Anda di halaman 1dari 1

Uji pembeda pada prinsipnya adalah penginderaan dua rangsangan sejenis dimana panelis melakukan proses penginderaan melalui

dua tahap, yaitu merespon sifat inderawi yang diujikan kemudian membandingkan kedua contoh untuk menyatakan sama atau berbeda. Pada uji pembeda, sebaiknya panelis terlebih dahulu dikenalkan dengan sifat inderawi yang akan diujikan untuk menghindari kemungkinan diperoleh respon beda yang tidak sah. Uji pembeda terdiri atas dua jenis, yaitu sensitivity test yang mengukur kemampuan panelis untuk mendeteksi suatu sifat sensori, dan uji different test yang dimaksudkan untuk melihat secara statistik adanya perbedaan diantara contoh uji (Sina, 2009). Pengujian pembeda ini meliputi uji pasangan (paired comparison), uji segitiga (triangle test), uji pembanding ganda (duals standart test), uji pembanding jamak (multiple standart test), uji rangsangan tunggal (single stimulus test), uji pasangan jamak (multiple pairs test), dan uji tunggal (Susiwi, 2009). Uji rangsangan tunggal atau uji A bukan A adalah salah satu metode uji pembeda dimana panelis disediakan satu standar baku dan dua atau lebih sampel uji yang digunakan untuk penggolongan suatu contoh dengan contoh lainnya (Sina, 2009). Uji rangsangan tunggal merupakan metode uji pembeda dengan pembanding. Uji pembeda dengan pembanding diperlukan untuk tujuan untuk mengukur atau menilai pengaruh perlakuan (Dewi, 2011). Uji pasangan jamak atau diseebut juga Uji Multiple Pairs adalah uji yang serupa dengan uji rangsangan tunggal dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi, apabila pada uji rangsangan tunggal digunakan satu buah contoh baku, maka pada uji pasangan jamak digunakan dua kelompok contoh yang harus dipisahkan atau dinilai apakah termasuk contoh kelompok A atau dinilai bukan kelompok A (Setyaningsih, 2010). Menurut Wagiyono (2003), kedua uji ini digunakan untuk menilai pengaruh macam-macam perlakuan modifikasi proses atau bahan dalam pengolahan pangan bagi industri, atau untuk mengetahui adanya perbedaan atau persamaan antara dua produk dari komoditi yang sama, terutama dari segi konsumen. Sumber : Dewi N. 2011. Uji pembedaan berpasangan. Purwokerto: Fakultas Pertanian,Universitas Jenderal Sudirman. http://www.scribd.com [14 Oktober 2012]. Setyaningsih D, Anton A. 2010. Analisis Sensori untuk Industri Pangan dan Agro. Bogor: IPB Press. Sina. 2009. Uji organoleptik. http://www.sinau-sinaubareng.blogspot.com [14 Oktober 2012]. Susiwi S. 2009. Penilaian organoleptik. Bandung: Fakultas Matematika dan IlmuPengetahuan Alam, Universitas Pendidikan Indonesia. http://www.scribd.com[14 Oktober 2012]. Wagiyono. 2003. Menguji pembedaan secara organoleptik .http://www.scribd.com[14 Oktober 2012].