Anda di halaman 1dari 5

Medikamentosa Terapi medis tergantung pada jenis batu yang diproduksi.

Anak dengan hiperkalsiuria idiopatik disebabkan oleh kebocoran kalsium di tubular ginjal dapat mengambil manfaat dari pengobatan dengan tiazid. Hiperkalsiuria idiopatik oleh absorpsi gastrointestinal (GI) dimana diet rendah kalsium tidak mengembalikan kadar kalsium urin ke normal, natrium fosfat netral mungkin bermanfaat dalam mengurangi penyerapan kalsium.5,6 Hipositraturia diterapi dengan kalium sitrat oral. Suplemen sitrat menyebabkan koreksi hipositraturia. 5 Batu struvit membutuhkan pengobatan dengan antibiotik. Intervensi bedah atau ESWL mungkin diperlukan jika batu mengakibatkan obstruksi total, terapi antibiotik tidak adekuat menghilangkan infeksi, atau untuk menghilangkan fragmen batu setelah infeksi terobati. 5 Batu asam urat memerlukan alkalinisasi urin dengan natrium bikarbonat atau potassium sitrate dalam 4 dosis terbagi. pH urin harus dijaga pada level 7,5 atau lebih. Asam urat jauh lebih mudah larut dalam suasana basa dibandingkan suasana asam urin. Allopurinol diindikasikan pada anak dengan batu asam urat dimana ekskresi asam urat harian melebihi normal. 5 Manajemen sistinuria terutama didasarkan pada hiperhidrasi dan alkalinisasi urin. Agen sulfhidril seperti tiopronin sebaiknya ditambahkan.Urine volume setelah 24 jam akan teratasi hingga 3-4 L. Kelarutan sistin normal pada urin berkisar 300mg/L. 5 1. Agen alkali Agen alkali digunakan untuk meningkatkan pH urin dan/atau meningkatkan kadar sitrat dalam urin pada anak dengan hipositraturia. Manfaat ini memiliki kecenderungan untuk meningkatkan kelarutan beberapa mineral. 5 a. Natrium sitrat dan asam sitrat (Cytra-2, Liqui-DualCitra).6,10 Natrium sitrat dan campuran asam sitrat diindikasikan untuk asidosis metabolik sistemik (misalnya, asidosis tubulus ginjal), alkalinisasi urin, atau hypositraturia. Kandungannya adalah dinatrium sitrat. Diberikan secara oral dan dimetabolisme menjadi bikarbonat oleh hati. Sediaan mengandung 500 mg natrium sitrat dan 334 mg asam sitrat per 5 mL (1 mEq kalium dan 1 mEq natrium per 1 mL). b. Natrium sitrat dan campuran kalium sitrat (Citra-3, Tricitrates) 5,6 Natrium sitrat dan campuran kalium sitrat diindikasikan untuk pengobatan asidosis metabolik sistemik, alkalinisasi urin, atau hipositraturia. Diberikan secara oral dan dimetabolisme menjadi

bikarbonat oleh hati. Setiap 5 mL sediaan mengandung natrium sitrat 500 mg, asam sitrat 334 mg, dan kalium sitrat 550 mg (masing-masing berisi 1 ml mEq kalium, 1 mEq natrium, dan 2 mEq bikarbonat). 2. Diuretik Agen ini digunakan untuk mengurangi ekskresi kalsium urin. a. Hydroklorotiazid (Microzide, Oretic) 5,6 Hidroklorotiazid dapat menurunkan ekskresi kalsium urin. Dengan menurunkan kadar kalsium urin, risiko kalsium membentuk kompleks dengan anion (oksalat dan fosfat) berkurang. 3. Xanthine oksidase inhibitor Inhibitor oksidasi xanthine digunakan untuk menurunkan kadar asam urat urin untuk anak-anak dengan asam urat atau batu kalsium-urat ginjal. a. Allopurinol (Zyloprim, Aloprim) 5,6 Allopurinol menurunkan produksi asam urat. Diberikan sebelum makan dengan cairan tambahan secara oral. Mempertahankan output urin sebesar 1,5 mL/kgBB /jam dengan cairan oral kecuali merupakan kontraindikasi. Intervensi bedah Tujuan khusus pembedahan adalah untuk drainase saluran kencing, pengeluaran batu pada saluran kemih, dan koreksi bedah pada kelainan anatomis sebagai faktor risiko pembentukan batu.5,15,16 Seorang anak dengan batu yang telah mengalami infeksi akut harus segera dirujuk kepada seorang urolog pediatrik untuk drainase, pengobatan antibiotika, dan perawatan suportif. 5,15,16 Pembedahan untuk pengeluaran batu dilakukan oleh ahli bedah urolog anak. Teknik pengeluaran batu yang digunakan biasanya tergantung pada ukuran dan lokasi batu. Pembedahan yang dilakukan dapat berupa ekstraksi batu ureteroskopi, nefrolitotomi perkutan, bedah batu terbuka, dan/atau extracorporeal shockwave lithotripsy (ESWL). 5,15,16

Gambar 8. Anak berumur 12 bulan yang diterapi dengan Modulith SLK (Storz Medical AG, Kreuzlingen). ESWL antara lain: Lithostar Plus (Siemens AG, Erlangen), Modulith SL20/SLX, and SLK (Storz Medical AG, Kreuzlingen).15 Modifikasi diet Peran keseluruhan diet adalah untuk masukan bahan makanan yang memadai bagi pertumbuhan dan metabolisme tanpa masukan material yang relatif tidak larut dan dikeluarkan lewat ekskresi urin.5 Pengaturan diet dapat dilakukan dengan:7 Meningkatkan masukan cairan Kurangi masukan protein. Masukan protein yang tinggi dapat meningkatkan ekskresi kalsium, ekskresi asam urat dan menurunkan sitrat dalam air kemih Membatasi masukan natrium. Diet rendah natrium dapat memperbaiki reabsorbsi kalsium proksimal sehingga terjadi pengurangan ekskresi natrium dan ekskresi kalsium. Masukan kalsium memiliki efek paradoks pada pembentukan batu. Diet tinggi kalsium diperkirakan dapat menimbulkan penyakit batu. Namun meskipun demikian, pembatasan masukan kalsium berlebihan kurang dianjurkan. Penurunan kalsium intestinal bebas akan menimbulkan peningkatan absorbsi oksalat oleh pencernaan, peningkatan ekskresi oksalat dan peningkatan saturasi kalsium oksalat air kemih. Pertimbangan diet tergantung pada jenis batu. Asupan cairan yang tinggi menyebabkan peningkatan output urin umumnya bermanfaat bagi anak-anak dengan semua jenis batu, tetapi analisis batu untuk mengidentifikasi adanya kandungan mineral ini sangat penting.5

Anak-anak dengan batu terdiri dari kalsium dan asupan kalsium yang berlebihan atau hiperkalsiuria absorptif idiopatik dapat mengambil manfaat dari pengurangan asupan makanan tinggi kalsium. Pembatasan asupan kalsium berdasarkan recommended daily allowance (RDA) dikembangkan dengan memperkirakan kebutuhan harian. RDA merupakan tingkat rata-rata harian asupan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi pada hampir semua (97% -98%) orang yang sehat
6,19

. Ahli gizi sangat diperlukan dalam membantu untuk pengaturan jenis diet

khusus ini. Tujuannya adalah untuk menurunkan kalsium urin sehingga tidak ada batu baru terbentuk tanpa menghasilkan kekurangan kalsium.5 Dalam beberapa kasus, diet yang mengandung kadar kalsium lebih rendah dari RDA mungkin diperlukan. Jika diet ini dipertimbangkan, orang tua dan anak harus diberikan pemahaman mengenai risiko yang dapat terjadi dibandingkan keuntungan yang didapat (yaitu potensi kekurangan kalsium dibandingkan potensi penurunan produksi batu).5 Pada anak dengan hiperkalsiuria, membatasi natrium berdasarkan RDA sesuai umur memberikan manfaat yang lebih. Dalam sebuah penelitian pada pasien dewasa pada tahun 2002, Borghi dkk melaporkan bahwa natrium dan pembatasan protein hewani lebih efektif dalam mengurangi pembentukan batu kalsium dari pembatasan kalsium. Untuk membatasi asupan natrium anak berdasarkan RDA dan asupan protein hewani adalah tidak berbahaya dan dapat membantu sehubungan dengan pembentukan batu.5 Anak-anak dengan hiperurikosuria mungkin mendapatkan manfaat dari menghindari makanan yang kaya purin. Menurunkan asupan purin sesuai RDA dapat menurunkan asam urat serum dan ekskresi asam urat lewat urin. Pada anak dengan kelainan bawaan terkait metabolisme purin, penurunan asupan purin saja tidak menormalkan ekskresi asam urat urin. 5 Modifikasi diet ini dimaksudkan untuk mengurangi komponen batu pada ekskresi air kemih, tetapi hendaknya berhati-hati untuk tidak melakukan pembatasan diet yang berlebihan sehingga mengakibatkan kekurangan gizi pada anak. 5 Konsultasi Konsultasi dengan ahli gizi pediatrik, nephrologist pediatrik, dan seorang ahli bedah urologi pediatrik biasanya diperlukan. Umumnya, sebuah nephrologist pediatrik paling berpengalaman dengan evaluasi dan pengelolaan penyakit batu ginjal pada anak-anak. Konsultasi dengan ahli bedah urologi pediatrik dilakukan untuk anak yang mungkin perlu dilakukan extracorporeal

shockwave lithotripsy (ESWL), nefrolitotomi perkutaneus (percutaneous nephrolithotomy), ureteroskopi (ureteroscopy), atau operasi terbuka.