Anda di halaman 1dari 31

K

rr.r
E: Dg F.;

ts
f

t:
.F I

F
I

5Nl

47-2005 ,sNl 15-00

Standar NaslonalIndonesia

Kaca lembaran

lcs 81.040.30

Badan StandardisasiNasional

-2005 sNf 15-0047


?

Daftarisi

D a f t air si.... Prakata. 1


3

J ii 1 1 1 1 2 10 11 24 ........ 24

Ruang lingkup
lstilah dan definisi

5 6 7 8 I

$prat mutu P e n g a m b i lc ao nn t o h . . . . Cara uji .. Slaratlulusuji. penandaan... Slarat

pengemasa 10 Cara .n L a m p i r aA n
H,l nltn.lr2tlq l t
e r v r r v Y r . . !

n
. 2 6 28

sNt 15-0047-2005

Prakata

Mutudan yaituSNI 15-0047-1987 kacalembaran dua standar saatini terdapat Di lndonesia 15-0130-1999 penarikan proses SNI dan yang dengan diproduksi carauji kacalembaran, di atas leburan denganprosespengembangan yang diproduksi Kaca'penger-rbangan, namunproduk dan rata, produk halus ini licin, kaca dua ke Oiiinlaudiri bentuknya togam. yang gelombang besar. lebih cacat penarikan mempunyai cara kJcadengan yangjuga sama,yaitu:sifat uji-uji juga keduastandar di atasjuga mempunyai Demikian kaca istilah kerancuan Agartidakterjadi dan kerataan. kesikuan bintuk,dimensi, tampak, direvisi tersebut makakeduastandar dan Internasional lndonesia di masyarakat lembaran g/ass). (Flat lembaran Kaca menjadi bahan primerdan sebagai produk sebagai kaca lembaran mutu produk Untukmendukung dan berlapisuntuk diperkeras produksekundeisepertiuntuk produk kaca pengaman juga produk maka lainnya, untuk uji wajibdan yangakandiberlakukan bermotor kendaraan kebutuhan suatu perslaratan menjadi yang memenuhi )ang kaca lembaran ketersediaan pasarregional dan global,maka diperlukan uniuk memasuki terutama sangatpenting, kemampuan dengantanpa meninggalkan yang dapat bersaing kaca lembaran standar produsen nasional dampak: mempunyai ini diharapkan kacalembaran revisi Dengan a) b) .i dj produk dapatmeningkatkan Produsen terlindungi, dapat konsuman Kepentingan dihindari; dapat perdagangan lnternasional di dalam danstandar teknis Hambatan produk negeri; dalam mencintai kebanggaan Meningkatkan

2003yang padatanggal 5 desember di Jakarta konsensus dalam ini telahdibahas Standar terkait dan instansi asosiasi produsen, konsumen, daribalaipenguji, olehwakil-wakil dihadiri lainnya.

sNt 15-0047-2005

Kaca lembaran

Ruanglingkup

Standar inimenetapkan spesifikasi teknis untuk kacalembaran yangdiproduksi dengan proses penarikan danpengembangan. Acuannormatif SNI 15-1573-1989, Carauii beratienrs gelasdenganrnetoda terapung tenggelam. SNI 15-157 4-1989,Carauji titiklunakgelas. -1991 sNl 15-2173 kimiagelassodakapur , cara uji anarisa
lstilahdan definisi

sitikat.

3.1 kacalembaran produk gelasyangberbentuk pipih(ftatglass), padaumumnlamempunyai ketebalan 1 mm sampai 25 mm,mempunyai sifattransparan, tidakberwarna atauberwarna 3.2 gelas(g/ass) hasilpelkeburan (fusion) bahananorganik setelah didinginkan -kaku sampaikondisi tanpa kristalisasi, mempunyai sifat keras din getas serta mJmpunyai bentukpecahan seperti bentukkerang(conchoidat), dapat tidak berwarna atau benparna dan dapattransparan sampai (opaque) buram 3.3 lstilah-lstilah yangberkaitan dengan kacalembaran dijelaskan padaLampiran A
Klasifikasi

Kacalembaran jenis,mutudan penggubnaannya berdasarkan diklasiflkasikan yang seperti tercantum dalam Tabel1 berikut ini: Tabel1 Jenis,mutudan penggunaan kacalembaran
Jenis

Mutu
M

gunaan Peng pembuatan Untuk cermin pembuatan Untuk kacapengaman berlapis kendaraan bermotor

Polos ataubervyarna L

1 dari 28

sNt 15-0047-2005

Tabel1
Jenis

(lanjutan) Penggunaan pembuatan diperkeras kacapengaman Untuk bermotor untukkendaraan penggunaan umum bangunan bahan Untuk

Mutu
T

Polos atauberuvarna
G

Syaratmutu

umum 5.1 Sifat-sifat harus butir7.1.1s/d butir7.1.10 dengan bila diujisesuai umumkaca lembaran Sifat-sifat ini. 2 berikut Tabel memenuhi Tabel2
No 1. l n d e k sb i a s Sifat gelas

umum Sifat-sifat Persyaratan - 1,55 1,49 4-8(satupermukaan 5 - O,25 0,1 7 2 0- 7 4 0 - 0,78 0,58
8 , 5 - ' u- 1 0 - o

2. 3.
4.

(%) refleksi Faktor


(kaUq'C) P a n a ss p e s i f l k

5.
6.

(OC) Titik lunak panas(w/(m.k) Davahantar


m u a i p a n a sl i n e a r( " C ' ) Koefisien

7.
8. L

jenis(kg/m") Berat
(skalamoh's) Kekerasan

(kg/cm') Kuatlentur cuaca/ air 1 0 . Ketahanan

2450- 2550 6-7 350 Minimum


16 ml HzSOa A l k a l i n i t am s aksimum 0 , 0 2N

5.2 Sifattampak cermin(M) untuk pembuatan 5.2.1 Sifattampakkaca lembaran butir7.2 dengan cermin(M) biladiujisesuai untukpembuatan kacalembaran Sifattampak 7. 5, Tabel 6 danTabel 3, Tabel 4, Tabel Tabel memenuhi harus

2 dari 28

sNl 15-0047-2005

Tabel 3

Gelembung s a t u a nd a l a m buah

Luas kaca contoh () m' 8<0,5 0,5<8<1,0 0 , 5< L < 2 , 0

Bagian kaca

Pusat
Marqin al

Pusat
Maroinal

Pusat
al Marqin

tz2,o

Pusat
Marqin al

(gl gelembung dengandiameter Jumlahmaksimum <g<1,2mm 1 , 2 m m < O < 1 , 5 m m 0,4mm<9<0,8mm 0,8mm 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 2 3 0 2 2 0 5 5 0 , 5/ m ' 1,0 / m' 1 , 5/ m ' , 1 , 5/ m ' 2 . 5/ m 3 . 0/ m ' Tabel4 Batuandan tonjolan

Luas kaca contoh () mt 8<0,5 0,5<8<1,0 0 , 5S l < 2 , 0

Bagian kaca

buah dalam satuan (gl gelembung dengandiameter Jumlahmaksimum 0,3mm<O<0,5mm0,5mm<O<1,Omm 0 0 0 0 I I 1 1 2 1 2


J

Pusat
Marqinal

Pusat
Marginal

9>1,Omm 0 0 0
n

Pusat
Marqinal

2
0 . 5/ m ' 1.5 | m'

l . >2 , 0

Pusat
Marqinal

1 . 0/ m ' 1,5 / m'

0 0 0 0

Tabel 5

Benang gelas dan bahan heterogen

Luaskaca contoh()mt
8<0,5

Bagian kaca Pusat


Marqinal

Syaratmutu panjang(pj) mm Tidak tersesuai Pj < 15 mm Tidak tersesuai P i< 2 5 m m tersesuai Tidak P i< 5 0 m m tersesuai Tidak
P j< 7 5 m m

0,5:8<1,0
0 , 5< l < 2 , 0 l.>2,0

Pusat
Marginal

Pusat
Marqinal

Pusat
al M ar q i n

3 dari 28

sNt 15-0047-2005

Tabel6 Garis rambut


Luas kaca contoh () mt 8<0,5 0,5<8<1,0 0,5SL<2,0 Bagian kaca

Syaratmutu panJang (pJ)mm Tidak tersesuai P i< 2 5 m m Tidak tersesuai


P j< 5 0 m m

Pusat
al Marqin

Pusat
Marqin al

Pusat
Marqin al

Tidak tersesuai

P is 7 5 m m
Tidak tersesuai P i < 1 0 0m m

l> 2,0

Pusat
Marqin al

Tabel 7

Bintik-bintik, awan, goresan, retak, gelombang serpihan/gumpilandan kenampakan keseluruhan Jenis cacat

Syaratmutu Tidak tersesuai biladiuii sesuai butir 7.2 Disesuai melalui suatu kacapadasudut 45 u garis terhadap yang normal, setiap benda berjarak 5 m di belakangnya tidakmengalami perubahan bentuk Bebas yanglebaratau dariserpihan/gumpilan panjangnya lebih besar daritebalkaca gelembung Jarakantara cacat dantonjolan kurang dari30 cm
Tidak ada keretakan

goresan Bintik-bintik, dan awan Retak-retak'


Gelombang

Serpihan / gumpilan Kenampakan keseluruhan

A gambar: keterangan 415 a adalah A'. 415 b adalah B Gambar 1 Bagianpengukuran kacalembaran untukkacacermin(M)

4 dari 28

sNl 15-0047-2005

berlapis(L) dan kaca pengaman untukpembuatan 5.2.1 Sifattampakkaca tembaran (T) untuk kendaraan bermotor diperkeras untuk berlapis/diperkeras kaca pengaman untuk pembuatan Sifattampakkaca lembaran 8, Tabel Tabel butir7.2 harusmemenuhi (L,T)biladiujisesuai dengan bermotor kendaraan d a nT a b e 1 l 3. l 1 ,T a b e l 1 2 9 , T a b e1 l 0 ,T a b e 1 Tabel8 Gelembung dalam satuan Luaskaca contoh ()m'
8<0,5 Bagian kaca

0,5S8<1,0
1 , 0< l < 2 , 0 2,0<8<3,0

Pusat al Margin Pusat


Marqinal

Pusat
Marqinal

Pusat
al Marqin

buah (gl gelembung dengandiameter Jumlahmaksimum 0,4mmcO<O,8mm0,8mm<g<1,2mm 1,2mm<O<1,5mm 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 2 3 1 2 2 q 2 5 2 3 4


I 6 4

t3 3,0

Pusat
Marqinal

2 , 0/ m ' 4 , 0/ m ' Tabel9

1,5 / m' 3 , 0/ m '

1.0 / m' 2,0 lm',

Batuandan tonjolan

Luaskaca contoh ()mt


8<0,5

Bagian kaca

Pusat
al Marqin

0,5S8<1,0
1 , 0< l < 2 , 0

Pusa
Marqn a l

Pusa
Margn a l

2 , 0= [ < 3 , 0 8>3,0

Pusa
Margn a l

Pusa
Marqn a l

buah dalam satuan O) batuandan tonjolandengandiameter Jumlahmaksimum 0,4mm<O<0,6mm 0,6mm<O<0,8mm 0 , 8 m m < Q < 1 , Z m m 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 2 3 0 1 2 2 3 5 0 2 4 3 4 8 0 1,0 / m' 2 , 0/ m ' 1,0 / m' / m' 1,5 2 , 0t m '
Benang gelas dan bahan heterogen

Tabel 10

Luaskaca contoh()m'
8<0,5

Bagian kaca

Syaratmutu panjang(pJ)mm tersesuai Tidak


P j< 2 5 m m

Pusat
al Marqin

5 dari 28

sNt 15-0047-2005

Tabel10 (lanjutan)
Luas kaca contoh () m2 Bagian kaca Marqinal

Syaratmutu panjang(pj) mm Tidak tersesuai P i< 5 0 m m Tidak tersesuai P i< 7 5 m m Tidak tersesuai
P j < 1 0 0m m

0 , 5 < t < 1 , 5 Pusat 1,5S8<3,0


8>3,0

Pusat Maroinal Pusat


Marqinal

Tabel11 Garisrambut Ukurangoresan mm Kasar L e b a r0 , 1 5- 0 , 2


Sedang L e b a r 0 . 1 0- 0 . 1 4 Panjang goresanmm Jumlah goresan maksimum per mt Pusat Marqinal 2 4

<3mm
3<L<5 5 < L < 10 1 0< L < 1 5 1 5< L < 2 0 20<L<30

Halus Lebar< 0,1

1 2 1 2
1

2 4 2 4 2

Tabel13 Bintik-bintik, awan,gelombang, retak,serpihan/gumpilan dan kenampakan keseluruhan


Jenis cacat

Syaratmutu Tidak tersesuai biladiujisesuai butir7.2 Disesuai melalui suatu kacapadasudut garis 45oterhadap normal, setiap benda yangberjarak 5 m di belakangnya tidak perubahan mengalami bentuk
Tidakada keretakan

Bintik-bintik danawan
Gelombang

Retak-retak Serpihan/gumpilan

yanglebar Bebas dariserpihan/gumpilan ataupanjangnya lebihbesardaritebal kaca gelembung Jarak antara cacat dantonjolan kurang dari30 cm

Kenampakan keseluruhan

5.2.3 Sifattampakkacalembaran untuk bahanbangunan dan keperluan umum (G) Sifat tampak kacalembaran untuk (G)biladiujisesuai keperluan bangunan dengan butir 7.2 harusmemenu T ha i be1 l 4 ,T a b e 1 l 5 ,T a b e1 l 6 ,T a b e1 l 7 ,T a b e1 l 8 d a nT a b e 1 l 9.

6 d a ri 2 8

sNt 15-0047-2005

Tabel 14 Gelembung Luas kaca I <0,5


2

buah dalam satuan 1 , 5S p j < 3 , 0 0 0,5 1 2 > 3,0 0 0 0,5 1 0,25bh/m


z

Jumlah maksimum gelembung dengan panjang (pi)

contoh{)m

0,5Spj<1,0 1 2 4
6

pj < 1,5 1,0S 0,5


1

0,5s8<1,0
1 , 0< l < 2 , 0 2 , 0< l < 4 , 0 I >4,0

2 3 1bh/m
2

2 bh/ m2

0,5 bh/m2

Luas kaca

contoh() m
I <0,5

buah dalam satuan (pj) panjang Jumlah maksimum batuandan tonjolandengan pj 2,0 0 , 5S p j < 1 , 0 1 , 0S p j < 1 , 5 1 , 5 S p j < 2 , 0 1 2 3
6

Tabel15 Batuandan tonJolan

0 0 1
1
2

0 0 0 1 0,25bh/m
2

0 0 0 0 0

0 , 5 < 8< 1 , 0

s | <2,0 1,0
2,0< l. < 4,4

| > 4,0

2 bh/m

0,5 bh/ m2

Tabel 16
2

Benang gelas dan bahan yang heterogen

Luas kaca contoh ( )

I <0,5

0.5 1 , 0s [ < 2 , 0 2,0sI


| > 4,0

Syaratmutu panjang(pj) mm pi<25 pi s50

Pjs7s
Pi < 150 Di s 200

7 dari 28

sNt 15-0047-2005

Tabel17 Garisrambut
Luas kaca contoh ( )

I <0,5

0,5 1,0 s l, < 2,0 2,O I >4,0


Tabel 18

Syaratmutu panjang(pj) mm Pi s25 Pi s50 Pj <75 Pj < 150 pi s 200


Goresan

Ukurangoresan mm Kasar - 0,25 L e b a0 r ,21


Sedang L e b a r0 , 1 6- 0 , 2 0

Panjang goresan mm

3-5 6 - 15 1 6- 5 0

satuan dalam buah Jumlahgoresan maksimum 2 per m 2 2 2

Halus - 0,15 L e b a0 r ,10

Tabel19 Bintik-bintik, awan,retak,gelombang, serpihan/gumpilan dan kenampakan keseluruhan Jenis cacat Bintik-bintik danawan Retak-retak
Gelombang

Syaratmutu Tidak tersesuai biladiuii sesuai butir 7.2 Tidakadakeretakan Disesuaimelaluisuatu kaca pada sudut 40 derajat garisnormal, terhadap 5m setiapbendayang berjarak perubahan di belakanq nvatidakmenqalami bentuk yang lebar dan Bebas dari serpihan/gumpilan paniangnva lebihbesar daritebalkaca. Jarakantara cacatgelembung dan tonjolan kurangdari 1 5cm

Serpihan/gumpilan Kenampakan keseluruhan 5.3 Bentuk dan dimensi 5.3.1 Bentuk

persegi panjang. Kacalembaran harusberbentuk ataupersegi 5.3.2 Dimensi dinyatakan atauinchi. lebar dantebalkacalembaran milimeter Panjang, dalam dan panjang butir 7.3.1 sesuai dengan & lebardantebalkacalembaran biladiukur Toleransi Ti a b e2 l 0 d a nT a b e2 l 1 .b e r i k ui t ni: butir harus memenuh 7.3.2

B dari 28

zTabel 20 Toleransi panjang dan lebar Klasifikasi tebal kaca (tb)

sNl 15-0047-2005

satuandalam mm M,L,TdanG Panjang dan lebar (pj dan lb) pi dan lb > 3048 pj dan lb S 3048

l stb 7<tb 14<tb tb

t2 t3 t4 t5

r3
x4

r5 r6

tebal Tabel21 Toleransi satuan dalam mm


Klasifikasi tebal kaca (tb) M.L.TdanG Tebal (tb)

1 s t b< 7

+ 0,2 t 0,3 t 0,5 t 1,0

7stb
14 s tb tb

5.4 Kesikuan yangberbentuk persegi panjang butir biladiukur sesuai dengan ataupersegi Kacalembaran yang rata dan lurus.Toleransi sertatepi potongan sudutsiku-siku 7.3.3harusmempunyai jarakpengukuran 0,2o/o. diagonal contoh kacalembaran maksimum kedua selisih 5.5 Kerataan yangmungkin tidakboleh lebih sesuai dengan butir7.3.4harus ada biladiukur Lengkungan yangdigunakan dan keperluan sebagai bahanbangunan dari0,307ountukkacalernbaran untukkendaraan berlapis/diperkeras kacapengaman umumdan 0,25% untukpembuatan dankacacermin. bermotor cahaya 5.6 Transmisi Tabel 22 sesuai biladiukur butir 7.4 harusmemenuhi cahaya kacalembaran transmisi Nilai b e r i k u itn i :

9 dari 28

sNt 15-0047-2005

Tabel22

Nilaitransmisi cahaya

Tebal kaca, mm

satuan dalam % sinartampakminimumuntuk kaca polos Transmisicahaya . Dengan Dengan llluminator A C illuminator Mutu L, T Mutu G
>86 >85

5 5 > tb > 5

dihitung cahaya %o transmisi rumus : menggunakan

o/o transmisi cahyadihitung menggunakan rumus :

Ttn
T5 = {0.92 Ttb =
0 ,9 2 s /tb 0,92

Ttn

x 0 , 9 2 a t a u T5= t15ttb 0,92 Ttb

x 0,92atau 15nb

{ Ts x--9-gjtb 0.92

CATATAN dengan tebal5 mm. cahaya kacapolos transmisi T5 adalah 06atau0,86. A > BO illuminator Untuk Cr > 8 5 % a t a u0 , 8 5 . Untuk illuminato kacateftentu. cahaya untuk tebal transmisi TtU adalah t e b a lk a c an o m i n a l . t6 adalah

contoh Pengambilan

yangberwenang serta olehpetugas dantidakmemihak contoh dilakukan 6.1 Pengambilan contoh. acarapengambilan berita dibuat yang akan dinilaidiambil kaca secara kelompok acak dan harusmewakili 6.2 Contoh yang mempunyai tersebut harusmempunyai mutu dan tebalyangsama.Contoh lembaran yangsama. panjang danlebar ukuran pengujian untuk ujiyangdigunakan minimal 1000mmx 1000 mm atau contoh 6.3 Ukuran ukuran lain pengujian yangdiambil untuk sesuai Tabel 23. contoh 6.4 Banyaknya

1 0d a r i2 8

sNl 15-0047-2005

Tabel23 Jumlahcontoh uji


Jumlah lembar dalam tanding

dalamlembar satuan
Kegagalan maksimum 1

6 s/d 100 101s/d500 501s/d 1500 s/d3000 1501 3001s/d 5000 5001s/d 10000 s/dseterusnye 10001 CaraUji 7 . 1 Sifatumum bias 7.1.1 Indeks 7.1.1.1 Peralatan

JumlahcontohYang diambil 6 30 40 50

5
6 I

7o
80 100

10 11 14

Abbe; satuset atatrefraktometer biasnp 1,5199; indeks dengan gelas standar (ftssue), pembersih kertas gelap terang. posisi pengatur bayangan kawat batang 7. 1 . 1 . 2 B a h a n nD = 1,6570 o-bromonapthalin Larutan i aceton Alkohol

uji .3 Benda 7. 1 . 1 x tebat). x lebar 20 mm x 8 mm x 3 mm (panjang ukuran dengan gelaspresisi Potongan buram lainnya bagian sedang bening, A dan B dipersiapkan Permukaan B

Gambar1 7.1.1.4Prosedur

bendauji permukaan Potongan

posisi terbalik' dengan a) Aturrefraktometer alkohol/aseton' menggunakan perrnrrkaan dibersihkan prisma datar bi prisma datar di permukaan ditempatkan 15199 nD bias indeks dengan c) Gelasstandar A menghadap bening posisi bagian dengan o-Bromonapthalin dengan yangtelahdiolesi ke prisma. B menghadap danbagian datang ke sinar tuas besar' menggunakan p-osisi 1 pada bias ,5199'dengan indeks skali d) Tepatkan s e b e l ak hi r i . d i tu enggunaka na s t e r a n g ' d e n gm an b a y a n g ag ne r a p n "i Fokuska
11 dari28
i

:
6

sNl 15-0047-2005 alat garissilang, bilaperlumenggunakan di tengah-tengah batasgelap-terang Tepatkan gelaP-terang. pengatur bayangan dan siap telah dikalibrasi bias dapat dinyatakan s) padi keadaanini, alat uji indeks gelas contoh. bias indeks mengukur untuk digunakan yangakandiujiindeks biasnya. gelas contoh gelasslandar dan gantidengan h ) nmUit tuas gelap memutar dengan terang bayangan carilah kiri, sebelah okuler lensa i ) Melalui fokuskan segera maka ditemukan posisi telah tersebut bila dan (sebelah kanan) kasar jelas. kiriagar tuassebelah menggunakan dengan garis batas dari bayangangelap terang di tengah-tengah j) Tepitkan g;r'ts horizontal silang. kanan. sebelah okuler lensa biasmelalui nilaiindeks berapa k) Tentukan 7.1.2 Faktorrefleksi Perhitungan dari dihitung dapat padabutir7.1.1, refleksi faktor Dariinde[sbiasgelasyangtelahdiketahui rumus:

(no- 1)
R = ( no+ 1 ) dan

= R/ np x 100% faktor refleksi Prosentase

dengan: faktorrefleksi; R adalah biasgelas. indeks ng adalah sPesifik 7.1.3 Panas sip 7.1.3.1 Prin jumlahkalori 1 gramgelas panasspesifik yangdiperlukan untukmemanaskan gelasadalah valid yang diketahui adalah rata-rata bahwapanasspesifik padasuhu 1 oC. Diasumsikan untuk luas. suhulebih interval 7. 1 . 3 . 2 P r o s e d u r Cara SNI 15-2173-1991, sesuai gelas sodakapursilika kimiakomposisi analisa a) Lakukan gelas sili(at. soda kapur kimia uji analisa rumus sebagai denganmenggunakan oksida masing-masing bi Hitung panir spesifik berikut: (ax t)+ Co x fraksioksida (0,00146 x t)* 1 dengan: /g oC; kalori cksida, panas masing-masing spesiflk C adalah oC; temperatur, t adalah yangdiukur spesifik yangdiperolehdari datapanas polinomial hubungan konstanta a adalah 24; Tabel percobaan sesuai melalui
12 dari28

sNt 15-0047-200s

Co adalah konstantadari gelas )ang dihitung dari perkalianfraksi berat setiap yangdimiliki, gelas dengan penyusun sesuai Tabel24; faktor gelas. (SiOz, CaO,Na2O dll)di dalam salahsatuoksida oksidaadalahbagian fraksi padatemperatur (q) masing-masing panas t dengan oksida spesifik sebenarnla c) Hitung berikut: rumussebagai

q =

(a x t) + C

x fraksioksida (0,00146xt)+1

gelas. panas spesifik semua C1 untuk mendapatkan nilai d) Jumlahkan Tabel24 Faktor a dan Co dari Sharp& Ginther
Oksida a Co

Si02 AIZOg
CaO
MqO

r{.'zc,

Na2O

Bzot sog
Pbo 7 . 1 . 4 T i t i kl u n a k

0,000468 0,000543 0.000410 0.000514 0,000335 0,000829 0,000635 0,000830 0.000013

0,1657 0,1765 0,1709 0.2142 0,2019 0,2229 0,1980 0,1890 0.0490

pengujian SNI 15-1574dilakukan sesuai prosedur titik lunakkaca lembaran Pengujian 1989,Carauji titiklunakgelas. 7.1.5 Dayahantarpanas 7.1.5.1 Peralatan panas. Alatuji dala hantar pelengkap penunjuk yangmerupakan alatuji digital AJat listrik Tungku 7.1.5.2 Bahan lembaran 150mm x 20 mm Kaca silikon Pasta bendauji 7.1.5.3 Penyiapan permukaan berat jenis yang ratadan mempunyai Ambildua buahbendauji dengan seragam
1 3 d a r i2 8 : I
I

'5-0047'2005 :I' Simpanbendauji tersebut di dalamtempatyangterhindar dari aliranudaralangsung 24 jampadakondisi yangstabil. selama suhu pengukuran 7.1.5.4 Prosedur pada suhu kamar 7.1.5.4.1 Pengukuran a) b) c) d) Pasang termokopelkrom alumel pada kawat penghantarpanas. Kedudukan termokopel harustetapmembentuk sudut kira-kira 30oC(sesuai Gambar 3). pengukur Di dalam ruangan tempatkan sebuah benda uji padatempat contoh. panastepat di tengah permukaan Kemudian letakkan kawat penghantar atas dari panjang bendauji,dalamarahsejajar dengan contoh uji kaca(sesuai Gambar 4). Tempatkan sebuah benda uji lainnya tepatdi atasbendauji yangpeftama, selanjutnya pemberat (yangmerupakan letakkan kelengkapan alat ukur)di atas keduabendauji tersebut, sehingga yang cukuprapat antarakeduabendauji diperoleh hubungan panas. dengan kawatpenghantar Jikatidakrapat, perekat bubuhkan silikon sepanjang permukaan kedua benda penghantar ujiyangterkena panas(sesuai kawat Gambar 5). Lakukanpengukuran harga daya hantar panas dari benda uji, dengan hasil pengukuran dapatdibacapadaalatpenunjuk digital. pada alat Hargayang terbaca penunjuk digitalsudahmerupakan hargadaya hantarpanasdari bendauji dengan satuan w(m.k) Ulangipembacaan sebanyak 3 kali dalamselangwaktu minimal15 menitselama periode 1 jam. panas Hitung harga dayahantar rata-rata daribenda uji. pengukuran pasangan Ulangi di atasuntuk yangsamasebanyak bendauji daritanding pengukuran yangdiijinkan 4 kali.Penyimpangan maksimal 5o/o:

e)

D g) h)

padasuhutinggi 7.1.5.4.2 Pengukuran a) b) Bilaakanmenentukan panas padasuhutinggi( di atassuhukamar harga dayahantar yangsuhunya dalam tungku listrik dapatdikontrol ) makabendauji diletakkan dengan (sesuai teliti Gambar 6). yangdapat padapengukuran Hal-hal diperhatikan dayahantarpanas suhutinggi ialah. yang pada Bendauji suhutinggidapatbereaksi dengantermokopel tidakdapat diuji. Benda uji yang padasuhutinggi dapatbereaksi denganoksigen, harusdiletakkan padatungku yangdialiri gasinner. listrik padasuhutinggi Benda uji yangbersifat eksoterm tidakdapatdiuji. Termokopel dan kawat pemanas harus diberi isolasiyang dibuatdari tabung alu min a.

14 dari?B

sNt 15-0047-2005

panas kawatpenghantar

I
termokopel

termokopel Gambar3 Pemasangan

uji benda

panas(tampakatas) kawatpenghantar Gambar4 Penempatan

pastasilikon

pemberat

uji benda

termokopel-

panas penghantar kawat (tampak depan) bendauji di dalamruangpengukur Gambar5 Susunan

15 dari28 :

sNt 15-0047-2005

pemberat

b e n d au j i

m 1,5

--=-+

termokopel

I t-

penghantar panas kawat Gambar 6 padasuhu tinggi Pengukuran

muaipanaslinier 7.1.6 Koefisien Peralatan 7.1.6.1 linier. Alatuji muaipanas kaca. Pemotong kayu. Mislar 0,01mm. berketelitian sorong Jangka karbida. silikon Gurinda Ovenpengering. analitis. Timbangan Bahan 7. 1 . 6 . 2 10 mm x 100mm. lembaran Kaca pembersih. Larutan contohuji 7.1.6.3 Perslapan alat yangdisesuaikan keperluan dengan kacalembaran dan lebarcontoh a) Ukurpanjang jangka menggunakan dan potonglah dengan sorong 3 buahmenggunakan uji sebanyak gurinda. yangmasih tajam dengan pemotong sisi-sisi haluskan kacakemudian pencuci di dalamoven pengering dan keringkan larutan contohuji dengan b) Bersihkan dua penimbangan antara Bilaperbedaan padasuhu(110 t 5 )oC sampai berattetap. jam di dalam.eksikator. dinginkan 0,1 % segera dari kurang 24 selama

1 6d a r i2 8

sNl 15-0047-200s

7.1.6.4 Prosedur Pengujian a) b) c) d) uji di alatuji. contoh Tempatkan suhukamar. Catat suhu(t 1;o6rrn"n',. kenaikan kecepatan suhu300oC dengan sampai Panaskan rumus: menggunakan dengan linier muai koefisien nilai Tentukan 1
O X

AL AT

L9

dengan oC-'; q linier, muaipanas koefisien adalah Lg adalah mm; panjang uji padasuhukamar, contoh panjang uji,mm; pertambahan daribenda A L adalah ( 25oC s/d300 oC). suhupengukuran A T adalah jenis 7.1.7 Berat pengujian SNI 15-1573pengujian sesuai prosedur dilakukan beratjenis kaca lembaran jenis tenggelam. gelas terapung rnetoda dengan 1989,Carauji berat 7.1.8 Kekerasan 7.1.8.1 Peralatan Moh's; kekerasan satusetpengukur kainpembersih; kacapembesar. 7 . 1 . 8 . 2B . ahan uji kacalembaran; contoh pembersih. larutan contohuji Penyiapan 7.1.8.3 pembersih keringkan. kemudian larutan dengan uji danbersihkan Ambilcontoh pengukuran 7.1.8.4 Prosedur a) b) c) d) skala dulu suatu mineralbersisi tajam yang mempunyai digoreskan Mula-mula sedikit dan menarik caramenekan ujidengan contoh 1 ke permukaan kekerasan kekerasan skalayangmempunyai goreslah uji dengan contoh berturut-turut Kemudian ujitergores' permukaan contoh hingga tinggi lebih dapat diperlukan Apabila dan amatigoresannya. yangtelahdigores daerah Bersihkan kacaPembesar. digunakan yaitunilaisebelum tertinggi, skalakekerasan derajat uji adalah contoh kekerasan Nilai digores. uji dapat permukaan contoh

17 dan 28

sNt 15-0047-2005

7.1.9 Kuatlentur 7.1.9.1 Peralatan alatujikuatlentur; pemotong kaca; kayu; mistar jangka sorong; gurinda karbida. silikon

7.1.9.2 Bahan 60 mm x 120mm; kacalembaran spidol. contohuji 7.1.9.3 Persiapan 60 mm x 120 mm pada 3 kalipadakaca )ang berukuran a ) Ukurlebar20 mm sebanyak spidol' dengan sisiatasdanbawahdantandai mata dan tepatkan 20 mm yangakandipotong lebar tanda mendekati kayu b ) Aturmistar pemotong ke tandasPidol c) Tekanp-motongkaca dari posisitanda atas dan tarik sampaike tepi kaca bagian posisibekas goresanbagianbawah di suatu penum tempatkan bawah,kemudian jari sampai menggunakan kiri dan kanandengan puftayr.t/paku dan tekanpadabagian yang sama. cara dengan ujiyangsejenis contoh 2 buahpotongan potong. Siapkan tidaktajam. potongan agarsupaya sisi-sisi d) Gurindalah 7.1.9.4 Prosedur Pengukuran yang disesuaikan jarak penumpu a) pasangcontohuji pada alat uji kuat lenturdengan bendauji sampai alatuji 200 g/detik, kecepatan uji dengan bebanpadacontoh b) Berikan patah. rumus: dengan kuatlentur c ) Hitung 3 xGxP Kuatlentur= kg/cm' panjang uji, contoh dengan

2 x Lxt'
dengan: G a d a l a hb e b a np a d a s a a t b e n d au j i p a t a h( N ) ; j a r a kp e n u m P u (mm); P adalah L a d a l a hl e b a rb e n d au j i ( m m ) ; t e b a lb e n d au j i ( m m ) . adalah t Skema alat uji kuat lentursepertipada gambarberikut.

1 Bd a r i2 8

,+tia{

sNt 15-0047-2005

1/l\\

gambar: keterangan penumpu diameter 20 mm; d adalah tebalkaret5 mm: T adalah jarak tepikaca10 mm; titik tumpu dengan L adalah jarakanatara penumpu; L2 adalah contoh; ukuran L3 adalah gayal beban. G adalah Gambar7 Susunanalatuji kuat lentur 7.1.10 cuacalatr Ketahanan

7.1.10.1 Peralatan yang mampu menahantekanan24 psi (165 kPa) d a n d i l e n g k a p d i engan autoclave sedikitnya yangmampumenjaga suhu(121t 5) oC seftamampum e n a m p u n g regulator 3 buaherlenmeyer; 250ml; kapasitas erlenmeyer tabung besidanalunya; lumpang dan pastelnya; agate moftar s a r i n g a2 n0 , 4 0d a n5 0 m e s h ; penggetar ayakan; ovenpengering; tapal kuda; magnet p i p eu t k u r5 0 m l ; timahdantaliraffia. kertas

19 dari 28

I I tG.

sNf 15.-.0047-2005

7.1.10.2 Bahan acetone; larutan indikator metilmerah; larutan standar natrium hidroksida 0,020N; airsuling/aquadest kemurnian tinggi ; larutan standar asamsulfat 0,020N. 7.1.10.3 Persiapancontoh a) b) c) d) e) 0 g) h) Pecahkan contoh uji kacadan ambil secara acakkemudian hancurkan sampai ukuran t 25 mm. Hancurkan pecahan di atasdengan menggunakan lumpang besisebanyak (30 - 40) gramdanulangi beberapa kalisampai menghasilkan t 100g. Tumbuk lagidi dalammortar agate sedikit demisedikit hingga seluruh contoh di atas dapat tertumbuk semuanya. Aturlahsaringan secaraberurutan dari atas ke bawahmulaidari penutup saringan, saringan 20, 40, 50 meshdan wadah tertutup di penggetar ayakan. Tuangkan contoh di atassaringan 20 mes.h Oan tutup-i.ngrnpiringan penutup Kencangkan posisisaringan agartidaklepasdan segera jalankan mesinpenggerak ayakan dengan waktuyangsingkat. Hentikan mesindan ambillah t 10 g contoh )ang lolosayakan40 mesh dan yang tinggal di ayakan 50 mesh. Hamparkan contoh di atasdi lembaran kedasdanbersihkan kotoran besiyangterbawa waktu penumbukan dengan menggeser-geserkan magnet tapal kuda di atas hamparan contoh uji.sampai tidakterdapat besiyangmenempel di permukaan magnet Pindahkan 10 gram lebih contohuji ke tabung erlenmeyer 250 ml dan cuci dengan aceton. Keringkan di dalam pengering padasuhu140oc selama% jam. 9.yen Masukkan contoh uji ke dalamnotot timbang, tutupdan ointinkan di dalameksikator sampai contoh siapuntuk diujitetapi tidakboieh meiebihi a8 jlm.

i)

i)

k)

7.1.10.4 Prosedur pengujian Masukkan tepat10 gramcontoh ke tabung erlenmeyer 250 ml yangtelahdirendam di dalamautoclave dengan air selama tidakkurangdari24 jam padasuhug0oc atau selama 1 jam padasuhu121oC. b) Tambahkan tepat50 ml air suling dengan menggunakan pipetukur50 ml dan tutup tabung erlenmeyer rapat-rapat dengankertas-timah yang diikat dengantali rafia sampai benar-benar tidakterdapat kebocoran. jugablangko c) Buat di dalam erlenmeyer* dengan menambahkan 50 ml airsuling.. d) Aturcontoh uji dan"blangko di dalamrakyangada di dalamautoclavedan rak contoh dapat menahan contoh di atastanda air. e) Tutup autoclave secara tepatdanbiarkan ventcockterbuka. f) " Panaskan sampai uap air keluar teratur melalui vent cock,kemudiantutuplah vent cock. temperatur dengan s) Naikkan kecepatan 1oC/menit sampai suhu121 oC yangkira-kira memerlukan (19-23)menit. waktu h) Tahan suhu121oC + 0,5 oC selama 30 menit yangdihitung dariwaktudimana teiah terdapat padasuhu121oC. kenaikan i) Setelah penahanan_tercapai, waktu dinginkanlah suhudengan kecepatan 0,5oC /menit sampai ke tekanan yangmemakan atmosfir waktu(39- 46j inenit.
20 dan 28

a)

sNl 15-0047-2005
tt

i)

di airyangmengalir. dandingint<an dariautoclave erlenmeyer tabung Ambillah yang laindan cucisisagelasdengan erlenmeyer ke dalamtabung Tuangkaneksirak k) utama. cairan inikedalam air cucian Tambahkan air 15 ml air aquadest. cermatdengan secara titrasi dan metilmerah 5 tetes larutanindikator r) Tambahkan perubahan warna.Titrasi terjadi sampai larutanasam sulfat0,02q N dari mikroburet merah. metil indikator larutan jugalarutan ditambah setelah blangko dari 10 ekstrak untukmenetralkan m) Citat jumlahml 0,02 N H2SO4)Eng digunakan blangko. titrasi untuk ml yangdiperlukan gram gelasdankurangi 7 . 2 Sifattampak dengan seksama secara pengujian contoh semua mengamati dengan dilakukan sifattampak matatelanjang. berikut: padajaraksebagai dilakukan Pengamatan 50 cm mutuM, L danT jarakpengamatan Untuk garisrambut batuan, jarak pengamatan untukcacatgelembung, 50 cm G mutu Untuk lain. cacat dan awan bintik, sepefti terukur tidak cacat untuk goresan. 2 meter Dan dan + 1000 lumen. baur berkekuatan lampu denganbantuan dilakukan dapat Jikaperlu 4,5 m padajarakkira-kira pengujian contoh melalui mesesuai dengan gelombang dilakukan kaca Fada arah sudut sinar datangterhadapcontohkaca sebagaimana dari-cbntoh tegak lurus yang terpasang layar bergaris pada Tabel 25 dan pengamatan tercantum di tengah-tengah kacapadaposisi contoh pandangan 4,5m di depan garis kira-kira terhadap padaGambar 8. tersesuai sebagaimana lebarkacapadaarahmendatar bergaris permukaan layar-yang arahtegakluruskearah dengan harusdipertahankan Contoh dan derajat 45 kemiringan hitam putih yang paraleldenganlebar 25 ffiffi, mempunyai permukaannya tidakterang. duasisi. dari jelas, dilakukan pengamatan harus maka Gambartidak hasil CATATANSeandainya kaca Tabel25 Sudutkemiringan
Jenis kaca lembaran satuanoalam deraiat

Sudut kemiringan 40 45 45

umum keperluan Untuk pengaman Untuk cermin Untuk

21 dan 28

sNt 15-0047-2005

Contoh uJi layar Layar suduldalang

Tebalgarishltamataupr.rilh 25 mm B agi an depan

Jarak pengamatke contoh

Jarak conloh ke layar

2500mm

Gambar8 Susunanalatuji gelombang 7.3 Dimensl 7.3.1 Pengukuran ketebalan Ketebalan harustukuf denganmenggunakan sebuahalat mikrometer yang mempunyai ketelitian 0,01m. Tebal kaca diukur padatiap-tiappertengahan sisin'ya, ?enganjarak t 10 mm daritepi.Ketebalan dinyatakan dalam duadesimal pa-a tiappengrkurun. Tentukan nilaitebal rata-rata dari seluruh contoh,nilairata-rata minimurn, nilai rata-rata maksimum dan toleransi. Nilaitebal rata-rata pengukuran dikurangi tebalnominal dengan adalah toleransi ukuran tebal. 7.3.2 Pengukuran panJang dan lebar Panjang dan lebarharusdiukur dengan menggunakan alatpenggaris bajayang -Oanlurusdan pembagian skala sampai milimeter. Tiap lembar contoh diukui panjang lebarnya, masing-masing dilakukan tiga kali yaitupadabagian tengahdan kedui sisinya. Darihisil tiga kalipengukuran tersebut dihitung nilairata-ratanya simpai ketelitian satudesimal dan dinyatakan dalam milimeter. 7.3.3 Pengukurankeslkuan Pengukuran kesikuan dilakukan padamejadataryangberukuran sekitar 150 cm x 150 cm ataulebih. Carapengukuran: Lembaran kaca yang akan diuji diletakkan di atas meja.datar. Ukur keduadiagonalnya menggunakan meteran g). Gunakin ketelitian maksimum )ang mempunyai 1 mm (Gambar data pengukuran panjangrata-rata dan lebarRata-rata untukmenentukan diagonal sikusiku. Tentukan selisihdiagonalsiku-siku dengandiagonal terukuryang mempunyai selisih terbesar dengan diagonal siku-siku, kemudian hitung % penyimpangan kesikuan.

22 dari 28 *

""nt5

sNl 15-0047-2005

Perhitungan + (lebarrata-rata) = { t (panjang rata-rata) siku-siku diagonal - diagonal terukur) (diagonal siku-siku - % penyimpangan kesikuan= diagonalterukur 7.3.4 Kerataan kaca padapermukaan penggaris bajalurusyang diterapkan dengan harusdiukur Kerataan antara dalam persen perbandingan denganposisi berdiritegik. Kerataandinyatakan pada sepertiyang ditunjukkan denganpanjanglengkungannya, lengkungan tingliloalam 10. Gambar 1 5 0c m
x 100 o/o

benda uji

1 5 0c m mejauji

uJikesikuankaca lembaran(tampakatas) Gambar9a MeJa

kacacontoh

mejakayu

(tampaksamping) uji kesikuankacalembaran Gambar9b MeJa

23 dan 28

)r:
I

sNt 15-0047-2005

I
i

: :

t.
tinggi lengkungan

t,

panjang kengkungan kacacontoh Gambar10 Pengukuran kelengkungan T1nggi lengkungan


= Lengkungan,o/o

x 100 o/o

Panjang lengkungan 7.4 Transmlsicahaya "lr untukkacalembaran Pengujian transmisi cahayadilakukan dengan illuminator standar u C ' untuk polosmutu L & T dan denganilluminator polosmutu G. Contoh kacalembaran o kacayangdiujiharusditempatkan tegaklurusdengan yang toleransi t 5 terhadap cahaya dihasilkan olehalat ini. Tentukan transmisi (T1)dan transmisi cahaya tanpacontoh cahaya (T2).Prosentase dengan contoh transmisi cahaya adalah T2lT1x 100 %. Untukkeperluan pengujian transmisi cahayadapatdigunakan potongan yang sesuaidenganukuranyang diperlukan agarcocokdengan (spektrofoto alatyangdigunakan meter). 8 Syaratlulus uji

Kacalembaran dinyatakan lulusuji apabila semua contoh ujiyangdiambil berdasarkan butir perqyaratan padabutir5. 6, memenuhi mutu)ang dinyatakan 9 Syaratpenandaan

yang jelas, mudah dibaca dan Pada setiap kemasanharus dicantumkan tanda-tanda dipahami. Tanda-tanda ini dapatberupa labelataucapyangmeliputi: kacalembaranitebal/mutu. 1) Jenis Contoh: X Y Z Jenis Tebal Mutu jumlah (tebal, panjang 2) Ukuran dan!ebar lembar. ) serta pernyataan pecah 3) Tanda untukbarang belah. pabrik (simbol 4) Nama atausingkatan).

24 dari?8 :
!

sNl 15-0047-2005

10

Pengemasan

bahan kuat dengan mempergunakan Kaca lembaranharus dikemasdalam peti/palet dapat dihindari rupa sehingga getaranatau benturandan disusunsedemikian peredam gesekan satusamalain. terjadinya

25 dari 28

sNr15-0047-2005 A Lamplran (informatif) lstllah-lstllah

atau denganprosestarik (sheefglass)adalahkaca tidak berwarna Kacalembaran A.i lembaran menjadi dipotong-potong proses tarik,kemudian yangdihasilkan dengan berwarna tetapimempunyai rata,licin dan bening, Kading permukaannya tertentu. denganut<uran g. permukaannya bergelomban karakter g/ass)adalah plate kacatidakberwarna poles(polished denganproses A.Z Kacalembaran pemolesan sehingga penggurindaan dan proses yang dengan dibuat atau berwarna bening. dan rata,licin permukaannla (floatg/ass)adalahkaca transparan, denganprosespengambangan A.3 Kacalembaran permukaan datar/rata,dibentuk dengan cara dengan berwarna atau benrvarna tidak yangbebasoksigen. panas ruang timahdalam bak peleburan pengambangan di atassuatu g/ass)adalahkaca yang cahaya(lightreducing pengurang intensitas A.4 Kacalembaran sinar. transmisi mengurangi untuk dirancang cacat-cacat A.5 Pengertian kaca yanglengket di permukaan kecil-kecil adalah pecahan kecil(crush) A.5.1 pecahan atauputih. redup abu-abu danberwarna A.5.2 A.5.3 kaca. di permukaan pengotor partikel kecildariluaryangmenempel (ditt)adalah kaca. pendek di permukaan retak-retak pendeR(dig-deep) adalah Retak-retak

di adalahgelembungbulat atau memanjang (gasse ous inclusron) A.5.4 Gelembung dalamgelas. (Mot) adalahtonjolan gelas yang berbedawarna (tidaksempurna) A.5.5 Tonjolan gelas. dengan yangmenyatu adalahbenang gelas A.5.6 Garisrambut(tine-fine) kacalembaran. 'halus yang beradadi permukaan

transparan A.5.7 Benang(ream) adalah benang di dalam gelas atau gasis-Earis gelas keseluruhan. secara bagian dengan yangtidakhomogen yang nampakseolah-olah adalahgaris gelastransparan Benanggelas (string) A.5.g gelas. di dalam yang gelas bergabung seperti benang adalah gelembungterbuka A.5.g Gelembungterbuka (open gasseous inclusion) lubang. gelas meninggalkan dengan permukaan yangberada di adalah cacat ringan di A.5.10 Cacat karena proses (prosess suffaceb/emr'shes) yang dapat berupa gelas peleburan proses dari yang berasal permukaan kaca teratur. permukaan tidak permukaan menyebabkan atau partikel di kecil

26 dari 28

sNt 15-0047-2005

A.5.11 Cacat abrasi (rub) adalah abrasi yang terjadi di permukaan kaca yang menyebabkan kenampaan menjadi buram. A.5.12 Goresan (scrafch) adalah luka )ang memanjang yang disebabkan pada waktupembuatan atau penanganannya dantersesuai seperti dilakukan olehalatyangtajam ataukasar. A.5.13 Perubahan warna (smoke) adalah bentukgarisdi kaca)ang kesesuaian sedikit berbeda warna. (stone) A.5.14 Batuan adalah gelas. bahan terkristalisasi di dalam )ang berada ( wave)adalahcacatyang dihasilkan A.5.15 Gelombang permukaan dari ketidakrataan kaca,membuat obyek)ang tersesuai padasudut yangberbeda nampak bergelombang atau melengkung. (heterogeneous A.5.16 Bahanheterogen materials) adalah bagian kacayangkomposisinya berbeda dengan komposisikimia induk, karenanyakelainan indeks biasnya dapat pandangan. mengganggu 4.5.17 llluminator A adalah stimulus (standarCIE) yang mempunyai sinar akromatik ekivalen suhuwarnapada2854K. llluminator ini bersumber dariilluminasi tiruandarilampu "pijar. A.5.1 B llluminator C adalah slimulussinar akromatik (standarCIE) yang mempunyai ekivalen suhuwarnapada6500K. llluminator ini disetarakan dengan rata-rata sinarterbuka yangbebasdariradiasi (daylight) matahari secara langsung.

27 dan28

--

sNr15-0047-2005
Blbllografl

ASTM C 225-73,Chemical Aftack,Resisfanceof G/assContainer. BS 952 : Part 1 : 1978,Glassfor glazing. for F/af Glass. PNS 193 ; 1989,Specifcation for F/af G/ass. Spectfication 1997),Standard ASTM C 1036- 91 (Reapproved EN 572 - 2. 1994,Floatglass. JIS R 3202- 1996,FloatG/assand tulishedPlateGlass. use. internal EN 1039:1999,Glassinbuilding-Mirrorsftomsilver-coatedfloatglassfor properties. and mechanical and generalphysical EN 572 - 1 - 2000, Definition Carauii titiklunakge/as. SNI 15-1574-1980, bata tahanapi. 980,Dayahantarpanas SNI 15-1852-1 gelasdenganmetodaterapung tenggelam. Carauji berat jenrs SNI 15-1573-1989, kimiage/assoda kapurs/ika. SNI 1 5-2173-1991 , Cara uji analisa

28 dari 28

:r

I t

|t