Anda di halaman 1dari 45

Gelombang Bunyi

A. Gelombang Bunyi Bunyi adalah salah satu gelombang, yaitu gelombang longitudinal. Gelombang longitudinal adalah gelombang yang arah rambatnya sejajar atau berimpit dengan arah getarnya. Contoh gelombang longitudinal adalah gelombang pada slinki dan gelombang bunyi di udara. Dalam perambatannya gelombang bunyi berbentuk rapatan dan renggangan yang dibentuk olehpartikel-partikel perantara bunyi. Apabila gelombang bunyi merambat di udara, perantaranya adalah partikel-partikel udara. Gelombang bunyi tidak dapat merambat di dalam ruang hampa udara karena dalam ruang udara tidak ada partikel-partikel udara. Bunyi sebagai gelombang mempunyai sifat-sifat sama dengan sifat-sifat dari gelombang yaitu : a. Dapat dipantulkan (refleksi) Bunyi dapat dipantulkan terjadi apabila bunyi mengenai permukaan benda yang keras, seperti permukaan dinding batu, semen, besi, kaca dan seng. Contoh : - Suara kita yang terdengar lebih keras di dalam gua akibat dari pemantulan bunyi yang mengenai dinding gua. - Suara kita di dalam gedung atau studio musik yang tidak menggunakan peredam suara. b. Dapat dibiaskan (refiaksi) Refiaksi adalah pembelokan arah linatasan gelombang setelah melewati bidang batas antara dua medium yang berbeda. Contoh : Pada malam hari bunyi petir terdengar lebih keras daripada siang hari karena pembiasan gelombang bunyi.

c. Dapat dipadukan (interferensi) Seperti halnya interferensi cahaya, interferensi bunyi juga memerlukan dua sumber bunyi yang koheren. Contoh : Dua pengeras suara yang dihubungkan pada sebuah generator sinyal (alat pembangkit frekuensi audio) dapat berfungsi sebagai dua sumber bunyi yang koheren. d. Dapat dilenturkan (difraksi) Difraksi adalah peristiwa pelenturan gelombang bunyi ketika melewati suatu celah sempit. Contoh : Kita dapat mendengar suara orang diruangan berbeda dan tertutup, karena bunyi melewati celah-celah sempit yang bisa dilewati bunyi. B. Sumber Bunyi Sumber bunyi adalah semua benda yang bergetar dan menghasilkan suara merambat melalui medium atau zat perantara sampai ketelinga. Bunyi dihasilkan oleh benda yang bergetar. Hal-hal yang membuktikan bahwa bunyi dihasilkan oleh benda yang bergetar adalah : 1. Ujung penggaris yang digetarkan menimbulkan bunyi. 2. Pada saat berteriak, jika leher kita dipegangi akan terasa bergetar. 3. Dawai gitar yang dipetik akan bergetar dan menimbulkan bunyi. 4. Kulit pada bedug atau gendang saat dipukul tampak bergetar. Bunyi terjadi jika terpenuhi tiga syarat, yaitu : 1. Sumber Bunyi Benda-benda yang dapat menghasilkan bunyi disebut sumber bunyi. Contoh sumber bunyi adalah berbagai alat musik, seperti gitar, biola, piano, drum, terompet dan seruling. 2. Zat Perantara (Medium)

Gelombang bunyi merupakan gelombang longitudinal yang tidak tampak. Bunyi hanya dapat merambat melalui medium perantara. Contohnya udara, air, dan kayu. Tanpa medium perantara bunyi tidak dapat merambat sehingga tidak akan terdengar. Berdasarkan penelitian, zat padat merupakan medium perambatan bunyi yang paling baik dibandingkan zat cair dan gas.

3. Pendengar Bunyi dapat didengar apabila ada pendengar. Manusia dilengkapi indra pendengar, yaitu telinga sebagai alat pendengar. Getaran yang berasal dari benda-benda yang bergetar, sampai ke telinga kita pada umumnya melalui udara dalam bentuk gelombang. Karena gelombang yang dapat berada di udara hanya gelombang longitudinal, maka bunyi merambat melalui udara selalu dalam bentuk gelombang longitudinal. Kita perlu ingat bahwa gelombang longitudinal adalah perapatan dan perenggangan yang dapat merambat melalui ketiga wujud zat yaitu : wujud padat, cair dan gas. Ada tiga aspek dari bunyi sebagai berikut : a. Bunyi dihasilkan oleh suatu sumber seperti gelombang yang lain, sumber bunyi adalah benda yang bergetar. b. Energi dipindahkan dan sumber bunyi dalam bentuk gelombang longitudinal. c. Bunyi dideteksi (dikenal) oleh telinga atau suatu instrumen cepat rambat gelombang bunyi di udara dipengaruhi oleh suhu dan massa jenis zat. C. Frekuensi Bunyi Berdasarkan frekuensinya, bunyi dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu : 1. Infrasonik, adalah bunyi yang frekuensinya di bawah 20 Hz. 2. Audiosonik, adalah bunyi yang frekuensinya antara 20 20.000 Hz. 3. Ultrasonik, adalah bunyi yang frekuensinya di atas 20.000 Hz.

Telinga manusia mempunyai batas pendengaran. Bunyi yang dapat didengar manusia adalah bunyi dengan frekuensi 20 Hz sampai 20.000 Hz, yaitu audiosonik. Infrasonik dan ultrasonik tidak dapat didengar oleh manusia. Infrasonik dapat didengar anjing, jangkrik, angsa, dan kuda. Ultrasonik dapat didengar oleh kelelawar dan lumba-lumba. Adapun kegunaan gelombang ultrasonik adalah sebagai berikut : a. Kelelawar Gelombang ultrasonik yang dipancarkan oleh kelelawar mengetahui jarak suatu benda terhadap dirinya berdasarkan selang waktu yang diperlukan oleh gelombang pancar untuk kembali ke kelelawar. Itulah sebabnya kelelawar yang terbang malam tidak pernah menabrak benda-benda yang ada disekitarnya. b. Mengukur kedalaman laut atau kedalaman gua Teknik pantulan pulsa ultrasonik dapat dimanfaatkan untuk mengukur kedalaman laut di bawah kapal. Pulsa ultrasonik dipancarkan dan pantulan pulsa ultrasonik diterima oleh alat atau instrumen yang disebut Fathometer. Ketika pulsa ultrasonik dipancarkan oleh Fathometer mengenai dasar laut, maka pulsa ultrasonik dipantulkan dan diterima kembali oleh Fathometer.

Dengan mengukur atau mencatat selang waktu antara saat pulsa dikirim dan saat pulsa pantul

diterima, maka kedalaman air di bawah kapal dapat dihitung. Jarak yang ditempuh pulsa ultrasonik dapat dihitung dengan rumus jarak sebagai berikut :

Pulsa ultrasonik menempuh jarak pergi-pulang, maka kedalaman air :

h = Kedalaman laut (m) v = Kecepatan gelombang didalam air laut (m) s = Jarak pergi-pulang pulsa ultrasonik (m) t = waktu yang diperlukan gelombang pergi-pulang (sekon) Dengan cara yang sama untuk mengukur kedalaman laut, gua juga dapat dihitung yaitu dengan memancarkan pulsa ultrasonik dari fathometer sehingga mengenai bagian yang paling dalam gua. Pulsa ultrasonik kemudian dipantulkan dan diterima kembali oleh fathometer. Jika jarak yang ditempuh pulsa ultrasonik dapat dihitung dengan rumus : s = v . t, berarti kedalaman gua tersebut adalah :

h = Kedalaman laut (m) v = Kecepatan gelombang didalam air laut (m) t = waktu yang diperlukan gelombang pergi-pulang (sekon) c. Mendeteksi kerusakan logam Selain dimanfaatkan untuk mengetahui kedalaman laut dan gua, gelombang ultrasonik juga bisa dimanfaatkan untuk mendeteksi kerusakan logam yang berada di dalam tanah, misalnya pipa air dan lain-lain. Ketika pulsa-pulsa gelombang bunyi menumbuk sebuah logam yang rusak, maka pulsa-pulsa itu sebagian dipantulkan dan sebagian lagi diteruskan. Pulsan-pulsa yang dipantulkan itu terjadi karena mengenai suatu pembatas yang memiliki massa jenis yang berbeda. Pantulan-pantulan pulsa tersbeut diterima alat pendeteksi, sehingga kerusakan pada logam dapat diketahui. d. Penggunaan dalam bidang kedokteran Pemeriksaan untuk melihat bagian dalam tubuh manusia dengan menggunakan pulsa-pulsa ultrasonik dinamakan USG (ultrasonografi). Dalam tubuh manusia, pulsa-pulsa ultrasonik dipantulkan oleh jaringan-jaringan, tulang-tulang dan cairan tubuh dengan massa jenis berbeda. Memantulkan pulsa-ulsa ultrasonik yang dipancarkan dapat menghasilkan gambar-gambar bagian tubuh yang dijumpai oleh pulsa-pulsa ultrasonik pada layar Osiloskop. Ultrasonik terutama berguna dalam diagnosis kedokteran karena beberapa hal sebagai berikut : - Ultrasonik jauh lebih aman daripada sinar X yang dapat merusak sel-sel tubuh manusia karena ionisasi, maka ultrasonik lebih aman digunakan untuk melihat janin dalam perut ibu dibandingkan sinar X. - Ultrasonik ddapat digunakan terus-menerus unuk melihat pergerakan janin atau lever seseorang, tanpa melukai atau menimbulkan resiko terhadap pasien. - Ultrasonik dapat mengukur kedalaman suatu benda di bawah permukaan kulit, sedangkan gambar yang dihasilkan sinar X adalah datar tanpa ada petunjuk tentang kedalamannya. - Ultrasonik dapat mendeteksi perbedaan jaringan-jaringan dalam tubuh yang tidak dapat dilakukan sinar X. Dengan ini ultrasonik kadang-kadang mampu menemukan tumor atau gumpalan dalam tubuh manusia. Frekuensi bunyi merupakan banyak getaran yang terjadi setiap sekon. Frekuensi getaran yang dihasilkan sumber bunyi sama dengan frekuensi gelombang bunyi, sehingga hubungan antara cepat rambat, panjang gelombang dan frekuensi bunyi adalah :

Dimana : v = cepat rambat bunyi (m/s) = panjang gelombang bunyi (m) F = frekuensi bunyi (Hz) D. Cepat Rambat Bunyi Cepat rambat bunyi didefinisikan sebagai hasil bagi jarak antara sumber bunyi dan pendengar dengan selang waktu yang diperlukan bunyi untuk merambat. Secara matematis dituliskan : Dimana : v = Kecepatan (m/s) s = Jarak sumber bunyi dan pendengar (m) t = waktu bunyi merambat (s) Cepat rambat bunyi pada berbagai medium perantara berbeda-beda. Bunyi akan merambat paling baik dalam zat padat dan paling buruk dalam gas. Cara menghitung cepat rambat bunyi dalam berbagai zat : 1. Cepat rambat bunyi dalam zat padat Cepat rambat bunyi dalam zat padat tergantung pada modulus Young dan massa jenis zat padat.

Dengan : v = cepat rambat bunyi (m/s) E = modulus Young (N/m2) = massa jenis zat padat (kg/m3) 2. Cepat rambat bunyi dalam zat cair Cepat rambat bunyi dalam zat cair tergantung pada modulus Bulk dan massa jenis zat cair.

Dengan : v = cepat rambat bunyi (m/s) B = modulus Bulk (N/m2) = massa jenis zat padat (kg/m3) 3. Cepat rambat bunyi dalam gas Cepat rambat bunyi dalam gas tergantung pada suhu dan jenis gas.

Dengan : v = cepat rambat bunyi (m/s) = konstanta Laplace R = konstanta gas umum (J/mol K) T = suhu gas (K) M = massa molekul relatif gas Cepat rambat bunyi dalam berbagai medium Medium Kecepatan bunyi (m/s) Zat padat Aluminium Besi Tembaga Zat cair Air

Air laut Alkohol C)Gas (0 Helium Hidrogen Oksigen udara 5100 5130 3560 1493 1533 1143 972 1286 317 331 Dalam medium udara, bunyi mempunyai dua sifat khusus, yaitu : 1. Cepat rambat bunyi tidak bergantung pada tekanan udara, artinya jika terjadi perubahan tekanan udara, cepat rambat bunyi tidak berubah. 2. Cepat rambat bunyi bergantung pada suhu. Makin tinggi suhu udara, makin besar cepat rambat bunyi. Pada tempat yang tinggi, cepat rambut bunyi lebih rendah, karena suhu udaranya lebih rendah, bukan karena tekanan udara yang rendah. E. Karakteristik Bunyi 1. Nada Berdasarkan keteraturan frekuensinya, bunyi dibedakan menjadi nada dan desah. Nada adalah bunyi yang frekuensinya teratur, mislanya bunyi berbagai alat musik. Desah adalah bunyi yang frekuensinya tidak teratur, misalnya bunyi daun tertiup angin dan bunyi gemuruh ombah. Ada pula bunyi yang berlangsung sangat singkat tetapi kadang-kadang sangat kuat. Bunyi demikian disebut dentum, misalnya bunyi meriam, senapan, dan bom. Tinggi rendahnya nada tergantung pada frekuensinya, sednag kuat lemahnya nada ditentukan oleh amplitudonya. Berbagai jenis nada dapat dideteksi dengan garputala. Sebuah garputala mempunyai frekuensi biasanya sudah tertera pada garputala tersebut.

2. Warna bunyi (timbre) Nada yang dihasilkan oleh alat musik mempunyai karakteristik tertentu, sehingga kita dapat dengan mudah membeda-bedakan nada yang dihasilkan oleh piano dan gitar, seruling dan terompet, atau suara laki-laki dan suara perempuan, meskipun frekuensi nadanya sama. Dua nada yang mempunyai frekuensi sama tetapi bunyinya berbeda disebut timbre (warna suara). Tembre terjadi karena cara bergetar setiap sumber bunyi berbeda.

3. Hukum Mersenne Tinggi nada atau frekuensi nada diselidiki oleh ilmuwan fisika berkebangsaan Prancis bernama

Mersenne (1588-1648). Mersenne menyelidiki hubungan frekuensi yang dihasilkan oleh senar yang bergetar dengan panjang senar. Penampang senar, tegangan senar, dan jenis senar. Alat yang digunakan adalah sonometer. Frekuensi dawai yang bergetar bergantung pada beberapa faktor, yaitu : a. Panjang dawai, semakin pendek dawai semakin tinggi frekuensi yang dihasilkan. b. Tegangan dawai, semakin tegang dawai, semakin tinggi frekuensi yang dihasilkan. c. Massa jenis bahan dawai, semakin besar massa jenis bahan dawai, semakin rendah frekuensi yang dihasilkan. d. Penampang dawai, semakin besar luas penampang dawai, semakin rendah frekuensi yang dihasilkan. F. Resonansi Jika dua buah garputala berfrekuensi sama salah satunya digetarkan (dibunyikan) kemudian didekatkan ke garputala yang lain, maka garputala yang lain tersebut akan ikut bergetar.

Peristiwa ikut bergetarnya suatu benda ketika benda lain di dekatnya digetarkan disebut resonansi. Syarat terjadinya resonansi adalah frekuensi benda yang bergetar sama dengan frekuensi alami benda yang ikut bergetar. Peristiwa resonansi juga dapat dilihat pada ayunan bandul yang tergantung. Jika bandul kamu ayunkan, bandul akan bergetar dengan frekuensi alamiahnya. Bandul yang panjang talinya sama akan bergetar dengan frekuensi alamiah yang sama.

Keuntungan dan kerugian adanya resonansi Beberapa keuntungan adanya resonansi bunyi adalah sebagai berikut : a. pada telinga kita terdapat kolom udara yang disebut kanal pendengaran yang akan memperuat bunyi yang kita dengar. b. Adanya ruang resonansi pada gitar, biola, saron, kolintang, dan kentongan dapat memperkeras bunyi alat-alat tersebut. c. Kantung udara yang dimiliki katak pohon dna katak sawah dapat memperkeras bunyi yang dihasilkan. Contoh-contoh kerugian akibat resonansi antara lain : a. Suara tinggi seorang penyanyi dapat memecahkan gelas yang berbentuk piala karena gelas berresonansi. b. Dentuman bom atau mesin pesawat supersonik dapat memecahkan kaca-kaca jendela bangunan. c. Bunyi yang terlalu kuat dapat memecahkan telinga kita. d. Pengaruh kecepatan angin pada sbeuah jembatan di Selat Tacoma, Amerika Serikat, menghasilkan resonansi yang menyebabkan jembatan roboh. G. Pemantulan Bunyi Gelombang bunyi dapat dipantulkan dan diserap. Sebagian besar bunyi dipantulkan jika mengenai permukaan benda yang keras, seperti permukaan dinding batu atau semen, besi, kaca, dan seng.

Sebaliknya, sebagian besar bunyi akan diserap jika mengenai permukaan benda yang lunak, misalnya kain, karet, busa, gabus, karpet, dan wol (benda-benda peredam bunyi).

1. Hukum pemantulan bunyi Hukum pemantulan bunyi dapat dijelaskan sebagai berikut : a. Bunyi datang, buny pantul, dan garis normal terletak pada satu bidang datar. b. Besar sudut datang sama dengan besar sudut pantul.

2. Macam-macam bunyi pantul a. Bunyi pantul yang memperkuat bunyi asli Bunyi pantul memperkuat bunyi asli terjadi apabila bunyi pantul terdengar hampir bersamaan, sehingga bunyi asli menjadi lebih keras. Bunyi ini akan terjadi apabila jarak dinding terhadap sumber bunyi kurang dari 10 meter. Contohnya suara kita akan terdengar lebih keras di dalam kamar atau amar mandi dna bunyi kereta api bertambah keras di dalam terowongan. b. Gaung atau kerdam Gaung atau kerdam terjadi jika jarak dinding terhadpa sumber bunyi agak jauh (10 m 25 m). Gaung adalah bunyi yang terdengar kurang jelas akibat sebagian bunyi pantul terdengar bersamaan dengan bunyi asli sehingga mengganggu bunyi asli. Gaung terjadi pada gedung besar yang tertutup, seperti gedung pertemuan dan gedung pertunjukkan. Untuk menghindari terjadinya gaung, pada dinding bagian dalam gedung bioskop, studio radio atau televisi, dan studio rekaman dilapisi bahan peredam. Bahan peredam yang sering digunakan antara lain kain wol, kapas, kertas karton, karet, dan gelas. c. Gema Jika jarak dinding pemantul cukup jauh, maka akan terjadi bunyi pantul yang terdengar sesudah bunyi asli ducapkan (dipancarkan). Bunyi pantul yang terdengar setelah bunyi asli disebut gema. Gema terdengar jelas seperti bunyi asli. Gema dapat terjadi di lereng gunung yang terjal, jurang dan tempattempat lain. 3. Manfaat pemantulan bunyi Manfaat pemantulan bunyi antara lain : a. Mendeteksi cacat dan retak pada logam b. Mengukur ketebalan pelat logam c. Mengukur kedalaman laut d. Mengetahui kedudukan kapal selam dengan mengirim gelombang ultrasonik dari kapal pemburu ke bawah laut. e. Mengetahui kedudukan gerombolan ikan di laut f. Mengetahui kantung-kantung cekungan minyak bumi dengan mengirimkan gelombang bunyi ke dalam tanah.

Getaran dan Gelombang A. Getaran


Untuk memahami lebih lanjut mengenai getaran, mari kita perhatikan uraian berikut! Jika kamu pernah berada di stasiun kereta api, ketika kereta api datang atau lewat, kamu akan merasakan tanah yang kamu injak terasa bergetar. Getaran juga terjadi pada kaca-kaca jendela rumah ketika terjadi guntur yang kuat. Bunyi yang disebabkan guntur tersebut mampu menggetarkan benda-benda

seperti kaca jendela. Bahkan getaran sangat kuat yang terjadi dari ledakan sebuah bom mampu merobohkan gedung-gedung. Contoh lain peristiwa getaran yang sering kita lihat adalah getaran pada bandul jam dinding. Batu akan berayun melewati lintasan A B C B A. Dalam hal ini, batu dikatakan bergetar. Batu akan terus berayun melewati lintasan yang sama. Jika batu berada di posisi A, batu akan bergerak ke menuju B, dilanjutkan ke titik C. Ketika di titik B dan dilanjutkan ke titik A, begitu seterusnya. Semakin lama, simpangan AB atau BC akan semakin kecil sehingga akhirnya berhenti. Dari kegiatan tersebut, getaran dapat didefinisikan sebagai gerak bolak-balik di sekitar titik kesetimbangan. Dalam hal ini, titik kesetimbangannya adalah B. Titik kesetimbangan pada

kegiatan tersebut adalah titik di mana pada titik tersebut benda tidak mengalami gaya luar atau dalam keadaan diam. Lintasan A B C B A adalah lintasan yang ditempuh oleh satu getaran. Jika kamu menetapkan titik B sebagai titik awal lintasan, maka B C B A B disebut satu getaran. Pada kegiatan di atas, terlihat sebuah getaran terjadi pada batu yang diikat dengan tali dan diayunkan. Batu tersebut sering dikatakan sebagai ayunan sederhana. Getaran juga dapat kamu lihat pada pegas yang diberi beban, kemudian diberi simpangan dan dibiarkan bergerak bolak-balik di sekitar titik kesetimbangannya. Mistar plastik yang salah satu ujungnya ditahan tetap dan ujung yang lain diberi simpangan akan bergetar pula. Setiap benda yang melakukan gerak bolakbalik di sekitar titik kesetimbangannya dikatakan bergetar.

1. Amplitudo
Pada Kegiatan 9.1, ketika kamu memberi simpangan pada bandul di titik A, kemudian melepaskan batu, batu akan bergerak menuju titik B, C, B, kemudian kembali ke titik A di sebut satu getaran. Kamu dapat melihat bahwa simpangan tidak pernah melebihi titik A dan titik C. Kedudukan batu setiap saat berubah-ubah. Dengan demikian simpangannya pun berubah pula. Pada saat batu berada di titik A atau C, simpangannya merupakan simpangan maksimum, sedangkan pada saat batu berada di titik kesetimbangan yaitu titik B, simpangannya minimum yaitu sama dengan nol. Amplitudo didefinisikan sebagai simpangan getaran paling besar. Pada kegiatan ini amplitudo getaran yaitu BA atau BC. Dari Kegiatan 9.1, ukurlah besar amplitudonya! Mengapa amplitudo getaran bandul pada Kegiatan 9.1 semakin lama semakin mengecil? Benda dapat bergerak dari titik A ke titik C melewati titik B disebabkan batu mempunyai berat dan ditarik oleh gaya gravitasi Bumi. Gaya gravitasi Bumi ini bekerja pada batu di setiap posisi berarah ke bawah. Dengan demikian, dalam pergerakannya benda akan mengalami hambatan dari gaya gravitasi ini. Hambatan ini akhirnya akan mampu menghentikan getaran bandul sehingga bandul berada dalam titik kesetimbangan di titik B.

2. Periode dan Frekuensi


Kamu mendengarkan radio pada frekuensi 100 MHz. Apa yang dimaksud 100 MHz? MHz adalah kependekan dari mega Hertz. Hertz diambil dari nama seorang ilmuwan Fisika Heinrich Hertz(1857 1894). Karena jasa-jasanya, namanya diabadikan dalam satuan frekuensi yaitu Hertz. Perhatikan kembali peristiwa bandul bergerak bolak balik pada Kegiatan 9.1. Satu getaran adalah gerak batu dari

titik A, ke titik B, ke titik C, ke titik B, dan kembali ke titik A. Misalkan, ketika kamu melepaskan batu di titik A, kamu mengukur waktu

membuat satu getaran yaitu dari A B C B A adalah 2 detik. Waktu ini dapat dikatakan waktu yang dibutuhkan oleh bandul untuk membuat satu getaran atau disebut periode. Periode getaran dilambangkan dengan T. Untuk mengukur periode getaran digunakan persamaan sebagai berikut.

B. Gelombang
Jika kamu melemparkan batu ke dalam kolam, dari titik tempat jatuhnya batu tersebut timbul gelombang kecil yang bergerak menjauhi titik tempat jatuh batu membentuk sebuah lingkaran. Perhatikan juga senar gitar yang dipetik. Getar sinar tersebut dapat mengeluarkan bunyi sehingga kamu dapat mendengarnya dan jika dipadukan bunyi senar ini akan menimbulkan suara yang harmonis. Kedua contoh tersebut merupakan contoh-contoh gelombang dalam keseharian.

1. Pengertian Gelombang
Batu yang dijatuhkan ke dalam kolam dan senar gitar yang dapat mengeluarkan bunyi merupakan contoh-contoh bunyi. Jika kamu melihat dengan teliti senar yang dipetik, kamu akan mendapatkan bahwa sebenarnya senar tersebut bergetar. Karena getaran inilah timbul gelombang bunyi. Ketika air

dalam baskom diganggu dengan tanganmu, timbul gelombang kecil yang bergerak menjauh dari titik sumber gangguan menuju ke tepi baskom. Akan tetapi, sobekan kertas yang kamu tempatkan tidak turut bergerak menjauh, melainkan bergerak turun naik. Dari Kegiatan 9.3 terlihat bahwa gelombang ditimbulkan oleh getaran yang dilakukan oleh tanganmu. Dapat dikatakan bahwa gelombang adalah getaran yang merambat melalui suatu medium. Dalam hal ini mediumnya adalah air.

2. Gelombang Mekanik dan Gelombang Elektromagnetik


Berdasarkan medium perambatannya, gelombang dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu gelombang mekanik dan gelombang elektromagnetik.

A. GELOMBANG MEKANIK
Gelombang air, gelombang bunyi, gelombang tali, dan gelombang pada slinki merupakan contohcontoh gelombang mekanik. Gelombang-gelombang ini memerlukan medium untuk dapat merambatkan gelombang. Air, udara, tali, slinki adalah medium yang digunakan untuk merambatkan gelombang air, gelombang bunyi, gelombang tali, dan gelombang pada slinki. Gelombang-gelombang ini ditimbulkan oleh adanya getaran mekanik. Oleh karena itu, gelombang-gelombang tersebut dikelompokkan ke dalam

gelombang mekanik. Umumnya, gelombang mekanik seperti contoh tersebut dapat diamati dengan mata telanjang. b. Gelombang Elektromagnetik Tahukah kamu gelombang TV dan gelombang radio dapat merambat? Sebagai contoh, kamu dapat melihat pertandingan bola di Italia secara langsung padahal jarak rumahmu ke negara tersebut sangat jauh. Kamu dapat melihat acara TV karena adanya gelombang elektromagnetik. Siaran pertandingan bola di Italia dipancarkan ke satelit bumi dan oleh satelit bumi ini dipancarkan kembali ke bumi. Televisimu dapat menangkap gelombang ini dan mengubahnya menjadi gambar dan suara. Bagaimana gelombang elektromagnetik dapat merambat di luar angkasa ketika menuju satelit bumi padahal di luar angkasa merupakan ruangan hampa. Gelombang elektromagnetik dapat merambat meskipun tidak terdapat medium untuk menjalarkan gelombangnya. Contoh lain, gelombang sinar Matahari dapat sampai ke bumi meskipun antara Matahari dan bumi tidak terdapat medium untuk menjalarkan gelombang. Gelombang yang dapat merambat tanpa membutuhkan medium disebut gelombang elektromagnetik.

3. Gelombang Transversal dan Gelombang Longitudinal


Selain membutuhkan medium untuk merambat, gelombang juga mempunyai arah merambat dan arah getaran (ingat, gelombang adalah getaran yang merambat). Berdasarkan arah rambatan dan arah getarannya, gelombang dibedakan menjadi dua, yaitu gelombang transversal dan gelombang longitudinal.

A. GELOMBANG TRANSVERSAL
Ketika kamu menghentakkan ujung tali sementara ujung yang lainnya dipegang temanmu, akan terbentuk gelombang yang menjalar dari ujung yang kamu pegang ke ujung yang dipegang temanmu. Arah gelombang tersebut adalah mendatar atau horizontal. Pita yang diikatkan pada tali akan

mengalami gerakan naik dan turun setiap kali gelombang melewatinya. Pita tidak ikut merambat, tetapi hanya bergerak ke atas kemudian ke bawah jika gelombang telah melewatinya. Gerakan pita adalah vertikal. Ternyata, gelombang pada tali merambat secara horizontal dan arah getarannya vertikal. Dengan demikian arah perambatan gelombang dan arah getarannya saling tegak lurus. Gelombang seperti ini disebut dengan gelombang transversal. Jadi, gelombang transversal adalah gelombang yang arah perambatannya tegak lurus terhadap arah getarannya.

B. GELOMBANG LONGITUDINAL
Bagaimana arah perambatan gelombang dan arah getaran pada gelombang longitudinal? Gelombang longitudinal dapat kamu amati pada slinki. Ketika slinki kamu gerakkan, pada slinki akan merambat gelombang yang arahnya searah dengan arah getaran dari tanganmu yang diberikan pada slinki. Gelombang yang arah rambatannya searah dengan arah getarannya seperti pada gelombang slinki dinamakan gelombang longitudinal.

C. BENTUK GELOMBANG TRANSVERSAL DAN GELOMBANG LONGITUDINAL


Gelombang tali dan gelombang air merupakan contoh gelombang transversal karena arah getaran dan arah perambatan gelombangnya saling tegak lurus. Jika digambarkan, bentuk gelombang transversal akan tampak seperti Gambar 9.6. Pada gelombang transversal ada beberapa istilah yang perlu kamu ketahui, yaitu sebagai berikut. ABC, EFG, dan IJK = bukit gelombang CDE dan GHI = lembah gelombang B, F, dan J = titik puncak gelombang D dan H = titik dasar gelombang ABCDE, EFGHI = satu gelombang Satu gelombang terdiri atas satu puncak gelombang dan satu lembah gelombang. Jadi, gelombang transversal pada Gambar 9.6 terdiri atas 3 puncak gelombang dan 2 lembah gelombang. Dengan kata lain terdiri atas 2,5 gelombang. Sedangkan gelombang longitudinal terbentuk atas rapatan dan renggangan. Perhatikan bentuk gelombang longitudinal pada Gambar 9.7!

4. Cepat Rambat, Frekuensi, dan Panjang Gelombang


Kamu telah mengetahui bahwa gelombang merupakan getaran yang merambat. Merambat berarti bergerak dari suatu tempat ke tempat lain dalam selang waktu tertentu. Jika diketahui panjang gelombang dan periodenya, dapat ditentukan kecepatan gelombang tersebut. Panjang gelombang dilambangkan , dengan satuan meter, sedangkan kecepatan dilambangkan v satuannya m/s. Telah diketahui bahwa periode gelombang T adalah:

5. Pemantulan Gelombang
Ketika kamu memberi gangguan pada air di dalam baskom, timbul gelombang yang bergerak menjauhi titik gangguan yang kamu berikan. Gelombang air ini akan bergerak membentuk bola dengan titik pusatnya titik di mana gangguan diberikan. Ketika gelombang tersebut tiba di tepi baskom, gelombang tersebut dipantulkan oleh dinding baskom. Sebagian energi yang dibawa gelombang tersebut dipantulkan oleh dinding baskom sehingga kamu dapat melihat gelombang kecil bergerak menjauhi dinding baskom. Pada gelombang bunyi pun terjadi pemantulan. Jika kamu bicara atau berteriak atau bicara di dalam ruangan besar, kosong dan tertutup, kamu dapat mendengar suaramu akan dipantulkan. Jika kamu mengucapkan halo, sesaat kemudian akan terdengar suara halo dari pantulan oleh dinding, langit-langit, dan alas ruangan tersebut. Gelombang tali pun dapat mengalami pemantulan. Perhatikan Gambar 9.8! Gambar tersebut memperlihatkan gelombang pada tali yang dipantulkan oleh tiang tempat salah satu ujung tali diikatkan. Gelombang laut merupakan gelombang air. Gelombang laut dapat berukuran sangat besar dan kecepatannya pun bisa sangat besar pula. Gelombang laut membawa energi yang besar yang dapat dihasilkan oleh angin atau gempa di dasar samudra. Ketika gelombang laut tersebut sampai di pantai, gelombang laut ini akan menghantam pantai dan sebagian gelombangnya akan dipantulkan dalam bentuk arus balik. Arus balik ini bergerak di bawah permukaan air laut. Arus balik ini sangat berbahaya bagi orang-orang yang sedang berenang di pantai karena arus ini dapat membawa orang yang sedang berenang ke

laut yang lebih dalam. Oleh karena itu kamu harus hati-hati jika berenang di laut. Patuhi semua peraturan dan larangan yang diberlakukan di pantai tempat kamu berenang.

6. Pemanfaatan Gelombang dalam Kehidupan Seharihari


Banyak sekali pemanfaatan gelombang dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya kamu dapat menonton berbagai acara televisi yang ditransmisikan dengan gelombang elektromagnetik. Tanpa pengetahuan tentang gelombang, manusia tidak mungkin mampu membuat alat yang dapat memancarkan dan menerima siaran televisi. Manusia juga dapat meramalkan cuaca dengan menggunakan satelit untuk mengumpulkan informasi dari atmosfer Bumi juga menggunakan teknologi gelombang. Berikut adalah aplikasi gelombang dalam kehidupan sehari-hari.

A. SATELIT BUATAN
Satelit buatan adalah seperangkat alat elektronik yang diorbitkan pada orbit tertentu di luar angkasa. Satelit buatan ini mengorbit mengelilingi bumi seperti halnya bulan. Satelit digunakan manusia khususnya dalam bidang telekomunikasi dan meteorologi. Dalam bidang telekomunikasi yaitu digunakan untuk menerima dan menyebarkan gelombang televisi dari suatu tempat di bumi kemudian menyebarkannya ke bagian bumi lain sehingga informasi dapat disampaikan saat itu juga. Misalkan, kamu melihat tayangan sepak bola liga Italia secara langsung. Rekaman pertandingan tersebut diubah menjadi gelombang elektromagnetik dan dipancarkan. Gelombang ini diterima oleh satelit dan disebarkan kembali ke bumi sehingga belahan bumi lain dapat menerima gelombang ini. Di belahan bumi tersebut gelombang elektromagnetik ini diubah kembali menjadi bentuk gambar dan suara. Penjalaran gelombang dari bumi ke satelit terlihat seperti Gambar 9.9. Dari Gambar 9.9 terlihat sebuah pemancar radio memancarkan gelombang dalam segala arah. Gelombang langit menjalar ke atas dan dipantulkan oleh ionosfer kembali ke bumi karena gelombang-gelombang ini dapat diterima dari seluruh horizon. Beberapa gelombang dapat mengenai tanah dan dipantulkan kembali. Gelombang mikro tidak dipantulkan oleh ionosfer melainkan diteruskan ke satelit. Gelombang yang diterima oleh satelit ini digunakan untuk mentransmisikan informasi ke stasiun-stasiun penerima di bumi.

B. SEL SURYA
Sel surya digunakan manusia untuk menampung gelombang sinar Matahari sehingga manusia memperoleh bentuk energi baru. Kamu pasti telah mengetahui bahwa sinar Matahari juga merupakan gelombang. Sinar Matahari ini dapat digunakan sebagai sumber energi baru, misalnya pembangkit listrik, digunakan untuk mobil bertenaga surya, bahkan digunakan sebagai sumber energi pesawat

bertenaga surya. Para ahli telah banyak yang meneliti pemanfaatan energi Matahari ini. Bahkan telah dibuat mobil-mobil tenaga surya yang menggunakan energi Matahari untuk menggerakkannya

C. EKSPLORASI MINYAK DAN GAS BUMI


Mungkin kamu bertanya-tanya bagaimana orang dapat menemukan sumber minyak bumi di dalam perut bumi, padahal kulit bumi (mantel) sangat tebal dan terdiri atas batuan yang sangat padat. Satu lagi konsep gelombang dimanfaatkan manusia. Pada pembahasan sebelumnya kamu telah mengetahui bahwa gelombang mekanik menjalar membutuhkan medium dan gelombang dapat dipantulkan. Para ahli geofisika melakukan penelitian terhadap perut bumi dengan memberikan gelombang mekanik pada bumi. Gelombang tersebut akan dijalarkan oleh bumi ke segala arah. Jika gelombang tersebut mengenai batuan yang mempunyai sifat elastisitas berbeda, gelombang tersebut sebagian akan dipantulkan dan sebagian akan diteruskan. Gelombang yang dipantulkan ke permukaan bumi ini diterima oleh receiver dan waktu penjalaran gelombang ini dicatat. Dari serangkaian data waktu pemantulan, para ahli geofisika dapat memperkirakan jenis batuan yang dilalui gelombang dan memperkirakan adanya sumber minyak bumi, gas, atau mineral. Jika kamu melanjutkan studi di perguruan tinggi jurusan Geofisika, kamu akan mempelajari teknik ini secara lebih mendalam dan kamu akan merasa kagum bagaimana Sains menjadi ujung tombak dalam sebuah eksplorasi minyak bumi, mineral, atau gas.

D. SONAR
Sebagian wilayah negara Indonesia adalah laut. Tidak heran jika Indonesia kaya akan ikan. Selain di pantai, ikan ditangkap para nelayan di perairan yang jauh dari pantai menggunakan kapal. Tidak setiap daerah di laut dihuni oleh ikan. Ada beberapa bagian laut yang banyak ikannya dan ada bagian laut yang sedikit ikannya. Bagaimana caranya supaya penangkapan ikan di laut menjadi efektif? Kapal-kapal laut biasanya menggunakan sonar untuk menemukan daerah di laut yang banyak ikannya. Prinsip kerja sonar ini berdasarkan pada konsep pemantulan gelombang. Dari permukaan, gelombang bunyi dijalarkan ke dalam laut. Gelombang suara ini menyebar ke kedalaman laut. Jika sebelum tiba di dasar laut, gelombang suara ini mengenai gerombolan ikan, gelombang suara ini sebagian akan dipantulkan kembali ke permukaan. Gelombang pantul ini akan diterima oleh alat dan langsung digambarkan dalam monitor. Nelayan dapat melihat gerombolan ikan di bawah kapal mereka. Dengan demikian, nelayan dapat menurunkan jaringnya untuk menangkap ikan-ikan tersebut. Penggunaan sonar ini akan lebih menguntungkan dan membuat suatu pelayaran akan lebih efektif.

C Gelombang Bunyi
Bunyi merupakan salah satu bentuk gelombang. Tidak seperti gelombang pada tali atau gelombang pada air, gelombang bunyi tidak dapat dilihat mata, melainkan dapat didengar telinga. Banyak sekali sumber-sumber bunyi dalam keseharian kita. Setiap benda yang dapat mengeluarkan bunyi dikatakan sebagai sumber bunyi. Perhatikanlah sebuah gitar yang merupakan salah satu sumber bunyi! Bunyi gitar dihasilkan oleh senar-senar gitar yang bergetar karena petikan jari-jari tangan. Ketika senar gitar tersebut dipetik, senar akan bergetar. Getaran senar ini mengusik partikel-partikel udara di sekelilingnya. Gitar mempunyai ruangan kosong berisi udara. Ruangan ini berfungsi untuk menampung gelombang yang dihasilkan oleh senar. Di dalam tabung ini, gelombang-gelombang bunyi mengalami penguatan karena pemantulan oleh dindingdindingnya. Oleh karena itu, kamu dapat mendengarkan suara petikan gitar yang nyaring. Jika kamu menggetarkan garputala dengan cara memukulnya, garputala tersebut akan bergetar dan mengeluarkan bunyi. Getaran garputala tersebut mengusik partikel-partikel udara di sekelilingnya, kemudian partikel-partikel udara tersebut akan meneruskannya. Gelombang bunyi merupakan gelombang longitudinal. Partikel udara yang termampatkan akan mem bentuk rapatan dan renggangan. Rapatan dan renggangan ini akan dirambatkan oleh partikel-partikel udara. Dengan demikian bunyi akan terdengar di tempat yang mempunyai jarak tertentu dari sumber bunyi tersebut. Bentuk penyebaran gelombang bunyi di udara dapat dilihat seperti Gambar 9.11. Getaran yang merambat di udara ini mirip dengan merambatnya gelombang air karena dijatuhkannya sebuah batu ke dalamnya. Ketika batu mengenai air, batu tersebut memberikan gangguan pada air. Air akan membentuk gelombang yang diteruskan ke segala arah membentuk pola lingkaran. Kamu dapat melihat gelombang air yang membentuk lingkaran bergerak menjauhi titik di mana batu dijatuhkan. Ada sedikit perbedaan antara gelombang bunyi dan gelombang air. Jika gelombang air bergerak hanya satu dimensi yaitu ke arah mendatar saja, gelombang bunyi bergerak ke segala arah dalam ruang tiga dimensi.

1. Perambatan Bunyi
Telah disebutkan bahwa gelombang bunyi merambat di dalam suatu medium. Seorang ahli Fisika berkebangsaan Jerman Otto von Guericke (16021806) telah membuktikan bahwa gelombang bunyi merambat memerlukan medium. Dalam percobaannya, Guericke memasukkan bel ke dalam tabung yang telah divakumkan dengan cara memompa udaranya keluar tabung. Dia mendapatkan bahwa ketika bel dimasukkan ke dalam tabung hampa, bunyi bel tidak dapat terdengar. Hal ini membuktikan bahwa bel dapat terdengar jika ada udara sebagai medium penghantar gelombang bunyi. Dapatkah bunyi merambat pada zat cair? Selain udara sebagai penghantar bunyi, zat cair (contohnya air) pun dapat dijadikan medium untuk menghantarkan bunyi. Ikan lumba-lumba dapat berkomunikasi dengan sesamanya menggunakan gelombang bunyi yang dapat diterima sesamanya karena gelombang bunyi tersebut merambat di dalam air. Perambatan bunyi di dalam air dapat kamu amati langsung ketika kamu sedang menyelam di dalam air. Misalkan kamu dan temanmu secara bersama-sama menyelam di dalam air. Kemudian, temanmu berteriak di dalam air, kamu dapat mendengar teriakan temanmu tersebut. Selain pada udara dan zat cair, bunyi pun dapat merambat di dalam zat padat. Jadi, bunyi tidak dapat merambat melalui hampa udara (vakum). Syarat terjadi dan terdengarnya bunyi adalah sebagai berikut. a. Ada sumber bunyi (benda yang bergetar). b. Ada medium (zat antara untuk merambatnya bunyi). c. Ada penerima bunyi yang berada di dekat atau dalam jangkauan sumber bunyi. Untuk mengamati perambatan gelombang bunyi di dalam zat padat.

2. Cepat Rambat Gelombang Bunyi


Pernahkah kamu melihat halilintar? Kilatan halilintar dan suaranya tampak tidak terjadi dalam satu waktu. Sebenarnya, kilatan halilintar dan suaranya terjadi bersamaan. Mengapa kita melihat kilatan halilintar lebih dahulu, kemudian disusul suaranya? Hal ini berkaitan dengan cepat rambat gelombang. Halilintar terdiri atas dua gelombang, yaitu gelombang cahaya yang berupa kilatannya dan gelombang bunyi yang berupa suaranya. Karena kedua gelombang ini mempunyai cepat rambat gelombang yang berbeda, dua gelombang ini tampak terjadi beriringan. Ternyata cepat rambat gelombang cahaya lebih besar dari cepat rambat gelombang bunyi. Oleh karena itu, kilatan cahaya akan lebih dahulu kita lihat, kemudian disusul suaranya. Hal serupa juga terjadi ketika kamu mendengar bunyi pesawat di atas kamu, ternyata pesawat terlihat sudah jauh berada di depan. Hal ini disebabkan cepat rambat cahaya lebih besar daripada cepat rambat bunyi. Kecepatan perambatan gelombang bunyi bergantung pada medium tempat gelombang bunyi tersebut dirambatkan. Selain itu, kecepatan rambat bunyi juga bergantung pada suhu me-

dium tersebut. Kecepatan perambatan gelombang bunyi di udara bersuhu 0o C akan berbeda jika bunyi merambat di udara yang bersuhu 25o C.

Perlu diingat bahwa kecepatan merambatnya bunyi dalam suatu medium tidak hanya bergantung pada jenis medium, tetapi bergantung juga pada suhu medium tersebut. Cepat rambat gelombang bunyi di udara pada suhu 20 C akan berbeda dengan cepat rambat gelombang bunyi di udara pada suhu 50 C. Kecepatan bunyi pada beberapa medium pada suhu yang sama ditunjukkan pada Tabel 9.1. Pada Tabel 9.1 terlihat bahwa untuk medium yang berbeda, kecepatan perambatan gelombang bunyinya berbeda pula. Jika dilihat dari kepadatan medium-medium pada Tabel 9.1 ternyata pada medium yang mempunyai kerapatan paling kecil yaitu udara, gelombang bunyi merambat paling lambat dan sebaliknya. Jadi bunyi merambat paling baik dalam medium zat padat dan paling buruk dalam medium udara (gas). Perbedaan cepat rambat bunyi dalam ketiga medium (padat, cair, dan gas) karena perbedaan jarak antarpartikel dalam ketiga wujud zat tersebut. Jarak antarpartikel pada zat padat sangat berdekatan sehingga energi yang dibawa oleh getaran mudah untuk dipindahkan dari partikel satu ke partikel lainnya tanpa partikel tersebut berpindah. Begitu sebaliknya pada zat gas yang memiliki jarak antarpartikel yang berjauhan. Selain bergantung pada medium perambatannya, cepat rambat gelombang bunyi juga bergantung pada suhu medium tempat gelombang bunyi tersebut merambat. Tabel 9.2 memperlihatkan kecepatan perambatan bunyi di udara pada suhu yang berbeda. Pada Tabel 9.2 terlihat bahwa pada medium yang sama yaitu udara, gelombang bunyi merambat dengan kecepatan berbedabeda. Jadi, semakin tinggi suhu udara, semakin besar cepat

rambat bunyinya atau semakin rendah suhu udara, semakin kecil cepat rambat bunyinya.

3. INFRASONIK, ULTRASONIK, DAN AUDIOSONIK

Setiap makhluk hidup mempunyai ambang pendengaran yang berbeda-beda. Pendengaran manusia dan hewan tentu akan berbeda. Ada bunyi yang dapat didengar manusia, tetapi tidak oleh hewan dan sebaliknya. Berdasarkan frekuensinya, bunyi dapat dikelompokkan ke dalam tiga kelompok, yaitu ultrasonik, audiosonik, dan infrasonik. Bunyi yang mempunyai frekuensi di atas 20.000 Hz disebut ultrasonik. Bunyi ini hanya dapat didengar oleh lumbalumba dan kelelawar. Kelelawar menggunakan frekuensi ini sebagai navigasi ketika terbang di kegelapan. Kelelawar dapat menemukan jalan atau mangsanya dengan cara mengeluarkan bunyi ultrasonik. Bunyi ini akan dipantulkan oleh bendabenda di sekelilingnya, kemudian pantulan bunyi ini dapat ditangkap kembali sehingga kelelawar dapat mengetahui jarak dirinya dengan benda-benda di sekitarnya. Bunyi ultrasonik dapat dimanfaatkan manusia untuk mengukur kedalaman laut, pemeriksaan USG (ultrasonografi).

tua semakin menurun, sehingga pada usia lanjut tidak semua bunyi yang berada di rentang frekuensi ini dapat didengar. Bunyi yang mempunyai frekuensi di bawah 20 Hz disebut infrasonik. Bunyi ini dapat didengar oleh binatang-binatang tertentu, seperti anjing, laba-laba, dan jangkrik.

4. Karakteristik Gelombang Bunyi


Kita dapat mendengar bunyi karena bunyi merambat melalui medium. Setiap benda mempunyai ciriciri tersendiri. Tentunya, kamu dapat membedakan suara yang kamu dengar. Sebagai contoh, kamu dapat membedakan suara orang dewasa dan suara anak-anak. Ternyata, setiap bunyi yang kita dengar mempunyai frekuensi dan amplitudo yang berbeda, meskipun merambat pada medium yang sama.

A. DESAH DAN NADA


Jika kamu berada di pasar atau di tempat-tempat keramaian lainnya, kamu dapat mendengar suarasuara orang yang sedang berbicara. Tidak semua suara orang berbicara dapat kamu dengar, ada yang jelas dan ada yang tidak. Suara orang bicara yang dekat dengan kamu mungkin dapat kamu dengar dengan jelas tetapi tidak yang letaknya jauh darimu. Semua suara di keramaian bersatu menjadi suara gemuruh, meskipun kamu berkonsentrasi berusaha mendengar suarasuara itu, kamu tetap tidak dapat melakukannya. Cobalah lakukan kegiatan kecil berikut! Di salah satu tempat (pasar atau terminal), cobalah kamu memejamkan mata sekitar 30 detik, kemudian kamu dengarkan suara apa saja yang kamu dengar! Dapatkah kamu mengidentifikasi setiap suara yang kamu dengar? Di keramaian, setiap bunyi yang mempunyai frekuensi berbeda berkumpul sehingga menimbulkan bunyi yang tak teratur sehingga kamu akan sulit mengidentifikasi suara di keramaian tersebut. Bunyi yang berasal dari keramaian adalah bunyi yang mempunyai frekuensi tak beraturan. Bunyi yang mempunyai frekuensi tak teratur disebut sebagai desah. Pernahkah kamu memainkan gitar? Gitar merupakan salah satu sumber bunyi. Setiap senar pada gitar mempunyai ukuran yang berbeda. Hal ini dimaksudkan untuk menghasilkan sebuah bunyi yang teratur. Bunyi yang mempunyai frekuensi tertentu disebut nada. Jika dua buah garputala yang berbeda frekuensinya digetarkan, ternyata garputala yang mempunyai frekuensi lebih besar akan menghasilkan nada yang lebih tinggi. Sebaliknya, garputala yang frekuensinya lebih rendah akan menghasilkan bunyi rendah. Frekuensi sebuah sumber bunyi berpengaruh terhadap tinggi rendahnya bunyi.

B. KEKUATAN BUNYI
Apakah kekuatan bunyi itu? Bunyi ada yang kuat dan ada yang lemah. Jika bunyi yang kamu dengar sangat keras dan

melebihi ambang bunyi yang dapat diterima manusia, bunyi ini dapat merusak telingamu. Untuk mengetahui kekuatan bunyi, lakukan kegiatan kecil berikut. Petiklah senar gitar sehingga keluar bunyi. Kemudian, pada senar yang sama, petik kembali senar tersebut dengan simpangan yang agak besar. Apa yang terjadi? Senar yang dipetik dengan simpangan besar akan berbunyi lebih kuat daripada dipetik dengan simpangan kecil. Dalam hal ini, simpangan yang kamu berikan pada senar merupakan amplitudo. Semakin besar amplitudo, semakin kuat bunyi dan sebaliknya. Jadi kekuatan bunyi ditentukan oleh besarnya amplitudo bunyi tersebut. Bila dua sumber bunyi yang kerasnya sama, tetapi jarak antara sumber bunyi dengan pendengar berbeda maka sumber bunyi yang lebih dekat dengan pendengar akan terdengar lebih kuat. Faktor-faktor yang memengaruhi kuat bunyi adalah: 1) amplitudo, 2) jarak sumber bunyi dari pendengar, 3) jenis medium.

C. TIMBRE (WARNA BUNYI)


Di dalam suatu keramaian, kamu pasti mendengar berbagai macam bunyi. Ada suara laki-laki, perempuan, anak-anak, dan sebagainya. Telingamu mampu membedakan bunyibunyi tersebut. Ketika sebuah gitar dan organ memainkan lagu yang sama, kamu masih dapat membedakan suara kedua alat musik tersebut. Meskipun kedua alat musik tersebut mempunyai frekuensi yang sama, tetapi bunyi yang dihasilkan oleh kedua sumber bunyi tersebut bersifat unik. Keunikan setiap bunyi dengan bunyi lainnya meskipun mempunyai frekuensi yang sama disebut sebagai warna bunyi. Dapatkah kamu menyebutkan contoh lain yang menunjukkan bahwa bunyi memiliki warna yang berbeda meskipun frekuensinya sama.

D. HUKUM MARSENNE
Marsenne menyelidiki hubungan frekuensi yang dihasilkan oleh senar yang bergetar dengan panjang senar, penampang senar, tegangan, dan jenis senar. Faktor-faktor yang memengaruhi frekuensi nada alamiah sebuah senar atau dawai menurut Marsenne adalah sebagai berikut. 1) Panjang senar, semakin panjang senar semakin rendah frekuensi yang dihasilkan.

2) Luas penampang, semakin besar luas penampang senar, semakin rendah frekuensi yang dihasilkan. 3) Tegangan senar, semakin besar tegangan senar semakin tinggi frekuensi yang dihasilkan. 4) Massa jenis senar, semakin kecil massa jenis senar semakin tinggi frekuensi yang dihasilkan.

5. Resonansi
Jika sebuah kendaraan berat (misalnya truk) melintas cukup dekat dengan rumahmu, kamu dapat merasakan lantai dan kaca rumahmu terasa bergetar. Atau, ketika ada halilintar, kaca rumahmu terasa bergetar. Mengapa ini terjadi? Contoh-contoh kejadian sehari-hari di atas merupakan peristiwa resonansi bunyi. Ketika garputala bergetar, getaran tersebut mampu mengusik udara di sekelilingnya sehingga menimbulkan bunyi. Getaran ini diteruskan oleh partikel-partikel udara sehingga garputala lain yang mempunyai frekuensi sama dan jaraknya berdekatan akan bergetar dan menimbulkan gelombang bunyi pula. Garputala yang mempunyai frekuensi berbeda tidak akan terpengaruh oleh getaran gelombang bunyi ini. Oleh karena itu garputala yang mempunyai frekuensi berbeda tidak akan bergetar. Dari Kegiatan 9.7 tersebut dapat diambil suatu kesimpulan bahwa jika sebuah benda bergetar, benda lain yang mempunyai frekuensi sama dan berada dalam daerah rambatan getaran benda tersebut akan bergetar. Peristiwa ini disebut sebagai resonansi. Sebagian alat musik seperti gitar memanfaatkan peristiwa resonansi ini untuk menghasilkan suara yang lebih nyaring. Gitar biasanya mempunyai sebuah kotak udara. Partikel-partikel udara di dalam kotak udara ini akan ikut bergetar ketika senar gitar dipetik. Udara di dalam kotak gitar beresonansi dengan kawat yang bergetar. Hal ini dapat diamati jika senar gitar dibentangkan dan dipetik jauh dari lubang gitar, suara senar ini tidak akan nyaring seperti ketika dipetik di dekat kotak udara. Coba kamu sebutkan contoh peristiwa resonansi lain yang dapat kamu temui dalam kehidupan sehari-hari. Resonansi, selain membawa manfaat juga menimbulkan kerugian. Kerugian akibat resonansi antara lain adalah ketika terjadi gempa, bumi bergetar dan getaran ini diteruskan ke segala arah. Getaran bumi dapat diakibatkan oleh peristiwaperistiwa yang terjadi di perut bumi, misalnya terjadinya dislokasi di dalam perut bumi sehingga bumi bergetar yang dapat kita rasakan sebagai gempa. Jika getaran gempa ini sampai ke permukaan dan sampai di pemukiman, gedung-gedung yang ada di permukaan bumi akan bergetar. Jika frekuensi getaran gempa sangat besar dan getaran gedung-gedung ini melebihi frekuensi alamiahnya, gedung-gedung ini akan roboh. Selain gempa bumi, angin juga dapat membuat sebuah jembatan bergetar dan jika getarannya melebihi frekuensi alamiahnya, jembatan tersebut akan roboh.

6. Pemantulan Bunyi
Ketika kamu berdiri di depan cermin, kamu dapat melihat bayanganmu. Hal ini terjadi karena gelombang cahaya yang mengenaimu dipantulkan sehingga sampai di mata. Hal yang lebih jelas kelihatan ketika kamu menyorotkan lampu senter pada cermin tersebut. Cermin akan memantulkan

sinar senter tersebut sehingga seolah-olah sinar keluar dari cermin. Peristiwa ini disebut pemantulan gelombang cahaya. Bagaimana dengan gelombang bunyi? Dapatkah gelombang bunyi dipantulkan? Seperti gelombang lainnya gelombang bunyi pun dapat dipantulkan ketika mengenai penghalang. Akan tetapi, pemantulan gelombang bunyi tentunya tidak dapat dilihat mata, melainkan dapat didengarkan. Untuk memahami pemantulan bunyi bayangkan kamu berada di sebuah gelanggang olahraga yang luas. Ketika kamu berteriak, akan terdengar teriakanmu seolah-olah ada yang mengikuti. Suara yang mengikuti sesaat setelah kamu mengeluarkan bunyi adalah suaramu sendiri yang dipantulkan oleh dinding-dinding gelanggang olahraga tersebut.

A. HUKUM PEMANTULAN BUNYI


Untuk mempermudah menganalogikan pemantulan gelombang bunyi, kamu harus membayangkan gelombang bunyi sebagai sebuah sinar. Dengan cara ini kamu dapat menggambarkan proses pemantulan bunyi. Gambar 9.20 memperlihatkan sebuah sumber gelombang bunyi yang mengeluarkan gelombang bunyi menyebar ke segala arah dan sebuah dinding pemantul. Gambar anak panah mewakili gelombang bunyi. Untuk selanjutnya gelombang bunyi cukup digambarkan dengan anak panah. Jika diambil sebuah gelombang bunyi yang mewakili gelombang bunyi yang mengenai dinding, akan tampak seperti Gambar 9.21. Pada Gambar 9.21 terlihat bahwa ada sebuah garis yang dinamakan garis normal. Garis normal merupakan garis khayal yang tegak lurus bidang pantul. Gelombang bunyi datang membentuk sudut i terhadap dinding pemantul. Sudut ini dinamakan sudut datang. Kemudian, gelombang datang ini dipantulkan oleh dinding pemantul membentuk sudut r. Sudut datang akan sama dengan sudut pantul. Sudut datang, sudut pantul dan garis normal terletak pada satu bidang yang sama. Dengan demikian, diperoleh hukum pemantulan bunyi sebagai berikut. a. Bunyi datang, bunyi pantul, dan garis normal terletak pada bidang yang sama. b. Sudut datang sama dengan sudut pantul.

B. PEMANTULAN BUNYI DALAM KESEHARIAN


Dalam kehidupan sehari-hari ada beberapa contoh peristiwa pemantulan bunyi yang terjadi. Peristiwa-peristiwa pemantulan bunyi ini ada yang bersifat menguntungkan dan ada juga yang bersifat merugikan. Contoh, ketika kamu berbicara dalam ruangan, maka sesaat kemudian terdengar suara dari pantulan bicara kamu. Waktu pantul berlangsung cukup singkat. Gejala ini disebut gaung. Suara pantulan ini akan mengganggu suara aslinya. Sehingga suara asli akan terdengar tidak jelas. Pemantulan gelombang bunyi pun ada yang bersifat menguntungkan, misalnya penggunaan sonar yang digunakan nelayan untuk mendeteksi keberadaan ikan di bawah kapal mereka. Sebuah sumber bunyi dirambatkan ke dalam air sehingga menjalar ke segala arah. Jika di bawah kapal ada segerombolan ikan, gelombang bunyi akan dipantulkan kembali ke atas dan diterima oleh alat yang dapat menangkap gelombang bunyi pantulan tersebut. Dengan demikian, pencarian ikan akan lebih efektif. Selain itu nelayan juga dapat memperkirakan kedalaman ikan-ikan tersebut. Pemantulan

bunyi pun dapat digunakan untuk menentukan jarak sumber bunyi terhadap pemantul. Persamaan jarak sumber bunyi dan pemantul adalah sebagai berikut.

7. Jenis Pemantulan Bunyi


Telah dibahas sebelumnya bahwa bunyi dapat dipantulkan. Pemantulan bunyi ini membutuhkan waktu. Bunyi ada yang dipantulkan dengan selang waktu antara suara asli dan pantulan kecil sekali sehingga seolah-olah bunyi tersebut bersamaan dengan suara aslinya. Ada juga pemantulan bunyi yang selang waktu antara bunyi asli dan pantulannya cukup besar. Sehingga bunyi asli dan bunyi pantulan terdengar sangat jelas. Perbedaan selang waktu antara bunyi asli dan pantulannya dipengaruhi oleh jarak sumber bunyi dan pemantul. Bunyi pantul dapat dibedakan menjadi gaung dan gema.

A. GAUNG
Ketika kamu berbicara di dalam sebuah gedung yang besar, dinding gedung ini akan memantulkan suaramu. Biasanya, selang waktu antara bunyi asli dan pantulannya di dalam gedung sangat kecil. Sehingga bunyi pantulan ini bersifat merugikan karena dapat menggangu kejelasan bunyi asli. Contoh Bunyi asli : mer - de - ka Bunyi pantul : mer - de - ka Pemantulan bunyi yang seperti ini dinamakan gaung. Untuk menghindari peristiwa ini, gedung-gedung yang mempunyai ruangan besar seperti aula telah dirancang supaya gaung tersebut tidak terjadi. Upaya ini dapat dilakukan dengan

melapisi dinding dengan bahan yang bersifat tidak memantulkan bunyi atau dilapisi oleh zat kedap (peredam) suara. Contoh bahan peredam bunyi adalah gabus, kapas, dan wool. Ruangan yang tidak menghasilkan gaung sering disebut ruangan yang mempunyai akustik bagus. Selain melapisi dinding dengan zat kedap suara, struktur bangunannya pun dibuat khusus. Perhatikan langit-langit dan dinding auditorium, dinding dan langit-langit ini tidak dibuat rata, pasti ada bagian yang cembung. Hal ini dimaksudkan agar bunyi yang mengenai dinding tersebut dipantulkan tidak teratur sehingga pada akhirnya gelombang pantul ini tidak dapat terdengar.

B. GEMA
Terjadinya gema hampir sama dengan gaung yaitu terjadi karena pantulan bunyi. Namun, gema hanya terjadi bila sumber bunyi dan dinding pemantul jaraknya jauh, lebih jauh daripada jarak sumber bunyi dan pemantul pada gaung. Gema dapat terjadi di alam terbuka seperti di lembah atau jurang. Tidak seperti pemantulan pada gaung, pemantulan pada gema terjadi setelah bunyi (misalnya teriakanmu) selesai diucapkan. Contoh Bunyi asli : mer - de - ka Bunyi pantul : mer - de - ka

http://chandrajati.blogspot.com/

Gelombang Bunyi
Bunyi merupakan gelombang mekanik yang dalam perambatannya arahnya sejajar dengan arah getarnya (gelombang longitudinal). Syarat terdengarnya bunyi ada 3 macam: 1. Ada sumber bunyi 2. Ada medium (udara)

3.

Ada pendengar

Sifat-sifat bunyi meliputi : Merambat membutuhkan medium Merupakan gelombang longitudinal Dapat dipantulkan

Karakteristik Bunyi ada beberapa macam antara lain : Nada adalah bunyi yang frekuensinya teratur. Desah adalah bunyi yang frekuensinya tidak teratur. Warna bunyi adalah bunyi yang frekuensinya sama tetapi terdengar berbeda. Dentum adalah bunyi yang amplitudonya sangat besar dan terdengar mendadak. Cepat rambat bunyi Karena bunyi merupakan gelombang maka bunyi mempunyai cepat rambat yang dipengaruhi oleh 2faktor yaitu : 1. Kerapatan partikel medium yang dilalui bunyi. Semakin rapat susunan partikel medium maka semakin cepat bunyi merambat, sehingga bunyi merambat paling cepat pada zat padat. 2. Suhu medium, semakin panas suhu medium yang dilalui maka semakin cepat bunyi merambat. Hubungan ini dapat dirumuskan kedalam persamaan matematis (v = v0 + 0,6.t) dimana v0 adalah cepat rambat pada suhu nol derajat dan t adalah suhu medium. Bunyi bedasarkan frekuensinya dibedakan menjadi 3 macam yaitu Infrasonik adalah bunyi yang frekuensinya kurang dari 20 Hz. Makhluk yang bisa mendengan bunyii infrasonik adalah jangkrik. Audiosonik adalah bunyi yang frekuensinya antara 20 Hz sampai dengan 20 kHz. atau bunyi yang dapat didengar manusia. Ultrasonik adalah bunyi yang frekuensinya lebihdari 20 kHz. makhluk yang dapat mendengar ultrasonik adalah lumba-lumba. Persamaan yang digunakan dalam bab bunyi sama dengan pada bab gelombang yaitu v = s/t BUNYI PANTUL Bunyi pantul dibedakan menjadi 3 macam yaitu : 1. Bunyi pantul memperkuat bunyi asli yaitu bunyi pantul yang dapat memperkuat bunyi asli. Biasanya terjadi pada keadaan antara sumber bunyi dan dinding pantul jaraknya tidak begitu jauh (kurang dari 10 meter) 2. Gaung adalah bunyi pantul yang terdengar hampir bersamaan dengan bunyi asli. Biasanya terjadi pada jarak antara 10 sampai 20 meter. 3. Gema adalah bunyi pantul yang terdengar setelah bunyi asli. Biasanya terjadi pada jarak lebih dari 20 meter Perbedaan antara Nada dengan Desah, Nada adalah bunyi yang mempunyai frekuensi teratur sedangkan Desah adalah bunyi yang mempunyai frekuensi tidak teratur. Beberapa manfaat gelombang bunyi dalam hal ini adalah pantulan gelombang bunyi adalah 1. dapat digunakan untuk mengukur kedalaman laut disini yang digunakan adalah bunyi ultrasonik 2. 3. mendeteksi janin dalam rahim, biasanya menggunakan bunyi infrasonik mendeteksi keretakan suatu logam dan lain-lain.

4. diciptakannya speaker termasuk manfaat dari bunyi audiosonik. Persamaan yang digunakan dalam bunyi sama dengan dalam gelombang yaitu v = s/t. Untuk bunyi pantul digunakan persamaan v = 2.s/t

Bunyi merambat melalui ketiga wujud zat. Padat

Cair Gas
http://thufailpalestine.blogspot.com/2013/01/gelombang-bunyi.html

Bunyi
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Belum Diperiksa

Untuk kegunaan lain dari suara, lihat suara (disambiguasi). Bunyi atau suara adalah pemampatan mekanis atau gelombang longitudinal yang merambat melalui medium. Medium atau zat perantara ini dapat berupa zat cair, padat, gas. Jadi, gelombang bunyi dapat merambat misalnya di dalam air, batu bara, atau udara. Kebanyakan suara adalah merupakan gabungan berbagai sinyal getar terdiri dari gelombang harmonis, tetapi suara murni secara teoritis dapat dijelaskan dengan kecepatan getar osilasi ataufrekuensi yang diukur dalam satuan getaran Hertz (Hz) dan amplitudo atau kenyaringan bunyi dengan pengukuran dalam satuan tekanan suara desibel (dB). Manusia mendengar bunyi saat gelombang bunyi, yaitu getaran di udara atau medium lain, sampai ke gendang telinga manusia. Batas frekuensi bunyi yang dapat didengar oleh telinga manusiaberkisar antara 20 Hz sampai 20 kHz pada amplitudo berbagai variasi dalam kurva responsnya. Suara di atas 20 kHz disebut ultrasonik dan di bawah 20 Hz disebut infrasonik.
Daftar isi
[sembunyikan]

1 Kenyaringan dan desibel 2 Gema 3 Gelombang bunyi 4 Kecepatan bunyi 5 Resonansi 6 Lihat pula 7 Bacaan Rujukan

Kenyaringan dan desibel[sunting | sunting sumber]


Bunyi kereta lebih nyaring daripada bunyi bisikan, sebab bunyi kereta menghasilkan getaran lebih besar di udara. Kenyaringan bunyi juga bergantung pada jarak kita dari sumber bunyi. Kenyaringan diukur dalam

satuan tekanan suara desibel (dB). Bunyi pesawat jet yang lepas landas mencapai tekanan suara sekitar 120 dB. Sedang bunyi desiran daun sekitar 33 dB. Kebanyakan suara adalah merupakan gabungan berbagai sinyal getaran, tetapi suara murni secara teoritis dapat dijelaskan dengan kecepatan getar osilasi atau frekuensi yang diukur dalam satuan Hertz (Hz) dan amplitudo atau kenyaringan bunyi dengan pengukuran dalam satuan desibel (dB). Manusia mendengar bunyi saat gelombang bunyi bergetar, yaitu getaran merambat di udara atau medium lain, sampai ke gendang telinga manusia. Ambang frekuensi bunyi yang dapat didengar oleh telinga manusia berkisar getaran frekuensi 20 Hz sampai 20.000 Hz, pada amplitudo getaran dengan berbagai variasi dalam kurva responsnya. Suara di atas 20.000 Hz disebut ultrasonik dan di bawah 20 Hz disebut infrasonik.

Gema[sunting | sunting sumber]


Gema terjadi jika bunyi dipantulkan oleh suatu oleh permukaan, seperti tebing pegunungan, dan getaran kembali pada telinga kita segera setelah bunyi asli kita dengar. Kejernihan ucapan dan musik dalam ruangan atau gedung konser tergantung pada cara bunyi bergaung di dalamnya. Suara gema merupakan efek suara pantulan yang mengalami penundaan waktu (delay line) dari pantulan suara setelah suara asli kita dengar. Bunyi atau suara adalah kompresi mekanikal atau gelombang longitudinal yang merambat melalui medium. Medium atau zat perantara ini dapat berupa zat cair, padat, gas. Jadi, gelombang bunyi dapat merambat misalnya di dalam air, batu bara, atau udara jadi, gema adalah gelombang pantul yang mengalami penundaan waktu reaksi dari gelombang yang dipancarkan bunyi.

Gelombang bunyi[sunting | sunting sumber]


Gelombang bunyi terdiri dari molekul-molekul udara yang bergetar merambat ke segala arah. Tiap saat, molekul-molekul itu berdesakan di beberapa tempat, sehingga menghasilkan wilayah tekanan tinggi, tapi di tempat lain merenggang, sehingga menghasilkan wilayah tekanan rendah. Gelombang bertekanan tinggi dan rendah secara bergantian bergerak di udara, menyebar dari sumber bunyi. Gelombang bunyi ini menghantarkan bunyi ke telinga manusia, Gelombang bunyi adalah gelombang longitudinal.

Kecepatan bunyi[sunting | sunting sumber]


Bunyi merambat di udara dengan kecepatan 1.224 km/jam. Bunyi merambat lebih lambat jika suhu dan tekanan udara lebih rendah. Di udara tipis dan dingin pada ketinggian lebih dari 11 km, kecepatan bunyi 1.000 km/jam. Di air, kecepatannya 5.400 km/jam, jauh lebih cepat daripada di udara.

Resonansi[sunting | sunting sumber]


Suatu benda, misalnya gelas, mengeluarkan nada musik jika diketuk sebab ia memiliki frekuensi getaran alami sendiri. Jika kita menyanyikan nada musik berfrekuensi sama dengan suatu benda, benda itu akan bergetar. Peristiwa ini dinamakan resonansi. Bunyi yang sangat keras dapat mengakibatkan gelas

beresonansi begitu kuatnya sehingga pecah. Sehingga karena resonansi benda ikut bergetarnya suatu benda ketika benda lain di dekatnya digetarkan.

http://id.wikipedia.org/wiki/Bunyi

Anatomi & Fisiologi Sistem Pendengaran

Telinga adalah suatu organ kompleks dengan komponen-komponen fungsional penting, aparatus pendengaran dan mekanisme keseimbangannya, terletak di dalam tulang temporalis tengkorak. Sebagian besar telinga tidak dapat diperiksa secara langsung dan hanya dapat diperiksa dengan tes-tes khusus. Telinga dapat dibagi dalam tiga bagian : telinga luar, telinga tengah, telinga dalam. Telinga luar terdiri dari aurikula dan meatus akustikus eksternus. Telinga tengah terdiri dari membrane timpani, tulang-tulang pendengaran (maleus,inkus dan stapes), dan ruang telinga tengah. Disamping itu, telinga tengah berhubungan dengan atik (epitimpanum), prosesus mastoideus dan tuba eustachi, serta daerah yang ditempati oleh semua struktur ini disebut juga sebagai celah telinga tengah. Telinga dalam terdiri dari koklea, labirin vestibular dengan kanalis semisirkularis horizontalis, superior dan posterior, utrikulus dan sakulus, serta nervus

akustikus (saraf otak ke delapan) bersama nervus koklearis atau nervus auditoris serta nervus vestibularis dengan cabang superior dan inferior Proses pendengaran merupakan salah satu fungsi yang penting dalam kehidupan tiap manusia. Saat ini banyak gangguan yang dapat menyebabkan kesulitan dalam mendengar, salah satunya adalah otosklerosis. Dalam penelitian, kelainan ini terdapat pada masyarakat dalam jumlah yang signifikan. Pendengaran normal merupakan suatu keadaan dimana orang tidak hanya dapat mendengar tetapi juga dapat mengerti apa yang didengarnya, sedangkan kekurangan pendengaran yaitu keadaan dimana orang kurang dapat mendengar dan mengerti perkataan yang didengarnya.

Anatomi & Fisiologi Sistem Pendengaran


Indera pendengar merupakan salah satu alat panca indera untuk mendengar. Bagianbagian telinga terdiri dari : Telinga bagian luar (Auris eksterna) Aurikula (daun telinga) menampung gelombang suara datang dari luar masuk ke dalam telinga. Meatus akustikus eksterna (liang telinga) merupakan saluran penghubung aurikula dengan membrane timpani panjangnya + 2,5 cm terdiri dari tulang rawan dan tulang keras, saluran ini mengandung rambut, kelenjar sebasea dan kelenjar keringat, khususnya menghasilkan sekret-sekret berbentuk serumen. Membran timpani merupakan antara telinga luar dan telinga tengah terdapat selaput gendang telinga. Telinga bagian tengah (Auris media) Kavum timpani merupakan rongga di dalam tulang temporalis terdapat 3 buah tulang pendengaran yang terdiri dari maleus, inkus dan stapes yang melekat pada bagian dalam membrane timpani dan bagian dasar tulang stapes membuka pada fenestra ovalis. Antrum timpani merupakan rongga tidak teratur yang agak luas terletak di bagian bawah samping dari kavum timpani. Antrum timpani dilapisi oleh mukosa merupakan lanjutan dari lapisan mukosa kavum timpani, rongga ini berhubungan dengan beberapa rongga kecil yang disebut sellula mastoid yang terdapat di belakang bawah antrum di dalam tulang temporalis. Tuba auditiva eustaki merupakan saluran tulang rawan yang panjangnya + 3,7 cm berjalan miring ke bawah agak ke depan, dilapisi oleh lapisan mukosa. Telinga bagian dalam (Auris Interna) Terletak pada bagian tulang keras pylorus temporalis, terdapat reseptor pendengaran dan alat pendengar ini disebut labirin.Labirin osseous merupakan serangkaian saluran bawah dikelilingi oleh cairan dinamakan perilimfe. Labirin osseous terdiri dari : Vestibulum

1.

2.

3.

a.

b. c.

Koklea Kanalis semi sirkularis Adapun fisiologi pendengaran yaitu : Ditimbulkan oleh getaran atmosfer yang dikenal gelombang suara dimana kecepatan dan volumenya berbeda-beda. Gelombang suara bergerak melalui rongga telinga luar yang menyebabkan membran timpani bergetar, getaran-getaran tersebut diteruskan menuju inkus dan stapes melalui maleus yang terkait pada membrane itu. Karena getaran yang timbul setiap tulang itu sendiri maka tulang akan memperbesar getaran yang kemudian disalurkan ke fenestra vestibuler menuju perilimfe. Getaran perilimfe dialihkan melalui membrane menuju endolimfe dalam saluran koklea dan rangsangan mencapai ujung-ujung akhir saraf dalam organ korti selanjutnya dihantarkan menuju otak. Perasaan pendengaran ditafsirkan otak sebagai suara yang enak atau tidak.
http://lettre-de-raphael.blogspot.com/2013/10/anatomi-fisiologi-sistem-pendengaran.html

1. Telinga dan Pendengaran


Telinga adalah alat yang terancang canggih untuk mengubah gelombang suara mekanis yan sangat lemah di udara menjadi pulsa listrik di saraf auditorius. Telinga biasanya dibagi menjadi tiga bagian : A. Telinga Luar Terdiri dari saluran telinga yang berakhir di gendang telinga (membran timpani ). B. Telinga Tengah Mencakup tiga tulang kecil (osikulus) dan sebuah lubang ke mulut (tuba Eustachius). C. Telinga Dalam Terdiri dari koklea berbentuk spiral dan berisi cairan yang mengandung organ Corti. Sel sel rambut di Organ Corti mengubah getaran gelombang suara yang mengenai gendang telinga menjadi pulsa saraf yang memberi tahu korteks pendengaran di otak mengenai gelombang suara tersebut Salah satu ahli fisika medis pertama yang mempelajari fisika telinga dan pendengaran adalah Herman von Helmholtz (1821-1894).Ia mengembangkan teori modern pertama dan diperdalam oleh Georg von Bekesey (1900-1970),seorang insyinur komunikasi yang kemudian tertarik pada fungsi telinga sebagai dari sistem komunikasi

2. Telinga Luar
Telinga luar adalah meatus acusticus eksternus yang berakhir di gendang telinga.Pina adalah bagian yang paling tidak penting pada sistem pendengaran,daun telinga hanya sedikit membantu dalam menyalurkan gelombang suara ke dalam kanalis dan dapat sama seklai dihilangkan tanpa secara nyata mengganggu pendengaran.Hewan,termasuk manusia memiliki

otot untuk menggerakan telinga.Kuda memiliki 17 otot untuk masing masing telinga,sedangkan manusia memiliki 9 otot residual.Sebagian besar orang tidak memiliki sirkuit saraf untuk mengakftikan otot otot ini.Pina memang berperan mengumpulkan energi suara dan memusatkannya ke gendang telinga.Telinga yang besar pada gajah dan banyak hewan gurun juga berfungsi penting untuk membantu mereka mendinginkan tubuh. Kanalis auditorius eksternus,selain sebagi tempat penyimpanan serumen (earwax juga berfungsi untuk meningkatkan sensitivitas telinga dalam region 300 sampai 4000 Hz.Saluran ini memiliki sekitar 2,5 cm (1 inci) dan diameter sebesar pensil.Kanalis bias dianggap sebagai suatu pipa organ yang tertutup disatu ujungnya dengan frekuensi resonan sekitar 3300 Hz. Gendang telinga atau membran timpani,memiliki ketebalan sekitar 0,1 mm (setipis kertas).dan luas sekitar 65 mm2.Gendang ini menyalurkan getaran di udara ke tulang tulang kecil telinga tengah.Karena perlekatan maleus yang tidak di tengah,gendang telinga tidak bergetar secara simetris seperti gendang.

3. Telinga Tengah
Yang utama pada telinga tengah adalah tiga tulang kecil (osikulus).Osikulus berperan penting dalam menyesuaikan impedansi di gendang telinga dengan impedansi ruang ruang berisi air di telinga dalam. Tekanan suara di gendang telinga mengalami penguatan (amplifikasi) akibat kerja tulang tulang tersebut sebagai tuas.Penguatan bias terjadi lebih besar karena luas gendang telinga yang relative besar dibandingkan dengan luas jendela oval.Model ini memperlihatkan torsi yang dihasilkan oleh gaya Fm kali dengan tuas L sama dengan torsi hasil gaya di jendela oval Fo kali lengan tuasnya Lo FmLm = FoLo Pernyatan ini dapat dimodifikasi lebih lanjut dengan menuliskan dua gaya dalam kaitannya dengan tekanan dan masing masing luas gendang telinga dan jendela oval,yaitu Fm = PmAm dan Fo = PoAo . Karena itu : Fm = PmAmLm dan Fo = PoAoLo Dan (Po/Pm ) = (Am/Ao) (Lm/Lo) Kerja tuas memperkuat gaya adalah sekitar (Lm/Lo) = 1,3 kali lipat.Rasio luas efektif gendang telinga terhadap pangkal stapes adalah (Am/Ao) = 15.Ditelinga tengah,faktor faktor yang mempengaruhi impedansi terutama adalah kekakuan dan massa gendang telinga.Kemampuan gendang telinga menyesuaikan impedansi cukup baik dari sekitar 400 sampai 4000 Hz,dibawah 400 Hz pegas terlalu kaku,dan di atas 4000 Hz,massa gendang telinga terlalu besar.Telinga tengah membantu pencocokan impedansi dengan memperkuat tekanan oleh efek luas dan piston. Suara keras dapat merusak indra pendengaran.Tubuh memiliki mekanisme untuk melindungi pendengaran dari suara keras.Otot stapedius yang melekat ke stapes dan otot tensor timpani yang melekat ke pangkal maleus berperan penting dalam melindungi telinga dari suara keras.Suara keras dapat menyebabkan otot otot telinga tengah menarik ke samping tulang tulang

pendengaran atau mengurangi intensitas suara yang mencapai telinga dalam.Orang yang tinggal atau bekerja di lingkungan bising akan secara permanen kehilangan sebagian kepekaan pendengarannya apabila tida mengenakan pelindung telinga.

4. Tuba Eustachius
Tuba Eustachius menghubungkan telinga tengah ke bagian belakang mulut manusia.Saluran ini berfungsi sebagai jalur drainase untuk cairan yang dihasilkan di telinga tengah.Apabila saluran tersebut menutup atau membuka terus menerus selama beberapa jam,akan dapat timbul masalah masalah fisiologis.Gerakan otot otot di wajah sewaktu menelan,menguap,atau mengunyah biasanya akan menyebabkan tuba Eustachius membuka sesaat.Sewaktu tuba membuka sesaat,tekanan di telinga tengah menjadi sama dengan tekanan astmosfer.Garis tengah berukuran kecil.Dalam keadaan normal,saluran ini tertutup dan tidak terbuka. Apabila karena suatu hal tuba Eustachius tidak membuka,perbedaan akan menyebabkan gendang telinga cekung ke dalam dan mengurangi kepekaan telinga.Penyebab umum gagalnya sistem untuk menyamakan tekanan ini adalah tersumbatnya tuba Eustachius oleh cairan kental akibat flu dan pembengkakan jaringan disekitar pintu masuk tuba.

5. Telinga Dalam
Telinga dalam,yang tersembunyi jauh di dalam tulang terkeras di tubuh,yaitu tulang petrosa tengkorak,adalah organ indra manusia yang paling terlindung.Telinga dalam terdiri dari sebuah struktur kecil berbentuk spiral berisi cairan yang disebut koklea.Saat gendang telinga bergerak,osikulus di telinga tengah menyebabkan stapes menekan membrane lentur yang menutupi jendela oval koklea dan menyalurkan variasi tekanan ke cairan di koklea. Saraf koklea memberikan informasi mengenai frekuensi dan intensitas suara yang kita dengar.Koklea memiliki ukuran sebesar ujung kelingking.Koklea dibagi menjadi tiga ruang kecil berisi cairan yang terdapat disepanjang koklea.Jendela oval terletak di salah satu ujung rongga vestibular,ruang tengah adalah duktus koklearis,dan ruang ketiga adalah rongga timpani.Rongga vestibular dan rongga timpani saling berhubungan di ujung spiral.

6. Sel Rambut Berperan Penting dalam Deteksi Suara


Sel-sel rambut organ Corti merupakn alat utama yang mengubah energi suara menjadi sinyal listrik saraf.Sel-sel rambut memiliki berkas rambut yang terbuat dari 100 rambut yang terkemas rapat dengan panjang beberapa mikron.Rambut terpanjan ke cairan di organ Corti.Sewaktu membrane basilar bergerak di baah pengaruh gelombang tekanan suara dari jendela oval,sel-sel rambut akan secara relative bergerak terhadap cairan.Gesekan denagn cairan menghasilkan gaya mikroskopik pada rambut sehingga rambut rambut tersebut cenderung

tertekuk.Apabila tertekuk kea rah yang sesuai,rambut rambut tersebut akan menghasilkan voltase yang dapat memicu potensial aksi. Dilabirin terdapat beragam sel rambut.Sakulus dan utrikulus masing masing memiliki sekitar 15.000 dan 30.000 sel rambut untuk mengukur percepatan linear.Gerakan kecil fraksi nanometer (10-9m) dapat menghasilkan suatu sinyal.Telinga kita menangkap suatu kisaran dinamik lebih dari jutaan dan membuat ukuran waktu beberapa mikrodetik.

7. Sensitivitas Telinga
Telinga tidak sama sensitifnya di seluruh rentang pendengaran.Telinga paling sensitiv kisaran 2 sampai 5 kHz.Sensitivitas berubah seiring dengan usia.Frekuensi tertinggi yang anda dapat dengar akan menurun seiring dengan semakin tuannya anda,dan kekuatan suara harus lebih besar agar anda dapat mendengarnya.Terjadi penurunan sensitivitas pendengaran akibat penuaan disebut Presbikusis.Orang berusia 45 tahun biasanya tidak dapat mendengar frekuensi di atas 10 kHz dan memerlukan penambahan intensitas 10 dB.Penurunan sensitivitas sebesar 25 dB pada frekuensi diatas 2000 Hz biasanya terjadi pada usia 65 tahun. Pendengaran berkurang lebih cepat apabila telinga terus menerus terpajan suara keras.Sifat suara yang kita sebut kekerasan/kekuatan(loudness) adalah respon mental terhadap sifat fisik yang disebut intensitas Selain itu,kekuatan suatu suara sangat beruntung pada frekuensinya.Telah diciptakan suatu satuan khusus untuk kekuatan/kekerasan-phon.Satu phon adalah kekuatan suara 1000 Hz,satu dB.10 phon adalah kekeraan suara 1000 Hz,10 dB demikian seterusnya.Kekerasan suatu suara pada frekuensi yang lain diperoleh dengan intensitas suara 1000 Hz. Ambang rasa adalah sekitar 100 dB pada semua frekuensi.Apabila telinga memiliki sensitivitas yang sama terhadap frekuensi rendah,seperti halnya pada frekuensi sekitar 3000 Hz,maka kita akan mendengar berbagai kebisingan fisiologik,misalnya aliran darah di arteri kepala,gerakan sendi,dan mungkin perubahan perubahan tekanan kecil di gendang telinga akibat gerakan acak molekul udara (gerakan Brownian).Apabila anda pergi ke ruangan kedap suara khusus yang digunakan untuk menguji pendengaran,anda akan terkesan oleh sedemikian banyaknya suara tubuh internal yang anda dengar.

8. Menguji Pendengaran Anda


Apabila anda mengalami gangguan pendengaran dan berkonsultasi ke dokter telingaseorang ahli otologi atau otolaringologi- maka anda mungkin dikirim ke ahli audiologi untuk menjalani uji pendengaran.Terdapat tiga uji standar untuk menilai pendengaran seseorang : Audiometri nada murni (Pure Tone Audiometry) Audiometri bicara (Speech Audiometry) Pengukuran impedasi (Immitance) untuk menilai fungsi telinga tengah.

8 . 1 Audiometri Nada Murni


Uji audiometri nada murni biasanya dilakukan dalam kamar uji kedap-suara yang dirancang khusus.Kedua telinga diperiksa satu persatu,suara yang diujikan diperdengarkan

kemasing masing telinga melalui headset.Digunakan frekuensi frekuensi tertentu dalam rentang 250 sampai 8000 Hz.Pada setiap frekuensi,operator menaikkan dan menurunkan volume sampai diperoleh ambang pendengaran yang konsisten. Ambang pendengaran kemudian digambarkan ke sebuah bagan dan dibandingkan dengan ambang pendengaran normal.Penurunan pendengaran tersebut disebabkan oleh kerusakan saraf pasial di koklea,suatu contoh gangguan pendengaran sensori-sentral (yaitu suatu keadaan di saat hantaran udara dan tulang hampir sama).

8 . 2 Mengukur Immitance Telinga Tengah


Impedansi akustik adalah kuantitas yang menerangkan oposisi terhadap aliran enegri suara.Contohnya,kita melihat bahwa untuk gelombang suara di udara yang mengenai air,hanya 0,1 % dari intensitas disalurkan ke dalam air (kehilangan sebesar 30 dB),sedangkan intensitas dipantulkan adalah 99%.Telinga,karena pencocokan impedansinya yang baik,menghasilkan penambahan tekanan 26 dB di jendela oval.Apabila telinga tengah mengalami gangguan fungsi akibat rangkaian osikulus terputus,gendang telinga berlubang atau tuba Eustachius tertutup dan telinga tengah dipenuhi oleh cairan maka impedansi telnga tengah berubah. Kebalikan dari Impedansi adalah Admittance.Kata Immitance mencakup baik impedasi maupun admittance.Impedansi di anggap terutama disebabkan oleh kekakuan gedang telinga.Kebalikan dari kekakuan adalah keregangan (kelenturan),yang berkaitan dengan admittance.Pengukuran immitance telinga tengah dilakukan dengan menggunakan sutu instrumen yang serupa dengan yang diperlihatkan secara skematis. Beberapa kelainan patologis menyebabkan gambaran timpanogram (plot dari data gambar stematik) yang abnormal.Keregangan statik mencerminkan kemampuan telinga tengah untuk mengikuti intensitas suara yang datang di membran timpani.Secara sederhana,keregangan ini merupakan ukuran seberapa besar gendang telinga teregang di bawah tekana positif.Nilai yang rendah menunjukkan telinga yang kaku,sedangkan nilai yang lebih tinggi daripada normal mengisyaratkan diskontinuitas rangkaian osikulus. Di telinga tengah terdapat dua otot,tensor timpani dan stapedius yang dibawah kerja reflek berfungsi melindungi telinda dari suara keras.Pengukuran refleks akustik ini digunakan untuk menilai ganguan hantaran pendengaran dan dengan inferensi gangguan koklea.

9. Tuli dan Alat Bantu Pendengaran


Pada tahun 1985 diperkirakan bahwa 21 juta orang di Amerika Serikat mengalami ketulian atau kesulitan mendengar.Rentang frekuensi yang paling penting untuk memahami suara percakapan adalah sekitar 250 hingga 3000 Hz.Orang yang tuli di atas frekuensi 4000 Hz tetapi berpendengaran normal pada frekuensi percakapan tidak dianggap tuli atau bahkan kesulitan mendengar.Orang dengan ambang pendengaran 30 dB di atas normal mungkin tidak mengalami masalah pendengaran.Orang dengan ambang pendengaran 90 dB di anggap tuli atau tuli total.Sekitar 1 % dari populasi memiliki ambang frekuensi percakapan lebih dari 55 dB dan harus menggunakan alat bantu dengar.Sekitar 1,7% mengalami cacat pendengaran ringan,mereka

mengalami masalah dengan percakapan normal tetapi tidak kesulitan dengan percakapan keras.Gangguan pendengaran meningkat seiring dengan usia. Tingkat suara rerata pada percakapan adalah sekitar 60 dB.Seseorang dengan penurunan pendengaran 45 dB di rentang 500 sampai 2000 Hz mungkin baik baik saja (pendengar yang baik) di pesta tetapi tidak banyak mendengar percakapan di ruangan yang tenang.

9 . 1 Penurunan Pendengaran Akibat Gangguan Hantaran dan Saraf


Terdapat dua penyebab umum penurunan pendengaran Pendengaran Hantaran (Tuli Konduksi) yaitu Getaran suara tidak mencapai telinga dalam. Pendengaran Saraf (Tuli Saraf) yaitu Suara mencapai telinga dalam tetapi tidak ada sinyal listrik yang dikirim ke otak. Penurunan pendengaran akibat gangguan hantaran mungkin bersifat temporer akibat tersumbatnya gendang telinga oleh serumen atau akibat cairan ditelinga tengah (otitis media).Kelainan ini juga dapat disebabkan oleh pengerasan tulang tulang kesil di bagian tengah dan dapat diperbaiki dengan operasi yang disebut stapedektomi,yaitu stapes.Apabila penurunan pendengaran hantaran tidak dapat disembuhkan,dapat digunakan alat bantu pendengaran untuk menghantarkan suara melalui tulang tengkorak ke tekinga dalam.

9 . 2 Alat Bantu Dengar


Alat bantu dengar adalah suatu alat yang memperkuat suara yang datang.Alat ini terdiri dari sebuah mikrofon untuk mendeteksi suara,amplifer untuk meningkatkan energi suara,dan pengeras suara untuk menyalurkan energi yang telah ditingkatkan tersebut ke telinga.Alat bantu dengar pertama adalah terompet telinga.Alat ini berbentuk seperti corong dan memusatkan energi suara ke telinga.Terompet telinga tidak pernah populer,mungkin karena kecenederungan manusia untuk menutupi kecacatan mereka. Alat bantu dengar elektronik tahap awal,sebelum ditemukannya transistor,berukran besar dan boros batrai.Bentuk selanjutnya yang cukup populer adalahyang penerima dan amplifer-nya terletak dibingkai kacamata dengan sambungan ke pengeras suara di telinga.Tipe ketiga alat bantu dengar adalah yang terletak dibelakang telinga,tipe paling populer adalah yang terletak di telinga.Berkurangnya ukuran ini terutama disebabkan oleh miniaturisasi sirkuit elektronik. Saat ini alat bantu dengar elektronik banyak digunakan.Alat ini paling berhasil digunakan untuk gangguan pendengaran 40 dB sampai 85 dB.Untuk penurunan pendengaran yang kurang dari 40 dB,alat ini cukup dipakai sekali sekali.Terbatasnya keberhasilan alat bantu dengar untuk gangguan pendengaran yang lebih 80 sampai 85 dB.Alat bantu dengar tidak dapat memulihkan pendengaran menjadi normal.Alat ini hanya dapat membantu mengompensasi penurunan pendengaran.contohnya,penurunan pendengaran yang akut melebihi 3000 Hz tidak dapat diperbaiki secara tuntas oleh alat bantu dengar.Sampai saat ini masih terus dilakukan penyempurnaan terhadap alat bantu dengar.Penurunan pendengaran tidak bersifat linier,oleh

karena itu,amplifikasi pada alat bantu dengar haruslah nonlinier agar suara yang terdengar oleh telinga lebih baik. Sekarang tersedia alat bantu dengar digital bagi para pemakai yang mencari teknologi paling maju dalam alat bantu dengar.Karena mikrominiaturisasi sirkuit elektronik,alat bantu dengar digital dapat dipasang dengan nyaman di telinga sekaligus memiliki fitur-fitur yang lebih baik karena teknologi digital.Alat ini dapat diprogram untuk telinga pemakai dan mampu menyaring suara yang diinginkan serta menekan suara yang tidak diinginkan.Alat bantu digital merupakan instrumen cerdas dan mencerminkan upaya yang terus menerus untuk menghadirkan alat bantu dengar yang berkualitas lebih baik.

10.

Sistem Indra Vestibular


Kita umumnya tidak menyadari sistem sensorik ini.Kita akan secara tidak nyaman menyadarinya saat kita mengalami mabuk perjalanan.Pada sebagian orang yang tuli kongential,sistem sensorik ini juga tidak dapat mempertahankan keseimbangan dengan menggunakan indra lain,misalnya penglihatan dan sinyal tekanan. Sistem vestibularr memiliki lima sensor terpisah.Prinsip-prinsip fisika di sel rambut dalam sensor gerakan identik dengan prinsip sel rambut di organ Corti untuk mendengar.Semua vertebrata memiliki sensor sel rambut serupa dengn pendengaran.Sel-sel rambut yang jumlahnya 134.000 di sensor gerakan jelas lebih banyak dari pada 32.000 sel rambut di telinga dalam.Detektor gerakan yang paling nyata adalah sensor untuk percepatan angular yang terletak di dalam tiga saluran tengah lingkaran (kanalis semisirkularis).Masing masing dari saluran ini,yang dikelilingi oleh tulang keras,terletak dalam suatu bidang yang tegak lurus terhadap dua saluran lainnya.DNA yang memprogram konstruksi canggih ini layak dikagumi.Sewaktu janin mengalami pertumbuhan tengkorak,arah janin terus menerus berubah.Diragukan apakah para insinyur modern terbaik dapat menunjukkan bagaimana cara membangun suatu struktur rumit kecil yang mengandung ribuan sensor di dalam suatu bahan keras. Masing masing kanalis semisikularis ini berisi endolimf yang terpisah dari kupula,suatu gelembung di ujung saluran,oleh sebuag septum.Gerakan cairan sewaktu percerpatan mendorong septum dan hal ini menyebabkan gerakan di dalam kupula tempat sel sel rambut berada. Terdapat dua sensor gerakan untuk percepatan linier yang tegak lurus satu sama lain dekat dasar kanalis semisirkularis.Utrikulus (U) merasakan percepatan dibidang horizontal dan sakulus (S) merasakan percepatan di bidang vertikal.Memiliki sensor gerakan di sisi tubuh yang berlawanan merupakan suatu hal yang berlebihan.Cara lebih umum untuk membingungkan sensor gerakan adalah dengan mengonsumsi alkohol yang tampaknya mengubah densitas cairan di kanalis semisirkularis.Hal ini dapat menimbulkan kesan bahwa ruang sedang bergerak.Kita sebaiknya tidak berjalan saat ruangan bergerak.

Penyakit Meniere di telinga tengah cukup sering dijumpai.Penyakit ini dapat menyebabkan vertigo-pusing berputar (kleyengan) dan merasa ingin jatuh.Kondisi ini sering menyebabkan terjadinya tuli di telinga yang terkena.Infeksi bakteri dan virus di telinga dalam juga dapat menyebabkan vertigo. http://vooyendhiikaaa.blogspot.com/2013/10/fisika-telinga-dan-pendengaran.html

Telinga
Daripada Wikipedia, ensiklopedia bebas.

Telinga merupakan sebuah organ badan yang mampu mengesan bunyi dan juga berperanan dalam keseimbangan dan kedudukan tubuh. Telinga pada haiwan vertebrata memiliki dasar yang sama daripada ikan hingga manusia, dengan beberapa kepelbagaian bergantung kepada fungsi dan spesies. Setiap vertebrata memiliki satu pasang telinga, kedua-duanya terletak bersimetri pada bahagian yang berlawanan di kepala, untuk menjaga keseimbangan dan kedudukan bunyi. Bunyi adalah bentuk tenaga yang bergerak menerusi udara, air, atau benda lain, dalam bentuk gelombang. Walaupun telinga yang mengesan bunyi, fungsi pengenalan dan tafsiran dilakukan diotak dan sistem saraf pusat. Rangsangan bunyi disampaikan ke otak melalui saraf yang menyambungkan telinga dan otak (nervus vestibulokoklearis).
Isi kandungan
[sorokkan]

1 Telinga manusia

1.1 Bahagian telinga

1.1.1 Telinga luar

1.1.1.1 Telinga luar dan kebudayaan

1.1.2 Telinga tengah 1.1.3 Telinga dalam

1.1.3.1 Pendengaran 1.1.3.2 Keseimbangan

2 Organ pendengaran haiwan invertebrata 3 Pautan luar

Telinga manusia[sunting | sunting sumber]

Anatomi telinga manusia

Bahagian telinga[sunting | sunting sumber]


Telinga terdiri dari tiga bahagian: telinga luar, telinga tengah, dan telinga dalam.

Telinga luar[sunting | sunting sumber]


Bahagian luar merupakan bagian terluar dari telinga. Telinga luar terdiri daripada cuping telinga, lubang telinga, dan saluran telinga luar. Telinga luar meliputi cuping telinga atau pinna, lubang telinga atau meatus auditorius eksternus, dan gegendang telinga atau membrana timpani. Bahagian cuping telinga berfungsi untuk membantu mengarahkan bunyi ke dalam lubang telinga dan akhirnya menuju ke gegendang telinga. Bentuk yang begitu rumit pada telinga luar berfungsi untuk menangkap bunyi dan bahagian terpenting adalah lubang telinga. Saluran inimerupakan hasil susunan tulang dan rawan yang dilapisi kulit tipis. Di dalam saluran terdapat banyak kelenjar yang menghasilkan zat seperti lilin yang disebut serumen atau tahi telinga. Hanya bahagian saluran yang menghasilkan sedikit serumen yang memiliki rambut. Pada hujung saluran terdapat gegendang telinga yang meneruskan bunyi ke telinga dalam. Keradangan pada bahagian telinga ini disebut sebagi otitis eksterna. Hal ini biasanya terjadi kerana kebiasaan mengorek telinga dan akan menjadi masalah bagi pesakit diabetes mellitus .

Telinga luar dan kebudayaan[sunting | sunting sumber]


Walaupun bahagian cuping telinga tidak begitu penting, bahagian ini sering digunakan untuk memperbaiki wajah. Dalam masyarakat Barat, telinga yang terlalu besar dan kelihatan tidak simetri akan memburukkan penampilan. Pembedahan pertama untuk mengatasi hal ini diterbitkan pada 1881.

Tindik telinga.

Telinga juga menjadi tempat perhiasan selama ribuan tahun, terutama dengan menindik telinga. Dalam beberapa kebudayaan, perhiasan tersebut ditempatkan untuk menarik dan memperbesar daun telinga.

Telinga tengah[sunting | sunting sumber]


Telinga tengah meliputi gegendang telinga, 3 tulang osikel pendengaran (tukul, andas dan rakap). Pinggir tiub Eustachio juga berada di telinga tengah. Getaran suara yang diterima oleh gegendang telinga akan disampaikan ke tulang pendengaran. Setiap tulang pendengaran akan menyampaikan getaran ke tulang berikutnya. Tulang stap yang merupakan tulang terkecil di tubuh meneruskan getaran ke koklea. Pada manusia dan haiwan darat yang lain, telinga tengah dan saluran pendengaran akan terisi udara dalam keadaan normal. Tidak seperti pada bahagian luar, udara pada telinga tengah tidak berhubungan dengan udara di luar tubuh. Tiub Eustachio menghubungkan ruangan telinga tengah ke kerongkong. Dalam keadaan biasa, hubungan tiub Eustachio dan telinga tengah tertutup dan terbuka ketika mengunyah dan menguap. Hal ini menjelaskan mengapa penumpang kapal terbang berasa 'pekak sementara' ketika mendarat. Rasa 'pekak' disebabkan wujudnya perbezaan tekanan antara udara sekeliling. Tekanan udara di sekitar telah menurun,

sedangkan di telinga tengah merupakan tekanan udara biasa. Perbezaan ini dapat diatasi dengan mekanisme mengunyah sesuatu atau menguap. Peradangan atau jangkitan pada bahagian telinga ini disebut sebagai Otitis Media.

Telinga dalam[sunting | sunting sumber]


Pendengaran[sunting | sunting sumber]

Potongan melintang koklea. Endolimfa terdapat pada skala media - kawasan hijau terang pada tengah rajah.

Telinga dalam terdiri daripada labirin bertulang, sebuah rangkaian rongga pada tulang pelipis yang dilapisi periosteum yang berisi cairan perilimfa dan labirin bermembran, yang terletak lebih dalam dan memiliki cairan endolimfa. Di depan labirin terdapat koklea. Bahagian atas skala media dihadkan oleh membran vestibularis atau membran Reissner dan sebelah bawah dihadkan oleh oleh membran basilaris. Di atas membran basilaris terdapat organo corti yang berfungsi mengubah getaran suara menjadi impuls. Organo corti terdiri daripada sel rambut dan sel penyokong. Di atas sel rambut terdapat membran tektorial yang terdiri dari gelatin yang lentur, sedangkan sel rambut akan dihubungkan dengan bagian otak dengan saraf vestibulokoklearis.

Keseimbangan[sunting | sunting sumber]


Selain bahagian pendengaran, bahagian telinga dalam terdapat pengesan keseimbangan. Bahagian ini secara struktur terletak di belakang labirin yang membentuk struktur utrikulus dan sakulus serta tiga salur separa bulat atau kanalis semisirkularis. Kelima-lima bahagian ini berfungsi mengatur keseimbangan badan dan memiliki sel rambut yang akan dihubungkan dengan bahagian keseimbangan dari saraf vestibulokoklearis.

http://ms.wikipedia.org/wiki/Telinga

Indra Pendengaran pada Manusia (Telinga) : Struktur Fungsi Bagian


Indera Pendengaran (Telinga) pada Manusia : Struktur Fungsi Bagian - Apakah Anda menyukai dan memperhatikan jenis lagu yang diciptakan oleh Mozart? Pada musik tersebut, Mozart menciptakan musik klasik yang mampu memperdengarkan musik dari nada paling rendah sampai nada paling tinggi dengan indah. Mengapa kita dapat mendengar bunyi-bunyi tersebut dan bagaimana mekanismenya? (Baca juga : Indera pada Manusia)

Getaran bunyi yang dihasilkan oleh sumber bunyi, misalnya alat-alat musik akan ditangkap oleh reseptor telinga yang disebut fonoreseptor. Telinga terbagi menjadi 3 bagian yaitu telinga luar, telinga tengah, dan telinga dalam. Bagian-bagian telinga luar dan fungsinya dijelaskan dalam Tabel 1. berikut.

Tabel 1. Bagian dari Organ Telinga Luar dan Fungsinya

Organ Telinga Luar a. Daun telinga Bagian telinga luar berupa gelambir b. Liang telinga Saluran menuju membran timpani c. Rambut Berupa bulu-bulu halus d. Kelenjar minyak Bagian yang menghasilkan minyak e. Membran timpani Berupa selaput tipis (selaput gendang) yang kuat

Fungsi Mengumpulkan dan menyalurkan gelombang bunyi ke dalam telinga Membantu mengkonsentrasikan gelombang suara Menahan dan menjerat kotoran yang melewati lubang telinga Meminyaki dan menahan kotoran yang melewati lubang telinga Menangkap getaran bunyi dan menyalurkan ke tulang-tulang pendengar

Telinga tengah merupakan bagian yang menghubungkan telinga luar dengan telinga dalam. Telinga ini terdiri atas tulangtulang pendengar (osikula), yaitu tulang martil (maleus), tulang landasan (inkus), dan tulang sanggurdi (stapes). Selain terdiri atas

osikula, telinga tengah juga meliputi tingkap oval, yaitu membran pembatas antara telinga tengah dan telinga dalam.

Telinga dalam terdiri atas rumah siput, organ korti, kanalis semisirkularis, serta sakulus dan utrikulus. Penjelasan tiap-tiap bagian ini dapata dilihat dalam Tabel 2. berikut.

Tabel 2. Bagian-Bagian dari Organ Telinga Dalam dan Fungsinya

Organ Telinga Dalam a. Rumah siput (koklea) Saluran seperti spiral(berisi cairan endolimfe) b. Organ korti Bagian koklea yang peka terhadap rangsang bunyi c. Kanalis semisirkularis (3 saluran setengah lingkaran) Berupa 3 saluran berlengkunglengkung d. Sakulus dan utrikulus Pangkal kanalis semisirkularis (berisi cairan endolimfe dan butiran kalsium)

Fungsi Meneruskan rangsang getaran bunyi Meneruskan getaran bunyi ke saraf auditori Alat keseimbangan tubuh Menjaga keseimbangan tubuh

Seperti telah Anda ketahui sebelumnya, kita dapat mendengar bunyi dari frekuensi rendah sampai frekuensi tinggi. Namun, ternyata indra pendengar manusia hanya dapat mendengar bunyi dengan kisaran frekuensi terendah 20 Hz dan tertinggi 20.000 Hz.

Mekanisme kerja indra pendengar sebagai berikut.

Getaran

suara Daun

telinga Saluran pendengar (martil,

telinga Membran landasan,

telinga Membran sanggurdi) Telinga tengah, dasar

timpani Tulang-tulang dalam (tingkap oval) Rumah auditori Otak

siput: saluran vestibular, kanal timpani, kanal

koklea Sel-sel rambut Membran tektorial dan membran basiler Organ korti Sel saraf

Fungsi telinga selain sebagai indra

pendengaran juga berfungsi sebagai alat

keseimbangan. (Lihat kembali gambar bagian-bagian telinga dalam).

Perhatikan Gambar 1. di bawah ini.

Gambar 1. Bagian-bagian telinga

Di atas koklea terdapat dua kantung berisi limfe yang sambungmenyambung. Kantung ini dilapisi sel-sel rambut dan disambungkan pada neuron sensorik. Pada sel-sel rambut tersebut terdapat bola-bola kalsium karbonat yang berukuran sangat kecil. Bolabola ini dipengaruhi gravitasi. Pada saat kepala berubah posisi, batu-batu telinga menggeser posisinya. Impuls saraf yang diawali oleh sel-sel rambut dikirim kembali ke otak memberi tahu adanya perubahan.

Beberapa gangguan pada telinga sebagai fungsi pendengaran sebagai berikut.

1) Tuli konduksi, telinga tidak dapat mendengar karena gangguan pada penghantaran getaran suara. Sebab-sebab gangguan ini antara lain:

a) penyumbatan saluran telinga oleh minyak serumen, b) penebalan atau pecahnya membran timpani, c) pengapuran pada tulang pendengaran, d) kekakuan hubungan stapes pada tingkap oval.

2) Tuli saraf yaitu tuli yang disebabkan adanya kerusakan saraf auditori (saraf pendengaran).

Ketulian

Ada

banyak

penyebab terjadinya masalah pendengaran. ringan dan sebagian

Beberapa di antaranya ketulian

mengakibatkan ketulian

lain mengakibatkan

total. Kadangkala penyakit seperti meningitis bisa mengakibatkan ketulian. Ketika seseorang beranjak tua, pendengaran juga akan berkurang. Suara yang keras juga bisa merusakkan telinga dan mengakibatkan tuli.

Sumber : http://perpustakaancyber.blogspot.com/2012/12/indra-pendengaran-padamanusia-telinga-struktur-bagian-fungsi.html#ixzz2tajojH2W http://perpustakaancyber.blogspot.com/2012/12/indra-pendengaran-pada-manusiatelinga-struktur-bagian-fungsi.html