Anda di halaman 1dari 2

Tugas 1 Sistem Inventori RESUME PAPER

Wiedya Permata Putri Hamid 14409501 Kristianus Eko P 14410038 Wildan Trusaji 14410034

An Inventory Model with Lot Size Dependent Carrying/ Holding Cost


Karabi Dutta Choudhury, Sumit Saha and Mantu Das Assam university Journal of Science & Technology Physical Sciences and Technology Vol. 7 Number II (2011)

Resume Salah satu model inventory yang terkenal adalah model Wilson. Pada model Wilson, terdapat 3 unsur biaya yang dipertimbangkan, yaitu biaya beli, biaya pemesanan, dan biaya simpan. Ketiga elemen biaya ini digunakan untuk menentukan nilai Q yang sebaiknya dipesan oleh perusahaan (Q optimum) sehingga diperoleh biaya total terendah. Nilai Q pada model Wilson ditentukan sebagai berikut:

Dimana : D C3 C1 = Demand = Ongkos Pemesanan = Ongkos simpan per unit per tahun.

Formulasi diatas dapat digunakan apabila seluruh komponen biaya yang terlibat bersifat kontinyu pada seluruh rentang Q. Padahal pada kehidupan nyata, komponen biaya sering kali dipengaruhi oleh ukuran lot yang dipilih. Pada paper ini dilakukan pengembangan biaya pada model Wilson dengan mengubah komponen biaya simpan sebagai nilai dependent terhadap ukuran lot.

Kasus seperti ini bisa ditemui pada industri yang memerlukan perpindahan produk dari pabrik produksi ke retailer, seperti industri furniture. Industri ini diproduksi di suatu tempat dan kemudian hasilnya dikirim ke bagian penjualan di lokasi yang berbeda. Pada kasus ini, barang dari tempat produksi akan diantar menggunakan truk atau kereta ke tempat penjualan. Barang yang baru sampai akan di cek oleh petugas. Semakin banyak produk yang dibawa, maka semakin banyak yang harus dibongkar dari truk, diperiksa, dan kemudian dirapihkan kembali dan disimpan. Oleh karena itu, nilai ongkos simpan akan meningkat seiring dengan jumlah ukuran lot yang dipilih. Pada kasus seperti ini, rumus pada model Q dapat dimodifikasi menjadi seperti berikut: Dimana : D C3 Hj = Demand = Ongkos Pemesanan = Ongkos simpan per unit per tahun pada ukuran lot tertentu.

Nilai Q akan ditentukan pada setiap Hj yang berbeda-beda. Nilai Q dipilih dengan ketentuan bahwa nilai Q tersebut berada pada rentang yang diizinkan oleh Hj. Jika berada diluar batas, maka akan dipilih nilai Q yang merupakan batas atas/bawah dalam rentangnya nya. Nilai Q optimal akan dipilih dari salah satu nilai Q pada setiap rentang Hj. Nilai Q yang dipilih adalah nilai Q yang menghasilkan nilai biaya total paling minimum.

Arah Pengembangan Dengan kondisi adanya ketergantungan ongkos simpan terhadap jumlah lot yang dipilih, ditentukan rencana pengembangan pertama yaitu dengan menerapkan nilai dependent ongkos simpan sebagai suatu fungsi yang mengikuti pola tertentu (mengikuti fungsi f(q)) . Rencana pengembangan kedua adalah dengan membuat komponen ongkos pesan yang dependent terhadap ukuran lot.