Anda di halaman 1dari 4

Sfingolipid Sfingolipid adalah fosfolipida yang memiliki ikatan amida antara asam lemak dan sfingosin, serta memiliki

alkohol dengan jumlah atom C sebanyak 18 buah. Sfingolipid yang dikenal secara umum adalah bentuk sfingomielin. Sfingomielin berkerangka dasar sfingosin atau basa yang sejenis dan terdapat dalam membran sel hewan, saraf, dan otak. Sfingolipid terdiri dari tiga komponen, yaitu molekul sfingosin, molekul asam lemak, dan kepala polar. Sfingosin adalah senyawa induk dari sejumlah alkohol amino berantai panjang yang ditemukan pada berbagai sfingolipid. Kepala gugus polar pada sfingolipid terikat pada gugus hidroksil sfingosin, sedangkan komponen asam lemaknya berikatan dengan gugus amino dan membentuk suatu ikatan amida. Sfingolipid memiliki tiga subkelas sfingolipid, yaitu sfingomielin, glikosfingolipid, dan gangliosida. Sfingomielin adalah sfingolipid yang paling sederhana dan paling banyak dijumpai. Sfingomielin adalah satu-satunya sfingolipid yang mengandung fosfor sebagai golongan polar di kepalanya. Secara khas senyawa ini mengandung fosfokolin atau fosfoetanolamin sebagai golongan polar pada bagian kepalanya. Sfingomielin terdapat di dalam hampir semua membran sel-sel hewan. Selubung mielin yang mengelilingi sel-sel saraf tertentu mengandung banyak kandungan spingomielin. Senyawa ini dapat juga digolongkan sebagai fosfolipida bersamasama dengan fosfogliserida karena mengandung fosfor.

Glikosfingolipid adalah sekelompok molekul yang tersusun dari satu atau lebih molekul monosakarida. Monosakarida tersebut terhubung pada basa sfingoid melalui ikatan glikosidik. Serebrosida adalah salah satu jenis glikosfingolipid. Serebrosida mengandung satu molekul gula monosakarida yang terikat pada seramida. Galaktoserebrosida adalah serebrosida dimana monosakaridanya berupa galaktosa dan secara khas ditemukan pada membran sel otak, sedangkan glukoserebrosida memiliki monosakarida berupa glukosa dan terdapat di dalam membran sel jaringan selain sel daraf saraf. Globosida adalah glikosfingolipid yang memiliki dua atau lebih molekul monosakarida, biasanya berupa D-glukosa, D-galaktosa, atau N-asetil-D-galaktosamin glikosfingolipid. Serebrosida yang lebih kompleks ini terutama teradapat pada lapisan luar membran sel dan menyusun komponen penting permukaan sel. Serebrosida dan globosida sering kali disebut glikolipid netral karena tidak bermuatan pada pH 7. Gangliosida merupakan sfingolipid yang kompleks mengandung bagian kepala yang sangat besar dan bersifat polar, terbuat dari beberapa unit gula berupa oligosakarida. Satu atau lebih unit gula terminal pada gangliosida adalah asam Nasetineuraminat yang khas, disebut juga asam sialat, yang mempunyai muatan negatif pada pH 7. Residu N-asetilneuraminat juga terdapat pada rantai samping oligosakarida pada beberapa membran glikoprotein. Gangliosida menyusun kirakira 12 lipid membran pada bagian yang berwarna abu-abu di otak. Gangliosida juga ditemukan dalam jumlah kecil pada membran kebanyakan jaringan bukan saraf. Senyawa ini adalah komponen penting dari sisi reseptor spesifik pada permukaan membran sel. Sebagai contoh senyawa ini ditemukan pada sisi spesifik

ujung saraf tempat terikatnya molekul neurotransmiter selama transmisi kimiawi suatu infus dari satu sel saraf ke sel saraf yang berdekatan (Lehninger 1982).

Lehninger. Diterjemahkan oleh: Maggy Thenawidjaja. 1982. Dasar-Dasar Biokimia jilid 1. Jakata: Gelora Aksara Pratama Martoharsono, Soeharsono. 2006. Biokimia 1. Jakarta: Gadjah Mada University Press