Anda di halaman 1dari 22

TEKNIK PENGAMBILAN SAMPEL

PENDAHULUAN Modul ini merupakan kelanjutan dari modul lima. Tentu Anda masih ingat, dari modul lima Anda telah memperoleh pengertian hipotesis penelitian, mengapa dan untuk apa hipotesis penelitian, dan apa yang menjadi prinsip hipotesis penelitian. Dalam modul ini Anda akan mempelajari teknik pengambilan sampel. Setelah menyelesaian modul ini, Anda diharapkan memiliki kemampuan sebagai berikut. 1. 2. 3. . !. ". #. $. %. 1&. Dapat menjelaskan pengertian pengambilan sampel. Dapat menjelaskan cara pengambilan sampel acak. Dapat menyebutkan tujuan digunakan teknik acak. Dapat menggunakan tabel bilangan acak. Dapat menjelaskan cara pengambilan sampel sistematik. Dapat menjelaskan cara pengambilan sampel strata. Dapat menyebutkan syarat pengambilan sampel strata. Dapat menjelaskan pengambilan sampel random gugus sederhana. Dapat menjelaskan pengambilan sampel random gugus bertahap. Dapat mengambil sampel secara purposi'e. (emampuan tersebut sangat penting bagi mahasis)a calon guru, guru dan calon peneliti. (hususnya bagi guru, baik guru kelas maupun guru mata pelajaran yang selalu berhadapan peserta didik dengan jenjang pendidikan yang berbeda. Anda akan tampil lebih percaya diri dan mantap, peserta didik Anda pun akan merasa lebih puas dapat belajar dari Anda. *ebih dari itu suasana kelas Anda akan lebih menarik, menantang, dan menyenangkan. +ntuk membantu Anda menguasai kemampuan di atas, dalam modul ini akan disajikan pembahasan dan latihan, dalam 3 ,tiga- kegiatan belajar ,(.sebagai berikut. (.1/ 0engertian pengambilan sampel dan pengambilan sampel acak. (.2/ 0engambilan sampel sistematik dan pengambilan sampel strata. (.3/ 0engambilan sampel kluster dan pengambilan sampel non acak.

Metodologi Penelitian

Agar Anda berhasil dengan baik mempelajari modul ini ikuti petunjuk belajar sebagai berikut. 1. 2. .acalah dengan cermat bagian 0endahuluan modul ini sampai Anda memahami betul apa, untuk apa dan bagaimana mempelajari modul ini. .aca sepintas bagian demi bagian dan temukan kata1kata kunci dan kata1kata yang Anda anggap baru. 2arilah dan baca pengertian kata1kata kunci dalam da3tar kata1kata sulit modul ini atau dalam kamus yang ada. 3. Tangkaplah pengertian demi pengertian dari isi modul ini melalui pemahaman sendiri dan tukar pikiran dengan mahasis)a atau guru lain dan dengan tutor Anda. . Terapkan prinsip, prosedur dan model disain eksperimen secara imajiner ,dalam pikiran- dan dalam situasi terbatas melalui simulasi seja)at pada saat tutorial. !. Mantapkan pemahaman Anda melalui diskusi mengenai pengalaman simulasi dalam kelompok kecil atau klasikal pada saat tutorial.

Metodologi Penelitian

KEGIATAN BELAJAR 1 PENGERTIAN PENGAMBILAN SAMPEL DAN PENGAMBILAN SAMPEL ACAK A. URAIAN: 1. 0engertian pengambilan sampel Mengingat dasar pemikiran digunakannya sampel di dalam suatu penelitian, antara lain adalah agar dalam penelitian tersebut dapat diperoleh kecermatan yang tinggi, penghematan biaya, )aktu, dan tenaga, serta membatasi akibat1akibat buruk yang ditimbulkan oleh suatu penelitian ,khusnya pelaksanaan eksperimen-, maka sampel harus ditetapkan dengan tepat dan benar. 4leh karena penelitian eksperimen menggunakan sampel yang relati3 kecil, maka teknik pengambilan sampel harus dilakukan dengan baik dalam arti tepat dan benar. 5al ini dimaksudkan untuk menjamin ketepatan generalisasi hasil eksperimen. 0ada pokoknya teknik pengambilan sampel dibedakan menjadi dua macam, yaitu teknik acak dan teknik non acak. Teknik acak dan non acak akan dikemukakan pada kegiatan belajar selanjutnya. 2. 0engambilan sampel acak 0engambilan sampel secara acak atau random sampling adalah teknik sampling yang memberikan peluang sama kepada setiap anggota populasi untuk terpilih menjadi anggota sampel. Misalnya jika banyaknya unit dalam populasi adalah 6 dan ukuran sampel adalah n, maka besarnya probabilitas setiap unit elementer untuk terpilih sebagai sampel adalah
n . N

7ni berarti bah)a setiap ,semua- unit elementer dalam populasi harus dapat diidenti3ikasi dan termuat dalam kerangka sampling. (arena itu teknik ini dikatakan teknik sampling probabilitas. Sampel yang diambil dari suatu populasi secara acak ,randomdisebut sampel acak. Tujuan digunakan teknik acak adalah sebagai berikut.

Metodologi Penelitian

a. Dengan sampel acak memungkinkan diperolehnya data penelitian yang dapat digeneralisasi terhadap populasi yang luas dengan kesesatan yang lebih terbatas ,minim-. b. Dengan sampel acak memungkinkan peneliti mengaplikasikan kesim1 pulan statistik, dan hal itu berarti peneliti dapat menarik kesimpulan statistik tentang nilai1nilai parameter populasi seperti/ rata1rata simpangan baku, dan lain1lain. c. Dengan sampel acak dapat diperoleh kelompok1kelompok sampel yang homogen satu sama lain, sehingga tidak perlu dilakukan pengujian homogenitas antar kelompok sampel. 0engambilan sampel acak dapat ditempuh melalui cara undian, tabel bilangan acak, atau dengan komputer. .entuk tabel bilangan acak bermacam1macam, tetapi yang la8im digunakan seperti tabel di ba)ah, ber)ujud serentetan bilangan yang cukup panjang dan bilangan1bilangan itu dikelompokkan lima1lima ,3i'e digittersebar secara acak ,penyebaran bilangan1bilangan itu tidak diatur-. Tabel .ilangan Acak
.aris &1 &2 &3 & &! &" &# &$ &% 1& 11 11 ! 323$$ &!3&& ""!23 1"# #%1 "3 ! $%%1# %2" $ 2&%#% 31%!% !31& " 9 1& !23%& 221" 133 " $" &2!3 1#3"1 1!""! ! ! & !&$ "!" 2 $&1$& 11 1 1! 1"$1$ 2 &"% 3&"%# & #!$ 3#"$& "2$2! !2$#2 &%!!2 ! !3! # 2 & 3&"12 1" 9 2& "%2%$ ! 22 3!!!2 #!3"" 2&$&1 3%%&$ #3$23 $$$1! 313!! !"3&2 2 #3! 21 1 2! $2#32 3!3$3 3!%#& #"!! #21!2 &!"&# #31 1"!!3 $"&" &&&33 "3 1 2" 1 3& 3$ $& 1%"$# 1%12 31"&1 3%33% %12$ $$""2 !112! 2% #2 "#1&# "#$%2 31 9 3! #3$1# 11&!2 "331$ 12"1 3 $&$ "$$33 $$%#& #%3#! #"$% ##!1& 3#&!3 3" 1 & 32!23 %1 %1 2%!$" 33&#2 &$%3& 2!!#& # %2 %#!%" &!%# #&"2! "$2## 11 ! 1%"1 "&3$3 &3$$# "&332 $"&&1 33$1$ !1$&! 1$2%" !2 "$ 2$#2! &&1%! dst

Tabel bilangan acak ada yang terdiri dari satu halaman dan ada pula yang terdiri dari beberapa halaman.

Metodologi Penelitian

B.

CONTOH 2ontoh 1/ 0engambilan sampel 0eneliti akan mengadakan eksperimen dengan menggunakan sampel sejumlah polisi berpangkat .intara di 0olda Metrojaya yang diambil dengan cara tertentu. :ika sis)a sebagai indi'idu merupakan satuan unit sampel, maka semua polisi berpangkat .intara yang ada di 0olda Metrojaya sebagai populasi kemudian diambil sebagian daripadanya sebagai sampel. 2ontoh 2/ 0engambilan sampel acak Dari populasi 1&&& polisi berpangkat .intara di 0olda Metrojaya akan diambil 1&& polisi berpangkat .intara di 0olda Metrojaya sebagai sampel. Tanpa mempertimbangkan seorang polisi berpangkat .intara di 0olda Metrojaya itu, ia memiliki kesempatan yang sama dengan %%% polisi berpangkat .intara lainnya. 2ara pengambilannya sangat sederhana, yaitu dimulai dengan memberikan nomor urut kepada setiap .intara. Dari nomor 1 sampai dengan nomor 1&&&. Setelah itu dengan menggunakan tabel bilangan acak atau dengan teknik acak yang lain. Diambil sebanyak 1&& .intara untuk menjadi anggota sampel dengan cara sebagai berikut. Tetapkan salah satu halaman secara acak. ,1:atuhkan ujung pensil secara acak di halaman tersebut. Amati angka terdekat dengan jatuhnya ujung pensil, jika angka terdekat adalah , maka halaman yang pertama digunakan adalah halaman . :ika ternyata tabel itu hanya 3 halaman, kurangi angka diperoleh hasil 1; ini artinya pengambilan halaman 1. ,2:atuhkan ujung pensil untuk yang kedua, untuk menetapkan baris dan kolom berapa nomor sampel diambil dari tabel halaman 1. Sebelah kanan ujung pensil untuk menetapkan baris ke1 dan sebelah kiri ujung pensil untuk menetapkan kolom ke1. Misalkan ujung pensil jatuh di antara 3! dan 11. ,3Dengan hasil langkah ketiga itu, nomor sampel diambil dari kolom 3! dan baris 11 pada tabel halaman 1. Dengan petunjuk itu sampel dengan 3 dan dimulai dari

Metodologi Penelitian

maka didapat deretan bilangan 3#&!3. Mulai dari kelompok angka ini digunakan 3 angka saja, berjalan ke atas dan ke ba)ah sampai kebutuhan1kebutuhan jumlah 1&& terpenuhi. , Dengan cara ini nomor sampel yang terambil adalah ##!, #", #%3, $$%, "$$, 3 $, 12", "33, 11&, #3$ dan seterusnya sampai diperoleh 1&& nomor. :ika menggunakan tabel yang lengkap, angka nomor sampel dapat dilanjutkan ke deretan di ba)ahnya. Apabila tabel bilangan acak hanya termuat pada satu halaman, maka langkah ke ,2- tidak diperlukan. Dalam hal ini, jika banyaknya anggota populasi kurang dari 1&&&, katakan "!&, maka nomor bilangan yang lebih dari "!& dan terambil, nomor itu dikurangi dengan 3!&; jadi untuk angka %%! akan menjadi " !. 2ara ini dapat ditinggalkan apabila tabel bilangan acak terdiri dari beberapa halaman dan memungkinkan mendapat nomor di ba)ah "!& yang mencukupi kebutuhan dengan meninggalkan angka di atas "!&. C. LATIHAN: Dari populasi !&& polisi berpangkat 0er)ira 0ertama di 0olda Metrojaya akan diambil $& 0er)ira 0ertama sebagai sampel. Tanpa mempertimbangkan seorang 0er)ira 0ertama yang bertugas di bagian mana 0olda Metrojaya itu, ia memiliki kesempatan yang sama dengan %% 0er)ira 0ertama lainnya. .agaimana cara pengambilannya< D. TES FORMATIF Dari populasi !&& sis)a SD di S06 .atua akan diambil #& sis)a sebagai sampel. Tanpa mempertimbangkan seorang sis)a di 0leton mana di S06 .atua itu. :elaskan langkah1langkah yang harus dilakukan oleh peneliti, jika ia menggunakan tabel acak. E. KUNCI 2ara pengambilannya, yaitu dimulai dengan memberikan nomor urut kepada setiap sis)a. Dari nomor 1 sampai dengan nomor !&&. Setelah itu dengan menggunakan tabel bilangan acak atau dengan teknik acak yang

Metodologi Penelitian

lain. Diambil sebanyak #& sis)a untuk menjadi anggota sampel dengan cara sebagai berikut. Menetapkan salah satu halaman secara acak. ,1Menjatuhkan ujung pensil secara acak di halaman tersebut. Angka terdekat dengan jatuhnya ujung pensil, jika angka terdekat adalah 3, maka halaman yang pertama digunakan adalah halaman 3. :ika ternyata tabel itu hanya 2 halaman, dikurangi angka 3 dengan 2 dan diperoleh hasil 1; ini artinya pengambilan sampel dimulai dari halaman 1. ,2Dijatuhkan ujung pensil untuk yang kedua, untuk menetapkan baris dan kolom berapa nomor sampel diambil dari tabel halaman 1. Sebelah kanan ujung pensil untuk menetapkan baris ke1 dan sebelah kiri ujung pensil untuk menetapkan kolom ke1. Misalkan ujung pensil jatuh di antara 3! dan 11. ,3Dengan hasil langkah ketiga itu, nomor sampel diambil dari kolom 3! dan baris 11 pada tabel halaman 1. Dengan petunjuk itu maka didapat deretan bilangan 3#&!3. Mulai dari kelompok angka ini digunakan 3 angka saja, berjalan ke atas dan ke ba)ah sampai kebutuhan1kebutuhan jumlah #& terpenuhi. , ##!, Dengan cara ini nomor sampel yang terambil adalah #", #%3, $$%, "$$, 3 $, 12", "33, 11&, #3$ dan seterusnya sampai diperoleh #& nomor.

Metodologi Penelitian

KEGIATAN BELAJAR 2 PENGAMBILAN SAMPEL SISTEMATIK DAN PENGAMBILAN SAMPEL STRATA. A. 1. URAIAN: 0engambilan sampel sistematik. Apabila bayaknya satuan elementer dalam populasi cukup besar dan telah tersusun secara sistematik dalam suatu da3tar atau telah tersusun menurut pola atau aturan tertentu, maka cara pengambilan sampel dengan random sederhana kurang tepat digunakan, yang sesuai adalah sistematik random sampling. Sistematik random sampling adalah cara pengambilan sampel, dimana hanya unsur pertama yang dipilih secara random, sedang unsur1unsur berikutnya dipilih secara sistematik menurut suatu pola tertentu. Secara teknik pengambilan sampel dengan cara sistematik random dapat dijelaskan sebagai berikut. Misalkan jumlah satuan1satuan elementer dalam populasi adalah 6 dan ukuran sampel yang dikehendaki adalah n, maka hasil bagi 6=n dinamakan inter'al sampel dan bisanya diberi simbol k. +nsur pertama dalam sampel dipilih secara random dari satuan elementer bernomor urut 1 sampai dengan k dari populasi. :ika yang terpilih adalah satuan elementer bernomor urut s, maka unsur1unsur selanjutnya dalam sampel ditentukan sebagai berikut. +nsur pertama > s +nsur kedua +nsur ketiga >s?k > s ? 2k

+nsur keempat > s ? 3k, dan seterusnya. 2. 0engambilan sampel strata :ika satuan1satuan elementer dalam populasi tidak homogen, maka pengambilan sampel dengan cara random tidak dapat digunakan. 4leh karena itu, pada kasus di mana karakteristik populasi tidak homogen, maka populasi dapat distrati3ikasi atau dibagi1bagi ke dalam sub1sub populasi

Metodologi Penelitian

sedemikian, sehingga satuan1satuan elementer dalam masing1masing sub1 populasi menjadi homogen. (emudian pengambilan sampel dengan cara random dapat dilakukan pada setiap sub1populasi. 0erlu dipahami bah)a pengertian homogenitas dalam hal ini terkait dengan 'ariabel penelitian. Ada tiga syarat yang harus dipenuhi untuk dapat menggunakan metode pengambilan sampel random distrati3ikasi adalah sebagai berikut. a. Ada kriteria yang jelas sebagai dasar untuk membuat strati3ikasi, misalnya gaya penuturan berbeda karena berbeda bahasa ,dalam contoh di berikut-. b. (riteria yang digunakan tersebut berdasarkan data pendahuluan yang telah diperoleh atau dapat juga berdasarkan pengetahuan teoretik. c. :ika ukuran sampel proporsional, maka harus diketahui dengan tepat jumlah satuan1satuan elementer yang ada di setiap sub1populasi. (eunggulan metode pengambilan sampel ini adalah sangat mungkin semua ciri dalam populasi yang heterogen dapat ter)akili, dan dimungkinkan bagi peneliti untuk menyelidiki perbedaan antara sub1sub populasi atau memasukkan sub1sub populasi sebagai 'ariabel moderator dari penelitian. B. CONTOH: 2ontoh 1/ 0engambilan sampel sistematik :umlah unit dalam populasi sebesar 2&& unit, dan besar sampel yang dikehendaki misalnya & unit. .erarti k > 2&&= & > !. +nsur pertama dapat dipilih secara random dari nomor urut 1 1 !. :ika yang terpilih adalah unit dengan nomor urut 3, unit1unit sampel berikutnya adalah ,3 ? !- > $, ,3 ? 1&- > 13, ,3 ? 1!- > 1$, ,3 ? 2&- > 23, dan seterusnya, sehingga diperoleh unit sampel sebanyak & unit. 2ontoh 2/ 0engambilan sampel strata Misalnya, kita ingin meneliti gaya penutur bahasa di Sula)esi Selatan. 0opulasinya adalah semua orang di Sula)esi Selatan yang sudah lancar berbicara. :elas bah)a populasi tidak homogen, karena di Sula)esi Selatan terdapat lima jenis bahasa dengan gaya penuturan yang

Metodologi Penelitian

berbeda1beda. +ntuk itu, populasi dibagi1bagi menjadi lima sub1populasi, yaitu sub1populasi .ugis, sub1populasi Makassar, sub1populasi Mandar, sub1populasi Tator, dan sub1populasi Makassar ,campuran-. (emudian ditetapkan ukuran sampel untuk masing1masing sub1populasi, boleh proporsional boleh juga tidak. :ika tidak proporsional, misalnya dapat diambil 1&& orang untuk setiap sub1populasi, sehingga diperoleh !&& orang yang akan menjadi sampel penelitian. 0engambilan 1&& orang dari setiap sub1populasi tersebut dilakukan secara random. C. LATIHAN :umlah unit dalam populasi sebesar 12&& unit, dan besar sampel yang dikehendaki misalnya 3&& unit. :ika digunakan random sitematik, bagaimana langkah1langkah pengambilan sampelnya< D. TES FORMATIF: :umlah unit dalam populasi sebesar 12&& unit dan besar sampel yang dikehendaki misalnya & unit. :ika digunakan random sitematik, maka bagaimana langkah1langkah pengambilannya< E. KUNCI (arena jumlah unit dalam populasi 12&&, dan banyaknya sampel yang diinginkan &, maka k > 12&&= & > 3&. +nsur pertama dapat dipilih secara random dari nomor urut 1 1 3&. :ika yang terpilih adalah unit dengan nomor urut 1#, unit1unit sampel berikutnya adalah ,1# ? 3&- > #, ,1# ? "&- > ##, ,1# ? %&- > 1&#, ,1# ? 12&- > 13#, dan seterusnya, sehingga diperoleh unit sampel sebanyak & unit.

Metodologi Penelitian

KEGIATAN BELAJAR 3 PENGAMBILAN SAMPEL KLUSTER DAN PENGAMBILAN SAMPEL NON ACAK A. URAIAN: 1. 0engambilan sampel kluster. a. 0engambilan Sampel @andom Augus Sederhana ,Simple 2luster @andom SamplingSampai saat ini pembahasan yang dilakukan adalah mengenai metode sampling di mana analisis atau satuan penelitian ,misalnya orang, rumah, bidang tanah, dan lain1lain- sudah tersusun dalam suatu da3tar. Dalam praktek kita sering kali dihadapkan dengan kenyataan di mana kerangka sampling yang digunakan untuk dasar pemilihan sampel belum tersedia atau tidak lengkap atau bahkan sangat sulit diperoleh. +ntuk mengatasi hal tersebut, unit1unit analisis dalam populasi dikelompokkan ke dalam gugus1gugus yang disebut clusters dan ini akan merupakan satuan1satuan dari mana sampel akan diambil. 0engambilan gugus yang akan menjadi sampel dilakukan secara random, dengan catatan bah)a gugus1gugus yang ada dalam populasi mempunyai ciri yang homogen. Semua unit analisis yang ada dalam gugus terpilih harus diselidiki. b. 0engambilan Sampel @andom Augus .ertahap Dalam praktek sering dijumpai populasi yang letaknya sangat tersebar secara geogra3is, sehingga sangat sulit untuk mendapatkan kerangka sampling dari semua unsur1unsur yang terdapat dalam populasi. +ntuk mengatasi hal ini, unit1unit analisis dikelompokkan ke dalarn gugus1gugus yang merupakan satuan1satuan dari mana sampel akan diambil. 0engambilan sampel melalui tahap1tahap tertentu. Satu populasi dapat dibagi ke dalam gugus tingkat pertama; gugus1gugus tingkat pertama dapat dibagi lagi ke dalam gugus1gugus tingkat kedua; gugus1gugus tingkat kedua dapat dibagi lagi ke dalam gugus1gugus tingkat ketiga; dan seterusnya.

Metodologi Penelitian

1. 0engambilan sampel non acak 0engambilan sampel non acak atau non random sampling, peluang untuk menjadi anggota sampel bagi setiap anggota dalam populasi itu tidak sama. .erbagai 3aktor yang dapat membatasi anggota populasi berpeluang tidak sama untuk terpilih menjadi anggota sampel, antara lain daerah ,area-, tingkatan ,stratum-, kelompok ,cluster-. Sampel bertujuan atau purposi'e sample dilakukan dengan cara mengambil subjek bukan didasarkan atas strata, random atau daerah tetapi didasarkan atas adanya tujuan tertentu. Teknik ini biasanya dilakukan karena beberapa pertimbangan, misalnya karena alasan keterbatasan )aktu, tenaga dan dana sehingga tidak dapat mengambil sampel yang besar dan jauh. Balaupun cara seperti ini diperbolehkan, yaitu bah)a peneliti bisa menentukan sampel dengan tujuan tertentu tetapi dengan syarat sebagai berikut. 120engambilan sampel harus didasarkan atas ciri1ciri, si3at1si3at atau karakteristik tertentu yang merupakan ciri1ciri pokok populasi. Subjek yang diambil sebagai sampel benar1benar merupakan subjek yang paling banyak mengandung ciri1ciri yang terdapat pada populasi. 30enentuan karakteristik populasi dilakukan dengan cermat di studi pendahulu1an. B. CONTOH: 2ontoh 1a/ 0engambilan Sampel @andom Augus Sederhana Misalnya populasi penelitian kita adalah )arga masyarakat di (abupaten A, tetapi da3tar dari )arga masyarakat tersebut sulit diperoleh. Dalarn kasus ini, )arga masyarakat di (abupaten A dikelompokkan ke dalam (elurahan, kemudian dipilih secara random 3 (elurahan untuk menjadi sampel penelitian. :adi sampel yang diselidiki adalah semua )arga masyarakat yang berada pada tiga (elurahan sampel tersebut. 2ontoh 1b/ 0engambilan Sampel Augus .ertahap

Metodologi Penelitian

Misalnya jika kita mempunyai populasi )arga masyarakat di Sula)esi Selatan, populasi tersebut dapat dibagi kedalam kabupaten1kabupaten sebagai gugus tingkat pertama, (ecamatan1kecamatan sebagai gugus1 gugus tingkat kedua, dan desa1desa sebagai gugus tingkat ketiga. 2ara pengambilan sampelnya adalah sebagai berikut. ,1,2,3, Dipilih lima (abupaten secara random dari 23 (abupaten di Sula)esi Selatan. Dari masing1masing (abupaten terpilih, dipilih tiga (ecamatan secara random, sehingga diperoleh 1! (ecamatan sampel. Dari masing1masing (ecamatan sampel dipilih lagi secara random dua desa, sehingga diperoleh 3& desa sampel. Semua )arga masyarakat yang berada pada ke13& desa sampel tersebut akan diselidiki sebagai sampel penelitian. 2ontoh 2/ 0engambilan sampel non acak 0eneliti akan mengadakan penelitian tentang minat belajar sis)a1sis)a S*T0 di seluruh 7ndonesia. Dengan mempertimbangkan tersedianya tenaga peneliti, )aktu dan dana maka tidak mungkin mengambil seluruh propinsi yang ada. Maka diambil D7C, Medan, Malang, .andung dan Menado yang diperkirakan merupakan tempat1tempat yang banyak sekolahnya sehingga memilih cukup banyak pelajar. Disamping itu juga mengambil beberapa daerah yang sekolahnya sedikit sebagai imbangan. C. LATIHAN 0opulasi )arga masyarakat di suatu 0ro'insi. 0ro'insi tersebut terdiri dari 21 kabupaten, 21 kecamatan, 21 2 kelurahan, dan $!" rukun tetangga. Sebutkan langkah1langkah pengambilan sampelnyaD D. TES FORMATIF: 0opulasi )arga masyarakat di suatu 0ro'insi. 0ro'insi tersebut terdiri dari 1# kabupaten, 1! kecamatan, 11 2 desa. Sebutkan langkah1langkah pengambilan sampelnyaD

Metodologi Penelitian

E.

KUNCI Diketahui 0ro'insi E yang terdiri dari 1# kabupaten, 1! kecamatan, 11 2 desa. 2ara pengambilan sampelnya adalah sebagai berikut. ,1,2,3Dipilih lima (abupaten secara random dari 1# (abupaten di suatu 0ro'insi. Dari masing1masing (abupaten terpilih, dipilih tiga (ecamatan secara random, sehingga diperoleh 1! (ecamatan sampel. Dari masing1masing (ecamatan sampel dipilih lagi secara random dua desa, sehingga diperoleh 3& desa sampel. Semua )arga masyarakat yang berada pada ke13& desa sampel tersebut akan diselidiki sebagai sampel penelitian.

Metodologi Penelitian

KEGIATAN BELAJAR 4 TEKNIK PENGUMPULAN DATA A. URAIAN: Dalam suatu penelitian selalu terjadi proses pengumpulan data. 0roses pengumpulan data tersebut dapat dilakukan dengan teknik1teknik tertentu. Teknik yang dipilih dan digunakan dalam proses pengumpulan data tergantung pada si3at dan karakteristik penelitian yang dilakukan. Agar data yang dikumpulkan memenuhi persyaratan atau dapat dipertanggung1 ja)abkan secara ilmiah, maka petugas pengumpul data dan alat bantu ,instrumen- pengumpul data haruslah memenuhi kriteria yang diperlukan. 0ada bagian ini akan dibahas tentang beberapa teknik pengumpulan data beserta instrumen penelitian yang biasanya dipakai sebagai alat bantu kegiatan pengumpulan data. Di antara teknik pengumpulan data yang cukup penting adalah )a)ancara, kuesioner, obser'asi, tes dan dokumentasi. Setiap teknik pengumpulan data tersebut menggunakan instrumen pengumpul data yang berbeda1 beda. Secara umum yang dimaksud dengan instrumen adalah suatu alat yang karena memenuhi persyaratan akademis maka dapat dipergunakan sebagai alat untuk mengukur suatu obyek ukur atau mengumpulkan data mengenai suatu 'ariabel. Dalam bidang penelitian, instrumen diartikan sebagai alat untuk mengumpulkan data mengenai 'ariabel1'ariabel penelitian untuk kebutuhan penelitian. 0ada dasarnya instrumen dapat Cang termasuk dibagi menjadi dua macam yakni tes dan non1tes.

kelompok tes, misalnya tes prestasi belajar, tes inteligensi, tes bakat; sedangkan yang termasuk non1tes misalnya pedoman )a)ancara, angket atau kuesioner, pedoman obser'asi, da3tar cocok , check list-, skala sikap, skala penilaian, dan sebagainya. 1. 0engertian )a)ancara Secara umum yang dimaksud )a)ancara adalah cara menghimpun bahan1 bahan keterangan yang dilaksanakan dengan tanya ja)ab secara lisan,

Metodologi Penelitian

sepihak, berhadapan muka dan dengan arah tujuan yang telah ditentukan. Ada dua jenis )a)ancara yang dapat dilakukan dalam kaitannya dengan pengumpulan data penelitian yaitu / a. sistematis. b. )a)ancara bebas. Salah satu kelebihan yang dimiliki )a)ancara adalah pe)a)ancara sebagai pengumpul data dapat melakukan kontak langsung dengan sumber data ,responden- yang akan dimintai keterangan sehingga dapat diperoleh data atau in3ormasi yang lebih lengkap dan mendalam. Dengan melalui )a)ancara maka dimungkinkan sumber data dapat memberikan dan mengeluarkan ide pemikiran atau isi hatinya secara lebih bebas. :ika )a)ancara dilakukan secara bebas maka pe)a)ancara tidak perlu persiapan yang matang, tetapi jika )a)ancara dilakukan secara sistematis maka pe)a)ancara perlu dipandu dengan pedoman )a)ancara yang berisi pokok1pokok pertanyaan yang akan ditanyakan kepada responden. Mencatat dan mengolah hasil )a)ancara jauh lebih sulit dibanding dengan mencatat dan mengolah hasil obser'asi atau hasil tes. Sehubungan dengan instrumen yang digunakan dalam )a)ancara, Arikunto ,1%$#- membedakan dua jenis pedoman )a)ancara yaitu / ,a0edoman )a)ancara tidak berstruktur, yakni pedoman )a)ancara yang hanya memuat garis besar yang akan ditanyakan. Dalam hal ini kreati'itas pe)a)ancara sangat diperlukan. 0e)a)ancara seolah1olah sebagai pengemudi ja)aban responden. :enis ini cocok untuk peneliti kasus. ,b0edoman )a)ancara terstruktur, yaitu pedoman )a)ancara yang disusun secara rinci sehingga menyerupai check list. 0e)a)ancara tinggal membubuhkan tanda F pada nomor yang sesuai. Gungsi pedoman )a)ancara ini adalah / ,1- memberikan pedoman tentang apa1apa yang akan ditanyakan, ,2- mengantisipasi kemungkinan lupa terhadap pokok1 Ba)ancara tidak terpimpin ,un-guided interview- yang dikenal dengan istilah )a)ancara sederhana atau Ba)ancara terpimpin ,guided interviewyang juga dikenal dengan sebutan )a)ancara berstruktur atau )a)ancara

Metodologi Penelitian

pokok persoalan yang ditanyakan dalam penelitian, ,3- agar )a)ancara dapat berlangsung secara e3ekti3 dan e3isien.

2.

(uesioner ,Angket(uesioner atau angket dapat digunakan sebagai alat atau instrumen pengumpul data penelitian. (uesioner terdiri dari da3tar pertanyaan yang disampaikan kepada responden untuk dija)ab secara tertulis. 0enggunaan kuesioner sebagai alat pengumpul data akan jauh lebih praktis, hemat )aktu dan tenaga dibanding dengan metode )a)ancara. 6amun kelemahannya adalah kemungkinan adanya ja)aban yang diberikan dalam kuesioner tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya, apalagi pertanyaan dalam kuesioner tidak dirumuskan dengan jelas sehingga membingungkan responden. .eberapa alasan digunakannya kuesioner, antara lain /

1. 2. tujuan penelitian, dan 3.

(uesioner 'ariabel yang bersi3at 3aktual,

terutama

dipakai

untuk

mengukur

+ntuk memperoleh in3ormasi yang rele'an dengan +ntuk memperoleh in3ormasi dengan 'aliditas dab reliabilitas setinggi mungkin. (uesioner dapat diberikan langsung kepada responden, dapat juga diberikan kepada orang lain yang mengenal berbagai karakteristik responden untuk melakukan penilaian terhadap responden. (uesioner umumnya dipergunakan untuk menilai hasil belajar pada ranah a3ekti3. Dalam hal ini kuesioner dapat disajikan dalam bentuk pilihan ganda atau bentuk skala sikap, misalnya skala *ikert yang paling banyak dipergunakan orang terutama para peneliti bidang pendidikan yang tertarik untuk meneliti aspek1aspek psikologis yang diduga berpengaruh terhadap proses belajar mengajar. Selain sebagai alat untuk mengukur hasil belajar, kuesioner berguna juga untuk mengungkap latar belakang responden maupun sumber data lainnya

Metodologi Penelitian

di mana data yang berhasil diperoleh melalui kuesioner kemungkinan suatu saat akan diperlukan, terutama jika terjadi kasus1kasus tertentu. 3. 4bser'asi 0engertian obser'asi adalah cara menghimpun bahan1bahan kete1rangan yang dilakukan dengan mengadakan pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap 3enomena13enomena yang dijadikan objek pengamatan. 4bser'asi sebagai metode pengumpulan data banyak digunakan untuk mengamati tingkah laku indi'idu atau proses terjadinya suatu kegiatan yang dapat diamati. Menurut Ary dkk ,1%$!- terdapat lima langkah pendahuluan yang harus diambil pada )aktu melakukan obser'asi, yaitu / ,a,b,c,d,eAspek tingkah laku yang akan diamati harus dipilih. Tingkah laku yang masuk ke dalam kategori yang telah dipilih harus dirumuskan dengan jelas. 4rang yang akan melakukan pengamatan harus dilatih. Suatu sistem untuk mengukur pengamatan harus dikembangkan. 0rosedur terperinci untuk mencatat tingkah laku harus dikembangkan. 4bser'asi dapat dilakukan secara partisipati3 , participan observationmaupun non1partisipati3 ,nonparticipan observation-. 4bser'asi dapat juga berbentuk obser'asi eksperimental ,experimental observation- yaitu obser'asi yang dilakukan dalam situasi yang dibuat dan obser'asi noneksperimental ,nonexperimental observation) yaitu obser'asi yang yang dilakukan dalam situasi yang )ajar. 0ada obser'asi partisipatori obser'er melibatkan diri di tengah1tengah kegiatan obser'asi, sedangkan obser'asi non partisipasi obser'er berada di luar kegiatan seolah1olah sebagai penonton. 0ada obser'asi eksperimental tingkah laku diharapkan muncul karena responden atau unit analisis dikenai perlakukan, maka obser'er perlu persiapan yang benar1 benar matang, sedangkan pada obser'asi yang non1eksperimental pelaksanaannya lebih sederhana dan dapat dilakukan secara sepintas lalu. :ika obser'asi digunakan sebagai alat e'aluasi, maka perlu diingat bah)a pencatatan hasil obser'asi lebih sukar daripada mencatat ja)aban yang

Metodologi Penelitian

diberikan oleh peserta tes, karena respon obser'asi adalah tingkah laku dimana proses kejadiannya berlangsung cepat. 4bser'asi yang dilakukan dengan perencanaan yang matang disebut obser'asi sistematis. . Tes 0engumpulan data penelitian dapat dilakukan dengan tes atau peng1ujian. Tes adalah prosedur sistematik yang dibuat dalam bentuk tugas1tugas yang distandardisasikan dan diberikan kepada indi'idu atau kelompok untuk dikerjakan, dija)ab, atau direspons, baik dalam bentuk tertulis, lisan maupun perbuatan. Tes juga dapat diartikan sebagai alat pengukur yang mempunyai standar obyekti3 sehingga dapat dipergunakan untuk mengukur dan membandingkan keadaan psikis atau tingkah laku indi'idu. .eberapa jenis tes yang biasa digunakan dalam penelitian misalnya tes bakat, tes inteligensi, tes minat, tes prestasi, tes kepribadian, dan sebagainya. +ntuk menentukan jenis tes mana yang dipakai dalam penelitian, tergantung jenis dan tujuan penelitian itu sendiri. Tes yang baik adalah tes yang obyekti3, 'alid dan reliabel. !. Dokumentasi Dokumentasi berasal dari kata dokumen, yang artinya barang1barang tertulis. Metode dokumentasi dalam hal ini berarti cara mengumpulkan data dengan mencatat data yang sudah ada dalam dokumen atau arsip. Metode pengumpulan data ini lebih mudah dibandingkan dengan metode pengumpulan data yang lain. Dalam menggunakan metode dokumentasi ini, peneliti dapat menyusun instrumen dokumentasi berupa 'ariabel1'ariabel terpilih yang akan didokumentasikan dengan menggunakan da3tar check list sesuai dengan kebutuhan peneliti. Menurut Auba dan *incoln ,1%$1- dokumen dapat digunakan untuk keperluan penelitian karena memenuhi kriteria atau alasan yang dapat dipertanggungja)abkan seperti / ,1,2,3Dokumen merupakan sumber yang stabil. .erguna sebagai bukti untuk pengujian. Sesuai untuk penelitian kualitati3 karena si3atnya yang alamiah.

Metodologi Penelitian

, ,!-

Tidak reakti3 sehingga tidak sukar ditemukan dengan teknik kajian isi. 5asil pengkajian isi akan membuka kesempatan untuk lebih memperluas tubuh pengetahuan terhadap sesuatu yang diselidiki. Sementara itu Moleong ,1%$%- menyatakan bah)a dokumen itu dapat dibagi atas dokumen pribadi dan dokumen resmi. catatan1catatan yang bersi3at 3ormal. .erkaitan dengan instrumen penelitian, peneliti perlu memahami bagaimana mengembangkan instrumen penelitian yang diperlukan untuk mengumpulkan data sesuai dengan yang dibutuhkannya. Secara umum ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menulis butir instrumen, baik instrumen dalam bentuk skala sikap, skala penilaian, maupun tes. 5al1 hal yang perlu diperhatikan di antaranya / Dokumen pribadi berisi catatan1catatan yang bersi3at pribadi, sedangkan dokumen resmi berisi

,1-

.utir harus langsung mengukur indikator, yaitu penanda konsep yang berupa sesuatu kenyataan atau 3akta , das solen- seperti keadaan, perasaan, pikiran, kualitas, kesediaan, dan sebagainya.

,2-

:a)aban terhadap butir instrumen dapat mengindikasikan ukuran indikator apakah keadaan responden berada atau dekat ke kutub positi3 atau ke kutub negati3. Misalnya jika berada atau dekat ke kutub positi3 menandakan sikap positi3, moti'asi tinggi, produkti'itas tinggi, dan seterusnya. Sedang jika berada atau dekat ke kutub negati3 berarti menandakan sikap negati3, moti'asi rendah, produkti'itas rendah, dan seterusnya.

,3-

.utir dapat berbentuk pertanyaan atau pernyataan dengan menggunakan bahasa yang sederhana, jelas, tidak mengandung ta3siran ganda, singkat dan komunikati3.

, ,!-

4psi dari setiap pertanyaan atau pernyataan itu harus rele'an menja)ab pertanyaan atau pernyataan tersebut. .anyaknya skala menunjukkan panjang skala yang secara konseptual kontinum. (arena distribusi ja)aban responden secara teoretik mendekati distribusi normal untuk jumlah populasi cukup besar, maka sebaiknya menggunakan skala ganjil.

Metodologi Penelitian

B. 1. 2. 3.

LATIHAN Sebutkan lima langkah pendahuluan yang harus diambil pada )aktu melakukan obser'asiD Sebutkan kegunaan dokumentasiD Sebutkan hal1hal yang perlu diperhatikan dalam menulis butir instrumenD

C. 1.

TES FORMATIF Sebutkan 3 alasan menggunakan obser'asiD 2. obser'asiD 3. dengan tes< :elaskan apa yang dimaksud Apa yang dimaksdu dengan

D. 1.

KUNCI Alasan digunakannya kuesioner, ,a- kuesioner terutama dipakai untuk mengukur 'ariabel yang bersi3at 3aktual, ,b- untuk memperoleh in3ormasi yang rele'an dengan tujuan penelitian, dan ,cuntuk memperoleh in3ormasi dengan 'aliditas dab reliabilitas setinggi mungkin. 2. 4bser'asi adalah cara menghimpun bahan1bahan keterangan yang dilakukan dengan mengadakan pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap 3enomena13enomena yang dijadikan objek pengamatan. 3. Tes adalah prosedur sistematik yang dibuat dalam bentuk tugas1tugas yang distandardisasikan dan diberikan kepada indi'idu atau kelompok untuk dikerjakan, dija)ab, atau direspons, baik dalam bentuk tertulis, lisan maupun perbuatan.

Metodologi Penelitian

Metodologi Penelitian