Anda di halaman 1dari 2

1. Jelaskan tentang Therapeutic Drug Monitoring dan mengapa TDM diperlukan?

(20)
Bermanfaat untuk menentukan dosis dari obat-obat yang : Kecepatan metabolismenya berbeda nyata secara individual
Dalam beberapa kasus, patofisiologi penderita mungkin tidak stabil, berat badan pasien berbeda, fungsi fisiologis hati dan ginjal berbeda sehingga metabolismenya berbeda

Mempunyai therapeutic window yang sempit


Bila therapeutic window suatu obat sempit, maka individualisasi dosis menjadi sangat penting, karena perbedaan dosis yang kecil saja sudah dapat menimbulkan perbedaan nyata dalam respon pasien. Respon pasien toksik

Efek terapeutiknya sukar atau tidak segera dapat diukur Obat yang memiliki mekanisme kerja long acting dan diberikan dosis secara extended

Gejala penyakit sukar dibedakan dengan efek samping obat


gejala penyakit dan efek samping hampir sama contohnya ketika ibu hamil gejalanya mual tetapi ketika diberi ondansetron atau obat anti mual malah semakin mual.

2. Jelaskan hal-hal yang menjadi indikasi dilaksanakannya TDM? (10)


Treatment seems ineffective terapi tidak efektif Drug is Toxic (at normal doses) dosis lazim tetapi kelihatan toxicnya, ex obat yang mempengaruhi tubular shg mjd vertigo Eliminating impaired organ function

Sudah memiliki gangguan fungsi organ harus dan wajib dilakukan TDM Drug Interactionsi organ dalam mengeliminasi obat

Ketika penggunaan obat lebih dari satu When adjusting a dose regimen saat menyesuaikan regiman dosis To establish a baseline value after a person exhibits a satisfactory response

Untuk menetapkan nilai dasar setelah pasien menunjukkan kepuasan pasien, untuk mencari konsentrasinya agar pengobatannya lebih lanjut ex pasien kanker yang berobat rutin, ketika pasien diberi pengobatan kita ukur hasilnya

3. Sebutkan 10 obat dengan indeks terapi sempit dan sebutkan range terapi? (20)
Asam valproat kisar terapetik 250 -400 mg/L Asetazolamid 10-30 mg/L Disopiramid 3-8 mg/L

Etoksusimid 25-75 mg/L Fenitoin 10-20 mg/L Fenobarbital 10-30 mg/L Karbamazepin 3-12 mg/L Kinidin 3-6 mg/L Lidokain 1-6 mg/L Primidon 5-10 mg/L

4. Jelaskan apa yang dimaksud Concentration dependent bacterial killing dan Concentration-dependent postantibiotic effect (PAE) pada antibiotik golongan aminoglikosida? (10)
Aktifitas bakterisida dari gentamisin berhubungan langsung dengan konsentrasi puncak yang dicapai karena gentamisin bersifat membunuh tergantung konsentrasi (concentration-dependent killing) dan efek post antibiotika tergantung konsentrasi (concentration-dependent postantibiotic effect). Peningkatan aktifitas pada konsentrasi yang lebih tinggi ini dapat menjadi alasan bahwa efektifitas dengan dosis dekali sehari sama dengan regimen dosis berganda meskipun cukup lamanya waktu konsentrasi plasma berada dibawah subterapetik/MIC Concentration dependent bacterial killing Aktifitas bakterisida dari gentamisin berhubungan langsung dengan konsentrasi puncak yang dicapai karena gentamisin bersifat membunuh bakteri tergantung konsentrasi. respon membunuh bakteri lebih baik saat konsentrasi semakin tinggi Concentration-dependent postantibiotic effect (PAE) Peningkatan aktifitas pada konsentrasi yang lebih tinggi ini dapat menjadi alasan bahwa efektifitas dengan dosis dekali sehari sama dengan regimen dosis berganda meskipun cukup lamanya waktu konsentrasi plasma berada dibawah subterapetik/MIC, tetap menunjukan efek membunuh bakteri walaupun konsentrasi serum telah berada di bawah MIC

5. Mengapa Extended-Interval Dosing lebih disukai dibanding conventional method of dosing aminoglycoside antibiotics? (10)
kenyamanan bagi pasien, Lebih disukai pasien karena pemberiannya hanya sekali sedangkan The conventional method of dosing aminoglycoside antibiotics adalah pemberian dosis beberapa kali dalam sehari (multiple daily doses) usually every 8 hours (regimen dosisnya lebih sederhana sedikit intervensi melalui infus persentase yang lebih tinggi dari konsentrasi obat puncak dalam kisaran terapeutik , lebih sedikit tes serum aminoglikosida mengurangi beban kerja untuk farmasi, keperawatan, dan pegawai laboratorium.