Anda di halaman 1dari 44

Eyet Hidayat, SPd, SKp., MKep., Sp.Kep.J.

Pengertian Simptomatologi
ilmu yang mempelajari gejalagejala psikiatrik ditinjau scr. sistematis berdasarkan gangguan-gangguan dari fungsi jiwa.
16-Mar-14 Kep Jiwa Prodi Kep Kemenkes Cirebon

A. Persepsi :
Pengertian dl arti luas :
pengertian, pemahaman dan penafsiran tentang sesuatu hal tertentu

Pengertian dl arti sempit :


persepsi panca indera = tangkapan rangsang dari luar oleh panca indera

16-Mar-14

Kep Jiwa Prodi Kep Kemenkes Cirebon

Gangguan persepsi
Ilusi Suatu persepsi panca indera yang disebabkan adanya rangsang panca indera yang ditafsirkan salah. Halusinasi Persepsi panca indera tanpa rangsang pada reseptor-reseptor panca indera.

16-Mar-14

Kep Jiwa Prodi Kep Kemenkes Cirebon

Macam-macam Halusinasi :


16-Mar-14

Hypnagogik Hipnopompik Pendengaran ( akustik ) Penglihatan ( Visuil ) Olfaktorik ( pembau ) Gustatorik rasa lidah / pengecap ) Taktil ( perabaan ) Haptik (sentuhan) Kinestetik Austokopi Kep Jiwa Prodi Kep Kemenkes
Cirebon

Macam-macam Halusinasi :
1. Halusinasi Hypnagogik : pd org normal saat menjelang tidur 2. Halusinasi Hipnopompik : pd org normal saat sbl bangun tidur 3. Halusinasi pendengaran ( akustik ) Akoasma = suara yang kacau balau Phonema = berbentuk suara jelas kalimat tertentu yg tidak menyenangkan, menghina, kotor, menuduh, meyakinkan, memaksa 4. Halusinasi penglihatan ( Visuil ) Khas pada delerium karena infeksi akut / psikosa organic : Keluhan pada cortex serebri : tidak jelas bentuknya Keluhan pada cortex temporoparietal : bentuknya Kep Jiwa Prodi Kep Kemenkes 16-Mar-14 jelas. Cirebon

Macam-macam Halusinasi :
1.Halusinasi olfaktorik ( pembau ) : terjadi pd skizoprenia & lesi lobus temporalis tdk menyenangkan & tdk disukai 2.Halusinasi gustatorik rasa lidah / pengecap ) : sering bersama Hal. Olfaktorik 3.Halusinasi taktil ( perabaan ) : sering terjadi pada keadaan toksik, adiksi kokain 4. Halusinasi haptik : Seolah2 tubuh bersentuhan dg org / benda lain sering bercorak seksual 5.Halusinasi kinestetik : Merasa angg tubuhnya terlepas dari badan 6.Halusinasi austokopi : Seolah2 melihat dirinya Kep Jiwa Prodi Kep Kemenkes 16-Mar-14 dihadapan ( spt bercermin ) Cirebon

Tingkatan / Level halusinasi


Level Tahap I Halusinasi memberi rasa nyaman Tingkat ansietas sedang Karakteristik Klien kesepian, rasa bersalah, ketakutan Halusinasi mrpk kesenangan. Mencoba berfokus pp fikiran yg dpt menghilangkan ansietas Fikiran peng. Sensori msh dl kontrol kesadaran Perilaku Klien Senyum / tertawa sendiri Menggerakan bibir tanpa suara Pergerakan mata yang cepat Respon verbal lambat

16-Mar-14

Kep Jiwa Prodi Kep Kemenkes Cirebon

Tingkatan / Level halusinasi


Level Tahap II Menyalahkan tingkat cemas berat Halusinasi menyebabkan antipati Karakteristik

Perilaku Klien Pean fungsi SSO tanda ansietas, pean : HR, RR, TD Rentang perhatian menyempit Konsentrasi thd sensorinya. Ketdkmampuan membedakan halusinasi dg kenyataan

Sensori menakutkan Mulai kehilangan kontrol Merasa dilecehkan o/ sensori tsb Menarik diri

16-Mar-14

Kep Jiwa Prodi Kep Kemenkes Cirebon

Tingkatan / Level halusinasi


Level Tahap III Hal Mengontrol tingkat kecemasan berat pengalaman sesori tdk dpt ditolak lagi Karakteristik

Perilaku Klien

Menyerah dan menerima pengalaman sensorinya Isi halusinasi atraktif Kesepian bila halalusinasi berakhir/hilang

Perintah hal ditaati Sulit berhub dg orang lain Perhatian hanya bbrp detik / menit Gg fisik tanda ansietas berat : berkeringat, tremor, tidak mampu mengikuti perintah.

16-Mar-14

Kep Jiwa Prodi Kep Kemenkes Cirebon

Tingkatan / Level halusinasi


Level Karakteristik Perilaku Klien

Tahap IV Hal menguasai Tk panik Scr umum diatur dan dipngaruhi waham.

Pengalaman sensori menjadi mengancam Halusinasi dapat berlangsung beberapa jam/hari

Perilaku panik Potensi untuk bunuh diri / membunuh Tindakan kekerasan / agistrasi, menarik diri / katatonik Tdk mampu berespon thd perintah yg kompleks Tdk dpt merespon lebih 1 orang

16-Mar-14

Kep Jiwa Prodi Kep Kemenkes Cirebon

B. Proses berfikir
Proses pengolahan berbagai fikiran dan faham dengan cara membayangkan, mengkhayal, memahami, membandingkan, menarik kesimpulan sehingga berbentuk fikiran dan faham baru.
16-Mar-14 Kep Jiwa Prodi Kep Kemenkes Cirebon

Gangguan bentuk fikiran


Day Dreaming : melamun = berfikir berdasarkan keinginann egosentrik dan kebutuhan nafsu Autistik ( dereistik ) = fikiran diarahkan oleh faktor faktor diluar kesadaran (dibawah sadar)
16-Mar-14 Kep Jiwa Prodi Kep Kemenkes Cirebon

Gangguan Progresi Fikiran


1. Flight of Ideas / fikiran yang berloncat loncat.
Aktifitas asosiasi yang meningkat, pokok fikiran susul menyususl dengan cepat tidak menuju tujuan akhir tertentu.
Macam-macam Asosiasi

Asosiasi bunyi : menghubung-hubungkan kata dengan bunyi yang sama misal : kapal terbang, kapal laut, laut jawa Asosiasi pengertian : menghubungkan kata dengan pengertian yang sama misal : kapal terbang, burung garuda, lambing negara dll
16-Mar-14 Kep Jiwa Prodi Kep Kemenkes Cirebon

Gangguan Progresi Fikiran


2.
3.

4.

5.

Retardasi Asosiasi sangat lambat, cara berfikir lambat Perseverasi Mengulangi kalimat-kalimat yang sama (pengulangan pokok fikiran) Verbigerasi Mengulangi kata-kata yang sama, misal : pada sindroma kataton Circumstantiality Fikiran berputar-putar tetapi masih sampai pada tujuan (Pembicaraan berbelit-belit)
Kep Jiwa Prodi Kep Kemenkes Cirebon

16-Mar-14

Gangguan Progresi Fikiran


6.

7.

8.

Tangensial Fikiran/pembicaraan berputar-putar tetapi tidak sampai pada pada tujuan pembicaraan Inkoherensi Progresi fikiran yang kacau (beberapa pokok fikiran dikeluarkan sekaligus dalam satu kalimat) Blocking (terhalang) Arus fikiran terhenti tiba-tiba tidak dapat mengeluarkan sepatah katapun.
Kep Jiwa Prodi Kep Kemenkes Cirebon

16-Mar-14

Gangguan Isi Fikiran


1.

Over determined Idea / Over Value Idea Penafsiran fikiran yang terlalu tinggi untuk membela diri, membela kelemahan, membanggakan diri, misal : orang tua selalu cerita : sekolah dulu lebih baik dari sekarang, pelajaranya sempurna

16-Mar-14

Kep Jiwa Prodi Kep Kemenkes Cirebon

Gangguan Isi Fikiran


2.

Delusi / Waham / Fikiran salah


Keyakinan atau fikiran yang salah, bertentangan dengan realitas, diyakini kebenarannya diucapkan terus menerus. 1). Waham kebesaran 2). Waham berdosa 3). Waham kejar (diancam) 4). Waham curiga (sindiran) 5). Waham cemburu 6). Waham rendah diri 7). Waham hipokondri (berbagai penyakit berada dalam tubuhnya) 8). Waham magic-mistik 9). Waham sistematis waham yang sudah dianalisa dibesarkan ditambah-tambah yang sangat rapih dan sistematik

16-Mar-14

Kep Jiwa Prodi Kep Kemenkes Cirebon

Gangguan Isi Fikiran


3.

Obsesi Fikiran yang terpaku, berulang kembali dan tidak dapat dielakan klien.
Kep Jiwa Prodi Kep Kemenkes Cirebon

16-Mar-14

Gangguan Isi Fikiran


4.

Fobia
Ketakutan / kegelisahan yang bersifat irrasional 1). Bacillofobia : takut pada kuman penyakit
2). Claustrofobia : takut pada ruang tertutup 3). Necrofobia : takut pada mayat atau orang meninggal 4). Aerofobia : takut berada pada tempat tinggi 5). Aichmofobia : takut terhadap benda-benda tajam 6). Planofobia : takut berada pada tempat luas atau terbuka 7). Keratofobia : takut mati 8). Nictophobia : takut gelap 9). Xenophobia : takut orang asing 10). Okhlofobia : takut orang banyak / keramaian. 11). Hematophobia : takut darah 12). Algophobia : takut nyeri 13). Ailuphobia : takut kucing 14). Astraphobia : takut badai, guntur, kilat

16-Mar-14

Kep Jiwa Prodi Kep Kemenkes Cirebon

C. Afek Emosi
Afek Suatu corak perasaan yang sifatnya lebih menetap / konstan berlangsung dalam waktu ang lama.
Emosi Corak perasaan yang sifatnya dapat berkembang dan surut serta dapat terjadi dalam waktu yang relatif pendek.
16-Mar-14 Kep Jiwa Prodi Kep Kemenkes Cirebon

Gangguan Afek :
1.

16-Mar-14

Hyperthymia : afek yg meninggi gembira diluar batas, tanpa sebab obyektif/jelas. 1). Euphoria Kegembiraan, kesejahteraan kebahagiaan abnormal tdk cocok dg faktor objektif 2). Exaltasi Keyakinan diri yg berlebihan disertai waham kebesaran 3). Extase Perasaan kenikmatan yg amat mendlm, seolah2 terlepas dari dunia fana, melambung tinggi. 4). Maniakal / mania Afek serba ber>an jauh diluar batas wajar. Menganggap sgl sesuatu serba enteng, menyakinkan org lain Kep ttg Jiwa kegembiraan Prodi Kep Kemenkes hidupnya.
Cirebon

Gangguan Afek :
6.

7.

8.

9.

Hypothymia : Keadaan afek yg merendah, hambatan di segala ; aktifitas, fikiran, perasaan maupun perbuatannya. Poikilothymia : Afek yg berubah2 ; gembirasedih, tenanggelisah Parathymia : Afek tdk sesuai dg lingk yang nyata, bertentangan misal : menceritakan ibunya meninggal tertawa Tension : Perasaan tertekan tdk tenang, tdk puas, seolah2 menunggu bahaya / hal yg tdk menyenangkan konsentrasi , pusing kepala, susah bernafas
Kep Jiwa Prodi Kep Kemenkes Cirebon

16-Mar-14

Gangguan Afek :
Anhedonia : ktdkmampuan mersakan kesenagan, tdk ada perasaan senang dg aktifitas yg biasanya menyenangkan 7. Anxiety (cemas) : Perasaan takut thd bahaya yg seolah2 terus mengancam, tdk nyata (hanya perasaan klien) 8. Panik : cemas yg luar biasa, menimbulkan disorganisasi ego, tiba2, gg sangat hebat krn tekanan jiwa yg terus manerus. 9. Ambivalen : dua perasaan yg bertentangan dirasakan ind pd saat yg sama. 10. Depersonalisasi : perasaan di luar realitas, kehilangan keyakinan thd diri sendiri, kehilangan rasa identifikasi & kehilangan kendali thd tubuhnya Kep Jiwa Prodi Kep Kemenkes 16-Mar-14 sndiri. Cirebon
6.

Keadaan Emosi
1. Stabilitas : suatu ketetapan dalam bereaksi 1.

Kel : Hipersuggestible (labil) : Ketdkstabilan emosi, lekas terbawa kesan : lekas terharu, sedih menangis, gembira dll. 2. Pengendalian 2. Kel : Over controlled / overformalistic (tumpul): pengekangan emosi yg berlebihan / pengendalian diri yg terlalu kuat seolah2 tdk ada reaksi emosional, tdk terpengaruh o/ suasana sedih, tdk terpengaruh rasa benci / cinta. 3. Kesungguhan tdk sunguh2 (kepribadian histerik) 3.
Kel : Reaksi emosi/ekspresi yg pura2 / sandiwara.
4. Inadequat : Emosi yg bertentangan antara keadaan / isi 4.

fikiran dengan pembicaraan.


16-Mar-14

Kep Jiwa Prodi Kep Kemenkes Cirebon

Keadaan Emosi
5. Empati Merasakan reaksi emosi yg dialami/dihayati org lain. Kel. Kesukaran berempati terjd pd klien Skizoprenia. Kedalaman emosi a. dalam Reaksi emosi muncul walaupun o/ peristiwa kecil atau remeh b. dangkal Reaksi emosi tidak muncul walaupun oleh peristiwa yang sangat berarti bagi klien. Mis : pada klien psikopati, degeneratif, psikopatik. Deferesiansi menyempit : Klien hanya mampu bereaksi terhadap peristiwa emosional yang konkret dan tak mampu merasakan peristiwa emosional yang abstrak bersifat simbolik. Arus Emosi : Cepat / lambatnya aliran / reaksi emosionil pada seseorang pada gangguan jiwa arus emosi melambat.
Kep Jiwa Prodi Kep Kemenkes Cirebon

6.

7.

8.

16-Mar-14

D. TINGKAH LAKU
Sikap klien gangguan jiwa 1. Indefferent : Sikap yg tdk menuju pd suatu kecenderungan (tendensi) ttt & > banyak bersifat netral. 2. Apatik / apatis : Sikap asuh tak acuh, masa bodoh, tdk menghiraukan apapun yg terjadi di sekelilingnya.
16-Mar-14 Kep Jiwa Prodi Kep Kemenkes Cirebon

Sikap klien gangguan jiwa


3. Negatifisme / Negatifistik pasif : Sikap menolak petunjuk / perintah tanpa alasan yg objektif. 4. Dependent : Ketergantngan ber>an kpd siapapun. 5. Infantil : Sikap kekanak-kanakan 6. Rigid : Sikap kaku, tdk fleksibel, kadang mendekati sikap negatifistik. 7. Curiga : Sikap tdk percaya, menyangsikan maksud baik org lain, dl bentuk ucapan / gerakan. 8. Berubah-ubah : Tdk stabil, selalu ber-ganti2 sikap yg menunjukan kegelisahan. 9. Tegang : Sikap tdk tenang, disertai kontraksi otot2 10. Pasif : Sikap tanpa inisiatif, menurut / menyerah saja
16-Mar-14 Kep Jiwa Prodi Kep Kemenkes Cirebon

Sikap klien gangguan jiwa


11.Aktif : Sikap penuh inisiatif & keinginan utk bertindak 12.Katalepsi : Sikap yg bertahan pd 1 posisi utk jangka waktu lama, sering aneh, tdk masuk akal, tdk ada tujuan. 13.Fleksibilitas Serea : Mempertahankan posisi badan yg dibuat o/ org lain thdnya. 14.Kataplexia : Tonus otot hilang mendadak sejenak & timbul kelemahan umum dg / tanpa penurunan kesadaran yg dpt disebabkan o/ berbagai keadaan emosi.
16-Mar-14 Kep Jiwa Prodi Kep Kemenkes Cirebon

Tingkah laku klien gangguan jiwa


1. Hiperaktif / over aktif : Dorongan utk bergerak yg sangat besar 2. Hipoaktif : Dorongan utk bergerak yg sangat kurang (tdk hilang sama sekali) 3. Stupor : Segala gerakan terhenti klien spt patung (diam) 4. Gelisah : Gerakan menunjukan ketegangn jiwa yg memuncak : tdk dpt duduk diam, berdiri & berjalan bolak balik tanpa tujuan 5. Tdk berkoordinasi : Gerakan tdk harmonis, kaku, kadang2 kacau. Kep Jiwa Prodi Kep Kemenkes 16-Mar-14
Cirebon

Tingkah laku klien gangguan jiwa


6. Stereotipi : Gerakan yg bertahan (terus menerus) pd 1 / 2 macam gerakan, terus menerus diulang utk waktu yg lama, tanpa tujuan yg jelas. 7. Tik (tic) : Gerakan involunter, sekejap & ber-kali2 mengenai klp otot / bag badan yg relatif kecil. 8. Manireren : Gerakan yg br-macam2, semuanya aneh & menarik perhatian org lain. 9. Grimasem : Gerakan yg ber-macam2 pd roman muka, semuanya aneh & menarik perhatian org lain. 10. Ambivalensi : Dua kemauan yg berbeda / bertentangan terjadi bersamaan pd waktu yg sama. 11. Agresif : Nafsu utk bereaksi dg cara kekuatan, Kep Jiwa Prodi Kep Kemenkes 16-Mar-14 terlihat dari roman muka & sikap klien.
Cirebon

Tingkah laku klien gangguan jiwa


12. Perseverasi : Kalimat yg selalu diulangulang. 13. Perbigerasi : Kata yg selalu di-ulang2 14. Echolalia : Selalu menirukan apa yg dikatakan org lain 15. Echopraxia : Selalu menirukan apa yg dilakukan org lain 16. Befehls automatic : Setiap perintah dilakukan dg cepat, tiba2, tanpa berfikir > dulu (otomatis & konfulsif) 17. Negatifisme aktif : Melakukan tind bertentangan dg yg diperintahkan
16-Mar-14 Kep Jiwa Prodi Kep Kemenkes Cirebon

Tingkah laku klien gangguan jiwa


18. Gerakan otomatis : Gerakan di luar kemauan k/, tdk disadari mrpk gerakannya sendiri. 19. Gerakan autochtoom : Gerakan yg menurutnya dilakukan org lain / dikendalikan dari luar. 20. Gerakan paksaan / konfulsif : Gerakan yg disadarai bertentengan dg fikiran sehat tp tdk dpt ditolaknya 21. Kleptomania : Keinginan utk mencuri, tanpa tujuan, bkn krn butuh brg tsb. 22. Pyromania : Keinginan utk bermain api, membakar barang2 / apa sj yg ada di dpnnya. Kep Jiwa Prodi Kep Kemenkes
Cirebon

16-Mar-14

E. KESADARAN
= Keadaan fungsionil ind utk

mengadakan reaksi (hub) & limitasi (membatasi hub) thd dunia sekelilingnya : manusia, benda, faham, spt yg tertangkap panca indra.

16-Mar-14

Kep Jiwa Prodi Kep Kemenkes Cirebon

Tingkatan kesadaran
1. Bingung : Gg kesadaran yg ditandai dg kebingungan, kacau, gg fungsi asosiasi & kemiskinan fikir. 2. Kesadaran berkabut / menurun : Kesadaran tdk lengkap, perhaian melantur, penangkapan thd sekitarnya tdk tepat / tdk lengkap. Tk kesadaran berkabut terjadi pd : suf, somnolent, sopor & koma. 3. Delirium : Simptom kompleks berjln akut, ditandai dg kesadaran menurun, bingung, gelisah, disorientasi, ilusi, halusinasi, cemas & takut. 4. Keadaan mimpi / twilight state : Kesadaran menurun ttp orientasi pd sktarnya msh baik, bicara tdk kacau, kontak msh ada, kadang dl keadaan marah luar biasa. 5. Stupor : Keadaan k akinetik (tdk bergerak, diam spt patung), autistik, kesadaran relatif msh ada, respirasi tdk teratur, gerakan mata tanpa tujuan. Kep Jiwa Prodi Kep Kemenkes
Cirebon

16-Mar-14

F. ORIENTASI
Proses dimana seseorg dpt menangkap / mengerti keadaan sekitarnya & dpt melokalisir dirinya dl hub dg sekitarnya.

16-Mar-14

Kep Jiwa Prodi Kep Kemenkes Cirebon

Macam-macam Orientasi
1. Orientasi personal (orientasi perorangan) Kemampuan ind utk mengemukakan identitas sendiri & org lain 2. Orientasi temporal (orientasi waktu) Kemampuan u/ mengetahui hub : masa, waktu, hari, tgl, bln, thn, musim. Skrg, masa lampau & yad. 3. Orientasi spasial (orientasi tempat) Kemampuan utk mengenal batasan ruang / lokasi yg ditempati, hub-nya dg ruang / lokasi lain. 4. Orientasi situasional (orientasi situasi) Kemampuan utk menafsirkan sebab / alasan seseorg berada di suatu tempt / situasi ttt, apa Kep Jiwa Prodi Kep Kemenkes 16-Mar-14 tugas & keperluannya. Cirebon

G. PERHATIAN
1. Hypervigilitas Perhatian yg luar biasa kadang berpindah2 objek 2. Hypovigilitas Kurang perhatian thd sekitarnya. 3. Autisme Hidup dl alam fikiran sendiri, shg tdk ada perhatian thd sekitarnya.
Kep Jiwa Prodi Kep Kemenkes Cirebon

16-Mar-14

H. DAYA INGAT
Daya kemampuan seseorg utk mereproduksi (menghasilkan kembali) pertistiwa ttt yg tl terjadi di masa lampau.

16-Mar-14

Kep Jiwa Prodi Kep Kemenkes Cirebon

Gg daya ingat
1. Hypermnesia Daya ingat yg berlebihan & ab n/m, terlihat pd keadaan mania, paranoia, katatonia 2. Amnesia Amnesia ante retrogradKehilangan ingatan peristiwa2 yg terjadi sbl kejadian s.d. waktu ttt. Amnesia retrograd Kehilangan ingatan peristiwa2 yg terjadi saat kejadian s.d. periode ttt.
16-Mar-14 Kep Jiwa Prodi Kep Kemenkes Cirebon

4. Paramnesia (ingatan yg salah) Ingatan yg salah

tdk sesuai dg pengalaman k/, disengaja / tdk disengaja.

Jenis Paramnesia
1. Konvabulasi : Cerita ttg kejadian yg sebenarnya sama sekali tdk terjadi. Jenis : Konvabulasi spontan & Konvabulasi utk menutupi kebodohan / lupa 2. Deja vu (ilusi ingatan) : Perasaan yg dilihat skrg pernah dilihat / dikenal sblmnya, padahal blm pernah dilihatnya 3. Jamais vu : K/ tdk mengenal sesuatu / org yg sbenarnya pernah dikenal dg baik. 4. Fausse Reconnaissance : Pengenalan kembali yg keliru, merasa mengenanya dg benar pdahal salah. 5. Demensia : Gg / degenerasi nauron pd korteks cerebri yg berlangsung lama shg kehilangan kemampuan Kep Jiwa Prodi Kep Kemenkes intelekual yg bersifat permanen / irreversibel. 16-Mar-14 Cirebon

I. INSTINK
= Sumber dorongan dari segala tingkah laku yg tdk perlu dipelajari scr khusus o/ ind.

16-Mar-14

Kep Jiwa Prodi Kep Kemenkes Cirebon

Jenis gg instink & dorongan instinktuil


1.

2.

3.

4.

5.

16-Mar-14

Abulia Kehilangan dorongan kehendak, walau ada keinginan tp tdk disertai kekuatan / tenaga yg cukup. Stupor Kehilangan segala daya utk berbuat sesuatu mati segala aktifitas fisik & mentalnya. Mutisme Membisu / tdk mau bicara, bukan krn gg fisik. Rapus Serangan yg tiba2 / eksplosif tanpa ada provokasi shg timbul agitasi. Amentia Kekacauan halusinatorik dg kesadaran yg merendah shg terjd kekacauan segala fungsi kepribadian. Kep Jiwa Prodi Kep Kemenkes
Cirebon

16-Mar-14

Kep Jiwa Prodi Kep Kemenkes Cirebon