Anda di halaman 1dari 1

Proteomik Kuantitatif

Terdapat beberapa studi yang menggunakan teknik proteomic kuantitatif dalam membahas patogenesis bakteri. Selama bertahun-tahun, model glikolisasi mikrobial telah dikemukaan dalam struktur permukaan, seperti flagella (P. aeroginosa dan C. jejuni) dan filia (N. meningtidis, N. gonorrhoeae dan P. aeroginosa). Banyaknya glikoprotein pada bakteri yang terpapar di permukaan, protein yang telah termodifikasi dapat memainkan peran yang sangat penting dalam pogenesitas dan antigenisitas. Uraian tentang glikosilasi peptide struktur, khususnya dalam identifikasi gula dan situs yang spesifik dari alat tambahannya, dapat dibuat berdasarkan perbandingan. Selama proses patogenesis, fosforilasi protein terjadi dalam tempat yang berbeda, termasuk interaksi sel-sel, translokasi efektor bakteri kedalam sel inang lalu mengubah struktur selular inang beserta menginduksi fungsinya melalui infeksi. Rintangan utama yang kami ketahui dari protein kinase dalam sel prokariot adalah identifikasi fisiologis yang relevan terhadap substrat kinase. Kesimpulan

Kemajuan terbaru dalam pathogenesis bakteri diteliti dari profil genomic, proteomic dan transkripsional yang mengagumkan. Peran yang glikosilasi dan fosforilasi pada bakteri hanya sekarang mulai muncul dan jenis-jenis PTM lainnya akan mengikuti. Bidang baru dalam proteomik berfokus pada cirri struktural dan fungsional dari set proteinyang besar. Karakteristik lengkap dari struktur primer dari besarnya populasi protein, bagaimanapun tetap menjadi sebuah tantangan untuk proteomik. Sebagai hasilnya, penelitian structural termasuk kristalografi X-ray dan NMR berdasarkan penemuan terbaru faktor-faktor virulen oleh teknik genomik atau proteomik memainkan peran yang penting dalam mengarakteristikan fungsi dan interaksinya terhadap inangnya. Kami berharap bahwa kombinasi dari genomik, proteomic dan structural yang berbeda akan meningkatkan pengetahuan kami dalam proses biologis yang kompleks yang berasosiasi dengan faktor-faktor virulen dan membantu pengembangan obat antibakteri dan vaksin.