Anda di halaman 1dari 1

Dalam rangka memahami bagaimana partsipasi masyarakat terkait dengan politik maka setidaknya kita harus mengerti 4 buah

Undang-Undang yaitu Undang-Undang No. 3 Tahun 1975,Undang-Undang No.2 Tahun 1999, Undang-Undang No.31 Tahun 2002 dan UndangUndang No.2 Tahun 2008 tentang partai politik.Undang-Undang No.3 tahun 1975 yang berlaku dimasa Orde Baru dianggap mengekang partisipasi politik masyarakat karena membatasi jumlah partai politik menjadi 3 atau lebih tepatnya 2 buah partai politik ditambah Golongan Karya.Seiring dengan lengsernya Era Orde Baru yang digantikan dengan Era Reformasi,maka Undang-Undang No.3 tahun 1975 dirasa tidak lagi dapat menampung aspirasi masyarakat Indonesia maka lahirlah undang-undang No. 2 tahun 1999 tentang Partai Politik.Perubahan undang undang ini memberikan dampak yang besar bagi partisipasi politik,kekangan politik yang ada pada Era Orde Baru dibuka lebar dengan adanya Undang-Undang No. 2 tahun 1999 hal ini berakibat pada munculnya 48 partai politik yang terdaftar dalam pemilu 1999.Salah satu penyebab membengkaknya jumlah partai politik ini adalah regulasi yang dipermudah untuk mendirikan partai politik.hal ini dapat dilihat dari pasal 2 ayat 1 UU No. 2 tahun 1999 yang berbunyi Sekurang-kurangnya 50 (lima puluh) orang warga negara Republik Indonesia yang telah berusia 21 (dua puluh satu) tahun dapat membentuk Partai Politik.Syarat pendirian parpol yang begitu mudahnya inilah yang kemudian direvisi dan diperketat dengan memunculkan UU No.32 Tahun 2002 dimana syarat syarat pendirian suatu partai politik diperketat dengan diharuskanya parpol memiliki kepengurusan di minimal 50% persen wilayah provinsi,50% wilayah kabupaten/kota dan 25% dari jumlah kecamatan dari kabupaten kota yang bersangkutan (Pasal 2 ayat 3 UU N0 32 Tahun 2002).Namun kembali undang undang No 32 Tahun 2002 mengalami penggantian dengan Undang undang No 2 Tahun 2008 tentang partai politik.Alasan penggantian undang undang No 32 Tahun 2002 menurut A.A. Oka Mahendra, S.H. dalam tulisanya Paradigma Baru Undang Undang No 2 Tahun 2008 Setidaknya ada 3 hal yaitu : 1.Untuk Memperkuat pondasi undang undang itu sendiri 2.Menampung Dinamika Masyarakat dan 3.Belum optimalnya UU No 32 Tahun 2002 dalam menjamin peran partai politik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.Khusus pada alasan ketiga yaitu menjamin peran partai politik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara pada dasarnya memiliki maksud agar partai politik tidak hanya sebagai tunggangan kekuasaan saja melainkan memperkuat fungsinya sebagai saran komunikasi,Sosialisasi Politik dan sarana mengatur konflik (Miriam
Budiardjo,2003:14-17). Sumber : 1.UU No. 3 Tahun 1975 2.UU No. 2 Tahun 1999 3.UU N0 31 Tahun 2002 4.UU No 2 Tahun 2008 5.Miriam Budiarjo.Dasar-dasar ilmu Politik.2003.Gramedia Pustaka Utama.Jakarta 5.http://ditjenpp.kemenkumham.go.id/htn-dan-puu/508-paradigma-baru-uu-no-2-tahun-2008tentang-partai-politik