Anda di halaman 1dari 11

Infeksi Rickettsia

Typhus dan spotted fever disebabkan bakteri dari famili Rickettsiaceae, sebuah bakteri obligat intraseluler, Gram negative, coccobacili pleomorfik non flagellata kecil berukuran 0.3-0. ! 0."-#.0 m yang seringnya terba$a ke manusia le$at gigitan binatang reservoir atau serangga itu sendiri yang mungkin bertahan secara transovarium. %pesies dari genus Rickettsia dibagi kedalam& 'elompok typhus, seperti R. pro$a(ekii oleh kutu badan, dan R. typhi )mooseri* penyebab typhus murin endemik, yang diba$a kutu kucing. 'elompok spotted fever berisi banyak spesies )R. rickettsii, R. coronii, etc* yang ditransmisikan oleh binatang pengerat dan he$an lainnya oleh tungau )kecuali R. akari*. %crub typhus, disebabkan R. tsutsugamushi, ditransmisikan larva trombiculid mites. +o!iella burnetii satu-satunya spesies dari genusnya yang menyebabkan , fever. %e-arah 'ata typhus berasal dari kata tyos, bahasa .unani kuno untuk demam dengan stupor atau asap, kata dari bahasa %angsekerta dhupa. Rickettsia berkembang pada marmut yang disuntikkan dengan darah manusia terinfeksi R. tsutsugamushi dan R. akari -uga berkembang pada tikus. /anya +. burnetii dan Rochalimaea 0uintana yang dapat dikultur in vitro. 1atogenesis 1enyakit yang disebabkan Rickettsia berisi demam akut yang diikuti dengan ge-ala konstitusional, terutama nyeri kepala, dan pada kasus berat terdapat gangguan neurologis dan ruam kulit, termasuk makular atau hemoragik. 2eberapa tipe dari demam typhus dapat ter-adi eskar. 1ada tahap a$al dari penyakit demam menampilkan periode dari proliferasi rickettsia pada darah dan permukaan endotel dari pembuluh darah kecil. %emua -aringan tubuh mungkin terlibat dalam proses ini dengan efek penting terutama pada otak, -antung dan otot skelet, kulit, paru-paru dan gin-al. 3pidemic 4ouse-2orne Typhus

3pidemic 4ouse-2orne Typhus disebabkan infeksi Rickettsia pro$a(ekii, parasit dari 1ediculus humanus yang akhirnya membunuh kutu tersebut Rickettsia dari darah manusia sakit diba$a oleh kutu dan bermultiplikasi di usus kutu sehingga fesesnya sangat menular. 'utu dapat masuk ke tubuh melalui membran kon-ungtiva. 'utu yang menular dapat mati tetapi dapat mentransmisikan rickettsia ke kutu lain melalui feses. Transmisi vertikal transovarium tidak ter-adi pada kutu. . Transmisinya dibantu dengan kondisi yang penuh sesak, kelaparan, peperangan, atau keadaan yang memberikan kecenderungan gangguan dari kutu tersebut. Transfusi darah -arang menularkan penyakit. Infeksi laboratorium adalah resiko mayor. %pesimen yang dicurigai mengandung rickettsia harus diperlakukan seperti patogen berbahaya. Gambaran klinis 5asa inkubasi penyakit ini rata-rata 6# hari. Terdapat a$itan demam yang tiba-tiba, kelemahan dan sakit kepala berat dengan sakit pada ekstremitas, terutama tulang kering, mual dan muntah. 7emam meningkat dengan cepat hingga 38-90o+ dan tetap tinggi hingga kematian -ika tidak diobati. 1enderita tampak melamun dan depresi. 7elirium dan sindroma iskemia otak tengah dapat ter-adi. Terdapat foetor oris, epistaksis dan batuk kering. %plenomegali la(im ter-adi. Ruam typhus muncul pada hari kedua sampai keempat demam, terutama pada batang tubuh dan anggota badan proksimal, berupa makula kecil merah muda yang akan berubah dengan cepat men-adi ber$arna ungu dan men-adi ptekie. 'onstipasi la(im ter-adi dan ileus paralitik dapat ter-adi. 'omplikasi yang penting adalah miokarditis, yang dapat ter-adi selama masa penyembuhan dengan atau tanpa pengobatan spesifik. 7iagnosis 2anding 7emam tifoid. %ecara klinis hampir sama dan harus diekslusi dengan kultur darah atau sumsum tulang untuk %. typhi. +ampak, terutama -ika perdarahan. Ruam dari campak mencpai $a-ah, tidak seperti typhus. :iral haemorrhagic fevers, seperti dengue, Rift :alley fever, +ongo-+rimea haemorrhagic fever dan demam kuning yang dapat diekslusi dengan pemeriksaan serologis. 5eningococcal septicaemia, yang dapat diekslusi dengan kultur dari darah atau cairan serebrospinal.

4ouse-borne relapsing fever. %ecara klinis sangat sama, dengan ruam hemoragis. 'ultur darah harus dilakukan. 4eptospitrosis. %ecara klinis mirip dengan tahap a$al penyakit. 1lasmodium falciparum malaria. 7apat diekslusi dengan pemeriksaan apus darah meskipun ruam -arang pada malaria. 7iagnosis 1emeriksaan darah rutin pada typhus tidak bermanfaat, 7iagnosis spesifik dapat dibuat& %ecara klinis, pada situasi epidemik, dipastikan dengan respon cepat terhadap pengobatan. %ecara serologis dengan antibodi heterophile untuk 1roteus mirabilis strain ;<-68 dan ;<-#, pada =eil->eli! test. 1ada pemeriksaan laboratorium dengan mengisolasi rickettsia dengan inokulasi darah ke telur marmut atau bebek. 1engobatan 'eseimbangan cairan, kebersihan mulut, mengghindari kutu, analgesik yang cukup, pengobatan agitasi dengan dia(epam, antibiotik yang sesuai untuk infeksi sekunder paru dan telinga tengah dan pada kasus berat diberikan prednisolone dosis inisial 90 mg, diikuti dengan #0 mg untuk beberapa hari hingga tappering off. ;liguria dan anuia membutuhkan peritoneal atau hemodialisis. +hloramphenicol, dosis de$asa ?00mg, setiap -am, peroral atau intravena untuk @ hari. 7osis anak @? mgAkg22Ahari dibagi 9 untuk @ hari. Tetracycline, dosis de$asa ?00 mg setiap -am, peroral atau intravena untuk @ hari. 7osis anak ?0 mgAkg22Ahari dibagi 9 untuk @ hari. 7o!ycycline, dosis tunggal #00 mg untuk de$asa atau 600 mg untuk anak-anak, diulang satu kali -ika dibutuhkan. Rickettsia -uga sensitif terhadap rifampicin dan 0uinolon tetapi harganya mahal. 1encegahan dan 1enga$asan 6. 5enghilangkan kutu pada pasien dan seluruh anggota komunitras ketika infeksi ter-adi dengan bedak malathion 6B. #. 1emakaian do!ycycline dosis tunggal kepada semua kontak dan penghuni dari daerah yang terinfeksi dan petugas kesehatan.

3. 1enggunaan formalini(ed purified vaccine dari kultur embrio ayam. Tidak tersebar luas dan tersedia dan hanya diberikan kepada paeker-a laboratorium yang menangani spesimen terinfeksi.

5urine, endemic,shop typus 3pidemiologi 5aurine typhus disebabkan oleh R. typhi )R. mooseri* yang ditransmisikan kepada manusia melalui kutu <enopsylla cheopis yang hidup pada Rattus rattus )tikus hitam*, Rattus norvegicus )tikus coklat* dan spesies tikus lainnya. >eses kutu yang terinfeksi rickettsiae masuk ke dalam gigitan kutu, bita digaruk inokulasi ter-adi. 5anifestasi 'linis 5asa inkubasi sekitar 6# hari. %akit kepala dan nyeri oto merupakan ge-ala yang predominan. Tidak terdapat eschar pada tempat inokulasi. Rash berupa makula yang ber$arna merah berbatas tegas. 'omplikasi dapat berupa ge-ala neurologis dan renal, namun -arang ter-adi. 7iagnosis 2anding 7iagnosis 2anding 5aurine typhus yaitu & Typoid fever, dibedakan dengan kultur sumsum tulang 4ouse-borne and scrub typhus, dibedakan hanya dengan tes serologi spesifik Infeksi Crbovirus dengan macular rash seperti dengue dan chikungunya, dibedakan dengan tes serologi Relapsing fever, dibedakan dengan kultur darah 4eptospirosis, dibedakan dengan kelemahan otot dan polymorphonuclear leucocytosis 5alaria, dibedakan dengan stained blood film 7emam dengan macular rash seperti pada 3pstein-2arr virus, /I:, dibedakan dengan serologis 7iagnosis Reaksi =eil->eli! dapat positif pada strain ;<-68 dan ;<-#. serologi tidak membantu dalam membedakan dengan R. pro$a(ekii namun 34I%C dapat membedakan antiodi R. mooseri.

Terapi Terapi umum dan pera$atan sangat penting, yaitu memperhatukan fluid balance, mouth toilet, analgesia. Terapi spesifik dengan cloramphenicol pada de$asa dengan dosis ?00 mg, per -am, per oral atau iv selama @ hari atau Tetrasiklin ?00 mg per -am per oral atau iv selama @ hari atau 7o!ycycline dalam dosis tunggal #00 mg. Terapi steroid diperlukan dengan pengecualian. 1encegahan dan 'ontrol 1encegahan tergantung dari mengurangi kontak manusia dengan rodent dan kutunya.

Rickettsial %potted >ever Infeksi ini disebabkan oleh berbagai spesies ricettsia )kec. R.akari* yang ditransmisikan kepada manusia melalui gigitan kutu atau dengan inokulasi feses kutu atau cairan tubuhnya. Rocky 5ountain %potted >ever Rocky 5ountain %potted >ever )R5%>* merupakan infeksi yang dapat menganvam -i$a. %ekitar @00 kasus dilaporkan tiap tahun di Cmerika, -uga ter-adi di +anada, 5e!ico, +olombia dan 2ra(il. .ang merupakan vektornya yaitu & 7ermacentor andersoni )kutu kayu* 7ermacentor variabilis )kutu an-ing* Cmblyomma americanum )lone-star tick* Cmblyoma ca-ennense /aemaphysalis leporispalustris

7ermacentor andersoni hidup secara normal pada kambing, luak, beruang hitam dan lyn!, dan larvanya terdapat pada tupai. 'utu Cmblyoma hidup pada an-ing, kelinci, rubah, raccoon, dan larvanya hidup di sekitar tempat tinggal tikus.
5anifestasi klinis

%etelah periode inokulasi -60 hari, ter-adi demam dengan sakit kepala dan nyeri otot yang hebat, dan batuk kering. %etelah #-3 hari mulai muncul rash ber$arna merah muda berbentuk makula pad telapak kaki, pergelangan tangan, dan tangan. 1ada infeksi yang berat rash cepat menyebar dan men-adi ptekie dengan ekimosis dan dapat men-adi gangren pada -ari--ari dan daerah yang terkena tekanan. 5ortakity rate sekitar @-60B, dan pada anak-anak mencapai #?B. 1ada kasus yang berat, meningoencephalitis sering ditemukan kemudian memburuk hingga pasien mengalami stupor atau koma, hipotensi, oligouri atau anuri, dan uremia. 'omplikasi lain seperti bronkopneumonia, otitis media, parotitis dan ileus antestinal. 1ada kasus yang berat koagulasi intravascular diseminata dapat ter-adi. 7ifferential 7iagnosis R5%> dibedakan dari & 5eningococcal septicemia, melalui kultur darah dan +%> Tick-borne relapsing fever, dengan kultur darah /aemorrhagic measles, dengan serologis Tularemia, dengan kultur darah 4yme disease, dengan serologis 7iagnosis 7iagnosis R5%> berdasarkan cara yang sama dengan epidemic typhus. Reaksi =eil->eli! dapat positif untuk ;<-68 antibodies namun I>CT spesifik atau metode immunopero!idase harusdigunakan -ika memungkinkan. 1engobatan 'loramfenikol, tetrasiklin atau doksisiklin 1encegahan 6. menggunakan sepatu #. -ika tergigit diobati dengan alcohol 3. menggunakan semprotan insektisida 9. pelihara an-ing dengan benar, sering dimandikan -angan sampai men-adi tempat berkembangbiak kutu. ?. belum ada vaksin untuk penyakit ini.

Trench >ever

3pidemiologi Ter-adi di 5e!ico, +anada, 3thiopia, +hina dan Depang. 1enebabnya yaitu Rochalimaea 0uintana yang berhubungan erat dengan Rickettsiae tapi bukan merupakan parasit obligat intraseluler dan dapat dikultur pada agar darah. 7itransmisikan oleh kutu manusia, 1ediculus humanus. 5anifestasi 'linik 2iasanya berupa ge-ala yang ringan yaitu demam, sakit kepala, nyeri otot lumbal, pusing, mual dan muntah. 2iasanya terdapat macular rash tapi tidak terdapat eschar. 1ada penderita ter-adi demam )single episode* dalam beberapa hari atau demam reccurent sekitar ? hari )0uintan fever* atau demam yang lebih pan-ang daripada tyhoidal fever. 7iagnosis 2anding Trench fever dibedakan dari & 4ouse-borne typhus Typhoid 2rucellosis , fever 7iagnosis Rochalimaea 0uintana dapat diisolasi dari darah dengan kultur agar darah yang diperkaya dengan +;#. Terapi 7oksisiklin dan tetrasiklin 1encegahan 5en-auhi daerah yang sedang ter-adi $abah.

%crub Typhus %crub Typhus tersebar luas di Csia. 7isebabkan oleh R. E tsutsugamushi, dikenal -uga dengan R. orientalis yang terdiri dari strain )Gillam, 'arp, 'ato,

%himokoshi, 'a$asaki, 'uroki* dapat dideteksi oleh reaksi imunoperoksidase. :ektornya adalah larva dari tungau trombiculid yang mempertahankan infeksi dengan transmisi transovarial. Terdapat -uga reservoir he$an pengerat. 1enyakit pada manusia timbul ketika peker-a pada perkebunan minyak sa$it dan karet, polisi dan tentara melintasi habitat vektor tersebut. Gambaran 'linis 5asa inkubasi penyakit ini ?-60 hari. Gigitan tungau biasanya tidak disadari, tetapi pasien dapat sadar ketika penyakit panas mulai, seperti nyeri di kelen-ar getah bening ketiak atau inguinal, diikuti dengan keropeng hitam, berdiameter 3- mm dengan batas merah tegas yang tidak nyeri. 7emam timbul mendadak, nyeri kepala berat, mengantuk, apatis, nyeri pada tulang kering dan otot lainnya dan ditandai oleh lympadenopathy dan hepatosplenomegali generalisata. Ge-ala lain meliputi mual, muntah, tinnitus diikuti dengan tuli, konstipasi, epistaksis dan batuk kering. Ruam hampir sama seperti pada louse-borne typhus dan ter-adi terutama pada lengan, paha dan batang tubuh. 1ada kasus berat, meningoencephalitis ter-adi dengan ketegangan leher, delirium, tanda fokal, papiloedema dan koma. 1ada fase ini dapat ter-adi miokarditis, dan oliguria dengan uremia sering pada kasus yang berat. 1ada orang daerah endemis scrub typhus umumnya menderita penyakit lebih ringan, sering tanpa ruam atau eskar. 7iagnosis 2anding %crub typhus harus dibedakan dengan& 5alaria, dengan apus darah. Infeksi arbovirus, contoh dengue, dengan metode serologis. 4eptospirosis, dengan kultur darah dan serologis. 1enyakit meningococcus, dengan kultur darah dan cairan serebrospinal. Typhoid, dengan kultur darah dan sumsum tulang. Infectious mononucleosis dan penyakit /I: seroconversion, dengan metode serologis. 7iagnosis 7iagnosis

1emeriksaan darah rutin pada typhus tidak bermanfaat, 7iagnosis spesifik secara serologis dengan antibodi heterophile untuk 1roteus mirabilis strain ;<-' pada =eil->eli! test positif hanya pada ?0B kasus. 1engobatan 7o!ycycline, dosis tunggal #00 mg untuk de$asa atau 600 mg untuk anakanak. Dika relaps dari demam ?-@ hari kemudian diberikan dosis kedua. 1emberian chloramphenicol kontinyu atau tetracycline dapat diberikan untuk @ hari. 1encegahan dan 1enga$asan %crub typhus dapat sebagian dicegah atau dia$asi dengan& 6. 1emakaian sepatu boot dengan celana pan-ang pada peker-a di tempat vektor. #. 1engolesan permethrin kepada mereka yang memiliki resiko tinggi. 3. 5enghindari hutan dan area yang terinfeksi tungau. 9. 1embakaran ilalang. ?. +hemoprophyla!is dengan do!ycycline #00 mg perminggu pada kelompok resiko tinggi, contohnya tentara dan peker-a lapangan. . 1enggunaan vaksin cotton-rad lung yang sekarang banyak tersedia.

, fever 7isebabkan oleh +o!iella burnetii 3pidemiologi & /ampir ke seluruh dunia, terutama daerah pedesaan, yang reservoirnya adalah domba dan binatang ternak lainnya. ;rganisme ini sangat resisten terhadap keringA panas dan biasanya terinfeksi dengan menghirup debu yang mengandung organisme tersebut. 7apat -uga dari susu yang tidak terpasteurilisasi, kadang-kadang -uga dari gigitan kutu. 5anifestasi klinis& %uspek terhadap setiap orang yang memiliki >F; atau atypikal pneumonia, dapat -uga berbentuk demam, myalgia, berkeringat, nyeri kepala, batuk, dan hepatitis. Dika penyakit ini men-adi kronis kita dapat menduga ter-adinya endokarditis. 2iasanya menyerang katup aorta, tapi tanpa manifestasi yang -elas. 7apay menyebabkan infeksi %%1 -uga.

1emeriksaan & >oto roentgen dada & menu-ukkan adanya konsolidasi. Tes fungsi hepar menun-ukkan adanya hepatitis. 2iopsi menu-ukkan adanya granuloma 7iagnosa 2anding& Typhoid To!oplasmosis /epatitis virus Ctypical pneumonia T2+ milier %ifilis 1enyebab lain endokarditis bakterial 7iagnosis & 7engan tes 34I%C dan I>CT secara serologis & antigen fase I menun-ukkan adanya infeksi kronis, antigen fase II menu-ukkan adanya infeksi akut.

1engobatan & Ckut & tetrasiklin atau doksisiklin selama # minggu, minosiklin, klaritromisin, siprofloksasin)untuk $anita hamil* dan kotrimoksasol dapat digunakan. 'ronis & siprofloksasin G rifampisin selama # tahun, dapat dilakukan -uga penggantian katup. 1encegahan & :aksinasi sedang dikembangkan.

3hrlichiosis 3hrlichia sennetsu, sebuah bakteri intralekositik yang berhubungan erat dengan Rickettsia pertama kali diisolasi di Depang tahun 689? dari pasien dengan penyakit serupa dengan infeksi mononukleosis, dan dinamakan sesuai dengan nama dari bahasa Depang untuk demam glanduler. 2elum ada implikasi vektor dalam transmisinya. Tetrasiklin baik digunakan untuk terapi. 3. canis diketahui se-ak 683? sebagai penyebab dari tropical canine pancytopenia, yang ditransmisikan oleh Rhicecephalus sangineus, kutu an-ing. Infeksi 3.canis yang ditransmisikan kutu an-ing pada manusia belum

pernah dilaporkan sampai tahun 68" di Cmerika, ketika kasus digambarkan penyakit demam stelah gigitan kutu serupa dengan R5%>, tetapi tanpa ruam. ;rganisme intralekositik terdeteksi dan antibodi mela$an 3.canis ditemukan pada titer tinggi. Tampilan penyakit termasuk ruam malar, ensefalopati, insufisiensi renal, nyeri sendi dan trombositopenia. Respon terhadap pengobatan dengan kloramfenikol, doksisiklin, dan kortikosteroid memuaskan. 2eberapa pasien dengan CI7% -uga telah dilaporkan mendapat infeksi 3. canis. 7i /ong 'ong sebuah penyakit serupa dengan scrub typhus, tetapi dengan tes serologi spesifik untuk R. tsutsugamushi negatif telah ditemukan dan dinamakan 4ion Rock fever. 1enyakit ini berespon baik terhadap doksisiklin.