

sekolah dasar.

BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Kreatifitas

Kreatifitas kaitannya erat dengan imajinasi, karena kreatifitas mengembangkan daya fikir, daya fantasi yang sifatnya intelektual. pengertian kreatifitas menurut KBBI berarti hasil dari kemampuan mencipta. dengan daya imajinasi seseorang dapat menciptakan buah fikir yang ada kaitannya dengan kebutuhan hidup manusia. untuk mengembangkan pribadi dan intelektual manusia perlu memiliki pengetahuan dan kreatifitas. Menurut TORRANCE (1962), kreatifitas dapat didefinisikan secara inklusif, yaitu meliputi semua usaha produktif yang unik dari individu. dengan kata lain kreatifitas dapat diartikan sebagai pola berfikir yang timbul secara spontan dan imajinatif, yang bercirikan hasil artistik, penemuan ilmiah, dan penciptaan mekanik. dalam proses kreatifitas ada dua pandangan yaitu:
1. Pandangan Asosiasi

Menyatakan bahwa kreatifitas menyangkut pembentukan asosiasi stimulus-respons. jadi pandangan ini menekankan pada asosiasi yang dipelajari sebelumnya yang dihidupkan kembali kemudian dirangkaikan.
2. Pandangan Kognitif

Menyatakan bahwa kreatifitas melibatkan penggabungan gagasan dan informasi dalam cara baru yang berbeda. jadi pandangan ini menekankan bahwa analisis kognitif kreatifitas tidak semata-mata pada asosiasi yang luar biasa tetapi pada gagasan baru yang bermakna. contohnya ketrampilan berpikir lancar, ketrampilan berfikir luwes atau fleksibel, ketrampilan berpikir orisional, ketrampilan merinci atau mengelaborasi serta ketrampilan menilai. Proses kreatif berlangsung mengikuti tahap-tahap tertentu. tidak mudah mengidentifikasi secara persis pada tahap manakah suatu proses kreatif itu sedang berlangsung dan dapat diamati adalah gejalanya berupa prilaku yang ditampilkan oleh individu.

Menurut Wallas (1991), menemukakan empat tahapan proses kreatif yaitu :


1. Persiapan (Preparation)

Pada tahap ini individu berusaha mengumpulkan informasi atau data untuk memecahkan masalah yang dihadapi. individu mencoba memikirkan berbagai alternative pemecahan masalah terhadap masalah yang dihadapi. Dengan bekal ilmu pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki, individu berusaha menjajaki berbagai kemungkinan jalan yang dapat ditempuh untuk memecahkan masalah. namun pada tahap ini belum ada arah yang tetap meskipun sudah mampu mengeksplorasi berbagai alternative pemecahan masalah. pada tahap ini masih amat diperlukan perkembangan kemampuan divergen.
2. Inkubasi (incubation)

Pada tahap ini, proses pemecahan masalah dierami dalam alam prasadar. individu seolah-olah melepaaskan diri untuk sementara waktu dari masalah yang dihadapinya, dalam pengertian tidak memikirkannya secara sadar melainkan mengendapannya dalam alam prasadar. proses inkubasi ini dapat berlangsung lama( berhari-hari atau bahkan bertahun) dan juga bisa sebentar (beberapa jam saja) kemudian timbul inspirasi atau gagasan untuk pemecahan masalah.
3. Iluminasi (illumination)

Tahap ini sering disebut sebagai tahap timbulnya insight. pada tahap ini sudah dapat timbul inspirasi atau gagasan-gagasan baru. ini timbul setelah diendapkan dalam waktu yang lama atau bisa juga sebentar pada tahap inkubasi.
4. Verifikasi (Verification)

Pada tahap ini, gagasan yang telah muncul dievaluasi secara kritis dan konvergen serta menghadapkannya kepada realitas. pada tahap ini pemikiran divergen harus diikuti oleh pemikiran selektif dan sengaja. penerimaan secara total harus diikuti oleh kritik. filsafat harus diikuti oleh pemikiran logis. keberanian harus diikuti oleh sikap hati-hati. imajinasi harus diikuti oleh pengujian terhadap realitas. jadi pada tahap preparation, incubation, dan

illumination adalah proses berfikir divergen yang menonjol maka dalam tahap verification yang lebih menonjol adalah proses berpikir konvergen. Kreatifitas juga dapat ditinjau dari 4 aspek, yaitu :
1. Kreativitas dari aspek pribadi, muncul dari keunikan pribadi

individu dalam interaksi dengan lingkungannya. setiap anak mempunyai bakat kreatif, namun masing-masing dalam bidang dan kadar yang berbeda-beda. kreativitas sebagai kemampuan berfikir meliputi kelancaran, kelenturan, orisinalitas, dan elaborasi.
a. Kelancaran disini berkaitan dengan kemampuan untuk membangkitkan sejumlah

besar ide-ide, dengan hal tersebut akan semakin besar kesempatan untuk menemukan ide-ide yang baik.
b. Orisinalitas adalah kemampuan untuk

menghasilkan ide-ide luar biasa,

memecahkan problem dengan cara yang luar biasa atau menggunakan hal-hal atau situasi yang luar biasa. individu yang kreatif membuahkan tanggapan yang luar biasa, membuat asosiasi jarak jauh dan membuahkan tanggapan yang cerdik serta mempunyai gagasan yang jarang dimiliki oranglain.
c. Elaborasi adalah kemampuan menyatakan pengarahan ide secara terperinci untuk

mewujudkan ide secara terperinci untuk mewujudkan ide jadi kenyataan.


2. Pendorong menunjuk pada perlunya dorongan dari dalam individu

(berupa minat, hasrat, dan motivasi) dan dari luar (keluarga, sekolah, masyarakat) agar bakat kreatif dapat diwujudkan. Sehubungan dengan hal ini pendidik diharapkan dapat member dukungan, perhatian, serta sarana prasarana yang diperlukan.
3. Kreatifitas sebagai proses ialah proses bersibuk diri secara kreatif.

Pada anak usia prasekolah hendaknya kreatifitas sebagai proses yang diutamakan, dan jangan terlalu cepat mengharapkan produk kreatif yang bermakna dan bermanfaat. jika pendidik terlalu cepat menuntut produk kreatif yang memenuhi mutu tertentu, hal ini akan mengurangi kesenangan dan keasyikan anak untuk berkreasi.
4. Kreatifitas sebagai produk merupakan suatu ciptaan baru yang

bermakna bagi individu dan atau bagi lingkungannya. Pada seorang anak, hasil karyanya sudah dapat disebut kreatif, jika baginya hal itu baru, ia belum pernah membuat itu sebelumnya dan ia tidak meniru atau mencontoh pekerjaan orang lain.

dan yang penting produk kreatifitas anak perlu dihargai agar ia merasa puas dan tetap bersemangat dalam berkreasi. Kegiatan kreatif ini bertujuan membentangkan alam pikiran dan perasaan anak, menjangkau masa lalu, dan masa depan, menantang maka menjajaki bidang-bidang baru, memikirkan hal-hal baru yang belum terpikir sebelumnya, mengantisipasi akibat-akibat dari hipotesis, menggunakan daya imajinasi dan firasatnya dalam memecahkan masalah
B. Ciri-ciri Kreatifitas

Menurut PARNES (1972) Ada 4 macam prilaku kreatif (Ciri kreatifitas), sebagai berikut:
1. Fluency (kelancaran), yaitu kemampuan mengemukakan ide yang serupa untuk

memecahkan suatu masalah.


2. Flexibility (keluwesan), yaitu kemampuan memberikan atau menemukan berbagai

macam ide untuk memecahkan suatu masalah diluar kategori biasa.


3. Originality (keaslian), yaitu kemampuan memberikan respon yang unik, bahan ide

secara terperinci untuk mewujudkan ide jadi kenyataan.


4. Sensitivity (kepekaan), yaitu kepekaan menangkap dan menghasilkan masalah

sebagai tanggapan suatu situasi Lebih lanjut, Munandar (1999) menjelaskan ciri-ciri pribadi kreatif meliputi ciri-ciri aptitude dan non-aptitude. Ciri-ciri aptitude yaitu ciri yang berhubungan dengan kognisi atau proses berfikir adalah :
1.

Ketrampilan berpikir lancar, yaitu kemampuan mencetuskan banyak

gagasan, jawaban , penyelesaian masalah atau pertanyaan.


2.

Ketrampilan berpikir luwes, yaitu kemampuan menghasilkan gagasan,

jawaban, atau pertanyaan yang bervariasi, serta dapat melihat suatu masalah dari sudut pandang yang berbeda.
3.

Ketrampilan berpikir orisinal, yaitu kemampuan melahirkan ungkapan

yang baru, unik, dan asli.


4.

Ketrampilan

memperinci

(mengelaborasi),

yaitu

kemampuan

mengembangkan, memperkaya, atau memperinci secara detail dari suatu gagasan sehingga menjadi lebih menarik.

5.

Ketrampilan menilai (mengevaluasi), yaitu kemampuan menentukan

penilaian sendiri dan menentukan apakah suatu pertanyaan, suatu rencana, atau suatu tindakan itu bijaksana atau tidak. Ciri-ciri non-aptitude yaitu ciri-ciri yang lebih berkaitan dengan sikap atau perasaan. Motivasi atau dorongan dari dalam untuk berbuat sesuatu:
1. 2. 3. 4. 5.

Rasa ingin tahu Bersifat imajinatif Merasa tertantang oleh kemajemukan Berani mengambil resiko Sifat menghargai Ciri kreatifitas juga digolongkan kedalam dua bagian yaitu anak yang

kreatifitasnya tinggi dan anak yang kreatifitasnya rendah. Anak yang kreatifitasnya tinggi cenderung lebih ambisius, mandiri, otonom, cenderung percaya diri, efisien dalam berfikir, tertarik pada hal-hal komplek dan perspektif, mampu mengambil resiko. Sedangkan anak yang rendah kreatifitasnya kurang memiliki kesadaran diri akan arti hidup sehat dan sejahtera, kurang bisa mengendalikan dirinya dan kurang efisien dalam berfikir.
C. Faktor-Faktor Yang Menunjang Kreatifitas

Faktor-faktor pendorong kreatifitas setiap orang memiliki potensi kreatif dalam derajat yang berbeda-beda. Potensi ini perlu dipupuk sejak dini agar dapat diwujudkan. Untuk itu perlu kekuatan-kekuatan pendorong, baik dari luar (lingkungan) maupun dari dalam individu sendiri. Perlu diciptakan kondisi lingkungan yang dapat memupuk daya kreatif individu, dalam hal ini mencakup baik lingkungan dalam arti sempit (keluarga, sekolah) maupun dalam arti kata luas (masyarakat, kebudayaan). Timbul dan tumbuhnya kreatifitas dan selanjutnya berkembangnya suatu kreasi yang diciptakan oleh seseorang individu tidak dapat luput dari pengaruh kebudayaan serta pengaruh masyarakat tempat individu itu hidup dan bekerja (Selo Soemardjan 1983). Tetapi ini tidak cukup , masyarakat dapat menyediakan berbagai kemudahan, sarana, dan prasarana untuk menumbuhkan daya cipta anggotanya, tetapi akhirnya semua kembali pada bagaimana individu itu sendiri, sejauh mana ia merasakan kebutuhan dan

dorongan untuk bersibuk diri secara kreatif, suatu pengikatan yang melibatkan diri dalam suatu pengikatan untuk melibatkan diri dalam suatu kegiatan interaktif, yang mungkin memerlukan waktu lama. Hal ini menyangkut motivasi internal. Faktor penunjang kreatifitas yaitu :
1.

Faktor Lingkungan Keluarga Lingkungan keluarga yang harmonis dan demokratis mendorong anak

untuk mengekspresikan diri tanpa tekanan dan hambatan.

2.

Faktor Lingkungan Sekolah Sekolah merupakan lingkungan kedua setelah keluarga. Suasana,

kondisi sekolah sangat menentukan kreatifitas berkembang.


3.

Faktor Lingkungan Masyarakat Lingkungan masyarakat bersifat heterogen dan kultur yang berbeda,

lingkungan yang tidak kondusif mengakibatkan anak tidak berkembang kreatifitasnya. Faktor lain penunjang kreatifitas adalah:
1. Jenis Kelamin

Jenis kelamin akan berpengaruh terhadap kreatifitas. Anak laki-laki cenderung lebih besar kreatifitasnya daripada anak perempuan, terutama setelah masa kanak-kanak. Hal ini disebabkan adanya perbedaan perlakuan antara anak laki-laki dan perempuan. Anak laki-laki dituntut untuk lebih mandiri, sehingga anak laki-laki biasanya lebih berani mengambil resiko disbanding anak perempuan.
2. Urutan kelahiran

Anak sulung, anak tengah dan anak bungsu akan berbeda tingkat kreatifitasnya. anak yang lahir ditengah, belakang, dan anak tunggal cenderung lebih kreatif daripada anak yang lahir pertama. Hal ini terjadi karena biasanya anak sulung lebih ditekan untuk lebih menyesuaikan diri oleh orangtua sehingga anak lebih penurut dan kreatifitasnya mati.
3. Intelegensi

Anak yang intelegensinya tinggi pada setiap tahapan perkembangan cenderung menunjukan tingkah kreatifitas yang tinggi dibandingkan anak yang intelegensinya rendah. Anak yang pandai lebih banyak mempunyai gagasan baru untuk menyelesaikan konflik social dan mampu merumuskan penyelesaian konflik tersebut.
4. Tingkat pendidikan orangtua

Anak yang orangtuanya berpendidikan tinggi cenderung lebih kreatif dibandingkan pendidikannya rendah. Hal ini disebabkan karena banyaknya prasarana serta tingginya dorongan dari orangtua sehingga memupuk anak-anak untuk menampilkan daya inisiatif dan kreatifitas dan kreatifitasnya. Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa kreatifitas tumbuh dan berkembang karena faktor internal dan faktor eksternal. Clark (1983) mengkategorikan faktor-faktor yang mempengaruhi kreatifitas ke dalam dua kelompok yaitu :
1. Faktor yang mendukung perkembangan kreatifitas adalah sebagai berikut : a. Situasi yang menghadirkan ketidaklengkapan serta keterbukaan b. Situasi yang memungkinkan dan mendorong timbulnya banyak pertanyaan c. Situasi yang dapat mendorong dalam rangka menghasilkan sesuatu. d. Situasi yang mendorong tanggungjawab dan kemandirian e. Situasi yang menekankan inisiatif diri untuk menggali, mengamati, bertanya,

merasa, mengklasifikasikan, mencatat, menerjemahkan, memperkirakan, menguji hasil perkiraan dan mengomunikasikan.
f.

kedwibahasaan yang memungkinkan untuk pengembangan potensi kreatifitas secara lebih luas karena akan memberikan pandangan dunia secara lebih bervariasi, lebih fleksibel dalam menghadapi masalah, dan mampu mengekspresikan dirinya dengan cara yang berbeda dari umumnya yang dapat muncul dari pengalaman yang dimilikinya.

g. Posisi kelahiran (berdasarkan tes kreatifitas, anak sulung laki-laki lebih kreatif

daripada anak laki-laki yang lahir kemudian)


h. Perhatian dari orangtua terhadap minat anaknya, stimulasi dari lingkungan, sekolah,

dan motivasi diri.

2.

Faktor Penghambat Berkembangnya Kreatifitas adalah sebagai

berikut:
a. Adanya kebutuhan akan keberhasilan, ketidakberanian dalam menanggung resiko,

dan upaya mengejar sesuatu yang belum diketahui


b. Konformitas terhadap teman-teman kelompoknya dan tekanan sosial c. Kurang berani dalam melakukan eksplorasi, menggunakan imajinasi, dan

penyelidikan
d. Stereotip peran seks e. Diferensiasi antara bekerja dan bermain. f.

Otoritarianisme

g. Tidak menghargai terhadap fantasi dan khayalan D. Teknik-Teknik Kreatifitas

Tugas perkembangan anak yang mendukung kreatifitas adalah bahwa anak harus mampu mengembangkan ketrampilan-ketrampilan baru, anak diharapkan jika berlatih dan mengembangkan ketrampilan baru sesuai dengan tuntutan hidup. Sebaliknya anak yang tidak mampu mengembangkan kreatifitas atau ketrampilan akan menunjukan sikap mudah putus asa, merasa tidak aman sehingga menarik diri dari kegiatan dan takut memperlihatkan usaha-usahanya. Seorang anak yang mampu memperhatikan kreatifitasnya akan mencapai masa produktif dan mempunyai peluang yang baik untuk

mengembangkan diri lebih jauh yang disertai keterlibatan yang terus-menerus dalam kegiatan kreatif disegala bidang. Dari pendapat diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa kreatifitas mempunyai peran penting dalam menentukan perkembangan manusia. Karena anak yang dapat menyalurkan kreatifitasnya akan mempunyai makna pada tahap perkembangannya. Tehnik-tehnik menumbuhkan kreatifitas yaitu:
a. b. c. d. e.

Saran dan pendapat Pertanyaan yang mengubah ide Daftar sifat yang dimiliki Pertanyaan terbuka dan demokrasi Memberi kesempatan untuk mengemukakan pendapat

Menurut klausmeir langkah-langkah yang diperlukan dalam pembentukan ketrampilan memecahkan masalah berlaku pula untuk pembentukan kreatifitas. Sekolah dapat menolong siswa mengembangkan ketrampilan memecahkan masalah dan sekaligus mengembangkan kreatifitas. Dari hasil-hasil penelitian tentang kreatifitas dapat dikemukakan asas-asas pengembangan kreatifitas (klausmeier & ripple, 1971), sebagai berikut :
1. 2.

Berekspresi Mendorong ekspresi kreatif. Untuk mendorong penemuan-penemuan atau

tingkah laku kreatif, Torrance (1965), mengemukakan saran tentang apa yang dapat dilakukan guru terhadap siswanya sebagai berikut :

Hargailah pertanyaan-pertanyaanya, termasuk yang kelihatan aneh atau luar biasa Peka terhadap persoalan Hargailah gagasan yang imajinatif dan kreatif Tunjukan pada siswa bahwa gagasan itu bernilai Kadang berikanlah kesempatan pada siswa untuk melakukan sesuatu tanpa ancaman akan dinilai

Masukan faktor hubungan sebab akibat didalam penilaian.


3.

Sifat sensitive dan peka terhadap persoalan, percaya pada diri sendiri dan

fleksibel
4.

Melalui cara mengembangkan kreatifitas

E. Berfikir Kreatif

Berfikir kreatif dapat juga dipandang sebagai suatu proses yang digunakan ketika seorang individu mendatangkan atau memunculkan suatu gagasan baru. Gagasan baru tersebut merupakan gabungan gagasan sebelumnya yang belum pernah diwujudkan . Pengertian ini lebih memfokuskan pada proses individu untuk memunculkan gagasan baru yang merupakan gabungan gagasan-gagasan sebelumnya yang belum diwujudkan atau masih dalam pemikiran. Pengertian berfikir ini ditandai adanya gagasan baru yang dimunculkan sebagai hasil dari proses berfikir tersebut.

Kreatifitas adalah kemampuan untuk membuat perbedaan. Sedangkan kreatif adalah orang melihat yang sama tapi berfikir dengan cara yang berbeda. Orang kreatif mampu stand out of the crowd tampil diantara kerumunan orang. Perbedaan kreatifitas membuat peluang baru dan terbuka. Berfikir kreatif berarti melibatkan diri dalam proses mental yang dipergunakan dalam bentuk berfikir yang meliputi bidang tanggapan, asosiasi, dan penggunaan kembali. Tugas utama sebagai siswa kreatif dalam berfikir adalah :

Sanggup meneriman segala uraian guru dan tugas yang harus dipecahkan Menyingkat pengalaman belajar Memberi analisis tentang pemecahan masalah Memberi kritik yang sehat tentang pemecahan masalah Dapat menggunakan ilmu yang dimiliki dalam perbuatan dan tindakan Ciri-ciri berfikir kreatif antara lain :

Hasil yang dicapai bersifat orisinil Menggunakan prosedur dengan cara-cara baru dan tidak dapat diperkirakan sebelumnya. Jadi cara berfikir kreatif dalam mengerti bentuk-bentuk perbuatan tingkah laku dan kegiatan-kegiatan mental yang lain yang melibatkan yang melibatkan diri dalam proses identifikasi. Tipe-tipe manusia dan cara berfikir menurut SPRANGER :
1.

Berfikir teoritis

Ciri-ciri dari orang kepribadian teori adalah seorang pemikir, suka membaca
2.

Berfikir ekonomis

Kalau kita ingin melihat kepribadian orang yang bertipe ekonomi kita bisa melihat orang ras china yang hidup di negara kita
3.

Berfikir estetis

Untuk melihat orang memiliki kepribadian seni bagi kita tidak sulit. Kita bisa melihat musisi, penyanyi, pelukis, dan lain sebagainya, atau kita bisa melihat orang yang dalam kesehariannya menghabiskan waktunya untuk keindahan. Karena pada intinya

orang yang memiliki kepribadian sini adalah orang yang jiwanya dipengaruhi oleh nilai-nilai keindahan.
4.

Berfikir sosial

Orang yang supel atau mudah bergaul, inilah orang yang memiliki kepribadian sosial. Karena orang berkepribadian sosial biasanya mudah dan suka bergaul, suka bergaul dan suka bergaul, suka menolong, suka menolong dan rela berkorban untuk oranglain.
5. 6.

Berfikir politik Berfikir religious

Inilah kepribadian yang dimiliki para ulama, pastur, pendeta, dan pemuka agama lainnya. Bagi orang yang memiliki kepribadian agama yang terpenting bagi mereka adalah menghambakan diri dan menghabiskan hidupnya demi Tuhan YME. C. G Jung, seorang ahli penyakit jiwa dari swiss, membuat pembagian tipe manusia dengan cara lain lagi. Ia menyatakan bahwa perhatian manusia tertuju pada dua arah, yakni keluar dirinya yang disebut extrovert dan kedalam dirinya disebut introvert. Jadi, menurut Jung, tipe manusia dibagi menjadi 2 golongan besar yaitu:
1.

Tipe extrovert, yaitu orang-orang yang perhatiannya lebih diarahkan keluar kepada orang-orang lain dan kepada masyarakat.

dirinya,
2.

Tipe introvert, orang-orang yang perhatiannya lebih mengarah pada dirinya. Orang yang tergolong tipe extrovert mempunyai sifat : berhati terbuka, lancar dalam pergaulan, ramah penggembira, kontak dengan lingkungan besar sekali. Mereka mudah memengaruhi , dan dipengaruhi oleh lingkungannya. Adapun orang-orang yang tergolong introvert memiliki sifat :kurang pandai bergaul, pendiam, sukar diselami batinnya, suka menyendiri dan suka takut pada oranglain.

EKSTROVER
1. lancar berbicara 2. bebas dari rasa takut 3. tak mudah bingung 4. konservatif 5. tertarik pada olahraga

INTROVER 1. Lebih suka dalam bentuk tulisan daripada bicara 2. Cenderung penakut 3. mudah bingung 4. berfikir radikal 5. suka majalah

6. berpegang pada yang obyektif 7. senang bergaul 8. suka kerjasama dg oranglain 9. memperhatikan

6. lebih berperasaan subjektif 7. enggan bergaul 8. senang bekerja sendiri 9. Kurang memperhatikan kesakitan dan memilih oranglain

kesakitan dan memilih oranglain. 10.bersifat fleksibel dan mudah menyesuaikan diri

10. kurang fleksibel

F. Aplikasi penerapan sistem kreatifitas belajar di sekolah

Faktor penting dalam meningkatkan kreatifitas disekolah adalah guru. Banyak sekali hal yang dapat dilakukan guru disekolah untuk merangsang dan meningkatkan daya fikir siswa, sikap dan prilaku kreatif siswa, melalui kegiatan didalam atau diluar kelas. Potensi kreatif siswa di sekolah dapat ditingkatkan dengan cara mengusahakan iklim di kelas yang dapat mengunggah kreatifitas siswa. Selanjutnya guru harus menghargai keunikan pribadi dan potensi setiap siswa dan tidak perlu selalu menuntut dilakukannya pada hal-hal yang sama. Pada waktu tertentu siswa diberi kebebasan untuk melakukan sesuatu yang disenangi oleh siswa. Dalam kegiatan belajar, proses berfikir kreatif dan pemecahan masalah secara kreatif dirangsang dengan mengajukan pertanyaan, untuk menemukan masalah sendiri, untuk menggunakan imajinasinya dalam mengemukakan macammacam gagasan atau kemungkinan jawaban terhadap suatu persoalan. Dalam hal ini guru lebih banyak memberi umpan balik dan meminta siswa untuk menilai sendiri produk-produk kreatifitasnya. Dalam melaksanakan pengajaran kreatif, guru harus kreatif dan memiliki semangat petualang ( Torrance, 1967). Hal ini berarti bahwa cara guru mengajar seharusnya bervariasi, dengan untuk mencoba sesuatu yang baru, tidak kaku dalam melaksanakan kurikulum atau aturan-aturan yang ada serta bersikap hangat kepada siswa. Guru dalam mengajar hendaknya menciptakan lingkungan yang merangsang belajar kreatif, terampil mengajukan dan mengundang pertanyaan, dan dapat memadukan perkembangan kognitif dan afektif.

Munandar (1987) Memberikan saran agar guru dapat mengajar secara kreatif. Sara- saran tersebut adalah sebagai berikut :
a. Guru menghargai kreatifitas siswa b. Guru bersikap terbuka terhadap gagasan c. Guru mengakui dan menghargai adanya perbedaan individual d. Guru bersikap menerima dan menunjang anak e. Guru menyediakan pengalaman mengajar yang berdiferensiasi f.

Guru cukup memberikan struktur dalam mengajar sehingga anak tidak merasa ragu

g. Setiap anak ikut mengambil bagian dalam merencanakan pekerjaan kelompok h. Guru tidak bersikap sebagai tokoh yang maha mengetahui tetapi menyadari

keterbatasan sendiri

BAB III PENUTUP


A. Kesimpulan

Setelah membaca materi kreatifitas diatas dapat disimpulkan bahwa sebenarnya setiap manusia memiliki potensi kreatifitas untuk mengembangkan setiap bakat yang dimiliki, dan faktor yang mempengaruhi yaitu keluarga, sekolah, dan masyarakat. Tugas kita sebagai seorang guru (calon pendidik) adalah membantu siswa dan mengarahkannya untuk lebih kreatif melalui metode pembelajaran yang efektif dan disenangi oleh siswa sehingga siswa mampu berkembang dalam berfikir maupun dalam mengesplor bakat dan minat yang dimiliki.
B. Saran

Metode belajar efektif dan menyenangkan seperti school to nature dapat membantu siswa dalam mengembangkan kreatifitasnya, oleh sebab itu guru diharapkan setiap harinya mampu membuat ide-ide yang berbeda untuk melakukan pengajaran pada anak didiknya

Lampiran 1

SOAL DAN KUNCI JAWABAN


1. Keahlian yang memunculkan bahan baru yang mempunyai nilai atau manfaat

disebut :
a. b. Aktifitas c. Produktifitas d. Kreatifitas e. Efektifitas f.

Flagiat

2. Proses kreatifitas yang memandang bahwa kreatifitas melibatkan penggabungan

gagasan dan informasi dalam cara baru yang berbeda disebut :


a. b. Pandangan kognitif c. Pandangan afektif d. Pandangan psikomotorik e. Pandangan inovasi f.

Pandangan asosiasi

3. Salah satu tahapan proses kreatif menurut Wallas (1991) adalah Iluminasi

(illumination), ciri tahap Iluminasi adalah :


a. Individu seolah-olah melepaskan diri untuk sementara waktu dari masalah

yang dihadapinya
b. Individu berusaha menjajaki berbagai kemungkinan jalan yang dapat

ditempuh untuk memecahkan masalah


c. Individu mengevaluasi gagasan yang telah muncul secara kritis dan konvergen

serta menghadapkannya kepada realitas


d. Individu berusaha mengumpulkan informasi atau data untuk memecahkan

masalah yang dihadapi

e. Individu sudah mendapat inspirasi atau gagasan-gagasan baru setelah

diendapkan pada tahap inkubasi


4. Berikut cara yang dilakukan pendidik untuk menumbuhkan kreatifitas pada anak

usia prasekolah, kecuali :


a. Membiarkan anak bersibuk diri secara kreatif b. Mengutamakan kreatifitas sebagai proses c. Terlalu cepat mengharapkan produk kreatif yang bermakna dan bermanfaat d. Membentangkan alam pikiran dan perasaan anak e. Menghargai produk kreatifitas anak 5. Kepekaan menangkap dan menghasilkan masalah sebagai tanggapan suatu situasi

disebut :
a. b. Fluency c. Sensitivity d. Originality e. Flexibility f.

Responsibility

6. Di bawah ini yang merupakan ciri non-aptitude (berkaitan dengan sikap atau

perasaan) pribadi kreatif menurut Munandar (1999) adalah :


a. Berpikir lancar

b. Berpikir orisinil c. Ketrampilan menilai d. Bersifat imajinatif e. Ketrampilan memperinci 7. Salah satu faktor yang mendukung perkembangan kreatifitas menurut Clark

(1983) adalah :
a. Diferensiasi antara bekerja dan bermain. b. Otoritarianisme c. Posisi kelahiran

d. Konformitas terhadap teman-teman kelompoknya e. Tidak menghargai terhadap fantasi dan khayalan 8. Yang bukan merupakan teknik-teknik menumbuhkan kreatifitas yaitu : a. Saran dan pendapat b. Pertanyaan yang mengubah ide c. Daftar sifat yang dimiliki d. Menutup kesempatan untuk mengemukakan pendapat e. Pertanyaan terbuka dan demokrasi 9. Untuk mendorong penemuan-penemuan atau tingkah laku kreatif, Torrance

(1965), mengemukakan saran tentang apa yang dapat dilakukan guru terhadap siswanya sebagai berikut, kecuali :
a. Peka terhadap persoalan b. Tidak menghargai pertanyaan-pertanyaan yang kelihatan aneh dan luar biasa c. Hargailah setiap gagasan dan tunjukan pada siswa bahwa gagasan itu bernilai d. Kadang berikanlah kesempatan pada siswa untuk melakukan sesuatu tanpa

ancaman akan dinilai


e. Masukan faktor hubungan sebab akibat didalam penilaian. 10. Berikut merupakan pernyataan yang salah tentang kreatif adalah : a. Berfikir kreatif adalah proses yang digunakan ketika seorang individu

mencontoh gagasan orang lain untuk dijadikan suatu gagasan baru


b. Berfikir

kreatif berarti melibatkan diri dalam proses mental yang

dipergunakan dalam bentuk berfikir yang meliputi bidang tanggapan, asosiasi, dan penggunaan kembali.
c. Kreatifitas adalah kemampuan untuk membuat perbedaan d. kreatif adalah orang melihat yang sama tapi berfikir dengan cara yang berbeda e. Orang kreatif mampu stand out of the crowd tampil diantara kerumunan orang 11. Musisi, penyanyi, dan pelukis adalah contoh orang-orang dengan tipe berpikir : a. b. Ekonomis c. Sosial d. Religius

e. Teoritis f. 12. 13. Orang-orang yang perhatiannya lebih diarahkan keluar dirinya, kepada orang-

Estetis

orang lain dan kepada masyarakat disebut :


a. b. Introvert c. Ekstrovert d. Internal e. Eksternal f. 14. 15. Ciri-ciri orang yang mempunyai sifat introvert antara lain : a. b. Konservatif c. Fleksibel d. Lancar berbicara e. Lebih berperasaan subjektif f. 16. 17. Dibawah ini usaha guru di sekolah untuk merangsang dan meningkatkan daya

Antrovert

Berpegang pada yang obyektif

fikir siswa, sikap dan prilaku kreatif siswa, kecuali :


a. Terlalu cepat menyalahkan gagasan, pertanyaan atau jawaban siswa yang aneh

dan tidak masuk akal.


b. Menghargai keunikan pribadi dan potensi setiap siswa c. Memberi kebebasan kepada siswa untuk melakukan sesuatu yang disenangi

nya pada waktu-waktu tertentu


d. Mengajukan pertanyaan dan umpan balik kepada siswa untuk menemukan

masalah sendiri
e. Mengajar bervariasi, tidak kaku dalam melaksanakan kurikulum atau aturan-

aturan yang ada serta bersikap hangat kepada siswa.

18. Sikap yang harus dihindari guru ketika mendidik siswa antara lain : a. Guru mengakui dan menghargai adanya perbedaan individual b. Guru bersikap menerima dan menunjang anak c. Guru menyediakan pengalaman mengajar yang berdiferensiasi d. Guru bersikap terbuka terhadap gagasan e. Guru bersikap sebagai tokoh yang maha mengetahui

Kunci Jawaban
1. 2. C 3. A 4. E 5. C 6. B 7. D 8. C 9. D 10. B 11. A 12. E 13. B 14. D 15. A 16. E

Lampiran 2

LAPORAN DISKUSI KELOMPOK


Pertanyaan Sesi 1 : Eriyani : Apa ada faktor yang menyebabkan timbulnya sifat ekstrover dan introver dan kapan sifat itu timbul ? Fuad Thahir : Apakah seseorang selalu mempunyai kreativitas, dan bagaimana cara mengembangkan kreativitas tersebut ? Endang Erwan : Pengertian kreatifitas menurut anda?

Pertanyaan sesi 2 : Liana Nuryanto : Samakah kreatifitas dengan bakat ? bagaimana cara kita mengembangkan bakat kita jika orang tua tidak setuju ? Reni : Seseorang punya kreatifitras tetapi dia malu mengembangkan, bagaimana menurut anda cara agar dia mau mengembangkan kreatifitas tersebut ? Milta Kemala : Bagaimana kreatifitas pada anak SD? cara mengembangkan

Jawaban Pertanyaan Sesi 1 : Faktor yang menyebabkan timbulnya sifat ekstrover dan introvert : a. Hubungan yang individu lakukan dengan lingkungan sosialnya b. Karakteristik kepribadian individu tersebut c. Kondisi individu yang bersangkutan d. Kondisi lingkungan masyarakat Sifat ekstrover dan introver timjbul sesuai keinginan individu tersebut karena kedua sifat tersebut merupakan suatu kepribadian individu masing-masing dan timbulnya sifat tersebut karena kenyamanan suatu individu dalam bersifat.
1.

Manusia sejak lahir memiliki kreativitasnya sendiri-sendiri tergantung bagaimana cara dia mengembangkan kreativitasnya. Cara mengembangkan kreativitas tersebut antara lain : a. Mencari tahu kemampuan yang dimiliki b. Selalu melatih kemampuan yang dimiliki c. Belajar d. Mau menerima kritik dan saran e. Berani mencoba apa yang kita pikirkan 3. Kreativitas adalah suatu kemampuan seseorang untuk menciptakan sesuatu yang baru dan menarik melalui daya pikir yang imaginative yang kadang timbul secara spontan. Jawaban pertanyaan sesi 2 :
2.

Tidak, kreativitas merupakan suatu kemampuan yabnbg dimiliki untuk menggali bakat yang dimiliki. Dan kreativitaas merupakan salah satu faktor penunjang bakiat selain intelegensi dan motifasi 2. Dengan memotivasinya dan mengajaknya mencoba. Bias juga dengan meminta bantuan guru atau orang tua agar dia terdorong untuk dapat mengembangkan kreativitasnya tersebut. 3. Cara mengembangkan kreatifitas pada anak SD, antara lain: a. Dengan memberikan pembelajaran mb. elalui permainan b. Guru memberikan suatu permasalahan sederhana yang sering dialami anak dan bagaimana anak itu menyelesaikannya c. Melalui pembelajaran non akademik seperti menyanyi, menari, menggambar, olahraga dan lainnya.
1.

DAFTAR PUSTAKA

Eson, M.E (1972) Psychological Foundation, N.Y : Holt, Rinehart and Winston,

Inc . Part 2 and 3.


http://google.com/psikologikreatif?https.html.com http://kreatifitaspadaanaksekolahdasar.googlesearching.com http://cirikreatifitas.google??!!.com http://searchdefinisikreatif//google.com

PERTANYAAN Pertanyaan Sesi 1 : Eriyani : Apa ada faktor yang menyebabkan timbulnya sifat ekstrover dan introver dan kapan sifat itu timbul ? Fuad Thahir : Apakah seseorang selalu mempunyai kreativitas, dan bagaimana cara mengembangkan kreativitas tersebut ? Endang Erwan : Pengertian kreatifitas menurut anda?

Pertanyaan sesi 2 : Liana Nuryanto : Samakah kreatifitas dengan bakat ? bagaimana cara kita mengembangkan bakat kita jika orang tua tidak setuju ? Reni : Seseorang punya kreatifitras tetapi dia malu mengembangkan, bagaimana menurut anda cara agar dia mau mengembangkan kreatifitas tersebut ? Milta Kemala : Bagaimana kreatifitas pada anak SD? cara mengembangkan

Jawaban Pertanyaan Sesi 1 : Faktor yang menyebabkan timbulnya sifat ekstrover dan introvert : a. Hubungan yang individu lakukan dengan lingkungan sosialnya b. Karakteristik kepribadian individu tersebut c. Kondisi individu yang bersangkutan d. Kondisi lingkungan masyarakat Sifat ekstrover dan introver timjbul sesuai keinginan individu tersebut karena kedua sifat tersebut merupakan suatu kepribadian individu masing-masing dan timbulnya sifat tersebut karena kenyamanan suatu individu dalam bersifat.
1.

Manusia sejak lahir memiliki kreativitasnya sendiri-sendiri tergantung bagaimana cara dia mengembangkan kreativitasnya. Cara mengembangkan kreativitas tersebut antara lain : a. Mencari tahu kemampuan yang dimiliki b. Selalu melatih kemampuan yang dimiliki c. Belajar d. Mau menerima kritik dan saran e. Berani mencoba apa yang kita pikirkan 3. Kreativitas adalah suatu kemampuan seseorang untuk menciptakan sesuatu yang baru dan menarik melalui daya pikir yang imaginative yang kadang timbul secara spontan. Jawaban pertanyaan sesi 2 :
2.

Tidak, kreativitas merupakan suatu kemampuan yabnbg dimiliki untuk menggali bakat yang dimiliki. Dan kreativitaas merupakan salah satu faktor penunjang bakiat selain intelegensi dan motifasi 2. Dengan memotivasinya dan mengajaknya mencoba. Bias juga dengan meminta bantuan guru atau orang tua agar dia terdorong untuk dapat mengembangkan kreativitasnya tersebut. 3. Cara mengembangkan kreatifitas pada anak SD, antara lain: a. Dengan memberikan pembelajaran mb. elalui permainan b. Guru memberikan suatu permasalahan sederhana yang sering dialami anak dan bagaimana anak itu menyelesaikannya c. Melalui pembelajaran non akademik seperti menyanyi, menari, menggambar, olahraga dan lainnya.
1.