Anda di halaman 1dari 6

Disusun Oleh : 1. Rachma Noviyanti Hidayah 2. Elvin Nur Nadhifatin. 3. Atma Khotimatul HR. 4. Raka Putra Pratama 5.

Kukuh Septa P.

SMA NEGERI 1 TUBAN


Jl. Wr. Supratman 2 Tuban Telp. (0356) 321272 Website : www.smansatuban.sch.id

A. Judul Pratikum Titrasi Asam Basa B. Latar Belakang Titrasi asam basa disebut juga titrasi adisi alkalimetri. Kadar atau konsentrasi asam basa larutan dapat ditentukan dengan metode volumetri dengan teknik titrasi asam basa. Volumetri adalah teknik analisis kimia kuantitatif untuk menetapkan kadar sampel dengan pengukuran volume larutan yang terlibat reaksi berdasarkan kesetaraan kimia. Kesetaraan kimia ditetapkan melalui titik akhir titrasi yang diketahui dari perubahan warna indicator dan kadar sampel untuk ditetapkan melalui perhitungan berdasarkan persamaan reaksi.

Titrasi asam basa merupakan teknik untuk menentukan konsentrasi larutan asam atau basa. Reaksi yang terjadi merupakan reaksi asam basa (netralisasi). Larutan yang kosentrasinya sudah diketahui disebut larutan baku. Titik ekuivalen adalah titik ketika asam dan basa tepat habis bereaksi dengan disertai perubahan warna indikatornya. Titk akhir titrasi adalah saat terjadinya perubahan warna indicator. C. Rumusan Masalah 1. Berapa volume rata-rata larutan NaOH yang digunakan ? 2. Berapa jumlah mol NaOH yang digunakan ? 3. Berapa jumlah mol HCL berdasarkan perbandingan koefisien reaksi NaOH(aq) + HCL(aq) D. Tujuan 1. Untuk mengetahui berapa volume rata-rata larutan NaOH yang digunakan. 2. Untuk mengetahui berapa jumlah mol NaOH yang digunakan ? 3. Untuk mengetahui berapa jumlah mol HCL berdasarkan perbandingan koefisien reaksi NaCl(aq) + H2O(l)

4. Berapa kemolaran larutan HCL tersebut ?

NaOH(aq) + HCL(aq) E. Cara Kerja

NaCl(aq) + H2O(l)

4. Untuk mengetahui berapa jumlah mol HCL tersebut

1. Masukan 20 mL larutan HCl dan 3 tetes indicator fenolftalein ke dalam sebuah labu Erlenmeyer 2. Isi buret dengan larutan NaOH 0.1 M hingga garis 0 mL 3. Tetesi larutan HCl dengan larutan NaOH. Penetesan harus dilakukan sedikit demi sedikit secara berhati-hati dan labu Erlenmeyer terusmenerus diguncangkan. Penetesan dihentikan saat terjadi perubahan warna yang tetap, yaitu menjadi merah muda. 4. Ulangi prosedur diatas hingga diperoleh tiga data yang hampir sama F. Pembahasan 1. Volume rata-rata larutan NaOH yang digunakan Percobaan 1 2 3 4 Rata-Rata Volume NaOH yang digunakan (mL) 2,5 2,2 1,9 1,9 2,125

2. Jumlah mol NaOH yang digunakan n = M x V = 0,1 x 2,125 = 0,2125 3. Jumlah mol HCL berdasarkan perbandingan koefisien reaksi NaOH(aq) 0,2125 4. jumlah mol HCL M= = = 0,010625 + HCL(aq) x 0,2125 = 0,2125 NaCl(aq) + H2O(l)

G. Kesipulan Jadi konsentrasi Hcl ynag digunakan pada percobaan ini adalah 0,010625 M. Kadar atau konsentrasi HCl (asam) dapat ditentukan

melalui proses titrasi, yaitu dengan mereaksikan HCl (titrat) yang ditambahkan 3 tetes indicator PP dengan NaOH (titran). Titrasi harus dihentikan bila larutan HCl yang dicampurkan dengan 2 tetes indikator berubah warna dari bening hingga menjadi pink. Volume NaOH yang digunakan akan mempengaruhi hasil konsentrasi dari HCl tersebut, sehingga harus sangat berhati-hati melakukan praktikum ini. Setelah volume NaOH (basa) diketahui, barulah Konsentrasi HCl (asam) bisa dihitung. H. Saran Siswa harus lebih berhati-hati lagi dan lebih teliti dalam melakukan praktikum ini. Dan pergunakan waktu dengan sebaik-baiknya

LAMPIRAN