Anda di halaman 1dari 23

DEFINISI

Batu Empedu adalah timbunan kristal di dalam kandung empedu atau di dalam saluran empedu.

Batu yang ditemukan di dalam kandung empedu disebut kolelitiasis, sedangkan batu di dalam saluran empedu disebut koledokolitiasis.

PENYEBAB
Batu empedu lebih banyak ditemukan pada wanita dan faktor resikonya adalah : - usia lanjut - kegemukan (obesitas) - diet tinggi lemak - faktor keturunan.

HAPALKAN !!!

Komponen utama batu empedu


Kolesterol Cairan empedu mengandung sejumlah besar kolesterol yang biasanya tetap berbentuk cairan. Jika cairan empedu menjadi jenuh karena kolesterol, maka kolesterol bisa menjadi tidak larut dan membentuk endapan diluar empedu.

sebagian kecil lainnya terbentuk dari garam kalsium.

Sebagian besar batu empedu terbentuk di dalam kandung empedu dan sebagian besar batu di dalam saluran empedu berasal dari kandung empedu.
Terbentuk di saluran empedu jika empedu mengalami aliran balik karena adanya penyempitan saluran .

Batu empedu di saluran empedu infeksi hebat sal empedu (kolangitis), infeksi pankreas (pankreatitis) atau infeksi hati. Obstruksi saluran empedu bakteri tumbuh infeksi. Bakteri menyebar melalui aliran darah infeksi di bagian tubuh lainnya.

GEJALA

Jangka lama tidak menimbulkan gejala, terutama bila batu menetap di kandung empedu. Batu yang besar bertahap mengikis dinding kandung empedu masuk usus halus/usus besar penyumbatan usus (ileus batu empedu).

Batu empedu yang tiba-tiba menyumbat saluran empedu, gejala yang timbul:

Nyeri: Nyeri kolik cenderung hilangtimbul. Nyeri timbul perlahan dan mencapai puncaknya, kemudian berkurang bertahap. Nyeri bersifat tajam dan bisa berlangsung sampai beberapa jam.

Lokasi nyeri paling banyak di perut atas sebelah kanan atau midepigastrik dan bisa menjalar ke bahu kanan.

Mual dan muntah. Demam, menggigil dan sakit kuning (jaundice). Nyeri akibat penyumbatan saluran tidak dapat dibedakan dengan nyeri akibat penyumbatan kandung empedu.

Penyumbatan menetap pada duktus sistikus peradangan kandung empedu (kolesistitis akut). Penyumbatan pada duktus pankreatikus peradangan pankreas (pankreatitis).

Penatalaksanaan Medis
HAPALKAN !!! Kolesistektomi laparoskopi.

Pelarutan dengan metil-butil-eter Pemecahan dengan gelombang suara (litotripsi) Pelarutan dengan terapi asam empedu menahun (asam kenodiol dan asam ursodeoksikolik).

Komplikasi: - perdarahan - peradangan pankreas (pankreatitis) - perforasi atau infeksi saluran empedu. PERFORASI BERDAMPAK PADA APA ?? PENYAKIT LNJUTN DARI PERFORASI ????

RENCANA PERAWATAN TERINTEGRASI

Perawatan pra dan pasca operasi Terapi IV Nyeri

Pengkajian Keperawatan Riwayat/faktor resiko - Obesitas - Sirosis hepatis - Kontrasepsi oral - Kanker kandung empedu - Pankreatitis

Observasi - Nyeri kolik midepigastrium menjalar ke bahu - Mual, muntah - Demam, menggigil - Urin berwarna gelap, pekat - Penurunan BB - Takikardi - Takipnea - Distensi abdomen - Ikterik

Pem. diagnostik
Amilase dan lipase meningkat Bilirubin serum meningkat Ultrasonografi/ radiologi abdomen SDP meningkat > 12.000 Koleksistogram ( pada kolesistitis )

DIAGNOSA KEPERAWATAN PERIODE PRAOPERASI


Risiko kurang volume cairan b.d status puasa, penghisap gastrik Nyeri b.d proses penyakit; adanya batu, infeksi Perubh nutrisi b.d penurunan intake nutrisi, muntah Kurang pengetahuan b.d kurangnya informasi tentang kebutuhan prwt di rumah

INTERVENSI KEPERAWATAN
- Pertahankan puasa, kaji tanda2 dehidrasi - Pertahankan cairan parenteral dengan elektrolit, pantau intake output setiap 8 jam - Pantau selang nasogastrik - Pantau elektrolit serum, Hb, Ht - Auskultasi abdomen setiap 8 jam - Observasi ikterik, pruritus, defisiensi vit K Berikan analgetik sesuai program Pertahankan tirah baring, kepala ditinggikan 30-45, jangan lipat lutut Ajarkan tindakan penurun nyeri alternatif

INTERVENSI KEPERAWATAN
Setelah selang NGT dilepas , kolaborasikan u pemberian diet cair rendah lemak Pantau bising usus; observasi thd distensi Pantau BUN, albumin serum Timbang BB setiap hari

- Berikan informasi tentang distress peningkatan cairan empedu dan komplikasinya - Berikan informasi tentang diet di rumah: diet rendah lemak meningkatkan masukan lemak bertahap - Diskusikan tentang perlunya menurunkan BB - Tekankan pentingnya aktifitas sesuai toleransi - Berikan dorongan untuk tindak lanjut

DIAGNOSA KEPERAWATAN PERIODE PASCA OPERASI

............................ Dx Pra Op Pola nafas tidak efektif b.d penurunan ekspansi paru dan nyeri Risiko kerusakan integritas kulit b.d prosedur invasif: drainage selang T

INTERVENSI KEPERAWATAN
Tinggikan posisi kepala 20-30 Ajarkan Px batuk efektif dan nafas dalam Berikan spirometer insentif Pantau insisi, pertahankan dan ganti balutan Kaji kepatenan selang T setiap 2j sampai 4 j Pasang kasa jeli petrolium u mencegah iritasi Ingatkan pasien u tdk menggaruk bila terasa gatal Klem selang T setelah makan; observasi distensi, kram, dan nyeri; lepaskan klem selang T bila gejala terjadi. Kolaborasikan dgn dokter - Ambulasikan dengan bantuan sesuai dengan kebutuhan

SEKIAN