Anda di halaman 1dari 10

2/24/2014

HUBUNGAN 3 FASE TANAH

Hubungan Antarfase
Tanah dapat p terdiri dari dua fase atau tiga g fase Dua fase terdiri dari [tanah kering & jenuh] Tiga fase terdiri dari [tanah tidak jenuh]
Va Vv V Vs Vw

: - tanah dan udara (S= 0%) - tanah dan air (S=100%) -tanah dan es (S=100%) : - tanah, air dan udara (0<S<100%) - tanah, es dan udara (0<S<100%) - {tanah, {tanah air dan es (S (S=100%)} 100%)}
Wa = 0 Ww W

udara air partikel padat

Ws

2/24/2014

Kadar Air dan Derajat Saturasi


Kadar air tanah : w = Ww x 100% Ws nilainya berkisar antara 0 - Derajat saturasi Sr = Vw x 100% Vv untuk tanah kering sempurna, Sr = 0 untuk tanah jenuh sempurna, Sr = 100%

Angka Pori dan Porositas


Va Vv V Vs Vw

udara air partikel padat

Wa = 0 Ww W Ws

Angka pori e = Vv Vs nilainya berkisar antara 0 -

Porositas n = Vv x 100% V nilainya berkisar antara 0 - 100 Hubungan antara porositas dan angka pori : n = Vv = Vv = Vv/Vs = e V Vs + Vv (Vs + Vv)/Vs 1+e

2/24/2014

Berat Jenis dan Volume Spesifik


Umumnya, y , berat jenis j adalah G = berat unit volume material berat unit volume air pada 4C Berat jenis partikel padat tanah : Gs = s = Ws w Vs w Volume spesifik v=1+e Hubungan angka pori dan berat jenis e = wGs Sr Pada tanah jenuh sempurna, Sr=1, e = wGs

Berat Isi dan Kerapatan Tanah


Suatu massa tanah terdiri dari : - pori : udara dan air - partikel padat : butiran tanah Berat isi tanah : = berat material volumematerial Jika semua rongga gg terisi air Jika tidak ada air dalam rongga Kerapatan tanah : = massa material volume material kN/m3 berat isi j jenuh (sat berat isi kering (d) kg/m3

2/24/2014

Berat Isi Apung


Jika tanah in-situ tersaturasi p penuh, , partikel p tanah mendapat tekanan ke atas (w) Berat isi apung : = Gsw - w = Gs - 1 w 1+e 1+e atau = sat - w

Kerapatan Butiran Tanah


udara
e wGs 0 wGsw

air padat

Gsw

Kerapatan butiran tanah : = Gs(1+w) (1 ) w 1+e atau = Gs+Sr e w 1+e untuk tanah jenuh sempurna (Sr=1) sat = Gs + e w 1+e untuk tanah kering sempurna (Sr (Sr=0) 0) d = Gs w 1+e

2/24/2014

Kerapatan Relatif Tanah Granular


Kegunaan kerapatan relatif : - untuk mengukur kerapatan urugan yang dipadatkan - sebagai indikator kepadatan tanah in-situ - secara tidak langsung mencerminkan stabilitas lapisan Kerapatan relatif : Dr = emax - e x 100 emax - emin atau Dr = dmax x d - dmin d dmax - dmin
emin didapat dari kepadatan optimum tanah granular (kondisi paling padat) emax didapat dari kepadatan minimum tanah granular (kondisi paling lepas)

Sifat dan identifikasi lapangan untuk kerapatan relatif


Keadaan tanah sangat lepas lepas medium padat padat sangat padat Dr 0.0-0.2 0.2-0.4 0.4-0.7 0.7-0.9 0.9-1.0 Identifikasi lapangan mudah dipencet dengan tangan atau ibu jari tidak mudah dipencet dengan tangan. Mudah digali susah digali dibutuhkan cangkul untuk menggali dengan tangan membutuhkan ledakan atau peralatan berat untuk menggali

2/24/2014

TAMBAHAN

2/24/2014

2/24/2014

2/24/2014

2/24/2014

10