Anda di halaman 1dari 18

KONSEP SAKIT DAN SEHAT TERHADAP KEBIJAKAN KESEHATAN

Kelompok 2 Ade Kartika Sari Lilis Hartina Suci Khairunnisa H. Pujiastuti Syahrir Dian Ihwana Ansyar Andi Agus Mumang

Konsep Sehat
FUNGTION
Suboptimal fungtion, optimal feeling

FEELING

Optimal feeling and fungtion

Suboptimal feeling, optimal fungtion

Suboptimal feeling dan fungtion

SEHAT
Menurut UU No. 36 Tahun 2009, sehat merupakan keadaan sehat baik secara fisik, mental, spiritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis

Menurut WHO, sehat adalah from a philosophical point view at least, is intended o express an ultimate goal that is worthy of pursuit. This definition maintains that health is a state of complete physical, social, and mental well-being and not just the absence of disease.

Menurut Bustan (1997) sehat ddan sakit adalah suatu kejadian yang merupakan suatu rangkaian proses yang berjalan terus menerus yang berada dalam kehidupan masyarakat.

MODEL TRADITIONAL EPIDEMIOLOGY (MODEL EKOLOGI)


KESEIMBANGAN

HOST

AGENT

PERUBAHAN KONDISI LINGKUNGAN MEMPENGARUHI KESEIMBANGAN AGENT DAN HOST

ENVIRONMENT

PERUBAHAN KONDISI LINGKUNGAN\ MEMPENGARUHI KESEIMBANGAN AGENT DAN HOST

WEB OF CAUSE
Menurut teori web of cause, sesuatu terjadi karena sebab akibat. Akibat dikenal dengan kondisi yang tidak menyenangkan setiap orang, di dunia kesehatan disebut sakit dan penyakit. Contohnya TB Mycobacterium

Susceptible Host

INFECTION

Tuberculosis

Paradigma Masyarakat

Sakit

Sehat

Cara pandang dalam upaya kesehatan yang mengutamakan upaya kuratif dan rehabilitatif.

Cara pandang dalam upaya lebih diarahkan pada pelayanan yang bersifat promotif dan preventif.

Paradigma Sakit

Kebijakan kesehatan yang lebih mengutamakan aspek pengobatan (kuratif) dan rehabilitasi penyakit. Dua prioritas tersebut lebih banyak menggunakan anggaran dan merupakan kebijakan yang boros anggaran.

EPIDEMIOLOGI DAN KEBIJAKAN KESEHATAN

Definisi Kebijakan
Dalam buku policy, kebijakan adalah seperangkat panduan pengambilan keputusan. Kebijakan yang dibutuhkan dari sebuah organisasi harus konsisten dengan kebijakan yang lain atau mempunyai tujuan yang sama.

Kebijakan Publik (merujuk pada kebijakan pemerintah)

KEBIJAKAN
Kebijakan Kesehatan (segala sesuatu untuk mempengaruhi faktor-faktor penentu di sektor kesehatan)

Siapa yang membuat kebijakan?


1. Unicentric, dimana kebjiakan ditentukan oleh satu otoritas pemerintahan secara umum, dan mengambil satu keputusan yang meliputi keseluruhan sistem. 2. Multicentric, dimana kebijakan ditentukan oleh banyak pihak yang terlibat. Biasa digunakan di negara yang menganut sistem demokrasi. 3. Plucentric, kebijakan ditentukan oleh semua pihak meliputi pemerintah, pekerja dan buruh yang bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan.
Bagaimana kebijakan dibuat?

Ada tiga teori dalam proses pengambilan kebijakan


1. RATIONAL THEORY 2. DISJOINTED INCREMENTALISM 3. INTERMEDIED POLICY.

Epidemiologi dan Kebijakan Kesehatan


Fokus utama dalam Kontribusi Epidemiologi terhadap kebijakan kesehatan Fokus Populasi Epidemiologi menempati posisi yang baik untuk memberi informasi tentang perspektif populasi. Kesehatan dan Pencegahan Epidemiologi dapat membantu untuk memelihara tersentralisasinya outcome kesehatan dalam proses kebijakan. Pelayanan Kesehatan Epidemiologi memiliki peran yang besar dalam monitoring kualitas dan kuantitas perawatan kesehatan khususnya dalam mengukur outcome kesehatan dalam pelaksanaan evaluasi. Informasi Kesehatan Epidemiologi dapat berkontribusi pada dua jenis informasi kesehatan yang dibutuhkan untuk pembuatan kebijakan kesehatan

SIKLUS KEBIJAKAN DALAM EPIDEMILOGI


Assesmet of population health

Policy evaluation

Assesment of potensial intervention

Policy Implementation

Policy Choice

KETERBATASAN EPIDEMIOLOGI
Fakta epidemiologi tidak digunakan dengan baik dalam pengambilan kebijakan. Hal itu karena pengambil kebijakan mungkin kurang memahami penelitian, membutuhkan data yang segera dan tidak dapat mentoleransi ketidakpastian. Dimana pada penelitian ahli epidemiologi, dibutuhkan waktu untuk pengambilan data, analisis dan tahap diseminasi yang datanya bisa digunakan dalam menentukan kebijakan kesehatan.

TERIMA KASIH

ADA PERTANYAAN?

Fokus pelayanannya ditujukan pada pelayanan dan pengobatan orang sakit. Dalam pembangunan kesehatan berperspektif paradigma sakit, segala perhatian dan dana dicurahkan pada pengadaan obat-obatan, alat-alat medis, penanganan pasien, balai pengobatan dan lain sebagainya.

Ada tiga teori dalam proses pengambilan kebijakan Rational theory, pendekatan top-down dengan karakteristik perencanaan dengan tujuan dan target. Pada model ini epidemiologi dapat berperan besar dalm membentuk perencanaan strategis. Disjointed incrementalism, pendekatan bottom-up dimana kebijakan dibuat berdasarkan prioritas tanpa perlu melihat dari sudut pandang yang luas. Kebijakan ini dilakukan jika ada masalah mendesak. Intermedied policy, pemerintah mengorganisasi pengambilan kebijakan melalui komukasi yang luas dan negoisasi.