Anda di halaman 1dari 3

Sejarah & Aplikasi

Pada zaman dahulu, dua mineral hitam dari Magnesia(Yunani) sama-sama disebut Magnes, tetapi berbeda gender. Magnes maskulin dapat menarik besi, dan bijih besi yang sekarang dikenal sebagai magnet atau magnetit. Magnes feminim tidak menarik bijih besi, tetapi digunakan untuk membuat kaca tidak berwarna. Magnes feminin ini kemudian disebut magnesia, yang dikenal sekarang sebagai pyrolusite atau mangan dioksida Abad 16 Mangaseum (mangan dioksida) oleh glassmaker sebagai pemberi warna lembayung pada kaca.

Abad 17 Mangan dioksida diubah menjadi permanganat untuk reagen sebagai oksidator kuat pada analisis kuantitatif dan pengobatan. Abad 18 Asam klorida dan natrium klorida bereaksi dengan mangan dioksida. Dioksidanya untuk pembuatan oksigen dan klorin dalam pengering cat Johan G. Gahn mereduksi mangan dioksida dengan karbon sehingga menghasilkan logam mangan dan digunakan pada pembuatan baja agar lebih keras.

Abad 19 Mangan phospate digunakan untuk melindungi senjata api dari korosi di Amerika. Mangan dioksida juga digunakan sebagai katodik depolizer pada baterai kering hingga kini.