Anda di halaman 1dari 46

PERCOBAAN IV-A

KUAT TEKAN MORTAR



A. Maksud dan Tujuan
Setelah melaksanakan praktikum diharapkan dapat :
1. Menerangkan prosedur pelaksanaan pemeriksaan kuat tekan mortar.
2. Membuat benda uji kekuatan tekan aduk mortar.
3. Menghitung uji kekuatan tekan aduk mortar.

B. Alat dan Bahan
1. Timbangan
2. Mesin pengaduk
3. Spatula
4. Compression Apparatus Machine
5. Cetakan kubus 5 cm x 5 cm x 5 cm
6. Pemadat plastik
7. Semen
8. Air bersih
9. Pasir
10. Alat penumbuk

C. Prosedur Pelaksanaan Percobaan
Berdasarkan :SNI 03-6825-2002
1. Mengambil semen dan pasir dengan perbandingan 1 : 3
2. Semen dan pasir ditimbang beratnya. Menentukan Faktor Air Semen
sesuai petunjuk pihak laboratorium yaitu FAS 0,5
3. Memasukkan bahan-bahan tersebut dalam mixer dengan urutan: Air
semua, semen semua, kemudian disusul dengan pasir hingga habis
4. Setelah adukan homogen, menuangkan dalam loyang/bak pengaduk 30
detik setelah selesai pengadukan, masukkan ke dalam cetakan kubus,
cetakan diisi dalam 2 lapisan dimana setiap lapisan dipadatkan dengan

menumbuk dengan alat penumbuk sebanyak 25 kali dalam waktu 10
detik, keseluruhan waktu pencetakan tidak boleh lebih dari 2 menit.
5. Ratakan permukaan mortar kemudian simpan cetakan di tempat yang
lembab selama 24 jam.
6. Buka cetakan dan rendam dalam air bersih, kekuatan mortar dapat
diperiksa pada umur 3 hari, 5 hari, 7 hari, atau 14 hari.

D. Hasil Percobaan
Tabel IV.1 Tabel Hasil Percobaan Kuat Tekan Mortar
No
Perbandingan
Campuran
Spesi
Tgl
Cor
Tgl
Uji
Umur
(Hari)
Berat
(Gram)
Kuat
Tekan
(ton)
Luas
Penampang
(cm
2
)
Kokoh
Beton
(kg/cm
2
)
1
2
3
PC 300 gr
Air 150 gr
Pasir 900 gr
4
Novemb
er 2013
7
Novemb
er 2013
3
3
3
270
280
270
3.5
3.5
3
25
25
25
140
140
120
Catatan : PC : Semen Tiga Roda
Pasir : Muntilan
Air : 50% x berat semen

E. Pembahasan
Perhitungan kuat tekan mortar :





1. Mortar 1
Ukuran : 5cm x 5cm x 5cm
Luas penampang : 25cm
2
Tanggal cor : 4 November 2013
Tanggal uji : 7 November 2013
Berat : 270 gram
=
P
A
kg/cm
2

Gaya tekan : 3.5 ton
Kuat tekan 3 hari (
3
) =



=
P
A

=


= 140 kg/cm
2
2. Mortar 2
Ukuran : 5cm x 5cm x 5cm
Luas penampang : 25cm
2

Tanggal cor : 4 November 2013
Tanggal uji : 7 November 2013
Berat : 280 gram
Gaya tekan : 3.5 ton
Kuat tekan 3 hari (
3
) =



=
P
A

=


= 140 kg/cm
2
3. Mortar 3
Ukuran : 5cm x 5cm x 5cm
Luas penampang : 25cm
2

Tanggal cor : 4 November 2013
Tanggal uji : 7 November 2013
Berat : 270 gram
Gaya tekan : 3 ton
Kuat tekan 3 hari (
3
) =



=
P
A

=


= 120 kg/cm
2
Rata-rata kuat tekan (
3
) =
()

= 133.33 kg/cm
2
= 13.33 MPa

F. Syarat dan Ketentuan
1. Berdasarkan PBI 1971 N.I-2, disebutkan bahwa:
Air yang digunakan adalah air bersih.
2. Berdasarkan SNI 03-6882-2002, disebutkan bahwa :
Bahan-bahan pengikat bersifat semen dalam hal ini semen portland
harus memenuhi spesifikasi dalam SNI 15-2049-1994 (yang telah
direvisi menjadi SNI 15-2049-2004).
Bahan agregat (pasir) harus memenuhi spesifikasi dalam SK SNI S-
02-1994-03 (SNI 03-6820-2002).
3. Berdasarkan SNI 03-6882-2002, disebutkan bahwa:
Bahan-bahan bersifat semen dan agregat harus disimpan sedemikian
rupa sehingga terhindar dari cemaran bahan lain yang dapat
menurunkan kualitasnya.
4. Berdasarkan SNI 03-6882-2002, mortar dibagi menjadi 4 tipe :
a) Mortar tipe M adalah mortar yang mempunyai kekuatan 17,2 MPa
b) Mortar tipe S adalah mortar yang mempunyai kekuatan 12,5 MPa
c) Mortar tipe N adalah mortar yang mempunyai kekualan 5,2 MPa
d) Mortar tipe O adalah mortar yang mempunyai kekuatan 2,4 MPa

G. Kesimpulan
1. Berdasarkan hasil pengujian maka dapat disimpulkan bahwa rata-rata
kuat tekan mortar adalah 133.33 kg/cm
2
.
2. Berdasarkan SNI 03-6882-2002, benda uji mortar termasuk ke dalam
tipe S karena memiliki rata-rata kuat tekan 133.33 kg/cm
2
atau sama
dengan 13.33 MPa.

H. Saran
1. Memperhatikan perbandingan kandungan air dalam semen.
2. Usahakan mortar yang dibuat padat sehingga memiliki kekuatan yang
baik.

3. Saat proses pencetakan mortar, setelah tiap lapis ditumbuk sebaiknya
bagian samping cetakan diketuk ketuk agar gelembung udara dalam
adonan mortar keluar.
4. Pada saat pencampuran bahan adukan mortar, semen dan agregat
dicampur hingga homogen terlebih dahulu. Setelah itu, tambahkan air
secara perlahan dan aduk kembali hingga homogen.
5. Adukan mortar sebaiknya tetap diaduk secara perlahan untuk menjaga
kelecakan mortar.

I. Lampiran
1. Data analisa percobaan kuat tekan mortar
2. Gambar cetakan mortar
3. Gambar adukan mortar
4. Gambar cetakan berisi mortar
5. Gambar mortar
6. Gambar uji tekan mortar dengan Compression Apparatus Machine
7. Gambar mortar setelah diuji tekan
8. SNI 03-6825-2002
9. PBI 1971 N.I-2
10. SNI 03-6882-2002



Gambar Cetakan Mortar


Gambar Adukan Mortar


Gambar Cetakan yang Telah Terisi Mortar



Gambar Mortar



















Gambar Uji Tekan Mortar dengan Compression Apparatus Machine


PERCOBAAN IV-B
FAKTOR AIR SEMEN DAN NILAI SLUMP BETON

A. Definisi
Faktor air semen adalah perbandingan berat air dengan berat semen didalam
campuran adukan beton. Slump beton adalah salah satu ukuran kekentalan
adukan beton dinyatakan dalam mm ditentukan dengan alat kerucut Abram.

B. Maksud dan Tujuan
Setelah melakukan percobaan mahasiswa diharapkan dapat:
1. Menentukan besarnya faktor air semen
2. Mengukur dan menentukan besarnya nilai Slump
3. Menentukan hubungan FAS dengan nilai Slump

C. Alat dan Bahan
1. Kerucut Abrams dan perlengkapannya
2. Timbangan
3. Stopwatch
4. Bak pencampur / Loyang
5. Cetok, cangkul / sekop
6. Penggaris
7. Mixer beton / molen
8. Semen
9. Pasir, split dan air

D. Prosedur Pelaksanaan Percobaan
Berdasarkan: SKSNI M-12-1989-F
1. Mengambil semen, pasir, split dengan perbandingan volume 1 : 2 : 3
2. Berat semen ditimbang. Menentukan Faktor Air Semen sesuai petunjuk
pihak laboratorium yaitu FAS 0,5

3. Memasukkan bahan-bahan tersebut dalam mixer dengan urutan: Air
semua, semen semua, kemudian disusul dengan pasir sebagian dan split
sebagian selang seling hingga habis
4. Setelah adukan homogen, menuangkan dalam loyang/bak pengaduk
5. Campuran tersebut dimasukkan dalam alat Slump Test secara bertahap
sebanyak tiga lapisan dengan ketinggian sama. Setiap lapisan ditusuk
dengan cara menjatuhkan secara bebas tongkat baja 16 mm, panjang
60cm setinggi 50cm sebanyak 25 kali untuk setiap lapisnya.
6. Setelah bidang atas dari kerucut Abrams diratakan, adukan dibiarkan
selama 30 detik, sambil menunggu, membersihkan sisa-sisa kotoran
yang ada di sekitar kerucut Abrams tadi.
7. Kerucut diangkat pelan-pelan secara vertikal. Segera setelah itu
penurunan tinggi puncak diukur. Pengukuran dilakukan pada tiga
tempat dan dibuat rata-rata.
8. Dari hasil pengukuran ini dihitung nilai Slump yang menunjukkan
kekentalan adukan.

E. Hasil Percobaan
1. Data Percobaan Faktor Air Semen
Perbandingan Campuran Benda Uji:
PC : Pasir : Split = 1 : 2 : 3
FAS = 0,5 dan berat semen = 5084 gram
Maka jumlah air yang dipakai untuk campuran beton adalah
= FAS x berat semen
= 0,5 x 5084 gram
= 2542 gram
2. Data Percobaan Nilai Slump
Pengukuran nilai penurunan Slump dari yang diketahui di 3 tempat adalah
14 cm, 14 cm, 15 cm untuk 30 detik pertama.
Maka nilai rata-rata penurunan Slump-nya adalah:

= 14,33 cm





F. Syarat dan Ketentuan
Nilai Slump beton untuk berbagai jenis pekerjaan beton, menurut PBI-1971,
tabel 4.4.1

Tabel IV.2 Tabel Nilai Slump Beton untuk Berbagai Jenis Pekerjaan Beton
Jenis pekerjaan beton
Slump, mm
Maks Min
a. Dinding, pelat pondasi dan pondasi telapak
bertulang
125 50
b. Pondasi telapak tidak bertulang, kaison dan
kontruksi di bawah tanah
90 25
c. Pelat, balok, kolom dan dinding 150 75
d. Pengerasan jalan 75 50
e. Beton masa (tebal) 75 25



Jumlah semen minimum dan jumlah FAS maksimum untuk berbagai jenis
pekerjaan beton, menurut PBI 1971, table 4.3.4

Tabel IV.3 Tabel Jumlah Semen Minimum dan Jumlah FAS Maksimum
untuk Berbagai Jenis Pekerjaan Beton
Jenis pekerjaan beton
Jumlah
semen
minimum
(kg/m
3
)
Nilai FAS
maksimum
BETON DALAM RUANG BANGUNAN
(TERLINDUNGI)

a. Keadaan keliling non korosip 275 0.60
b. Keadaan keliling korosip disebabkan
oleh pengembunan atau uap korosip
325 0.52
BETON DILUAR RUANG BANGUNAN
(TERBUKA)

a. Tidak terlindung dari hujan dan terik
matahari secara langsung
325 0.60
b. Terlindung dari hujan dan terik matahari
secara langsung
275 0.60
BETON YANG MASUK KE DALAM TANAH
a. Mengalami keadaan basah dan kering
berganti-ganti
325 0.55
b. Mendapat pengaruh sulfat, alkali dari
tanah atau air tanah
375 0.52
BETON YANG TERUS-MENERUS
BERHUBUNGAN AIR

a. Air tawar 275 0.57
b. Air laut, air bergaram 375 0.52



G. Pembahasan
Menurut hasil percobaan yang telah dilakukan dapat diketahui hal-hal sebagai
berikut:
a) Pengolahan Data Percobaan Faktor Air Semen
1. Perbandingan Volume Campuran Benda Uji:
PC : Pasir : Split = 1 : 2 : 3
Berat semen = 5084 gram
Jumlah air = 2542 gram sesuai dengan FAS 0,5
2. Volume Beton
Vol.semen = 4000 cm
3
Vol.pasir = 8000 cm
3
Vol.split = 12000 cm
3
Vol.air = 2000 cm
3
Volume total beton = 26000 cm
3
3. Penggunaan semen/m
3
beton =

= 195,53 kg/m
3

Maka dengan penggunaan semen sebesar 195,53 kg/m
3
dan FAS 0,5
sehingga tidak memenuhi syarat dan ketentuan (PBI 1971).
b) Pengolahan Data Percobaan Nilai Slump
Dari data pada percobaan diketahui penurunannya sebesar 14,33 cm,
sehingga memenuhi syarat slump maksimum untuk pengerjaan pelat,
balok, kolom dan dinding menurut PBI 1971.

H. Kesimpulan
a) Pembuatan beton tidak memenuhi syarat dan ketentuan yaitu penggunaan
semen sebesar 195,53 kg/m
3
dengan FAS 0,5.
b) Nilai Slump beton sebesar 14,33 cm telah memenuhi syarat slump
maksimum untuk pengerjaan pelat, balok, kolom dan dinding menurut
PBI 1971 (75-150 mm).



I. Saran
a) Dalam pembuatan beton, ketelitian perhitungan perbandingan campuran
sangat diperlukan namun sebaiknya tetap menyesuaikan dengan keadaan
bahan material asli (terutama kandungan air) sehingga beton tidak terlalu
encer ataupun padat.
b) Dalam tes nilai Slump beton, pengangkatan kerucut Abrams harus benar-
benar vertikal sehingga tidak merusak keakuratan hasil nilai Slump.

J. Lampiran
1. Data analisa percobaan Kuat Tekan Beton
2. Gambar kerucut Abrams
3. Gambar penumbuk
4. Gambar bak pencampur / Loyang
5. Gambar adukan homogen dalam bak pencampur / Loyang
6. SKSNI M-12-1989-F
7. PBI 1971 Halaman 36-38

Gambar Kerucut Abrams

Gambar penumbuk


Gambar bak pengaduk / loyang


Gambar Adukan Homogen dalam Bak Pencampur / Loyang


Pengukuran Nilai Slump





PERCOBAAN IV C
KUAT TEKAN BETON

A. Maksud dan Tujuan
Setelah melakukan percobaan mahasiswa diharapkan dapat:
1. Menerangkan prosedur penentuan kuat tekan beton
2. Membuat dan menguji benda uji beton
3. Menghitung kuat tekan beton

B. Alat dan Bahan
1. Timbangan
2. Bak pencampur / loyang
3. Cetok, cangkul / sekop
4. Penggaris
5. Compression apparatus
6. Mixer beton / molen
7. Cetakan beton 3 buah
8. Semen
9. Pasir, split dan air
10. Vaselin / oli

C. Prosedur Pelaksanaan Percobaan
1. Siapkan cetakan beton kubus yang bagian dalamnya sudah diolesi vaselin
/ oli
2. Masukkan adukan beton kedalam cetakan dengan pengisian dilakukan
dalam tiga lapis, tiap lapisan kurang lebih 1/3 volume
3. Tusuk setiap lapisan sebanyak 25 kali, cara penusukan seperti pada
percobaan slump test hingga lapis terakhir
4. Ratakan bagian atas cetakan dengan adukan beton tadi dan beri kode
kelompok dan tanggal pembuatan

5. Biarkan selama 24 jam setelah itu buka cetakan lalu rendam sampel beton
tersebut kedalam air sampai dengan umur beton yang dikehendaki atau
sampai saat akan dilakukan pengukuran kuat tekannya
6. Pengujian kuat tekan pada beton bisa dilakukan pada umur 3, 7, 14, 21,
atau 28 hari, atau sesuai petunjuk dari pihak laboratorium

D. Hasil Percobaan

Tabel IV.4 Tabel Hasil Percobaan Kuat Tekan Beton
Berat
(gr)
Luas
penampang
(cm
2
)
Berat isi
(gr/cm
3
)
Tgl. cor Tgl. Uji
Gaya
tekan
(ton)
Kokoh
tekan
(kg/cm
2
)
Kokoh
tekan 28
hari
(kg/cm
2
)
8280
8250
8250
225
225
225
2,453
2,444
2,453
4
Novemb
er 2013
7
Novemb
er 2013
39.5
37
39.5
175.56
164.44
175.56
438.89
411.11
438.89

Data percobaan :
a. Perbandingan campuran pada benda uji
PC :Pasir : Split = 1 : 2 : 3
FAS = 0,5
Berat Semen = 5084 gram
Maka berat air yang dipakai untuk campuran beton adalah
= FAS berat semen
= 0,5 5084
= 2542 gram


b. Pengukuran nilai penurunan slump dari 3 tempat
Nilai pengukuran :
- 14 cm
- 14 cm
- 15 cm
Maka nilai rata-rata penurunan slump-nya
=
3
15 14 14 + +
= 14,33 cm
c. Pengujian kuat tekan kokoh kubus beton
1. Beton I
Ukuran : 15cm x 15cm x 15cm
Luas Penampang : 225 cm
2

Tanggal Cor : 4 November 2013
Tanggal Uji : 7 November 2013
Berat : 8280 gram
Gaya Tekan : 39.5 ton
Kuat Tekan 5 Hari :



=


=
175.56 kg/cm
2
2. Beton II
Ukuran : 15cm x 15cm x 15cm
Luas Penampang : 225 cm
2

Tanggal Cor : 4 November 2013
Tanggal Uji : 7 November 2013
Berat : 8250 gram
Gaya Tekan : 37 ton
Kuat Tekan 5 Hari :



=


=
164.44 kg/cm
2


3. Beton III
Ukuran : 15cm x 15cm x 15cm
Luas Penampang : 225 cm
2

Tanggal Cor : 4 November 2013
Tanggal Uji : 7 November 2013
Berat : 8250 gram
Gaya Tekan : 39.5 ton
Kuat Tekan 5 Hari :



=


=175.56 kg/cm
2

E. Syarat dan Ketentuan
PBI 1971 N.I-2 BAB 4, Pekerjaan Beton, menjelaskan antara lain:
1. Menurut PBI N.I-2 Pasal 4.1 ayat 4, tabel 4.1.4Perbandingan kuat beton
sesuai umur beton

Tabel IV.5 Tabel Perbandingan Kuat Beton Sesuai Umur Beton
Umur beton (hari) 3 7 14 21 28 90 365
PC biasa 0,4 0,65 0,88 0,95 1 1,2 1,33
PC dengan kekuatan
awal tinggi
0,55 0,75 0,90 0,95 1 1,15 1,2

3. Menurut PBI N.I-2 Pasal 4.2 ayat 1, tabel 4.2.1 Kelas dan mutu beton

Tabel IV.6 Tabel Kelas dan Mutu Beton
Kelas Mutu
obk
Kg/cm
2

obm
Kg/cm
2

Tujuan
Pengawasan
Agregat Kuat tekan
I BO Non struktur Ringan Tanpa
B 1 125 125 Struktur Sedang Tanpa
II K 125 125 200 Struktur Ketat Kontinu

K 175 175 250 Struktur Ketat Kontinu
K 225 225 300 Struktur Ketat Kontinu
III K >225 >225 >300 Struktur Ketat Kontinu

4. Menurut PBI N.I-2 pasal 4.4 ayat 1, tabel 4.4.1Nilai Slump beton untuk
berbagai pekerjaan beton

Tabel IV.7 Tabel Nilai Slump Beton untuk Berbagai Pekerjaan Beton
Posisi penempatan beton dalam
konstruksi
Slump maksimum
(cm)
Slump minimum
(cm)
a. Dinding, plat pondasi, pondasi
telapak bertulang
12,5 5,0
b. Pondasi telapak tidak bertulang
kaison, konstruksi bawah tanah
9,0 2,5
c. Plat, balok kolom, dinding 15,0 7,5
d. Pengerasan jalan 7,5 5,0
e. Pembetonan missal 7,5 2,5

Beton adalah suatu konstruksi yang mempunyai sifat kekuatan yang
khas, yaitu apabila diperiksa nilainya akan menyebar di suatu nilai rata-rata
tertentu. Penyebaran nilai dari pemeriksaan ini tergantung pada
kesempurnaan dari pemeriksaannya dan menganggap nilai-nilai dari hasil
pemeriksaan tersebut adalah suatu nilai standard deviasi dengan rumus:
S =
1
) (
2

n
n
i
bm bi
o o

Keterangan :
S = Standard deviasi
o
bi
= kekuatan tekan beton masing-masing benda uji (kg/cm
2
)
o
bm
= kekuatan tekan beton rata-rata (kg/cm
2
)
o
bm
= o
bi
/ n
n = jumlah benda uji yang diperiksa

Dengan menganggap nilai-nilai dari hasil pemeriksaan benda uji
menyebar normal atau mengikuti lengkup gauss, maka kekuatan tekan
karakteristik (obk) ditentukan dengan rumus :
obk = obm 1,64 S

F. Pembahasan
Menurut hasil percobaan yang telah dilakukan dapat diketahui hal-hal sebagai
berikut
Perhitungan kekuatan tekan beton rata-rata [o
bm
]








1. Beton I
Kuat Tekan 3 Hari [o
5
] =



=


= 175.56 kg/cm
2

Kuat Tekan 28 Hari [o
28
] =
o

. 1
=

. 1
= 438.89 kg/cm
2
2. Beton II
Kuat Tekan 3 Hari [o
3
] =



=




= 164.44 kg/cm
2

=
P
A
kg/cm
2

Kuat Tekan 28 Hari [o
28
] =
o

. 1
=



. 1
= 411.11 kg/cm
2

3. Beton III
Kuat Tekan 3 Hari [o
3
] =



=



= 175.56 kg/cm
2
Kuat Tekan 28 Hari [o
28
] =
o

. 1
=

. 1
= 438.89 kg/cm
2
o
bm
=
o o o


= 429.63 kg/cm
2
1. Perhitungan standar deviasi melalui hasil pemeriksaan kubus beton
n = jumlah sampel yang digunakan yakni 3

Tabel IV.8 Tabel Standard deviasi kubus beton
Kekuatan tekan karakteristik (o
bk
) = o
bm
1,64 S
= 429.63 (1,64 16.038)
= 403.327 kg/cm
2

2. Dari pembahasan di atas dapat diketahui Kokoh kubus beton:
- Kekuatan tekan karakteristik (
bk
) 403.327 kg/cm
2
= 40.33 MPa
- Termasuk pada kelas beton III mutu K>225
o
bi
o
bi
o
bm
(o
bi
o
bm
)
2
Standard deviasi(S)
438.89
411.11
438.89
9.26
0,006
9.26

85.7476
342.9904
85.7476

S =
1 3
4856 . 514


= 16.038
o
bm
= 429.63 E(o
bi
o
bm
)
2
=514.4856


G. Kesimpulan
Dari hasil percobaan yang telah dilakukan, kita dapat mengetahui
besar kuat kokoh beton yaitu sebesar 403.327 kg/cm
2
atau 40.33 Mpa
sehingga termasuk kelas beton III dengan mutu K>225.

H. Saran
1. Dalam mencampurkan bahan bahan pembuat beton, pastikan bahwa
bahan bahan tersebut tercampur dengan rata.
2. Perhatikan kualitas dari bahan pembuat beton, karena bahan bahan yang
bermutu akan menghasilkan kualitas beton yang lebih baik.
3. Berhati - hatilah dalam cara penyimpanan bahan bahan pembuat beton
tersebut.
4. Saat proses pencetakan, bagilah menjadi tiga bagian dan disetiap bagian
ditumbuk terlebih dahulu agar tidak meninggalkan endapan agregat kasar
di dasar cetakan.

I. Lampiran
1. Data Analisa Kuat Tekan Beton.
2. Gambar Cetakan Beton Uji Kubus
3. Gambar Adukan Beton
4. Gambar Cetakan yang Telah Terisi Beton
5. Gambar Beton Uji Kubus
6. Gambar Uji Kuat Tekan Beton dengan Compression Apparatus Machine
7. Gambar Kubus Beton setelah Uji Kuat Tekan
8. PBI 1971 N.I-2 bab 4, Pekerjaan Beton


Gambar Cetakan Beton Uji Kubus


Gambar Adukan Beton



Gambar Cetakan yang Telah Terisi Beton


Gambar Beton Uji Kubus















Gambar Uji Kuat Tekan Beton dengan Compression Apparatus Machine


PERCOBAAN IV-D
KUAT TEKAN BETON DENGAN HAMMER TEST

A. Definisi
Hammer Test adalah pengujian kekuatan tekan beton yang sudah
terpasang atau di lapangan dengan nilai pantulan (rebound). Hammer test
dilakukan apabila dari hasil pemeriksaan benda uji ternyata kekuatan tekan
beton karateristik yang disyaratkan tidak tercapai, maka apabila pengecoran
beton belum selesai, pengecoran tersebut segera dihentikan dan dalam waktu
singkat harus diadakan percobaan non-destruktif.
Apabila dari percobaan itu diperoleh suatu nilai kekuatan tekan beton
karateristik yang minimal adalah ekivalen dengan 80% dari nilai kekuatan
tekan beton karateristik yang disyaratkan untuk bagian konstruksi itu, maka
bagian konstruksi tersebut dapat dianggap memenuhi syarat dan pengecoran
beton yang dihentikan dapat dilanjutkan kembali. (PBI 1971 pasal 4.8)
Pelaksanaan hammer test dapat dilakukan apabila beton berumur
antara 14-56 hari. (Operating Instruction, Original SCHMIDT, Concrete Test
Hammer: ISO 9001)

B. Maksud dan Tujuan
1. Mengetahui kuat tekan beton pada elemen konstruksi yang sudah jadi.
2. Dapat memanfaatkan hasil uji dengan hammer beton, apabila tidak
tersedia benda uji atau hasil pengujian benda uji tidak memenuhi syarat.
3. Dapat melakukan pengujian dengan menggunakan Hammer.
4. Mengetahui cara menghitung kuat tekan beton berdasarkan spesifikasi
alat Hammer.

C. Alat dan Bahan
1. Benda uji beton, atau elemen beton degan usia minimum 28 hari.
2. Hammer beton tipe N atau C.
3. Penggaris.
4. Alat Tulis, spidol .

D. Prosedur Pelaksanaan Percobaan
Berdasarkan : ASTM C 805-02
1. Tentukan daerah pada kontruksi atau elemen kontruksi yang akan diamati
dan bagilah daerah tersebut menjadi bidang beukuran 15 cmx15cm.
2. Bersihkan daerah 15cm x15cm tersebut dari plesteran dan sisa air semen
dan ratakan permukaannya.
3. Tembakkan hammer pada daerah seluas 15cmx15cm tersebut dengan
memakai alat hammer sejumlah 5 sampai 20 kali tembakan.
4. Bacalah nilai rebound atau R yang ditunjukan oleh jarum pada hammer
untuk setiap pengujian.
5. Tentukan pula sudut yang dibentuk oleh sumbu hammer terhadap garis
horizontal.
6. Dengan menggunakan daftar tabel konversi, maka tentukan besarnyakuat
tekan elemen beton.


E. Hasil Percobaan

Tabel IV.9 Tabel Hasil Percobaan Bacaan Alat Hammer
No.
Titik
Bacaan alat
Hammer
Keterangan
No.
Titik
Bacaan alat
Hammer
Keterangan
I
46

= -90
o


IV
42

= -90
o

38 40
36 38
42 38
44 40
40 36
44 40
46 36
40 33
II
40

= -90
o


V
38

= -90
o

41 40
37 36
36 46
42 36
41 41
40 38
40 32
40 40
III
40

= -90
o






38
36
34
38
38
35
38
34


No.
Titik
Bacaan alat
Hammer
Keterangan
No.
Titik
Bacaan alat
Hammer
Keterangan
I
46

= 0
o


IV
42

= 0
o

41 42
43 44
54 44
44 47
42 42
48 41
50 45
49 39
II
47

= 0
o


V
40

= 0
o

50 38
42 42
55 44
48 38
52 46
51 41
45 50
46 46
III
51

= 0
o






42
47
42
39
44
46
50
43



F. Syarat dan Ketentuan
- Menurut PBI 1971 N.I-2pasal 4.5ayat2:

Tabel IV.10Tabel Mutu Pelaksanaan yang diukur dengan Deviasi Standar

Dengan menganggap nilai-nilai dari hasil pemeriksaan benda uji
menyebar normal (mengikuti lengkung dari Gauss), maka kekuatan tekan
beton karateristik bk, dengan 5% kemungkinan adanya kekuatan yang
tidak memenuhi syarat seperti ditentukan dalam pasal 4.1 ayat (1),
ditentukan oleh rumus :
s
bm bk
64 , 1 ' ' =o o

- Menurut PBI 1971 N.I-2 pasal 4.5ayat3:
Beton kelas III adalah beton untuk pekerjaan-pekerjaan
strukturil dimana dipakai mutu beton dengan kekuatan tekan karakteristik
yang lebih tinggi dari 225 kg/cm
2
. pelaksanaan memerlukan keahlian
khusus dan harus dilakukan di bawah pimpinan tenaga-tenaga ahli.
Disyaratkan adanya laboratorium beton dengan peralatan yang lengkap
yang dilayani oleh tenaga-tenaga ahli yang dapat melakukan pengawasan
mutu beton secara kontinu. Mutu beton kelas III dinyatakan dengan huruf
K dengan angka dibelakangnya yang menyatakan kekuatan karakteristik
beton yang bersangkutan.






Isi Pekerjaan Deviasi Standar s (kg/cm2)
Sebutan Jumlah Beton Baik Sekali Baik Dapat Diterima
Kecil <1000 45 < s < 55 55 < s < 65 65 < s < 75
Sedang 1000-3000 35 < s < 45 45 < s < 55 55 < s < 65
Besar >3000 25 < s < 35 35 < s < 45 45 < s < 55

G. Pembahasan
1. Nilai Rebound Terkoreksi (R
t
) = Nilai Rebound (R) + Faktor Koreksi
2. Ekivalensi Nilai Reboundfc
1
1 2
1 2 1
) (
) )( (
' P
R R
P P R R
c f
t
+


=

1
1 2 1
1
) )( (
P
P P R R
t
+

=

1 1 2 1
) )( ( P P P R R
t
+ =

R
t
= nilai rebound terkoresi
R
1
= nilai rebound batas bawah
P
1
= kuat tekan nilai rebound batas bawah
P
2
= kuat tekan nilai rebound batas atas
Contoh Perhitungan:
Jika diketahui:
R
t
= 36,94 P
1
= 33,50 (lihat di tabel)
R
1
= 36 P
2
= 35,30 (lihat di tabel)
R
2
= 37
Ekivalensi nilai rebound fc = (36,94-36)(35,30-33,50)+33,50
= 35,192
3.
N
c f rebound nilai ekivalensi
titik rata rata
N
'
1
1
E
=

Contoh Perhitungan:
Pada titik I, ekivalensi nilai rebound fc (aktual): 35,129; 31,834; 41,982;
22,430; 48,980; 48,980; 38,462; 41,982; 40,176
c f rebound nilai ekivalensi
N
'
1
E
= 350
N = 9
Rata-rata 1 titik =


= 38,88 Mpa



Tabel IV.9 Tabel Rata-rata 1 Titik dari Ekivalensi Nilai R f'c


Aktual Rata-rata 1 titik
46 2,40 48,40 55,86
38 2,78 40,78 41,98
36 2,86 38,86 38,46
42 2,60 44,60 48,98
44 2,50 46,50 52,55
40 2,70 42,70 45,43
44 2,50 46,50 52,55
46 2,40 48,40 58,60
40 2,70 42,70 45,43
40 2,70 42,70 45,43
41 2,65 43,65 47,24
37 2,82 39,82 40,18
36 2,86 38,86 38,46
42 2,60 44,60 48,98
41 2,65 43,65 47,24
40 2,70 42,70 45,43
40 2,70 42,70 45,43
40 2,70 42,70 45,43
40 2,70 42,70 45,43
38 2,78 40,78 41,98
36 2,86 38,86 38,46
34 2,94 36,94 35,13
38 2,78 40,78 41,98
38 2,78 40,78 41,98
35 2,90 37,90 36,83
38 2,78 40,78 41,98
34 2,94 36,94 35,13
42 2,60 44,60 48,98
40 2,70 42,70 45,43
38 2,78 40,78 41,98
38 2,78 40,78 41,98
40 2,70 42,70 45,43
36 2,86 38,86 38,46
40 2,70 42,70 45,43
36 2,86 38,86 38,46
33 2,98 35,98 33,47
38 2,78 40,78 41,98
40 2,70 42,70 45,43
36 2,86 38,86 38,46
46 2,40 48,40 55,86
36 2,86 38,86 38,46
41 2,65 43,65 47,24
38 2,78 40,78 41,98
32 3,02 35,02 31,83
32 3,02 35,02 31,83
No Nilai Rebound Faktor Koreksi Nilai Rebound Terkoreksi
5
1
2
3
4
Keterangan Posisi Hammer
41,45
= -90
48,87
44,87
39,88
42,18
Ekivalensi Rebound f'c (Mpa)
Rata-rata f'c (Mpa)
43,45

a. Kuat tekan beton pada pengujian hammer dengan sudut -90
o

Tabel IV.10 Tabel Data untuk Menghitung Kuat Tekan Beton pada
Pengujian Hammer dengan Sudut -90
o

R '
b
F f '
b
('
bm
-'
b
) ('
bm
-'
b
)
2
f('
bm
-'
b
)
2

32 31,83 2 63,66 9,332 87,09 174,18
33 33,47 1 33,47 7,692 59,17 59,17
34 35,13 2 70,26 6,032 36,39 72,78
35 37,90 1 37,90 3,262 10,64 10,64
36 38,46 7 269,22 2,702 7,30 51,10
37 40,18 1 40,18 0,982 0,96 0,96
38 41,98 9 377,82 -0,818 0,67 6,03
40 45,43 10 454,30 -4,268 18,21 182,10
41 47,24 3 141,72 -6,078 36,94 110,82
42 48,98 3 146,94 -7,818 61,12 183,36
44 52,55 2 105,10 -11,388 129,69 259,38
46 55,86 2 111,72 -14,698 216,03 432,06
45 1852,29 1542,58

Nilai kuat tekan beton rata-rata :
N
f
N
b
bm

=
1
'
'
o
o
MPa
bm
162 , 41
45
29 , 1852
' = = o



Standart deviasi :
( )
2
N
1
bm b
cm / kg 549 , 58 s
MPa 5.8549
45
1542,58
s
1 N
' ' f
s
=
= =

=

o o

Kekuatan tekan beton karakteristik (sudut -90) :
2
bk
bm bk
cm / kg 942 , 317
) 549 , 58 .( 64 , 1 62 , 411 '
s 64 , 1 ' '
=
=
=
o
o o



Tabel IV.11 Tabel Rata-rata 1 Titik dari Ekivalensi Nilai R f'c


Aktual Rata-Rata 1 titik
46 0 46 51,60
41 0 41 42,40
43 0 43 46,00
54 0 54 67,00
44 0 44 47,90
42 0 42 44,10
48 0 48 55,40
50 0 50 59,20
49 0 49 57,30
47 0 47 53,50
50 0 50 59,20
42 0 42 44,10
55 0 55 68,90
48 0 48 55,40
52 0 52 63,10
51 0 51 61,10
45 0 45 49,70
46 0 46 51,60
51 0 51 61,10
42 0 42 44,10
47 0 47 53,50
42 0 42 44,10
39 0 39 38,70
44 0 44 47,90
46 0 46 51,60
50 0 50 59,20
43 0 43 46,00
42 0 42 44,10
42 0 42 44,10
44 0 44 47,90
44 0 44 47,90
47 0 47 53,50
42 0 42 44,10
41 0 41 42,40
45 0 45 49,70
39 0 39 38,70
40 0 40 40,50
38 0 38 37,00
42 0 42 44,10
44 0 44 47,90
38 0 38 37,00
46 0 46 51,60
41 0 41 42,40
50 0 50 59,20
46 0 46 51,60
5
Nilai Rebound
Ekivalensi R f'c (Mpa)
Rata-rata f'c (Mpa) Keterangan
52,32
49,58
45,82
45,70
Beton = 0 49,94
56,29
Faktor Koreksi
Nilai Rebound
Terkoreksi
No
1
2
3
4

a. Kuat tekan beton pada pengujian hammer dengan sudut 0
o


Tabel IV.12 Tabel Data untuk Menghitung Kuat Tekan Beton pada
Pengujian Hammer dengan Sudut -90
o

R '
b
F f '
b
('
bm
-'
b
) ('
bm
-'
b
)
2
f('
bm
-'
b
)
2

38 37,00 2
74 12,942 167,4954 334,9907
39 38,70 2
77,4 11,242 126,3826 252,7651
40 40,50 1
40,5 9,442 89,15136 89,15136
41 42,40 3
127,2 7,542 56,88176 170,6453
42 44,10 8
352,8 5,842 34,12896 273,0317
43 46,00 2
92 3,942 15,53936 31,07873
44 47,90 5
239,5 2,042 4,169764 20,84882
45 49,70 2
99,4 0,242 0,058564 0,117128
46 51,60 5
258 -1,658 2,748964 13,74482
47 53,50 3
160,5 -3,558 12,65936 37,97809
48 55,40 2
110,8 -5,458 29,78976 59,57953
49 57,30 1
57,3 -7,358 54,14016 54,14016
50 59,20 4
236,8 -9,258 85,71056 342,8423
51 61,10 2
122,2 -11,158 124,501 249,0019
52 63,10 1
63,1 -13,158 173,133 173,133
54 67,00 1
67 -17,058 290,9754 290,9754
55 68,90 1
68,9 -18,958 359,4058 359,4058
883,4 45
2247,4

2753,43

Nilai kuat tekan beton rata-rata :
N
f
N
b
bm

=
1
'
'
o
o

MPa
bm
942 , 49
45
4 , 2247
' = = o



Standart deviasi :
( )
2
N
1
bm b
cm / kg 106 , 79 s
MPa 7,9106
44
2753,43
s
1 N
' ' f
s
=
= =

=

o o



Kekuatan tekan beton karakteristik (sudut 0) :
2
bk
bm bk
cm / kg 686 , 369
) 106 , 79 .( 64 , 1 42 , 499 '
s 64 , 1 ' '
=
=
=
o
o o


Sehingga didapat data keseluruhan:
Standar Deviasi rata rata
2
cm / kg 828 , 68
2
106 , 79 549 , 58
s
=
+
=

Kekuatan Tekan Beton Karakteristik rata-rata
2
bk
cm / kg 814 , 343
2
686 , 369 942 , 317
'
=
+
= o

Keterangan :

bk
: kuat tekan karakteristik (kg/cm
2
)

bm
: kuat tekan rata-rata (kg/cm
2
)

b
: kuat tekan tiap uji (kg/cm
2
)
s : standar deviasi (kg/cm
2
)
f : frekuensi data
N : jumlah frekuensi data

H. Kesimpulan
1. Berdasarkan percobaan Hammer yang telah dilakukan, rata-rata hasil
pembacaan alat hammer yang berupa Nilai Rebound yang telah
terkoreksi dan telah di konversikan ke dalam satuan MPa untuk sudut -
90
o
adalah sebesar 43,45 MPa. Sedangkan untuk sudut 0
o
adalah sebesar
49,94 Mpa.
2. Rata-rata deviasi standar yang diperoleh dari percobaan di atas adalah
sebesar
2
cm / kg 828 , 68 . Menurut Tabel IV.D.2 Mutu Pelaksanaan
diukur dengan Deviasi Standar, yang juga tercantum dala PBI 1971 N.I-2
pasal 4.5 ayat 1, dapat disimpulkan bahwa Benda Uji beton yang telah di

test dengan alat hammer bisa diterima sebagai bahan konstruksi.
3. Kekuatan beton karakteristik (
bk
) rata-rata yang didapat dari percobaan
Hammer test di atas adalah sebesar
2
cm / kg 814 , 343 . Hasil tersebut
menunjukkan bahwa beton yang di uji memiliki mutu K 325.


I. Saran
1. Apabila jarak nilai rebound terlalu jauh dengan yang lain harap diulang
kembali dan digeser sedikit karena dimungkinkan tumbukan kebetulan
mengenai split.
2. Harap diperhatikan bahwa sudut tumbukan harus sama, permukaan balok
yang dipilih harus rata, dan permukaan balok jangan terlalu basah
ataupun kering.

J. Lampiran
1. Data pengujian beton dengan Hammer test
2. Tabel Tabel Konversi dan Faktor Koreksi
3. Gambar area tembak
4. Gambar tembakan horizontal (0
o
)
5. Gambar tembakan vertikal (90
o
)
6. ASTM C-805-02
7. PBI 1971 N.I-2 pasal 4.5 Ayat 2 dan 3
8. PBI 1971 N.I-2 pasal 4.8
9. Operating Instruction, Original SCHMIDT, Concrete Test Hammer:
ISO 9001

Tabel Konversi
R Kuat Tekan (MPa)
20,00 9,90
21,00 11,10
22,00 12,40
23,00 13,60
24,00 14,90
25,00 16,30
26,00 17,70
27,00 19,10
28,00 20,60
29,00 22,10
30,00 23,60
31,00 25,20
32,00 26,90
33,00 28,50
34,00 30,10
35,00 31,80
36,00 33,50
37,00 35,30
38,00 37,00
39,00 38,70
40,00 40,50
41,00 42,40
42,00 44,10
43,00 46,00
44,00 47,90
45,00 49,70
46,00 51,60
47,00 53,50
48,00 55,40
49,00 57,30
50,00 59,20
51,00 61,10
52,00 63,10
53,00 65,00
54,00 67,00
55,00 68,90




Tabel Faktor Koreksi Pembacaan Hammer Test
Rebound Correction for inclination angle
Value Upwards Downwards
Rz 90 45 90 45
10

2,400 3,200
11

2,410 3,220
12

2,420 3,240
13

2,430 3,260
14

2,440 3,280
15

2,450 3,300
16

2,460 3,320
17

2,470 3,340
18

2,480 3,360
19

2,490 3,380
20 -5,4000 -3,5000 2,500 3,400
21 -5,3300 -3,4600 2,480 3,370
22 -5,2600 -3,4200 2,460 3,340
23 5,1900 -3,3800 2,440 3,310
24 -5,1200 -3,3400 2,420 3,280
25 -5,0500 -3,3000 2,400 3,250
26 -4,9800 -3,2600 2,380 3,220
27 -4,9100 -3,2200 2,360 3,190
28 -4,8400 -3,1800 2,340 3,160
29 -4,7700 -3,1400 2,320 3,130
30 -4,7000 -3,1000 2,300 3,100
31 -4,6200 -3,0500 2,270 3,060
32 -4,5400 -3,0000 2,240 3,020
33 -4,4600 -2,9500 2,210 2,980
34 -4,3800 -2,9000 2,180 2,940
35 -4,3000 -2,8500 2,150 2,900
36 -4,2200 -2,8000 2,120 2,860
37 -4,1400 -2,7500 2,090 2,820
38 -4,0600 -2,7000 2,060 2,780
39 -3,9800 -2,6500 2,030 2,740
40 -3,9000 -2,6000 2,000 2,700
41 -3,8200 -2,5500 1,960 2,650
42 -3,7400 -2,5000 1,917 2,600
43 -3,6600 -2,4500 1,858 2,550
44 -3,5800 -2,4000 1,783 2,500
45 -3,5000 -2,3500 1,692 2,450
46 -3,4200 -2,3000 1,585 2,400
47 -3,3400 -2,2500 1,462 2,350
48 -3,2600 -2,2000 1,323 2,300
49 -3,1800 -2,1500 1,168 2,250
50 -3,1000 -2,1000 1,600 2,200
51 -3,0200 -2,0500 1,570 2,150
52 -2,9400 -2,0000 1,410 2,100
53 -2,8600 -1,9500 1,250 2,050
54 -2,7800 -1,9000 1,090 2,000
55 -2,7000 -1,8500 0,930 1,950
56 -2,6200 -1,8000 0,770 1,900
57 -2,5400 -1,7500 0,610 1,850
58 -2,4600 -1,7000 0,450 1,800
59 -2,3800 -1,6500 0,290 1,750
60 -2,3000 -1,6000 1,300 1,700





Gambar Tembakan Vertical (90)
Gambar Tembakan Horizontal (0)








Alat Hammer test
Gambar Area Tembak
1
1

c
m

7
,
5

c
m




7
,
5

c
m

11 cm
7,5 cm 7,5 cm

PERCOBAAN V
PEMERIKSAAN BAJA
PENGUJIAN BAJA

A. Denifisi
1. Kekuatan tarik baja beton adalah gaya tarik tiap satuan luas penampang
yang menyebabkan baja beton putus.
2. Tegangan leleh adalah nilai tegangan yang terlampaui, maka materialakan
merenggang dengan sangat cepat meskipun perubahan tidak terlalu besar.
3. Tegangan ultimat adalah setelah melalui tegangan leleh, material akan
merenggang dengan kecepatan jauh lebih cepat dari sebelumnya sehingga
nyaris tanpa perlawanan, sebelum akhirnya putus pada suatu titik.

B. Maksud dan Tujuan
Diharapkan setelah melaksanakan praktikum mahasiswa dapat
1. Menentukan tegangan leleh,
2. Menentukan kekuatan tarik baja beton.

C. Alat :
1. Timbangan
2. Penggaris
3. Selotip/isolasi
4. Mesin uji tarik yang harus memenuhi persyaratan-persyaratan sebagai
berikut :
Mesin uji tarik harus dapat menarik batang percobaan dengan
kecepataan merata dan dapat diatur, sehingga kecepatan naiknya
tegangan tidak melebihi 1 kg/mm
2
tiap detik.
Ketelitian pembacaan sebaiknya sampai 1/10 kali beban maksimum
menurut skala penunjuk beban pada mesin uji tarik.




D. Bahan
Batang baja polos

E. Prosedur Pelaksanaan Percobaan :
1. Batang baja diukur (sekitar 300 mm 400 mm) dan ditimbang.
2. Tetapkan panjang ukur, L
o
= 10 x d
o
.
3. Tandai batang baja yang telah ditimbang dan diukur pada kedua
ujungnya dengan selotip, sedemikian hingga ukur L
o
tepat sama dengan
10 kali diameternya.
4. Jepit batang baja yang telah disiapkan tersebut tepat pada bagian yang
telah ditandai pada kedua ujungnya.
5. Bebani (tarik) batang baja yang telah dijepit dan kemudian catat beban
yang mengakibatkan batang tersebut leleh dan putus. (Biasanya pada alat
mesin uji tarik telah dilengkapi dengan alat pembuat grafik hubungan
antara beban dengan perpanjangan berdasarkan skala tertentu). Tariklah
benda uji dangan kecepatan tarik 1 kg/mm
2
tiap detik dan amatilah
kenaikan beban dan kenaikan panjang yang terjadi sampai benda uji
putus.
6. Batang baja yang telah putus disambung dan diukur panjangnya sebagai
panjang setelah putus (L
u
).

F. Hasil Percobaan

Tabel V.1 Tabel Hasil Percobaan Uji Baja
No.
Kode
benda
uji
Diameter
Pengujian,
d
o

(mm)
L
o

(mm)
L
u
(mm)
Elongation
(%)
F
yield

(kN)
F
max

(kN)

yield
(N/mm
2
)

max
(N/mm
2
)
1 10 9,65 77 46 59,74% 27 34,5 3,623 4,6298



G. Pembahasan
d
o
= 12,74
A =

y
=

max
=


=
()


Keterangan :
B = berat batang per satuan panjang (gram/mm)
d
o
= diameter efektif batang baja tulangan (mm)
A = luas penampang batang baja tulangan (mm
2
)
P
y
= beban leleh (kgf)
P
max
= beban maksimum (kgf)
g = percepatan gravitasi (9,81 m/s
2
)

y
= tegangan leleh (Mpa)

max
= tegangan ultimate (Mpa)
= regangan (%)
L
o
= panjang ukur batang baja (mm)
L
u
= panjang setelah putus batang baja tulangan (mm)
1. Elongation
=


= 59,74 %
2.
yield

F
y
= 27 kN
P
y
= 4230,38 kgf
A =

= 112,10 mm
2

y
=


= 370,205 Mpa
3.
max

F
m
= 60,5 kN
P
m
= 6167,18 kgf
A =

= 112,10 mm
2

max
=


= 539,70 Mpa


H. Syarat dan Ketentuan
Berdasarkan PBI N.I 2 pasal 3.7(baja dan tulangan)

Tabel V.2 Tabel Mutu Baja
Mutu Sebutan
Tegangan leleh karakteristik ( au) atau
tegangan karakteristik yang memberikan
regangan tetap 0,2% (
0,2
) (kg/cm
2
)
U 22 Baja Lunak 2200
U 24 Baja Lunak 2400
U 32 Baja Sedang 3200
U 39 Baja Keras 3900
U 48 Baja Keras 4800

I. Kesimpulan
Dalam percobaan hasil uji baja ini didapatkan bahwa:
1. Tegangan leleh (
yield
)

= 370,205 Mpa = 3773,75 kg/cm
2
, berdasarkan
PBI N.I 2 maka baja tersebut termasuk dalam mutu U-37 dan disebut
baja sedang.
2. Tegangan ultimate (
max
)

= 539,70 Mpa

J. Saran
1. Dalam melaksanakan percobaan diharuskan sesuai dengan prosedur yang
sudah ada.
2. Dalam melaksanakan percobaan, dituntut ketelitian agar didapatkan hasil
yang akurat.

K. Lampiran
1. Data Pemeriksaan Kuat Tarik Baja
2. Gambar Universal Testing Machine
3. Gambar Uji tarik Baja
4. Gambar Batang Baja Deform
5. PBI N.I.2 hal 106



Gambar Universal Testing Machine



Gambar Uji Tarik baja


Gambar Batang Baja Deform


putus