Anda di halaman 1dari 10

CTEV (Congeintal Talipes Equino Varus) Clubfoot adalah istilah umum yang digunakan untuk menggambarkan deformitas umum

m dimana kaki berubah dari posisi yang normal. Congenital Talipes Equino-varus (CTEV) atau biasa disebut Clubfootmerupakan deformitas yang umum terjadi pada anak-anak Clubfoot sering disebut juga CTEV (Congeintal Talipes Equino Varus) adalah deformitas yang meliputi fleksi dari pergelangan kaki inversi dari tungkai adduksi dari kaki depan dan rotasi media dari tibia (!ri"iples of #urgery #"h$art%). Talipes berasal dari kata talus (ankle) dan pes (foot) menunjukkan suatu kelainan pada kaki (foot) yang menyebabkan penderitanya berjalan pada ankle-nya. #edang Equinovarus berasal dari kata equino (meng.kuda) & varus (bengkok ke arah dalam'medial). #ampai saat ini masih banyak perdebatan dalam etiopatologi CTEV. !atogenesisnya bersifat multifaktorial. (anyak teori telah diajukan sebagai penyebab deformitas ini termasuk faktor geneti" defek sel germinativum primer anomali vas"ular faktor jaringan lunak faktor intrauterine dan faktor miogenik. Telah diketahui bah$a kebanyakan anak dengan CTEV memiliki atrofi otot betis yang tidak hilang setelah terapi karenanya mungkin terdapat hubungan antara patologi otot dan deformitas ini. CTEV adalah salah satu anomali ortopedik kongenital yang paling sering terjadi seperti dideskripsikan oleh )ippo"rates pada tahun *++ #, dengan gambaran klinis tumit yang bergeser kebagian dalam dan keba$ah forefootjuga berputar kedalam. Tanpa terapi pasien dengan clubfoot akan berjalan dengan bagian luar kakinya yang mungkin menimbulkan nyeri dan atau disabilitas. ,eskipun begitu hal ini masih menjadi tantangan bagi keterampilan para ahli bedah ortopedik anak akibat adanya ke"enderungan kelainan ini menjadi relaps tanpa memperdulikan apakah kelainan tersebut diterapi se"ara operatif maupun konservatif. #alah satu alasan terjadinya relaps antara lain adalah kegagalan ahli bedah dalam mengenali kelainan patoanatomi yang mendasarinya. clubfoot seringkali se"ara otomatis diangggap sebagai deformitas equinovarus namun ternyata terdapat permutasi dan kombinasi lainnya seperti Calcaneovalgus,, Equinovalgus danCalcaneovarus yang mungkin saja terjadi. CTEV merupakan kelainan kongenital kaki yang paling penting karena mudah mendiagnosisnya tetapi sulit mengkoreksinya se"ara sempurna meskipun oleh ortopedis yang berpengalaman. -erajat beratnya deformitas dapat ringan sedang atau berat tergantung fleksibilitas atau adanya resistensi terhadap koreksi. CTEV harus dibedakan dengan postural clubfoot atau posisional equinovarus dimana pada CTEV bersifat rigid menimbulkan deformitas yang menetap bila tidak dikoreksi segera. !enatalaksanaan CTEV bertujuan untuk men"egah terjadinya disabilitas sehingga penderita dapat melakukan aktifitas se"ara normal baik ketika anak-anak maupun setelah tumbuh de$asa. !enatalaksanaan CTEV harus dapat dilakukan sedini mungkin minimal pada beberapa hari setelah lahir meliputi koreksi pasif mempertahankan koreksi untuk jangka panjang dan penga$asan sampai akhir pertumbuhan anak. !ada beberapa kasus diperlukan tindakan pembedahan. !enatalaksanaan rehabilitasi medis pada penderita CTEV sangat penting dalam hal

men"egah terjadinya disabilitas se"ara dini maupun setelah dilakukan tindakan koreksi se"ara operatif.. (eberapa dari deformitas kaki termasuk deformitas ankle disebut dengan talipes yang berasal dari kata talus (yang artinya ankle) dan pes (yang berarti kaki). -eformitas kaki dan ankle dipilah tergantung dari posisi kelainan ankle dan kaki. -eformitas talipes diantaranya / - Talipes varus / inversi atau membengkok ke dalam - Talipes valgus / eversi atau membengkok ke luar - Talipes equinus / plantar fleksi dimana jari-jari lebih rendanh daripada tumit - Talipes "al"aneus / dorsofleksi dimana jari-jari lebih tinggi daripada tumit

Club 0oot terjadi kelainan berupa / 1 Fore Foot Adduction (kaki depan mengalami adduksi dan supinasi) 1 Hind Foot Varus (tumit terinversi) 1 Equinus ankle (pergelangan kaki dalam keadaan equinus 2 dalam keadaan plantar fleksi)

Clubfeet yang terbanyak merupakan kombinasi dari beberapa posisi dan angka kejadian yang paling tinggi adalah tipe talipes equinovarus (TEV) dimana kaki posisinya melengkung keba$ah dan kedalam dengan berbagai tingkat keparahan. 3nilateral "lubfoot lebih umum terjadi dibandingkan tipe bilateral dan dapat terjadi sebagai kelainan yang berhubungan dengan sindroma lain seperti aberasi kromosomal artrogriposis (imobilitas umum dari persendian) "erebral palsy atau spina bifida. 0rekuensi "lubfoot dari populasi umum adalah 4 / 5++ sampai 4 / 4+++ kelahiran hidup dimana anak laki-laki dua kali lebih sering daripada perempuan. 6nsidensinya berkisar dari + .7 per 4+++ populasi Cina sampai 8 9 per 4+++ diantara orang.

(erdasarkan data .:; terjadi pada kembar mono%igot dan hanya .; pada kembar di%igot. 6ni menunjukkan adanya peranan faktor genetika. Penyebab !enyebab utama CTEV tidak diketahui. <danya berbagai ma"am teori penyebab terjadinnya CTEV menggambarkan betapa sulitnya membedakan antara CTEV primer dengan CTEV sekunder karena suatu proses adaptasi. (eberapa teori mengenai penyebab terjadinya CTEV/ Teori kromosomal antara lain defek dari sel germinativum yang tidak dibuahi dan mun"ul sebelum fertilisasi. Teori embrionik antara lain defek primer yang terjadi pada sel germinativum yang dibuahi (dikutip dari 6rani dan #herman) yang mengimplikasikan defek terjadi antara masa konsepsi dan minggu ke-4= kehamilan. Teori otogenik yaitu teori perkembangan yang terhambat antara lain hambatan temporer dari perkembangan yang terjadi pada atau sekitar minggu ke-5 sampai ke-9 gestasi. !ada masa ini terjadi suatu deformitasclubfoot yang jelas namun bila hambatan ini terjadi setelah minggu ke-7 terjadilah deformitas clubfoot yang ringan hingga sedang. Teori hambatan perkembangan ini dihubungkan dengan perubahan pada faktor geneti" yang dikenal sebagai >Cronon. Cronon ini memandu $aktu yang tepat dari modifikasi progresif setiap struktur tubuh semasa perkembangannya. ?arenanya "lubfoot terjadi karena elemen disruptif (lokal maupun umum) yang menyebabkan perubahan faktor geneti" ("ronon). Teori fetus yakni blok mekanik pada perkembangan akibat intrauterine crowding. Teori neurogenik yakni defek primer pada jaringan neurogenik. Teori amiogenik bah$a defek primer terjadi di otot. Manifestasi klinis @ejala klinis dapat ditelusuri melalui ri$ayat keluarga yang menderita clubfootatau kelainan neuromuskuler dan dengan melakukan pemeriksaan se"ara keseluruhan untuk mengidentifikasi adanya abnormalitas. !emeriksaan dilakukan dengan posisi prone dengan bagian plantar yang terlihat dan supine untuk mengevaluasi rotasi internal dan varus. Aika anak dapat berdiri pastikan kaki pada posisi plantigrade, dan ketika tumit sedang menumpu apakah pada posisi varus valgus atau netral. -eformitas serupa terlihat pada myelomeningocele and arthrogryposis. Bleh sebab itu agar selalu memeriksa gejala-gejala yang berhubungan dengan kondisikondisi tersebut. <nkle equinus dan kaki supinasi (varus) dan adduksi (normalnya kaki bayi dapat dorso fleksi dan eversi sehingga kaki dapat menyentuh bagian anterior dari tibia). -orso fleksi melebihi 7+C tidak memungkinkan. Diagnosis ?elainan ini mudah didiagnosis dan biasanya terlihat nyata pada $aktu lahir (early diagnosis after birth). !ada bayi yang normal dengan equinovarus postural kaki dapat mengalami dorsifleksi dan eversi hingga jari-jari kaki menyentuh bagian depan tibia. >!assive manipulation dorsifleDion E Toe tou"hing tibia E normalF.

(entuk dari kaki sangat khas. ?aki bagian depan dan tengah inversi dan adduksi. 6bu jari kaki terlihat relatif memendek. (agian lateral kaki "embung bagian medial kaki "ekung dengan alur atau "ekungan pada bagian medial plantar kaki. ?aki bagian belakang equinus. Tumit tertarik dan mengalami inversi terdapat lipatan kulit transversal yang dalam pada bagian atas belakang sendi pergelangan kaki. <trofi otot betis betis terlihat tipis tumit terlihat ke"il dan sulit dipalpasi. !ada manipulasi akan terasa kaki kaku kaki depan tidak dapat diabduksikan dan dieversikan kaki belakang tidak dapat dieversikan dari posisi varus. ?aki yang kaku ini yang membedakan dengan kaki equinovarus paralisis dan postural atau positional karena posisi intra uterin yang dapat dengan mudah dikembalikan ke posisi normal. Guas gerak sendi pergelangan kaki terbatas. ?aki tidak dapat didorsofleksikan ke posisi netral bila disorsofleksikan akan menyebabkan terjadinya deformitas rocker-bottom dengan posisi tumit equinus dan dorsofleksi pada sendi tarsometatarsal. ,aleolus lateralis akan terlambat pada kalkaneus pada plantar fleksi dan dorsofleksi pergelangan kaki tidak terjadi pergerakan maleoulus lateralis terlihat tipis dan terdapat penonjolan korpus talus pada bagian ba$ahnya. Tulang kuboid mengalami pergeseran ke medial pada bagian distal anterior tulang kalkaneus. Tulang navi"ularis mengalami pergeseran medial plantar dan terlambat pada maleolus medialis tidak terdapat "elah antara maleolus medialis dengan tulang navikularis. #udut aksis bimaleolar menurun dari normal yaitu 9:C menjadi ::C karena adanya perputaran subtalar ke medial. Terdapat ketidakseimbangan otot-otot tungkai ba$ah yaitu otot-otot tibialis anterior dan posterior lebih kuat serta mengalami kontraktur sedangkan otot-otot peroneal lemah dan memanjang. Btot-otot ekstensor jari kaki normal kekuatannya tetapi otot-otot fleksor jari kaki memendek. Btot tri"eps surae mempunyai kekuatan yang normal. Tulang belakang harus diperiksa untuk melihat kemungkinan adanya spina bifida. #endi lain seperti sendi panggul lutut siku dan bahu harus diperiksa untuk melihat adanya subluksasi atau dislokasi. !meriksaan penderita harus selengkap mungkin se"ara sistematis seperti yang dianjurkan oleh H. #iffert yang dia sebut sebagai Brthopaedi" "he"klist untuk menyingkirkan malformasi multiple. DIAGNO I !ANDING 4. Postural clubfoot- disebabkan oleh posisi fetus dalam uterus. ?aki dapat dikoreksi se"ara manual oleh pemeriksa. ,empunyai respon yang baik dan "epat terhadap serial casting dan jarang akan kambuh kembali =. Metatarsus adductus (atau varus)- adalah deformitas pada metatarsal saja. ?aki bagian depan mengarah ke bagian medial dari tubuh. -apat dikoreksi dengan manipulasi dan mempunyai respon terhadap serial casting.

Prognosis <salkan terapi dimulai sejak lahir deformitas sebagian besar dapat diperbaikiI $alupun demikian keadaan ini sering tidak sembuh sempurna dan sering kambuh terutama pada bayi dengan kelumpuhan otot yang nyata atau disertai penyakit neuromuskuler. (eberapa kasus menunjukkan respon yang positif terhadap penanganan sedangkan beberapa kasus lain

menunjukkan respon yang lama atau tidak berespon samasekali terhadap treatmen. Brangtua harus diberikan informasi bah$a hasil dari treatmen tidak selalu dapat diprediksi dan tergantung pada tingkat keparahan dari deformitas umur anak saat intervensi perkembangan tulang otot dan syaraf. 0ungsi kaki jangka panjang setelah terapi se"ara umum baik tetapi hasil study menunjukkan bah$a koreksi saat de$asa akan menunjukkan kaki yang 4+; lebih ke"il dari biasanya Penanganan #ekitar 7+-7:; kasus "lub foot bisa di-treatment dengan tindakan non-operatif. !enanganan yang dapat dilakukan pada "lub foot tersebut dapat berupa / Non"O#erati$e % !ertumbuhan yang "epat selama periode infant memungkinkan untuk penanganan remodelling. !enanganan dimulai saat kelainan didapatkan dan terdiri dari tiga tahapan yaitu / koreksi dari deformitas mempertahankan koreksi sampai keseimbangan otot normal ter"apai observasi dan follo$ up untuk men"egah kembalinya deformitas. ?oreksi dari CTEV adalah dengan manipulasi dan aplikasi dari serial >"astF yang dimulai dari sejak lahir dan dilanjutkan sampai tujuan koreksi ter"apai. ?oreksi ini ditunjang juga dengan latihan stret"hing dari struktur sisi medial kaki dan latihan kontraksi dari struktur yang lemah pada sisi lateral. ,anipulasi dan pemakaian >"astF ini diulangi se"ara teratur (dari beberapa hari sampai 4-= bulan dengan interval 4-= bulan) untuk mengakomodir pertumbuhan yang "epat pada periode ini. Aika manipulasi ini tidak efektif dilakukan koreksi bedah untuk memperbaiki struktur yang berlebihan memperpanjang atau transplant tendon. ?emudian ektremitas tersebut akan di >"astF sampai tujuan koreksi ter"apai. #erial !lastering (manipulasi pemasangan gibs serial yang diganti tiap minggu selama 8-4= minggu). #etelah itu dialakukan koreksi dengan menggunakan sepatu khusus sampai anak berumur 48 tahun. !era$atan pada anak dengan koreksi non bedah sama dengan pera$atan pada anak dengan anak dengan penggunaan >"astF. <nak memerlukan $aktu yang lama pada koreksi ini sehingga pera$atan harus meliputi tujuan jangka panjang dan tujuan jangka pendek. Bbservasi kulit dan sirkulasi merupakan bagian penting pada pemakaian "ast. Brangtua juga harus mendapatkan informasi yang "ukup tentang diagnosis penanganan yang lama dan pentingnya penggantian >"astF se"ara teratur untuk menunjang penyembuhan. !era$atan >"astF (termasuk observasi terhadap komplikasi) dan menganjurkan orangtua untuk memfasilitasi tumbuh kembang normal pada anak $alaupun ada batasan karena deformitas atau therapi yang lama. !era$atan >"astF meliputi / - (iarkan "ast terbuka sampai kering - !osisi ektremitas yang dibalut pada posisi elevasi dengan diganjal bantal pada hari pertama atau sesuai intruksi - Bbservasi ekteremitas untuk melihat adanya bengkak perubahan $arna kulit dan

laporkan bila ada perubahan yang abnormal - Cek pergerakan dan sensasi pada ektremitas se"ara teratur observasi adanya rasa nyeri - (atasi aktivitas berat pada hari-hari pertama tetapi anjurkan untuk melatih otot-otot se"ara ringan gerakkan sendi diatas dan diba$ah "ast se"ara teratur. - 6stirahat yang lebih banyak pada hari-hari pertama untuk men"egah trauma - Aangan biarkan anak memasukkan sesuatu ke dalam "ast jauhkan benda-benda ke"il yang bisa dimasukkan ke dalam "ast oleh anak - Hasa gatal dapat dukurangi dengan i"e pa"k amati integritas kulit pada tepi "ast dan kolaborasikan bila gatal-gatal semakin berat - Cast sebaiknya dijauhkan dari dengan air

C<#T !<-< CTEV (!B#EJT6 THET,EJT)

&raditional 'ani#ulation and casting 'et(ods fail) as t(ey do not allo* t(e free rotation of t(e calcaneu' and t(e talus

Ili+aro$ distraction for art(rogry#otic clubfoot,

O#eratif 6ndikasi dilakukan operasi adalah sebagai berikut / 1 Aika terapi dengan gibs gagal 1 !ada kasus Higid "lub foot pada umur .-7 bulan Bperasi dilakaukan dengan melepasakan karingan lunak yang mengalami kontraktur maupun dengan osteotomy. Bsteotomy biasanya dilakukan pada kasus "lub foot yang negle"ted' tidak ditangani dengan tepat. ?asus yang resisten paling baik dioperasi pada umur 9 minggu tindakan ini dimulai dengan pemanjangan tendo <"hiles I kalau masih ada equinus dilakuakan posterior release dengan memisahkan seluruh lebar kapsul pergelangan kaki posterior dan kalau perlu kapsul talokalkaneus. Varus kemudian diperbaiki dengan melakukan release talonavikularis medial dan pemanjangan tendon tibialis posterior.(6ni ,enurut (u?u <ppley). !ada umur K : tahun dilakukan bone #rocedure osteoto'y. -iatas umur 4+ tahun atau kalau tulang kaki sudah mature dilakukan tindakanartrodesis tri#le yang terdiri atas reseksi dan koreksi letak pada tiga persendian yaitu / art. talokalkaneus, art. talonavikularis, dan art. kalkaneokuboid. -o'#likasi 4. ?omplikasi dapat terjadi dari terapi konservatif maupun operatif. !ada terapi konservatif mungkin dapat terjadi maslah pada kulit dekubitus oleh karena gips dan koreksi yang tidak lengkap. (eberapa komplikasi mungkin didapat selama dan setelah operasi. ,asalah luka dapat terjadi setelah operasi dan dikarenakan tekanan dari cast. ?etika kaki telah terkoreksi koreksi dari deformitas dapat menarik kulit menjadi ken"ang sehinggga aliran darah menjadi terganggu. 6ni membuat bagian ke"il dari kulit menjadi mati. Jormalnya dapat sembuh dengan berjalannya $aktu dan jarang memerlukan "angkok kulit. =. 6nfeksi dapat terjadi pada beberapa tindakan operasi. 6nfeksi dapat terjadi setelah operasi kaki clubfoot. 6ni mungkin membutuhkan pembedahan tambahan untuk mengurangi infeksi dan antibiotik untuk mengobati infeksi. .. ?aki bayi sangat ke"il strukturnya sangat sulit dilihat. !embuluh darah dan saraf mungkin saja rusak akibat operasi. #ebagian besar kaki bayi terbentuk oleh tulang ra$an. ,aterial ini dapat rusak dan mengakibatkan deformitas dari kaki. -eformitas ini biasanya terkoreksi sendir dengan bertambahnya usia Clubfoot atau se"ara luas dikenal sebagai sinonim untuk talipes equinovarus merupakan deformitas kongenital yang bahkan sebelum jaman hippo"rates sudah menarik perhatian dunia medis. (anyak keadaan bisa menyebabkan deformitasclubfoot dengan perubahan struktur serupa abnormalitas ini terbentuk selama masa pertumbuhan "apat tulang. !ada saat bayi dilahirkan deformitas kaki kongenital bisa tampak mirip satu dengan lainnya apapun etiologinya. ?esalahpahaman menyangkut etiologi patologi dan efikasi penatalaksanaan telah mengisi berbagai literatur karena kegagalan dalam membedakan bentuk idiopatik dari deformitas yang didapat atau sekunder. <papun masalahnya yang terpenting adalah pengenalan dini penyebab deformitas sehingga rangkaian penatalaksanaan dapat segera diren"anakan dan keluarga penderita memperoleh informasi yang akurat prognosis yang realistik dan menghindari komplikasi iatrogenik akibat

kekeliruan dalam program penatalaksanaanclubfoot. ?eluarga penderita harus diberikan edukasi yang sejelas-jelasnya terutama mengenai kemungkinan terjadinya kekambuhan dan kelainan ini tidak dapat terkoreksi sempurna atau normal adanya gejala sisa.

Postero'edial release for clubfoot,

Ne$er forcibly e$ert or #ronate t(e foot during clubfoot casting .A/) #ontaneous correction of t(e (ind foot $arus by abducting t(e forefoot and allo*ing t(e calcaneu' to freely rotate under t(e talus .!/

-o'#likasi dari 'ani#ulasi dan tera#i % 0ockerbotto' foot,

End Point % (anyak keadaan bisa menyebabkan deformitas clubfoot dengan perubahan struktur serupa abnormalitas ini terbentuk selama masa pertumbuhan "apat tulang. !ada saat bayi dilahirkan deformitas kaki kongenital bisa tampak mirip satu dengan lainnya apapun etiologinya.

?esalahpahaman menyangkut etiologi patologi dan efikasi penatalaksanaan karena kegagalan dalam membedakan bentuk idiopatik dari deformitas yang didapat atau sekunder. !aling utama adalah pengenalan dini penyebab deformitas sehingga rangkaian penatalaksanaan dapat segera diren"anakan dan keluarga penderita memperoleh informasi yang akurat prognosis yang realistik dan menghindari komplikasi iatrogenik akibat kekeliruan dalam program penatalaksanaan clubfoot. ?eluarga penderita harus diberikan edukasi yang sejelas-jelasnya terutama mengenai kemungkinan terjadinya kekambuhan dan kelainan ini tidak dapat terkoreksi sempurna atau normal adanya gejala sisa. 0eference % !onseti 6V. Clubfoot management. !ediatr "rthop. Jov--e" =+++I=+(8)/8775++. L,edlineM. Cooper -, -iet% 0H. Treatment of idiopathi" "lubfoot. < thirty-year follo$-up note. #one oint $urg %m. B"t 477:I55(4+)/4*55-97. L,edlineM. (or J )er%enberg AE 0ri"k #G. !onseti management of "lubfoot in older infants. Clin "rthop &elat &es. ,ar =++8I***/==*-9. L,edlineM. Joonan ?A Hi"hards (#. Jonsurgi"al management of idiopathi" "lubfoot. %m %cad "rthop $urg. Jov--e" =++.I44(8)/.7=-*+=. L,edlineM. -o"ker CE Ge$th$aite # ?iely JT. !onseti treatment in the management of "lubfoot deformity N a "ontinuing role for paediatri" orthopaedi" servi"es in se"ondary "are "entres. %nn & Coll $urg Engl. Aul =++5I97(:)/:4+-=. L,edlineM. 6ppolito E !onseti 6V. Congenital "lub foot in the human fetus. < histologi"al study. #one oint $urg %m. Aan 479+I8=(4)/9-==. L,edlineM. #"her -,. The !onseti method for treatment of "ongenital "lub foot. Curr "pin !ediatr. 0eb =++8I49(4)/==-:. L,edlineM. 0reedman A< Oatts ) Btsuka JP. The 6li%arov method for the treatment of resistant "lubfoot/ is it an effe"tive solutionQ. !ediatr "rthop. Aul<ug =++8I=8(*)/*.=-5. L,edlineM. !onseti 6V. Helapsing "lubfoot/ "auses prevention and treatment. 'owa "rthop . =++=I==/::-8. L,edlineM. Ta"hdjian ,ihran B. Congenital Talipes Equinovarus 6n/ Aohn <nthony )erring LeditorM/ !ediatri" Brthopaedi"s 0rom the TeDas #"ottish Hite )ospital for Children. #aunders elsivier =++9I 4+5+-4+59. Heyes Tyrone , Guna-Heyes Bfelia (. The <nkle and the 0oot. 6n/ ?inesiology. ,anila !hilipines/ 3#T !rinting Bffi"e 4759I4:=-488. @raham. <pley Gouis #olomon. -eformities of the 0oot. 6n/ <pleyRs #ystem of Brthopaedi"s and !ro"edurs 479=I .+5-7. -avid ). #utherland. Congenital Clubfoot. 6n/ @ait -isorders in Chilhood and <doles"en"e. Oilliam and Oilkins 479* 94 )ttp/''$$$.emedi"ine'spesialities'radiology'pediatri"s. <uthor/ Ellen , Chung. )ttp/''$$$.ijoonline."om 6ndian Aournal of Brthopaedi"s Jovember =++9