Anda di halaman 1dari 94

Silabus

Sekolah Kelas/Semester

: .... : X/1 : Fisika

Standar Kompetensi

: 1. Menerapkan konsep besaran fisika dan pengukurannya.

Kompetensi Dasar Teknik Contoh Instrumen Sebuah pelat diukur menggunakan alat ukur panjangnya 4,55 cm, lebar 2,35 cm, tebal 0,50 cm. Volume pelat tersebut menurut aturan penulisan angka penting adalah . . . cm2. a. 5,3462 d. 5,35 b. 5,3463 e. 5,3 c. 5,346 Pilihan ganda Dari hasil pengukuran di bawah ini yang memiliki tiga angka penting adalah .... a. 2,80001 d. 0,004 b. 0,0555 e. 250,0 c. 0,0004 Tes tertulis Tes tertulis Uraian Sebuah karpet dipasang dalam ruangan yang memiliki panjang 12,71 m dan lebar 3,46 m. Hitunglah luas ruangan! Mampu menuliskan hasil perhitungan dalam angka penting. Mampu membandingkan besaran pokok dan besaran turunan. Tes tertulis Uraian Apakah perbedaan antara besaran pokok dan besaran turunan? Tes tertulis Pilihan ganda Bentuk Instrumen
Ekonomi kreatif () K o m u n i katif

Materi Pokok/ Pembelajaran 1. Menentukan hasil pengukuran menggunakan aturan angka penting. Mampu membaca nilai yang ditunjukkan alat ukur, dan menuliskan hasil pengukuran sesuai aturan penulisan angka penting.

Nilai dan Materi yang Diintegrasikan Kegiatan Pembelajaran Indikator Pencapaian Kompetensi

Penilaian

Alokasi Alat dan Sumber Belajar Waktu 4 45 menit

1.1 Mengukur besaran fisika (massa, panjang, dan waktu)

Besaran dan Satuan

2. Menerapkan aturanaturan angka penting. Mampu mendefinisikan angka penting dan menerapkannya.

1. Buku PG Fisika Kelas X, Intan Pariwara, halaman 120 2. Buku PR Fisika Kelas X, Intan Pariwara, halaman 112 3. Buku BSE Kompetensi Fisika Kelas X, Siswanto dan Sukaryadi, halaman 316 4. Seperangkat alat praktikum mengukur panjang, diameter dan tebal benda

3. Menuliskan perkalian dalam angka penting. ()

Fisika Kelas X

4. Menjelaskan perbedaan besaran pokok dan besaran turunan.

Kompetensi Dasar Teknik Contoh Instrumen Bentuk Instrumen Pilihan ganda Dalam sistem SI satuan kalor adalah . . . . a. joule d. kelvin b. kalori e. derajat c. watt celcius Lakukan beberapa pengukuran berikut. 1) Ukurlah panjang buku menggunakan mistar. 2) Ukurlah diameter tutup botol menggunakan jangka sorong. 3) Ukurlah tebal kertas menggunakan mikrometer sekrup. Besaran yang mempunyai dimensi [M][L][T]1 adalah . . . . a. daya b. gaya c. usaha d. tekanan e. momentum Uraian Diketahui suatu persamaan F = 2 dengan r F adalah gaya Coulomb, K suatu konstanta, q adalah muatan, dan r adalah jarak dua muatan. Tentukan dimensi dari k! Mampu menjumlahkan dua vektor atau lebih. Tes tertulis Uraian Vektor K yang panjangnya 5 satuan membentuk sudut 60 terhadap vektor L yang panjangnya 3 satuan. Gambar dan hitung panjang Y dan Z, jika: a. Y = K + L b. Z = K L 4 45 menit 1. Buku PG Fisika Kelas X, Intan Pariwara, halaman 2040 2. Buku PR Fisika Kelas X, Intan Pariwara, halaman 1224
kq1q 2

Materi Pokok/ Pembelajaran Alokasi Alat dan Sumber Belajar Waktu

Nilai dan Materi yang Diintegrasikan Kegiatan Pembelajaran Indikator Pencapaian Kompetensi 5. Memberikan satuan besaran turunan. Mampu menerapkan satuan besaran fisika dalam SI. Tes tertulis

Penilaian

2
6. Mengajak siswa melakukan percobaan untuk mengukur panjang benda. Mampu menyiapkan instrumen secara tepat serta melakukan pengukuran dengan benar. Tes unjuk kerja Uji petik kerja prosedur 7. Memberikan satuan dan dimensi besaran fisika. Mampu menentukan dimensi suatu besaran. Tes tertulis Pilihan ganda 8. Menjelaskan analisis dimensional besaran fisika. Mampu menerapkan analisis dimensional dalam pemecahan masalah. Tes tertulis Pendidikan karakter (*) K e r j a keras 9. Memberikan petunjuk penjumlahan vektor dengan cara poligon dan jajargenjang. (*)

Silabus

1.2 M e l a k u k a n penjumlahan vektor

Besaran dan Satuan

Kompetensi Dasar Teknik Contoh Instrumen Dua vektor P dan Q besarnya 40 dan 20 satuan. Jika sudut antara kedua vektor tersebut sebesar 60, maka besar dari P Q adalah . . . satuan. a. 20 d. 40 3 b. 20 3 e. 60 c. 30 Diketahui vektor F 1 panjang 50 satuan membentuk sudut 135 terhadap sumbu x. Besar komponen pada sumbu x dan y berturut-turut yaitu .... a. 25 2 satuan dan 25 2 satuan b. 25 satuan dan 25 2 satuan c. 25 2 satuan dan 25 2 satuan d. 50 2 satuan dan 25 2 satuan e. 25 2 satuan dan 25 2 satuan Tes tertulis Pilihan ganda Bentuk Instrumen Alokasi Alat dan Sumber Belajar Waktu 3. Buku BSE Kompetensi Fisika Kelas X, Siswanto dan Sukaryadi, halaman 16 28 4. Seperangkat alat praktikum mengukur panjang benda 10. Menentukan nilai dan arah resultan vektor. Mampu menjumlahkan atau mengurangkan dua vektor yang segaris atau membentuk sudut secara grafis.

Materi Pokok/ Pembelajaran

Nilai dan Materi yang Diintegrasikan Kegiatan Pembelajaran Indikator Pencapaian Kompetensi

Penilaian

11. Menentukan komponen-komponen sebuah vektor.

Mampu menguraikan sebuah vektor dalam bidang datar menjadi dua vektor komponen yang saling tegak lurus.

Tes tertulis

Pilihan ganda

Fisika Kelas X

4
Nilai dan Materi yang Diintegrasikan Kegiatan Pembelajaran Indikator Pencapaian Kompetensi Teknik Contoh Instrumen Rika berjalan ke barat sejauh 90 m, kemudian ke selatan 120 m selama 10 menit. Tentukan: a. jarak dan perpindahannya; b. kelajuan rata-rata dan kecepatan ratarata. Seorang pemain sepak bola berlari di lapangan. Mula-mula ia berlari 40 m ke timur dengan waktu tempuh 8 s. Kemudian ia berbelok ke arah utara dan berlari sejauh 30 m dalam waktu 20 s. Kecepatan rata-rata pemain sepak bola tersebut selama ia berlari secara berturut-turut adalah . . . . a. 2 m/s dan 3,5 m/s b. 2,5 m/s dan 3,5 m/s c. 3,5 m/s dan 4,5 m/s d. 4,5 m/s dan 2,5 m/s e. 6 m/s dan 2,5 m/s Mampu membedakan kecepatan rata-rata dan kecepatan sesaat. Tes tertulis Pilihan ganda Tes tertulis Uraian Bentuk Instrumen Pendidikan karakter (*) Kreatif 1. Menjelaskan pengertian perpindahan. Mampu mendefinisikan pengertian jarak dan perpindahan. Penilaian Alokasi Alat dan Sumber Belajar Waktu 6 45 menit 2. Menjelaskan kecepatan rata-rata. 1. Buku PG Fisika Kelas X, Intan Pariwara, halaman 4162 2. Buku PR Fisika Kelas X, Intan Pariwara, halaman 2537 3. Buku BSE Kompetensi Fisika Kelas X, Siswanto dan Sukaryadi, halaman 30 54 4. Seperangkat alat praktikum GLBB dan GLB

Silabus

Sekolah Kelas/Semester

Silabus

: .... : X/1 : Fisika

Standar Kompetensi

: 2. Menerapkan konsep dan prinsip dasar kinematika dan dinamika benda titik.

Kompetensi Dasar

Materi Pokok/ Pembelajaran

2.1 M e n g a n a l i s i s besaran fisika pada gerak dengan kecepatan dan percepatan konstan.

Gerak Lurus

Kompetensi Dasar Teknik Contoh Instrumen Cika dan Doni mengendarai mobil dengan kecepatan masing-masing 54 km/jam dan 72 km/jam dan keduanya menuju arah yang sama. Jarak antara Cika dan Doni setelah bergerak selama 1 menit sejauh . . . m. a. 150 d. 400 b. 200 e. 700 c. 300 Mobil mula-mula dalam keadaan diam kemudian dipercepat 2 m/s2 selama 8 sekon. Mesin mobil kemudian dimatikan dan mobil berhenti dalam waktu 10 s. Jarak yang ditempuh mobil dari mesin dimatikan hingga berhenti sejauh . . . m. a. 80 d. 35 b. 65 e. 10 c. 50 Tes unjuk kerja Uji petik kerja prosedur Susunlah landasan bidang miring menggunakan seperangkat alat praktikum. Kemudian lepaskan sebuah bola besi dari puncak bidang miring dan catatlah waktunya tiba di ujung bidang miring. Hitung percepatan dan kecepatan akhir bola besi! Mampu menyimpulkan karakteristik gerak lurus berubah beraturan (GLBB) melalui percobaan. Tes tertulis Pilihan ganda Bentuk Instrumen Alokasi Alat dan Sumber Belajar Waktu

Materi Pokok/ Pembelajaran

Nilai dan Materi yang Diintegrasikan Kegiatan Pembelajaran Indikator Pencapaian Kompetensi 3. Menghitung jarak benda saat bergerak lurus beraturan. Mampu menyimpulkan karakteristik gerak lurus beraturan (GLB).

Penilaian

4. Menghitung jarak benda saat bergerak lurus berubah beraturan. Tes tertulis Pilihan ganda Mampu menjelaskan persamaan dalam gerak lurus berubah beraturan.

5. Mengajak siswa melakukan percobaan GLBB. (*)

Fisika Kelas X

Kompetensi Dasar Teknik Contoh Instrumen Sebuah pesawat militer menjatuhkan barang bantuan yang berparasut kepada pengungsi. Apabila hambatan udara sebelum parasut mengembang (setelah 4 detik) barang bantuan dijatuhkan) diabaikan, berapakah ketinggian minimal pesawat agar parasut pada barang bantuan tersebut mengembang di ketinggian 120 m? Pada sebuah benda yang bergerak beraturan dengan lintasan melingkar, kecepatan linearnya bergantung pada . . . . a. massa dan periode b. massa dan frekuensi c. periode dan jari-jari lintasan d. massa dan jari-jari lingkaran e. kecepatan sudut dan jari-jari lintasan Tes tertulis Uraian Dari keadaan diam benda tegar melakukan gerak rotasi dengan percepatan sudut 10 rad/s2. Sebuah titik P berada pada benda tersebut berjarak 15 cm dari sumbu putar. Setelah benda berotasi selama 2 sekon, hitunglah percepatan total yang dialami titik P! 6 45 menit 1. Buku PG Fisika Kelas X, Intan Pariwara, halaman 6290 2. Buku PR Fisika Kelas X, Intan Pariwara, halaman 3750 3. Buku BSE Kompetensi Fisika Kelas X, Siswanto dan Sukaryadi, halaman 56 66 Tes tertulis Pilihan ganda Tes tertulis Uraian Bentuk Instrumen Alokasi Alat dan Sumber Belajar Waktu 6. Menjelaskan gerak vertikal ke atas dan gerak jatuh bebas. Mampu menerapkan besaran-besaran fisika dalam GLB dan GLBB dalam bentuk persamaan dan menggunakannya dalam pemecahan masalah.

Materi Pokok/ Pembelajaran

Nilai dan Materi yang Diintegrasikan Kegiatan Pembelajaran Indikator Pencapaian Kompetensi

Penilaian

6
Ekonomi kreatif () Rasa ingin tahu 7. Menjelaskan besaran-besaran dalam gerak melingkar. Mampu merumuskan gerak melingkar beraturan secara kuantitatif. 8. Menentukan percepatan sentripetal. Mampu menjelaskan pengertian percepatan sentripetal dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Silabus

2.2 Menganalisis besaran fisika pada gerak melingkar dengan laju konstan

Gerak Melingkar

Kompetensi Dasar Teknik Contoh Instrumen Seorang tukang kayu melubangi sebuah kayu menggunakan bor dengan kecepatan 72 rad/s. Kemudian setelah kayu tersebut berlubang, mesin bor dimatikan sehingga mata bor mengalami perlambatan konstan sebesar 4 rad/s 2 hingga berhenti. Hitunglah: a. lama waktu mesin bor dimatikan hingga mata bor berhenti berputar. b. sudut yang ditempuh oleh mata bor dari awal hingga berhenti. Roda A dan B bersingggungan luar. Roda A memiliki jari-jari1/4 jari-jari roda B. Apabila roda A berputar dengan kelajuan 10 m/s, perbandingan kecepatan sudut roda A dan B adalah . . . . a. 1 : 4 d. 3 : 1 b. 1 : 3 e. 4 : 1 c. 1 : 2 Tes tertulis Pilihan ganda Tes tertulis Pilihan ganda 8 45 menit 1. Buku PG Fisika Kelas X, Intan Pariwara, halaman 105146 2. Buku PR Fisika Kelas X, Intan Pariwara, halaman 5576 Tes tertulis Uraian Bentuk Instrumen Alokasi Alat dan Sumber Belajar Waktu 9. M e n j e l a s k a n tentang gerak melingkar berubah beraturan. Mampu memberikan contoh gerak melingkar beraturan dan berubah beraturan dalam kehidupan seharihari.

Materi Pokok/ Pembelajaran

Nilai dan Materi yang Diintegrasikan Kegiatan Pembelajaran Indikator Pencapaian Kompetensi

Penilaian

10. Menentukan kecepatan linear dan kecepatan sudut pada roda. () Mampu menjelaskan hubungan roda-roda.

Dinamika Partikel

Pendidikan karakter (*) Rasa ingin tahu Ekonomi kreatif () B e k e r j a keras

2.3 M e n e r a p k a n hukum Newton sebagai prinsip dasar dinamika untuk gerak lurus, gerak vertikal, dan gerak melingkar beraturan

1. Menentukan perbedaan antara massa dan berat. ()

Mampu memberikan contoh penerapan hukum Newton menggunakan berbagai media.

Fisika Kelas X

Pada suatu saat kita naik bus yang sedang melaju. Jika bus itu kemudian direm dengan tiba-tiba, kita akan terdorong ke depan. Hal ini terjadi karena . . . . a. gaya tarik bus b. gaya dorong bus c. gaya pengereman bus d. sifat kelembaman tubuh kita e. pengurangan kecepatan

Kompetensi Dasar Teknik Contoh Instrumen Dua balok masing-masing bermassa m dihubungkan dengan seutas tali dan ditempatkan pada bidang mirnig licin menggunakan katrol. Hitung persamaan tegangan tali jika massa tali dan katrol diabaikan dan sistem bergerak ke kiri!
T T

Materi Pokok/ Pembelajaran Bentuk Instrumen Uraian Alokasi Alat dan Sumber Belajar Waktu 3. Buku BSE Kompetensi Fisika Kelas X, Siswanto dan Sukaryadi, halaman 68 100 2. Menentukan besar gaya dan diagram. Tes tertulis Mampu melukiskan diagram gaya-gaya yang bekerja pada suatu benda.

Nilai dan Materi yang Diintegrasikan Kegiatan Pembelajaran Indikator Pencapaian Kompetensi

Penilaian

8
1 2

Silabus

3. Menentukan besarnya gaya gesekan pada benda bergerak.

Tes unjuk kerja Pilihan ganda

Mampu menjelaskan pengertian gaya berat dan gaya gesekan serta contoh aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari.

Sebuah balok kayu seberat 20 newton diam di atas lantai mendatar. Jika koefisien gesekan statis antara balok dengan lantai 0,4, gaya gesekan statis maksimumnya sebesar . . . N.
N F fsm w

a. 2 b. 4 c. 8 4. Menjelaskan pengertian gaya sentripetal pada gerak melingkar beraturan. Mampu menjelaskan konsep gaya sentripetal pada gerak melingkar beraturan. Tes tertulis Pilihan ganda

d. 16 e. 20 Sebuah bola diikatkan pada ujung tali, kemudian ujung lainnya diputar sehingga membentuk lingkaran dengan bola yang berada pada sisi luar. Jika massa bola 5 kg, panjang tali 20 cm, dan laju linear 12 m/s maka gaya sentripetal yang

Kompetensi Dasar Teknik Contoh Instrumen dialami bola . . . N. a. 1.200 d. 4.800 b. 2.400 e. 7.200 c. 3.600 5. Menjelaskan konsep aksi-reaksi pada permasalahan gerak. (*) Mampu melakukan analisis kuantitatif untuk persoalan-persoalan dinamika sederhana pada suatu bidang.
F X Y

Materi Pokok/ Pembelajaran Bentuk Instrumen Alokasi Alat dan Sumber Belajar Waktu

Nilai dan Materi yang Diintegrasikan Kegiatan Pembelajaran Indikator Pencapaian Kompetensi

Penilaian

Tes tertulis

Pilihan ganda

Sistem dua balok X dan Y berturut-turut bermassa m dan 2 m dipercepat sepanjang bidang datar licin oleh gaya F yang bekerja pada balok X seperti gambar di bawah ini.

Besar resultan gaya aksireaksi antara balok X dan Y adalah . . . . a. b.


2F 3 F 3

d.

F 2

e. F c. 0

Fisika Kelas X

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Bab I Besaran dan Satuan


Sekolah Kelas/Semester Mata Pelajaran Alokasi Waktu : : : : .......... X/1 Fisika 12 45 menit

Standar Kompetensi : 1. Menerapkan konsep besaran fisika dan pengukurannya Kompetensi Dasar : 1.1 Mengukur besaran fisika (massa, panjang, dan waktu) 1.2 Melakukan penjumlahan vektor Indikator Pencapaian Kompetensi Menjelaskan penulisan hasil pengukuran dengan aturan angka penting. Mendefinisikan angka penting dan menerapkannya. Menjelaskan penulisan angka penting dari hasil perhitungan. Menjelaskan besaran pokok dan besaran turunan. Menjelaskan satuan besaran fisika dalam SI. Melakukan pengukuran besaran fisika. Menjelaskan dimensi besaran fisika. Menjelaskan analisis dimensional. Menjelaskan penjumlahan vektor. Menjelaskan penjumlahan vektor yang membentuk sudut. Menjelaskan penguraian vektor. Tujuan Pembelajaran Peserta didik mampu: 1. menentukan hasil pengukuran menggunakan aturan angka penting; 2. menerapkan aturan-aturan angka penting; 3. menuliskan hasil perkalian dalam angka penting; 4. menjelaskan perbedaan besaran pokok dan besaran turunan; 5. menentukan satuan besaran turunan; 6. melakukan pengukuran panjang benda; 7. menentukan satuan dan dimensi besaran energi; 8. menentukan dimensi besaran fisika dengan cara analisis dimensional; 9. menjumlahkan vektor dengan cara poligon dan jajargenjang; 10. menentukan nilai dan arah resultan vektor; serta 11. menentukan komponen-komponen vektor. Nilai dan Materi yang Diintegrasikan Pendidikan Karakter : Kerja keras Ekonomi Kreatif : Komunikatif Materi Pembelajaran 1. Pengukuran dan Angka Penting 2. Besaran Pokok dan Besaran Turunan 3. Dimensi 4. Vektor Metode Pembelajaran 1. Model Pembelajaran a. Cooperative Learning (CL) b. Direct Instruction (DI)

10

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

2.

Metode a. Tanya jawab b. Diskusi c. Praktikum

Langkah-Langkah Kegiatan Pertemuan Pertama 1. Kegiatan Pendahuluan (10 menit) a. Motivasi Menanyakan kepada siswa mengenai definisi pengukuran. b. Prasyarat Pengetahuan Siswa mengetahui penulisan angka penting dalam pengukuran. Kegiatan Inti (2 35 menit) a. Eksplorasi Guru menjelaskan definisi pengukuran dan angka penting. Guru menjelaskan aturan-aturan berhitung yang melibatkan angka penting. Guru menjelaskan penulisan angka dalam notasi ilmiah. Guru menjelaskan ketidakpastian dalam pengukuran. Guru menjelaskan satuan dan dimensi besaran Fisika. Guru menjelaskan pembacaan alat ukur panjang, massa, dan waktu. b. Elaborasi Guru menugasi siswa untuk mengerjakan soal latihan mengenai perkalian angka penting. Guru meminta siswa menentukan dimensi besaran energi. c. Konfirmasi Guru meneliti hasil pekerjaan siswa. Kegiatan Penutup (10 menit) Guru mengingatkan siswa bahwa pertemuan berikutnya melakukan praktikum mengenai pengukuran panjang. Guru memberi tugas kepada siswa mengenai pengukuran jarak matahari ke bumi sebagai syarat mengikuti praktikum. Setelah siswa mengumpulkan tugas, bimbinglah siswa untuk melakukan diskusi di kelas membahas tugas yang sudah mereka kerjakan. Dalam kegiatan ini, motivasilah siswa untuk mengungkapkan pendapatnya. Hal ini bertujuan untuk melatih siswa agar berani berbicara di depan kelas. () () Ekonomi Kreatif: Komunikatif Pertemuan Kedua 1. Kegiatan Pendahuluan (10 menit) a. Motivasi Menanyakan kepada siswa tentang tugas pengukuran jarak matahari ke bumi. b. Prasyarat Pengetahuan Siswa mengetahui berbagai alat ukur panjang. Kegiatan Inti (2 35 menit) a. Eksplorasi Guru menjelaskan alat dan bahan yang dipakai dalam praktikum pengukuran panjang. Guru menjelaskan cara melakukan praktikum pengukuran panjang. b. Elaborasi Guru bersama siswa menyiapkan alat dan bahan yang dipakai dalam praktikum pengukuran panjang. Guru bersama siswa melakukan praktikum pengukuran panjang. Guru menanyakan hasil sementara praktikum pengukuran panjang.

2.

3.

2.

Fisika Kelas X

11

c.

Konfirmasi Guru menanyakan kesulitan selama praktikum pengukuran panjang. Guru menyimpulkan hasil kegiatan praktikum pengukuran panjang.

3.

Kegiatan Penutup (10 menit) Guru meminta siswa mengumpulkan laporan sementara hasil praktikum pengukuran panjang. Pertemuan Ketiga Kegiatan Pendahuluan (5 menit) a. Motivasi Guru menanyakan definisi besaran vektor. b. Prasyarat Pengetahuan Siswa mengetahui perbedaan besaran vektor dan besaran skalar. Kegiatan Inti (2 35 menit) a. Eksplorasi Guru menjelaskan besaran-besaran fisika yang termasuk besaran vektor. Guru menjelaskan cara menggambar vektor. Guru menjelaskan penjumlahan vektor cara poligon. Guru menjelaskan penjumlahan vektor cara jajargenjang. Guru menjelaskan selisih vektor. b. Elaborasi Guru meminta siswa menggambar vektor di depan kelas. Guru memberi soal mengenai penjumlahan vektor dan selisih vektor. Dalam kegiatan ini, motivasilah siswa untuk tidak mudah menyerah dalam belajar dan mengerjakan soal. Tanamkan kepada siswa untuk selalu bekerja keras dalam setiap kegiatan. Beri penjelasan kepada siswa, bahwa dengan bekerja keras siswa akan memperoleh hasil yang optimal. (*) Siswa mengerjakan soal penjumlahan vektor dan selisih vektor di depan kelas. c. Konfirmasi Guru bersama siswa membahas hasil pekerjaan siswa mengenai penjumlahan vektor dan selisih vektor. Penutup (10 menit) Guru memberi pekerjaan rumah mengenai penjumlahan vektor dan selisih vektor. (*) Pendidikan Karakter: Kerja keras Pertemuan Keempat Kegiatan Pendahuluan (10 menit) a. Motivasi Guru menanyakan kepada siswa apakah mengalami kesulitan saat mengerjakan PR. b. Prasyarat Pengetahuan Siswa mengetahui sudut-sudut istimewa yang sering digunakan dalam arah vektor. Kegiatan Inti (2 35 menit) a. Eksplorasi Guru menjelaskan penentuan nilai dan arah resultan secara grafik. Guru menjelaskan penentuan nilai dan arah resultan dua buah vektor menggunakan rumus. Guru menjelaskan resultan dua vektor searah. Guru menjelaskan penguraian vektor. Guru menjelaskan penjumlahan vektor secara analitis. b. Elaborasi Guru memberi soal mengenai penentuan nilai dan arah resultan vektor. Siswa mengerjakan soal mengenai penentuan nilai dan arah resultan vektor. c. Konfirmasi Guru bersama siswa membahas soal mengenai penentuan nilai dan arah vektor.

1.

2.

3.

1.

2.

12

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

3.

Penutup (10 menit) Guru mengingatkan siswa untuk mempelajari bab selanjutnya. Guru memberi tugas mengenai manfaat vektor dalam kehidupan.

Alat dan Sumber Belajar 1. Buku PG Fisika Kelas X, Intan Pariwara, 2012 2. Buku PR Fisika Kelas X, Intan Pariwara, 2012 3. Seperangkat alat praktikum pengukuran panjang, diameter, dan tebal Penilaian Hasil Belajar 1. Teknik Penilaian a. Teknik tertulis b. Tes unjuk kerja Bentuk Instrumen a. Pilihan ganda b. Uraian c. Uji petik kerja prosedur Contoh Instrumen a. Pilihan Ganda Sebuah pelat diukur menggunakan alat ukur panjangnya 4,55 cm, lebar 2,35 cm, tebal 0,5 cm. Volume pelat tersebut menurut aturan penulisan angka penting adalah . . . cm2. a. 5,3462 d. 5,35 b. 5,3463 e. 5,3 c. 5,346 b. Uraian Sebuah karpet dipasang dalam ruangan yang memiliki panjang 12,71 m dan lebar 3,46 m. Hitunglah luas ruangan! Uji Petik Kerja Prosedur Lakukan pengukuran panjang buku menggunakan mistar, diameter tutup botol menggunakan jangka sorong, dan tebal kertas menggunakan mikrometer sekrup. Rubrik:
No. 1. 2. 3. 4. Aspek Kesesuaian kegiatan dengan prosedur Perolehan data Pengolahan data Kesimpulan Total Skor Maksimum 10 15 25 5 50 Skor Perolehan Siswa

2.

3.

c.

Nilai =

skor perolehan siswa skor maksimum

100

________, ________________ Mengetahui Kepala SMA ______________ Guru Mata Pelajaran

......................... _________________________ NIP _____________________

........................ ________________________ NIP ____________________

Fisika Kelas X

13

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Bab II Kinematika Gerak


Sekolah Kelas/Semester Mata Pelajaran Alokasi Waktu : : : : .......... X/1 Fisika 12 45 menit

Standar Kompetensi : 2. Menerapkan konsep dan prinsip dasar kinematika dan dinamika benda titik. Kompetensi Dasar : 2.1 Menganalisis besaran fisika pada gerak dengan kecepatan dan percepatan konstan. 2.2 Menganalisis besaran fisika pada gerak melingkar dengan laju konstan. Indikator Pencapaian Kompetensi Mendefinisikan pengertian perpindahan. Menjelaskan kecepatan rata-rata dan kecepatan sesaat. Menjelaskan gerak lurus beraturan. Menjelaskan gerak lurus berubah beraturan. Menjelaskan gerak lurus berubah beraturan melalui percobaan. Menjelaskan gerak lurus berubahan beraturan dalam kehidupan. Menjelaskan gerak jatuh bebas melalui percobaan. Menjelaskan persamaan gerak melingkar beraturan. Menjelaskan persamaan percepatan sentripetal. Menjelaskan persamaan gerak melingkar berubah beraturan. Menjelaskan hubungan roda-roda. Menjelaskan gerak melingkar melalui percobaan. Tujuan Pembelajaran Peserta didik mampu: 1. menentukan perpindahan benda; 2. menentukan kecepatan rata-rata gerak benda; 3. menentukan jarak yang ditempuh benda; 4. menyelesaikan permasalahan dalam gerak lurus berubah beraturan; 5. melakukan percobaan gerak lurus berubah beraturan; 6. menjelaskan gerak jatuh bebas, gerak vertikal ke atas, dan gerak vertikal ke bawah; 7. melakukan percobaan gerak jatuh bebas; 8. menentukan besaran-besaran dalam gerak melingkar beraturan; 9. menjelaskan percepatan sentripetal; 10. menyelesaikan permasalahan dalam gerak melingkar berubah beraturan; 11. menentukan kecepatan linear dan kecepatan sudut pada roda; serta 12. melakukan percobaan gerak melingkar. Nilai dan Materi yang Diintegrasikan Pendidikan Karakter : Kreatif Ekonomi Kreatif : Rasa ingin tahu Materi Pembelajaran 1. Gerak Lurus 2. Gerak Lurus Berubah Beraturan dalam Kehidupan 3. Gerak Melingkar Metode Pembelajaran 1. Model Pembelajaran a. Cooperative Learning (CL) b. Direct Instruction (DI)

14

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

2.

Metode a. Tanya jawab b. Diskusi c. Praktikum

Langkah-Langkah Kegiatan Pertemuan Pertama 1. Kegiatan Pendahuluan (10 menit) a. Motivasi Guru menanyakan kepada siswa pengertian bergerak. b. Prasyarat Pengetahuan Siswa mengetahui definisi bergerak lurus. Kegiatan Inti (2 35 menit) a. Eksplorasi Guru menjelaskan jarak dan perpindahan. Guru menjelaskan kecepatan dan kelajuan rata-rata. Guru menjelaskan kecepatan dan kelajuan sesaat. Guru menjelaskan kecepatan relatif. Guru menjelaskan persamaan dalam gerak lurus beraturan. b. Elaborasi Siswa mendemonstrasikan perbedaan jarak dan perpindahan. Siswa mengerjakan soal yang diberikan guru mengenai kecepatan dan kelajuan rata-rata. Siswa mengerjakan soal yang diberikan guru mengenai gerak lurus beraturan. c. Konfirmasi Guru dan siswa membahas soal latihan bersama-sama. Kegiatan Penutup (10 menit) Guru memberikan pekerjaan rumah mengenai kecepatan dan kelajuan sesaat, kecepatan relatif, serta gerak lurus beraturan. Pertemuan Kedua 1. Kegiatan Pendahuluan (10 menit) a. Motivasi Guru menanyakan siswa mengenai definisi gerak lurus berubah beraturan. b. Prasyarat Pengetahuan Siswa mengetahui besaran yang berubah dalam gerak lurus berubah beraturan. Kegiatan Inti (2 35 menit) a. Eksplorasi Guru menjelaskan mengenai percepatan dan perlajuan. Guru menjelaskan persamaan gerak lurus berubah beraturan. b. Elaborasi Guru memberi soal mengenai gerak lurus berubah beraturan. Siswa mengerjakan soal mengenai gerak lurus berubah beraturan. c. Konfirmasi Guru bersama siswa membahas soal mengenai gerak lurus berubah beraturan. Kegiatan Penutup (10 menit) Guru meminta siswa mempelajari materi percobaan gerak lurus berubah beraturan untuk pre-test sebelum praktikum.

2.

3.

2.

3.

Fisika Kelas X

15

Pertemuan Ketiga 1. Kegiatan Pendahuluan (10 menit) a. Motivasi Guru memberi pre-test sebelum praktikum gerak lurus berubah beraturan. b. Prasyarat pengetahuan Siswa mengetahui alat-alat yang digunakan dalam praktikum gerak lurus berubah beraturan. Kegiatan Inti (2 35 menit) a. Eksplorasi Guru menjelaskan alat-alat yang dipakai dalam praktikum gerak lurus berubah beraturan. Guru menjelaskan cara melakukan praktikum gerak lurus berubah beraturan. b. Elaborasi Siswa melakukan praktikum gerak lurus berubah beraturan. Guru menanyakan hasil praktikum gerak lurus berubah beraturan. c. Konfirmasi Guru menyimpulkan hasil praktikum gerak lurus berubah beraturan. Dalam kegiatan ini, berilah contoh penerapan dan pengembangan GLBB di berbagai bidang teknologi seperti penerapan GLB dan GLBB pada bidang lalu lintas, transportasi, dan mesin industri. Hal ini bertujuan agar siswa mau melakukan penelitian untuk menghasilkan suatu produk. (*) (*) Pendidikan Karakter: Kreatif Penutup (10 menit) Guru meminta laporan sementara hasil praktikum gerak lurus berubah beraturan. Pertemuan Keempat 1. Kegiatan Pendahuluan (10 menit) a. Motivasi Guru menanyakan mengenai gerak jatuh bebas. b. Prasyarat Pengetahuan Siswa mengetahui faktor yang memengaruhi gerak jatuh bebas. Kegiatan Inti (2 35 menit) a. Eksplorasi Guru menjelaskan gerak jatuh bebas. Guru menjelaskan gerak vertikal ke bawah. Guru menjelaskan gerak vertikal ke atas. Guru menjelaskan kejadian nyata dari gerak jatuh bebas. b. Elaborasi Guru mendemonstrasikan mengenai gerak jatuh bebas, gerak vertikal ke bawah, dan gerak vertikal ke atas. Guru memberi soal mengenai gerak jatuh bebas, gerak vertikal ke bawah, dan gerak vertikal ke atas. Siswa mengerjakan soal mengenai gerak jatuh bebas, gerak vertikal ke bawah, dan gerak vertikal ke atas. c. Konfirmasi Guru bersama siswa membahas soal yang sudah dikerjakan siswa. Guru memberi penilaian terhadap hasil pekerjaan siswa. Kegiatan Penutup (10 menit) Guru memberikan tugas kepada siswa untuk mengerjakan soal latihan tentang aplikasi gerak lurus berubah beraturan dalam kehidupan sehari-hari.

2.

3.

2.

3.

16

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Pertemuan Kelima 1. Kegiatan Pendahuluan (10 menit) a. Motivasi Guru menanyakan definisi gerak melingkar. b. Prasyarat Pengetahuan Siswa mengetahui contoh gerak melingkar. Kegiatan Inti (2 35 menit) a. Eksplorasi Guru menjelaskan besaran-besaran dalam gerak melingkar. Guru menjelaskan persamaan dalam gerak melingkar beraturan. Guru menjelaskan percepatan sentripetal. b. Elaborasi Guru memberi soal mengenai besaran-besaran dalam gerak melingkar. Guru memberi soal mengenai gerak melingkar beraturan. Guru memberi soal mengenai percepatan sentripetal. Siswa mengerjakan soal yang diberikan guru ke depan kelas. c. Konfirmasi Guru bersama siswa membahas hasil pekerjaan siswa. Guru memberi penilaian berhadap hasil pekerjaan siswa. Kegiatan Penutup (10 menit) Guru memberi pekerjaan rumah mengenai materi yang telah dipelajari pada pertemuan ini. Pertemuan Keenam 1. Kegiatan Pendahuluan (10 menit) a. Motivasi Guru menanyakan kesulitan siswa saat mengerjakan pekerjaan rumah. b. Prasyarat Pengetahuan Siswa mengetahui besaran yang berubah dalam gerak melingkar berubah beraturan. Kegiatan Inti (2 35 menit) a. Eksplorasi Guru menjelaskan percepatan pada gerak melingkar berubah beraturan. Guru menjelaskan persamaan yang digunakan dalam gerak melingkar berubah beraturan. Guru menjelaskan hubungan roda-roda. b. Elaborasi Guru memberikan soal mengenai gerak melingkar berubah beraturan. Guru memberikan soal mengenai hubungan roda-roda. Siswa mengerjakan soal yang diberikan guru ke depan kelas. c. Konfirmasi Guru bersama siswa membahas soal yang sudah dikerjakan siswa di depan kelas. Guru memberi penilaian terhadap hasil pekerjaan siswa. Kegiatan Penutup (10 menit) Guru memberikan beberapa contoh aplikasi gerak melingkar di bidang teknologi, seperti mesin sentrifuse. Dalam kegiatan ini, berilah siswa beberapa pertanyaan yang terkait dengan prinsip kerja sentrifuse. Apabila siswa belum bisa menjawab pertanyaan yang Bapak/Ibu guru ajukan, arahkan siswa untuk mencari berbagai sumber informasi yang diperlukan untuk membantu siswa menjawab pertanyaan. Hal ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa ingin tahu siswa. () () Ekonomi Kreatif: Rasa ingin tahu

2.

3.

2.

3.

Fisika Kelas X

17

Alat dan Sumber Belajar 1. Buku PG Fisika Kelas X, Intan Pariwara, 2012 2. Buku PR Fisika Kelas X, Intan Pariwara, 2012 3. Buku BSE Fisika X, Pusdiknas, 2009 4. Alat praktikum GLBB Penilaian Hasil Belajar 1. Teknik Penilaian a. Teknik tertulis b. Teknik unjuk kerja Bentuk Instrumen a. Pilihan ganda b. Uraian c. Uji petik kerja prosedur Contoh Instrumen a. Pilihan Ganda Cika dan Doni mengendarai mobil dengan kecepatan masing-masing 54 km/jam dan 72 km/jam dan keduanya menuju arah yang sama. Jarak antara Cika dan Doni setelah bergerak selama 1 menit sejauh . . . m. a. 150 d. 400 b. 200 e. 700 c. 300 b. Uraian Dari keadaan diam benda tegar melakukan gerak rotasi dengan percepatan sudut 10 rad/s2. Sebuah titik P berada pada benda tersebut dan berjarak 15 cm dari sumbu putar. Setelah benda berotasi selama 2 sekon, hitunglah percepatan total yang dialami titik P! c. Uji Petik Kerja Prosedur Hitung percepatan dan kecepatan akhir bola besi yang dilepaskan dari puncak bidang miring dengan ketinggian tertentu. Rubrik:
No. 1. 2. 3. 4. Aspek Kesesuaian kegiatan dengan prosedur Perolehan data Pengolahan data Kesimpulan Total Skor Maksimum 10 15 25 5 50 Skor Perolehan Siswa

2.

3.

Nilai =

skor perolehan siswa skor maksimum

100

________, ________________ Mengetahui Kepala SMA ______________ Guru Mata Pelajaran

......................... _________________________ NIP _____________________ 18

........................ ________________________ NIP ____________________

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Bab I

Besaran dan Satuan

6. Jawaban: a L =p 15,25 m = 4 angka penting =

11 ,0 m
3 angka penting

167,75 cm
5 angka penting

A. Pilihan Ganda 1. Jawaban: a Notasi ilmiah biasa ditulis dengan a 10n. Dalam hal ini 1 a 10. Jadi, penulisan notasi ilmiah yang benar 2,35 1010. 2. Jawaban: b Pemangkatan dari (2,5 m)2 = 6,25 m2 terdiri dari 2 angka penting sehingga penulisan yang benar 6,2 m2. 3. Jawaban: d (1,20 102) (6,00 103) = (1,20)(6,00) 102 + 3 = 7,20 105 Jadi, hasil perkalian 120 6.000 adalah 7,20 105. 4. Jawaban: d 1 ,50 m = 3 angka penting =
1 ,8000 m2
5 angka penting

Jadi, sesuai aturan penulisan angka penting ditulis 168 m2. 7. Jawaban: c 0,05040 menunjukkan 4 angka penting yakni 5, 0, 4, dan 0. 8. Jawaban: a Luas = p 5,63 cm = 3 angka penting =
4,504 cm3
4 angka penting

0,80 m
2 angka penting

Hasil perkalian 3 angka penting dikalikan 2 angka penting harus memiliki nilai 2 angka penting dengan demikian hasil 5,63 cm 0,80 cm adalah 4,5 cm2. 9. Jawaban: b 2,80001 6 angka penting 0,0555 3 angka penting 0,0004 1 angka penting 0,004 1 angka penting 250,0 4 angka penting Bilangan yang memiliki 3 angka penting adalah 0,0555. 10. Jawaban: d 0,456 0,456 0,87 + 1,782 Hanya boleh mengandung satu angka taksiran, sehingga massa buku menjadi 1,8 kg. 11. Jawaban: b Luas = p 125,5 cm = 4 angka penting =
154,365 cm2
6 angka penting

1 ,20 m
3 angka penting

Hasil perkalian angka-angka penting memiliki angka penting sebanyak bilangan penting yang memiliki angka penting paling sedikit. Dengan demikian, hasil perkalian 1,50 m 1,20 m adalah 1,80 m2. 5. Jawaban: e V =pt 4,55 cm V = 3 angka penting =
5,34625 cm3
6 angka penting

2,35 cm
3 angka penting

0,50 cm
2 angka penting

Hasil perkalian angka-angka penting memiliki angka penting sebanyak angka penting yang memiliki angka penting paling sedikit. Dengan demikian, hasil perkalian harus memiliki 2 angka penting yaitu 5,3 cm2.

1 ,23 cm
3 angka penting

Fisika Kelas X

19

Hasil perkalian memiliki angka penting paling sedikit yaitu 3 angka penting. Jadi, hasil perkalian atau luas pita adalah 154 cm2. 12. Jawaban: e Diketahui: segitiga sama kaki a = 9,55 cm 3 angka penting t = 3,5 cm 2 angka penting Ditanyakan: luas (L) Jawab: A=
1 a 2 1

18. Jawaban: a Diketahui: m = 16,59 gram 4 angka penting V = 1,15 cm3 3 angka penting Ditanyakan: Jawab:

=
=

= 14,4 gram/cm3 3 angka penting Jadi, massa jenis benda 14,4 gram/cm3. 19. Jawaban: a Diketahui: a = 14,36 cm 4 angka penting t = 2,90 cm 3 angka penting Ditanyakan: L Jawab: L= 2a t = 2 (14,36 cm)(2,90 cm) = 20,822 cm2 = 20,8 cm2
4 angka penting 3 angka penting 3 angka penting

m V 16,59 gram 1,15 cm3

= 14,426087 gram/cm3

= 2 (9,55 cm)(3,5 cm) = 16,7125 = 17 cm2 2 angka penting Hasil perkalian memiliki angka penting paling sedikit yaitu 2 angka penting. Jadi, luas segitiga adalah 17 cm2. 13. Jawaban: b 1 eksameter = 1015 meter 1018 m = 1 petameter 109 m = 1 gigameter 1012 m = 1 terameter 103 m = 1 kilometer 14. Jawaban: d 0,0050 2 angka penting 0,00005 1 angka penting 0,000500 3 angka penting 0,005000 4 angka penting 0,50000 5 angka penting 15. Jawaban: d 345,670 0 sebagai angka taksiran 24,5 5 sebagai angka taksiran + 370,170 karena hanya boleh mengandung satu angka taksiran, maka penulisannya 370,2. 16. Jawaban: e 134,78 : 26 = 5,18384
lima angka penting dua angka penting enam angka penting

20. Jawaban: d 987,9999 2,1 985,8999 9,667 + 995,5669 = 995,6 karena hanya boleh mengandung satu angka taksiran. B. Uraian 1. Kesalahan paralaks adalah kesalahan baca yang terjadi akibat kurang tepatnya mata melihat alat ukur. Kesalahan paralaks dapat terjadi jika sudut pandang pembacaan hasil pengukuran tidak dilakukan secara tegak lurus. 2. a. 155,24
5 angka penting

Karena hasil pembagian harus memiliki jumlah angka penting sedikit dari angka penting yang terlibat yaitu dua angka penting maka 5,18384 ditulis 5,2 yang memiliki dua angka penting. 17. Jawaban: a Diketahui: Kertas p = 125,5 cm 4 angka penting = 175,6 cm 4 angka penting Ditanyakan: keliling kertas Jawab: Keliling = 2p + 2 = 251 cm + 351,2 cm = 602,2 cm (4 angka penting)

2,29
3 angka penting

= 355,4996 355
3 angka penting

b.

467,59 :
5 angka penting

8,15
3 angka penting

= 57,373 57,4
3 angka penting (hanya memiliki satu angka taksiran)

c.

7,99 2,22 + 12,6777 = 18,4477 18,45 0,1167 : 8,1188 = 0,9474696 0,9475


4 angka penting 5 angka penting 4 angka penting

d.

20

Kunci Jawaban dan Pembahasan

3. Diketahui:

p = 3,88 m = 0,67 m Ditanyakan : L Jawab: L=p = 3,88 0,67 = 2,5996 m2 Sesuai dengan aturan angka penting, hasil pengukuran luas ruangan adalah 2,6 m2.
860 2

Jawab: Vbak = p t = (1,50 m)(0,500 m)(0,750 m) = 0,5625 m3


empat angka penting

= 0,562 m3 = 562 dm3 = 562 liter


tiga angka penting tiga angka penting

4. Ketebalan = 3,75 cm Banyaknya lembaran =

n=

Vbak Vember

= 5 liter

562 liter

= 112,4 ember = 112 ember


tiga angka penting

= 430 lembar Tebal rata-rata tiap lembar = 3,75 : 430 = 0,008721 cm = 8,72 103 cm (sesuai aturan angka penting). 5. a. Luas lingkaran dengan r = 4,5 cm (2 angka penting) L = pr2
22

8. a. b. c. 9. a. b. 10. a. b.

Angka pastinya: 2 dan 1. Angka taksirannya: 6. Mengandung 3 angka penting. (1,7 m)2 = 2,89 m2 = 2,9 m2 2 angka penting (3,4 m)3 = 39,304 m3 = 3,9 101 m3 2 angka penting

= 7 (4,5)2 = 63,64 cm2 = 64 cm2 (2 angka penting) b. Volume balok berukuran 3,12 mm (3 angka penting) 0,357 mm (3 angka penting) 3,4 mm (2 angka penting) V = 3,12 0,357 3,4 = 3,787056 mm3 = 3,8 mm3 (2 angka penting) c. Panjang sisi miring segitiga siku-siku dengan sisi 4,22 cm (3 angka penting) dan 7,3 cm (2 angka penting) Panjang sisi segitiga siku-siku dapat ditentukan dengan menggunakan persamaan phytagoras s = 4,22 + 7,3 = 8,4 cm Jadi, sisi miring segitiga siku-siku memiliki panjang 8,4 cm. 6. a. b. c. 432,7 nm = 4,327 107 m 345,33 ns = 3,4533 107 s 2.300 MW = 2,300 109 watt
2 2

27,8 = 5,2725 = 5,27 tiga angka penting


3

36,8 = 3,326 cm = 3,33 cm tiga angka penting

A.

Pilihan Ganda

1. Jawaban: d Berat, muatan listrik, volume dan kecepatan termasuk besaran turunan. 2. Jawaban: b Mikrometer sekrup memiliki ketelitian 0,01 mm. 3. Jawaban: a Dacin biasa digunakan untuk mengukur massa bayi. Jenis timbangan ini banyak dimanfaatkan pada saat menimbang balita di posyandu. Skala timbangan dacin yaitu 10 kg, 25 kg, 110 kg, dan 150 kg. 4. Jawaban: e Berdasarkan pilihan jawaban di atas yang termasuk kelompok besaran turunan adalah tekanan, gaya, dan berat. Besaran yang termasuk besaran pokok yaitu panjang, massa, waktu, kuat arus listrik, suhu, jumlah zat, dan intensitas cahaya. 5. Jawaban: d Besaran pokok tambahan yaitu sudut bidang datar dan sudut ruang.

7. Diketahui:

p = 1,50 m tiga angka penting = 0,500 m tiga angka penting m = 0,750 m tiga angka penting Vember = 5 liter angka pasti Ditanyakan: n

Fisika Kelas X

21

6. Jawaban: a x = 5,5 m + (25 0,01) mm x = 5,75 mm x = (5,750 0,005) mm 7. Jawaban: a Diketahui: p = 3,5 cm = 2,25 cm Ditanyakan: L Jawab: L =p 3,5 cm 2,25 cm = 2 angka penting 3 angka penting =

B. Uraian 1. a. Besaran pokok yaitu besaran yang digunakan sebagai dasar untuk mendefinisikan besaran turunan. b. Besaran turunan yaitu besaran yang diturunkan dari besaran pokok. 2. Pengukuran adalah membandingkan sesuatu dengan sesuatu yang lain yang dianggap sebagai patokan. Sedangkan mengukur adalah kegiatan membandingkan suatu besaran dengan besaran lain yang ditetapkan sebagai alat ukurnya. 3.
Besaran Sudut bidang datar Sudut ruang Satuan (SI) radian steradian Lambang rad sr

0,50 cm
2 angka penting

7,9 cm2 (memiliki 2 angka penting) 8. Jawaban: d Skala utama = 3,1 cm Skala nonius = 9 0,01 cm = 0,09 cm Hasil pengukuran = (3,1 + 0,09) cm = 3,19 cm. 9. Jawaban: c Skala utama : 5,5 mm Skala nonius : 46 0,01 mm = 0,46 mm Tebal pelat logam : 5,5 + 0,46 = 5,96 mm 10. Jawaban: d Skala utama = 2,5 mm Skala nonius = 27 0,01 mm = 2,77 mm Jadi, laporan yang dituliskan terkait diameter silinder logam adalah 2,77 mm. 11. Jawaban: a Besaran turunan merupakan besaran yang diturunkan dari besaran pokok. Satuan yang merupakan satuan besaran turunan adalah m2, m3, ms1, kg m3, W, dan V. 12. Jawaban: a Satuan kalor dalam SI adalah joule, sedangkan kalori merupakan satuan kalor dalam cgs. 13. Jawaban: b Besaran pokok: 1. massa 5. intensitas cahaya 2. panjang 6. kuat arus listrik 3. waktu 7. jumlah zat 4. suhu 14. Jawaban: a Besaran turunan merupakan besaran yang diturunkan dari besaran pokok. Satuan yang termasuk besaran turunan adalah 1), 2), dan 3). 15. Jawaban: a Skala utama = 7,3 cm Skala nonius = 0,05 cm + = 7,35 cm

4. Bagian terpenting dari jangka sorong. a. Rahang tetap, memiliki skala panjang yang disebut skala utama. b. Rahang geser (rahang sorong) memiliki skala pendek, yang disebut nonius atau vernier. 5. a. Jangka sorong digunakan untuk mengukur panjang benda maksimum 10 cm, dengan ketelitian 0,1 mm. b. Mikrometer sekrup digunakan untuk mengukur panjang benda maksimum 25 mm, ketelitian mikrometer sekrup 0,01 mm. 6. Tempatkan benda yang akan diukur pada skala utama. Usahakan benda yang diukur sedekat mungkin dengan skala utama. Pengukuran dengan ujung gigi pengukur menghasilkan pengukuran yang kurang akurat. Tempatkan mikrometer sekrup tegak lurus dengan benda yang diukur. Tekanan pengukuran jangan terlampau kuat, karena akan mengakibatkan terjadinya pembengkokan pada rahang ukur, miringkan skala nonius sampai hampir sejajar dengan bidang pandangan, sehingga akan memudahkan dalam melihat dan menentukan garis skala nonius yang segaris dengan skala utama. 7. Untuk mengukur diameter kabel berukuran kecil, Andi menggunakan mikrometer sekrup untuk menghasilkan pengukuran yang akurat. Mikrometer sekrup memiliki skala pengukuran 25 mm dan skala nonius dengan ketelitian 0,01 mm. 8. Pengukuran yang benar yaitu dengan cara B. Sewaktu mengukur usahakan benda yang diukur sedekat mungkin dengan skala utama. Pengukuran dengan ujung gigi pengukur menghasilkan pengukuran yang kurang akurat.

22

Kunci Jawaban dan Pembahasan

9. Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil pengukuran yaitu: a. alat ukur; b. lingkungan pengukuran; dan c. orang yang mengukur. 10. Skala utama = 5,5 mm Skala nonius = 16 0,01 mm = 0,16 mm Hasil pengukuran = (5,5 mm + 0,16 mm) = 5,66 mm.

Percepatan: a = t = = [L][T]2 s 5. Jawaban: a Momentum satuan kg m/s dimensi MLT1. Gaya: satuan kg m/s2 dimensi MLT2. Daya satuan kg m2s3 dimensi ML2T3. Energi memiliki satuan kg m 2s2 dimensinya ML2T2. 6. Jawaban: a Dimensi kuat arus adalah I. Dimensi waktu adalah T. Sehingga dimensi dari muatan listrik adalah [I][T]. 7. Jawaban: b Kapasitas = potensial = [M][L] 2 [T] 3 [I] 1 = [M]1[L]2[T]4[I]2 = M1L2T4I2 8. Jawaban: c E = Av2 + Bx2 kg m2/s2 = A m2/s2 + B m2/s2 kg kg/s2 k = A B = kg kg/s2 = [M]2[T]2 Jadi, dimensi k adalah [M]2[T]2. 9. Jawaban: c Dimensi tekanan = ML1T2 Dimensi volume = L3 Dimensi suhu = Dimensi jumlah zat = N = ML2T2N11 R = nT = (N)() Dimensi tetapan gas umum adalah ML2T2N11 10. Jawaban: b PV=k kg m1s2 m3 = k dimensi k : kg m2s2 Daya: P= t = = kg m2s3 s Usaha: W = F s = kg m/s2 m = kg m2s2 Momentum: p = m v = kg m/s Suhu = Konstanta pegas F=kx k= x = = kg/s2 m Jadi, k memiliki dimensi yang sama dengan usaha.
F
kg m/s2 muatan
[I][T]

m/s

A. Pilihan Ganda 1. Jawaban: e Usaha satuannya: kg m2/s2, dimensinya [M][L]2[T]2 Gaya satuannya: kg m/s2 = N, dimensinya = [M][L][T]2 Daya satuannya: kg m 2/s 3, dan dimensinya: [M][L]2[T]3 Tekanan satuannya: N/m2, dimensinya [M][L]1[T]2 Momentum satuannya: kg m/s, dimensinya [M][L][T]1. 2. Jawaban: c Momentum: p = mv = kg m/s = [M][L][T]1 = p = Ft = kg ms2 s = kg m/s = [M][L][T]1 Jadi, dimensi [M][L][T]1 adalah dimensi yang dimiliki oleh momentum dan impuls. 3. Jawaban: d E =mgh E =W = F s = kg m/s2 m = [M][L]2[T]2 4. Jawaban: a Tekanan: p = A = Gaya:
F
kg m/s2 m2

pV

(ML1T2 )(L3 )

= [M][L]1[T]2

kg m/s2 m

F = m a = kg m/s2 = [M][L][T]2 Momentum: F = m v = kg m/s = [M][L][T]1 Energi: F=


1 m 2

v2 = kg (m/s)2 = [M][L]2[T]2

Fisika Kelas X

23

B.

Uraian Potensial listrik = Dimensi: b. Daya =


1 W t

1. a.

ML2T3I1 =

W Q

= kg

m2s3I1

Volume, massa, selang waktu, dan panjang tidak mempunyai arah, jadi termasuk besaran skalar. Gaya, perpindahan, dan kecepatan, dinyatakan dengan angka dan arah, jadi termasuk besaran vektor. 2. Jawaban: e F1 = 4 i + 2 j 2j F2 = + R = 4 i + 4 j 3. Jawaban: b Arah vektor R terhadap A () dapat ditentukan dengan rumus sinus.

Dimensi: [M][L]2[T]3 c. d.

kg m2 /s 2 s

= kg m2/s3

Ek = 2 mv 2 = kg (m/s)2 Dimensi: [M][L] 2[T]2 I = m r 2 = kg m2 Dimensi: [M][L]2


gaya panjang

2. Tegangan permukaan =

kg m/s 2 m

sin = R sin 4. Jawaban: b Diketahui: A = 20 m = 45 Ditanyakan: Ay Jawab: Ay = A sin = (20 m) sin 45 = (20 m) 2
1

= kg/s2 = [M][T]2 3. a. a ~ m atau a = k m


F
[L] [T]2

a = k M , jika k tidak berdimensi, maka = 1 [M] =


kgm , s2
F

F = [M][L][T]2 b.
ML T2

atau 1 newton = 1 kg m/s2

= 10 2 m Besar komponen Ay yaitu 10 2 m. 5. Jawaban: a Diketahui: v1 = 5 satuan v2 = 3 satuan = 60 Ditanyakan: R Jawab: R = = =


2 2 v1 + 2v 1 v 2 cos + v2

4. Jika dimensi sebuah persamaan benar, persamaannya tidak harus benar. Contoh dimensi 2 muatan = dimensi 3 muatan. Namun, persamaan 2 muatan tidak sama dengan 3 muatan karena angka yang mengikuti memiliki nilai yang berbeda. Jika sebuah persamaan tidak benar secara dimensi, sudah dapat dipastikan bahwa persamaannya juga tidak benar. 5. F = k
q1q2 r2

5 2 + 3 2 + 2(5) 3 cos 60

k = qq 1 2 F = N = kg m/s2 = [M][L][T]2 r 2 = m 2 = [L]2 q =Ci= t q = i t = [I][T] k = qq = 1 2


Fr
2

Fr 2

25 + 9 + 30 2

= 49 = 7 satuan Jadi, resultan kedua vektor adalah 7 satuan. 6. Jawaban: c Diketahui: WX = 4 m WY = 3 m Ditanyakan: Jawab: tan =
WY WX

MLT2L2 I2T2

= ML3T4I2

Jadi, dimensi k = ML3T4I2.

= 4 = 0,75

A. Pilihan Ganda 1. Jawaban: c Besaran vektor adalah besaran yang harus dinyatakan dengan suatu nilai dan arah. 24
Kunci Jawaban dan Pembahasan

= arc tan (0,75) = 36,86 37 = (360 37) = 323

7. Jawaban: a Diketahui: F1 = 50 satuan = 135 Ditanyakan: F1x dan F1y Jawab: F1x = F1 cos = 50 cos 135 = 50( 2
1

Fy = F3 cos 45 F2 = 150 2 2 50 2 = 25 2 N R= = =
1

( Fx )2 + ( Fy )2

2)

(25 2)2 + (25 2)2 1.250 + 1.250

= 25 2 satuan F1y = F1 sin = 50 sin 135 = 50(


1 2

2)

= 2.500 = 50 Besar resultannya 50 N. 10. Jawaban: a Diketahui: F1 = F2 = 40 N Ditanyakan: Fy Jawab: F1y = F F1x = F1 sin 30 = 40 N F2y
1 2

= 25 2 satuan Jadi, komponen vektor pada sumbu x dan y berturut-turut yaitu 25 2 satuan dan 25 8. Jawaban: d Diketahui: FA = 20 N = 15 N FB 1 cm = 5 N Ditanyakan: R Jawab: FA = FB =
20 N 5N 15 N 5N

2 satuan.

1 cm 1 cm

= 20 3 N = F2 cos 60 = 40 N = 20 N
1 2

= 4 cm
4 cm
5 cm

Fy = 20 3 N 20 N = 20( 3 1) N Jadi, komponen gaya total yang searah sumbu Y adalah 20( 3 1) N. 11. Jawaban: c
v2

= 3 cm R= R =
F A 2 + FB 2

3 cm

4 +3

cm

= 25 = 5 cm Jadi, panjang resultan (R) sebesar 5 cm. 9. Jawaban: c


Y F3 = 150 N v1 120 60

Resultan kedua vektor adalah:


45

R =
F1 = 50 2 N X

2 2 v1 + v2 + 2v1v 2 cos

= 102 + 162 + 2(10)(16) cos 120 = 14 satuan 12. Jawaban: d Dengan Phytagoras diperoleh F2 =

F2 = 50 2 N

FX = F1 F3 sin 45 = 50 2 150 = 25 2 N
1 2

(F1x )2 + (F2y )2 =
F1 F2

42 + 42 =
N

32 N

sudut apit antara F1 dan F2


2

maka cos =

4 32

Fisika Kelas X

25

Resultan kedua gaya adalah: F = = = =


F12 + F22 + 2F1 F2 cos 42 + ( 32)2 + 2(4) 32
4 32

F 2 + F 2 + 2F 2 cos F 2 + F 2 2F 2 cos

= =3

16 + 32 + 32
80 = 4 5 N

2 F 2 + 2 F 2 cos 2 F 2 2 F 2 cos

2 F 2 + 2 F 2 cos = 6 F 2 6 F 2 cos 8 F 2 cos = 4 F 2 cos = 2 = 60 Sudut apit kedua vektor gaya besarnya 60. 16. Jawaban: d Penjumlahan vektor dengan poligon yang benar sesuai gambar tersebut adalah F3 + F1 = F2. 17. Jawaban: a Gambar resultan dari a + c + d dengan metode poligon yang benar adalah gambar a. Penggambarannya sudah sesuai dengan aturan penjumlahan vektor. 18. Jawaban: b Selisih vektor dapat ditentukan dengan persamaan: R = = =
1

13. Jawaban: a Diketahui: F = 10 N = 60 Ditanyakan: Fx dan Fy Jawab: Besar gaya pada sumbu X adalah: Fx = F cos = 10 cos 60 = 10 2 =5N Besar gaya pada sumbu Y adalah: Fy = F sin = 10 sin 60 = 10
1 2 1

=5 3 N Jadi, nilai F x dan F y berturut-turut 5 N dan 5 3 N. 14. Jawaban: d R=


F12 + F22 + 2F1 F2 cos F12 + F22

P 2 + Q 2 2PQ cos 402 + 202 2(40)(20) cos 60


1.200

= 20 3 satuan Besar resultan PQ adalah 20 3 satuan. 19. Jawaban: d Komponen gaya yang bekerja pada F2 Sumbu x F2x = F2 cos
= 3 2 1

Tegak lurus; = 90 cos 90 = 0 R = = =

52 + 122 25 + 144

= 169 = 13 N Maka besar resultan penjumlahan kedua vektor adalah 13 N. 15. Jawaban: d Diketahui dua buah vektor besarnya = F Besar jumlah vektor adalah R1 = R2 =

= 2 N Sumbu y F2y = F2 sin =3


3

F + F + 2F cos Besar selisih kedua vektor adalah F 2 + F 2 2F 2 cos


3 maka

1 2

Jika perbandingan nilai R1 dan R2 adalah sudut dapat dihitung sebagai berikut
R1 R2

= 2 3 N Komponen gaya yang bekerja pada F3 Sumbu x F3x = F3 cos = 6 cos 60 =6 2 =3N
1

26

Kunci Jawaban dan Pembahasan

Sumbu y F3y = F3 sin = 6 sin 60 =6

a.

1 2

)
b.
3 2

= 3 3 N Fx = F2x + F3x F1 =
3 2

Dari gambar: ax = a cos 27 = 4 cos 27 = 3,6 satuan ay = a sin 27 = 4 sin 27 = 1,8 satuan bx = b cos 63 = 3 cos 63 = 1,4 satuan by = b sin 63 = 3 sin 63 = 2,7 satuan c x = c cos 27 = 5 cos 27 = 4,4 satuan c y = c sin 27 = 5 sin 27 = 2,3 satuan

+33=

Fy = F2y + F3y =(2 =2 R = = =


3 3

3 3 3)N 3 N

Fx2 + Fy2 ( 2 )2 + ( 2 3)2


9 =3N
3 3

Rx = ax bx cx = 3,6 1,4 4,4 = 2,2 satuan Ry = ay + by cy = 1,8 + 2,7 2,3 = 2,2 satuan Jadi, nilai Rx dan Ry berturut-turut 2,2 satuan dan 2,2 satuan. 2.
y (km) 40 R A B 20 0 (b) x (km) 20

20. Jawaban: c
2m A

6m

6m C

2m

B 10 m

8m

Perpindahan anak adalah AC. AC = = =

AB2 + BC2 (6 m)2 + (8 m)2 36 m2 + 64 m2

Besar resultan jarak R dapat dihitung dari hukum kosinus yang diaplikasikan pada segitiga. Dengan = 180 60 = 120 dan R2 = A2 + B2 2AB cos , dapat ditentukan: R =
A2 + B 2 2AB cos

= 100 m2 = 10 m Arah AC yaitu ke tenggara. Dengan demikian, perpindahan yang dilakukan anak tersebut 10 meter ke arah tenggara. B. Uraian 1.
b 117 27 207 c a x

= (20,0 km)2 + (35,0 km)2 2(20,0 km)(35,0 km) cos 120 48,2 km Dengan menggunakan hukum sinus, dapat diperoleh arah perubahan mobil sudut .
sin B B

sin R
35,0 km

sin = R sin = sin 120 48,2 km = 0,629 = 39,0 Resultan jarak yang ditempuh mobil 48,2 km dan arahnya 39,0.

Fisika Kelas X

27

3.

b.

Z K

180 m

vp = 6 m/s vR A va = 8 m/s L 120 60 L

Dari gambar di atas diperoleh: vR = =


2 2 vp + va

Z = =

5 2 + 3 2 + (2 5 3 cos 120)

62 + 82 = 10 m/s
Rumus cosinus: cos = = AC = 4. a.
180(10) 6
vP vR

25 + 9 15 = 19 = 4,36

= AC =
180 AC

AB

Jadi, vektor Z sebesar 4,36 satuan. 6. Diketahui: a = 2b


3 |a b|

6 10

= 300

|a + b| = Ditanyakan: Jawab: |a + b| =

Jadi, panjang lintasan perahu 300 m. Besar resultan R = V1 + V2 = 20 N + 12 N = 32 N Jadi, resultan dua gaya yang berapit membentuk sudut apit 0 adalah 32 N. Besar resultan R = V1 V2 = 20 N 12 N = 8 N Jadi, resultan dua gaya yang berapit membentuk sudut apit 180 adalah 8 N. Besar resultan R = =
V 12 + V 22

a 2 + b 2 + 2ab cos

|a b| = a 2 + b2 2ab cos Berdasarkan soal: |a + b| =


3 |a b| 3
a2 + b2 2abcos a2 + b2 + 2ab cos =

b.

c.

202 + 122

(2b)2 + b2 + 2(2b) b cos b cos

a2 + b2 + 2ab cos = 3 (a2 + b2 2ab cos ) a2 + b2 + 2ab cos = 3a2 + 3b2 6a b cos

= 3(2b)2 + 3b2 6(2b)

= 544 N Jadi, resultan dua gaya yang berapit membentuk sudut apit 90 adalah 544 N. 5. a.
K Y

4b2 + b2 + 4b2 cos 4b2 + b2 3b2 12b2 10b2 16 cos

= 12b2 + 3b2 12b2 cos = 12b2 cos 4b2 cos = 16b2 cos = 10
10 16

cos =

= 51,32 Jadi, nilai sudut sebesar 51,32. 7. Anggap vektor yang lebih kecil adalah r dan yang satu lagi adalah s. Gunakan rumus resultan kedua vektor.

60 L

Y = =

5 2 + 3 2 + (2 3 5 cos 60)

r 2 + s 2 + 2rs cos R2 = r 2 + s2 + 2rs cos 60 (3r)2 = r 2 + s2 + 2rs

R=

25 + 9 + 30

1 2

= 49 = 7 satuan Jadi, vektor resultan Y sebesar 7 satuan.

(3r)2 = r 2 + s2 + rs 2 0 = s2 + rs 8r 2 Ini adalah persamaan kuadrat dalam s yang dapat diselesaikan dengan rumus abc dimana a = 1, b = r, dan c = 8r 2.

28

Kunci Jawaban dan Pembahasan

s1,2 = = = = s1 = s2 = Jadi: s1 = s1 =
s r

b b2 4ac 2a

10. Diketahui:

F1 = F2 = F
F1 F2 F1 + F2

r2

2(1)

4(1)(8r 2 )

r r 2 + 32 r 2 2 r 33 r 2 2

Ditanyakan: Jawab:

= 2

F1 F2 F1 + F2

= 2 = 2 = 2 = = 4
2

2 2 2
2 4

F 2 + F 2 2F 2 cos F 2 + F 2 + 2F 2 cos 2F 2 (1 cos ) 2F 2 (1 + cos )


1 cos 1 + cos 1 cos 1 + cos 1 cos 1 + cos

r + r 33 2 r r 33 2 r + r 33 2 r ( 33 1) 2

(tidak dipakai)

33 1 2

= 2,37

Jadi, perbandingan kedua vektor bernilai 2,37. 8. Diketahui: R = 50 m Ry = 18 m Ditanyakan: Rx Jawab: R= 50 m = 50 m =


2
2 RY

= 2 2 2 cos = 1 + cos 2 = 3 cos cos =


2 3

= 48,2
Jadi, sudut apit antara kedua vektor bernilai 48,2.

2 RX

2 ( 18 m) 2 + R X 2 324 m 2 + R X

2 2.500 m2 = 324 m2 + RX

A.

Pilihan Ganda

RX = 2.176 m2 RX = 46,64 m tan = R Y = = 0,386 46,64 m X 21,10 (kuadran IV) Komponen x perpindahan = 46,6 m dengan arah = 21,10 atau 338,9 kuadran IV. 9. Misalkan sudut apit kedua vektor adalah . (a + b)2 = a2 + b2 + 2ab cos c2 = a2 + b2 + 2ab cos 402 = 302 + 202 + 2 (20) 30 cos 1.600 = 900 + 400 + 1.200 cos 1.200 cos = 300 cos = 1.200 = 4 75,5 Sudut apit antara vektor a dan b berkisar 75,5.
1 300
R 18

1. Jawaban: d Penulisan notasi ilmiah adalah a 10n. dengan a merupakan bilangan 1 < a < 10. Sehingga penulisan yang benar adalah 5,4321 108. 2. Jawaban: d 0,50300 lima angka penting yaitu angka 5, 0, 3, 0, dan 0. 3. Jawaban: e p = 10,68 m (empat angka penting) = 5,4 m (dua angka penting) 57,672 m2 ~ 58 m2 (dua angka penting) 4. Jawaban: c Diketahui: p = 1,00 m (3 angka penting) = 0,67 m (2 angka penting) t = 0,85 m (2 angka penting) Ditanyakan: V

Fisika Kelas X

29

Jawab: V =p t = 1,00 0,67 0,85 = 0,5695 m3 = 0,57 m3 (2 angka penting) Jadi, volume kubus adalah 0,57 m3. 5. Jawaban: a Kesalahan paralaks adalah kesalahan baca yang terjadi akibat kurang tepatnya mata melihat alat ukur. Kesalahan paralaks pada pengukuran dapat terjadi jika sudut pandang pembacaan hasil pengukuran tidak dilakukan secara tegak lurus. 6. Jawaban: b Diketahui: R = 1,05 cm (3 angka penting) Ditanyakan: L Jawab: Llingkaran = R2 = 3,14(1,05)2 = 3,46185 cm2 Oleh karena r hanya memiliki 3 angka penting maka luas lingkaran menjadi 3,46 cm 2. 7. Jawaban: c Diketahui: r = 10 cm Ditanyakan: V Jawab: V = r3 = 103 = 1,0 103 cm3 Volume kubus menurut aturan angka penting 1,0 103 cm3. 8. Jawaban: d Pada bilangan desimal yang lebih kecil dari satu, angka nol yang terletak di sebelah kiri tanda koma bukan merupakan angka penting. Jadi, 0,07060 m terdiri dari empat angka penting. 9. Jawaban: d Ketelitian pengukuran jangka sorong = 0,01 cm = 0,1 mm Ketelitian pengukuran mikrometer sekrup = 0,001 cm = 0,01 mm 10. Jawaban: e Besaran yang merupakan kelompok besaran turunan yaitu momen gaya, usaha, dan momentum. 11. Jawaban: c Besaran pokok merupakan besaran yang telah didefinisikan terlebih dahulu. Yang termasuk dalam besaran pokok adalah panjang, massa, waktu, suhu, kuat arus, intensitas cahaya dan jumlah zat.

12. Jawaban: a Hambatan jenis = R = R


l

RA l

ohm m2 m

= ohm meter
13. Jawaban: e Besaran vektor merupakan besaran yang dipengaruhi arahnya. Besaran yang termasuk besaran vektor adalah kecepatan. 14. Jawaban: c

F 2 + F 2 + 2F 2 cos = F 2 + F 2 2F 2 cos 2 2 2 2F 2 + 2F cos = 2F 2F cos 2 4F cos = 0 cos = 0 = 90 Jadi, jika besar resultan dan selisih dua vektor adalah sama maka sudut apitnya 90.
15. Jawaban: a Skala utama : 7,5 mm Skala nonius : 16 0,01 mm = 0,16 mm Hasil pengukuran : 7,5 mm + 0,16 mm = 7,66 mm 16. Jawaban: b Skala utama = 2,7 cm Skala nonius = 6 0,01 cm = 2,76 cm Jadi, hasil pembacaan (2,7 + 0,06) cm = 2,76 cm. 17. Jawaban: d a. Gaya b. c. Daya Tekanan = m a = kg m/s2 = [M][L][T]2 = W = kg m2/s3 = [M][L]2[T]3 =
t F A
kg m/s 2 m2

= kg/m s2

= [M][L]1[T]2 d. Impuls = F t = kg m/s2s = kg m/s = [M][L][T]1 e. Momentum = m v = kg m/s = [M][L][T]1 Jadi, pasangan besaran yang memiliki dimensi sama yaitu momentum dan impuls. 18. Jawaban: c Tetapan gravitasi satuannya = N m2 kg2 = (kg ms2) m2 kg2 = kg1 m3s2 [M]1 [L]3 [T]2 Jadi, dimensi tetapan gravitasi adalah [M]1[L]3[T]2.

30

Kunci Jawaban dan Pembahasan

19. Jawaban: e Pv = nRT R = =


PV nT

27. Jawaban: a Fx = F1 F3 F2
N m 2 m 3 mol K
2

=
2

= F1 F3 cos 60 F2 sin 30 =
kg m s mol K
2 2

kg ms m mol K

= 20 24 ( 2 ) 20 ( 2 ) = 2 N Fy = F1 + F2 F3
y y

Jadi, dimensi R adalah

[M][L]2[T]2 N

1.

= F2 cos 30 F3 sin 60 = (20) 2 R = = =


1

20. Jawaban: c Ep = m g h = kg m/s2 m = kg m2 s2 Jadi, dimensinya adalah [M][L]2[T]2. 21. Jawaban: c 2 V = k am sn (m/s)2 =
m k 2 s
m

3 (24) 2

3 = 2 3 N

Fx2 + Fy2

(2)2 + (2 3)2
4 + 12 = 4 N
FY FX

(m)n

tan = tan =

Jadi, nilai m = 1 dan n = 1 dan k = 2. 22. Jawaban: b Dengan menggunakan metode poligon, diketahui D merupakan resultan vektor A, B, dan C. Jadi, D = A + B + C. 23. Jawaban: d Komponen gaya bidang horizontal Fx Fx = F cos Fx = 10 cos 30 = 10
1 (2
y

2 3 2

3 = 60

Jadi, resultan 4 N dan searah dengan F3. 28. Jawaban: e


B C

L=?

vp = 0,3 m/s vR

3)
Fy
30

10 N x
A va = 0,4 m/s

=5 3 N Komponen gaya bidang vertikal Fy Fy = F sin Fy = 10 sin 30 = 10 ( 2 ) = 5 N


1

Diketahui:

Fx

va = 0,4 m/s vp = 0,3 m/s t = 150 s

Ditanyakan: lebar sungai vR = =


2 2 vp + va

Jadi, komponen gaya Fx dan Fy berturut-turut yaitu 5 3 dan 5 N. 24. Jawaban: a tan =
FY FX 2N 2N

(0,3) 2 + (0,4) 2

= 0,5 m/s =1 Rumus cosinus: cos =


vP vR

= 45 Jadi, arah F membentuk sudut 45.


25. Jawaban: d R =
2 2 = FX + FY

= AC
AB

AB

5 2 + 12 2

= 0,5 = AC AC = vR t = 0,5 (150) = 75 m


0,3 0,5

0,3

= 13 cm Jadi, resultan dua vektor gaya sebesar 13 N. 26. Jawaban: e Fx = F cos 120 = F (
1 2

= AC
AC(0,3) 0,5

AB

AB =
1 2

75 m (0,3) 0,5

= 45 m

Jadi, lebar sungai 45 m.


3F

3) =

Fisika Kelas X

31

29. Jawaban: c Diketahui: a = 3 satuan b = 4 satuan |a + b| = R = 5 satuan Ditanyakan: sudut apit dua vektor = Jawab: R= s=

Jawab:

m V

= =

8,69 1028 g
4 (3,14)(2,43 3

109 cm)3

8,69 1028g 6,007 1028 cm3

a2 + b2 + 2ab cos

32 + 42 + 2(3)(4) cos 25 = 32 + 42 + 24 cos 25 25 = 24 cos 0 = 24 cos cos = 0 = 90 Jadi, sudut apit dua vektor adalah 90.
30. Jawaban: a
Y F1

= 1,4466 g/m3 = 1,45 g/cm3 Jadi, massa jenis Neptunus 1,45 g/cm3.

m V

8,69 1025 kg 6,007 1028 cm3

= 0,0014466 kg/cm3 = 1,45 103 kg/cm3 Jadi, massa jenis Neptunus 1,45 103 kg/cm3. 3. Untuk c1 [x] = [c1] [t] L = [c1] T [c1] = LT1 Untuk c2 [x] = [c2] [t2] L = [c2] T2 [c2] = LT2 4. Ruas kiri dan ruas kanan harus mempunyai dimensi yang sama. [x] = k t3 L = k T3 k = LT3 Jadi, dimensi k adalah LT3. 5. a = m atau F = m a Dimensi dari gaya: F F = m a = kg m/s2 = [M][L][T]2 Jadi, dimensi gaya adalah [M][L][T]2. 6. Fx = F1 F2
y

Untuk c3 [x] = [c3] [t3] L = [c3] T3 [c2] = LT3

120 F2 X 120

F3

Fx = F1 + F3 F2
x x

= F1 cos 60 + F3 cos 60 F2 =8(2)+8(2)4 F y =4N = F1 F3


y y

= F1 sin 60 F3 sin 60 = (8) 2 =0N R =


1

3 (8) 2

= (4 2N) + (4 2N)
42 + 02 = 4 N

Fx2 + Fy2 =

Jadi, resultan ketiga vektor gaya bernilai 4 N. B. Uraian 1. a. 1,000 = 4 angka penting b. 100,0 = 3 angka penting c. 2,00 = 3 angka penting e. 14777,667 = 8 angka penting d. 8000,1 = 5 angka penting 2. Diketahui: R = 24.300 km = 2,43 109 cm m = 8,69 1028 g Ditanyakan:

F y R = = = =

= (8 + 8) N = 16 N = F2 = (2 N 4) = 8 N
y

(Fx )2 + (Fy )2

(16 N)2 + (8 N)2 256 + 64


320

=8 5 N Jadi, resultan kedua gaya 8 5 N.

32

Kunci Jawaban dan Pembahasan

7.
F2 30

Y F1 0 30 X

10. Diketahui:

vP = kecepatan pesawat = 600 km/jam va = kecepatan angin = 100 km/jam vR = kecepatan resultan AB= 600 km Ditanyakan: t Jawab: vR =
2 2 = vp va

Fx = F1 F2
x

6002 1002 = 591,6 km/jam

= F1 cos 30 F2 cos 30 = (20) 2 3 (30) 2 = 10 3 15 3 =5 3 N Fy = F1 + F2


y y

Oleh karena jarak AB adalah 600 km maka waktu yang diperlukan: = v = 591,6 km/jam = 1,014 jam Untuk bolak-balik t = 2(1,014) jam = 2,028 jam Jadi, waktu yang diperlukan pesawat untuk menempuh perjalanan dari A B A adalah 2,028 jam. t
x
600 km

= F1 sin 30 + F2 sin 150 = 20 ( 2 ) + 30 ( 2 ) = 25 N Jadi, resultan komponen vektor pada sumbu X dan Y berturut-turut 5 3 N dan 25 N. 8. Diketahui:
v 20 km/jam

Bab II

Kinematika Gerak

A.
30 v

Pilihan Ganda
v (m/s)

1. Jawaban: e
Timur

Ditanyakan: v Jawab: cos 30 = v


v
v

cos 30 = 20 km/jam v = ( 2 3 )(20 km/jam) = 10 3 km/jam Jadi, kecepatan sepeda sebelum tertiup angin adalah 10 3 km/jam. 9. R = F=
F12 + F22 + 2F1 F2 cos
1

t (s)

Dari grafik di atas dapat diketahui kecepatan benda, perpindahan benda, dan percepatan benda. Perpindahan benda dapat diketahui dari luas bidang yang diarsir. Percepatan benda diketahui dengan menghitung tan = t . 2. Jawaban: a Pada benda yang dipercepat jarak antartitik pada pita ticker-timer semakin panjang dan sebaliknya jika benda bergerak diperlambat jarak titik semakin rapat. Pada gerak lurus berubah beraturan, percepatan bernilai tetap. Jadi, gambar nomor (1) dan (2) menunjukkan mobil bergerak lurus berubah beraturan dengan percepatan tertentu.
v

F 2 + F 2 + 2F F cos

F 2 = 2F 2 + 2F 2 cos F 2 = 2F 2 cos cos = 2 = 120 Sudut apit vektor tersebut 120.


1

Fisika Kelas X

33

3. Jawaban: c Diketahui: v0 = 20 m/s v1 = 10 m/s v2 = 0 m/s t1 = 4 s Ditanyakan: t Jawab: v1 = v0 + at1 10 m/s = 20 m/s + at1 10 m/s = a(4 s) a = 2,5 m/s2 v2 = v1 + at2 0 m/s = 10 m/s + (2,5 m/s2) t2 10 m/s = (2,5 m/s2) t2 t2 = 4 s t = t1 + t2 =4s+4s =8s Benda berhenti setelah 8 s. 4. Jawaban: e Diketahui: v0 = v vt = 4 v s =x Ditanyakan: a Jawab: vt2 = v02 + 2as ( 4 v)2 = v 2 + 2ax
1 2 v 16 1 1

30t m/s = 210 m t = 30 m/s = 7 s Mobil B berpapasan dengan mobil A setelah bergerak selama 7 sekon. 6. Jawaban: d Diketahui: v0 = 20 m/s v t = 35 m/s s = 50 m Ditanyakan: t Jawab: vt2 = v02 + 2as (35 m/s)2 = (20 m/s)2 + 2a(50 m) 1.225m2/s2 = 400 m2/s2 + 100a m 825 m2/s2 = 100a m a=
825 m2 /s2 100 m

210 m

= 8,25 m/s2 v t = v0 + a t 35 m/s = 20 m/s + 8,25t 15 m/s = 8,25t m/s2 t=


15 m/s 8,25 m/s2

= 1,82 sekon

Waktu yang dibutuhkan bus 1,82 s. 7. Jawaban: a Diketahui: v0 = 108 km/jam = 30 m/s s = 150 m vt = 0 Ditanyakan: a Jawab: vt2 = v0 2 + 2as 0 = (30 m/s)2 2a (150 m) 2 900 m /s2 = 300a m a=
v2
900 m2 /s2 300 m

= v 2 + 2ax
1

2ax = 16 v 2 v 2 a = 16(2x ) = 32
15 v 2 x 15
15v 2

= 3 m/s2

Percepatan mobil 32 atau perlambatannya x sebesar


15v 2 32x

Adul harus mengerem sepeda dengan perlambatan 3 m/s2. 8. Jawaban: d Diketahui: vA tA vB tB Ditanyakan: sB Jawab: sA = sB vAtA = vBtB 5(t + 10) = 10t 5t + 50 = 10t 50 = 5t
50

5. Jawaban: b Diketahui: vA = 20 m/s sAB = 250 m tA = (t + 2) vB = 10 m/s tB = t Ditanyakan: t Jawab: sA + sB = 250 m vAtA + vBtB = 250 m (20 m/s)(t + 2) + 10 m/s(t) = 250 m 20t m/s + 40 m/s + 10t m/s = 250 m

= 5 m/s = (t + 10) menit = 10 m/s =t

t = 5 = 10 menit = 600 sekon

34

Kunci Jawaban dan Pembahasan

sB = vBtB = (10 m/s)(600 s) = 6.000 m = 6 km Bona dapat menyusul Ari setelah menempuh jarak 6 km. 9. Jawaban: c Diketahui: sAR = 1.000 m vR = 8 m/s vA = 4 m/s tA = (t + 70) sekon tR = t Ditanyakan: t Jawab: sA + sR = 1.000 vAtA + vRtR = 1.000 4(t + 70) + 8t = 1.000 4t + 280 + 8t = 1.000 12t = 720 t = 60 sekon Keduanya bertemu 60 sekon setelah Ria bergerak atau (60 + 70) sekon = 130 sekon setelah Amel bergerak. 10. Jawaban: a Diketahui: a1 = 2 m/s2 t1 = 8 s t2 = 10 s Ditanyakan: s2 Jawab: vt = v0 + a1 t1 = 0 + (2 m/s2)(8 s) = 16 m/s vt = v0 + a2t2 0 = 16 m/s + a2(10 s) a2 = 1,6 m/s2 s2 = v0 t2 2 a2 t22 2 = (16 m/s)(10s) 2 (1,6 m/s2)(10 s)2 = (160 80) m = 80 m Jarak yang ditempuh mobil setelah mesin dimatikan sampai mobil berhenti sejauh 80 m. 11. Jawaban: c Diketahui: vC = 54 km/jam = 15 m/s vD = 72 km/jam = 20 m/s t = 1 menit = 60 sekon Ditanyakan: sD sC Jawab: sD = vD t = (20 m/s)(60 s) = 1.200 m
1 1
2 2 1 1

sC = vC t = (15 m/s)(60 s) = 900 m sD sC = (1.200 900) m = 300 m Jarak keduanya adalah 300 m setelah 1 menit. 12. Jawaban: b
v (ms1)
40 30 20 10 0 1 2 3 4 5 C A B

I II
6

III
7

E 8

t (s)

Jarak tempuh sama dengan luas daerah di bawah grafik. s dari t = 5 s sampai 8 s. LI = 2 (1 s)(20 m/s) = 10 m LII = (1 s)(20 m/s) = 20 m LIII = 2 (2 s)(20 m/s) = 20 m L = LI + LII + LIII = (10 + 20 + 20) m = 50 m Jadi, jarak yang ditempuh = 50 m. 13. Jawaban: e Jarak yang ditempuh = luasan grafik = luas segitiga + luas trapesium
2 = 2 m+ 2 = 60 m + 140 m = 200 m Jarak yang ditempuh selama 4 sekon sejauh 200 m. 62

(60 + 80)

14. Jawaban: a Diketahui: A = s = 48 m2 v0 = 8 m/s v t = 16 m/s Ditanyakan: a Jawab: a= = =


vt v0 t

(16 8 ) m/s
ts 8 t

m/s2
1 a t2 2 m/s) t + 1 ( 8 2 t

s = v0 t + 48 m2 = (8

m/s2) t 2

48 m2 = 8t m/s + 4t m/s 48 m2 = 12t m/s t=4s

Fisika Kelas X

35

a= =

8 t 8 4

m/s2 m/s2

= 2 m/s2 Percepatan mobil sebesar 2 m/s2. 15. Jawaban: c Diketahui: v0 = 2 m/s v t = 8 m/s t = 3 s Ditanyakan: s pada saat t = 5 s Jawab: a = =
vt v0 t (8 2) m/s 3s

18. Jawaban: c Diketahui: v0 = 30 m/s s1 = 75 m v1 = 15 m/s v2 = 0 m/s Ditanyakan: s2 Jawab: v12 v02 = 2as 2 (15 m/s) (30 m/s)2 = 2a(75 m) 225 m2/s2 900 m2/s2 = (150 m)a 675 m2/s2 = (150 m)a a = 4,5 m/s2 2 2 v2 v1 = 2as s=
2 2 v2 v1

2a

= =

0 (15 m/s) 2 2(4,5 m/s 2 ) 225 m2 /s 2 9 m/s 2

= 25 m

=2

m/s2
1 2

Jadi, benda akan berhenti setelah menempuh lagi jarak sejauh 25 m. a t2


1 (2 2

s = v0 t +

19. Jawaban: c Diketahui:

= (2 m/s)(5 s) + m/s2)(5 s)2 = 10 m + 25 m = 35 m Jarak tempuh benda selama 5 sekon adalah 35 m. 16. Jawaban: d Diketahui: v0 = 40 m/s s = 160 m vt = 0 Ditanyakan: a Jawab: vt2 = v02 2as 0 = (40 m/s)2 2a(160 m) 1.600 m2/s2 = 320a m 1.600 m2 /s2 a= = 5 m/s2 320 m Perlambatan mobil tersebut 5 m/s2. 17. Jawaban: b Diketahui: v0 = 36 km/jam = 10 m/s a = 5 m/s2 vt = 0 Ditanyakan: s Jawab: vt2 = v02 + 2as 0 = (10 m/s)2 2(5 m/s2)(s) 10s m/s2 = 100 m2/s2 s = 10 m/s2 = 10 m Jarak yang ditempuh Tika dari pengereman hingga berhenti 10 m.
100 m2 /s2

= 180 m va = 4 m/s vp = 3 m/s Ditanyakan: s Jawab:


B vp = 3 m/s 180 m vR C

va = 4 m/s

vR =

2 2 = vp + va

32 + 42 =

25 = 5

sin =

vp vR

= AC =
180 m AC

AB

3 5

AC = 300 m Jadi, perahu telah menempuh lintasan sejauh 300 m. 20. Jawaban: a Diketahui: a1 = t1 = t2 = v2 = Ditanyakan: t Jawab: s1 = s2 v0t1 + 2 at12= v2t2 0 + 2 at12 = v2t2
1 1

2 m/s2 t+5 t 20 m/s

36

Kunci Jawaban dan Pembahasan

1 (2)(t + 5)2 2

= (20)(t)

3. Diketahui:

t 2 + 10t + 25 = 20t t 2 10t + 25 = 0 (t 5)(t 5) = 0 t=5 Waktu yang diperlukan mobil B untuk menyusul mobil A yaitu 5 sekon. B. 1. Uraiansoal-soal berikut!
x = 90 m

v0 = 30 m/s v t = 15 m/s s = 75 m Ditanyakan: s2 Jawab: v t 2 = v02 + 2as (15 m/s)2 = (30 m/s)2 + 2a(75 m) 225 m2/s2 = 900 m2/s2 + 150a 150a m = 675 m2/s2 a=
675 m2 /s2 150 m

= 4,5 m/s2

y = 120 m

vt2 = v02 + 2as 02 = (15 m/s)2 + 2(4,5 m/s2)s


2 2 s = 225 m /s = 25 m 2

Kucing berhenti setelah menempuh lagi jarak sejauh 25 meter. a. Jarak = x + y = 90 m + 120 m = 210 m Perpindahan = r = = =
x2 + y2 (90 m)2 + (120 m)2 14.400 m2 + 8.100 m2

9 m/s

4. Diketahui:

= 22.500 m2 = 150 m b. Kelajuan rata-rata =


Jarak Waktu
210 m

v0 = 72 km/jam = 20 m/s s = 100 m vt = 0 Ditanyakan: a Jawab: v t 2 v0 = 2a s 02 (20 m/s)2 = 2a(100 m) 400 m2/s2 = 200a a=
400 m2 /s2 200 m

= 10 menit = 600 s = 0,25 m/s Kecepatan rata-rata = = = 2. Diketahui:


Perpindahan Waktu
150 m 10 menit 150 m 600 s 210 m

a = 2 m/s2 Perlambatan yang harus diberikan agar mobil dapat tepat berhenti di depan lampu merah sebesar 2 m/s2. 5. Diketahui: vA = 4 m/s v0 = 2 m/s B vt = 4 m/s B tB = 5 s Ditanyakan: a. t b. sB Jawab: aB = =
v tB v 0B tB 4 m/s 2 m/s 5s

= 0,25 m/s

sAF = 1.600 m sBF = 1.600 m + 200 m = 1.800 m vA = 144 km/jam = 40 m/s Ditanyakan: vB Jawab: Agar sampai garis finis bersamaan maka tA = tB.
sA vA

sB vB sB v B sA

= 0,4 m/s2 a. sA = sB vA tA = v0 tB + 2 aBtB2 B (4 m/s)t = (2 m/s)t + 2 (0,4 m/s2)t2 (2 m/s)t = (0,2 m/s2)t 2 t=
2 m/s 0,2 m/s2

vB = =

(1.800 m)(40 m/s) (1.600 m)

= 45 m/s Kecepatan konstan B adalah 45 m/s.

= 10 sekon

B menyusul A setelah 10 sekon.

Fisika Kelas X

37

b.

sB = v0 t + 2 aB t 2 B = (2 m/s)(10s) + 2 (0,4 m/s2)(10s)2 = 20 m + 20 m = 40 m Jadi, jarak yang ditempuh B sejauh 40 m.


1

b.

6. Diketahui:

vA = 10 m/s vB = 15 m/s sAB = 1.000 m Ditanyakan: t dan sA atau sB Jawab: sA + sB = 1.000 m vAt + vBt = 1.000 m 10 m/s t + 15 m/s t = 1.000 m 25 m/s t = 1.000 m t = 40 sekon sA = vAt sB = vBt = (10 m/s) (40s) = (15 m/s) (40s) = 400 m = 600 m Benda A bertemu B setelah 40 s, pada jarak 400 m dari titik awal A atau 600 m dari titik awal B. v0 = 100 m/s t = 40 s vt = 0 Ditanyakan: a Jawab: v t = v0 + at 0 = 100 m/s + a(40 s) a(40 s)= 100 m/s a=
100 m/s 40 s

Eliminasi (1) dan (2) 2v0 + 2a = 10 1 2v0 + 2a = 10 v0 + 4a = 11 2 2v0 + 8a = 22 6a = 12 a = 2 m/s2 2v0 + 2a = 10 2v0 + 2 = 10 2v0 = 10 4 2v0 = 6 v0 = 2 = 3 m/s Percepatan benda 2 m/s2 dan kecepatan awalnya 3 m/s.
6

9. Diketahui:

a = 6 m/s2 s = 360 m vt = 0 Ditanyakan: a. v0 b. t Jawab: a. vt2 v02 = 2as 0 v02 = 2(6 m/s2)(360 m) v02 = 4.320 m2/s2 v0 = 65,73 m/s Jadi, kecepatan saat mendarat 65,73 m/s2. b. v t = v0 + at 2 0 = 65,73 m/s + (6 m/s2)t (6 m/s2) t = 65,73 m/s

7. Diketahui:

= 2,5 m/s

t=

65,73 m/s 6 m/s2

Tanda negatif artinya pesawat melakukan perlambatan sebesar 2,5 m/s2. 8. Diketahui: t1 s1 t2 vt Ditanyakan: a. b. Jawab: a. =2s = 10 m =4s = 11 m/s a v0
1

= 10,95 s 11 s Waktu yang dibutuhkan dari pengereman hingga pesawat berhenti adalah 11 sekon. 10. Diketahui: PQ = 5,0 m = 500 cm vA = 5 cm/s vB = 10 cm/s Ditanyakan: a. B menyusul A b. posisi A saat B tiba di Q Jawab: a. B berangkat 20 s setelah A. tA = (tB + 20) B menyusul A maka sA = sB sA = sB vAtA = vBtB vA(tB + 20) = vBtB 5(tB + 20) = 10tB 5tB + 100 = 10tB 5tB = 100 tB = 20 sekon

s = v0t + 2 at 2 10 m = v0 2 + 2 a22 10 m = 2v0 + 2a . . . (1) v t = v0 + at 11 = v0 + a 4 11 = v0 + 4a . . . (2)


1

38

Kunci Jawaban dan Pembahasan

b.

sB = vBtB = (10 cm/s)(20 sekon) = 200 cm B menyusul A di titik 200 cm dari P. B sampai di Q s = vB + tB 500 = 10tB tB = 50 sekon Dalam waktu 50 sekon A berada di titik s. s = vAtA = vA(tB + 20) = (5 cm/s)(50 s + 20 s) = (5 cm/s)(70 s) = 350 cm

3. Jawaban: e Diketahui: h = 19,6 m v2 = 2 vmaks g = 9,8 m/s2 Ditanyakan: h 2 Jawab: vmaks = =


1

2gh
2(9,8 m/s2 )(19,6 m)

= 384,16 m2 /s2 = 19,6 m/s v2 = 2 vmaks = 2 (19,6 m/s) = 9,8 m/s vmaks2 = v22 + 2gh2 (19,6 m/s)2 = (9,8 m/s)2 + 2(9,8 m/s2)(h2) 384,16 m2/s2 96,04 m2/s2 = 19,6 m/s2(h2) 288,12 m2/s2 = 19,6 m/s2(h2) h2 = 14,7 m Saat kecepatan kelereng 2 vmaks ketinggiannya 14,7 m. 4. Jawaban: c h = 2 gt 2 grafik berbentuk parabola terbuka ke atas 5. Jawaban: a Diketahui: hgedung = 10 m vtanah = 15 m/s g = 9,8 m/s2 Ditanyakan: v0 Jawab: v2 tanah = 2gy (15 m/s)2 = 2(9,8 m/s2)y 225 m2/s2 = (19,6 m/s2)y y = 11,5 m hmaks = y hgedung = (11,5 10) m = 1,5 m v0 = =
2ghmaks
2(9,8 m/s 2 )(1,5 m)
1 1 1 1

A.

Pilihan Ganda

1. Jawaban: e Diketahui: v0 = 6 m/s t =5s g = 9,8 m/s2 Ditanyakan: h Jawab: h = v0t +


1 2 gt 2 1

= (6 m/s)(5 s) + 2 (9,8 m/s2)(5 s)2 = 30 m + 122,5 m = 152,5 m Jadi, kedalaman gua tersebut 152,5 m. 2. Jawaban: d Diketahui: h = 10 m v0 = 2 m/s g = 9,8 m/s2 Ditanyakan: v t Jawab: vt2 = v02 + 2gh = (2 m/s)2 + 2(9,8 m/s2)(10 m) vt2 = 4 m2/s2 + 196 m2/s2 vt =

200 m2 /s2

= 10 2 = m/s Jadi, kecepatan air saat menyentuh dasar air terjun adalah 10 2 m/s.

= 29,4 m2 /s 2 = 5,42 m/s Kelajuan awal bola 5,42 m/s.

Fisika Kelas X

39

6. Jawaban: b Diketahui: tnaik turun = 6 s tmaks = 2 tnaik turun = 2 (6 s) = 3 s m = 2 kg g = 9,8 m/s2 Ditanyakan: hmaks Jawab: tmaks=
v0 g

8. Jawaban: c Diketahui: vA B = 3 s g = 9,8 m/s2 Ditanyakan: v0 Jawab: tAB = g


2 v0

v0 = g t AB
2

(9,8 m/s2 )(3 s) 2

v0 = (tmaks)(g) = (3 s)(9,8 m/s2) = 29,4 m/s hmaks = 20 = 19,6 m/s2 = 44,1 m g Jadi, tinggi maksimum benda 44,1 m. 7. Jawaban: e Diketahui:
vx A B 4,9 cm Benda

= 14,7 m/s Jadi, kecepatan awal benda saat dilempar 14,7 m/s. 9. Jawaban: d Diketahui: hA hB g v0 v0 A
B

864,36 m/s

= 4h = 9h = 9,8 m/s2 =0 =0

Ditanyakan: vA : vB Jawab: v 2 = v02 + 2gh v 2 = 2gh


v A2 v B2 vA vB vA vB vA vB

= = = =

2m

2ghA 2ghB

hy = 4,9 cm = 0,049 m x =2m g = 9,8 m/s2 v0 = 0


y

2ghA 2ghB

4h 9h 4 9

Ditanyakan: vx Jawab: Benda bergerak ke bawah = bergerak dalam arah sumbu y. hy = v0 t + 2 gt2 y hy = 2 gt2 t= =
2hy g

= 3 Jadi, perbandingan kecepatan benda A dan B saat menyentuh tanah adalah 2 : 3. 10. Jawaban: c Diketahui: h = 30 m g = 9,8 m/s2 ht = 30 m 10 m = 20 m Ditanyakan: v t Jawab: ht = 2 gt 2 20 m = 2 (9,8 m/s2)t 2 20 m t2= 1 2 = 4,08 t = 2,02 s vt = gt vt = (9,8 m/s2)(2,02 s) = 19,8 m/s Kecepatan benda saat berada 10 m dari atas tanah 19,8 m/s.
2

2(0,049 m) 9,8 m/s2

0,01s2 = 0,1 s Gerak benda dalam arah mendatar x = vxt


vx =
x t

(9,8 m/s )

2m 0,1s

= 20 m/s

Jadi, kelajuan minimum benda sebesar 20 m/s.

40

Kunci Jawaban dan Pembahasan

B.

UraianB. v0 = 4,9 m/s g = 9,8 m/s2 Ditanyakan: tmaks dan hmaks Jawab: Saat mencapai tinggi maksimum, kecepatan benda adalah nol. vt = 0
v t= 0 = g
4,9 m/s 9,8 m/s2

3. Diketahui:

1. Diketahui:

v0 = 0
y

ht

hmin

100 m

hp

= 0,5 s Selisih waktu sebelum parasut mengembang =t=4s Ketinggian parasut mengembang = hp = 120 m Ditanyakan: hmin Jawab: ht = v0yt + 2 gt 2 = 0 + 2 (9,8 m/s2)(4 s)2 = 78,4 m hmin = hp + ht = 120 m + 78,4 m = 198,4 m Jadi, pesawat harus terbang minimal pada ketinggian 198,4 m. 4. Diketahui: v0 = 0 m 1 v0 = 45 m/s 2 t1 = t + 3 t2 = t Ditanyakan: t dan h saat kedua bola bertumbukan Jawab: h1 = h2
1 gt 2 2 1 1 (9,8)(t 2 1 1

Jadi, waktu yang dibutukan bola untuk mencapai titik tertinggi adalah 0,5 sekon. hmaks = v0 t 2 gt2 = (4,9 m/s)(0,5 s)
1 (9,8 2 1

m/s2)(0,5 s)2

= 2,45 m 1,225 m = 1,225 m Jadi, ketingian maksimum yang dapat dicapai bola adalah 1,225 m. 2. Diketahui: v0 = 0 m/s
A B

v0 = 25 m/s g = 9,8 m/s2 h = 50 m Ditanyakan: A dan B bertemu Jawab: h = v0 t


A

A v0 = 0 m/s
A

50 m v0 = 25 m/s B
B

1 2 1 gt + v0 t gt2 2 2 B

= v0 t
A

+ v0 t B

t =

h v 0A + v 0B

50 m 0 + 25 m/s

=2s

Kelajuan bola saat bertemu vA = gt = (9,8 m/s2)(2 s) = 19,6 m/s vB = v0 gt = 25 m/s (9,8 m/s2)(2 s) B = 25 m/s 19,6 m/s = 5,4 m/s Ketinggian benda B saat bertemu dengan benda A. hB = v0 t 2 gt2 B = (25 m/s)(2 s) 2 (9,8 m/s2)( 2 s)2 = 50 m 19,6 m = 30,4 m Jadi, benda A bertemu benda B setelah keduanya bergerak 2 sekon, dan kelajuan benda A pada saat itu 19,6 m/s, kelajuan benda B 5,4 m/s serta kedua benda bertemu ketika B mencapai ketinggian 30,4 m.
1 1

= v0 t2 + 2 gt22 2
1

+ 3)2 = (45)(t) + 2 (9,8)(t)2 4,9(t2 + 6t + 9) = 45t + 4,9t 2 4,9t 2 + 29,4t + 44,1 = 45t + 4,9t 2 15,6t = 44,1 t = 2,8 h1 = 2 gt12 = 2 (9,8 m/s2)(5,8 s)2 = 2 (9,8 m/s2)(33,64 s2) = 164,836 m Kedua bola bertumbukan saat bola kedua menempuh 164,836 m dan bergerak selama 2,8 sekon. 5. Diketahui: v0 = 25 m/s Ditanyakan: a. th
maks

b. th = 30 cm 41

Fisika Kelas X

Jawab: a. t = =
v0 g 25 m/s

Jawab: t = 0 + t

=
=
1 2 gt 2 1 (10)t 2 2

10 m/s 2

0 t

= 2,5 s b. h = v0t 30 = 25t

10 rad/s 20 s

= 0,5 rad/s2 (tanda () menunjukkan adanya perlambatan)

= 0t +

1 2 t 2 1

30 = 25t 5t 2 5t 2 25t + 30 = 0 atau t 2 5t + 6 = 0 t = 2 dan t = 3 Pada saat t = 2 s bola bergerak ke atas dengan kecepatan 5 m/s dan saat t = 3 s bola bergerak ke bawah dengan kecepatan 5 m/s.

= (10 rad/s)(20 s) + 2 (0,5 rad/s2)(20 s)2 = 200 rad 100 rad = 100 rad s =R = (100 rad)(0,15 m) = 15 m Jadi, roda tersebut menempuh jarak sejauh 15 m. 4. Jawaban: d Diketahui: = 3t 4 + 5t 2 0,5t 3 t1 = 0 s t2 = 2 s Ditanyakan: rata-rata Jawab: = 3t 4 + 5t 2 0,5t 3 (t) = 12t 3 + 10t 1,5t 2 (0) = 0 (t = 2) = 12(2)3 + 10(2) (1,5)(2)2 = 96 + 20 6 = 110 rad/s

A. 1.

Pilihan Ganda Jawaban: e Berdasarkan rumus dengan: v=R

v = kecepatan linear (m/s) = kecepatan sudut (rad/s) R = jari-jari lingkaran (m)

Kecepatan linear bergantung pada dan r. 2. Jawaban: c


t t

rata-rata =
=

t 0 t 2 t1
(110 0) rad/s (2 0) s

= 1 = 2 = 3 =

= 55 rad/s2 Jadi, percepatan sudut rata-rata partikel 55 rad/s2. = 3 1 = 3 rad/s2 = 3 rad/s2


6
16 10

5. Jawaban: d Diketahui: 1.200 rpm =


1.200 putaran 60 sekon

22 16 53 28 22 75

= 2 = 3 rad/s2 Jadi, percepatan sudut benda adalah tetap sebesar 3 rad/s2. 3. Jawaban: c Diketahui: R 0 t t Ditanyakan: s = 15 cm = 0,15 m = 10 rad/s = 20 s = 0 (berhenti

Ditanyakan: Jawab: f = banyaknya putaran/sekon = 20 Hz = 2f = 2 (20 Hz) = 40 Hz v = R = (40 Hz)(0,35 m) = 14 m/s Jadi, kecepatan sebuah titik di bagian tepi tabung sebesar 14 m/s.

= 20 putaran/s R = 35 cm = 0,35 m

42

Kunci Jawaban dan Pembahasan

6. Jawaban: b Diketahui: 540 rpm = 540 putaran/menit =


540 putaran 60 sekon

= 9 putaran/sekon f = 9 Hz R = 5 cm = 0,05 m Ditanyakan: as Jawab: = 2f = 2 (9 Hz) = 18 rad/s as = 2R = (18 rad/s)2(0,05 m) = 16,2 2 m/s2 Jadi, percepatan sentripetal di titik A sebesar 16,2 2 m/s2. 7. Jawaban: a Diketahui: m = 4 kg v = 2 m/s R = 40 cm = 0,4 m Ditanyakan: a. T b. as c. Fs Jawab: a. v = T T = =
2 R 2 R v
2 (0,4 m) 2 m/s

Jawab: a. Karena titik A dan B sepusat maka A = B. b. Pada gerak melingkar beraturan, kecepatan sudut () adalah konstan. Akibatnya pada benda yang melakukan gerak melingkar beraturan tidak memiliki percepatan sudut ( = 0). c. v = R = konstan v~R
vA vB

R
1 R 2

1 v 2 A

= vB vA = 2 vB

d.

Jadi, kecepatan linear A dua kali kecepatan linear B. at = R Karena = 0 maka at = 0

9. Jawaban: b 0 = 150 rad/s Diketahui: t = 75 rad/s t =3s Ditanyakan: banyak putaran Jawab: t = 0 + t 75 rad/s = 150 rad/s + (3 s) 75 rad/s = (3 s) = 25 rad/s2 (tanda negatif menunjukkan perlambatan)

t = 0t +

1 2

t
1

= 0,4 s Jadi, periode benda sebesar 0,4 s. b. as = =


v2 R
(2 m/s)2 0,4 m

= (150 rad/s)(3 s) 2 (25 rad/s2)(3 s)2 = 450 rad 112,5 rad = 337,5 rad 1 putaran = 2 rad Banyak putaran = Jadi, banyaknya putaran yang ditempuh selama tiga sekon adalah 168,75 putaran. 10. Jawaban: a Diketahui: R = 1,5 m 0 = 0 t = 60 rad/s t = 15 s Ditanyakan: a) b) at Jawab: a) t = 0 + t 60 rad/s = 0 + (15 s)
337,5 rad 2 rad

= 168,75 putaran

c.

= 10 Jadi, percepatan sentripetal benda 10 m/s2. Fs = m as = (4 kg)(10 m/s2) =4N Gaya sentripetal benda sebesar 4 N.

m/s2

8. Jawaban: e Diketahui: RA = R RB = 2 R Ditanyakan: a. A dan B b. A dan B c. vA dan vB d. at dan at


A B

60 rad/s 15 s

= 4 rad/s2

Percepatan sudut turbin sebesar 4 rad/s2.

Fisika Kelas X

43

b)

at = R = (1,5 m)(4 rad/s2) = 6 m/s2 Jadi, percepatan tangensial turbin sebesar 6 m/s2.

Jawab: a t = R = (30 rad/s2)(0,1 m) = 3 m/s2 a s = 4 m/s2 a total = = = =

at 2 + as2
(3 m/s 2 )2 + (4 m/s2 )2 (9 + 16) m2 /s 4 25 m2 /s 4

11. Jawaban: c Diketahui:

as = 9,8 m/s2 R bumi = 6.370 km = 6,37 106 m Ditanyakan: T Jawab: as =


v R
2

v2 = as R = (9,8 m/s2)(6,37 106 m) v2 = 6,2426 107 m2/s2 v 7,9 103 m/s v = T = =


2 Rbumi T 2 Rbumi v
2 (6,37 106 m) 7,9 103 m/s

= 5 m/s2 Percepatan total yang dialami titik Q 5 m/s2. 14. Jawaban: c Diketahui: R = 10 cm = 0,1 m = 30 rad/s2 t = 0,4 s 0 = 0 m/s Ditanyakan: a s Jawab: = 0 + t = 0 + (30 rad/s2)(0,4 s) = 12 rad/s a s = 2 R = (12 rad/s)2(0,1 m) = (144)(0,1) m/s2 = 14,4 m/s2 Titik tersebut mengalami percepatan sentripetal sebesar 14,4 m/s2. 15. Jawaban: b = 2 rad/s2 Diketahui: 0 = 30 rad/s t =5s Ditanyakan: Jawab:

5,06 103 s = 5.060 s T = 84,33 menit Jadi, waktu yang diperlukan satelit untuk melakukan satu putaran penuh adalah 84,33 menit. 12. Jawaban: e Diketahui: f = 3.000 rpm =
3.000 60 s

= s = 50 Hz t = 10 s 0 = 0 Ditanyakan: Jawab: = 2f = 2 ( s ) = 100 rad/s = 0 + t = 0 + (100 rad/s)(10 s) = 1.000 rad Sudut yang ditempuh rotor selama 10 sekon adalah 1.000 rad. 13. Jawaban: a Diketahui: = 30 rad/s2 R = 10 cm = 0,1 m a s = 4 m/s2 Ditanyakan: a total
50

50

= 0t +

1 t2 2 1 (2 2

= (30 rad/s)(5 s) +

rad/s2)(5 s)2

= 150 rad + 25 rad = 175 rad Partikel menempuh sudut 175 rad setelah 5 s. 16. Jawaban: a Diketahui: RA = 50 cm = 0,5 m RB = 40 cm = 0,4 m RC = 20 cm = 0,2 m

RC RA

RB

44

Kunci Jawaban dan Pembahasan

B = 60 2 rad/menit = 120 rad/menit


= Ditanyakan: vC Jawab: Roda A dan B dihubungkan dengan tali sehingga vA = vB ARA = BRB
A B
120 rad 60 sekon

= 2 rad/s

18. Jawaban: c Diketahui: fA = 100 putaran/menit fB = 200 putaran/menit RA = 24 cm = 0,24 m Ditanyakan: RB Jawab: Roda A dan B bersinggungan di luar, sehingga
vA = vB

RB RA

ARA = BRB
fA2 RA = fB 2 RB (100 putaran/menit)(0,24 m) = 200 putaran/menit)RB RB =
24 m 200

= 0,5 m A = 1,6 rad/s Roda A dan C sepusat, sehingga A = C

A 2 rad/s

0,4 m

= 0,12 m RB = 12 cm

A =
1,6 rad/s =

vC RC

Jadi, jari-jari roda B 12 cm. 19. Jawaban: e RA = 4 RB vA = 10 m/s Ditanyakan: A : B Jawab: Roda A dan B bersinggungan luar, maka vA = vB
vA vB

vC 0,2 m

Diketahui:

vC = 0,32 m/s Jadi, kecepatan tangensial roda C sebesar 0,32 m/s. 17. Jawaban: a Diketahui: RA= 30 cm = 0,3 m RB= 10 cm = 0,1 m RC= 15 cm = 0,15 m RD= 24 cm = 0,24 m TD = 0,2 s Ditanyakan: vB : vC Jawab: Roda B dan D dihubungkan dengan tali sehingga vB = vD BRB = DRD

= A RA B B = = =
A RA B RB
RA RB
1 R 4 B

1 1
B A

= 4 Jadi, A : B = 4 : 1.
RB

B =
=

2 TD

RD

20. Jawaban: e Diketahui: v = 3 v Ditanyakan: F Jawab: F = m as =m


v2 R

RB
2 (0,24 m) 0,2 s

0,1m

= 24 rad/s vB = BRB = (24 rad/s)(0,1) = 2,4 m/s Roda A dan B sepusat maka A = B A = 24 rad/s Roda A dan C dihubungkan dengan tali maka vA = vC ARA = vC vC = (24 rad/s)(0,3 m) = 7,2 m/s Jadi, vB : vC = 2,4 : 7,2 = 1 : 3.

F = m R =m =9

v
(3 v )2 R

mv2 R

Jadi, gaya sentripetal batu menjadi 9 kali semula. B. Kerjakan soal-soal berikut!

Fisika Kelas X

45

B.

Uraian

Jawab: TA = 2 rad tA = 3 (0,5 s) = 1,5 sekon


6 rad

1. Diketahui:

0 = 72 rad/s t = 0 (berhenti) = 4 rad/s2 Ditanyakan: a. t b. t Jawab: a. t = 0 + t 0 = 72 rad/s (4 rad/s2)t


t =
72 rad/s 4 rad/s2

A =

2 TA

2 1 ,5 sekon

= 1,33 rad/s

TB = 360 t = 4 (0,02 s) = 5 103 s


1

90

= 18 sekon Jadi, waktu yang dibutuhkan hingga mata bor berhenti 18 sekon. b.

B =
=

2 TB

t = 0t +

1 t2 2 1

2 5 103 s

= (72 rad/s)(18 s) 2 (4 rad/s2) (18 s)2 = 1.296 rad 648 rad = 648 rad Jadi, mata bor tersebut telah menempuh 648 rad. 2. Diketahui: R = 1,5 m putaran = 2.400 putaran/menit 0 = 0 t = 60 rad/s t=6s Ditanyakan: a. v s b. at Jawab: a. f = =
putaran 60 sekon 2.400 60 sekon

= 0,4 103 rad/s = 400 rad/s Jadi, kecepatan sudut partikel B lebih besar daripada kecepatan sudut partikel A. 4. Diketahui:

= 10 rad/s2 R = 15 cm = 0,15 m t =2s 0 = 0 Ditanyakan: atotal Jawab: at = R = (10 rad/s2)(0,15 m) = 1,5 m/s2
as =
v2 R

= 2R

= 20/s

b.

v = 2 f R = (2)(20/s)(1,5 m) = 188,4 m/s t = 0 + t 60 rad/s = (6 s) = 10 rad /s2 at = R = (10 rad/s2)(1,5 m) = 15 m/s2 Jadi, percepatan tangensial baling-baling sebesar 15 m/s2.

= 0 + t = 0 + (10 rad/s2)( 2 s) = 20 rad/s as = (20 rad/s)2(0,15 m) = 60 m/s2


atotal = = = =
at2 + as2

(1 ,5 m/s2 ) + (60 m/s2 )2 (2,25 + 3.600) m2 /s4

3. Diketahui:

RA = RB (dalam lintasan yang sama) partikel A = 6 rad tA = 0,5 sekon partikel B = 90 tB = 0,02 sekon Ditanyakan: A dan B

3.602,25 m2 /s4 at 60,02 m/s2 Jadi, percepatan total yang dialami titik P berkisar 60,02 m/s2.
5. Diketahui: f = 5 f Ditanyakan: Fs Jawab: v=R = 2 fR

46

Kunci Jawaban dan Pembahasan

Fs = =

mv2 R m (2 f R ) R
2

Jawab: a.

t = 0 + 0t +

1 t 2 2

Fs = m 4 2 f 2R
Fs Fs

= m 4 2f 2R = =
f2 (5 f )2 f2 25 f 2

m 4 2f 2R

= (20 rad) + (3 rad/s)(3 s) + 2 (2 rad/s2)(3 s)2 = 20 rad + 9 rad + 9 rad = 38 rad Posisi sudut benda ketika t = 3 s adalah 38 rad. b. s = v0t + 2 at 2 = 0Rt + 2 Rt 2 = (3 rad/s)(0,07 m)(3 s) + 2 (2 rad/s 2) (0,07 m)(3 s)2 = (0,63 + 0,63) m = 1,26 m Panjang lintasan yang ditempuh benda setelah 3 s adalah 1,26 m. 9. Diketahui: RA < RB Roda A dan B bersinggungan Ditanyakan: A dan B Jawab: Karena roda A dan B bersinggungan maka vA = vB ARA = BRB
A B

F s = 25 Fs Jadi, gaya sentripetal partikel menjadi 25 kali gaya sentripetal semula. 6. Diketahui: R = 1,496 108 km T = 365 hari Ditanyakan: v Jawab:
2 R T
2 (1,496 10 8 km) 365 hari 9,39488 10 8 km 365 24 jam

v= = =

= 107.247 km/jam = 29.791 m/s 7. Diketahui: t = 10 s 0 = 10 rad/s t = 30 rad/s Ditanyakan: dan Jawab:

RB RA RB B RA

A =

Karena RA < RB, kecepatan sudut roda gigi A lebih besar daripada kecepatan sudut roda gigi B. Jadi, roda gigi B berputar lebih lambat daripada roda gigi A. 10.
rA A B rB

=
=

t (30 rad/s) (10 rad/s) 10 s

= 2 rad/s2 Percepatan sudut roda sebesar 2 rad/s2. = 0t + 2 t 2 = (10 rad/s)(10 s) + 2 (2 rad/s2)(10 s)2 = 100 rad + 100 rad = 200 rad Sudut yang ditempuh roda sebesar 200 rad. 8. Diketahui:
1 1

R 0 0 Ditanyakan: a. b.

= 2 rad/s2 = 7 cm = 3 rad/s = 20 rad t pada 3 s st setelah 3 s

RA = 5 cm = 0,05 m RB = 15 cm = 0,15 m A = 2 rad/s2 vA = vB ARA = BRB kecepatan putar = 100 rpm Ditanyakan: waktu (t ) Jawab:

Diketahui:

B = 2f = 2 ARA = BRB

100 60

rad/s = 10,47 rad/s

Fisika Kelas X

47

A =
=

BR B RA

(10,47 rad/s)(0,15 m) (0,05 m)

= 31,41 rad/s Waktu yang diperlukan: A = 0A + A t t= =


A 0A A
31,41 0 2

AB = 40 m BC = 30 m tAB = 8 s tBC = 12 s Ditanyakan: kecepatan rata-rata dan kelajuan rata-rata Jawab: a. Perpindahan = AC AC = =

AB2 + BC2 (40 m)2 + (30 m)2

= 15,705 sekon Jadi, waktu yang diperlukan roda B sama dengan waktu yang diperlukan roda A yaitu 15,705 sekon.

2 = 2.500 m = 50 m

vrata-rata = = A. Pilihan Ganda b.


A

perpindahan waktu tempuh 50 m 50 m = 20 s (8 + 12) s

= 2,5 m/s

Jadi, kecepatan rata-rata pemain sepak bola 2,5 m/s. Kelajuan rata-rata =
jarak waktu tempuh

1. Jawaban: c Diketahui:
B

= (8 + 12) s
70 m

40 m + 30 m

= 20 s = 3,5 m/s Jadi, kelajuan rata-rata pemain sepak bola 3,5 m/s. 3. Jawaban: a Benda bergerak dan kembali ke kedudukan awalnya, benda tesebut dikatakan tidak mengalami perpindahan. Jadi, perpindahan benda bernilai nol jika benda bergerak dari A ke C ke A. 4. Jawaban: b Diketahui: f = 50 Hz 1 ketikan = 50 Hz 5 ketikan = 5 50 s = 50 s = 0,1 s t = 0,1 s Ditanyakan: a. kelajuan rata-rata b. a Jawab: a. Kelajuan rata-rata v =
T S

AB = CO = 600 m BC = AO = 300 m CD = 1 km = 1.000 m Ditanyakan: DA Jawab: OD = CD CO = 1.000 m 600 m = 400 m DA = = = =

AO2 + OD2 (300 m)2 + (400 m)2 (9 104 + 16 104 ) m2

25 104 m2 = 5 102 m Jadi, perpindahan mobil tersebut sejauh 500 m.


2. Jawaban: b Diketahui:
C B U

jarak selang waktu 0,1s 5

30 m

= (2 + 2,5 + 3 + 3,5 + 4) cm = 30 cm/s = 0,3 m/s Jadi, kelajuan rata-rata hasi percobaan ticker timer sebesar 0,3 m/s.

40 m

48

Kunci Jawaban dan Pembahasan

b.

Pada ketikan 1 v1 =
2 cm 0,1s

= 20 cm/s

Pada ketikan 2 v2 = 0,1s = 25 cm/s Pada ketikan 3 v3 = 0,1s = 30 cm/s Pada ketikan 4 v4 =
3,5 cm 0,1s 4 cm 3 cm 2,5 cm

v = v0 + a t = 2,35 105 m/s + (1,10 1012 m/s2)(1,5 107 s) = 2,35 105 m/s + 1,65 105 m/s = 4 105 m/s s = v0t + 2 a t2 = (2,35 105 m/s)(1,5 107 s) + 2 (1,10 1012 m/s2) (1,5 107 s)2 = 3,525 102 m + 1,2375 102 m = 4,7625 102 m Jadi, kecepatan akhir proton 4 105 m/s dan telah menempuh jarak sejauh 4,7625 102 m. = 50 cm/s2 7. Jawaban: b Diketahui: v0 v t x0 Ditanyakan: a. b. Jawab: =0 = 0,2 (3t 2 + 6t) m/s =2s =0 x a
1 1

= 35 cm/s

Pada ketikan 5 v5 = 0,1s = 40 cm/s


2 1 = a = 0,1s

v v

(25 20) cm/s 0,1s (30 25) cm/s

2 a= 3 = = 50 cm/s2 0,1s 0,1s Jadi, percepatan bernilai konstan sebesar 50 cm/s2 atau 0,5 m/s2.

v v

Diagram batang tersebut menunjukkan hasil percobaan pada GLBB, akibatnya a = konstan dan v = berubah-ubah. 5. Jawaban: a Diketahui: x1 = 20 m x2 = 0 Ditanyakan: a. v b. s3 c. v2 Jawab: a. v =
x 2 x1 t 2 t1

x0

dx = v dt
=

t1 = 0 t2 = 4 s

0,2 (3t
0

+ 6t) dt
6t 2 2

3t 3 x x0= 0,2 3 +

= 0,2(t 3 + 3t 2) x 0 = 0,2t 3 + 0,6t 2 x = 0,2t 3 + 0,6t 2 Pada saat t = 2 s x(2) = 0,2(2)3 + 0,6(2)2 x(2) = 4 m a = dt = dt [0,2(3t2 + 6t)] = 0,2(6t + 6) = 1,2t + 1,2 a(2) = 1,2(2) + 1,2 = 3,6 m/s2 Jadi, pada saat t = 2 s, posisi mobil berada 4 m di sebelah kanan posisi awal dan percepatannya 3,6 m/s2 8. Jawaban: c Diketahui: v0 = 81 km/jam = 22,5 m/s jarak pengendara tukang becak = s = 150 m a = 1,5 m/s2 (perlambatan) v = 0 (motor berhenti) Ditanyakan: s Jawab:
dv d

= (4 0) s
20

(0 20) m

b. c.

= 4 m/s = 5 m/s t =3s s = vt = (5 m/s)(3 s) = 15 m t=2s Grafik pada soal berupa garis lurus sehingga grafik tersebut termasuk GLB. Pada GLB, kecepatan gerak benda bernilai konstan dan percepatannya nol. Jadi, kecepatan benda saat t = 2 s adalah 5 m/s.

6. Jawaban: e Diketahui: v0 = 2,35 105 m/s a = 1,10 1012 m/s2 t = 1,5 107 s Ditanyakan: v dan s Jawab:

Fisika Kelas X

49

v2 = v02 + 2 a s 0 = (22,5 m/s)2 + 2(1,5 m/s2) s 2 (3 m/s ) s = 506,25 m2/s2 s=


506,25 m/s 3 m/s2
2

b)

s = v0t + 2 at 2 = (20 m/s)(3 s) + 2 (2 m/s2)(3 s)2 = 60 m 9 m = 51 m Jadi, truk menempuh perjalanan sejauh 51
1

= 168,75 m Motor berhenti pada jarak 168,75 m. Karena becak berada pada jarak 150 m di depan motor dan motor baru berhenti pada jarak 168,75 m maka motor menabrak becak dahulu baru kemudian motor berhenti. 9. Jawaban: a Diketahui: s1 s2 t1 t2 t Ditanyakan: a Jawab: v1 = v2 =
s1 t1 s2 t2

= 120 cm = 180 cm =1s =5s =4s

m. c) v = v0 + at 0 = 20 m/s + (2 m/s2)t t = 10 s Waktu yang dibutuhkan hingga truk berhenti adalah 10 sekon. d) x v0 s = v0t + 2 at 2 = (20 m/s)(10 s) + 2 (2 m/s2)(10 s)2 = 100 m Jadi, jarak yang ditempuh truk dari mesin mati hingga berhenti adalah 100 m. Kecepatan truk saat t = 5 s adalah vt = v0 + at = (20 m/s) + (2 m/s2)(5 s) = 10 m/s Kecepatan truk saat t = 5 s adalah 10 m/s.
1 1

= =

120 cm 1s 180 cm 5s

= 120 cm/s = 36 cm/s

e)

a = t = = =

v 2 v1 t
(180 36) cm/s 4s 144 cm/s 4s

11. Jawaban: b Diketahui: aP = 2 m/s2 aQ = a tP = tQ = 4 s Ditanyakan: aQ Jawab: sP = v0t + =0+ = =


1 (2 2 1 (2 2 1 a t2 2 P

= 36 cm/s2 Percepatan yang dilakukan Sinta 36 cm/s2. 10. Jawaban: d Diketahui: v0 = 72 km/jam = 20 m/s a = 2 m/s2 Ditanyakan: a) v t = 3 s b) s t = 3 s c) t v = 0 d) s v = 0 e) v t = 5 s Jawab: a) v saat t = 3 s v = v0 + at = (20 m/s) + (2 m/s2)(3 s) = 14 m/s Jadi, kecepatan truk saat t = 3 s adalah 14 m/s.

1 a t2 2 P

m/s2)(4 s)2 m/s2)(16 s2)


1 a t2 2 Q

= 16 m sQ = v0t + =0+ =

1 a t2 2

1 a (4 2

s)2

sP = sQ + 8 m 16 m = 8a s2 + 8 m 8a s2 = 8 m a = 8 s2 = 1 m/s2 Percepatan mobil Q 1 m/s2.


8m

16a s2 2

= 8a s2

50

Kunci Jawaban dan Pembahasan

12. Jawaban: c Diketahui: v0 = 25 m/s vt = 10 m/s st = 60 m Ditanyakan: s v = 0 Jawab: Diagram lintasan lokomotif.
v0 = 25 m/s vt = 10 m/s v = 0 m/s

14. Jawaban: c Diketahui: m = 100 gram v0 = 78,4 m/s g = 0,8 m/s2 Ditanyakan: a) tmaks b) hmaks c) tnaik-turun Jawab: a) tmaks v = 0 vt = v0 gt 0 = 78,4 m/s (9,8 m/s2)(t) t =
78,4 m/s 9,8 m/s2

60 m

=8s

vt2

v02
2

+ 2a st b)

a = =

v t v 02 2 st 10 m/s 25 m/s 2(60 m)

Jadi, waktu yang dibutuhkan peluru untuk mencapai titik tertinggi adalah 8 sekon. hmaks tmaks hmaks = v0t 2 gt2
1 1

= 0,125 m/s2 (tanda negatif menunjukkan perlambatan) a = konstan s = =


v vt 2a
0 10 m / s 2(0,125 m/s2 )

= 40 m Jadi, lokomotif akan berhenti setelah menempuh lagi jarak sejauh 40 m. 13. Jawaban: d Diketahui: vC = 15 m/s vD = 0 m/s tCD = 10 s Ditanyakan: v saat t = 22 s (v22) Jawab: a = = =
v t vD v C t CD (0 15) m/s 10 s

= (78,4 m/s)(8 s) 2 (9,8 m/s2)(8 s)2 = 627,2 m 313,6 m = 313,6 m Jadi, tinggi maksimum yang dicapai peluru adalah 313,6 m. c) tnaik-turun = 2 tmaks = 2(8 s) = 16 s Jadi, waktu yang dibutuhkan oleh peluru untuk kembali ke posisi awal adalah 16 s. 15. Jawaban: a Diketahui: hdurian = h1 hkelapa = h2 h1 : h2 = 1 : 4 v0 = v0 = v0 = 0
1 2

Buah durian Buah kelapa h1 h2

= 1,5 m/s2 a = a = 1,5 m/s2 =


v t v D v 22 t D t 22
0 v 22 (25 22) s

Ditanyakan: t1 : t2 Jawab: h = v0t + 2 gt2 h = 2 gt2


h1 h2

(1,5)(3) m/s = v22 v22 = 4,5 m/s Kecepatan mobil pada detik ke-22 sebesar 4,5 m/s.

= = =

1 gt 2 2 1 1 gt 2 2 2

1 4
t1 t2

t12 t 22

1 4

=1:2

Jadi, perbandingan t1 : t2 = 1 : 2.
Fisika Kelas X

51

16. Jawaban: d Diketahui: v0 = 9,8 m/s h = 196 m g = 9,8 m/s2 Ditanyakan: t Jawab: h(t) = 0 karena menyentuh tanah h(t) = h + v0t 2 gt 2 0 = 196 + 9,8t 2 (9,8)t 2 = 196 + 9,8t 4,9t 2 2 t t 20 = 0 (t 5)(t + 4) = 0 t = 5; t = 4
vpaket = 0 h h(t)

hA hB hA hB hA hB

2 v0 A

= = =

2g 2 v0 B 2g

v2
1 ( 2 v )2

v0 = 12 m/s

4 1

Jadi, perbandingan ketinggian maksimum benda A dan B adalah 4 : 1. 19. Jawaban: b Diketahui: m = 0,250 kg h = 30 m t =2s Ditanyakan: h2 t = 2 s Jawab: Karena benda mula-mula diam maka v0 = 0. Ketinggian saat t = 2 s. st = v0t + 2 gt 2 st = 2 gt 2 = 2 (9,8 m/s2)(2 s)2 = 19,6 m h2 = h st = 30 m 19,6 m = 10,4 m Jadi, batu berada pada ketinggian 10,4 m di atas tanah. 20. Jawaban: c Diketahui: A B = sAB = 200 km tAB = 11.00 07.00 = 4 jam Ditanyakan: vrata-rata Jawab: v =
200 km 4 jam

Jadi, waktu yang dibutuhkan oleh paket tersebut untuk tiba di tanah adalah 5 sekon. 17. Jawaban: b v0 = 0 Diketahui: a1 = 3 m/s2 t1 = 5 s v2 = 0 t2 = 10 s Ditanyakan: s Jawab: v1 = v0 + a1t1 v1 = 0 + (3 m/s2)(5 s) = 15 m/s v2 = v1 + a2t2 0 = 15 m/s + (a2)(10 s) a2(10 s) = 15 m/s a2 =
15 m/s 10 s

= 1,5 m/s2 (tanda negatif menunjukkan adanya perlambatan) 2 v2 = v12 + 2a2s 02 = (15 m/s)2 + 2(1,5 m/s2)(s) s(3 m/s2) = 225 m2/s2 s=
225 m2 /s2 3 m/s2

= 75 m

= 50 km/jam 13,89 m/s Jadi, kecepatan rata-rata Andi menyetir mobil berkisar 13,89 m/s. 21. Jawaban: a Pada gerak jatuh bebas kecepatan mula-mula adalah nol dan berlaku persamaan GLBB. vt = v0 + a t . . . (1) Karena pada gerak jatuh bebas percepatan yang memengaruhi gerak benda adalah percepatan gravitasi bumi maka persamaan 1 menjadi vt = gt vt2 = v02 + 2a st vt2 = 2g st atau

Jarak yang masih ditempuh mobil sejauh 75 m. 18. Jawaban: e Diketahui: v0 = v m/s
A

v0 = 2 v B Ditanyakan: hA : hB Jawab: hmaks = 20 g


v
2

52

Kunci Jawaban dan Pembahasan

di mana:

vt = kecepatan benda saat menyentuh tanah st = jarak tempuh benda dari ia jatuh hingga menyentuh tanah

d)

v = r = (4 rad/s)r = 4r m/s Jadi, kelajuan linear partikel 4r m/s.

Jadi, kecepatan benda yang mengalami gerak jatuh bebas dipengaruhi oleh ketinggian benda, waktu jatuh benda, dan percepatan gravitasi bumi. 22. Jawaban: d Diketahui: h = 17,5 m g = 9,8 m/s2 h = 1,225 m v0 = 0 Ditanyakan: v Jawab: (v )2= 2gh = 2(9,8 m/s2)(1,225 m) = 24,01 v = 4,9 m/s Jadi, kecepatan buah mangga saat berada pada ketinggian 1,225 m dari tanah adalah 4,9 m/s. 23. Jawaban: b Diketahui: v1 = v0 g1 = g h1 = h Ditanyakan: h2 Jawab: v1 =
2g1h1

25. Jawaban: b Diketahui: T = 24 jam = 86.400 s R = 6.370 km = 6,37 106 m Ditanyakan: a Jawab: v= T a = = =
2R
v2 R
(463 m/s)2 (6,37 106 m) 214.369 m2 /s 2 6.370.000 m

2(3,14)(6,37 106 m) 86.400 s

463 m/s

= 0,034 m/s2 Percepatan sentripetal yang dialami satu titik di permukaan bumi 0,034 m/s2. 26. Jawaban: e Diketahui: roda A dan B bersinggungan RA = 2 RB Ditanyakan: a) A : B b) c) TA : TB fA : fB
1

v2 = v0 g2 = 2g

v0 = 2gh v02 = 2gh v2 = v0 =


2g 2h2 2(2g )h2
v
2

d) vA : vB Jawab: Karena roda A dan B bersinggungan luar maka vA = vB ARA = BRB


A B A B

v02 = 4gh2 h2 = 4o g h2 =
2gh 4g

RB RA

1 h 2 1 h. 2

RA 2R A

Jadi, tinggi maksimm benda di planet yang memiliki gaya gravitasi 2g adalah 24. Jawaban: b Diketahui: (t) = 4t + 12 Ditanyakan: a) (1) c) b) d) Jawab: a) (1) = 4(1) + 12 = 16 rad b) c)

A B

= 2

di mana: = 2 T
A B

= = =

RB RA RB RA RB RA

2 TA 2 TB TA TB TA TB TA TB

(t) =

d dt

d (4t + 12) dt

= 4 rad/s

Karena kecepatan sudut bernilai 4 rad/s, akibatnya partikel memiliki kecepatan sudut tetap dan percepatan sudutnya () bernilai nol.

RB 1 R 2 B

=2

Fisika Kelas X

53

Periode(T ) = f
TA TB
1 fA 1 fB

= = = = =

RB RA RB RA RB RA

Jawab: Karena sepusat maka A = B = 2 fB 4 rad/s= 2 fB fB = 2 Hz

fB fA fB fA fB fA

Kecepatan sudut A dijadikan 2 kali semula maka kecepatan sudut B juga menjadi 2 kali semula.
3 3 (4 2

RB 1 R 2 B

B =

rad/s)

2 1

= 6 rad/s B = 2 fB fB =
B 2 3

27. Jawaban: c Diketahui: f

= 1.200 putaran/menit =
1.200 putaran 60 s

6 rad/s 2

= 3 s = 3 Hz

= 20 Hz

fB fB

= 2
3

= 20 putaran = 20 2 rad = 40 rad t = 0 rad/s Ditanyakan: Jawab: 0 = 2f = 2(20 Hz) = 40 rad/s t2 = 02 + 2 0 (40 rad/s)2 = 2(40 rad)

fB = 2 fB Jadi, frekuensi putaran roda B menjadi 1,5 kali semula. 30. Jawaban: e Diketahui: vt = 0,1 m/s Rp= 4 cm = 0,04 m
Tali pancing
2

1.600 2 rad2 /s2 80 rad

= 20 rad/s

Tanda negatif artinya mesin diperlambat 20 rad/s2. 28. Jawaban: d Diketahui: fC = 72 putaran/menit RA = 6 cm = 0,06 m R B = 32 cm = 0,32 m R C = 15 cm = 0,15 m Ditanyakan: vB Jawab:

Penggulung

Ditanyakan: p Jawab: Karena penggulung dengan tali pancing dihubungkan dengan sabuk maka vp = vt pRp = vt = 0,04 m = 2,5 rad/s Jadi, kecepatan sudut penggulung sebesar 2,5 rad/s. B. Uraiansoal-soal berikut! 1. Diketahui:
B C

C = 2f =

vA = vC = CRC = (2,4 rad/s)(0,15 m) = 0,36 m/ s

2 (72 putaran) 60 s

= 2,4 rad/s

p =

vt Rp

0,1m/s

B = A =

vA RA

0,36 m/s 0,06 m

= 6 rad/s

vB = BRB = (6 rad/s)(0,32 m) = 1,92 m/s Kecepatan linear ban sepeda 1,92 m/s. 29. Jawaban: c Diketahui: A = 4 rad/s

AB = CD = 20 m BC = AD = 10 m DE = 30 m

A =
= Ditanyakan: fB

3 2 A 3 (4 2

rad/s) = 6 rad/s

Ditanyakan: a. b.

AE ABCDE

54

Kunci Jawaban dan Pembahasan

Jawab: a. Perpindahan= posisi akhir posisi awal = (AD + DE) A = (10 + 30) m 0 = 40 m b. Jarak = AB + BC + CD + DE = (20 + 10 + 20 + 30) m = 80 m Jadi, perpindahan dan jarak yang ditempuh Budi berturut-turut adalah 40 m dan 80 m. 2. Diketahui: v0 = 16 m/s m ap = 4 m/s2 v0 = 0 m/s p tm = tp + 6 tm = t Ditanyakan: t dan s saat polisi menyusul mobil Jawab: Mobil bergerak lurus beraturan, sedangkan polisi bergerak lurus dipercepat beraturan. sm = sp v0 tm = 2 aptp2 m (16)(tp + 6) =
1 2 1

Untuk kereta Argosari: sAS = vAt 500 m = 40 km/jam t = 40 jam Untuk kereta Tugu Expres sT S = vT t t= 1 km = vt 40 jam vt = 0,5 jam vt = 80 km/jam Jadi, kelajuan kereta Tugu Expres sebesar 80 km/jam. 4. Diketahui: v0 = 20 m/s
1
40 km 0,5 km 40 km/jam

0,5

0,5

vt = 2 v0 s0 t = 300 m Ditanyakan: s Jawab:


s0 t

(4)(tp)2
v0
1 v 2 0

16(t + 6) = 2t 2 16t + 96 = 2t 2 2 t 8t 48 = 0 (t + 4)(t 12) = 0 t = 4 t = 12 tidak dipakai sp = 2 aptp2 = 2 (4 m/s2)(12 s)2 = 2 (4 m/s2)(144 s) = 288 m Polisi dapat menyusul mobil setelah polisi bergerak 12 s atau setelah mobil bergerak selama 18 s. Polisi dapat menyusul mobil pada jarak 288 m. 3. Diketahui: jarak stasiun kereta Tugu Expres = 1 km vA = 40 km/jam sA sT = 500 m
1 1 1

s0 t

Berhenti

vt2 = v02 + 2a s0 t ( 2 v0)2 = v02 + 2a s0 t


1 2 v 4 0 3 1

= v02 + 2a s0 t

4 v02 = 2a s0 t a = 2s = 0t
4 v 02
3

( )(20 )
3 4 2

2(150)

= 300

300

Ditanyakan: vT Jawab: Misal kereta Tugu Expres dapat menyusul kereta Argosari setelah keduanya bergerak selama t jam. Sehingga tT = tA = t.
500 m Tugu Expres sA S = 1.000 m 500 m = 500 m Stasiun Argosari vA 1 km

a = 1 m/s2 Berhenti v = 0 v = v02 + 2 a s 0 = (20 m/s)2 + 2(1 m/s2)s = 400 m2/s2 (2 m/s2)s s = 200 m Jadi, jarak yang ditempuh motor sejauh 200 m. 5. Diketahui: v0 = 6 m/s
v1 = v
2

Ditanyakan: v

Fisika Kelas X

55

Jawab: Di titik tertinggi (hmaks) v = 0 vt2 = v02 2ghmaks 0 = v02 2ghmaks hmaks = h=
v 02 2g 1 h 2 maks

0 = 1,44 m + 2 (2 m/s2) t2 t2 =
1 ,44 1s2

= 1,44 s2

= 2 20g = v 2 = v02 2gh v 2 = v02

1 v

v 02 4g

,44 s 2 = 1,2 s t = 1 Jadi, waktu yang dibutuhkan kelereng untuk sampai di lantai lift adalah 1,2 s.
8. Diketahui: kecepatan putar = 180 rpm
3 4

=
)

rad/s2 (perlambatan)

v 2 2g( 40g

v 2 = v02 2 v02 v 2 = 2 v02 v 2 = 2 (6 m/s)2 v =


18 m2 /s 2 = 3 2 m/s
1 1 1

t = 0 Ditanyakan: Jawab: 0 = 2 f = (2) (180 rpm)


= 2 60 sekon 0 = 6 rad/s
180 rad

Saat mencapai 2 tinggi maksimum, kelajuan bola 3 2 m/s. 6. Diketahui: v0 = 49 m/s tmaks = 5 s Ditanyakan: hmaks Jawab: Pada saat mencapai titik tertinggi, v = 0 hmaks = v0t 2 gt 2 = (49 m/s)(5 s) 2 (9,8 m/s2)(5 s)2 = 245 m 122,5 m = 122,5 m Jadi, tinggi maksimum yang dicapai benda adalah 122,5 m. 7. Diketahui: Percepatan lift terhadap bumi = aLB = 7,8 m/s2 Percepatan bumi terhadap lift = aBL = 7,8 m/s2 Percepatan kelereng terhadap bumi = akB = 9,8 m/s2 h0 = 1,44 m Ditanyakan: t Jawab: Percepatan kelereng terhadap lift akL = akB + aBL = (9,8 + 7,8) m/s2 = 2 m/s2 Ketika kelereng mencapai lantai lift, h = 0 h = h0 + 2 akL t2
1 1 1

t2 = 02 + 2
0 = (6 rad/s)2 + 2( 4 rad/s2) =
36 2 rad/s2
3 2 2

rad/s2

= 24 rad Karena 1 putaran = 2 rad maka = 2 rad putaran = 12 putaran Jadi, turbin masih berputar sebanyak 12 putaran sebelum berhenti. 9. Diketahui:
24 rad

A = 10 rad/s RA = 36 cm = 0,36 m R B = 20 cm = 0,2 m R C = 15 cm = 0,15 m R D = 40 cm = 0,4 m Ditanyakan: vD Jawab: vB = vA = ARA = (10 rad/s)(0,36 m) = 3,6 m/s vB = vC = 3,6 m/s D = C
=
vC RC

= 0,15 m = 24 rad/s

3,6 m/s

56

Kunci Jawaban dan Pembahasan

vD = DRD = (24 rad/s)(0,4 m) = 9,6 m/s Kecepatan linear roda D sebesar 9,6 m/s. 10. Diketahui:

Dalam perkalian, jumlah angka penting hasil perkalian sesuai dengan jumlah angka penting terkecil dari angka yang dikalikan. Jadi, angka hasil perkalian dibulatkan menjadi dua angka penting yaitu 25 cm3. 4. Jawaban: d Besaran yang diukur menggunakan neraca pegas adalah berat. 5. Jawaban: a Gaya, kecepatan, percepatan, dan momentum termasuk besaran vektor. Massa, energi kinetik, energi potensial, suhu, luas, panjang, dan daya termasuk besaran skalar. 6. Jawaban: c Mikrometer tepat untuk mengukur ketebalan sebuah benda tipis karena memiliki ketelitian yang terkecil hingga 0,01 mm sehingga tepat untuk mengukur ketebalan koin. Adapun jangka sorong tepat untuk mengukur diameter dalam gelas ukur karena mempunyai sepasang rahang dalam. 7. Jawaban: b Besaran pokok adalah besaran fisika yang satuannya telah ditetapkan terlebih dahulu, yaitu panjang, massa, waktu, suhu, kuat arus listrik, suhu, intensitas cahaya, dan jumlah zat. Besaran turunan adalah besaran fisika yang satuannya diturunkan dari besaran pokok. Besaran turunan antara lain usaha, massa jenis, kecepatan, kelajuan, dan volume. 8. Jawaban: a Skala terkecil yaitu ukuran terkecil yang mampu ditampilkan suatu alat ukur ketika mengukur suatu benda. Skala terkecil mistar, jangka sorong, dan mikrometer berturut-turut yaitu 1 mm; 0,1 mm; dan 0,01 mm. 9. Jawaban: e Ketelitian hasil pengukuran dipengaruhi oleh banyak faktor, di antaranya sebagai berikut. 1) Penggunaan alat ukur. 2) Kondisi lingkungan. 3) Benda yang diukur. 4) Orang yang melakukan pengukuran. (Terkait pembacaan hasil pengukuran, cara mengukur, dan kondisi orang tersebut). Apabila faktor-faktor tersebut dalam kondisi yang sesuai untuk pengukuran, ketidaktelitian hasil pengukuran dapat diperkecil. 10. Jawaban: a Panjang pensil = hasil pengukuran 2 skala terkecil = 17,6 cm 2 (0,1 cm) = 17,6 cm 0,05 cm = (17,6 0,05) cm 57
1 1

0 t Ditanyakan: a. b. Jawab:
a. = 0t +

= 2,50 rad/s2 = 5,00 rad/s =4s

1 t 2 2

= (5,00 rad/s)(4 s) + 2 (2,50 rad/s2)(4 s)2 = 20,0 rad + 20,0 rad = 40,0 rad b.

= 0 + t = (5,00 rad/s) + (2,50 rad/s2)(4 s) = 5,00 rad/s + 10,0 rad/s = 15,0 rad/s

Latihan Ulangan Tengah Semester


A. Pilihan Gandaawaban yang tepat! 1. Jawaban: e Diketahui: s = 4,0 1013 km d = 1,4 109 m d = 7,0 mm = 7,0 103 m Ditanyakan: s Jawab:
s s

s =

d d d sd
7, 0 10 3 m 9 1,4 10 m

= (4,0 1013 km)

= (4,0 1013 km)(5 1012) = 200 km Skala jarak matahari dan tetangganya 200 km. 2. Jawaban: b Tebal 400 halaman = 2,0 cm Jumlah lembar =
400 halaman 2
2,0 cm

= 200 lembar

Tebal 1 lembar = 200 lembar = 0,01 cm/lembar = 0,1 mm/lembar Jadi, ketebalan setiap lembar 0,10 mm. 3. Jawaban: a V=p t = (5,6 cm)(3,2 cm)(1,4 cm) cm3 = 25,088 cm3
2 angka 2 angka penting penting 2 angka penting

Fisika Kelas X

11. Jawaban: e Diameter kawat = hasil pengukuran terkecil


1

1 2

Jawab: skala F = = =
1 2

Fx 2 + Fy 2

= 4,75 mm 2 (0,01 mm) = (4,75 0,005) mm 12. Jawaban: d Diameter tabung kayu = hasil pengukuran skala terkecil = (1,77 2 (0,1)) mm = (1,77 0,005) mm 13. Jawaban: d Diketahui: R = m3s1 d =m p = N/m2 = kg m1s2 l =m Ditanyakan: satuan Jawab: R =
cd 4 p l cd 4 p Rl

( 9)2 + (12)2 81 + 144

= 15 N tan = = 9 53,13 Sudut antara vektor gaya dan sumbu X positif = 180 53,13 = 126,87.
Fx Fy

12

16. Jawaban: d Keterangan gambar: (1) X = Y Z (2) X = Y Z (3) X = Z Y (4) X = Y Z (5) X = Z Y 17. Jawaban: d Diketahui: F1 = F2 = 5 N F=5N Ditanyakan: Jawab:

=
= =

(m)4 (kg m1s 2 ) (m3 s 1)(m)


kg m3 s 2 m4 s 1

(5 N =

F=

F12 + F22 + 2F1F2 cos


(5 N)2 + (5 N)2 + 2(5 N)(5 N) cos
25 N2 50 N2 1 2

25 N2 = 50 N2 + 50 N2 cos cos = cos =

= kg m1s1 Jadi, satuan viskositas fluida adalah kg m1s1. 14. Jawaban: b Satuan jarak adalah meter (m). Jadi, satuan a t dan b t2 juga m. at = m as =m a = s = ms1 b t2 = m b s2 = m b=
m s2 m

= 120 Sudut apit kedua vektor sebesar 120.


18. Jawaban: e Diketahui: F1 = F F2 = 3F F = 2F Ditanyakan: Jawab:

= ms2 ms1 dan b = ms2.

Jadi, satuan a =

(2F =

F=

F12 + F22 + 2F1F2 cos F 2 + (3F )2 + 2(F )(3F ) cos

15. Jawaban: a Diketahui: Fx = 9 N Fy = 12 N Ditanyakan: F dan

4F 2 = F2 + 9F2 + 6F2 cos 6F 2 = 6F2 cos cos = 1 = 180 Jadi, sudut apit kedua vektor sebesar 180.

58

Kunci Jawaban dan Pembahasan

19. Jawaban: c Diketahui: F1 = F2 = 10 N F3 = 15 N = 60 Ditanyakan: F Jawab: Fx = F2x + F3x F1 = (10) cos 60 + (15) cos 60 10 = (10)( 2 ) + (15)( 2 ) 10 = 5 + 7,5 10 = 2,5 N Fy = F2y + F3y = 10 sin 60 15 sin 60 = (10) 2 3 (15) 2 3 = 5 3 7,5 3 = 2,5 3 F = = =
Fx 2 + Fy 2
1 1 1 1

22. Jawaban: c Diketahui: v0 = 0 vt = 30 m/s t =6s Ditanyakan: s Jawab: vt = v0 + at vt = at 30 m/s = a(6 s) a = 5 m/s2 s = v0 t + s= =
1 2 1 2 1 2

at 2

at 2 (5 m/s2)(6 s)2

= 90 m Jadi, jarak yang ditempuh mobil sejauh 90 m. 23. Jawaban: e Diketahui: v0 = 20 m/s vt = 30 m/s t =5s Ditanyakan: a dan s Jawab: vt = v0 + at 30 m/s = (20 m/s) + a(5 s) 10 m/s = 5a s a = 2 m/s2 s = v0 t +
1 2

(2,5)2 + ( 2,5 3)2 6, 25 + 18, 75 = 5 N

Jadi, resultan ketiga vektor 5 N. 20. Jawaban: c m 3j + 2k) Diketahui: A = (6i )m + 5j 7k B = ( 2i Ditanyakan: |C| Jawab: C =A+B ) m + 5j 7k ) m + ( 2i 3j + 2k = ( 6i )m + 2j 5k = ( 8i |C| = =

at 2
1 2

= (20 m/s)(5 s) +

(2 m/s2)(5 s)2

(8)2 + (2)2 + (5)2 m 64 + 4 + 25 m = 93 m . 93 m

= (100 + 25) m = 125 m Jadi, percepatan dan jarak yang ditempuh benda berturut-turut 2 m/s2 dan 125 m. 24. Jawaban: c Diketahui: a1 = 1 m/s2 t1 = 6 s a2 = 2 m/s2 vt = 20 m/s 2 t =5s ttotal = 50 s Ditanyakan: stotal Jawab: Kereta api mengalami empat gerak. 1) Dipercepat dengan a = 1 m/s 2 selama 6 sekon. s = v0 t + =0+ = 18 m
1 2 1 2

Jadi, |C| =

21. Jawaban: d Diketahui: vA = 20 m/s vB = 10 m/s sAB = 210 m Ditanyakan: t Jawab: sA + sB = sAB vAt + vBt = 210 m (20 m/s) t + 10 m/s (t) = 210 20t + 10t = 210 30t = 210 t = 7 sekon Jadi, mobil A berpapasan dengan mobil setelah bergerak 7 sekon.

at 2

(1 m/s2)(6 s)2

Fisika Kelas X

59

2)

Dipercepat dengan a = 2 m/s2 kecepatan menjadi 20 m/s. Kita tentukan kecepatan awalnya dari gerak pertama. vt = v0 + at = 0 + (1 m/s)(6 s)2 = 6 m/s Kecepatan ini menjadi kecepatan awal pada gerak kedua sehingga: vt 2 = vt2 + 2as
2

a = =

v t2 v t t2
0 10 m/s 5s

= 2 m/s2 s = vt t2 +
1 2

at 22
1 2

= (10 m/s)(5 s) +

(2 m/s2)(5 s)2

(20 = (6 (400 m2/s2)= 36 s2 =

m/s)2

m/s)2

+ 2(2 m/s2)s2 m2/s2 + (4 m/s2)s2

364 m2 /s2 4 m/s2

= 50 m 25 m = 25 m Jarak yang masih dapat ditempuh benda sampai berhenti adalah 25 m. 26. Jawaban: c Diketahui: a = 5 m/s2 s = 160 m vt = 0 Ditanyakan: v0 Jawab: vt2 = v02 + 2as 0 = v02 2(5 m/s2)(160 m) v02 = 1.600 m2 /s2 v0 = 40 m/s Kecepatan awal motor tersebut 40 m/s. 27. Jawaban: e Diketahui: m = 1,2 kg v0 = 16 m/s Ditanyakan: tnaik-turun Jawab: tnaik-turun = g = =
2 v0
2(16 m/s) 10 m/s2 32 m/s 10 m/s2

s = 91 m vt = vt + a2t2
2

(20 m/s) = (6 m/s)(2 m/s2)t2 t2 = 3)


14 m/s 2 m/s2

4)

t2 = 7 s Gerak dengan kecepatan tetap selama ttotal (t1 + t2 + t) = t3 = (50 (6 + 7 + 5) s = 32 sekon s3 = v t3 = (20 m/s)(32 s) = 640 m Gerak diperlambat sampai berhenti dalam waktu 5 sekon (karena berhenti maka vt = 4 0). Perlambatan: a = =
v t4 v 0 t

0 20 5 1 2

= 4 m/s2 s4 = vt +
2

at 2
1 2

= 3,2 s (4 m/s2(5 s)2 Waktu yang dibutuhkan bola untuk kembali ke tanah 3,2 s. 28. Jawaban: c Diketahui: h1 : h2 = 2 : 1 Ditanyakan: t1 : t2 Jawab: t1 : t2
2h1 g

= (20 m/s)(5 s)

= 100 m 50 m = 50 m Jarak total dari stasiun A ke stasiun B adalah s1 + s2 + s3 + s4 = 18 m + 91 m + 640 m + 50 m = 799 m. 25. Jawaban: d Diketahui: a = 2 m/s2 t1 = 5 s t2 = 5 s Ditanyakan: s2 Jawab: vt = v0 + at = 0 + (2 m/s2)(5 s) = 10 m/s Kecepatan ini menjadi kecepatan awal benda sesaat ketika mengalami perlambatan. Kita cari perlambatan terlebih dahulu.

2h2 g

22 :
2:

2 1
2

2 :1 Perbandingan waktu jatuh buah kelapa dan

mangga adalah 2 : 1.

60

Kunci Jawaban dan Pembahasan

29. Jawaban: a Diketahui: h = 10 m Ditanyakan: v Jawab: v = =


2gh

2(9,8 m/s2 )(10 m) = 14 m/s Kelajuan bola saat menyentuh tanah 14 m/s.
30. Jawaban: d Diketahui: hmaks = 90 m vt = 0 (kecepatan saat mencapai ketinggian maksimum = 0) g = 9,8 m/s2 Ditanyakan: v0 Jawab: vt2 = v02 2gh 0 = v02 2gh v02 = 2(9,8 m/s2)(90 m) v0 =

33. Jawaban: b Diketahui: v0 = 19,6 m/s 1 v0 = 28,2 m/s 2 g = 9,8 m/s Ditanyakan: h saat benda 1 mencapai ketinggian maksimum Jawab: Waktu yang diperlukan benda 1 mencapai titik tertinggi: t = =
v 01 g 19,6 m/s 9,8 m/s 2

=2s Ketinggian maksimum yang dicapai benda 1: h1 = v0 t 2 gt 2 1


1

1.764 m2 /s2

= (19,6 m/s)(2 s) 2 (9,8 m/s2)(2 s) 2 = 39,2 m 19,6 m = 19,6 m Ketinggian benda kedua saat benda 1 mencapai maksimum: h2 = v0 t 2 gt 2 2
1

v0 = 42 m/s Jadi, bola dilempar dengan kecepatan 42 m/s. 31. Jawaban: b Diketahui: v0 = 24,5 m/s vt = 0 g = 9,8 m/s2 Ditanyakan: t Jawab: vt = v0 gt 24,5 m/s = (9,8 m/s2)t t = 2,5 s Ketinggian maksimum tercapai setelah bola besi bergerak selama 2,5 sekon. 32. Jawaban: d Diketahui: vA = 25 m/s vB = 20 m/s h = 90 m Ditanyakan: t Jawab: hA + hB = h (vAt 2 gt 2) +(vBt + 2 gt 2) = h vAt + vBt = h (25 m/s)t + (20 m/s)t = 90 m (45 m/s)t = 90 m t=2s Jadi, bola A dan bola B bertemu setelah bergerak selama 2 sekon.
1 1

= (28,2 m/s)(2 s) 2 (9,8 m/s2)(2 s) 2 = 56,4 m 19,6 m = 36,8 m Selisih ketinggian antara benda 1 dan benda 2: h = h2 h1 = (36,8 19,6) m = 17,2 m Jadi, jarak antara kedua benda saat benda pertama mencapai tinggi maksimum adalah 17,2 m. 34. Jawaban: e Diketahui: hA = h hB = 4h vA = v Ditanyakan: vB Jawab:
vA vB vA vB

= =

2ghA 2ghB h 2 h

hA hB

h 4h

vB =

2 h (v A ) h

vB = 2vA = 2v Benda B menyentuh tanah dengan kecepatan 2v.

Fisika Kelas X

61

35. Jawaban: c Diketahui: n = 300 rpm R =1m Ditanyakan: v Jawab: f =


300 rpm 60 s

=5s

v = R = 2 f R = 2 (5 s)(1 m) = 10 m/s Kelajuan linear partikel 10 m/s. 36. Jawaban: e Jarum jam periodenya = 43.200 detik. Jarum menit periodenya = 3.600 detik Jarum detik periodenya = 60 detik. wj : wm : wd = 43.200 : 3.600 : 60 = 1 : 12 : 720 Perbandingan kecepatan sudut jarum jam, menit, dan detik adalah 1 : 12 : 720. 37. Jawaban: c Diketahui: 0 = 60 rad/s t = 110 rad/s t = 2,5 s Ditanyakan:
2 2 2

39. Jawaban: b Diketahui: a = 2 m/s R = 80 mm = 8 102 m Ditanyakan: v Jawab: v2 = a R v 2 = (2 m/s)(8 102 m) v 2 = 16 102 m2/s2 v = 4 101 m/s = 0,4 m/s Jadi, kelajuan partikel sebesar 0,4 m/s. 40. Jawaban: d Diketahui: RA = 50 cm = 0,5 m RB = 20 cm = 0,2 m RC = 10 cm = 0,1 m vA = 1 m/s Ditanyakan: C Jawab: Roda A dan B seporos: A = B
vA RA

= B
vA RA

B =

= 0,5 m = 2 rad/s Roda B dan C dihubungkan tali: vB = vC B RB = C RC

1m/s

=
= =

= 20 Percepatan sudut benda 20 rad/s2. 38. Jawaban: c Diketahui: f = 120 rpm = 60


120

t 0 t (110 60) rad/s 2,5 s 50 2,5 rad/s2

C =

B RB RC

(2 rad/s)(0,2 m) 0,1m

= 4 rad/s

rad/s2

Kecepatan sudut roda C adalah 4 rad/s. B. Uraianal-soal berikut! 1. a. Mistar: ketelitian = 1 mm Termasuk jenis mistar yaitu penggaris kayu, plastik, alat ukur penjahit baju dan rol meter tukang kayu/tukang batu. b. Jangka sorong: ketelitian = 0,1 mm c. Mikrometer sekrup: ketelitian = 0,01 mm 2.
pV T

= 2 rps = 2 Hz t = 10 s Ditanyakan: Jawab: =t = 2 f t = 2 (2 Hz)(10 s) = 40 radian Sudut yang ditempuh benda dalam waktu 10 detik sebesar 40 radian.

=nR = nT = = =
pV

(N/m2 )(m3 ) mol K (kg)(m)(s 2 )(m2 )(m3 ) (mol)(K) (kg)(m2 )(s 2 ) (mol)(K)

= [M L2 T2 N1 1]

Jadi, dimensi R adalah [M L2 T2 N1 1].

62

Kunci Jawaban dan Pembahasan

3. Diketahui:

V = 1,5 L = 1,5 103 m3 = 8,32 103 kg/m3 Ditanyakan: m Jawab:

Jawab:
vs va

m V

m=V v= =
va v
2 angka penting

m = (8,32 103 kg/m3)(1,5 103 m3)


3 angka penting

v s2 + v a2

= 12,48 kg
4 angka penting

42 + 32
L

= 5 m/s = ss
Ls v va

Berdasarkan angka penting, hasil perkalian harus ditulis dalam dua angka penting sehingga massa timah 12 kg. 4. Energi potensial gravitasi E = mgh = kg(m/s2)m = kg m2/s2 Dimensi = [M][L]2[T]2 Energi kinetik E=
1 mv 2 2

s= =

(18 m)(5 m/s) 3 m/s

= 30 meter Jadi, jarak lintasan yang ditempuh atlet renang sejauh 30 meter. 7. Diketahui: v1 = 5 m/s v2 = 8 m/s t1 = t + 4 t2 = t Ditanyakan: t saat pelari pertama menyusul pelari kedua Jawab: s1 = s2 v1t1 = v2t2 5(t + 4) = 8t 5t + 20 = 8t 20 = 3t
20 3

= kg(m/s)2 = kg(m2/s2) = [M][L]2[T]2 Dimensi kedua besaran ternyata sama. 5. Fx = 2 3 cos 30 10 cos 60 = (2 3 )( 2 3 ) 10( 2 ) =35 = 2 N Fy = 2 3 sin 30 + 10 sin 60 4 = (2 3 )( 2 ) + (10)( 2 3 ) 4 =6 3 4 = 6,4 N F = = = =
Fx 2 + Fy 2
1 1 1 1

=t
20

22 + (6,4)2 4 + 41
45 = 3 5 N

B dapat menyusul A setelah 3 sekon. 8. Diketahui: v0 = 5 m/s vt = 17 m/s t =6s Ditanyakan: a. a b. v10 saat t = 10 c. s Jawab: a. a = =
vt v0 t (17 5) m/s 6s 12 m/s2 = 6

Resultan gaya-gaya tersebut 3 5 N. 6. Diketahui: Ls = 18 m vs = 4 m/s va = 3 m/s Ditanyakan: s b.

= 2 m/s2 Percepatan mobil sebesar 2 m/s2. v10 = v0 + at = (5 m/s) + (2 m/s2)(10 s) = 5 m/s + 20 m/s = 25 m/s Kecepatan mogil saat t = 10 s adalah 25 m/s.
Fisika Kelas X

63

c.

s = v0t + 2 at 2

Bab III
1

Dinamika Partikel

= (5 m/s)(10 s) + 2 (2 m/s)(10 s)2 = (50 + 100) m = 150 m Jarak yang ditempuh mobil sejauh 150 m. 9. Diketahui: h0 = 75 m v0 = 80 m/s Ditanyakan: hmaks dari tanah Jawab: t = g0 = h1 =
v
80 m/s 9,8 m/s 2 1 v0t 2 gt 2

A.

Pilihan Ganda

= 8,2 s

1. Jawaban: d Hukum Kelembaman dituliskan dalam bentuk persamaan F = 0. Dari persamaan itu, jika nilai F = 0, benda akan diam atau bergerak dengan kecepatan tetap. Jadi, jika nilai F 0, benda akan bergerak dengan a 0. 2. Jawaban: a Benda yang diberi beberapa gaya dan resultan gaya-gaya tersebut bernilai nol dirumuskan sebagai F = 0. Akibat dari nilai resultan ini, benda akan diam atau bergerak dengan percepatan nol. 3. Jawaban: d Hukum I Newton menjelaskan tentang benda yang cenderung mempertahankan keadaannya. Ketika sebuah benda diam, benda itu akan cenderung tetap diam. Sebaliknya, jika ada sebuah benda bergerak, benda itu akan cenderung mempertahankan gerakannya. Kecenderungan benda yang mempertahankan keadaannya ini disebut sebagai kelembaman benda. 4. Jawaban: c Seseorang berlari dari keadaan diam hingga kecepatan 15 km/jam mempunyai percepatan tidak nol, jadi bukan jenis peristiwa yang terkait kelembaman benda. Sebuah mobil berhenti secara tiba-tiba mempunyai percepatan negatif dan tidak nol, jadi bukan jenis peristiwa yang terkait kelembaman benda. Karang di pantai tetap berdiri kokoh selama ratusan tahun mempunyai percepatan nol, jadi termasuk sifat kelembaman benda. Mobil bergerak dengan kecepatan berubah-ubah mempunyai percepatan tidak nol, kadang positif kadang negatif, jadi bukan jenis peristiwa yang terkait kelembaman benda. Sebuah bola ditendang hingga masuk ke gawang mempunyai percepatan tidak nol. Jadi, bukan jenis peristiwa yang terkait kelembaman benda. 5. Jawaban: d Setumpuk uang logam yang semula diam, cenderung untuk diam meskipun ada gaya gerak yang memengaruhi keadaannya. Saat gaya gerak yang diberikan hanya menghasilkan percepatan nol, uang logam tetap diam pada tempatnya. Hukum I Newton mengungkap tentang sifat benda cenderung mempertahankan keadaannya (inersia).

= (80 m/s)(8,2 s) 2 (9,8 m/s2)(8,2 s)2 = 656 329,5 = 326,5 m Ketinggian peluru dari atas tanah = h0 + h1 = 75 m + 326,5 m = 401,5 m 10. Diketahui: f t 0 Ditanyakan: a. b. c. Jawab: a. t = 2f = = 8.400 putaran/menit =5s = 0 m/s as di R = 10 cm

(2 )(8.400 putaran) 60 s

= 280 rad/s

=
=

t 0 t
(280 0) rad/s 5s

= 56 rad/s2 Jadi, percepatan sudut roda sebesar 56 rad/s2. b. as = R = (56 rad/s2)(10 cm) = 560 cm/s2 = 5,6 m/s2 Percepatan sentripetal di titik yang berjarak 10 cm dari pusat rotasi adalah 5,6 m/s2. = 0t +
1 1 2

c.

t 2

= 0 + 2 (56 rad/s2)(5 s)2 = (28 rad/s2)(25 s2) = 700 rad Sudut yang ditempuh roda sebesar 700 rad. 64
Kunci Jawaban dan Pembahasan

6. Jawaban: a Sifat kelembaman benda dipengaruhi oleh massa benda. Semakin besar massa benda, benda semakin sulit dipercepat atau sulit diubah geraknya. 7. Jawaban: d Berdasarkan hukum I Newton: Benda yang mula-mula diam maka benda selamanya diam. Benda bergerak jika benda tersebut diberi gaya luar. Kita cenderung terdorong ke depan karena berusaha mempertahankan keadaan kita (sifat kelembaman). 8. Jawaban: e Benda bergerak dengan kecepatan tetap, berarti percepatan benda nol. Oleh karena itu, F = 0 yang artinya benda mengalami kelembaman dan bergerak lurus beraturan. 9. Jawaban: b Inersia adalah kecenderungan benda untuk tetap diam atau bergerak lurus dengan kecepatan tetap sesuai hukum I Newton. 1) Suatu kerangka acuan yang tidak dipercepat artinya percepatan bernilai nol. Keadaan ini sesuai hukum I Newton. 2) Kerangka diam atau bergerak lurus berubah beraturan artinya percepatan masih ada kemungkinan bernilai bukan nol. Keadaan ini tidak sesuai hukum I Newton. 3) Kerangka yang bergerak lurus beraturan dengan kelajuan tetap artinya percepatan bernilai nol. Keadaan ini sesuai hukum I Newton. 4) Kecepatannya cenderung berubah sehingga memiliki percepatan artinya percepatan bernilai bukan nol. Keadaan ini tidak sesuai hukum I Newton. 10. Jawaban: c Pengamat A adalah kerangka inersia dan menurut hukum I Newton boneka tetap akan diam (tanpa gangguan). Pengamat B juga merupakan kerangka inersia yang melihat boneka bergerak bersama mobil dengan kecepatan tetap. B. Uraian 1. F = 0 menjelaskan bahwa gaya-gaya yang bekerja pada suatu benda menghasilkan resultan yang bernilai nol. Oleh karena nilai resultan gaya sama dengan nol, benda akan diam atau bergerak dengan percepatan nol. 2. Benda dikatakan diam jika resultan gaya yang bekerja pada benda bernilai nol.

3. Sifat kelembaman benda disebut juga sifat kemalasan benda yaitu sifat benda yang cenderung mempertahankan keadaannya. Jika suatu benda diam, maka benda tersebut cenderung untuk terus diam. Sebaliknya, jika benda bergerak, benda tersebut cenderung mempertahankan geraknya. 4. Benda dengan massa yang besar cenderung sulit untuk digerakkan jika benda semula diam. Hal ini menunjukkan bahwa massa berpengaruh terhadap sifat kelembaman benda. 5. Pernyataan tersebut benar karena benda yang diam juga terjadi karena percepatan benda yang bernilai nol.

A. Pilihan Ganda 1. Jawaban: b Berdasarkan hukum II Newton ada hubungan antara massa dan berat benda. Semakin besar massa benda maka gerobak yang didorong petani akan semakin berat untuk didorong. Hal ini karena percepatan benda cenderung bernilai lebih dari nol. 2. Jawaban: d Diketahui: m = 0,06 kg F = 0,24 N Ditanyakan: a Jawab: F = ma = 0,06 kg = 4 m/s2 Jadi, bola tenis bergerak dengan percepatan 4 m/s2. a = 3. Jawaban: d Hukum II Newton menjelaskan nilai percepatan benda bermassa m yang tidak bernilai nol. Keadaan ini mengakibatkan nilai F yang tidak nol. Hal ini dapat dirumuskan sebagai berikut. F = m a . . . (1) Apabila persamaan (1) dibawa ke persamaan garis y = mx + c dimana m merupakan kemiringan maka diperoleh: y = F; m (kemiringan) = m (massa); x=a Jadi, a adalah nilai massa benda. 4. Jawaban: b Diketahui: m = 2 kg F =6N t =4s Ditanyakan: s
Fisika Kelas X

F m

0,24 N

65

Jawab: F =ma 6 = 2a a = 3 m/s2 s = v0t + 2 at2 = 0(4 s) + 2 (3 m/s2)(4 s)2 = 24 m Jadi, jarak yang ditempuh balok sejauh 24 m. 5. Jawaban: e Diketahui: m = 7 kg s = 14 m F = 21 N Ditanyakan: t Jawab: a = m = 7 kg = 3 m/s2 vt2 = v02 2as
1 ( 4 v0)2 1 F
21N

7. Jawaban: b Diketahui: m v0 F t Ditanyakan: Vt Jawab: a =


F m

= 200 kg = 5 m/s = 100 N =2s

v0 = v0 vt = 4 v0
1

100 N 200 kg

= 0,5 m/s2

Kecepatan mobil setelah ditabrak vt = v0 + at vt = 5 m/s + (0,5 m/s2)(2 s) vt = 6 m/s Jadi, kecepatan mobil yang ditabrak setelah dua detik sebesar 6 m/s. 8. Jawaban: c Diketahui: F1 dan F2; m Ditanyakan: a Jawab: F=ma F1 + F2 = m a a=
F1 + F2 m

v02

2(3

m/s2)(14

m)

v02 16 v0 = 84 m/s2
15 16

v02 = 84 m2/s2 v02 = (84 v0 =


16 15

) m2/s2
2 2

m/s2
F1 + F2 m

89,6 m /s

Jadi, percepatan balok sebesar 9. Jawaban: b Diketahui: F = 0,06 N t =2s m = 0,05 kg Ditanyakan: s Jawab: a =
F m

m/s2.

v0 9,46 m/s vt = v0 a t
1 v 4 0

= v0 (3 m/s2)t
3

3t = 4 v0 t = 12 v0 = 12 (9,46 m/s2) t = 1,365 sekon Jadi, waktu yang ditempuh berkisar 1,36 s. 6. Jawaban: d Diketahui: s = 0,50 g = 9,8 m/s2 Ditanyakan: a Jawab: fs = F fs = mg = ma s N = ma s (mg) = ma s g = a (0,50)(9,8 m/s2) = a a = 4,9 m/s2 Jadi, percepatan maksimum laju mobil pick-up sebesar 4,9 m/s2.
3 3

s = v0 t +
1

0,06 N 0,05 kg 1 at2 2

= 1,2 m/s2

= 0 + 2 (1,2 m/s2) (2 s)2 = 2,4 m Jadi, bola bergerak sejauh 2,4 meter. 10. Jawaban: d Diketahui: m = 200 g = 0,2 kg R = 0,6 m F = 27 N Ditanyakan: v Jawab: v = =
FR m

(27 N)(0,6 m) 0,2 kg

81 = 9 m/s

Jadi, kelajuan benda sebesar 9 m/s.

66

Kunci Jawaban dan Pembahasan

11. Jawaban: c Diketahui: a1 = 16 m/s2 m2 = 2m1 Ditanyakan: a2 Jawab: F1 = F2 m1a1 = m2a2 m1(16 m/s2) = 2m1a2 a2=
16m/s 2
2

Kondisi awal sistem: wbeban fg = (mbeban + mkereta) a wbeban = (mbeban + mkereta) a a =


w beban mbeban + mkereta

mg m+m

= 2 g m/s2 g = 2a
4 4 8

Kondisi saat mbeban = 4m: a =


w beban mbeban + mkereta

4mg 4m + m

= 5 g = 5 (2a) = 5 a
8

Jadi, percepatan sistem menjadi 5 a. 14. Jawaban: a Diketahui: m = 20 kg = 45 g = 9,8 m/s2 Ditanyakan: a Jawab: Gaya yang mengakibatkan benda bergerak: ma = m g sin 45 a = (9,8
1 m/s2)( 2

= 8 m/s2 Percepatan mobil kedua sebesar 8 m/s2. 12. Jawaban: b Diketahui: m1 = m2 = 7,5 kg m3 = 5 kg Ditanyakan: a, T1, T2 Jawab:

2)

g m

n si

45

mg

g m

s co

45

F = m a w3 = mt a = (m1 + m2 + m3) a 2 (5 kg)(9,8 m/s ) = (7,5 + 7,5 + 5) kg a m/s2 = a a = 2,45 m/s2 T1 ditinjau dari m3 F = m3 a w3 T1 = m3 a (5 kg)(9,8 m/s2) T1 = (5 kg)(2,45 m/s2) T1 = (49 12,25) N T1 = 36,75 N T2 ditinjau dari m2 F = m a T2 = m2 a = (7,5 kg)(2,45 m/s2) T2 = 18,375 N Jadi, percepatan sistem, T1, dan T2 berturut-turut adalah 2,45 m/s2, 36,75 N, dan 18,375 N. 13. Jawaban: e
mkereta Meja licin maka fg = 0 T

= 4,9 2 15. Jawaban: a Diketahui: m1 = 4 kg m2 = 6 kg g = 9,8 m/s2 Ditanyakan: a, T1, dan T2 Jawab: Pada benda m1 berlaku: F1 = m1 a T m1 g = m1 a . . . (1) Pada benda m2 berlaku: F2 = m2 a m2 g T = m2 a . . . (2) Dari persamaan (1) dan (2): T m1 g = m1 a T + m2 g = m2 a + (m2 m1) g = (m1 + m2) a a= =
(m2 m1) (m2 + m1)

45

Jadi, percepatannya sebesar 4,9 2 m/s2.

49 20

T1 m1 w1

T2 m2 w2

g (9,8 m/s2)

(6 4) kg (6 + 4) kg

T mbeban wbeban

= 5 (9,8 m/s2) = 1,96 m/s2

Fisika Kelas X

67

T1 tinjau benda m1 F = m1 a T1 w1 = m1 a T1 = (4 kg)(1,96 m/s2) + (4 kg)(9,8 m/s2) = (7,84 + 39,2) N = 47,04 N T2 tinjau benda m2 F = m2 a w2 T2 = m2 a (6 kg)(9,8 m/s2) T2 = (6 kg)(1,96 m/s2) T2 = (58,8 11,76) N T2 = 47,04 N Jadi, percepatan (a) sistem sebesar 1,96 m/s2 dan T1 = T2. 16. Jawaban: c Diketahui: m1 = 5 kg m2 = 2 kg = 30 g = 9,8 m/s2 Ditanyakan: a dan T Jawab:
N m1 T T

17. Jawaban: a Diketahui: m = 5 kg vt = 6 m/s v0 = 4 m/s st = 5 m Ditanyakan: gaya (F ) Jawab: vt2 = v02 + 2as (6 m/s)2 = (4 m/s)2 + 2a(5 m) a=
(36 16) m/s2 10 m

a = 2 m/s2 F = m a = (5 kg)(2 m/s2) = 10 newton Gaya F sebesar 10 newton. 18. Jawaban: b Diketahui: m = 250 kg a = 2 m/s2 g = 9,8 m/s2 Ditanyakan: T Jawab: F = m a Tmg=ma T =ma+mg = (250 kg)(2 m/s2) + (250 kg)(9,8 m/s2) = 2.950 N Tegangan tali penarik elevator sebesar 2.950 N.

w sin

30 w1 w cos

m2 w2

mg

w1 = m1 g = (5 kg)(9,8 m/s2) = 49 N w2 = m2 g = (2 kg)(9,8 m/s2) = 19,6 N Percepatan (a): F = m a a = = =


w1 sin w 2 m1 + m2
1 (49 N) (19,6 N) 2

19. Jawaban: c Diketahui: w =2N N = 10 N k = 0,4 Ditanyakan: F Jawab: F = 0 F fg = 0 fg F = fg = N = (0,4)(10 N) w=2N = 4,0 N Gaya yang harus dikeluarkan siswa agar penghapus memiliki kecepatan tetap sebesar 4,0 N. 20. Jawaban: c Diketahui: m = 5 kg g = 9,8 m/s2 a = 2 m/s2 Ditanyakan: T Jawab: mgT=ma T =mgma = (5 kg)(9,8 m/s2) (5 kg)(2 m/s2) = 39 N Tegangan tali T sebesar 39 N.

(5 + 2) kg 4,9 N 7

= 0,7 m/s2 Tegangan tali (T), tinjau benda m2. F = m a T w2 = m2 a T = (2 kg)(0,7 m/s2) + 19,6 N = 21 N Jadi, percepatan sistem dan tegangan tali berturut-turut 0,7 m/s2 dan 21 N.

mg

68

Kunci Jawaban dan Pembahasan

21. Jawaban: a Diketahui: m = 10 kg


3 4

F k m g = m a a = =

F k m g m 28 (0,4)(5)(9,8) 5

tan =

= 1,68 m/s2

s
Ditanyakan: T Jawab:
N = w cos T

= 0,5

Percepatan benda 1,68 m/s2. 24. Jawaban: c Diketahui: w = 20 N s = 0,4


5

w sin fges w cos w

T = w sin + fges = (98 N)( 5 ) + s N


3

Ditanyakan: fs m Jawab: Balok diam pada sumbu Y. fY = 0 +N w = 0 N = w = 20 N fs = s N = (0,4)(20 N) = 8 N m Gaya gesekan statis maksimum sebesar 8 N. 25. Jawaban: b F = 0 Fy = 0 N m g cos = 0 N = m g cos cos =
N mg

= 58,8 N + 0,5(w cos ) = 58,8 N + (0,5)(98 N)( 5 ) = 58,8 N + 39,2 N = 98 N Tegangan tali sebesar 98 N. 22. Jawaban: a Diketahui: m a w Ditanyakan: F Jawab:
F

N fs Y m sin

X s co

mg

= 20 kg = 53 = 3 m/s2 =mg = (20 kg)(9,8 m/s2) = 196 N

Fx = 0 m g sin fs maks = 0 fs maks = m g sin = sin m g cos sin = cos m g cos = tan m g cos = tan m g = N tan
N mg

cos

w cos w sin 53

s N = tan N s = tan = tan 37 = 0,75


B. Uraian m = 900 kg a = 2,5 m/s2 Ditanyakan: F Jawab: F =ma = (900 kg)(2,5 m/s2) = 2.250 N Gaya yang dibutuhkan sebesar 2.250 N. F1 F2 m Ditanyakan: a = 15 N = 35 N = 2 kg = 53 1. Diketahui:

F = m a F w sin = m a F = (20 kg)(3 m/s2) + (196 N) sin 53 = 158 N Jadi, F bernilai 158 N. 23. Jawaban: a Diketahui: F = 28 N k = 0,4 m = 5 kg g = 9,8 m/s2 Ditanyakan: percepatan benda (a) Jawab: F = m a F fges = m a F kN = m a

2. Diketahui:

Fisika Kelas X

69

Jawab: F1x = F1 cos 53 = 9 N F1y = F1 sin 53 = 12 N F2x = F2 (cos 53) (di kuadran II) = F2 cos 127 = 21 N F2 F2y = F2 sin 53 = 28 N Fx = F1x + F2x 53 = 9 N + (21 N) = 12 N Fy = F1y + F2y = 12 N + 28 N = 40 N
x ax = m = 2 kg = 6 m/s2

5. Diketahui:

F1 53

m = 2 kg g = 9,8 m/s2 v = 4 m/s t =2s Ditanyakan: a. N b. F a. Fy = 0 Nw=0 N=w N=mg N = (2 kg)(9,8 m/s2) = 19,6 N b. a =
v t v 0 t

w = 20 N

4 m/s 0 2s

= 2 m/s2

F = m a = (2 kg)(2 m/s2) = 4 N 6. Diketahui: m1 = 9 kg m2 = 3 kg a2 = 1,5 m/s2 Ditanyakan: a Jawab: F1 = F2 m1 a1 = m2 a2 (9 kg)a1 = (3 kg)(1,5 m/s2) a1 = 0,5 m/s2 Jadi, percepatan yang dialami benda m1 sebesar 0,5 m/s2. m1 = 5 kg v0 = 0,25 m/s F = 0,5 newton Ditanyakan: s Jawab: Perlambatan yang dialami kotak pertama a=
F m1

12 N

ay = a = = = =

Fy m

= 2 kg = 20 m/s2

40 N

ax 2 + ay 2

(6 m/s2 ) + (20 m/s2 ) (36 + 400) m2 /s4

436 m2 /s4 a 20,88 m/s2 Jadi, percepatan bola jika massanya 2 kg adalah 20,88 m/s2.
3.
T T

7. Diketahui:

w sin 2

w cos 1

w sin 2

w sin 1

m g sin 1 T = m a T m g sin 2 = m a m g (sin 1 + sin 2) 2T = 0 T = 2 m g (sin 1 + sin 2) 4. Diketahui: F1 = 20 N F2 = 80 N a1 = 0,5 m/s2 Ditanyakan: a2 Jawab: m =
F1 a1

= 5 kg = 0,1 m/s2 Jarak tempuh kotak pertama: 2 2as vt2 = v0 2 2as = v 2 0 vt 2(0,1 m/s2) s = (0,25 m/s)2 2(0,1 m/s2) s = 0,0625 m/s2 s = 0,3125 m 0,3 m Jadi, kotak masih bisa bergerak kira-kira sepanjang 0,3 meter sebelum berhenti. 8. Diketahui: m1 = 12 kg m2 = 16 kg m3 = 20 kg g = 9,8 m/s2 Ditanyakan: a

0,5 N

20 N 0,5 m/s 2
80 N

= 40 kg

2 a2 = m = = 2 m/s2 40 kg Jadi, percepatan yang dialami kotak sebesar 2 m/s2.

70

Kunci Jawaban dan Pembahasan

Jawab:
m2 16 kg m1 12 kg w1 m3 20 kg w3

10. Diketahui:

w1 = m1 g = (12 kg)(9,8 m/s2) = 117,6 N w3 = m3 g = (20 kg)(9,8 m/s2) = 196 N a = m =


F
w 3 w1 m1 + m2 + m3

m = 2 kg F = 30 N t =2s g = 9,8 m/s2 Ditanyakan: h Jawab: w =mg = (2 kg)(9,8 m/s2) = 19,6 N Fw =ma 30 N 19,6 N = 2a a = 5,2 m/s2
1

h = v0 t + 2 a t 2; v0 = 0 = 2a t2 = ( 2 )(5,2 m/s2)(2 s)2 = 10,4 m Jadi, tinggi maksimum yang dicapai benda 10,4 m.
1 1

= (12 + 16 + 20) kg =
78,4 N 48 kg

(196 117,6) N

1,63 m/s2 Jadi, percepatan yang dialami sistem berkisar 1,63 m/s2. 9. Diketahui: m = 5 kg s = 25 m = 30 k = 0,5 Ditanyakan: t Jawab: fk = k N fk = k m g cos F = m a mg sin fk = m a mg sin k m g cos = ma g sin k g cos = a a = (9,8 m/s2)( 2 ) (0,5) (9,8 m/s2)( 2
1 1

A.

Pilihan Ganda

1. Jawaban: d Diketahui: m = 5 kg g = 9,8 m/s2 Ditanyakan: N Jawab:


N

3)

= 4,9 m/s2 4,24 m/s2 = 0,66 m/s2 s = 2 a t2 25 m = 2 (0,66 m/s2) t 2


25 m 0,33 m/s 2

Nw=0 N =w N =mg = (5 kg)(9,8 ,m/s2) = 49 N Jadi, besa gaya normal yang dikerjakan lantai pada benda sebesar 49 N. 2. Jawaban: a
F = 15 N 53

= t2 N = F cos = 15 cos 53 = 9 N Besar gaya normal yang ada di lantai sebesar 9 N.

t 2 = 75,76 sekon2 t = 8,70 sekon Waktu yang dibutuhkan benda 8,70 sekon.

Fisika Kelas X

71

3. Jawaban: a Diketahui: m = 145 kg v = 4,5 m/s Ditanyakan: F Jawab: vt2 = v02 + 2as 0 = (4,5)2 + 2(a)(6) a 1,69 m/s2 F = ma F cos = ma F = cos F =
(145 kg)(1,69 m/s ) cos 60
2

s= 6 m = 60

F = fk

AB

+ fk

= ABNA + BNAB = (0,2)(100 N) + (0,5)(600 N) = 20 N + 300 N = 320 N Gaya F minimal untuk menggeser balok B sebesar 320 N. 7. Jawaban: c Diketahui:
N

ma

245,05
1 2

= 490,1 N

4. Jawaban: b Pasangan gaya pada gambar yaitu T1 dan W. Keduanya harus bernilai sama. Jika T1 terlalu besar, benda akan terpelanting, sedangkan jika W terlalu besar, tali akan putus. 5. Jawaban: a Pada gambar di atas berlaku hukum III Newton tentang aksi reaksi. Aksi dilakukan oleh Wawan yang mendorong balok dengan gaya F WA . Akibatnya, balok memberikan reaksi berupa gaya sebesar FAW yang arahnya berlawanan dengan gaya FWA. Selain itu, Wawan juga memberikan tekanan ke lantai (aksi) yang mengakibatkan lantai memberikan reaksi ke Wawan. Adanya gaya reaksi inilah yang membantu Wawan dapat mendorong balok. Antara balok A dan B terjadi gaya kontak yaitu balok A memberikan gaya terhadap balok B dan sebaliknya, balok B memberikan gaya terhadap balok A. Kedua balok berada pada posisi saling berimpit, hal ini mengakibatkan percepatan kedua benda mempunyai nilai yg sama. 6. Jawaban: d Diketahui: wA wB AB B Ditanyakan: F Jawab:
NAB NA C fk
AB

m = 5 kg g = 9,8 m/s2 Ketika benda tersebut digerakkan vertikal ke atas, gaya-gaya yang bekerja pada benda dapat dirumuskan sebagai berikut. Nw+F =0 N =wF N = m g m a . . . (1) Berdasarkan persamaan (1), benda mengalami gaya tekan normal (N) sebesar 24 N ketika benda digerakkan dengan percepatan sebesar 5 m/s2. Gaya tekan normal yang dialami benda sebesar 39 N ketika benda tersebut bergerak dengan percepatan 2 m/s2. Jadi, pilihan yang tepat adalah pilihan c. 8. Jawaban: d Diketahui: mA = 45 kg mB = 55 kg Ditanyakan: aA, aB, stotal Jawab: aA = aB =
F mA F mB

t = 12 s F = 85 N

= =

= 100 N = 500 N = 0,2 = 0,5

85 N 45 kg 85 N 55 kg

= 1,89 m/s2 = 1,54 m/s2

Jarak pisah setelah 12 sekon: sA = v0t + 2 aAt 2 = 2 (1,89 m/s2)(12 s)2 = 136,08 m sB = v0 t + 2 aBt 2 = 2 (1,54 m/s2)(12 s)2
1 1 1 1

A B fkB wA wB F

= 110,88 m stotal = sA+ sB = 136,08 m + 110,88 m = 246,96 m

72

Kunci Jawaban dan Pembahasan

9. Jawaban: d Diketahui: mA = 5 kg mB = 3 kg Ditanyakan: TAB : TAC Jawab:


NA A wA TAB B wB NB TBC

mC = 2 kg F = 10 N

11. Jawaban: e Benda 3:


T3

NC C wC F

m3

F = m a T3 w3 = m3 a T3 m3 g = m3 a T3 = m3(g + a)

w3

Benda 2:
T2

F TBC = mC a TBC TAB = mB a TAB = mA a 10 TAB = 2a TBC TBC = 3a TAB = 5a + 10 = 10a a=1 10 TBC = 2a TBC = 10 2(1) = 8 TAB = 5a = 5(1) = 5 Jadi, TAB : TBC = 5 : 8. 10. Jawaban: d Diketahui:
a = N fg m w 45 Fx = F cos 45
4 3

m2

w2

T3

F = m a T2 (w2 + T3) = m2 a T2 {(m2 g)(g + a)} = m2 a T2 = m2 a + m2 g + m3 (g + a) = m2 a + m2 g + m3 g + m3 a T2 = (m3 + m2)(g + a)

Benda 1:
T1

m1

F = m a T1 m1 g T2 = m1 a T1 m1 g (m2 + m3)(g + a) = m1 a T1 = (m3 + m2 + m1)(g + a)


T2

w1 F = 10 N

m/s2

Jadi, persamaan yang sesuai adalah pilihan e. 12. Jawaban: d Diketahui: m1 = m2 = 2 kg m3 = m4 = 6 kg F = 32 N Ditanyakan: a dan T Jawab:
m1 T1 m2 T2 m3 T3 m4 F = 32 N

Ditanyakan: Jawab: Balok bergerak dipercepat maka berlaku: F = m a N=w=mg fg Fx = m a N F cos 45 = m a


1

F = m t a F = (m1 + m2 + m3 + m4) a
4

()(1,5 2 )(9,8) (10)( 2 2 ) = (1,5 2 )( 3 ) 4 ()(14,7) 5 = 1,5( 3 ) ()(14,7) = 2 + 5 ()(14,7) = 7

Percepatan (a) a =
F m1 + m2 + m3 + m4

7 14,7

= 0,476 Koefisien gesekan antara balok dan lantai 0,476.

= (2 + 2 + 6 + 6) kg = 2 m/s2 Tegangan tali (T1) F = m1 a T1 = m1 a = (2 kg)(2 m/s2) =4N Tegangan tali T1 sebesar 4 N.

32 N

Fisika Kelas X

73

Tegangan tali (T2) F = m a T2 T1 = m2 a T2 = m2 a + T1 = (2 kg)(2 m/s2) + 4 N T2 = 8 N Tegangan tali T2 sebesar 8 N. Tegangan tali (T3) T3 T2 = m3 a T3 = m3 a + T2 = (6 kg)(2 m/s2) + 8 N T3 = 20 N Tegangan tali T3 sebesar 20 N. 13. Jawaban: e Diketahui: mA = 20 kg mB = 30 kg Benda A turun, benda B naik g = 10 m/s2 Ditanyakan: aA dan aB Jawab: Tinjau benda A. F = mA aA wA T = 20aA T a T T = 200 20aA . . . (1) Tinjau benda B. F = mB aB 2T mB g = m aB 2T = 30
1 kg aA 2

15. Jawaban: c Gaya aksi = gaya reaksi FXY = FYX FR = FXY FYX = 0 16. Jawaban: e Pasangan gaya aksi dan reaksi yaitu: 1) T1 dan T2 (benar) 2) T2 dan T3 (benar) 3) T3 dan T4 + T5 (benar) 4) T6 dan w2 (benar) Jadi, semua benar. 17. Jawaban: b Diketahui: mA = 10 kg mB = 5 kg s = 0,2 g = 9,8 m/s2 Ditanyakan: massa balok (mC) Jawab: Untuk gaya normal pada benda di atas meja: NA m = mA g + mC g NA m = (mA + mC) g fA m = A m NA m = A m (mA + mC) g = 0,2 (10 + mC) g = 0,2 (10 + mC)(9,8) N = 1,96 (10 + mC) N = (19,6 + 1,96mC) N . . . . (i)
A fA m T + T B + mB g

T a

wA

+ (30 kg)(10 m/s2 )


wB

2T = 15aA + 300 . . . (2)

Persamaan (1) ke persamaan (2): 2(200 20aA) = 15aA + 300 aA = 1,8 m/s2 aB = 0,9 m/s2 Jadi, percepatan benda A 1,8 m/s2 dan benda B 0,9 m/s2. 14. Jawaban: a Diketahui: v = 30 cm/s = 0,3 m/s D = 12 cm R = 6 cm = 0,06 m m = 0,1 kg Ditanyakan: as Jawab: Fs = m as =m
v2 R

Tinjau diagram bebas balok B dan A sebagai satu sistem: F = 0 mB g T + T fA m = 0 mB g = fA m fA m = (5 kg)(9,8 m/s2) fA m = 49 newton . . . . (ii) Menggabungkan persamaan (i) dan (ii): fA m = 19,6 + 1,96mC 49 N = (19,6 + 1,96mC) N 1,96mC = 49 N 19,6 N 1,96mC = 29,4 N mC = 1,96 = 15 kg
29,4

= (0,1 kg) = 0,15 N

(0,3 m/s) 0,06 m

Gaya sentripetal yang bekerja di pinggir piringan hitam 0,15 N.

74

Kunci Jawaban dan Pembahasan

18. Jawaban: b Diketahui: wA = 100 N wB = 150 N = 30 Ditanyakan: gaya gesekan (fs) Jawab:
T A
30 sin

Gaya gesekan statis. fs = sN = (0,5)(550 N) = 275 newton Gaya gesekan kinetik. fk = (0,1)(550 N) = 55 newton Oleh karena gaya horizontal lebih kecil dari gaya gesekan statis, F cos < fs 80 N < 275 N maka benda tidak bergerak. Jadi, benda mengalami gaya gesekan statis. fs = 275 newton 20. Jawaban: c Diketahui: m1 = 4 kg F = 12 N Ditanyakan: m Jawab: T cos 30 = 12 N T = =
12 N cos 30
12 N 0,86
mg

wA 30

0 B s3 co wB wB

F = 0 Fy = 0 T wB = 0 T = wB = 150 N Fx = 0 fs + wA sin 30 T = 0 fs = T wA sin 30 = 150 N (100 N) sin 30 = 150 N (100


1 N)( 2 )

T sin 30

30

4 kg

T cos 30

= 150 N 50 N = 100 N Jadi, gaya gesekannya sebesar 100 N. 19. Jawaban: e Diketahui: m = 50 kg F = 100 N k = 0,1 sin = 0,6 s = 0,5 cos = 0,8 Ditanyakan: gaya gesekan (fg) Jawab: Gaya horizontal Fx = F cos = (100 N)(0,8) = 80 N
F cos F sin F N

= 13,95 N T sin 30 = m g m g = (13,95 N)( 2 ) m =


6,975 N g 6,975 N

= 9,8 m/s 2 = 0,71 kg 0,7 kg Jadi, massa m sebesar 0,7 kg. B. Uraian
F m1 + m2

1. a =
mg

Menghitung N perhatikan gaya-gaya ke arah sumbu Y. Fy = 0 N F sin m g = 0 N = F sin + m g = (100 N)(0,6) + (50 kg)(9,8 m/s2) = 60 N + 490 N = 550 N

= (1+ 2) kg = 2 m/s2 Gaya kontak antarbalok: Fkontak = m1 a = (1 kg)(2 m/s2) = 2 N 2. Diketahui: m = 8 kg F1 = 150 N F2 = 80 N t = 8 sekon v0 = 0 Ditanyakan: t dan s

6N

Fisika Kelas X

75

Jawab:
v0 F2 A F1 F2 B t2 = ? vB vC = 0

N = w + F1 + F2 = 50 N + 20 N + 10 N = 80 N b.
F 30

t1 = 8 s

Keadaan I (gerak dari A B) Ftot = F1 F2 = 150 N 80 N = 70 N Ftot = m a 70 N = (8 kg) a a =


70 N 8 kg

Fy = F sin 30 = (25 N)( 2 ) = 12,5 N F = 0 N w Fy = 0 N = Fy + w = 12,5 N + 50 N = 62,5 N 4.


a m1 m2 T T a

= 8,75

m/s2

vB = v0 + a t = 0 + (8,75 m/s2)(8 s) = 70 m/s sB = s0 + v0t + 2 at 2 = 0 + 0(8 s) + 2 (8,75 m/s2)(8 s)2 = 280 m Keadaan II (gerak dari B C) v0 = vB = 70 m/s s0 = sB = 280 m v = 0 (benda yang akan berbalik akan diam seketika) F = F2 = 80 N (ke kiri) F =ma 80 N = (8 kg) a a = 10 m/s2 (perlambatan) v = v0 + a t2 0 = 70 m/s 10 m/s2 (t2) t2 =
70 m/s 10 m/s2

w1

w2

=7s
1

s = s0 + v0 t2 + 2 at 2 2 = 280 m + (70 m/s)(7s) + 2 (10 m/s2)(7 s)2 = 280 m + 490 m 245 m = 525 m Jadi, benda akan membalik saat t2 = 7 sekon (setelah bergerak 15 s) dan s = 525 m. 3. Diketahui: w = 50 N Ditanyakan: a. N jika ada F 1 = 20 N dan F2 = 10 N b. N jika ada F = 25 N dengan arah miring 30 ke bawah Jawab: a. F1 F2
1

Diketahui: m1 = 2 m2 Ditanyakan: a dan T Jawab: Pada benda I: Fy = m1a T m1g = m1a T 2m2g = 2m2a . . . . (1) Pada benda II: Fy = m2a T m2g = m2a

. . . . (2)

Dari persamaan (1) dan (2) T 2m2g = 2m2a T m2g = m2a 2m2g + m2g = 3m2a m2g = 3m2a a= =
1 3

g m/s2

10 3

T m2g = m2a T = m2a + m2g =


w
1 3

m2g + m2g

F = 0 N w F1 F2 = 0 76
Kunci Jawaban dan Pembahasan

= 3 m2g

5. Berdasarkan gambar, F1 merupakan pasangan gaya F2, sedangkan F3 merupakan pasangan F4 . Jadi, pasangan gaya aksi reaksi yaitu F1 dengan F2 serta F3 dengan F4. 6. Diketahui: mA = 2 kg mB = 8 kg g = 9,8 m/s2 Ditanyakan: a dan T Jawab:
T1 a A wA = mAg B wB = mBg T2 a

8. Diketahui:

m = 10 kg g = 9,8 m/s2 AB = 250 m w = mg = 98 N k (AB) = 0,25

F = 75 N Ditanyakan: s selama 12 sekon Jawab: Dari A ke B F = ma F fk = ma F kN = ma a = =


F kN m 75 N (0,25)(98 N) 10 kg

N F B w C

Pada benda bermassa 2 kg berlaku: Fy = mA a T mA g = mA a . . . . (1) Pada benda bermassa 8 kg berlaku: Fy = mB a T mB g = mB a . . . . (2) Dari persamaan (1) dan (2): T mA g = mA a T mB g = mB a (mB mA)g = (mA + mB)a a= =
(mB m A ) (mB + m A ) (8 2) (8 + 2)

= 5,05 m/s2 sAB sAB = 250 = vt +


1 2 at 2 1 ( (5,05 2

250 m = 0 + t2 =
2 5,05 m/s 2

m/s2)t 2)

(250 m)

t 2 = 99 s tAB = 9,95 s Kecepatan benda pada saat di B: vt = v0 + a t vt = 0 + (5,05 m/s2)(9,95 s) vt = 50,25 m/s Kecepatan benda pada saat di B: vB = 50,25 m/s Dari B ke C lantai licin (tidak ada gesekan) sehingga berlaku: F = m a a= m a = 10 kg a = 7,5 m/s2 Ingat, anggap jarak AB ditempuh benda tepat dengan waktu 10 sekon. Untuk 2 sekon pertama, jarak yang ditempuh: st = v0t +
1 2 at 2
75 N

(9,8 m/s2)

= 5,88 m/s2 Jadi, percepatan sistem 5,88 m/s2. T mA g = mA a T = mA a + mA g = (2 kg)(5,88 m/s2) + (2 kg)(9,8 m/s2) = 11,76 N + 19,6 N = 31,36 N Jadi, tegangan talinya 31,36 N. 7. Tinjau benda I F = m a F cos T1 = m a . . . (1) Tinjau benda III F = m a T2 = m a . . . (2) Persamaan (2) ke (1): F cos T1 = m a F cos T1 = T2 T1 + T2 = F cos

= (50,25 m/s)(2 s) + (7,5 m/s2)(2 s)2 2 = 115,5 m Dengan demikian, jarak total yang ditempuh: stotal = sAB + sBC = 250 m + 115,5 m = 365,5 m

Fisika Kelas X

77

9. a.
N T

2. Jawaban: a Pada benda diam terdapat gaya yang bekerja, tetapi total resultan gayanya bernilai nol. 3. Jawaban: a F = m a Tw=ma Nilai tegangan yang lebih besar menunjukkan benda berada di atas. 4. Jawaban: b
B A wA sin
wB sin

w sin

w cos

b.

Gaya reaksi tali akibat gaya aksi yang diberikan oleh benda pada tali. Gaya berat benda akibat tarikan gravitasi, mengakibatkkan gaya reaksi pada bumi.
F m1 + m2 + m3

10. a =

wB cos wA cos

= 4m + 2m + 3m =
F 9m F (4m) 9m 4

a = =

w A sin 30 + w B sin 30 mA + mB
1 1 (40 N) + (60 N) 2 2

F12 = m1 a F12 =

(4 + 6) kg

= 5 m/s2 5. Jawaban: c Diketahui: m1 = 3 kg m2 = 6 kg = 30 Ditanyakan: a2 Jawab: Tinjau benda m1 T1 m1 g sin = m1 a1 2T2 30 sin 30 = 4T2 30 = 3a2
1 3( 2 a2)
sin

F23

= 9F = (m1 + m2) a = (6m) 9m = 3F


2 F

a2 = 2a1 T1 = 2T2

T1

F12 F23

4 F 9 2 F 3

= 3

m1

Jadi, nilai perbandingan gaya kontak antara balok 1 dan 2 (F12) dengan gaya kontak antara balok 2 dan 3 (F23) adalah 2 : 3.

. . . (1)

Tinjau benda m2 m2 g T2 = m2 a2 60 T2 = 6a2 . . . (2) Eliminasi Persamaan (1) dan (2): 210 = 27a2 a2 = 9 m/s2
70 70

T2 m2 w2

A. Pilihan Ganda 1. Jawaban: c Pernyataan 1) salah. Jika batu dilempar vertikal ke atas maka akan jatuh vertikal menuju orang. Pernyataan 2) benar = hukum I Newton. Pernyataan 3) salah. Benda bergerak bisa mengalami resultan gaya nol (GLB) atau tidak nol (GLBB). Pernyataan 4) benar. Kedua gaya bukan pasangan aksi reaksi karena berasal dari satu benda (balok).

Jadi, percepatan benda m2 sebesar 9 m/s2. 6. Jawaban: b Diketahui: m1 = 16 kg m2 = 4 kg T1 = 2T2 a2 = 2a1 Ditanyakan: a1

78

Kunci Jawaban dan Pembahasan

Jawab: Tinjau benda 1 m1 g T1 = m1 a1 (160 N) 2T2 = (16 kg)a1 (80) T2 = 8a1 . . . (1) Tinjau benda 2 T2 m2 g = m2 a2 T2 40 = 4(2a1) T2 40 = 8a1 . . . (1)

T1 m1 w1

T2 m2 w2

9. Jawaban: e Diketahui: m1 = m2 = 4 m =2 Ditanyakan: a Jawab: Uraian gaya:


2T cos

4 m

4 m

2T sin x
2

2T sin R

Persamaan (1) eliminasi dengan persamaan (2): 40 = 16a1 a1 = 2,5 m/s2 Jadi, percepatan benda m1 sebesar 2,5 m/s2. 7. Jawaban: d
T1 T2 T2 T3 m = 5,6 kg w1 T1 T1

x2

Benda tak bermassa di titik persambungan (mtitik = 0) sehingga: Fy = mtitik a 2T cos F = 0 T=


F 2 cos

Gaya pada arah sumbu x yang bekerja pada benda bermassa 4m. Fx = 4m a T sin = 4m a a =
T sin 4m

= 8m cos =

F sin

F tan 8m

F 8m

x
2

T3 = w1 = 56 N T2 = 2 T3 = 28 N T1 = 2 T2 = 14 N 8. Jawaban: b
m1 w sin 30 30 37 T T m2 w sin 37

x2

Jadi, percepatan dalam arah tegak lurus adalah 8m . 10. Jawaban: b Diketahui: F = 20 N m = 100 kg Ditanyakan: a Jawab: = 100 kg = 0,2 m/s2 Jadi, percepatan gerak gerobak sebesar 0,2 m/s2. a= 11. Jawaban: b Diketahui: m = 100 kg a = 2 m/s2 Ditanyakan: F Jawab: F = ma = (100 kg)(2 m/s2) = 200 Newton Jadi, gaya gerak motor sebesar 200 newton. 12. Jawaban: a Diketahui: w = 96 newton m = 60 kg Ditanyakan: g
F m
20 N F

1 1

Tinjau benda m1 F = m a m1 g sin 1 T = m1 a . . . (1) Tinjau benda m2 F = m a T m2 g sin 2 = m2 a . . . (2) Eliminasi (1) dan (2): m1 g sin 1 m2 g sin 2 = 0 m1 g sin 1 = m2 g sin 2 m1 sin 30 = m2 sin 37 m1 = 1,2m2

Fisika Kelas X

79

Jawab: w = mg g = m = 60 kg = 1,6 m/s2 Jadi, percepatan gravitasi sebesar 1,6 m/s2. 13. Jawaban: c Diketahui: w1 : w2 = 2 : 3 g = 9,8 m/s2 Ditanyakan: m1 : m2 Jawab: w = mg m1 :m2 = ( g1 ) : ( g2 ) = w1 : w2 = 2: 3 Jadi, perbandingan massa kedua sapi 2 : 3. 14. Jawaban: a Diketahui: v1 = v v2 = 3 v Ditanyakan: F2 Jawab: Fs
F1 F2 F1 F2

96 N

16. Jawaban: b Diketahui: mA = 4 kg s = 0,3 g = 9,8 m/s2 Ditanyakan: mB


A T T

T B mB g

Jawab: F = 0 mB g T + T fA = 0 m mB g = fA

mB(9,8 m/s2) = (0,3)(4 kg)(9,8 m/s2) mB = 1,2 kg Massa minimal balok B sebesar 1,2 kg. 17. Jawaban: b Diketahui : m = 1000 kg a = 2 m/s2 Ditanyakan : F Jawab: F=ma = (1.000 kg)(2 m/s2) = 2.000 N Gaya yang diterima (dialami) oleh tong sampah setara dengan gaya yang dikeluarkan oleh truk yaitu sebesar 2.000 N. 18. Jawaban: c Diketahui: m = 1 kg s = 0,9 = 30 Ditanyakan: fges Jawab:
fg

= = =

mv2 r
v1 v 2
2

v 2v 3

F2 = 9 F1 15. Jawaban: e Diketahui: s = 0,2 g = 9,8 m/s2 Ditanyakan: a Jawab: fs = F = mg = ma s N = ma s (mg) = ma s g = a (0,2)(9,8 m/s2) = a a = 1,96 m/s2 Jadi, percepatan maksimum laju motor sebesar 1,96 m/s2.

mg sin

F = 0 m g sin 30 fges = 0 fges = m g sin 30 = 4,9 N Gaya gesekan yang bekerja 4,9 N. = (1 kg)(9,8 m/s2)( 2 )
1

80

Kunci Jawaban dan Pembahasan

19. Jawaban: d Diketahui: m3 = 4 kg m1 = m2 = 3 kg Ditanyakan: a Jawab:

Komponen gaya pada sumbu X: T1 cos 60 T2 cos 30 = 0


1 T 2 1

2 3 T2 = 0 T1 3 T2 = 0 T1 = 3 T2

Komponen gaya pada sumbu Y: T1 sin 60 + T2 sin 30 = w


T m1 w1 T m3 w3 T T m2 w2

1 2

3 T1 +

1 T 2 2

= 48

3 T1 + T2 = 96

Substitusi T1, sehingga:


3 ( 3 T2) + T2 = 96

a = =

w 3 (w 1 + w 2 ) m1 + m2 + m3

40 N (30 + 30) N (3 + 3 + 4) kg

3T2 + T2 = 96 T2 = 24 N Tegangan tali T2 sebesar 24 N. 23. Jawaban: a Diketahui: m = 10 kg g = 10 m/s2 F = 120 N t =6s Ditanyakan: tinggi maksimum yang dicapai Jawab:
B 6 sekon

= 2 Percepatan m3 sebesar 2 m/s2. 20. Jawaban: d Jika suatu benda mempunyai percepatan yang nilainya bukan nol, resultan gaya dari benda itu akan bernilai > 0. 21. Jawaban: c Diketahui: w1 = m1 g = 5(10) = 50 N w2 = m2 g = 10(10) = 100 N Ditanyakan: s Jawab: a = = =
w 2 w1 m1 + m2

m/s2

F = 120 N A w

(100 50) N (5 + 10) kg

Gerak benda dari A ke B: F = m a


T m1 w1 T m2 w2

50 15 10

a = =

F mg m
120 N (10 kg)(10 m/s 2 ) 10 kg

= 3 m/s2 s = v0 t +
1 10 1 2

= 2 m/s2 AB = s = v0 t + 2 a t 2 = 2 (2 m/s2)(6 s)2 = 36 m Tinggi yang dicapai benda adalah AB = 36 m. 24. Jawaban: a Diketahui: F =8N a1 = 0,8 m/s2 a2 = 1,6 m/s2 Ditanyakan: a
1 1

a t2

= 2 3 m/s2 (1,2)2 = 2,4 m Jarak yang ditempuh benda m1 adalah 2,4 m.

22. Jawaban: a
T1 T2

60 T1x

30 T2x w = (5)(9,8) = 48 N

Fisika Kelas X

81

Jawab: m1 =
F a1

= 0,8 = 10 kg m2 = a = =
F a2

8 1 ,6

= 5 kg

F m1 + m2

8 10 + 5

27. Jawaban: e Diketahui: v0 = 10 m/s m = 500 kg s = 25 m Ditanyakan: F Jawab: vt2 = v02 + 2 a s 0 = (10)2 + 2a (25) a = 2 m/s2 (tanda negatif menunjukkan mobil mengalami perlambatan) F=ma = (500 kg)(2 m/s2) = 1.000 N Gaya yang harus diberikan 1.000 N. 28. Jawaban: c Diketahui: m = 5 kg g = 9,8 m/s2 Ditanyakan: w Jawab: Berat benda: w = m g = (5 kg)(9,8 m/s2) = 49 N Jadi, gaya berat yang dimiliki oleh benda sebesar 49 N. 29. Jawaban: d Diketahui: F =2N t = 60 s m = 500 kg Ditanyakan: s Jawab: a = m = 500 kg = 0,004 m/s2 s = v0 t + 2 at 2 = 0 + 2 (0,004 m/s2)(60 s)2 = 7,2 m Jadi, lemari bergerak sejauh 7,2 m. 30. Jawaban: c Diketahui: F =FN Ditanyakan: F, N, w Jawab: F = 0 w+F=N N=F+w dengan: N = gaya normal w = gaya berat B. Uraian m = 200 kg a = 0,1 m/s2 Ditanyakan: F
1 1 F
2N

0,53 m/s2 Jadi, percepatan yang dihasilkan berkisar 0,53 m/s2. 25. Jawaban: b Oleh karena gesekan antara tali dengan katrol diabaikan maka T sebanding dengan m. Menggunakan persamaan sinus:
TA sin 150 TA sin 150
B = sin (360 (150 + 90)) B = sin 120

TA
1 2

1 2

TB 3

TA : TB = 1 : 3 mA : mB = 1 : 3 Jadi, perbandingan massa benda A dan B = 1: 3. 26. Jawaban: c Diketahui: m = 5 kg R = 20 cm = 0,2 m v = 12 m/s Ditanyakan: Fs Jawab: as = =
v2 R
(12)2 0,2

m/s2

= 0,2 m/s2 = 720 m/s2 Gaya sentripetal: Fs = mas = (5)(720) = 3.600 N Jadi, gaya sentripetal yang dialami bola sebesar 3.600 N.

144

1. Diketahui:

82

Kunci Jawaban dan Pembahasan

Jawab: F = ma = (200 kg)(0,1 m/s2) = 20 newton Jadi, resultan gaya yang telah menggerakkan rak buku sebesar 20 N. 2. Diketahui: FreguA = 20 N FreguB = 19,5 N Ditanyakan: FR Jawab: FR = FreguA FreguB = 20 N 19,5 N = 0,5 newton Jadi, resultan gaya dalam pertandingan itu sebesar 0,5 N dan dimenangkan oleh regu A. Hal ini dikarenakan regu A menggunakan gaya yang lebih besar. F = 60 N m1 = 4 kg m2 = 2 kg Ditanyakan: keadaan m1 dan m2 Jawab: F = 2T (gaya aksi F = gaya reaksi 2T ) 60 N = 2T T = 30 N Benda m1: T w1 = m1 a1 (30 N) (40 N) a1 = = (4 kg)a1
10 N 4 kg

5. Diketahui:

F1 = 10 N F2 = 24 N a1 = 2 m/s2 Ditanyakan: a2 Jawab: F1 = m a1 m= =


F1 a1

10 N 2 m/s 2

= 5 kg a2 = =
F2 m 24 N 5 kg

3. Diketahui:

= 4,8 m/s2 Percepatan benda menjadi 4,8 m/s2. 6. Diketahui: m = 10 kg F1 = 200 N F2 = 300 N t = 5 sekon Ditanyakan: ttotal dan s Jawab: F = F2 F1 = 300 N 200 N = 100 N ke kanan Setelah 5 sekon gaya kedua dihilangkan sehingga F = F1 = 200 N. Keadaan pertama a1 = m
F

m/s2 = 2,5 m/s2

Ini berarti bahwa m1 terangkat dari lantai dan bergerak ke bawah dengan percepatan 2,5 m/s2. Benda m2: T w2 = m2 a2 (30 N) (20 N) = (2 kg)a2 a2 = 5 m/s2 Ini berarti bahwa m2 terangkat dari lantai dengan percepatan 5 m/s2. 4. Diketahui: mA = 4,5 kg mB = 3 kg m = 5 kg Ditanyakan: NAL Jawab: N = wbenda NAL = mBg + mAg = (3 kg)(9,8 m/s2) + (4,5 kg)(9,8 m/s2) = 73,5 N Jadi, gaya normal balok A terhadap lantai 73,5 N.

= 10 kg = 10 m/s2 vt = v0 + a t vt = a1 t1 = (10 m/s2)(5 s) = 50 m/s Keadaan kedua a = m =


200 N 10 kg

100 N

= 20 m/s2

Fisika Kelas X

83

vt = v0 a2 t2 0 = v0 a2 t2 0 = (50 m/s) (20 m/s2) t2 (20 m/s2)t2 = 50 m/s t2 = 2 = 2,5 s Jadi, benda akan berbalik arah setelah 5 + 2,5 s = 7,5 s. Benda bergerak sejauh: s = v0 t + 2 a t22
1 1 5

sin 45 = cos 45 = 0,7 wy = w cos 45 = (250 N) 0,7 = 175 newton a. F = 0 +N wy = 0 N = wy = 175 newton Jadi, gaya yang dikerjakan bidang miring terhadap peti sebesar 175 N. F = 0 +N wy F = 0 N = wy + F = (175 + 60) N = 235 newton Gaya yang dikerjakan bidang miring terhadap peti sebesar 235 newton.
T P Orang T T

= (50 m/s2)(2,5 s) + 2 (20 m/s2)(2,5 s)2 = 187,5 m Jadi, benda tersebut akan berbalik arah setelah bergerak sejauh 187,5 m. 7. Diketahui: m = 80 kg N = 1.000 N g = 9,8 m/s2 Ditanyakan: a Jawab: w = (80 kg)(9,8 m/s2) = 784 N F = m a Nw=ma a = = =
N mg m (1.000 784) N 80 216 80

b.

10. Orang:
a

T T

wO = mOg

= 2,7 m/s2 Jadi, percepatan gerak lift 2,7 m/s2. 8. Gaya normal yang bekerja pada sebuah balok yang menempel pada lantai bukan merupakan reaksi bagi gaya tarik bumi. Gaya normal yang bekerja pada balok di atas lantai merupakan gaya reaksi yang diberikan lantai terhadap balok. Jadi, pernyataan tersebut salah. 9. Diketahui: w = 250 N = 45 Ditanyakan: a. N b. N F = 60 N Jawab:
N

wx 45

wy w

T = tegangan tali P = reaksi papan terhadap berat orang wO= berat orang a = 2 m/s2 Ftot = mO a T + P wO = mO a T + P 784 N = (80 kg)(2 m/s2) T + P = 784 N + 160 N = 944 N (1) Papan: Ftot = mp a T (P wP) = mp a T P 392 N = (40 kg)(2 m/s2) T P = 472 N (2) Persamaan (1) dan (2): T + P = 944 N T P = 472 N + 2T = 1.416 N T = 708 N Tegangan tali sebesar 708 N.

84

Kunci Jawaban dan Pembahasan

Latihan Ulangan Akhir Semester


A. Pilihan Ganda 1. Jawaban: d Kelompok besaran yang termasuk besaran pokok yaitu: panjang, massa, waktu, kuat arus listrik, suhu, jumlah zat, dan intensitas cahaya. 2. Jawaban: b Diketahui: a = 53,16 cm b = 18,09 cm c = 47,4 cm Ditanyakan: a + b + c Jawab: 53,16 18,09 47,4 + 118,65 = 118, 65 cm Angka tepat 5 dibulatkan ke bawah, karena angka sebelumnya genap. Hasil penjumlahan dan pengurangan hanya boleh memiliki 1 angka taksiran. Jadi, nilai a + b + c = 118,6 cm. 3. Jawaban: e vt2 = v02 2as 0 = v2 2ax v2 = 2ax x = 2a
v2

7. Jawaban: e Hasil penjumlahan dua buah vektor dapat digambarkan dengan anak panah yang menghubungkan titik tangkap vektor pertama ke ujung vektor kedua. Untuk menggambarkan resultan vektor b adalah:
b = a + c
a c

8. Jawaban: a Diketahui: F1 = 8 N F2 = 3 N = 60 Ditanyakan: F Jawab: F 2 = F12 + F22 2F1F2 cos 60 F 2 = 82 + 32 2(8)(3) cos 60 F =
49 = 7 N

Jadi, resultan kedua vektor sebesar 7 N. 9. Jawaban: d Bola tenis yang dilempar mempunyai kecepatan maksimal. Setelah di titik tertinggi, kecepatan bola tenis menjadi nol. Setelah mencapai titik tertinggi, bola tenis tersebut akan jatuh kembali ke tanah. Sesaat sebelum ditangkap tangan, kecepatan bola tenis tersebut akan bernilai maksimum. Jadi, grafik kecepatan bola tenis terhadap waktu berbentuk parabola terbuka ke atas seperti pada pilihan d. 10. Jawaban: e Benda bergerak dari t0 t1 = v tetap = grafik garis lurus. Benda dari t1 t2 = v bernilai nol = grafik garis lurus mendatar. Benda bergerak dari t2 t3 = a tetap (benda mengalami percepatan/ v naik) = grafik melengkung ke atas. Jadi, pilihan yang tepat pilihan e. 11. Jawaban: d Diketahui: sAB = 400 m tAB = 3,5 menit sBC = 150 m tBC = 1,5 menit Ditanyakan: a) kelajuan b) kecepatan rata-rata

4. Jawaban: c Diameter pipa = Skala utama + (ketelitian x skala nonius) = 9,8 + (0,01 6) cm = 9,86 cm 5. Jawaban: a 12,61 m 4 angka penting 5,3 m 2 angka penting 66,833 m2 Angka penting paling sedikit yaitu 2 angka penting, sehingga hasilnya dibulatkan menjadi 67. 6. Jawaban: b Kecepatan: v=
jarak L = T waktu

= LT1
kecepatan = waktu

Gaya: F = m a = massa Berat jenis:


berat volume

M LT2 = MLT2

= volume =

gaya

MLT 2 L3

= ML2T2

Fisika Kelas X

85

Jawab:
400 m A 250 m C 150 m
jarak waktu s AB + sBC (t AB + t BC ) 60 s

14. Jawaban: d Diketahui: r = 10 m Ditanyakan: jarak dan perpindahan Jawab: Jarak yang ditempuh benda merupakan keliling lingkaran = 2 (2r ) = (3,14)(10 m) = 31,4 m Benda menempuh jarak sejauh 31,4 m. Perpindahan = 2 r = 2 10 m = 20 m. 15. Jawaban: c Diketahui: v0 = 3 104 m/s vt = 5 104 m/s s = 2 cm = 0,02 m Ditanyakan: a Jawab: vt2 = v02 + 2as 4 (5 10 m/s)2 = (3 104 m/s)2 + 2(a)(0,02 m) 25 108 m2/s2 = 9 108 m2/s2 + (0,04 a) m 16 108 m2/s2 = (0,04 a) m a= Jadi, percepatan elektron sebesar 4 1010 m/s2. 16. Jawaban: c Diketahui: v0 = 20 m/s a = 5 m/s2 vt = 0 Ditanyakan: s Jawab: vt2 = v02 + 2as 0 = (20 m/s)2 2(5 m/s2)s (10 m/s2) s = 400 m2/s2 s = 40 m Jadi, jarak yang ditempuh kereta api sejauh 40 m. 17. Jawaban: b v0 = 1 m/s Diketahui: a = 10 m/s2 t =5s g = 9,8 m/s2 Ditanyakan: ymaks Jawab: Saat roket ditembakkan sampai bahan bakar habis. y = v0t + 2 at2 = (1 m/s)(5 s) + 2 (10 m/s2)(5 s)2 = 5 m + 125 m = 130 m vy = v0 + at = (1 m/s) + (10 m/s2)(5 s) = 51 m/s Bahan bakar habis sampai roket mencapai tinggi maksimum (vmaks = vy = 0). vy2 = vy2 2gy
1 1
16 108 m2 /s2 0,04 m

a.

Kelajuan= =

1 2

= (3,5 menit + 1,5 menit) 60 s 1,83 m/s b. Kecepatan = = =


perpindahan waktu s AB sBC (t AB + t BC ) 60 s 400 150 5 60s

400 + 150

0,83 m/s

Jadi, kelajuan dan kecepatan rata-rata pelari berturut-turut 1,83 m/s dan 0,83 m/s. 12. Jawaban: c Diketahui: v0 = 0 a1 = 2 m/s2 t = 10 s a2 = 4 m/s2 vt = 0 Ditanyakan: stotal Jawab: v1 = v0 + a t = 0 + (2 m/s2)(10 s) = 20 m/s s1 = v0 t + =0+ vt 2 = 100 m = v12 + 2a2 s2 0 = (20 m/s)2 + 2(4 m/s2) s2 = 400 m2/s2 8 ms2 s2 s2 =
400 m2 /s2 8 m/s2
1 a t2 2

= 4 1010 m/s2

1 (2 2

m/s2)(10 s2)

= 50 m stotal = s1 + s2 = (100 + 50) m = 150 m Jadi, jarak total yang ditempuh kereta sejauh 150 m. 13. Jawaban: d 1) Saat t = 2 s, posisi A = posisi B atau xA= xB. Bukan jarak tempuh yang sama. 2) Semakin miring grafik, semakin besar kecepatan sehingga vB > vA. 3) tA = tB = 2 s dan xA= xB berarti B menyusul A pada t = 2 s.

86

Kunci Jawaban dan Pembahasan

0 = (51 m/s)2 2(0, 8 m/s2)(y ) y =


260 m /s 19,6 m/s2
2 2

y 132,7 m ymaks = y + y = (130 + 132,7) m = 262,7 m Jadi, ketinggian maksimum yang dicapai roket adalah 262,7 m. 18. Jawaban: b Diketahui: v0 = 0 A yA = 100 m yB = 100 m v0 = 40 m/s (ke arah bawah) B tB = t 2 tA = t Ditanyakan: y A = y B y A = y B
1 gtA2 2 1 (9,8)(t)2 2

20. Jawaban: d Diketahui: v0 = 11,2 m/s g = 9,8 m/s2 Ditanyakan: a) ymaks b) tmaks c) y t = 2 s Jawab: a) ymaks = 20g
v
2

= 2(9,8 m/s2 ) =
125,44 m2 /s2 19,6 m/s2

(11 ,2 m/s)2

b)

= 6,4 m Jadi, ketinggian maksimum bola 6,4 m. Waktu yang dibutuhkan saat ketinggiannya maksimum tmaks = g = 9,8 m/s2 1,14 s Waktu yang dibutuhkan bola untuk mencapai tinggi maksimum berkisar 1,14 s. Posisi bola saat t = 2 sekon y = v0t
1 2 gt 2 1 (9,8 2
v0
11 ,2 m/s

= v0 tB
B

1 gt 2 2 B 1 (9,8)(t 2

= (40)(t 2)

2)2 c)

4,9t2 = 40t + 40 4,9(t2 4t + 4) 4,9t2 = 40t + 40 4,9t2 + 19,6t 19,6 0 = 20,4t + 59,6 t 2,92 tA 2,92 s
1 gt 2 2 A

= (11,2 m/s)(2 s)

m/s2)(2 s)2

y A = yA + v0 tA
A

= 22,4 m 19,6 m = 2,8 m Jadi, saat t = 2 sekon bola berada pada posisi 2,8 m dari tanah. 21. Jawaban: d Diketahui: RA = 10 cm = 0,1 m RB = 50 cm = 0,5 m A = 200 rad/s Ditanyakan: B Jawab: Karena roda A dan b dihubungkan dengan tali di luar, maka: vA = vB ARA = BRB (200 rad/s)(0,1 m) = B (0,5 m)

= 100 + 0

= 100 4,9(8,53) = 100 41,797 = 58,203 Kedua batu bertemu saat batu menempuh 58,203 m dan bergerak selama 2,92 sekon. 19. Jawaban: b (1) Percepatan mobil A saat GLBB vt = v0 + at 6 m/s = 0 + a(3 s) a = 2 m/s2 (2) Kecepatan awal mobil A saat mulai melakukan GLB vt = v0 + at = 0 + (2 m/s2)(5 s) = 10 m/s (3) Waktu t mobil A dan B bertemu sA = sB v0t + 0+
1 2 at 2

1 (9,8)(2,92)2 2

B =

20 m rad/s 0,5 m

= 40 rad/s

Jadi, kecepatan sudut roda B sebesar 40 rad/s. 22. Jawaban: b Diketahui: tmaks = 3 s g = 9,8 m/s2 Ditanyakan: v0 dan ymaks Jawab: Pada saat mencapai tinggi maksimum, kecepatan bola adalah 0. vt = v0 gt 0 = v0 (9,8 m/s2)(3 s) v0 = 29,4 m/s Jadi, kecepatan awal bola adalah 29,4 m/s.
Fisika Kelas X

+ v(t 5) = vBt

t = t = 6,25 s (4) sA = sB= vBt = 6(6,25) = 37,5 m Jadi, pernyataan yang tepat pernyataan nomor (1), (3), dan (4).

1 (2)(52) 2

+ (10)(t 5)= 6t

87

ymaks = v0t 2 gt2 ymaks = (29,4 m/s)(3 s) 2 (9,8 m/s2)(3 s)2 = 88,2 m 44,1 m = 44,1 m Jadi, ketinggian maksimum yang dicapai bola 44,1 m. 23. Jawaban: d Diketahui: R = 0,6 m Banyak putaran = 200 putaran/ menit Ditanyakan: v dan a Jawab: T =
60 s 200 putaran

25. Jawaban: e Diketahui: m1 = 2 kg m2 = 4 K M = 8 kg Ditanyakan: F Jawab: Tinjau benda m1 T = m1a . . . (1) Tinjau benda m2 T = m2g . . . (2) (1) (2) m1a = m2g a=
m2 m1

. . . (3)

v = T a =
v2 r

2 R

2
60 s 200

(0,6 m) = 4 m/s 26,672 m/s2

(4 m/s)2 0,6 m

Then, Kemudian, F = m a F = (m1 + m2 + M)( = (2 + 4 + 8)


m2 g) m1 4 kg( 2 )(9,8

Jadi, kecepatan dan percepatan roda berturutturut 4 m/s dan 26,672 m/s2. 24. Jawaban: e Diketahui: mB = 15 kg mA = 7,5 kg Ditanyakan: a) b) F Jawab: Tegangan tali B TB = wB = wBg TB = (15 kg)(9,8 m/s2) = 147 N wA = mAg = (7,5 kg)(9,8 m/s2) = 73,5 N Gaya yang bekerja pada A
147 N F

m/s2) = 274,4 N

Jadi, gaya yang bekerja sebesar 274,4 N. 26. Jawaban: d Diketahui: m1 = m m2 = 3 m = 53 sin 53 = 0,8 = 37 sin 37 = 0,6 g = 9,8 m/s2 Ditanyakan: a Jawab: Benda P F2 = m2a T m2g sin = m2a . . . (1) Benda Q F1 = m1a T + m1g sin = m1a . . . (2) Persamaan (1) dan (2) T m2g sin = m2a T + m1g sin = m1a + m1g sin m2g sin = a(m1 + m2) a= =
m2 sin 53 m1 sin 37 (9,8) m1 + m2

F T = 147 N wA = 73,5 N

wA = 73,5 N

cos = TA = 147 = 2 ; = 60 F = T sin = 147


73,5 3 N.

73,5

3m (0,8) m(0,6) (9,8) 4m 2,4 m 0,6 m (9,8) = 4,41 4m

m/s2

1 2

3 = 73,5 3 N

Jadi, percepatan sistem sebesar 4,41 m/s2. 27. Jawaban: b Diketahui: F1 = 10 2 F2 = 20 2 m = 0,2 kg Ditanyakan: a

Jadi, sudut dan F berturut-turut yaitu 60 dan

88

Kunci Jawaban dan Pembahasan

Jawab: Fx = F1 cos (45) + F2 cos 60 = ( 10 2 )( 2 2 ) N + 20 2 (0,5) N = 10 + 10 2 = 4,1 N Fy = F1 sin (45) + F2 cos 60 = ( 10 2 N)( 2 2 ) + ( 20 2 N)(0,5 N) = 10 + 10 6 = 14,5 N ax = m x = ay = a =
Fy m
1 1

29. Jawaban: b Diketahui: m = 5 kg R =1m T = 149 N Ditanyakan: v Jawab: Tegangan tali maksimum ketika benda di titik terendah lintasan. Fs = m (
v2 R

)
v2 ) R 2 v 5( 2,5 )
v2

4,1N 0,2 kg 14,5 N 0,2 kg

= 20,5 m/s2 = 72,5 m/s2

T mg = m ( 150 50 =

149 N 49 N= ( 1m ) 100 N = 5 kg/m v2 v2 = 20 N m/kg v=


20 = 2 5 m/s

ax 2 + ay2 = 75,34 m/s2

Jadi, percepatan keping hockey sebesar 75,34 m/s2. 28. Jawaban: a Diketahui: m bola = 4 kg mbalok = 8 kg = 30 g = 9,8 m/s2 Ditanyakan: a dan T Jawab: Fy = ma T w1 = m1a . . . (1) Fx = 0 w2 sin 30 T = m1a Persamaan 1 dan 2 T w1 = m1a T + w2 sin 30 = m2a + w2 sin 30 w1 = (m1 + m2)a a= = =
w 2 sin 30 w 1 m1 + m2 g ( 2 m2 m1) m1 + m2
1

Jadi, kelajuan linear maksimum benda 2 5 m/s. 30. Jawaban: c Diketahui: v0 = 0 = 30 g = 9,8 m/s2 s = 9,8 m Ditanyakan: vt Jawab: w sin = m a m g sin 30 = m a (9,8 m/s2)(0,5) =a a = 4,9 m/s2 Kecepatan akhir (vt) vt2 = v02 + 2as = 0 + 2(4,9 m/s2)(9,8 m) = 96,04 m2/s2 vt =

. . . (2)

96,04 m2 /s2
= 9,8 m/s

9,8 m/s2 ( 2 (8 kg) 2 kg) (8 + 2) kg

Jadi, percepatan dan kecepatan benda berturutturut 4,9 m/s2 dan 9,8 m/s. 31. Jawaban: c Diketahui: wbalok = 100 N sin 37 = 0,6 cos 37 = 0,8 sin 53 = 0,8 cos 53 = 0,6 Ditanyakan: T1, T2, dan T3 Jawab: Karena sistem dalam keadaan setimbang maka
T1 sin 90

= 1,96 m/s2 Jadi, percepatan sistem 1,96 m/s2. T w1 = m1a T m1g = m1a T = m1(g + a) = 4 kg (9,8 m/s2 + 1,96 m/s2) = 47,04 N Tegangan tak sebesar 47,04 N.

T2 cos 53

w cos 37

Fisika Kelas X

89

1)

T1 sin 90

w cos 37 100 N

(4) Persamaan (1) ke (5) a1 = 2a2 a1 = 2 a1 =


F 4m1 + m2

T1 1

= 0,8

T1 = 125 N Jadi, T1 sebesar 125 N. 2)


T2 cos 53 T2 0,6

2F 4m1 + m2

w cos 37

Jadi, pernyataan yang tepat nomor 1), 2), dan 3). 34. Jawaban: e Diketahui: m = 400 kg T a = 2 m/s2 g = 9,8 m/s2 Ditanyakan: T w Jawab: F = ma T w = ma T = ma + mg = m(a + g) = 400 kg (2 m/s2 + 9,8 m/s2) T = 4.720 N Jadi, tegangan tali yang menarik elevator sebesar 4.720 N. 35. Jawaban: c
T sin 90 50 N sin 90 50 N sin 90 w1 cos 45 w1 cos 45 w1 cos 45
1 2

= 0,8

100 N

T2 = 75 N T2 sebesar 75 N 3) T3 = w = 100 N Jadi, pernyataan yang benar pernyataan nomor 1) dan 2). 32. Jawaban: b Diketahui: m0 = 1,5 kg a = 3 m/s2 Ditanyakan: m Jawab: Nw=ma N m0g = m0a N (1,5 kg)(9,8 m/s2 = (1,5 kg)(3 m/s2) N = 14,7 N + 4,5 N = 19,2 N m= g =
N
19,2 N 9,8 m/s2

= = =

= =

T cos 45 T cos 45

1,96 kg

Jadi, pada saat lift bergerak, skala timbangan menunjuk angka sekitar 1,96 kg. 33. Jawaban: a 1) Tinjau benda 1 a1 = 2a2 F = m a T1 = m1a1 = 2m1a2 2)

50 N =

w1 2

w1 = 25 2 N
50 N sin 90

. . . (1) . . . (2)

T cos 45
1 2

50 N =

T1 2

Tinjau benda 2 F = m a F T2 = m2a . . . (3) T2 = F m2a2 F = 0 T2 2T1 = 0 T2 = 2T1 . . . (4) (3) Persamaan (2) dan (4) ke persamaan (3) T2 = F m2a2 2T1 = F m2a2 2(2m1a2) = F m2a2 a2 =
F 4m1 + m2

T = w2 = 25 2 Jadi, w1 = w2 = 25 2 N. 36. Jawaban: d Diketahui: m1 = m m2 = 2 m a = 3a Ditanyakan: a1 dan a2


1

. . . (5)

90

Kunci Jawaban dan Pembahasan

Jawab:
a1 T

w1

T a2 2T

38. Jawaban: b Diketahui: mH = 550 kg vT = 4,5 m/s vH = 2,5 m/s g = 9,8 m/s2 mT = 65 kg Ditanyakan: T Jawab: Gerak dengan kecepatan tetap, a = 0, sehingga F = 0 Tw=0 T = w = mTg = (65 kg)(9,8 m/s2) T = 637 N Jadi tegangan tali sebesar 637 N. 39. Jawaban: d Luas daerah menunjukkan jarak Luas daerah I = jarak I

Tinjau benda 1 F = m a T = m1a1 = 2m1a2 Tinjau benda 2 w2 T T w2 2T = m2a2 Persamaan (1) ke (2) w2 2T = m2a2 w2 2(2m1a2) = m2a2 w2 2(2ma2) = 2ma2 w2 = 6ma2 a2 = a2 = a2 =
w2 6m 2mg 6m

w2

. . . (1) = m2a2 . . . .(2)

Jarak I = 2 alas tinggi 1.280 m = 2 (t1)(80 m) t1 =


1.280 40 1

= 32 s

Luas daerah II = jarak II jarak II = 2 alas tinggi


m2g 6m

1.520 m = 2 (t1)(80 m) t2 =
1.520 40

= 38 s

9,8 m/s2 3 3(9,8 m/s2 ) 3

a1 = 3a2 =

= 9,8 m/s2

Jadi, a1 dan a2 berturut-turut 3 m/s2 dan 9,8 m/s2. 37. Jawaban: b Diketahui: m1 = m m2 = 4 m t =5s v0 = 0 Ditanyakan: s Jawab: Tinjauan untuk seluruh sistem F = ma T T + w2 = (m1 + m2)a a= a=
1
w2 m1 + m2 m2g m1 + m2 (4 m)(9,8 m/s2 ) (4 m) + (m)

9,8

waktu total = ttotal = (32 + 50 + 38) s = 120 sekon Jarak mobil A dan B (SAB) SAB = SA SB = (vA ttotal) (luas daerah 1 + luas daerah 2) = (80 m 120 s) (1.280 + 1.520) m = 6.800 m = 6,8 km Jadi, jarak antara mobil A dan B adalah 6,8 km. 40. Jawaban: d
T sin T T cos

w cos

= 7,84 m/s2

s = v0t + 2 at2 = 2 (7,84 m/s2)(5 s)2 = 98 m Jadi, jarak yang ditempuh balok 98 m.

Arah tegak lurus bidang miring F = 0 N w cos + T sin = 0 N = w cos T sin Arah sejajar bidang miring (benda bergerak dengan percepatan tetap). F = m a w sin T cos = m a

Fisika Kelas X

91

B. Uraian 1. Skala utama = 4,5 mm Skala nonius = 27,5 0,01 = 0,275 mm Diameter kelereng: = (4,5 + 0,275) mm = 4,775 mm = 4,78 mm 2. Diketahui: | A| = a | B| = a
| A B| | A +B|

4. Diketahui:

t = 10 s g = 9,8 m/s2 Ditanyakan: s Jawab:


1 1

s = v0t + 2 gt2 = 2 (9,8 m/s2)(10 s) = 49 m Jadi, perpindahan yang dilakukan penerjun sejauh 49 m. 5. Diketahui: m1 = 8 kg m2 = 6 kg F = 144 N g = 10 m/s2 Ditanyakan: a dan T Jawab: Tinjau benda m1 F = m a F T = m1a 144 T = 8a . . . (1) Tinjau benda m2 F = m a T w = m2a T m2g = m2a T 60 = 6a . . . (2) Persamaan (1) dan (2) 144 T = 8a 60 + T = 6a + 84 = 14a a = 6 m/s2 Cari tegangan tali (T ) T 60 = 6a T = (6(6) + 60) N = 96 N Jadi, percepatan sistem dan tegangan tali berturut-turut 6 m/s2 dan 96 N.

13

Ditanyakan: cos Jawab:


|A B| |A+B|

13

| A B |2 |A +B|

= 13

A2 + B 2 2AB cos A2 + B 2 + 2AB cos a 2 + a 2 2a 2 cos a 2 + a 2 + 2a 2 cos 2a 2 (1 cos ) 2a 2 (1 + cos )

= 13 = 13 =3

(1 cos ) = 13 + 13 cos 12 = 14 cos cos =


6 7 6 . 7

Jadi, cos bernilai 3. Diketahui:

RA = 25 cm = 0,25 m RB = 10 cm = 0,1 m RC = 90 cm = 0,9 m RD = 5 cm = 0,05 m TA = 2 s B = C vA = vB vD = vC Ditanyakan: D Jawab: Cari B vA = vB


2 T

6. Diketahui:

RA = BRB

2 2s

(0,25 m) = B(0,1 m)

m = 2.000 kg R = 400 m Ditanyakan: a. N b. vmaks Jawab: Gaya gerak dan gaya normal saling berlawanan. a. Mencari gaya normal (N) Fs = m
v2 R v2 R

B = 2,5 rad/s B = C = 2,5 rad/s Cari D vC = vD CRC = DRD (2,5 rad/s)(0,9 m) = D(0,05 m) 2,25 m rad/s = D(0,05 m) D = 2,25 m rad/s = 0,05 m D = 45 rad/s Jadi, kecepatan sudut roda D 45 rad/s.

mg N = m

N = mg (1

v2 Rg

)
402 ) 400(10)

= 2.000(10) (1 = 1.200 N

Jadi, gaya normal di puncak jalan sebesar 1.200 N.

92

Kunci Jawaban dan Pembahasan

b.

Mencari kelajuan maksimum mg N = mg 0 = mg = v=


v2 m R v2 m R v2 m R

Jawab: Berdasarkan soal dan gambar diketahui arah sumbu X kecepatannya saling meniadakan maka yang tertinggal kecepatan di sumbu Y. vM = (v1)y + (v2)y = v1 cos + v2 cos = 2v cos = 2(5) cos 30 = 5 3 m/s Jadi, kecepatan benda bermassa 5 kg adalah
5 3 m/s.

Rg =

(400)(10) = 63,24 m/s

Jadi, kecepatan maksimum mobil 63,24 m/s. 7. Diketahui: m = 8 kg v0 = 0 AB = s = 250 m g = 0,25 g = 9,8 m/s2 t = 12 s F = 59,6 N Ditanyakan: stotal Jawab: Untuk AB F = ma F fg = ma 59,6 N (0,25)(8 kg)(9,8 m/s2)= (8 kg)a 59,6 N 19,6 N = (8 kg)a 40 N = (8 kg)a a = 5 m/s2 vt2 = v02 + 2as vt2 = 02 + 2(5 m/s2)(250 m) vt2 = 2.500 m2/s2 vt = 50 m/s s = 2 at2 t= =
2s a 2(250 m) 5 m/s2

9. Diketahui:

m1 = 2 m m2 = 6 m Ditanyakan: a dan F2 Jawab: Percepatan sistem a=


F m

F (2 m) + (6 m) F

= 8m
6 3

Gaya kontak F2 F2 = m2a = (6 m)( 8 m ) = 8 F = 4 F Jadi, percepatan sistem dan gaya kontak berturutturut 8 m dan 4 F . 10. a. Ketika 11 detik lift bergerak dengan perlambatan. a=
v t v0 t
F

04 2

= 2 m/s2 (perlambatan)

b. = 10 s c.

Tegangan kabel T = m (a + g) = 2.000 kg (2 + 10) m/s2 = 16.000 N Jadi, tegangan kabel 16.000 N. Ketinggian yang dicapai lift = luas kurva h = luas trapesium = (12 + 8)( 2 ) = 40 m Ketinggian yang dicapai lift adalah 40 m. Kecepatan rata-rata = perpindahan/waktu v = 12 = 3 m/s Kecepatan rata-rata lift Percepatan rata-rata = 12 = 0 m/s2 a = t = 12 0 Benda mula-mula diam dan akhirnya punya kecepatan nol sehingga percepatan rata-rata nol.
v
00

Untuk BC v0 = vt = 50 m/s; t = (12 10) s = 2 s s= v0t +


1 2 at 2 1

40

10

= (50 m/s)(2 s) + 2 (5 m/s2)(2 s)2 = 100 m + 10 m = 110 m stotal = s + s = 250 + 110) m = 360 m Jadi, jarak yang ditempuh benda selama 12 s adalah 360 m. 8. Diketahui: m1 = 1 kg m2 = 2 kg v1 = v2 = v = 5 m/s Ditanyakan: vM

10 3

m/s.

Fisika Kelas X

93