Anda di halaman 1dari 6

trend curent issue dan kecenderungan dalam keperawatan jiwa

Trend Current issue dan kecenderungan dalam keperawatan jiwa Trend atau current issue dalam keperawatan jiwa adalah masalah-masalah yang sedang hangat dibicarakan dan dianggap penting. Masalah-masalah tersebut dapat dianggap ancaman atau tantangan yang akan berdampak besar pada keperawatan jiwa baik dalam tatanan regional maupun global. Ada beberapa tren penting yang menjadi perhatian dalam keperawatan jiwa di antaranya adalah sebagai berikut:

Kesehatan jiwa dimulai masa konsepsi Trend peningkatan masalah kesehatan jiwa Kecenderungan dalam penyebab gangguan jiwa Kecenderungan situasi di era global Globalisasi dan perubahan orientasi sehat Kecenderungan penyakit jiwa Meningkatnya post traumatik sindrom Meningkatnya masalah psikososial Trend bunuh diri pada anak Masalah A !" dan #A$%A $attern o& parenting $erspekti& li&e span history Kekerasan Masalah ekonomi dan kemiskinan

A. Kesehatan jiwa dimulai masa konsepsi !ahulu bila berbicara masalah kesehatan jiwa biasanya dimulai pada saat onset terjadinya sampai klien mengalami gejala-gejala. !i ndonesia banyak gangguan jiwa terjadi mulai pada usia '( tahun dan kita jarang sekali melihat &enomena masalah sebelum anak lahir. $erkembangan terkini menyimpulkan bahwa berbicara masalah kesehatan jiwa harus dimulai dari masa konsepsi malahan harus dimulai dari masa pranikah.banyak penelitian yang menunjukkan adanya keterkaitan masa dalam kandungan dengan kesehatan &isik dan mental seseorang di masa yang akan datang. $enelitian-penelitian berikut membuktikan bahwa kesehatan mental seseorang dimulai pada masa konsepsi. )an de carr *'(+(, menemukan bahwa seorang pemusik yang hebat terlahir dari seorang ayah yang menggeluti musik- pola-polanya sudah dipelajari sejak dalam kandungan pada saat bayi belum lahir yang sudah terbiasa terpapar oleh suara-suara komposisi lagu yang teratur.

Marc .ehrer- seorang ahli dari uni/ersity o& Cali&ornia menemukan bahwa dari 0111 bayi yang diteliti serta diberikan stimulasi dini berupa suara- musik- cahaya- getaran dan sentuhanternyata setelah dewasa memiliki perkembangan &isik- mental dan emosi yang lebih baik. Kemudian Craig 2amey- meneliti bahwa stimulasi dini- bonding and attachment pada bayi baru lahir dapat meningkatkan inteligensi bayi antara '3-014. Marion cle/es meneliti tentang tikus-tikus yang hamil. 5eberapa tikus hamil yang diberikan stimulasi aliran listrik rendah- cahaya- suara dan jebakan-jebakan menunjukkan banyaknya percabangan dendrite sebagai prasyarat kecerdasan. "etelah dibandingkan dengan kelompok control ternyata menunjukkan perbedaan yang signi&ikan. !emikian juga penelitianpenelitian yang dilakukan di hospital 5angkok Thailand- pada bayi-bayi yang mendapat prenatal care yang baik dan stimulasi sejak dalam kandungan. Ternyata bayi tersebut mampu berbicara- berkomunikasi- menirukan suara- menyebut kata pertama dan senyum. 6al ini didukung oleh penemuan beatri7 manri8ue *presiden the )ene7uela ministry &or the de/elopment o& intelligence, dalam penelitian pada 911 bayi- ternyata stimulasi sejak dalam kandungan dapat menigkatkan kemampuan adaptasi- attachment- dan bahasa. !emikian juga dengan kaitan antara masa kehamilan dengan ski7o&renia. "ki7o&renia sering dianggap sebagai penyakit kronis dan tidak dapat disembuhkan. Anggapan tersebut kelirukarena dengan pengobatan yang baik banyak penderita yang dapat kembali ke masyarakat dan ber&ungsi optimal. "alah satu kendala dalam mengobati ski7o&renia optimal adalah keterlambatan penderita datang ke klinik pengobatan. Timbul pertanyaan- mungkinkah penyakit ini dideteksi sedini mungkin dan dicegah perkembangannya: Tahun '(;;- Mednick dkk dalam penelitian epidemiologi melaporkan penemuan yang menarik- yaitu hubungan antara ski7o&renia dengan in&eksi /irus dalam kandungan. .aporannya didasarkan atasepidemi /irus in&luen7a pada tahun '(3+ di kota 6elsinki.epidemi ini sangat spesial mengingat pertama- terjadinya dalam kurun waktu yang pendek- dimulai pada tanggal ; oktober dan berakhir 3 minggu kemudian '< #o/ember. Kedua- epidemi ini sangat menyebar. 6ampir dua pertiga penduduk kota ini terkena in&eksi dalam berbagai tingkatan. Kondisi ini memungkinkan dilakukannya e/aluasi e&ek jangka panjang. Mednick membuktikan bahwa mereka yang pada saat epidemi sedang berada pada trimester dua dalam kandungan mempunyai resiko yang leih tinggi untuk menderita ski7o&renia di kemudian hari. $enemuan penting ini menunjukkan bahwa lingkungan luar yang terjadi pada waktu yang tertentu dalam kandungan dapat meningkatkan risiko menderita ski7o&renia.

Mednick menghidupkan kembali teori perkembangan neurokogniti&- yang menyebutkan bahwa pada penderita ski7o&renia terjadi kelainan perkembangan neurokogniti& sejak dalam kandungan. 5eberapa kelainan neurokogniti& seperti berkurnagnya kemampuan dalam mempertahankan perhatian- membedakan suara rangsang yang berurutan- working memorydan &ungsi-&ungsi eksekusi sering dijumpai pada penderita ski7o&renia. !ipercaya kelainan neurokogniti& di atas didapat sejak dalam kandungan dan dalam kehidupan selanjutnya diperberat oleh lingkungan- misalnya- tekanan berat dalam kehidupanin&eksi otak- trauma otak- atau terpengaruh 7at-7at yang mempengaruhi &ungsi otak seperti narkoba. Kelainan neurokogniti& yang telah berkembang ini menjadi dasar dari gejala-gejala ski7o&renia seperti halusinasi- kekacauan proses pikir- waham=delusi- perilaku yang aneh dan gangguan emosi. 5. Trend peningkatan masalah kesehatan jiwa Masalah jiwa akan meningkat di era globalisasi. "ebagai contoh jumlah penderita sakit jiwa di propinsi lain dan daerah istimewa >ogyakarta terus meningkat. $enderita tidak lagi didominasi masyarakat kelas bawah. Kalangan pejabat dan masyarakat lapisan menengah ke atas- juga tersentuh gangguan psikotik dan depresi&. Kecenderungan itu tampak dari banyaknya pasien yang menjalani rawat inap maupun rawat jalan di 2" Grhasia >ogyakarta dan 2" "ardjito >ogyakarta. $ada dua rumah sait tersebut klien gangguan jiwa terus bertambah sejak tahun ?11? lalu. $ada tahun ?110 saja jumlahnya mencapai +.111 orang- sedang pada ?11< naik menjadi '1.9'1 orang. "ebagian dari klien menjalani rawat jalan- dank lien yang menjalani rawat inap mencapai 9+; orang pada ?110 dan meningkat menjadi '.0'< orang pada tahun ?11<. yang menarik- klien gangguan jiwa sekarang tidak lagi didominasi kalangan bawah- tetapi kalangan mahasiswa- pegawai negeri sipil- pegawai swasta- dan kalangan pro&essional juga ada diantaranya. Klien gangguan jiwa dari kalangan menengah ke atas- sebagian besar disebabkan tidak mampu mengelola stress dan ada juga kasus mereka yang mengalami post power syndrome akibat dipecat atau mutasi jabatan. Kepala sta& medik &ungsional jiwa 2" "ardjito >ogyakarta- $ro&.!r. "uwadi mengatakanpada tahun ?110 jumlah klien gangguan jiwa yang dirawat inap sebanyak 0+' pasien. Tahun ?11< jumlahnya meningkat menjadi <00 pasien. @umlah itu- belum termasuk klien rawat jalan

di poliklinik yang sehari-hari rata-rata ?3 pasien. !emikian juga di propinsi "umatera "elatan- gangguan kejiwaan dua tahun terakhir ini menunjukkan kecenderungan peningkatan. 5eban hidup yang semakin berat- diperkirakan menjadi salah satu penyebab bertambahnya klien gangguan jiwa. Kepala 2umah "akit @iwa *2"@, daerah $ropinsi "umatera "elatan mengungkapkan: setahun ini jumlah klien gangguan jiwa yang ditangani di 2"@ mengalami peningkatan '1-'34 dibandingan dengan tahun sebelumnya. Kecenderungannya- kasuskasus psikotik tetap tinggi- disusul kasus neurosis yang cenderung meningkat- rekam medis di 2"@ "umsel mencatat- jumlah klien yang dirawat meningkat dari jumlah <.'1' orang *?110, menjadi <.0;< orang *?11<,. !ari keseluruhan jumlah klien yang dirawat selama ?11<sebanyak '.;+? pasien diantaranya dirawat inap di 2"@ itu. "ebanyak '.??1 orang adalah sebagai pasien lama ang sebelumnya pernah dirawat. Kondisi lingkungan yang semakin keras- dapat menjadi penyebab meningkatnya jumlah masyarakat yang mengalami gangguan kejiwaan. Apalagi untuk indi/idu yang rentan terhadap kondisi lingkungan dengan timgkat kemiskinan terlalu menekan. Kasus-kasus gangguan kejiwaan yang ditangani oleh para psikiater dan dokter di 2"@ menunjukkan bahwa penyakit jiwa tidak mengenal baik strata sosial maupun usia. Ada orang kaya yang mengalami tekanan hebat- setelah kehilangan semua harta bendanya akibat kebakaran. "elain itu kasus neurosis pada anak dan remaja- juga menunjukkan kecenderungan meningkat. #eurosis adalah bentuk gangguan kejiwaan yang mengakibatkan penderitanya mengalami stress- kecemasan yang berlebihan- gangguan tidur- dan keluhan penyakit &isik yang tidak jelas penyebabnya. #eurosis menyebabkan merosotnya kinerja indi/idu. Mereka yang sebelumnya rajin bekerja- rajin belajar menjadi lesu- dan si&atnya menjadi emosional. Melihat kecenderungan penyakit jiwa pada anak dan remaja kebanyakan adalah kasus trauma &isik dan non&isik. Trauma non&isik bisa berbentuk musibah- kehilangan orang tua- atau masalah keluarga. Tipe gangguan jiwa yang lebih berat- disebut gangguan psikotik. Klien yang menunjukkan gejala perilaku yang abnormal secara kasat mata. nilah orang yang kerap mengoceh tidak karuan- dan melakukan hal-hal yang bisa membahayakan dirinya dan orang lain- seperti mengamuk. C. Kecenderungan faktor penyebab gangguan jiwa

Terjadinya perang- kon&lik- lilitan krisis ekonomi berkepanjangan merupakan salah satu pemicu yang memunculkan stress- depresi- dan berbagai gangguan kesehatan jiwa pada manusia. Menurut data World Health Organization *A6B,- masalah gangguan kesehatan jiwa di seluruh dunia memang sudah menjadi masalah yang sangat serius. A6B *?11', menyataan- paling tidak- ada satu dari empat orang di dunia mengalami masalah mental. A6B memperkirakan ada sekitar <31 juta orang di dunia yang mengalami gangguan kesehatan jiwa. "ementara itu- menurut Cton Muchtar 2a&ei- !irektur A6B wilayah Asia Tenggara- hamper satu per tiga dari penduduk di wilayah ini pernah mengalami gangguan neuropsikiatri. 5uktinya- bisa kita cocokkan dan lihat sendiri dari data "ur/ei Kesehatan 2umah Tangga * "K2T,D tahun '((3 saja- di ndonesia diperkirakan sebanyak ?9< dari '.111 anggota rumah tangga menderita gangguan kesehatan jiwa. !alam hal ini- A7rul A7war *!irjen 5ina Kesehatan Masyarakat !epKes, mengatakan- angka itu menunjukkan jumlah penderita gangguan kesehatan jiwa di masyarakat yang sangat tinggi- yakni satu dari empat penduduk ndonesia menderita kelainan jiwa dari rasa cemasdepresi- stress- penyalahgunaan obat- kenakalan remaja samapai ski7o&renia. 5ukti lainnya- berdasarkan data statistik- angka penderita gangguan kesehatan jiwa memang mengkhawatirkan. "ecara global- dari sekitar <31 juta orang yang mengalami gangguan mental- sekitar satu juta orang diantaranya meninggal karena bunuh diri setiap tahunnya. Angka ini lumayan kecil jika dibandingkan dengan upaya bunuh diri dari para penderita kejiwaan yang mencapai ?1 juta jiwa setiap tahunnya. Adanya gangguan kesehatan jiwa ini sebenarnya disebabkan banyak hal. #amun- menurut Aris "udiyanto- *Guru 5esar lmu Kedokteran @iwa *psikiatri, Eakultas Kedokteran Cni/ersitas "ebelas Maret *C#", "olo- ada tiga golongan penyebab gangguan jiwa ini. $ertama- gangguan &isik- biologis atau organic. $enyebabnya antara lain berasal dari &aktor keturunan- kelainan pada otak- penyakit in&eksi *ti&us- hepatitis- malaria dan lain-lain,kecanduan obat dan alkohol dan lain-lain. Kedua- gangguan mental- emosional atau kejiwaan. $enyebabnya- karena salah dalam pola pengasuhan * pattern of parenting, hubungan yang patologis di antara anggota keluarga disebabkan &rustasi- kon&lik- dan tekanan krisis. Ketigagangguan sosial aau lingkungan. $enyebabnya dapat berupa stressor psikososial *perkawinanproblem orangtua- hubungan antarpersonal dalam pekerjaan atau sekolah- di lingkungan hidup- dalam masalah keuangan- hukum- perkembangan diri- &aktor keluarga- penyakit &isikdan lain-lain,.

D. Kecenderungan situasi di era globalisasi Fra globalisasi adalah suatu era dimana tidak ada lagi pembatas antara negara-negara khususnya di bidang in&ormasi- ekonomi- dan politik. $erkembangan $TFK yang begitu cepat dan perdagangan bebas yang merupakan ciri era ini- berdampak pada semua sector termasuk sektor kesehatan