Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn.

H DENGAN CHEST PAIN DI IGD RSU PKU MUHAMMADIYAH BANTUL

Disusun Oleh: ANISA LINANGKUNG 201310206008

PROGRAM PROFESI NERS PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN STIKES AISYIYAH YOGYAKARTA 2013/2014

BAB I TINJAUAN TEORI

A. PENGERTIAN Nyeri dada adalah perasaan nyeri atau tidak enak yang mengganggu daerah dada dan seringkali merupakan rasa nyeri yang diproyeksikan pada dinding dada (referred pain). Nyeri Coroner adalah rasa sakit akibat terjadinya iskemik miokard karena suplai aliran darah koroner yang pada suatu saat tidak mencukupi untuk kebutuhan metabolisme miokard. Nyeri dada akibat penyakit paru misalnya radang pleura (pleuritis) karena lapisan paru saja yang bisa merupakan sumber rasa sakit, sedang pleura viseralis dan parenkim paru tidak menimbulkan rasa sakit (Himawan, 1996). B. ETIOLOGI Nyeri Dada: a. Cardial 1. Koroner 2. Non Koroner b. Non Cardial 1. Pleural 2. Gastrointestinal 3. Neural 4. Psikogenik (Abdurrahman N, 1999) C. TANDA DAN GEJALA Tanda dan gejala yang biasa menyertai nyeri dada adalah : a. Nyeri ulu hati b. Sakit kepala c. Nyeri yang diproyeksikan ke lengan, leher, punggung d. Diaforesis / keringat dingin e. Sesak nafas f. Takikardi

g. Kulit pucat h. Sulit tidur (insomnia) i. Mual, Muntah, Anoreksia j. Cemas, gelisah, fokus pada diri sendiri k. Kelemahan l. Wajah tegang, m erintih, menangis m. Perubahan kesadaran D. PEMERIKSAAN PENUNJANG a. EKG 12 lead selama episode nyeri a. Takhikardi / disritmia b. Rekam EKG lengkap : T inverted, ST elevasi / depresi, Q Patologis b. Laboratorium a. Kadar enzim jantung : CK, CKMB, LDH b. Fungsi hati : SGOT, SGPT c. Fungsi Ginjal : Ureum, Creatinin d. Profil Lipid : LDL, HDL c. Foto Thorax d. Echocardiografi e. Kateterisasi jantung E. PATHWAYS Suplai O2 dan Nutrisi Jaringan menurun Nyeri Dada

Metabolisme Anaerob

Penurunan Curah Jantung

Asam Lactat meningkat

Fatique

Intoleransi Aktivitas

BAB II TINJAUAN KASUS

A. IDENTITAS KLIEN Nama Umur Alamat Agama : Tn.H : 35 tahun : Melikan : Islam

Jenis kelamin : Laki-laki Tanggal Jam : 30 Januari 2014 : 16.30 WIB

B. PENGKAJIAN 1. Pengkajian Primer a. Airway Bebas, tidak ada sumbatan ataupun secret b. Breathing RR : 32 x/menit c. Circulation TD : 160 / 110 mmHg N : 120 x/menit Suhu : 36,50 C tidak ada sianosis, capillary refill 4 detik, akral dingin, tidak ada penurunan kesadaran. d. Disability Kesadaran : compos mentis, gelisah Nilai GCS : E : 4 V : 5 M : 6 total : 15 2. Pengkajian Sekunder a. Keluhan Utama Pasien datang dengan keluhan nyeri dada sebelah kiri yang muncul secara tiba-tiba dan menjalar ke bahu kiri dan punggung sesaat akan berangkat bekerja.

b. Riwayat kesehatan dahulu Pasien mengatakan 6 bulan yang lalu pernah mengalami nyeri dada yang sama dan pernah dirawat di rumah sakit. c. Pengkajian Nyeri P Q R : pasien mengatakan nyeri menetap tanpa atau dengan aktivitas : pasien mengatakan nyeri seperti tertekan : pasien mengatakan nyeri di dada sebelah kiri dan menjalar ke bahu kiri dan punggung S T : pasien mengatakan skala nyeri 7 : pasien mengatakan nyeri menetap selama lebih dari 30 menit

d. Pemeriksaan Fisik Kepala., Muka simetris, rambut warna hitam, wajah menyeringai menahan nyeri. Kulit, rambut, kuku Warna kulit sawo matang, distribusi rata, kulit teraba dingin, cavilary refill 4 detik Mata Pupil isokor Dada Terjadi retraksi dada, penggunaan otot bantu pernafasan Pemeriksaan Penunjang : a. EKG ST elevasi pada lead II, III, aVF b. Darah rutin Belum jadi C. ANALISA DATA Data Fokus DS : Pasien mengatakan cemas dan takut terhadap penyakitnya Etiologi Perubahan kontraktilitas Problem Penurunan curah jantung

DO : TD : 160/110 mmHg Nadi : 120 x/menit Suhu 36,5 0C RR : 32 x/menit Pemeriksaan EKG , ST elevasi di lead II,III, aVF DS : P : Pasien mengatakan nyeri menetap tanpa atau dengan aktivitas Q : pasien mengatakan nyeri seperti tertekan R : pasien mengatakan nyeri di dada sebelah kiri dan menjalar ke bahu kiri dan punggung S : pasien mengatakan skala nyeri 7 T : pasien mengatakan nyeri menetap selama lebih dari 30 menit DO : Pasien tampak pucat, berkeringat Pasien tampak lemah Wajah menyeringai Agen cidera biologis Nyeri Akut

menahan nyeri TD : 160/110 mmHg Nadi : 120 x/menit Suhu 36,5 0C RR : 32 x/menit Tn.H tampak gelisah Tn.H tampak memegangi bagian dadanya

D. RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN No 1. Diagnosa NOC NIC

Penurunan curah jantung b.d Setelah dilakukan tindakan Cardiac Care perubahan kontraktilitas keperawatan selama 60 menit diharapkan tingkat efektifitas pompa jantung pasien meningkat dengan kriteria hasil : Tanda-tanda vital dalam rentang normal : TD 120/80 mmHg, Suhu 36,50C 37,5 C, Nadi : 60100 x/menit, RR : 18-24 x/menit Dapat mentoleransi aktivitas, tidak ada kelelahan Tidak ada edema paru, perifer, dan tidak ada asites Tidak ada 0

Catat adanya disritmia jantung

Catat adanya tanda dan gejala penurunan cardiac output

Monitor status kardiovaskuler

Monitor status pernafasan yang menandakan gagal jantung Monitor balance cairan Monitor adanya perubahan tekanan darah Monitor respon pasien terhadap efek pengobatan

penurunan kesadaran

Monitor adanya dyspnue, fatique, takipnue, dan ortopnue

Anjurkan untuk menurunkan stress

Vital Sign Monitoring Monitor TD, suhu, nadi, RR Monitor tekanan darah, nadi, suhu dan respirasi sebelum, selama dan setelah aktivitas Monitor bunyi jantung Monitor frekuensi dan irama pernafasan 2. Nyeri akut b.d agen cidera biologis Setelah dilakukan tindakan Pain Management keperawatan selama selama 30 menit diharapkan nyeri berkurang menjadi skala 2 dengan criteria hasil : Mampu mengontrol nyeri Melaporkan bahwa nyeri berkurang dengan menggunakan Gunakan teknik komunikasi terapeutik untuk mengetahui pengalaman nyeri pasien Evaluasi pengalaman nyeri masa lampau Ajarkan teknik non farmakologi

manajemen nyeri Menyatakan rasa nyaman setelah nyeri berkurang -

seperti nafas dalam dan distraksi Evaluasi keefektifan control nyeri Kolaborasi dengan dokter untuk teknik farmakologi. Monitor vital sign sebelum dan sesudah pemberian obat

E. CATATAN PERKEMBANGAN No 1. Diagnosa Penurunan curah jantung b.d perubahan kontraktilitas Implementasi 30 Januari 2014 16.35 WIB Cardiac Care Mencatat adanya disritmia jantung Mencatat adanya tanda dan gejala penurunan cardiac output Monitor status kardiovaskuler Memonitor status pernafasan yang menandakan gagal jantung Memonitor balance cairan Evaluasi/SOAP 30 Januari 2014 17.00 WIB S : pasien mengatakan lebih tenang O: TD : 120/80 mmHg Nadi : 80 x/menit Suhu 36,5 0C RR : 28 x/menit A : penurunan curah jantung teratasi sebagian

Kolaborasi dengan memberikan obat : vaclo dan ISDN

P : lanjutkan di bangsal untuk penanganan lebih intensif

Memonitor adanya perubahan tekanan darah

Memonitor respon pasien terhadap efek pengobatan

Memonitor adanya dyspnue, fatique, takipnue, dan ortopnue

Menganjurkan untuk menurunkan stress

Vital Sign Monitoring Memonitor TD, suhu, nadi, RR Monitor tekanan darah, nadi, suhu dan respirasi sebelum, selama dan setelah aktivitas Monitor bunyi jantung Monitor frekuensi dan irama pernafasan 2. Nyeri akut b.d agen cidera biologis 30 Januari 2014 16.35 WIB Pain Management Menggunakan teknik komunikasi terapeutik untuk mengetahui pengalaman nyeri pasien Mengevaluasi pengalaman nyeri masa lampau Mengajarkan teknik non 30 Januari 2014 17.00 WIB S : pasien mengatakan nyeri berkurang menjadi skala 2 O : klien terlihat tenang dan tidak gelisah lagi A : nyeri akut teratasi

farmakologi yaitu nafas dalam dan distraksi Mengevaluasi keefektifan kontrol nyeri Mengkolaborasi dengan dokter untuk pengobatan farmakologi dengan antrain 500 mg Memonitor vital sign sebelum dan sesudah pemberian obat

P : lanjutkan intervensi dibangsal