Anda di halaman 1dari 3

KLASIFIKASI Leukemia dapat diklasifikasikan berdasarkan : 1.

Perjalanan alamiah penyakit: akut dan kronis Leukemia akut ditandai dengan suatu perjalanan penyakit yang sangat cepat, mematikan, dan memburuk. Apabila tidak diobati segera, maka penderita dapat meninggal dalam hitungan minggu hingga hari. Leukemia kronis memiliki perjalanan penyakit yang tidak begitu cepat sehingga memiliki harapan hidup yang lebih lama, hingga lebih dari 1 tahun bahkan ada yang mencapai 5 tahun. 2. Tipe sel predominan yang terlibat: limfoid dan myeloid Kemudian, penyakit diklasifikasikan dengan jenis sel yang ditemukan pada sediaan darah tepi. Ketika leukemia mempengaruhi limfosit atau sel limfoid, limfositik. Ketika leukemia mempengaruhi sel mieloid seperti neutrofil, basofil, dan eosinofil, maka disebut leukemia mielositik. 3. Jumlah leukosit dalam darah Prevalensi empat tipe utama Leukemia leukemik, bila jumlah leukosit di dalam darah lebih dari normal, terdapat sel-sel abnormal Leukemia subleukemik, bila jumlah leukosit di dalam darah kurang dari normal, terdapat sel-sel abnormal Leukemia aleukemik, bila jumlah leukosit di dalam darah kurang dari normal, tidak terdapat sel-sel abnormal maka disebut leukemia

Dengan mengkombinasikan dua klasifikasi pertama, maka leukemia dapat dibagi menjadi: 1. Leukemia limfoblastik akut (LLA) merupakan tipe leukemia paling sering terjadi pada anakanak. Penyakit ini juga terdapat pada dewasa yang terutama telah berumur 65 tahun atau lebih 2. Leukemia mieloblastik akut (LMA) lebih sering terjadi pada dewasa daripada anakanak.Tipe ini dahulunya disebut leukemia nonlimfositik akut.

3. Leukemia limfositik kronis (LLK) sering diderita oleh orang dewasa yang berumur lebih dari 55 tahun. Kadang-kadang juga diderita oleh dewasa muda, dan hampir tidak ada pada anakanak 4. Leukemia mielositik kronis (LMK) sering terjadi pada orang dewasa. Dapat juga terjadi pada anak-anak, namun sangat sedikit Tipe yang sering diderita orang dewasa adalah LMA dan LLK, sedangkan LLA sering terjadi pada anak-anak.

Klasifikasi menurut FAB LMA-M0 : Leukemia mielositik akut : Diferensiasi minimal LMA-M1 : leukemia mieloblasti akut : tanpa maturasi LMA-M2 : Leukemia mieloblastik akut : dengan maturasi LMA-M3 : leukemia promielositik akut LMA-M4 : leukemia mielomonositik akut LMA-M5 : leukemia monositik akut LMA-M6 : Eritroleukemia LMA-M7 : Leukemia megakariositik akut

Pembagian LLA menurut sistem klasifikasi Frenc-American-British (FAB) berdasarkan atas morfologi: L1 : Limfoblast kecil, sitoplasma sedikit, dan nucleolus yang mencolok. L1 merupakan kasus LLA terbesar pada anak, mencakup 85%. L2 : Sel limfoblas lebih besar daripada L1. Gambaran sel menunjukkan adanya heterogenitas ukuran dengan nukleolus yang menonjol serta sitoplasma yang banyak. L2 merupakan 14% kasus LLA pada anak L3: Limfoblas besar, sitoplasma basofilik. Terdapat vakuola pada sitoplasma dan menyerupai gambaran limfoma Burkitt. L3 mencakup 1% kasus LLA pada anak.

Klasifikasi besar adalah leukemia akut dan kronis. Leukemia akut, dimana terdapat lebih 50% mieloblas atau limfoblas dalam sumsum tulang pada gambaran klinis, lebih lanjut dibagi dalam leukemia mieloid (mieloblastik) akut (AML) dan leukemia limfoblastik akut (ALL).

Leukemia Akut lymphoblastic 1. Leukemia akut lymphoblastic Sinonim limfoma

Prekursor B lymphoblastic leukemia akut / limfoma. Sitogenetika subtipe:


o o o o

t (12; 21) (p12, q22) TEL/AML-1 t (1; 19) (q23; p13) PBX/E2A t (9; 22) (q34; Q11) ABL / BCR T (V, 11) (V; q23) V / MLL

T prekursor lymphoblastic leukemia akut / limfoma

2. Burkitt leukemia / Sinonim limfoma 3. Biphenotypic akut leukemia Leukemia Mieloid Akut (LMA) Leukemia mieloid (mielositik, mielogenous, mieloblastik, mielomonositik, LMA) akut adalah penyakit yang bisa berakibat fatal, dimana mielosit (yang dalam keadaan normal berkembang menjadi granulosit) berubah menjadi ganas dan dengan segera akan menggantikan sel-sel normal di sumsum tulang. Leukemia ini bisa menyerang segala usia, tetapi paling sering terjadi pada dewasa. Sel-sel leukemik tertimbun di dalam sumsum tulang, menghancurkan dan menggantikan sel-sel yang menghasilkan sel darah yang normal. Sel kanker ini kemudian dilepaskan ke dalam aliran darah dan berpindah ke organ lainnya, dimana mereka melanjutkan pertumbuhannya dan membelah diri. Mereka bisa membentuk tumor kecil (kloroma) di dalam atau tepat dibawah kulit dan bisa menyebabkan meningitis, anemia, gagal hati, gagal ginjal dan kerusakan organ lainnya.

Margolin JF, Steuber CP, Poplack DG. Acute lymphoblastic leukemia. In: Pizzo PA Poplack DG, eds. Principles and Practice of Pediatric Oncology. 15th ed. 2006:538-90.

Nathan DB, Oski FA. Hematology of Infancy and Childhood 7th ed. Philadelphia : WB Saunders, 2008 : 979