Anda di halaman 1dari 1

Ruang Hijau

Mengolah Sampah Rumah Tangga


Tanpa disadari, hampir setiap hari orang-orang memproduksi sampah rata-rata 0,8 kg/hari. Namun, hanya sedikit orang yang peduli masalah sampah. Ikuti paparan Cl. Kusuma Astuti untuk solusinya.

alah satu caranya adalah mengolah sampah menjadi kompos. Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah memisahkan sampah rumah tangga menjadi dua kelompok, yaitu: sampah organik dan non-organik. Sampah organik adalah sampah yang dapat membusuk, misalnya sisa makanan, daun-daunan, jerami, atau sampah dari bahan sisa yang dimasak sehari-hari, seperti batang kangkung, kol, sawi, serta kulit bawang. Dan, sampah non-organik adalah sampah yang sulit diurai (busuk), seperti plastik, kaca, baterai, dan styrofoam. Oleh karena dalam membuat kompos hanya memanfaatkan sampah organik, sampah non-organik dapat dibuang di tempat sampah. Berikut adalah cara mengolah sampah organik menjadi kompos: 1. Siapkan tempat mengolah sampah; dapat menggunakan ember bekas (composer) yang diberi lubang pada dasarnya, bagian bawah diberi tatakan air, dan tutup ember.

4. Lakukan setiap hari dengan menambah sampah. Aduk agar sampah mengalami pemanasan hingga menghasilkan uap air yang akan menetes pada tatakan ember. Tetesan air yang disebut air lindi ini merupakan ekstrak atau biang pupuk cair organik (berwarna cokelat gelap). Pemakaian air lindi sebagai pupuk adalah dengan mencampur 1020 ml air lindi dengan 1 liter air. Anda dapat menyiramkan pada media tanaman atau menyemprotkan pada tanaman. 5. Tambahkan selalu sampah dalam ember. Jika kurang lembap, berilah air. Namun, usahakan agar tidak terlalu banyak air dan tidak diaduk, kompos dapat berbau busuk serta timbul belatung. Untuk itu, aduklah kompos setiap hari minimal sekali. 6. Apabila calon kompos terlalu bau atau basah, netralisasi dengan memberikan sekam bakar/serbuk gergaji secukupnya (diaduk). Jangan biarkan kompos terlalu kering. Sebab, jamur berwarna putih akan tumbuh. Jika ini terjadi, tambah air secukupnya sampai lembap. 7. Pada minggu ketiga, produksi air lindi berkurang dan kompos berwarna cokelat kehitaman. Pemanasan pun berkurang, tetapi tetap lakukan pengadukan. 8. Pada minggu keempat, sampah berwarna kehitaman dengan kelembaban sekitar 30C. Kompos ini sudah dapat digunakan. Jika ingin hasil lebih bagus, sebaiknya anginanginkan kompos tersebut dan ayak setelah kering. Hasilnya, kompos akan rata seperti tanah. Kompos ini dapat dicampur dengan media lain untuk tananam dalam pot. Dan, kompos yang kasar dapat dicampur dengan tanah sekitar tanaman.

2. Setelah dipilah, sampah dicacah menjadi 0,52 cm agar cepat lapuk/ dekomposisi. 3. Serpihan sampah daun dan sampah lain, seperti sisa makanan, dimasukkan dalam ember dan diberi ragi/activator/EM4 (bakteri fermentasi). Setelah itu, aduk dan beri cukup air agar lembap. Terakhir, tutup ember dan tempatkan di tempat teduh atau tidak terkena hujan.

52