Anda di halaman 1dari 12

39

V. PERSAINGAN ANTARA TANAMAN SEJENIS (INTRASPESIFIK)

A. Pendahuluan 1. Latar Belakang Di dalam komunitas tumbuhan seperti padang rumput, semak belukar, hutan, daerah pertanian (sawah, tegalan, pekarangan, perkebunan, dan sebagainya), akan terjadi persaingan antara individu-individu dari satu jenis atau berbagai jenis, jika individu-individu tersebut mempunyai kebutuhan yang sama terhadap : unsur hara, air, intensitas radiasi matahari , suhu, udaradan faktor lingkungan lainnya. Dialam bebas tumbuhan tidak bersaing satu sama lainnya dengan cara fisik seperti binatang

tetapi menggunakan pengaruhnya terhadap lingkungan tempat hidupnya. Misalnya pada akar suatu tumbuhan dapat lebih kuat dari yang lainnya dalam pengambilan unsur pada ruang atau tempat tumbuh yang sama. Persaingan tumbuhan ini merupakan suatu cara bagaimana tumbuhan tersebut berjuang untuk memperoleh kebutuhannya untuk

kelangsungan hidupnya dan untuk bertahan hidup. Apabila pertumbuhan salah satu tumbuhan tersebut baik maka tumbuhan tersebut memenangkan persaingan tersebut. Persaingan dapat terjadi diantara sesama jenis atau antar spesies yang sama (intraspesific competition), dan dapat pula terjadi diantara jenis-jenis yang berbeda (interspesific competition). Persaingan sesama jenis pada umumnya terjadi lebih awal dan menimbulkan pengaruh yang lebih buruk dibandingkan persaingan yang terjadi antar jenis yang berbeda. Dalam teori ekologi dijelaskan bahwa ketergantungan , keterkaitan antar makhluk hidup dan interaksi dengan lingkungan fisik merupakan kunci harmonisasi kehidupan didalam suatu ekosistem. Persaingan ini akan berakibat negatif atau menghambat pertumbuhan individu-individu yang terlibat. Persaingan dapat terjadi diantara sesama jenis atau antar spesies yang sama dan dapat pula terjadi diantara jenis-jenis yang berbeda. Persaingan di alam bebas tumbuhan tidak bersaingan secara fisik tetapi

40

bersaing terhadap lingkungan tempat hidup. Seperti Akar suatu tumbuhan dapat lebih kuat dari yang lainnya dalam pengambilan unsur pada ruang / tempat tumbuh yang sama. 2. Tujuan Praktikum Tujuan praktikum Agroekologi acara ke-5 ini adalah untuk Mempelajari pengaruh kerapatan tanaman terhadap pertumbuhan tanaman sejenis. B. Tinjaun Pustaka Perlakuan jarak tanam sangat nyata berpengaruh pada jumlah daun, berat segar brangkasan,berat kering brangkasan dan beratumbi per petak, namun tidakberpengaruh nyata pada panjang umbi,volume umbi per tanaman,berat umbi per tanaman dan indeks panen. Jarak tanam 30 cm x 30 cm mampu menghasikan jumlah daun yang paling banyak, sementara itupada jarak tanam 30 cm x 40 cm dapat meningkatkan berat segar brangkasan dan berat kering brangkasan. Sedangkan berat umbi per petak tertinggi justru dicapai pada jarak tanam yang rapat yaitu 30cm x 10 cm (Djoko Mursito dan Kawiji 2009) Kompetisi dapat didefenisikan sebagai salah satu bentuk interaksi antar tumbuhan yang saling memperebutkan sumber daya alam yang tersedia terbatas pada lahan dan waktu sama yang menimbulkan dampak negatif terhadap pertumbuhan dan hasil salah satu jenis tumbuhan atau lebih. Sumber daya alam tersebut, contohnya air, hara, cahaya, CO2, dan ruang tumbuh (Kastono 2005) Salah satu bentuk interaksi antara satu populasi dengan populasi lain atau antara satu individu dengan individu lain adalah bersifat

persaingan (kompetisi). Persaingan terjadi bila kedua individu mempunyai kebutuhan sarana pertumbuhan yang sama sedangkan lingkungan tidak menyediakan kebutuhan tersebut dalam jumlah yang cukup. Persaingan ini akan berakibat negatif atau menghambat pertumbuhan individu-individu yang terlibat (Campbell 2002)

41

Faktor-faktor intraspesifik merupakan mekanisme interaksi dari dalam individu organism. Faktor intraspesifik pada dasarnya turut mengendalikan kelimpahan populasi. Pada hakikatnya mekanisme intraspesifik yang di maksud merupakan perubahan biologi yang berlangsung dari waktu ke waktu. (Narsisyah 2008) Kompetisi intra spesifik adalah persaingan yang terjadi pada tanaman yang ditanam pada tempat yang sama. Akibat dari kompetisi intra spesifik adalah tanaman bisa mati. Pengamatan yang kami lakukan adalah pada kacang hijau. Polybag yang ditanami lebih sedikit tanaman kedelai pertumbuhannya lebih cepat, begitu pula sebaliknya (Mahmuddin, 2009). Pada tanaman sawi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap persaingan intraspesifik dan interspesifik pada tumbuhan, yaitu : 1. Jenis tanaman Faktor ini meliputi sifat biologi tumbuhan, system perakaran, bentuk pertumbuhan secara fisiologis. Misalnya adalah pada tanaman ilalang yang memiliki system perakaran yang menyebar luas sehingga menyebabkan persaingan dalam memperebutkan unsure hara. Bentuk daun yang lebar pada daun talas menyebabkan laju transpirasi yang tinggi sehingga menimbulkan persaingan dalam memperebutkan air 2. Kepadatan tumbuhan Jarak yang sempit antar tanaman pada suatu lahan dapat menyebabkan persaingan terhadap zat-zat makanan hal ini karena zat hara yang tersedia tidak mencukupi bagi pertumbuhan tanaman. 3. Penyebaran tanaman Untuk menyebarkan tanaman dapat dilakukan dengan penyebaran biji atau melalui rimpang (akar tunas). Tanaman yang penyebarannya dengan biji mempunyai kemampuan bersaing yang lebih tinggi daripada tanaman yang menyebar dengan rimpang. Namun persaingan yang terjadi karena faktor penyebaran tanaman sangat dipengaruhi faktor-faktor lingkungan lain seperti suhu, cahaya, oksigen, dan air.

42

4. Waktu Dalam hal ini waktu adalah lamanya tanaman sejenis hidup bersama. Periode 25-30% pertama dari daur tanaman merupakan periode yang paling peka terhadap kerugian yang disebabkan oleh persaingan (Anonim 2002) Interaksi adalah hubungan antara makhluk hidup yang satu dengan makhluk hidup yang lainnya. Ada dua macam interaksi berdasarkan jenis organisme yaitu intraspesifik dan interspesifik. Interaksi interspesifik adalah hubungan yang terjadi antara organisme yang berasal dari satu spesies, sedangkan interaksi intra spesifik adalah hubungan antara organisme yang berasal dari spesies yang berbeda. Secara garis besar, interaksi interspesifik dan intraspesifik dapat dikelompokkan menjadi beberapa bentuk dasar hubungan, yaitu (1) netralisme yaitu hubungan antara makhluk hidup yang tidak saling menguntungkan dan saling merugikan satu sama lain, (2) mutualisme yaitu hubungan antara dua jenis makhluk hidup yang saling menguntungkan, (3) parasitisme yaitu hubungan yang hanya menguntungkan satu jenis makhluk hidup saja, sedangkan yang lainnya dirugikan, (4) predatorisme yaitu hubungan pemangsaan antara satu jenis makhluk hidup terhadap makhluk hidup lain, (5) kooperasi yaitu hubungan antara dua makhluk hidup yang bersifat saling membantu antara keduanya, (6) komensalisme yaitu hubungan antara dua makhluk hidup yang satu mendapat keuntungan sedang yang lain dirugikan, (7) antagonis yaitu hubungan dua makhluk hidup yang saling bermusuhan (Elfidasari 2007) C. Metode Praktikum 1. Waktu dan Tempat Praktikum Praktikum acara 5 Agroekologi Persaingan antara tanaman sejenis dilaksanakan pada hari Sabtu, 13 April 2013 di Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta.

43

2. Alat dan Bahan a. Alat 1) Pot plastik atau polibag 2) Tanah atau media tanam 3) Cawan 4) Meteran b. Bahan 1) Benih jagung (Zea mays) 2) Benih kedelai (Glycine max) 3) Benih kacang hijau (Vigna radiate L) 3. Cara Kerja a. Menyediakan pot plastic atau polibag yang telah berisi tanah atau media tanam. b. Memilih benih jagung, kacang hijau, dan kedelai yang masih baik dan merendam dalam air selama 1 jam. c. Menanam benih-benih tersebut kedalam pot-pot atau polibag dan mengatur sedemikian rupa sehingga dalam percobaan ini terdapat beberapa perlakuan: pot ditanami 2 benih, 4 benih, 8 benih dan masingmasing diulang 3 kali. d. Menyediakan beberapa pot yang ditanami 3 jenis benih tersebut sebagai cadangan untuk penyulaman apabila selama percobaan ada tanaman yang mati. e. Menyiram dan merawat tanaman yang lain setiap harinya. f. Melakukan pengamatan sampai tanaman berumur 6 minggu dan mengukur tinggi tanaman setiap minggunya. g. Membandingkam pertumbuhan tinggi tanaman pada tiap jenis tanaman yang memiliki kerapatan tanaman yang berbeda. h. Melakukan pengujian statistik apabila ada pengaruh terhadap

pertumbuhan tinggi tanaman.

44

i. Melakukan penimbangan biomassa pada saat selesai pengamatan dan menggambarkan perbedaan biomassa dari beberapa kerapatan tanaman tersebut. j. Catatan: pada pot yang ditumbuhi lebih dari satu individu, tanaman akan terjadi persaingan antara tanaman dalam pengambilan insur hara atau cahaya D. Hasil pengamatan dan Pembahasan 1. Hasil Pengamatan Tabel 5.4.1 Tinggi dan Berat Kering Tanaman Jagung, kacang Hijau, Kacang Kedelai berbagai Perlakuan
Perlakuan 2 biji Ulangan Jagung Sampel 1 2 1 2 Kacang kedelai 4 biji Jagung 1 2 1 2 3 4 1 2 3 4 Kacang kedelai 1 2 3 4 1 2 3 4 5 6 Tinggi tanaman (cm) 149 98 40 38 37 23 81 87 63 62 40 52 55 43 25 23 0 35 65 48 57 47 46 123 Berat Kering (g) 46,3 20,9 1,9 0,9 2,6 1,0 4 4,2 3 3 0,8 1,4 1,5 1,0 1,1 1,0 0 2 3,1 2,0 2,5 2,0 2,7 7,8

Kacang hijau

Kacang hijau

8 biji

Jagung

45

7 8 Kacang hijau 1 2 3 4 5 6 7 8 Kacang kedelai 1 2 3 4 5 6 7 8

101 78 32 54 54 39 42 41 36 42 10 37 0 0 0 0 35 0

5,4 3,7 0,3 5,6 7,5 1,3 4 1,8 1,3 4,1 0,2 1,2 0 0 0 0 1 0

Sumber: Data Rekapan

Tinggi Tanaman Persaingan Tanaman Sejenis


140 123.5 120

Tinggi Tanaman (cm)

100 80 60 39 40 20 0 2 Biji 4 Biji 8 Biji 30 20.75 10.25 73.25 47.5 70.625 Jagung 42.5 Kacang Hijau Kacang Kedelai

Perlakuan

Grafik 5.1 Persaingan antar Tanaman Sejenis (Intraspesific)

46

Berat Kering Persaingan Tanaman Sejenis


40 35 30
33.6

Berat Kering (g)

25 20 15 10 5
1.4 3.55 1.8 1.175 1.025 3.65 3.2375 0.3

Jagung Kacang Hijau Kacang Kedelai

0 2 Biji 4 Biji 8 Biji

Perlakuan

Grafik 5.2 Berat Kering Peersaingan Tanaman Sejenis 2. Pembahasan Praktikum ke-5 Agroekologi ini mempelajari tentang kerapatan kerapatan jarak tanaman terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman sejenis. Kegiatan yang pertamakaliu dilakukan adalah menyediakan 20 polibag yang telah berisi tanah untuk masing-masing jenis tanaman. Kemudian menanamkan biji-biji tersebut ke dalam polibag yang berbeda dan diatur sedemikian rupa sehingga dalam percobaan ini terdapat beberapa perlakuan yaitu polibag ditanami dengan variasi jumlah biji denagn 2 biji, 4biji dan 8 biji. Persaingan yang terjadi antara individu yang sejenis disebut dengan persaingan intraspesifik sedangkan persaingan yang terjadi antara individu yang berbeda jenisnya disebut sebagai persaingan interspesifik.

47

Beberapa faktor-faktor yang berpengaruh terhadap persaingan intraspesifik pada tumbuhan, yaitu : 1. Jenis tanaman Faktor ini meliputi sifat biologi tumbuhan, system perakaran, bentuk pertumbuhan secara fisiologis. Misalnya adalah pada tanaman ilalang yang memiliki sistem perakaran yang menyebar luas sehingga menyebabkan persaingan dalam memperebutkan unsur hara. Bentuk daun yang lebar pada daun talas menyebabkan laju transpirasi yang tinggi sehingga menimbulkan persaingan dalam memperebutkan air. 2. Kepadatan tumbuhan Jarak yang sempit antar tanaman pada suatu lahan dapat menyebabkan persaingan terhadap zat-zat makanan hal ini karena zat hara yang tersedia tidak mencukupi bagi pertumbuhan tanaman. 3. Penyebaran tanaman Untuk menyebarkan tanaman dapat dilakukan dengan

penyebaran biji atau melalui rimpang (akar tunas). Tanaman yang penyebarannya dengan biji mempunyai kemampuan bersaing yang lebih tinggi daripada tanaman yang menyebar dengan rimpang. Namun persaingan yang terjadi karena faktor penyebaran tanaman sangat dipengaruhi faktor-faktor lingkungan lain seperti suhu, cahaya, oksigen, dan air. 4. Waktu Dalam hal ini waktu adalah lamanya tanaman sejenis hidup bersama. Periode 25-30% pertama dari daur tanaman merupakan periode yang paling peka terhadap kerugian yang disebabkan oleh persaingan. Tinggi tanaman kacang hijau dari perlakuan 2 biji adalah 40 cm dan 38 cm. tinggi tanaman perlakuan 4 biji kacang hijau secara berurutan adalah 40 cm, 52 cm, 55 cm, dan 43 cm. tinggi tanaman dengan perlakuan 8 biji tanaman kacang hijau secaraberturutturut adalah 32 cm, 54 cm, 54 cm, 39 cm, 42 cm, 41 cm, 36 cm, dan 42 cm.

48

Tinggi tanaman kedelai untuk perlakuan 2 biji secara berurutan adalah 37 cm dan 23 cm. Sedangkan untuk perlakuan 4 biji tanaman kedelai adalah 25 cm, 23 cm, 0 cm, 35 cm. Serta untuk perlakuan 8 biji tanaman kedelai secara berurutan adalah 10 cm, 37 cm, 0 cm, 0 cm, 0 cm, 0 cm, 35 cm, 0 cm. Terdapat beberapa tanaman yang mati pada akhirnya itu disebabkan karena kurangnya unsure hara dan air. Pemeliharaan dan penyiraman yang kurang teratur mengakibatkan tanaman layu sampai mati. Tinggi tanaman pada umumnya baik pada perlakuan 2 sampai 8 biji naik kecuali mati. Hal ini bisa diakibatkan oleh banyak faktor. Bisa karena faktor suhu yang tidak sesuai dengan daerah aslinya yaitu suhu rendah. Bisa juga diakibatkan karena adanya hewan pengganggu seperti ulat dan sejenisnya. Pada minggu ketiga sudah ada tanda-tanda seperti daun jagung yang berlubang, dan lama kelamaan lubangnya semakin besar dan kemudian mati. Untuk berat biomassa yang paling besar pada tanaman dengan kerapatan rendah yaitu dengan perlakuan dua biji dengan berat kering 46,3 gram pada tanaman jagung. Semakin banyak biji yang ditanam dalam satu polibag, semakin kecil berat biomassanya. Hal ini disebabkan karena pada tanaman dengan kerapatan rendah, faktor tumbuh didapat dengan mudah sehingga pertumbuhannya baik dan cepat menghasilkan buah. Cadangan makanan yang disimpan semakin besar yang menyebabkan berat biomassa semakin besar. Sedangkan pada tanaman yang ditanam dengan kerapatan tinggi seperti pada perlakuan tanaman 8 biji, berat biomassanya semakin kecil karena faktor tumbuhnya tidak cukup memenuhi untuk pertumbuhan apalagi untuk fase reproduksi. Tetapi ada juga yang berat biomassanya semakin besar pada tanaman kerapatan tinggi. Dimungkinkan karena lebih banyak individu sehingga berat biomassa pun semakin besar. Atau karena sistem perakaran yang semakin kompleks dan semakin besar juga akan memperbesar berat biomassa. Perakaran semakin kompleks untuk bersaing mendapatkan

49

faktor tumbuh yang dibutuhkan. Jadi, persaingan antar tanaman sejenis paling besar adalah pada tanaman dengan perlakuan 8 biji. Semakin banyak biji persaingannya pun semakin besar. Sebaliknya semakin sedikit biji maka persainganya pun semakin kecil. E. Kesimpulan dan Saran 1. Kesimpulan Berdasarkan praktikum yang telah dilaksanakan dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: a. Semakin dekat jarak antar tanaman maka persaingan/kompetisi antar tanaman dalam memperebutkan unsur hara, air, dan cahaya akan semakin besar. b. Semakin tinggi tanaman berat biomassa nya semakin tinggi. c. Persaingan antar sejenis atau intraspesifik dipengaruhi beberapa factor yakni: Jenis tanaman, kepadatan tumbuhan, penyebaran tanaman dan waktu. 2. Saran Berdasarkan pengamatan dan analisis data berikut kami sampaikan beberapa saran yang dapat membangun kegiatan praktikum: a. Diharapkan seluruh praktikan dalam mengikuti praktikum bisa serius sehingga data-data yang dihasilkan akurat yang nantinya akan memudahkan dalam pembahasan. b. Diharapkan Coass lebih mengerti dan memahami kondisi praktikan.

50

DAFTAR PUSTAKA

Campbell, NA. 2002. Biologi jilid II. Jakata : Erlangga. Djoko Mursito dan Kawiji. 2009. Pengaruh Kerapatan Tanam dan Kedalaman Olah Tanah Terhadap Hasil Umbi Lobak. Jurnal Balitbang 12(02): 11-16 Anonim. 2007. Pengaruh Kerapatan terhadap Pertumbuhan. http://mymathematicalromance.wordpress.com. Diakses pada tanggal 23 April 2013. Mahmuddin. 2009. Produktivitas Primer Ekosistem. Jakarta. Nasirsyah. 2008. Persaingan Antar Tanaman Sejenis. http://www.scribd.com. Diakses pada tanggal 23 April 2013. Elfidasari, D. 2007. Jenis interaksi intraspesifik dan interspesifik pada tiga jenis kuntul saat mencari makan di sekitar cagar alam Pulau Serang Dua, Provinsi Banten. Jurnal Biodiversitas 8: 266-269. Kastono. 2005. Ilmu Gulma, Jurusan Pengantar Budidaya Pertanian. UGM. Yogyakarta.