Anda di halaman 1dari 30

KONSEP ISTIRAHATTIDUR

By: Lisna A.F.,S.Kep,Ners,M.Kes

Pengertian
Istirahat & tidur kebutuhan dasar Istirahat suatu keadaan tenang,relaks,tanpa tekanan emosional,& bebas dari perasaan gelisah Tidur status perubahan kesadaran ketika persepsi & reaksi individu terhadap lingkungan menurun (aktifitas fisik minimal, tingkat kesadaran bervariasi, perubahan proses fisiologis tubuh,& penurunan respons thd stimulus eksternal). 1/3 waktu tidur memulihkan/ mengistirahatkan fisik setelah seharian beraktivitas,mengurangi stress & kecemasan,serta dapat meningkatkan kemampuan & konsentrasi saat hendak melakukan aktivitas sehari-hari.

Fisiologi Tidur
Aktivitas tidur diatur & dikontrol di batang otak: Reticular Activating System (RAS) dan Bulbar Synchronizing Region(BSR). RAS di bag. atas batang otak diyakini memiliki sel2 khusus yang dapat mempertahankan kewaspadaan & kesadaran; memberi stimulus visual,pendengaran,nyeri,dan sensori raba;serta emosi dan proses berfikir. Pada saat sadar RAS melepaskan katekolamin Pada saat tidur BSR melepaskan serotonin

IRAMA SIRKADIAN
Setiap makhluk hidup memiliki bioritme (jam biologis) yang berbeda. Pada manusia,bioritme ini dikontrol oleh tubuh dan disesuaikan dengan factor lingkungan (mis; cahaya, kegelapan, gravitasi dan stimulus elektromagnetik). Bentuk bioritme yang paling umum adalah ritme sirkadian yg melengkapi siklus selama 24 jam. Dalam hal ini, fluktuasi denyut jantung,tekanan darah,temperatur,sekresi hormon,metabolisme dan penampilan serta perasaan individu bergantung pada ritme sirkadiannya. Tidur adalah salah satu irama biologis tubuh yang sangat kompleks. Sinkronisasi sirkadian terjadi jika individu memiliki pola tidur-bangun yang mengikuti jam biologisnya: individu akan bangun pada saat ritme fisiologis paling tinggi atau paling aktif dan akan tidur pada saat ritme tersebut paling rendah.

JENIS-JENIS TIDUR
Berd penelitian dgn alat elektroensefalogram (EEG), elektro-okulogram (EOG), dan elektromiogram (EMG), dua jenis tidur: 1. Non-rapid eye movement(NREM) tidur gelombang-pendek krn gelombang otak yang ditunjukkan oleh orang yang tidur lebih pendek daripada gelombang alfa dan beta yang ditunjukkan orang yang sadar. - penurunan sejumlah fungsi fisiologi tubuh - semua proses metabolic termasuk TTV, metabolism, dan kerja otot melambat.

Tidur NREM sendiri terbagi atas 4 tahap (I-IV). Tahap I-II disebut sebagai tidur ringan (light sleep) dan tahap III-IV disebut sebagai tidur dalam (deep sleep atau delta sleep).
2. Tidur REM tjd setiap 90 menit & berlangsung selama 5-20 menit. Tidur REM tidak senyenyak tidur NREM mimpi - otak cenderung aktif dan metabolismenya meningkat hingga 20% - pada tahap ini individu menjadi sulit untuk dibangunkan / justru dapat bangun dengan tiba2 - tonus otot terdepresi - sekresi lambung meningkat - frek. jantung dan pernapasan tidak teratur.

SIKLUS TIDUR
Selama tidur , individu melewati tahap tidur NREM dan REM. Siklus tidur yang komplet normalnya berlangsung selama 1,5 jam, dan setiap orang biasanya melalui 4-5 siklus selama 7-8 jam tidur. Siklus tersebut dimulai dari tahap NREM yang berlanjut ke tahap REM. Tahap NREM I-III berlangsung selama 30 mnt, kmd diteruskan ke tahap IV selama 20 menit. Setelah itu, individu kembali melalui tahap III dan II selama 20 menit. Tahap I REM muncul sesudahnya dan berlangsung selama 10 menit.

Kebutuhan Tidur
Umur 0-1 bulan 1- 18 bulan 18 bulan- 3 tahun 3- 6 tahun 6-12 tahun 12-18 tahun 18-40 tahun 40-60 tahun > 60 tahun Tingkat Perkembangan Bayi baru lahir Infant Toddler Preschool School age Adolescent Young adult Middle age adult Early adult Jumlah kebutuhan tidur 14-18 jam/hari 12-14 jam/hari 11-12 jam/hari 11 jam/hari 10 jam/hari 8,5 jam/hari 7-8 jam/hari 7 jam/hari 6 jam/hari

FAKTOR YG MEMPENGARUHI KUANTITASKUALITAS TIDUR


1. Penyakit 2. Lingkungan 3. Kelelahan semakin pendek siklus tidur REM 4. Gaya Hidup 5. Stres emosional 6. Stimulant & alkohol 7. Diet 8. Merokok 9. Medikasi : hipnotik dapat mengganggu tahap III dan IV tidur
NREM,metabloker dapat menyebabkan insomnia dan mimpi buruk, sedangkan narkotik (mis; meperidin hidroklorida dan morfin) diketahui dapat menekan tidur REM dan menyebabkan seringnya terjaga di malam hari.

10.Motivasi

GGN.TIDUR
1. Insomnia ketidakmampuan memenuhi kebutuhan tidur, baik secara kualitas maupun kuantitas >>dws Penyebabnya bisa karena gangguan fisik atau karena factor mental seperti perasaan gundah atau gelisah. Ada tiga jenis insomnia: 1.Insomnia inisial : Kesulitan untuk memulai tidur. 2.Insomnia intermiten :Kesulitan untuk tetap tertidur karena seringnya terjaga. 3.Insomnia terminal: Bangun terlalu dini dan sulit untuk tidur kembali. Cara mengatasi insomnia : olahraga rutin, menghindari ransangan tidur di sore hari, melakukan relaksasi sebelum tidur (mis; membaca, mendengarkan music),dan tidur jika benar-benar mengantuk.

2. Parasomnia : perilaku yang dapat mengganggu tidur atau muncul saat seseorang tidur >> anak-anak Bbp turunan parasomnia :sering terjaga (mis; tidur berjalan, night terror), gangguan transisi bangun-tidur (mis; mengigau), parasomnia yang terkait dengan tidur REM (mis; mimpi buruk) 3. Hipersomnia : kebalikan dari insomnia, yaitu tidur yang berlebihan t.u pada siang hari. Penyebab : kerusakan system saraf, gangguan pada hati atau ginjal, atau karena gangguan metabolisme (mis; hipertiroidisme). Pada kondisi tertentu, hipersomnia dapat digunakan sebagai mekanisme koping untuk menghindari tanggung jawab pada siang hari.

4.Narkolepsi : gelombang kantuk yang tak tertahankan yang muncul secara tiba2 pada siang hari. Gangguan ini disebut juga sebagai serangan tidur atau sleep attack. Penyebab pastinya belum diketahui. Diduga karena kerusakan genetik 5. Apnea saat tidur /sleep apnea 6. Enuresa : buang air kecil yang tidak disengaja pada waktu tidur atau istilah lain dikenal dengan nama mengompol, enuresa ini ada dua: enuresa nokturnal: mengompol diwaktu tidur dan enuresa diurnal: mengompol diwaktu keadaan bangun tidur

ASKEP
Pengkajian Diagnosa keperawatan Perencanaan Implementasi Evaluasi

Pengkajian
1. Riwayat tidur: waktu berangkat, jatuh dan bangun dari tidur, jumlah tidur siang dan malam hari, kegiatan sehari-hari, aktivitas, rekreasi, kebiasaan, lingkungan tidur dll 2. Tanda dan gejala klinins: perasaan lelah, gelisah, lesu, apatis, kehitaman daerah sekitar mata, kelopak mata bengkak, konjungtuva merah, mata perih, perhatian terpecah-pecah dan sakit kepala 3. Terhadap penyimpangan tidur: perubahan tingkah laku dan auditorik, meningkatnya kegelisahan, gangguan persepsi, halusinasi visual dan auditorik, bingung, disorientasi tempat dan waktu, gangguan koordinasi, bicara rancu, tidak sesuai dan intinasinya tidak teratur

Diagnosa keperawatan
1. Gangguan pola tidur b.d kerusakan transpor oksigen, gangguan metabolisme, kerusakan eliminasi, pengaruh obat-obatan, immobilisasi, nyeri pada kaki, tekut operasi, terganggu oleh kawan sekamar 2. Cemas b.d ketidakmampuan untuk tidur, sleep apnea, ketidakmampuan mengawasi perilaku 3. Koping individu tidak efektif b.d insomnia 4. Gangguan pertukaran gas b.d sleep apnea 5. Potensi injuri b.d somnambolisme 6. Gangguan konsep diri b.d penyimpangan tidur hipersomnia

Rencana keperawatan
Tujuan Mempertahankan kebutuhan-kebutuhan istirahat tidur dalam batas normal Rencana tindakan
Lakukan identifikasi faktor yang mempengaruhi masalah tidur Lakukan pengurangan distraksi lingkungan dan hal-hal yang dapat mengganggu tidur Coba untuk induce sleep Kurangi potensi injuri selama tidur Berikan pendidikan kesehatan dan lakukan jika diperlukan

Pelaksanaan keperawatan
1. Mengidentifikasi faktor penyebab dan mengatasi masalah tidur, faktor lingkungan rumah sakit dan penyakitnya tindakan: a. libatkan pasien dalam membuat jadwal aktifitas b. memberikan obat analgetik sesuai dengan program terapi c. Membrikan lingkungan supportif d. Menjelaskan dan memberikan support pada pasien agar tidak takut dan cemas

Pelaksanaan..

INSOMNIA
Tindakannya: Anjurkan utk makan berprotein tinggi sebelum tidur seperti keju dan susu Usahakan agar beranjak tidur pada waktu yang sama dan hindari tidur di siang atau sore hari Usahakan tidur hanya saat merasakan mengantuk dan tidak pada waktu kesadaran masih penuh Hindari kegiatan yang membangkitkan minat sebelum tidur Gunakan teknik pelepasan otot serta meditasi sebelum berusaha untuk tidur

Pelaksanaan..

ENURESA
Tindakannya: Kurangi minum beberapa jam sebelum tidur Lakukan pengosongan kandung kemih sebelum tidur Bangunkan pada malam hari untuk buang air kecil

Pelaksanaan..

Narkolepsi
Tindakannya: Berikan obat-obatan seperti kelompok amfetamin atau kelompok metilfenidat hidroklorida (ritalin) yang digunakan untuk mengendalikan narkolepsi

Pelaksanaan..

2. Mengurangi distraksi lingkungan dan hal-hal yang mengganggu tidur, dengan cara: Menutup pintu kamar pasien Memasang kelambu/gorden tempat tidur Mematikan pesawat telepon Membunyikan musik yang lembut Meredupkan atau mematikan lampu Memberikan lampu tidur (malam) Mengurangi jumlah stimulus Menepatkan pasien dengan kawan sekamar yang cocok.

Pelaksanaan..

3. Meningkatkan aktifitas pada siang hari, dengan cara: Membuat jadwal aktifitas yang dapat menolong pasien, jadwal harus disesuaikan dengan status kesehatan pasien atau sesuai dengan kebutuhan istirahat tidur Usahakan pasien tidak banyak tidur pada siang hari karena jika banyak tidur pada siang hari, malamnya tidak bisa tidur

Pelaksanaan..

4. Membuat pasien untuk induce sleep dengan cara: Mandi sebelum tidur Minum susu hangat Membaca buku Nonton televisi dan sebagainya 5. Melakukan personal hygiene, seperti menggosok gigi, membasuh muka, membersihkan tempat tidur

Pelaksanaan..

6. Mengurangi potensi injuri selama tidur, dengan cara: Gunakan cahaya lampu malam Posisi tempat tidur rendah Letakkan bel dekat pasien Ajarkan pasien bagaimana cara meminta bantuan Jika pasien menggunakan selang drainase, gantungkan ditempat tidur dan ajarkan bagaimana cara memindahkannya

Pelaksanaan..

7. Memberikan potensial injuri selama tidur denagn cara: Ajarkan rutinitas jadwal tidur di rumah dengan cara mengatur jadwal bekerja, istirahat dan tidur, bangun pada waktu biasanya setelah tidur sudah tidak enak, hindari tetap ditempat tidur apabila sudah bangun dan lain-lain Ajarkan pentingnya latihan regular kurang lebih jam tiap tiga kali seminggu untuk menurunkan stres dan meningkatkan tidur Jelaskan bahwa obat-obatan hipnotik tidak boleh digunakan untuk jangka waktu yang lama karena beresiko terhadap berkembangnya toleransi Apabila gangguan tidur kronik lakukan rujukan segera Apabila wanita hamil maka ajarkan kepadanya untuk tidak berdiri jika mampu duduk, tinggikan kaki ketika duduk, jangan duduk jika bisa tidur seseuaikan jadwal untuk bisa tidur siang dll

Tindakan keperawatan pada anak


1. Neonatus dan bayi Berikan speri yang kering dan tebal untuk menutupi perlak, permukaan kasur tegang dan rata Hindarkan bantal yang terlalu banyak Posisi pasien sesuia dengan umur Menjamin suhu ruangan yang sesuai yaitu kurang lebih 18-21 C pada siang hari 15,5-18 C, hindarkan dari angin dan gunakan selimut Berikan cahaya lampu yang lembut Pastikan pakaian bayi nyaman dan kering Berikan aktifitas yang tenang sebelum menidurkan bayi, mis: membelai, menimang, bersenandung, dan memberikan lingkungan yang nyaman

Tindakan
2. Toddler Memberikan kebiasaan waktu tidur malam dan siang secara konsisten Menempel jadwal tidur Memberikan aktifitas tenang sebelum tidur Mensupport aktifitas tension reducing seperti baercerita, dan memberikan mainan

Tindakan
3. Pre school Sama dengan toddler Sering memperlihatkan keyergantungan selama menjelang tidur Mendorong pasien untuk mengekspresikan ketakutannya dan menjelaskan bahwa perawat selalu dekat dengannya Membaca buku cerita Menjalankan lampu yang agak terang 4. Anak Sekolah Perlu istirahat, tetapi mereka sering banyak aktifitas, perawat sering mengingatkan untuk istirahat dan tidur

Tindakan
5. Adolesence Adolesence sering memerlukan waktu sebelum tidur berdandan dan personal higiene Adult (young, middle age, elderly) Membantu pasien relase sebelum tidur 1. memberikan hiburan 2. Mengurangi rasa nyeri 3. Memberikan tempat tidur sehingga tempat tidur nyaman dan bebas ari bau-bau

6.

Memberikan lingkungan dimana pasien merasa aman dan perawat dekat dengannya 1. Memberikan selimut sehingga tidak kedinginan 2. Menganjurkan untuk latihan relaksasi 3. Memberikan snack atau susu hangat sebelum tidur 4. Memberikan obat sedatif sesuai dnegan program terapi 5. Membantu pasien pada posisi tidur yang nyaman

Evaluasi keperawatan
Dinilai dari adanya kemampuan dalam memenuhi: 1. Jumlah tidur, apakah sesuai dengan kebutuhan? 2. Menjabarkan faktor2 yang mencegah dan memperlihatkan tidur 3. Menjabarkan tehnik2 yang dapat digunakan untuk mengatasi gangguan tidur 4. Mendemonstrasikan adanya keseimbangan istirahat dan tidur sesuai dengan status kesehatan pasien 5. Hilangnya tanda klinik gangguan tidur dan penyimpangan seperti pasien memperlihatkan perasaan segar, tidak gelisah, tidak lesu dan apatis, hilangnya kehitaman daerah sekitar mata, kelopak mata bengkak mulai menghilang, tidak ditemukan konjungtiva merah dan mata perih, konsentrasi penuh, persepsi baik dan orientasi penuh, tidak ditemukan gangguan proses berpikir, bicara dll