Anda di halaman 1dari 44

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang SKENARIO Aduh telingaku berbau busuk! Seorang buruh bangunan laki-laki usia 25 tahun, datang ke praktek dokter umum dengan keluhan utama telinga kanan mengeluarkan cairan kuning, kental dan berbau busuk. Pasien juga mengeluh telinga berdenging sehingga pendengaran terganggu, disertai kepala pusing. Pasien sejak remaja sering pilek, disertai hidung tersumbat bergantian kanan dan kiri terutama jika terpapar debu. Satu tahun yang lalu, telinga kanan keluar cairan encer, jernih dan ada sedikit darah. Ri ayat kambuh-kambuhan terutama jika batuk dan pilek. Pada pemeriksaan otoskopi telinga kanan didapatkan! discharge mukopurulen dan granuloma. Rhinoskopi anterior terdapat! discharge seromukous, konka hipertro"i, li#ide. Pemeriksaan pharing didapatkan! mukosa hiperemi. Selanjutnya, dokter merencanakan pemeriksaan penunjang.

B. Tujuan Pembelajaran 1. Mahasiswa mampu mengtahui anatomi, fisiologi dan histologi sistem pendengaran. 2. Mahasiswa mengetahui ma am!ma am pemeri"saan pada hidung, telinga dan tenggoro"an. #. Mahasiswa mengetahui fa"tor resi"o dan patofisiologi dari $titis %edia Akut. $e%ala, pemeri"saan penun%ang, dan penatala"sanaann&a. '. Mahasiswa mengetahui fa"tor resi"o dan patofisiologi dari $titis %edia Supurati" &ronis. $e%ala, pemeri"saan penun%ang, dan penatala"sanaann&a.
1

(. Mahasiswa mengetahui fa"tor resi"o dan patofisiologi dari Rhinitis Allergica. $e%ala, pemeri"saan penun%ang, dan penatala"sanaann&a. ). Mahasiswa mengetahui *agaimana hu*ungan antara riwa&at pen&a"it dahulu dengan pen&a"it se"arang. +. Mahasiswa mengetahui patofisiologi ge%ala!ge%ala &ang tim*ul pada s"enario. ,. Mahasiswa mengetahui pengertian tinnitus, pen&e*a*, pemeri"saan dan penatala"sanaann&a.

BAB II PEMBAHASAN A. Istilah-Istilah Asing Otos"opi- rhinos"opi anterior- dis harge mu"opurulen- granulomadis harge seromu"ous- "on"a hipertrofi- li.ide-hiperemi B. I enti!ikasi Masalah an Pembahasan 1. /agaimana anatomi, fisiologi dan histologi sistem pendengaran0 Anat"mi Sistem Pen engaran Organon auditus terdiri dari tiga *agian, &aitu1 auris e"sterna, auris media, dan auris interna. Auris e"sterna terdiri dari auri ulae dan meatus a usti us e"sternus. Auris media terdiri dari mem*rana t&mpani a, a.um t&mpani, ossi ulae auditi.ae, mus uli ossi ulae auditi.ae dan tu*a auditi.a eusta hii Sementara auris media terdiridari la*&rintus mem*rana eus dan la*&rintus osseus. Mem*rana t&mpani a terdiri dari dua pars, &aitu1 pars tensa dan pars fla ida. 2ars tensa terdiri dari tiga lapisan, &aitu1 stratum utaneum, lamina propria dan stratum mu"osum. Sementara pars fla ida han&a terdiri dari dua lapisan sa%a, &aitu1 pars utaneum dan pars mu"osum. 3i tengah!tengah mem*rane t&mpani a terdapat penon%olan a"i*at pendesa"an dari manu*rium mallei &ang dise*ut umbo. 3ari um*o, mem*rane t&mpani a dapat di*agi men%adi empat "uadran &aitu "uadran anterior superior, anterior inferior, posterior superior dan posterior inferior. 2ada "uadran anterior inferior terdapat daerah &ang memantul"an aha&a *ila disinari &ang dise*ut cone o" light. Ossi ulae auditi.ae terdiri dari os malleus, os in us dan os stapes. Ossi ulae terse*ut *erfungsi untu" menghantar"an getaran dari mem*rane t&mpani a "e auris interna. 2ada os malleus dile"ati oleh m. tensor

t&mpani a dan pada os stapes dile"ati oleh m. stapedius. Kedua mus uli terse*ut *erfungsi untu" meredam getaran os malleus maupun os stapes. 4a*&rintus osseus adalah "umpulan organ *erdinding tulang pada auris interna. 5erdiri dari .esti*ulum, "analis semi sir"ularis dan o hlea. 4a*&rintus mem*rana eus *erupa mem*rane &ang *erada di dalam la*&rintus osseus. 5erdiri dari du"tus semi sir"ularis, utri ulus, sa ulus dan du"tus o hlearis. 3i dalam la*&rintus osseus terdapat airan &ang dise*ut peril&mphe dan di dalam la*&rintus mem*rana eus terdapat endol&mphe. airan

#isi"l"gi Sitem Pen engaran 5elinga se ara anatomis ter*agi men%adi tiga *agian &aitu telinga luar, tengah dan dalam. 5elinga luar dan tengah *erperan dalam transmisi suara melalui udara menu%u telinga *agian dalam &ang terisi airan. 2ada telinga dalam ini, ter%adi amplifi"asi energi suara. 3i sana %uga terdapat dua ma am sistem sensoris &aitu "o"lea &ang meng"on.ersi"an gelom*ang suara men%adi impuls saraf dan .esti*ular apparatus &ang *erguna untu" "eseim*angan 6Sherwood, 27178. 2endengaran merupa"an persepsi saraf terhadap suara &ang terdiri dari aspe" identifi"asi suara dan lo"alisasin&a. Suara merupa"an sensasi &ang
4

dihasil"an saat getaran longitudinal mole"ul ling"ungan luar &ang menghantam mem*ran timpani 6/arrett, 27118. $elom*ang suara merupa"an getaran udara &ang meram*at &ang terdiri dari area *erte"anan tinggi dise*a*"an "ompresi mole"ul udara dan area *erte"anan rendah &ang dise*a*"an oleh rare"action molecule. Ke epatan suara adalah se"ita #'' m9s pada suhu 27 : di permu"aan air laut. Sema"in tinggi suara dan altituden&a, "e epatan ram*at suara ma"in tinggi 6/arrett, 27118. Suara di"ara"teristi"an *erdasar"an tone, intensitas dan "ualitas. Pitch atau tone ditentu"an oleh fre"uensi getaran. Ma"in *esar fre"uensin&a, ma"in tinggi pitch!n&a. 5elinga manusia mampu mendengar suara dengan fre"uensi dari 27 sampai 27.777 ;<. Namun, &ang paling sensitif adalah antara 1.777!'.777 ;<. Suara pria dalam per a"apan normaln&a se"itar 127 ;< sedang"an wanita men apai 2(7 ;<. =umlah pit h &ang dapat di*eda"an oleh orang normal adalah se"itar 2777, tetapi musisi &ang terlatih dapat le*ih dari itu. Suara &ang paling mudah di*eda"an nadan&a adalah suara dengan fre"uensi 1777!#777 ;<. 4e*ih atau "urang dari itu a"an sema"in sulit di*eda"an. Intensitas atau "e"erasan tergantung oleh amplitudo gelom*ang suara atau per*edaan te"anan antara daerah gelom*ang *erte"anan tinggi a"i*at "ompresi dan daerah *erte"anan rendah a"i*at rarefa tion. 3alam inter.al suara &ang dapat didengar, ma"in *esar amplitudon&a, ma"in "eras suara terse*ut terdengar. Ke"erasan atau "e*isingan suara diu"ur dengan satuan d/ 6desi*el8&ang merupa"an pengu"uran logaritmis dari intensitas di*anding"an dengan suara teredup &ang *isa didengar 6am*ang pendengaran8. Suara dengan "e*isingan mele*ihi 177 d/ dapat men&e*a*"an "erusa"an permanen pada "o"lea 6/arrett, 27118. Suara dengan range 127 sampai 1)7 d/ seperti alarm "e*a"aran maupun pesawat %et di"lasifi"asi"an se*agai suara &ang men&a"it"an- >7! 117 d/ 6su*wa&, *ass drum, gerga%i mesin8 di"lasifi"asi"an se*agai suara &ang e"strem tinggi- )7!,7d/ 6alarm %am, lalu lintas &ang *ising, per a"apan8 di"lasifi"asi"an se*agai sangat "eras- '7!(7 d/ 6hu%an, *ising
5

ruangan normal8 moderate, dan #7 d/ 6*isi"an, perpusta"aan8 se*agai redup. 6?arni ", 1>>(8. 5im*re atau "ualitas suara tergantung pada o#ertone &ang merupa"an fre"uensi tam*ahan &ang menumpu" pada pit h atau tone dasar. Misaln&a adalah nada : pada terompet a"an terdengar *er*eda dengan piano. $#ertone inilah &ang dapat men&em*a*"an suara dapat memili"i "ara"teristi" &ang *er*eda!*eda. $. Telinga Luar 5elinga luar terdiri dari pinna9auris 6daun telinga8 dan meatus a"usti"us e"sterna. 2inna adalah stru"tur menon%ol &ang merupa"an "artilago ter*alut "ulit. @ungsi utaman&a adalah mengumpul"an dan menghu*ung"an suara menu%u meatus a"usti"us e"sterna. Karena *entu"n&a, pinna se ara parsial mem*atasi suara &ang *erasal dari *ela"ang sehingga tim*ren&a a"an *er*eda. 3engan *egitu, "ita dapat mem*eda"an apa"ah suaran&a *erasal dari depan atau *ela"ang. 4o"alisasi suara &ang *erasal dari "anan atau "iri ditentu"an oleh dua hal. 2ertama adalah gelom*ang suara men apai telinga &ang le*ih de"at terle*ih dahulu se*elum sampai "e telinga &ang le*ih %auh. Kedua adalah saat men apai telinga &ang le*ih %auh, intensitas suaran&a a"an le*ih "e il di*anding"an telinga &ang le*ih de"at. Selan%utn&a, "orte"s auditori mengintegrasi"an "edua hal terse*ut untu" menentu"an lo"alisasi sum*er suara. Oleh "arena itu, lo"alisasi suara a"an le*ih sulit dila"u"an %i"a han&a mengguna"an satu telinga. =alur masu" pada telinga luar dilindungi oleh ram*ut halus. Kulit &ang mem*atasi "anal terse*ut *erisi "elen%ar "eringat termodifi"asi &ang menghasil"an serumen 6earwaA8, &ang a"an menang"ap parti"el!parti"el asing &ang halus 6Sherwood, 27178. %. Telinga Tengah 5elinga tengah mengirim"an pergera"an .i*ratori dari mem*ran timpani menu%u airan pada telinga dalam. Ada tiga tulang ossi le &ang
6

mem*antu proses ini &aitu malleus, in us dan stapes &ang meluas dari telinga tengah. Malleus menempel pada mem*ran timpani sedang"an stapes menempel pada o.al window &ang merupa"an ger*ang menu%u "o"lea &ang *erisi airan. &. Membran tim'angi (gen ang telinga) Mem*ran timpani *erada pada per*atasan telinga luar dan tengah. Area te"anan tinggi da rendah pada gelom*ang suara a"an men&e*a*"an mem*ran timpani *ergetar "e dalam dan "e luar. Supa&a mem*ran terse*ut dapat se ara *e*as *ergera" "edua arah, te"anan udara istirahat pada "edua sisi mem*ran timpani harus sama. Mem*ran se*elah luar ter"e"spos pada te"anan atmosfer &ang melewati meatus a"usti"us e"sterna sedang"an *agian dalam menghadapi te"anan atmosfer dari tu*a eusta hius &ang menghu*ung"an telinga tengah "e faring. Se ara normal, tu*a ini tertutup tetapi dapat di*u"a dengan gera"an menguap, mengun&ah dan menelan. 2ada peru*ahan te"anan e"sternal &ang u"up signifi"an seperti saat dalam pesawat, mem*ran timpani menon%ol dan menim*ul"an rasa n&eri "eti"a te"anan luar telinga *eru*ah sementara *agian dalam tida" *eru*ah. 2em*u"aan tu*a eusta hius dengan menguap dapat mem*antu untu" men&ama"an te"anan terse*ut 6Sherwood, 27178. Saat mem*ran timpani *ergetar, tulang!tulang terse*ut *ergera" dengan fre"uensi &ang sama , mentransmisi"an fre"uensi terse*ut dari menu%u o#al indo . Selan%utn&a, tiap!tiap getaran menghasil"an pergera"an seperti gelom*ang pada airan di telinga dalam dengan fre"uensi &ang sama dengan gelom*ang suara aslin&a. Sistem osi"ular mengamplifi"asi"an te"anan dari gelom*ang suara pada udara dengan dua me"anisme untu" menghasil"an getaran airan pada "o"lea. 2ertama adalah "arena permu"aan area dari mem*ran timpani le*ih *esar dari o#al indo , te"anan diting"at"an "eti"a ga&a &ang mempengaruhi mem*ran timpani disampai"an oleh ossicle "e o#al indo 6te"ananBga&a9area8. Kedua adalah "er%a dari ossicle mem*eri"an
7

"euntungan me"anis lain&a. Kedua hal terse*ut mening"at"an ga&a pada o#al indo sampai 27 "ali. 5am*ahan te"anan terse*ut penting untu" menghasil"an pergera"an airan pada "o"lea. /e*erapa otot tipis di telinga tengah dapat *er"ontra"si se ara refle"s terhadap suara "eras 6+7 d/8 men&e*a*"an mem*ran timpani mene*al dan men&e*a*"an pem*atasan gera"an pada rang"aian ossicle. 2engurangan pergera"an pada stru"tur telinga tengah a"an mengurangi transmisi dari suara &ang "eras terse*ut "e telinga dalam guna melindungi *agian sensoris dari "erusa"an. Refle"s terse*ut *erlangsung relatif lam*at, ter%adi setida"n&a se"itar '7 mse sesudah pa%anan terhadap suara "eras. Oleh "arena itu, han&a *isa melindungi dari suara &ang *er"epan%angan, *u"an suara &ang sangat ti*a!ti*a seperti leda"an 6Sherwood, 27178. *. +"klea Ko"lea adalah se*uah stru"tur &ang men&erupai siput &ang merupa"an *agian dari telinga dalam &ang merupa"an sistem tu*ular *ergurung &ang *erada di dalam tulang temporalis. /erdasar"an pan%angn&a, "omponen fungsional "o"lea di*agi men%adi tiga "ompartemen longitudinal &ang *erisi airan. 3u"tus "o"lear &ang u%ungn&a tida" terlihat di"enal se*agai s"ala media, &ang merupa"an "ompartemen tengah. /agian &ang le*ih di atasn&a adalah s"ala .esti*uli &ang mengi"uti "ontur dalam spiral dan s"ala timpani &ang merupa"an "ompartemen paling *awah &ang mengi"uti "ontur luar dari spiral. :airan di dalam s"ala timpani dan s"ala .esti*uli dise*ut perilimfe. Sementara itu, du"tus "o"lear *erisi airan &ang sedi"it *er*eda &aitu airan dari endolimfe. /agian u%ung dari du"tus "o"learis di mana

"ompartemen atas dan *awah *erga*ung dise*ut dengan heli"otrema. S"ala .esti*uli ter"un i dari telinga tengah oleh o.al window, tempat stapes menempel. Sementara itu, s"ala timpani di"un i dari telinga tengah dengan *u"aan "e il *erselaput &ang dise*ut round .esti*uli. Mem*ran *asilaris indo . Mem*ran .esti*ular tipis mem*entu" langit!langit du"tus "o"lear dan memisah"ann&a dari s"ala mem*entu" dasar du"tus "o"lear &ang
8

memisah"ann&a dengan s"ala timpani. Mem*ran *asilar ini sangat penting "arena di dalamn&a terdapat organ "orti &ang merupa"an organ perasa pendengaran 6Sherwood, 27178.

18 Aliran gelom*ang getaran melewati s"ala .esti*uli dan s"ala timpani &ang *erguna untu" meredam te"anan 6*u"an persepsi suara8. 28Aliran gelom*ang &ang *er"aitan dengan persepsi suara a"an melewati shor ut menem*us mem*ran .esti*ularis lalu men apai mem*ran *asilaris &ang di dalamn&a terdapat organ "orti se*agai reseptor stimulus suara ,. Sel +"rti an Sel -ambut 3alam organ "orti pada satu "o"lea terdapat se"itar 1(.777 sel ram*ut &ang men%adi reseptor suara. Sel!sel terse*ut tersusun dalam *aris paralel empat. Satu *aris *erupa sel ram*ut dalam dan tiga lainn&a merupa"an sel ram*ut dalam. 2ada masing!masing sel ram*ut a"an ada penon%olan se"itar 177 ram*ut &ang di"enal se*agai stereosilia 6mi"ro.ili &ang diper"uat dengan a"tin8. Sel!sel ram*ut ini merupa"an me"anoreseptor &ang menghasil"an sin&al neural "etiga permu"aan ram*utn&a mengalami deformasi se ara me"anis *er"aitan dengan pergera"an airan di telinga dalam. Stereosilia ini
9

*er"onta" dengan mem*ran te"torial, stru"tur mirip tenda &ang men%alar pada seluruh pan%ang organ "orti. Ker%a mirip piston &ang dila"u"an stapes melawan o#al indo menghasil"an gelom*ang te"anan pada "ompartemen atas. Karena airan tida" dapat di"ompresi, te"anan diham*ur"an dalam dua arah "eti"a stapes men&e*a*"an o#al indo menggem*ung "e *ela"ang &aitu dengan pergeseran round indo dan defle"si mem*ran *asilar. $elom*ang te"anan terse*ut a"an mene"an perilimfe "e depan pada "ompartemen atas, "emudian "e heli"otrema dan "e "ompartemen *awah. Selan%utn&a, hal terse*ut men&e*a*"an round indo menggem*ung "e arah luar 6"e arah telinga tengah8 untu" meng"ompensasi pening"atan te"anan. Keti"a stapes *ergera" "e arah *ela"ang dan menari" o#al indo "e arah telinga tengah, perilimfe a"an *ergeser "e arah *erlawanan, mengganti"an area &ang tadin&a diisi round indo . =alur ini tida" menghasil"an persepsi suara, han&a mengurangi te"anan sa%a. $elom*ang te"anan &ang *er"aitan dengan persepsi suara a"an mengguna"an %alur pintas. $elom*ang te"anan pada "ompartemen atas ditransfer melalui mem*ran .esti*ular &ang tipis "e du"tus "o"lear dan melalui mem*ran *asilar "e "ompartemen *awah. ;al terse*ut selan%utn&a a"an memfasilitasi round indo untu" menggem*ung "e arah luar dan dalam. 2er*edaan utama pada %alur ini adalah transmisi gelom*ang te"anan melalui mem*ran *asilar men&e*a*"an mem*ran terse*ut *ergera" "e atas dan "e *awah atau *ergetar &ang sin"ron dengan gelom*ang te"anan. A"i*atn&a sel ram*ut pada organ "orti &ang ada di sana %uga i"ut *ergera". Sel ram*ut &ang *erfungsi untu" mendengar adalah sel ram*ut dalam. Sel terse*ut mentransformasi"an ga&a me"anis suara men%adi impuls ele"tris pendengaran. Stereosilia pada sel reseptor terse*ut *er"onta" dengan mem*ran te"torial &ang "a"u sehingga sel terse*ut a"an mem*elo" "em*ali 6*ola"!*ali"8, saat mem*ran *asilar &ang *erosilasi menggeser posisin&a.

10

$era"an *ola"!*ali" terse*ut a"an men&e*a*"an pem*u"aan dan penutupan "anal "ation se ara me"anis pada sel ram*ut menghasil"an depolarisasi atau hiperpolarisasi sesuai dengan fre"uensi suara penstimulus. Stereosilia pada masing!masing sel ram*ut tersusun "e dalam *aris!*aris &ang *erurutan sesuai dengan tinggi 6seperti tangga8. 5ip lin"s, &ang merupa"an :AMs 6 ell adhesion mole ules8, menghu*ung"an u%ung stereosilia dalam *arisan terse*ut. Saat mem*ran *asilar *ergera" "e atas, *undle stereosilia mem*eng"o" "e arah mem*ran &ang paling tinggi, meregang"an tip lin"s terse*ut. 2eregangan terse*ut a"an mem*u"a "anal "ation. KC le*ih *an&a" ditemu"an di endolimfe daripada &ang ditemu"an di dalam sel. /e*erapa "anal "ation memang sudah ter*u"a dalam "eadaan istirahat &ang memung"in"an KC mengalir. Sema"in *an&a" "anal &ang ter*u"a, le*ih *an&a" KC &ang memasu"i sel ram*ut. 5am*ahan KC ini a"an mendepolarisasi sel ram*ut. Se*ali"n&a, saat mem*ran *asilaris turun, ter%adilah hiperpolarisasi "arena ma"in *an&a" KC &ang tida" *isa masu" sel 6Sherwood, 27178. Sel ram*ut tida" menghasil"an potensial a"si melain"an a"an *ersinaps se ara "imia dengan u%ung serat saraf afferen ner.us "o"learis. Kadar KC &ang rendah men&e*a*"an sel ram*ut dalam mengeluar"an se ara spontan neurotransmiter melalui e"sositosis &ang diindu"si oleh :a2C dalam "ondisi tida" ada stimulasi. 3epolarisasi a"an men&e*a*"an pem*u"aan "anal *erger*ang listri" :a2C. A"i*atn&a ter%adilah pening"atan "e epatan pengeluaran neurotransmitter. 2ada hiperpolarisasi, ter%adi hal &ang se*ali"n&a.1 2otensial mem*ran istirahat sel ram*ut adalah se"itar !)7 mD. Saat stereosilia terdorong "e arah "inosilia, potensial mem*ran dapat *er"urang men%adi !(7 mD 6/arrett, 27118. Sementara itu, sel ram*ut luar men%alan"an fungsi ele"tromotili. Sel terse*ut se ara a"tif dan sering mengu*ah pan%angn&a se*agai respon terhadap peru*ahan potensial mem*ran. Sel a"an memende" saat depolarisasi dan meman%ang saat hiperpolarisasi. 2eru*ahan terse*ut a"an
11

mengamplifi"asi pergera"an dari mem*ran *asilaris. Oleh "arena itu, sel ram*ut luar a"an mem*antu reseptor sensori supa&a le*ih sensitif terhadap intensitas suara dan dis"riminasi *erma am pitch suara 6Sherwood, 27178. .. Diskriminasi Pit/h0 Timbre an +ebisingan (Loudness) 3is"riminasi pitch atau nada tergantung pada *entu" dari mem*ran *asilaris. 3aerah &ang *er*eda dari mem*ran *asilaris se ara alami *ergetar se ara ma"simal pada fre"uensi &ang *er*eda. E%ung sempit de"at o#al indo a"an *ergetar paling *ai" pada nada *erfre"uensi tinggi sedang"an area &ang luas de"at heli"otrema paling *ai" pada nada rendah. Saat gelom*ang suara dengan fre"uensi tertentu men&e*a*"an osilasi stapes, gelom*ang terse*ut a"an *er%alan "e mem*ran *asilar &ang memili"i daerah sensitif terhadap fre"uensi terse*ut. Energi gelom*angn&a a"an diham*ur"an dengan adan&a osilasi mem*ran ini sehingga *era"hir pada area ma"simal tadi. Adan&a o.ertone pada *erma am fre"uensi a"an men&e*a*"an mem*ran *asilaris *ergetar se ara simultan tetapi "urang intens di*anding"an nada dasarn&a sehingga sistem saraf pusat dapat mem*eda"an tim*re suara. Sementara itu, dis"riminasi "e*isingan atau "en&aringan tergantung dari amplitudon&a. $elom*ang suara &ang *erasal dari sum*er &ang le*ih "eras a"an menghantam gendang telinga 6mem*ran timpani8 sehingga *ergetar dengan le*ih *ertenaga mes"ipun fre"uensin&a tetap sama. Osilasi pada mem*ran *asilaris &ang le*ih *esar a"an diinterpretasi"an se*agai suara &ang le*ih "eras oleh sistem saraf pusat 6Sherwood, 27178. 1. +"rteks Au it"ri Se*agaimana area pada mem*ran *asilaris &ang *erasosiasi dengan nada tertentu, "orte"s auditori primer pada lo*us temporalis %uga tersusun se ara tonotopi all&. Masing!masing area pada mem*ran *asilaris terse*ut ter"ait pada area spesifi" pada "orte"s auditori primer 6satu nada, satu neuron "orti"al tera"ti.asi8. Saraf afferen &ang mengam*il sin&al auditori dari sel ram*ut dalam a"an "eluar dari "o"lea melalui ner.us auditori. Ada *e*erapa sinaps &ang
12

ter%adi terutama pada *atang ota" dan nu"leus geni ulatum medial thalamus./atang ota" mengguna"an input auditori untu" "ewaspadaan dan *angun. 2ada *atang ota", %aras saraf auditori ini a"an menu%u *ai" sisi ipsilateral maupun "ontralateraln&a sehingga "edua lo*us temporal a"an mendapat"an impuls. Oleh "arena itu, gangguan pada %aras di atas *atang ota" pada satu sisi tida" a"an mengganggu pendengaran. Korte"s auditori primer %uga dapat menerima *erma am suara &ang *er*eda sedang"an "orte"s auditori &ang le*ih tinggi mengintegrasi"an suara &ang *er*eda terse*ut men%adi "oheren se*agai pola &ang *erarti. 3engan *egitu, "ita dapat mem*eda"an suara!suara terpisah &ang masu" "e telinga dan memilih mana suara &ang memang penting untu" didengar"an 6Sherwood, 27178. Area auditori tern&ata memili"i spesialisasi hemisfer. 2ada area /rodman 22 diper"ira"an merupa"an tempat pemprosesan sin&al auditori &ang *erhu*ungan dengan pem*i araan. 3alam proses *ahasa, *agian "iri le*ih a"tif daripada sisi "anan. Area 22 se*elah "anan le*ih "epada melodi, nada dan intensitas suara. =alur auditori *ersifat sangat plastis &ang sangat dimodifi"asi oleh pengalaman. 2ada orang &ang mengalami tuli se*elum "emampuan *er*ahasan&a *er"em*ang, tern&ata dengan melihat tanda!tanda *ahasa %uga a"an menga"ti.asi area assosiasi auditori. Se*ali"n&a, indi.idu &ang *uta pada masa awal hidup dapat melo"alisasi suara %auh le*ih *ai" daripada mere"a &ang memili"i penglihatan normal. 2lastisitas %uga sangat nampa" pada musis &ang dapat le*ih pe"a terhadap suara di*anding non musisi 6/arrett, 27118. Hist"l"gi Sistem Pen engaran Telinga Luar Auri ula, atau pinna 6sa&ap8 terdiri ataas suatu lempeng artilago elasti ireguler *er*entu" orong, &ang ditutupi se ara erat oleh "ulit dan menghantar"an gelom*ang suara "e dalam meatus a usti us eAternus.
13

Saluran ini dilapisi oleh epitel s"uamosa *erlapis &ang *erlan%ut dengan "ulit auri ular dan di de"at foli"el ram*utn&a, "elen%ar se*asea, dan "elen%ar "eringat apo"rin termodifi"asi &ang dise*ut "elen%ar seruminosa ditemu"an pada su*mu"osa. Serumen adalah materi "e"uningan *erlema" &ang dihasil"an dari se"resi "elen%ar se*asea dan seruminosa. Serumen mengandung *er*agai protein, asam lema" %enuh, dan "eratinosit &ang terlepas dan memili"i sifat antimi"ro*a prote"tif. 3inding meatus a usti us eAternus ditun%ang oleh "artilago elasti di sepertiga luarn&a, sedang"an os temporal menutup *agian dalam. Mem*ran timpani *erupa lem*ar epithelial. Sisi luarn&a dilapisi epidermis dan permu"aan dalamn&a dilapisi epitel selapis "u*oid &ang men&atu dengan lapisan rongga timpani di telinga tengah. 3i antara lapisan epitel terse*ut terdapat lapisan tipis %aringan i"at fi*rosa &ang terdiri atas serat!serat "olagen dan elastin serta fi*ro*last. Telinga Tengah Rongga timpani terutama dilapisi oleh selapis epitel "u*oid &ang *erada di lamina propia &ang sangat mele"at pada periosteum. 3i de"at tu*a auditorius, epitel selapis ini se ara *erangsur *eru*ah men%adi epitel *erting"at silindris *ersilia &ang melapisi tu*a terse*ut. 2ada dinding medial *ertulang telinga tengah terdapat dua area *erlapis mem*rane dan tida" *ertulang &aitu ting"ap lon%ong 6fenestra o.alis8 dan ting"ap *undar 6fenestra rotunda8. Ossi ula auditus terdiri atas malleus, in us, dan stapes. Malleus menempel pada %aringan i"at mem*rane timpani dan stapes mele"at pada %aringan i"at mem*rane di ting"ap lon%ong. 5ulang!tulang ini *erarti"ulasi di sendi s&no.ial &ang *ersama!sama periosteum sepenuhn&a dilapisi epitel selapis gepeng. Telinga Dalam 5elinga dalam *erada sepenuhn&a di dalam os temporal, dimana sederetan ruang &ang saling *erhu*ungan, la*irin *ertulang, menamping serang"aian saluran "ontinu *erlapis epitel &ang terisi airan dan *ili" &ang
14

mem*entu" la*irin mem*ranosa &ang le*ih "e il. 4a*irin mem*ranosa *erasal dari .esi"el e todermal, oto"ista, &ang mele"u" "e dalam %aringan i"at di dalamn&a selama minggu "eempat per"em*angan em*rio, "ehilangan "onta" dengan e toderm permu"aan, dan men%adi ter*enam pada rudiment *a"al os temporal. Selama proses terse*ut, .esi ula oti a *eru*ah *entu", &ang mem*entu" 2 a*ang utama di la*irin mem*ranosa. 2ada setiap stru"tur lapisan epitel memili"i area luas me"anoreseptor sensori" "olumner &ang dise*ut sel ram*ut di region "husus1 1. 3ua ma ula utri ulus dan sa ulus 2. 5iga rista ampullaris di pele*aran region ampula pada setiap du"tus semi ir ularis #. Organ orti spiral pan%ang pada du"tus o hlearis :o hlea *eru"uran pan%ang se"itar #( mm dan mem*entu" dua setengah putaran di se"eliling inti tulang &ang dise*ut modiolus. Modiolus memili"i pem*uluh darah dan *sadan sel dan pro essus a*ang a"usti" saraf ranial "e delapan di ganglion o hleare atau ganglion spirale. Semua region la*irin *ertulang terisi perilimfe dengan "omposisi ion &ang serupa dengan airan sere*rospinal dan airan e"strasel %aringan lain, tetapi memili"i sedi"it protein. 2erilimfe dihasil"an dari mi"ro.as"uler periosteum dan dialir"an melalui suatu du"tus peril&mphati us "e dalam ruang su*ara hnoid &ang *erde"atan. :airan ini menahan dan men&angga la*irin mem*ranosa tertutup &ang melindungin&a dari dinding "eras la*irin *ertulang. 4a*irin mem*ranosa terisi dengan endolimfe, &ang %uga mengandung sedi"it protein dan le*ih lan%ut ditandai oleh "adar "alium &ang tinggi 61(7 mM8 dan natrium &ang rendah 61) mM8, &ang serupa dengan "adarn&a dalam airan intrasel. Endolimfe dihasil"an terutama oleh "apiler di stria .as"ularis di dinding du"tus o hlearis dan mengalir dari .esti*ulum "e dalam sinus .enosa dura mater oleh du"tus endol&mphati us &ang "e il. Sa ulus dan utri ulus terdiri atas suatu selu*ung tipis %aringan i"at &ang dilapisi epitel selapis gepeng. 4a*irin mem*ranosa mele"at pada
15

periosteum la*irin oseosa melalui untaian %ariga i"at&ang mengandung mi"ro.as"uler &ang men&uplai %aringan la*irin mem*ranosa. Kedua ma ula pada dinding sa ulus dan utri ulus adalah area "e il sel neuroepitel "olumner &ang dipersarafi oleh a*ang ner.us .esti*ularis. Ma"ula sa ulus dan utri ulus terdiri atas pene*alan dinding &ang memili"i *e*erapa ri*u sel ram*ut me"anosensitif *eserta sel pen&angga "olumner dengan inti *asal, dan u%ung saraf. E%ung api al setiap sel ram*ut memili"i se*uah "inosilium dengan se*uah *adan *asal dan suatu a"sonema termodifi"asi mi"rotu*ulus ganda dan se*er"as stereosilia "a"u pan%ang &ang tida" *er a*ang dan *er%umlah )7!177. Stereosilia mun ul dari region api al &ang *an&a" mengandung a"tin, lempeng "uti"ula, &ang *erperan mengem*ali"an stru"tur "a"u &ang menon%ol "e posisi normaln&asetelah mene"u". Stereosilia tersusun dalam *arisan &ang sema"in meman%ang dengan stereosilia terpan%ang F se"itar 177 Gm F &ang *erada de"at dengan "inosilium. E%ung stereosilia dan "inosilia ter*enam dalam suatu lapisan gelatinosa proteogli"an "ental &ang dise*ut mem*rane otoliti", dengan *agian luarn&a &ang terisi dengan stru"tur *er"apur &ang dise*ut otolit 6atau oto"onia8 3i u%ung *asaln&a, semua sel ram*ut *ersinaps dengan u%ung saraf aferen 6"e ota"8. Se%umlah sel ram*ut 6tipe I8 memili"i u%ung *asal *undar &ang di"elilingi oleh al&A terminalis aferen. E%ung *asal se*agian *esar sel ram*ut 6tipe II8 *er*entu" silindris dan memili"i le*ih *an&a" u%ung ton%olan &ang "has dari saraf aferen 6dari ota"8 &ang memodulasi sensiti.itas me"anoreseptor ini. Setiap sel ram*ut %uga di"elilingi oleh sel pen&angga, &ang dapat memili"i *er*agai fungsi selain men&edia"an pen&angga fisis untu" me"anoreseptor. 2ele*aran ampula di setiap du"tus semi ir ularis memili"i suatu area me"anoreseptor mirip re*ung meman%ang 6 rista ampullaris8. :rista se ara histologist serupa dengan ma ula, dengan sel ram*ut, sel pen&o"ong, dan u%ung saraf. A"an tetapi lapisan proteogli"an *ernama upula &ang mele"at pada *er"as ram*ut sel sensoris le*ih te*al dan tida" memili"i otolit.
16

3i sepan%ang permu"aan du"tus

o hlearis dipisah"an dari s ala

.esti*ule oleh mem*rane .esti*ularis. Stru"tur &ang sangat tipis ini terdiri atas suatu mem*rane *asal dengan epitel s"uamosa selapis di setiap sisin&a1 satu mesotel &ang menghadap s"ala .esti*ule dan *agian alain lapisan du"tus o hlearis. Sel!sel di "edua lapisan memili"i taut erat &ang luas &ang mem*antu men%aga gradient ion &ang sangat *esar pada "edua sisi mem*rane di antara endolimfe dan perilimfe. 3i dinding lateral du"tus o hlearis terdapat stria .as"ularis, suatu epitel uni" &ang menghasil"an dan memmelihara endolimfe untu" seluruh lapisan mem*ranosa. Stria .as"ularis menutup suatu %aringan "apiler dan terdiri dari sel &ang mempun&ai *an&a" le"u"an *asal &ang dalam pada mem*rane plasman&a, di mem*rane ini terdapat *an&a" mito"ondria. :airan dan pompa KC dari "apiler oleh sel epitel terse*ut dilepas"an "e dalam du"tus o hlearis se*agai endolimfe. 3i dinding &ang memisah"an du"tus o hlearis dari s ala t&mpani adalah stru"tur "omple"s &ang dise*ut organ spiral 6organ orti8 &ang memili"i reseptor auditori" "husus dalam *entu" sel ram*ut &ang *erespons terhadap *er*agai freHuensi udara. Organ spiral *erada di lamina *asal F mem*rane *asilaris. Sel ram*ut luar 6outer hair ell8 terdapat dalam tiga *aris di de"at fenestra o.alis, &ang *ertam*ah hingga lima *aris di de"at ape"s "o"lea. 5erdapat se*aris sel ram*ut dalam 6inner hair ell8 &ang memili"i susunan linear stereosilia pende", sedang"an O;: masing!masing memili"i *arisan meleng"ung steereosilia pan%ang. 5ida" terdapat "inosilium &ang di%umpai pada sel ram*ut "o"lea, &ang memung"in"an simetrisitas sel &ang penting untu" perann&a pada trandu"si sensoris. E%ung stereosilia tertinggi O;: ter*enam di dalam mem*rana te torial, suatu lapisan aseluler &ang ter%ulur di atas organ spiral dari modiolus. Mem*rana te toria terdiri atas *er"as halus "olagen 6tipe II, D, II dan II8, proteogli"an ter"ait dan protein lain serta di*entu" selama periode em*rioni" dari se"resi sel &ang melapisi region di de"atn&a 6lim*us spiral8.
17

Sel ram*ut luar dan dalam memili"i u%ung saraf aferen dan eferen dengan I;: &ang le*ih *an&a" dipersarafi. /adan sel neuron *ipolar *erada di suatu inti tulang modiolus dan mem*entu" ganglion spirale. Kedua tipe utama sel pen&o"ong "olumner *erhu*ungan dengan sel ram*ut organ spiral terse*ut. Sel pilar di*uat "a"u oleh *er"as "eratin dan mem*atasi se*uah ruang segitiga *er*entu" orong diantara sel ram*ut luar dan dalam. Sel falang mengelilingi dan men&o"ong langsung sel ram*ut dalam dan luar, &ang hampir sepenuhn&a menutupi setiap I;:, tetapi han&a menutupi u%ung *asal O;: 6Mes her, 27118. 2. Apa sa%a pemeri"saan fisi" pada telinga, hidung dan tenggoro"an0 Pemeriksaan Telinga0 Hi ung an Tengg"r"kan a. Pemeriksaan Telinga 2t"sk"'i Alat &ang diguna"an untu" pemeri"saan telinga adalah lampu "epala, orong telinga, otos"op, pelilit "apas, pengait serumen, pinset telinga dan garputala. Mula!mula dilihat "eadaan dan *entu" daun telinga, daerah *ela"ang telinga. 3engan menari" daun telinga "e atas dan "e *ela"ang, liang telinga men%adi le*ih lrus dan a"an mempermudah untu" melihat "eadaan liang telinga ddan mem*ran timpani. 2a"ai otos"op untu" melihat le*ih %elas *agian!*agian mem*ran timpani. ;al!hal &ang perlu diperhati"an "eti"a memeri"sa mengguna"an otos"op adalah ada"ah serumen, *agaimana "onsistensi, warna dan *aun&a, ada"ah rea"si inflamasi di liang telinga, *agaimana "ondisi mem*ran timpani, apa"ah utuh, *agaimana penampa"ann&a, ds*. E%i pendengaran dila"u"an dengan mema"ai garputala dan dari hasil pemeri"saan dapat di"etahui %enis "etulian apa"ah tuli "ondu"tif atau tuli perspe"tif. E%i penala &ang dapat dila"u"an adalah u%i Rinne, u%i 'eber dan u%i Sc abah. 6Soepardi, E.A., 277+8

18

3ari hasil pemeri"saan otos"opi pada s"enario didapat"an dis harge mu"opurulen dan granuloma. $ranuloma dan dis harge mu"opurulen menanda"an adan&a infe"si &ang sudah *erlangsung lama, "arena granuloma sendiri "has %i"a ter%adi infe"si &an lama pada telinga. 3is harge &ang "eluar menanda"an sudah adan&a perforasi pada mem*ran timpani se*agai %alan "eluar dis harge. ;al!hal di atas menanda"an ter%adin&a infe"si "ronis pada rongga telinga *agian tengah 6auris media8. b. Pemeriksaan Hi ung -hin"sk"'i Memeri"sa rongga hidung *agian dalam dari depan dise*ut rhinos"opi anterior. 3iperlu"an spe"ulum hidung. Desti*ulum hidung, septum nasi terutama *agian anterior, "on"a inferior, "on"a media, meatus sinus paranasal dan "eadaan mu"osa rongga hidung harus diperhati"an. ;al ini dila"u"an pada *agian "iri mapun "anan %uga. Entu" melihat *agian *ela"ang hidung dila"u"an pemeri"saan rhinos"opi posterior se"aligus untu" melihat "eadaan nasofaring. Entu" mela"u"an pemeri"saan rhinos"opi posterior diperlu"an spatula lidah dan "a a nasofaring. Se*elum "a a ini dimasu""an, suhu "a a dites terle*ih dahulu pada "ulit *ela"ang "iri pemeri"sa. 2asien diminta mem*u"a mulut, lidah dua petiga anterior dite"an dengan spatula lidah. Setelah itu "a a dimasu""an sampai "e nasofaring. Mula!mula perhati"an *agian *ela"ang septum dan hoana. Kemudian "a a diputar "e lateral sedi"it untu" melihat "on"a superior, "on"a media, meatus superior dan meatus media. Ka a diputar le*ih "e laterallagi sehingga dapat diindentifi"asi torus tu*arius, muara tu*a (sutachius dan fossa Rossenmuler. 2ada s"enario didapat"an hasil pemeri"saan rhinos"opi anterior pada pasien terdapat dis harge seromu"ous, "on"a hipertrofi dan li.ide. 4i.ide merupa"an tanda "has &ang ter%adi pada rhinitis allergica &ang
19

persisten. 3an pada rhinitis allergica &ang persisten %uga terdapat adan&a "on"a &ang hipertrofi dan adan&a dis harge seromu"ous. 6Soepardi, E.A., 277+8 /. Pemeriksaan #aring0 -"ngga Mulut0 Hi'"!aring an Laring 3engan lampu "epala dan lidah &ang dite"an mema"ai spatula lidah mula!mula dilihat dinding *ela"ang faring serta "elen%ar limfati"a, u.ula, ar"us faring, tonsil, mu"osa pipi, gusi dan gigi. 2erlu diperhati"an *agaimana penampa"an mu"osa di rongga mulut dan faring, ada"ah massa atau tumor, atau ada"ah peradangan atau ul"us. 2emri"saan hipofaring dan laring mema"ai "a a laring. Ka a laring dihangat"an dengan api lampu spirtus agar tida" ter%adi pengem*una pada "a a laring. 2asien diminta men%ulur"an lidah se%auh mung"in. 4idah dipegang dengan tangan "iri mema"ai "ain "asa.Kemudian "a a laring dimasu""an "e dalam mulut dengan arah "e *awah. Melalui "a a dapat dilihat hiofaring dan laring. 6Soepardi, E.A., 277+8 #. /agaimana resi"on&a0 2titis Me ia Akut (2MA) Eti"l"gi an #akt"r -esik" Otitis media a"ut *isa dise*a*"an oleh *a"teri dan .irus. /a"teri &ang paling sering ditemu"an adalah Strepto o us pneumaniae, dii"uti oleh ;aemophilus influen<a, MoraAella atarrhalis, Strepto o us grup A, dan Staph&lo o us aureus. /e*erapa mi"roorganisme lain &ang %arang ditemu"an adalah M& oplasma pneumaniae, :hlam&dia pneumaniae, dan :lam&dia tra omatis. /roides et al menemu"an pre.alensi *a"teri pen&e*a* OMA adalah ;.influen<a ',J, S.pneumoniae '2,>J, M. atarrhalis ',,J, Strepto o us
20

patofisiologi,

manifestasi

"linis,

pemeri"saan

dan

penatala"sanaan dari $titis %edia Akut0 3an apa sa%a etiologi serta fa"tor

grup A ',#J pada pasien usia di*awah ( tahun pada tahun 1>>(!277) di Nege., Israil. Sedang"an 5itisari menemu"an *a"teri pen&e*a* OMA pada pasien &ang *ero*at di RS:M dan RSA/ ;arapan Kita =a"arta pada *ulan Agustus 277' F @e*ruari 277( &aitu S.aureus +,,#J, S.pneumoniae 1#J, dan ;.influen<a ,,+J. Dirus terdete"si pada se"ret pernafasan pada '7!>7J ana" dengan OMA, dan terdete"si pada 27!',J OMA. Dirus &ang airan telinga tengah ana" dengan sering se*agai pen&e*a* OMA adalah respirator&

s&n &tial .irus. Selain itu *isa dise*a*"an .irus parainfluen<a 6tipe 1,2, dan #8, influen<a A dan /, rino.irus, adeno.irus, entero.irus, dan "orona.irus. 2en&e*a* &ang %arang &aitu sitomegalo.irus dan herpes simple"s. Infe"si *isa dise*a*"an oleh .irus sendiri atau "om*inasi dengan *a"teri lain
(/roides, 277>8.

Pat"!isi"l"gi Otitis media a"ut ter%adi "arena terganggun&a fa"tor pertahanan tu*uh. Sum*atan pada tu*a Eusta hius merupa"an fa"tor utama pen&e*a* ter%adin&a pen&a"it ini. 3engan terganggun&a fungsi tu*a Eusta hius, terganggu pula pen egahan in.asi "uman "e dalam telinga tengah sehingga "uman masu" dan ter%adi peradangan. $angguan fungsi tu*a Eusta hius ini men&e*a*"an ter%adin&a te"anan negatif di telingah tengah, &ang men&e*a*"an transudasi airan hingga supurasi. 2en etus ter%adin&a OMA adalah infe"si saluran pernafasan atas 6IS2A8. Ma"in sering ana"!ana" terserang IS2A, ma"in *esar "emung"inan ter%adin&a OMA. 2ada *a&i dan ana" ter%adin&a OMA dipermudah "arena1 1. morfologi tu*a eusta hius &ang pende", le*ar, dan leta"n&a aga" hori<ontal- 2. sistem "e"e*alan tu*uh masih dalam per"em*angan- #. adenoid pada ana" relatif le*ih *esar di*anding orang dewasa dan sering terinfe"si sehingga infe"si dapat men&e*ar "e telinga tengah. /e*erapa fa"tor lain mung"in %uga *erhu*ungan dengan ter%adin&a pen&a"it telinga tengah, seperti alergi, disfungsi siliar, pen&a"it hidung dan9atau sinus, dan "elainan sistem imun.
21

+lasi!ikasi Ada ( stadium OMA *erdasar"an pada peru*ahan mu"osa telinga tengah, &aitu1 1. Stadium O"lusi Stadium ini ditandai dengan gam*aran retra"si mem*ran timpani a"i*at te"anan negatif telinga tengah. Mem*ran timpani "adang tampa" normal atau *erwarna suram. 2. Stadium ;iperemis 2ada stadium ini tampa" pem*uluh darah &ang mele*ar di se*agian atau seluruh mem*ran timpani, mem*rane timpani tampa" hiperemis disertai edem. #. Stadium Supurasi Stadium ini ditandai edem &ang he*at telinga tengah disertai han urn&a sel epitel superfisial serta ter*entu"n&a e"sudat purulen di "a.um timpani sehingga mem*ran timpani tampa" menon%ol 6*ulging8 "e arah liang telinga luar. '. Stadium 2erforasi 2ada stadium ini ter%adi ruptur mem*ran timpani sehingga nanah "eluar dari telinga tengah "e liang telinga. (. Stadium Resolusi 2ada stadium ini mem*ran timpani *erangsur normal, perforasi mem*ran timpani "em*ali menutup dan se"ret purulen tida" ada lagi. /ila da&a tahan tu*uh *ai" atau .irulensi "uman rendah ma"a resolusi dapat ter%adi walaupun tanpa pengo*atan. Ada %uga &ang mem*agi OMA men%adi ( stadium &ang sedi"it *er*eda &aitu1 1. stadium "ataralis- 2. stadium e"sudasi- #. stadium supurasi'. Stadium pen&em*uhan- dan (. stadium "ompli"asi. Pemeriksaan an Diagn"sis 3iagnosis OMA harus memenuhi tiga hal *eri"ut1 1. 2en&a"itn&a mun ul mendada" 6a"ut8- 2. 3itemu"ann&a tanda efusi di telinga tengah.
22

Efusi di*u"ti"an dengan adan&a salah satu di antara tanda *eri"ut1 menggem*ungn&a gendang telinga, ter*atas 9tida" adan&a gera"an gendang telinga, adan&a *a&angan airan di *ela"ang gendang telinga, airan &ang "eluar dari telinga- #. Adan&a tanda 9 ge%ala peradangan telinga tengah, &ang di*u"ti"an dengan adan&a salah satu di antara tanda *eri"ut1 "emerahan pada gendang telinga, n&eri telinga &ang mengganggu tidur dan a"ti.itas normal. 3iagnosis OMA dapat ditega""an dengan anamnesis dan pemeri"saan fisi" &ang ermat. $e%ala &ang tim*ul *er.ariasi *ergantung pada stadium dan usia pasien. 2ada ana" Fana" umumn&a "eluhan *erupa rasa n&eri di telinga dan demam. /iasan&a ada riwa&at infe"si saluran pernafasan atas se*elumn&a. 2ada rema%a atau orang dewasa *iasan&a selain n&eri terdapat gangguan pendengaran dan telinga terasa penuh. 2ada *a&i ge%ala "has adalah panas &ang tinggi, ana" gelisah dan su"ar tidur, diare, "e%ang!"e%ang dan sering memegang telinga &ang sa"it. /e*erapa te"ni" pemeri"saan dapat diguna"an untu" menega""an diagnosis OMA, seperti otos"op, otos"op pneumati", timpanometri, dan timpanosintesis.3engan otos"op dapat dilihat adan&a gendang telinga &ang menggem*ung, peru*ahan warna gendang telinga men%adi "emerahan atau aga" "uning dan suram, serta airan di liang telinga. =i"a "onfirmasi diperlu"an, umumn&a dila"u"an dengan otos"opi pneumati". $era"an gendang telinga &ang *er"urang atau tida" ada sama se"ali dapat dilihat dengan pemeri"saan ini. 2emeri"saan ini mening"at"an sensiti.itas diagnosis OMA. Namun umumn&a diagnosis OMA dapat ditega""an dengan otos"op *iasa. Entu" meng"onfirmasi penemuan otos"opi pneumati" dila"u"an timpanometri. 5impanometri dapat memeri"sa se ara o*%e"tif mo*ilitas mem*ran timpani dan rantai tulang pendengaran. 5impanometri merupa"an "onfirmasi penting terdapatn&a airan di telinga tengah. 5impanometri %uga dapat mengu"ur te"anan telinga tengah dan dengan mudah menilai patensi ta*ung miringotomi dengan mengu"ur pening"atan .olume liang telinga
23

luar. 5impanometri pun&a sensiti.itas dan spesifisitas +7!>7J untu" dete"si airan telinga tengah, tetapi tergantung "er%asama pasien. 5impanosintesis, dii"uti aspirasi dan "ultur airan dari telinga tengah, *ermanfaat pada ana" &ang gagal diterapi dengan *er*agai anti*ioti"a, atau pada imunodefisiensi. 5impanosintesis merupa"an standar emas untu" menun%u""an adan&a airan di telinga tengah dan untu" mengidentifi"asi patogen &ang spesifi". Menurut *eratn&a ge%ala, OMA dapat di"lasifi"asi men%adi OMA *erat dan tida" *erat. OMA *erat apa*ila terdapat otalgia sedang sampai *erat, atau demam dengan suhu le*ih atau sama dengan #>K: oral atau #>,(K: re"tal, atau "eduan&a. Sedang"an OMA tida" *erat apa*ila terdapat otalgia ringan dan demam dengan suhu "urang dari #>K: oral atau #>,(K: re"tal, atau tida" demam. Tera'i 2engo*atan OMA tergantung pada stadium pen&a"itn&a. 2ada sta ium "klusi pengo*atan terutama dila"u"an *ertu%uan untu" mem*u"a "em*ali tu*a Eusta hii, sehingga te"anan negati.e di telinga tengah hilang. untu" itu di*eri"an o*at tetes hidung ;:l efedrin 7,(J dalam larutan fisiologis 6untu" L12 5ahun8 atau ;:l efedrin 1J dala, larutan fisiologis 6untu" M12 5ahun dan orang dewasa8. Selain itu sum*er infe"si harus dio*ati. Anti*ioti"a di*eri"an apa*ila pen&e*a* utaman&a adalah "uman, *u"an .irus atau alergi. 5erapi pada sta ium 'resu'urasi ialah anti*ioti"a, o*at tetes hidung dan analgeti"a. Anti*ioti"a &ang dian%ur"an adalah dari golongan penisilin atau ampisilin. 5erapi awal di*eri"an penisilin intramus ular agar didapat"an "onsentrasi &ang ade"uat dalam darah, sehingga tida" ter%adi mastoiditis &ang terselu*ung, gangguan pendengaran se*agai ge%ala sisa, dan "e"am*uhan. 2em*erian anti*ioti"a dian%ur"an selama + hari. /ila pasien alergi terhadap penisilin *isa di*eri"an eritromisin. 2ada ana", ampisilin di*eri"an dengan dosis (7!177 mg9Kg // per hari di*agi dalam ' dosis, atau amo"sisilin '7 mg9"g // per hari di*agi dalam # dosis, atau eritromisin '7 mg9"g // per hari
24

2ada sta ium su'urasi selain di*eri"an anti*ioti"a, idealn&a harus disertai dengan mirigotomi, *ila mem*rane timpani masih utuh, dengan miringotomi ge%ala Fge%ala "linis le*ih dihindari. 2ada sta ium 'er!"rasi sering terlihat se ret *an&a" "eluar dan "adang terlihat se ret "eluar se ara *erden&ut 6pulsasi8. 2engo*atan &ang di*eri"an adalah o*at u i telinga ;272 #J selama #!( hari serta anti*ioti"a &ang ade"uat. /iasan&a se ret a"an hilang dan perforasi dapat menutup "em*ali dalam wa"tu +!17 hari. 2ada sta ium res"lusi, ma"a mem*rane timpani *erangsur normal "em*ali, se"ret tida" ada lagi dan perforasi mem*rane timpani menutup 63%aafar, 277+8. +"m'likasi Kompli"asi &ang serius adalah1 a. Infe"si pada tulang di se"itar telinga tengah 6mastoiditis atau petrositis8 *. 4a*irintitis 6infe"si pada "analis semisir"uler8 . Kelumpuhan pada wa%ah d. 5uli e. 2eradangan pada selaput ota" 6meningitis8 f. A*ses Ota" g. 5anda!tanda ter%adin&a "ompli"asi1 h. Sa"it "epala i. %. 5uli &ang ter%adi se ara mendada" Dertigo 6perasaan *erputar8 epat hilang dan rupture dapat

". 3emam dan menggigil. 6/oies, 27128. '. /agaimana patofisiologi, manifestasi "linis, pemeri"saan dan

penatala"sanaan dari $titis %edia Supurati" &ronis0 3an apa sa%a etiologi serta fa"tor resi"on&a0

25

2titis Me ia Su'urati! +r"nik (2MS+) Otitis media supuratif "roni" 6OMSK8 adalah infe"si "roni" telinga tengah dengan perforasi mem*ran timpani dan "eluarn&a se"ret dari telinga tengah se ara terus menerus atau hilang tim*ul.Se"ret mung"in en er atau "ental, *ening, atau nanah./iasan&a disertai gangguan pendengaran 6Kapita Sele"ta, 27778. Otitis Media Supuratif Kroni" 6OMSK8 dahulu dise*ut otitis media perforata 6OM28 atau dalam se*utan sehari!hari onge".?ang dise*ut otitis media supuratif "ronis ialah infe"si "ronis di telinga tengah dengan perforasi mem*ran timpani dan se"ret &ang "eluar dari telinga tengah terus menerus atau hilang tim*ul.Se"ret mung"in en er atau "ental, *ening atau *erupa nanah. Otitis media "ronis adalah perforasi &ang perforasi &ang parmanen dari mem*rana timpani, dengan atau tida" dengan peru*ahan permanen pada telinga tengah 6;elmi, 2772 8. E'i emi"l"gi 2en&a"it ini terdapat pada semua *angsa di seluruh dunia *ai" di negara *er"em*ang maupun negara &ang sudah ma%u. 3i negara!negara sedang *er"em*ang ang"a "e%adian OMSK %auh le*ih tinggi oleh "arena *e*erapa hal misaln&a higiene &ang "urang, fa"tor sosio e"onomi, gi<i &ang rendah, "epadatan pendudu" serta masih ada pengertian mas&ara"at &ang salah terhadap pen&a"it ini sehingga mere"a tida" *ero*at sampai tuntas. 63%aafar, 27728. Menurut sur.ei &ang dila"u"an pada + propinsi di Indonesia pada tahun 1>>) ditemu"an insiden Otitis Media Supuratif Kroni" 6atau &ang oleh awam di"enall se*agai N onge"O8 se*esar #J dari pendudu" Indonesia. 3engan "ata lain dari 227 %uta pendudu" Indonesia diper"ira"an terdapat ),) %uta penderita OMSK. =umlah penderita ini "e il "emung"inan untu" *er"urang *ah"an mung"in *ertam*ah setiap tahunn&a mengingat "ondisi e"onomi &ang masih *uru", "esadaran a"an "esehatan &ang mas&ara"at

26

&ang masih rendah dan sering tida" tuntasn&a pengo*atan &ang dila"u"an 63%aafar, 27728. Eti"l"gi Se*agian *esar OMSK merupa"an "elan%utan dari Otitis Media A"ut 6OMA8 dan se*agian "e il dise*a*"an oleh perforasi mem*ran timpani a"i*at trauma telinga.Kuman pen&e*a* *iasan&a "uman gram positif aero*, pada infe"si &ang sudah *erlangsung lama sering %uga terdapat "uman gram negatif dan "uman anaero* 63%aafar, 27728. Kuman pen&e*a* OMSK antara lain "uman Staph&lo o us aureus 62)J8, 2seudomonas aeruginosa 61>,#J8, Strepto o us epidermidimis 617,#J8, gram positif lain 61,,1J8 dan "uman gram negatif lain 6+,,J8. /iasan&a pasien mendapat infe"si telinga ini setelah menderita saluran napas atas misaln&a influen<a atau sa"it tenggoro"an.Melalui saluran &ang menghu*ung"an antara hidup dan telinga 6tu*a Auditorius8, infe"si di saluran napas atas &ang tida" dio*ati dengan *ai" dapat men%alar sampai mengenai telinga 63%aafar, 27728. Pat"!isi"l"gi 5elinga tengah *iasan&a steril, mes"ipun terdapat mi"ro*a di nasofaring dan faring. Se ara fisiologi" terdapat me"anisme pen egahan masu"n&a mi"ro*a "e dalam telinga tengah oleh silia mu"osa tu*a Eusta hius, en<im dan anti*odi. Otitis media a"ut ter%adi "arena fa"tor pertahanan tu*uh ini terganggu.Sum*atan tu*a Eusta hius merupa"an fa"tor pen&e*a* utama dari otitis media.Karena fungsi tu*a Eusta hius terganggu, pen egahan in.asi "uman "e dalam telinga tengah %uga terganggu, sehingga "uman masu" "e dalam telinga tengah dan ter%adi peradangan.63%afar, 27778. Otitis media a"ut dengan perforasi mem*ran timpani men%adi Otitis media supuratif "ronis apa*ila prosesn&a sudah le*ih dari 2 *ulan. /ila proses infe"si "urang dari 2 *ulan, dise*ut otitis media supuratif su*a"ut. /e*erapa fa"tor &ang men&e*a*"an OMA men%adi OMSK ialah terapi &ang terlam*at di*eri"an, terapi &ang tida" ade"uat, .irulensi "uman tinggi,
27

da&a tahan tu*uh pasien rendah 6gi<i "urang8 atau higiene *uru" 63%afar, 27778. Se*agian *esar OMSK merupa"an "elan%utan OMA &ang prosesn&a sudah *er%alan le*ih dari 2 *ulan./e*erapa fa"tor pen&e*a* adalah terapi &ang terlam*at, terapi tida" ade"uat, .irulensi "uman tinggi, da&a tahan tu*uh rendah, atau "e*ersihan *uru"./ila "urang dari 2 *ulan dise*ut su*a"ut.. 2eradangan atau infe"si dari telinga tengah ter%adi "eti"a tu*a eusta hius tersum*at 6*la "ed8. 5u*a eusta hius adalah saluran &ang menghu*ung"an antara nasofaring dan telinga tengah.Otitis media "ronis ter%adi "arena tu*a eusta hius tersum*at *erulang!ulang 6tersum*at dalam %ang"a wa"tu &ang lama8.;al ini dapat ter%adi "arena alergi, infe"si multiperl, trauma telinga dan pem*esaran adenoid.Keti"a telinga tengah terinfe"si oleh *a"teri atau "adang!"adang .irus, ini *isa men%adi serius. Kemung"inan otitis media "ronis merupa"an se*a* dari OMA &ang tida" dio*ati se ara optimal atau merupa"an se*a* dari infe"si telinga &ang ter%adi se ara *erulang +lasi!ikasi OMSK di*agi dalam 2 %enis, &aitu *enigna atau tipe mu"osa, dan maligna atau tipe tulang./erdasar"an se"ret &ang "eluar dari "a.um timpani se ara a"tif %uga di"enal tipe a"tif dan tipe tenang. /erdasar"an a"ti.itas se"ret &ang "eluar di"enal %uga OMSK tenang.OMSK a"tif ialah OMSK dengan se"ret &ang "eluar dari "a.um timpani se ara a"tif, sedang"an OMSK tenang ialah &ang "eadaan "a.um timpanin&a terlihat *asah atau "ering. Karena telinga tengah *erhu*ungan dengan mastoid, ma"a otitis media "roni" sering "ali disertai mastoiditis "roni".Kedua peradangan ini dapat dianggap a"tif atau ina"tif.A"tif meru%u" pada adan&a infe"si dengan pengeluaran se"ret telinga atau otorrhea a"i*at peru*ahan patologi dasar seperti "olesteatoma atau %aringan granulasi.Ina"tif meru%u" pada se"u le dari infe"si a"tif terdahulu &ang telah Nter*a"ar ha*isO, dengan demi"ian tida" ada ottorhoe.
28

2asien dengan otitis media "roni" ina"tif sering"ali mengeluh gangguan pendengaran. Mung"in terdapat ge%ala lain seperti .ertigo, tinitus, atau suatu rasa penuh dalam telinga. /iasan&a tampa" perforasi mem*ran timpani &ang "ering. 2eru*ahan lain dapat menun%u""an timpanos"lerosis 6*er a"!*er a" putih pada mem*ran timpani8, hilangn&a osi"ula &ang ter"adang dapat terlihat lewat perforasi mem*rana timpani, serta fi"sasi atau terputusn&a rang"aian osi"ula a"i*at infe"si terdahulu. /ila gangguan pendengaran dan a at u"up *erat, dapat dipertim*ang"an "ore"si *edah atau timpanoplasti. 2ada OMSK *enigna, peradangan ter*atas pada mu"osa sa%a, tida" mengenai tulang.2erforasi terleta" di sentral.=arang menim*ul"an "ompli"asi *er*aha&a dan tida" terdapat "olesteatom 63%aafar, 27728. 2roses peradangan pada OMSK tipe *enigna ter*atas pada mu"osa sa%a, dan *iasan&a tida" mengenai tulang. 2erforasi terleta" di sentral.Emumn&a OMSK tipe *enigna %arang menim*ul"an "ompli"asi &ang *er*aha&a.2ada OMSK tipe *enigna tida" terdapat "oleasteatom 63%aafar, 277#8. OMSK tipe maligna disertai dengan "olesteatom.2erforasi terleta" marginal, su*total, atau di ati".Sering menim*ul"an "ompli"asi &ang *er*aha&a atau fatal 63%aafar, 27778. ?ang dima"sud dengan OMSK tipe maligna ialah OMSK &ang disertai dengan "olesteatoma.OMSK ini di"enal %uga dengan OMSK tipe *aha&a atau OMSK tipe tulang.2erforasi pada OMSK tipe maligna leta"n&a marginal atau di ati", "adang!"adang terdapat %uga "olesteatoma pada OMSK dengan perforasi su*total.Se*agian *esar "ompli"asi &ang *er*aha&a atau fatal tim*ul pada OMSK tipe maligna. Diagn"sis +linis Mengingat *aha&a "ompli"asi, OMSK maligna harus didete"si se%a" dini.3iagnosis pasti ditega""an pada penemuan di "amar operasi. /e*erapa tanda "linis se*agai pedoman adalah perforan pada marginal atau ati", a*ses

29

atau fistel petroanri"uler, polip atau %aringan granulasi ditelinga tengah, se"ret pem*entu" nanah dan *er*au "has . 2ada inspe"si telinga didapat"an mu"osa telinga hiperemisi gelem*ung udara atau airan di *ela"ang mem*rana t&mpani.Mem*rani t&mpani tampa" "ering atau perforasi 6terdapat lu*ang pada mem*ran t&mpani8 mem*rana t&mpani tampa" reetra"si "e dalam. Kultur dari se"ret didapat"an *a"teri, *a"teri terse*ut dapat merupa"an pen&e*a* dari OMA &ang resisten. I!ra& atau :5 s an "epala didapat pen&e*aran dari infe"si telinga tengah E%i fistula perlu dila"u"an pada setiap "asus supurasi telinga tengah "roni" dengan riwa&at .ertigo.E%i ini memerlu"an pem*erian te"anan positif dan negatif pada mem*rana timpani dan dengan demi"ian dapat diterus"an melalui rongga telinga tengah.Entu" tu%uan ini dapat diguna"an otos"op pneumati" *ila dapat dipasti"an pemasangan &ang erat.E%i ini perlu rutin di"er%a"an pada pasien!pasien dengan otitis media "roni", "arena fistula sering "ali ada se"alipun tanpa .ertigo.A"an tetapi u%i fistula &ang *erhasil negatif, *elum dapat men&ing"ir"an "emung"inan adan&a fistula. Tera'i 2enatala"sanaan 5erapin&a sering lama dan harus *erulang!ulang "arena 1 1. Adan&a perforasi mem*ran timpani &ang permanen 2. 5erdapat sum*er infe"si di faring, nasofaring, hidung, dan sinus paranasal, #. 5elah ter*entu" %aringan patologi" &ang ire.ersi*el dalam rongga mastoid '. $i<i dan "e*ersihan &ang "urang 2rinsip terapi OMSK tipe *enigna ialah "onser.atif atau dengan medi"amentosa./ila se"ret &ang "eluar terus menerus, ma"a di*eri"an o*at pen u i telinga, *erupa larutan ;2O2 #J selama #!( hari.Setelah se"ret *er"urang, ma"a terapi dilan%ut"an dengan mem*eri"an o*at tetes telinga &ang mengandung anti*ioti"a dan "arti"osteroid./an&a" ahli *erpendapat
30

*ahwa semua o*at tetes &ang di%ual di pasaran saat ini mengandung anti*ioti"a &ang *ersifat ototo"si".Oleh se*a* itu penulis mengan%ur"an agar o*at tetes telinga %angan di*eri"an se ara terus menerus le*ih dari 1 atau 2 minggu atau pada OMSK &ang sudah tenang.Se ara oral di*eri"an anti*ioti"a dari golongan ampisilin, atau eritromisin, 6*ila pasien alergi terhadap penisilin8, se*elum tes resistensi diterima.2ada infe"si &ang di urigai "arena pen&e*a*n&a telah resisten terhadap ampisilin dapat di*eri"an ampisilin asam "la.ulanat. /ila se"ret telah "ering, tetapi perforasi masih ada setelah dio*ser.asi selama 2 *ulan, ma"a idealn&a dila"u"an miringoplasti atau timpanoplasti.Operasi ini *ertu%uan untu" menghenti"an infe"si se ara permanen, memper*ai"i mem*ran timpani &ang perforasi, men egah ter%adin&a "ompli"asi atau "erusa"an pendengaran &ang le*ih *erat, serta memper*ai"i pendengaran. /ila terdapat sum*er infe"si &ang men&e*a*"an se"ret tetap ada, atau ter%adin&a infe"si *erulang, ma"a sum*er infe"si itu harus dio*ati terle*ih dahulu, mung"in %uga perlu mela"u"an pem*edahan, misaln&a adenoide"tomi dan tonsile"tomi. 2rinsip terapi OMSK tipe maligna ialah pem*edahan, &aitu mastoide"tomi.=adi, *ila terdapat OMSK tipe maligna, ma"a terapi &ang tepat ialah dengan mela"u"an mastoide"tomi dengan atau tanpa timpanopplasti.5erapi "onser.atif dengan medi"amentosa han&alah merupa"an terapi sementara se*elum dila"u"an pem*edahan./ila terdapat a*ses su*periosteal retroauri"uler, ma"a insisi a*ses se*ai"n&a dila"u"an tersendiri se*elum "emudian dila"u"an mastoide"tomi. Pen/egahan 2engo*atan &ang epat dari OMA a"an men egah *er"em*angn&a OMA men%adi OM:. 2emeri"saan ulangan sesudah pengo*atan dari telinga &ang terinfe"si a"an men&a"in"an *ahwa penderita sudah sem*uh. +"m'likasi Menurut Shan*ough 6277#8 "ompli"asi OMK ter*agi atas1
31

a. Kompli"asi Intratemporal i. 2erforasi mem*rane timpani. ii. Mastoiditis a"ut. iii. 2arese ner.us fasialis. i.. 4a*irinitis. .. 2etrositis. *. Kompli"asi E"stratemporal. i. A*ses su*periosteal. . Kompli"asi Intra"ranial. i. A*ses ota". ii. 5rom*ofle*itis. iii. ;idro ephalus oti"us. i.. Empiema su*dural9 e"stradural

(. /agaimana resi"on&a0

patofisiologi,

manifestasi

"linis,

pemeri"saan

dan

penatala"sanaan dari Rhinitis Allergica0 3an apa sa%a etiologi serta fa"tor -hinitis Allergi/a (-A) Rhinitis alergi adalah inflamasi di dalam a.um nasi &ang dise*a*"an oleh alergen, seperti de*u, ser*u" sari *unga, dan alergen lainn&a. Pat"!isi"l"gi Rhinits alergi ini dise*a*"an rea"si imunologis tu*uh &ang *erusaha melawan alergen &ang terhirup "e dalam a.um nasi. Keti"a sistem imun tu*uh mengenali alergen dan menim*ul"an rea"si o.ersensitifitas ma"a sistem imun a"an menghasil"an anti*odi untu" melawan alergen terse*ut. Anti*odi adalah protein &ang "husus di"eluar"an oleh el dan *eredar di darah untu" melawan firus dan infe"si. Rea"si alergi tida" a"an mun ul pada paparan pertama alergen, terdapat tahap pengenalan PsensitasiQ terle*ih dahulu. Setelah tu*uh mening"at"an sensitifitas terhadapa alergen terse*ut, setiap tu*uh terpapar alergen ma"a sel!sel tu*uh pada *agian &ang

32

*ersang"utan a"an mengeluar"an <at!<at "ima *erupa ;istamin &ang nantin&a "an menim*ul"an re"asi alergi. 3ejala a. 2rimer i. Inflamasi mem*ran mu"osa hidung ! nantin&a "an menghalangi %alan udara ii. 2rodu"si se"ret mu"us F dise*a*"an "arena terdapat inflamasi dan men&e*a*"an *ersin!*ersin dan "eluarn&a se"ret iii. ;idung gatal i.. Kesulitan dalam mem*au .. Mata *erair *. Se"under i. /atu" ii. iii. i.. Sa"it tenggoro"an Kelelahan Sa"it "epala Pemeriksaan a. Anamnesis 1 ge%ala, onset, riwa&at pen&a"it dahulu 6alergi,ds*8 *. 2emeri"saan fisi" . 5est alergi 1 test "ulit, pemeri"saan darah 6IgE8, penghitungan %umlah eosinophil pada sel darah putih Penatalaksanaan a. $a&a hidup dan menghindari alergen *. Medi"amentosa 1 i. Antihistamin ii. Korti"osteroid iii. 3e ongestan . Sunti" alergi 6imunoterapi8 ). /agaimana"ah hu*ungan antara riwa&at pen&a"it dahulu dengan riwa&at pen&a"it se"arang0
33

2ada saat rema%a pasien sering pile" saat terpapar de*u di"arena"an pasien memili"i alergi terhadap de*u sehingga memi u adan&a rhinitis alergi"a. Karena tida" dio*ati hingga tuntas dan tim*ul *er"ali!"ali hal ini *erlan%ut se*agai pen etus otitis media a"ut pada 1 tahun &ang lalu. Otitis media *isa ter%adi "arena pada rhinitis alergi"a dapat ter%adi pen&um*atan tu*a Eusta hius. ;al ini men&e*a*"an te"anan negatif pada telinga tengah sehingga mem*ran timpani retra"si dan men&e*a*"an pasien merasa n&eri, tahap ini dise*ut stadium o"lusi. /erlan%ut pada tahap hiperemis dimana mem*ran timpani tampa" pem*uluh darahn&a mele*ar serta edema. Se"ret telah ter*entu" namun masih su"ar dilihat. 2ada saat stadium supurasi mem*ran timpani menon%ol "e arah telinga luar a"i*at edema &ang he*at pada mu"osa telinga tengah dan han urn&a sel epitel superfisial, serta ter*entu"n&a e"sudat purulen di "a.um timpani. Apa*ila tida" ditangani dan te"anan di telinga tengah tida" *er"urang ter%adilah is"emia, trom*ofle*itis dan ne"rosis mu"osa serta su*mu"osa. 3i tempat ini a"an ter%adi ruptur dan airan &ang tertumpu" pada "a.um timpani a"an mengalir "e telinga luar. 5ida" menutupn&a mem*ran timpani pada stadium resolusi *erlan%ut pada pen&a"it otitis media supuratif "ronis 6OMSK8 *ila sudah le*ih dari 2 *ulan atau , minggu. :airan "ental, "uning, dan *er*au *usu" menanda"an adan&a infe"si pada telinga tengah &ang merupa"an in.asi dari nasofaring melalui tu*a auditi.a. 4aman&a pasien se%a" mengeluh"an airan "eluar dari telinga 1 tahun &ang lalu dapat menanda"an pasien menderita otitis media supuratif "ronis. 6Mans%oer,277+8 +. /agaimana"ah patofisiologi ter%adin&a ge%ala!ge%ala pada s"enario0 3ejala 'a a -i4a5at Pen5akit Dahulu 6 a. )Sering pilek dan hidung tersumbat bergantian kanan dan kiri terutama bila ada debu* 3ari ge%ala diatas "emung"inan pasien menderita rhinitis alergika.

34

Rhinitis alergi"a adalah "elainan pada hidung dengan ge%ala *ersin! *ersin, rinore, rasa gatal dan tersum*at setelah mu"osa hidung terpapar alergen &ang diperantarai oleh IgE. 6R;O, 27718 Pat"!isi"l"gi Rinitis alergi merupa"an suatu pen&a"it inflamasi &ang diawali dengan tahap sensitisasi dan dii"uti dengan rea"si alergi. Rea"si alergi terdiri dari 2 fase &aitu immediate phase allergic reaction atau rea"si alergi fase epat 6RA@:8 &ang *erlangsung se%a" "onta" dengan alergen sampai 1 %am setelahn&a dan late phase allergic reaction atau rea"si alergi fase lam*at 6RA@48 &ang *erlangsung 2!' %am dengan pun a" )!, %am 6fase hiperrea"ti.itas8 setelah pemaparan dan dapat *erlangsung 2'!', %am. 2ada "onta" pertama dengan alergen atau tahap sensitisasi, ma"rofag atau monosit &ang *erperan se*agai sel pen&a%i 6Antigen Presenting +ell9A2:8 a"an menang"ap alergen &ang menempel di permu"aan mu"osa hidung. Setelah diproses, antigen a"an mem*entu" fragmen pende" peptide dan *erga*ung dengan mole"ul ;4A "elas II mem*entu" "omple" peptide M;: "elas II 6%ajor ,istocompatibility +omple-8 &ang "emudian dipresentasi"an pada sel 5 helper 65h78. Kemudian sel pen&a%i a"an melepas sito"in seperti interleu"in 1 6I4!18 &ang a"an menga"tif"an 5h7 untu" *erproliferasi men%adi 5h1 dan 5h2. 5h2 a"an menghasil"an *er*agai sito"in seperti I4!#, I4!', I4!(, dan I4!1#. I4!' dan I4!1# dapat dii"at oleh reseptorn&a di permu"aan sel limfosit /, sehingga sel limfosit / men%adi a"tif dan a"an memprodu"si imunoglo*ulin E 6IgE8. IgE di sir"ulasi darah a"an masu" "e %aringan dan dii"at oleh reseptor IgE di permu"aan sel mastosit atau *asofil 6sel mediator8 sehingga "edua sel ini men%adi a"tif. 2roses ini dise*ut sensitisasi &ang menghasil"an sel mediator &ang tersensitisasi. /ila mu"osa &ang sudah tersensitisasi terpapar alergen &ang sama, ma"a "edua rantai IgE a"an mengi"at alergen spesifi" dan ter%adi degranulasi 6pe ahn&a dinding sel8 mastosit dan *asofil dengan a"i*at terlepasn&a mediator "imia &ang sudah

35

ter*entu" 6Per"ormed %ediators8 terutama histamine. 6Irawati, Kasa"a&an, Rusmono, 277,8 Se ara garis *esar, pengeluaran histamine oleh tu*uh a"an men&e*a*"an, rasa gatal gidung dan *ersin!*ersin, hiperse"resi "elen%ar mu"osa dan sel go*let ditam*ah mening"atn&a permea*ilitas "apiler, dan hidung men%adi tersum*at "arena .asodilatasi sinusoid. 6Swardana, 27778 b. ).elinga kanan keluar cairan encer, jernih, dan ada darah. &ambuhkambuhan jika batuk pilek.* $e%ala diatas merupa"an "elan%utan dari ge%ala pasien &ang sering menderita *atu" pile" saat terpapar de*u. $e%ala diatas "emung"inan ter%adi "arena pasien terus terpapar oleh allergen, dan tida" mela"u"an pengo*atan atau pen egahan supa&a alergin&a tida" "am*uh. Kemung"inan pasien setahun &ang lalu menderita "titis me ia, infe"sin&a *erasal dari hidung pasien men&e*ar "e telinga tengah pasien melalui tuba auditi#a eustachii, &ang merupa"an penghu*ung nasofaring dengan auris media. Setelah itu, ter*entu" efusi di dalam auris media "arena infe"si dari hidung itu sendiri. :airan lama!lama tera"umulasi di dalam auris media sehingga mendesa" mem*rane timpani "earah lateral9*ulging. =i"a "eadaan ini tida" dio*ati 6seperti "emung"inan &ang ter%adi pada s"enario8, mem*rane timpani tida" dapat menahan airan &ang ada di dalam auris media, dan ter%adi rupture mem*rane timpani9perforasi sehingga "eluar airan dan darah dari dalam telinga. Keadaan ini dapat ter%adi "am*uh! "am*uhan "arena sum*er infe"sin&a sendiri *elum dio*ati. 63%aafar, 27128 c. )Sekret kuning, kental, dan bau busuk dari telinga.* Seperti &ang telah di%elas"an, pasien setahun &ang lalu "emung"inan *esar menderita otitis media. A"an tetapi, "arena mung"in pasien tida" mela"u"an pengo*atan atau pengo*atan setahun &ang lalu tida" ade"uat, telinga tengah pasien tetap mengeluar"an airan, ditam*ah da&a tahan tu*uh pasien &ang lemah di"arena"an pasien mempun&ai alergi terhadap de*u dan
36

terpa%an setiap hari. Karena pen&a"it &ang dideritan&a sudah men apai "ronis, ma"a "eadaan se"ret &ang "eluar pun *er*eda di*anding"an setahun &ang lalu, &a"ni "uning, "ental dan *er*au *usu". 6/alHis, 271#8 d. ).elinga berdengung dan kepala pusing.* $e%ala &ang dirasa"an pasien adalah tinnitus. 2ada tinitus ter%adi a"ti.itas ele"tri" pada area auditorius &ang menim*ul"an perasaan adan&a *un&i, namun impuls &ang ada *u"an *erasal dari *un&i e"sternal &ang ditransfor!masi"an, melain"an *erasal dari sum*er impuls a*normal di dalam tu*uh pasien sendiri. Impuls a*normal itu dapat ditim*ul"an oleh *er*agai "elainan telinga. 5initus dapat ter%adi dalam *er*agai intensitas. 5initus dengan nada rendah, seperti *ergemuruh atau nada tinggi, seperti *erdengung. 5initus dapat terus menerus atau hilang tim*ul terdengar. 5initus *iasan&a dihu*ung"an dengan tuli sensorineural dan dapat %uga ter%adi "arena gangguan "ondu"si. 5initus &ang dise*a*"an oleh gangguan "ondu"si, *iasan&a *erupa .*un&i dengan nada rendah. =i"a disertai dengan inflamasi, *un&i dengung ini terasa *er!den&ut 6tinitus pulsasi8.5initus dengan nada rendah dan terdapat gangguan "ondu"si, *iasan&a ter%adi pada sum!*atan liang telinga "arena serumen atau tumor, tu*a "atar, otitis media, otos"lerosis dan Iain!lain. 63%aafar, 27128 ,. Apa"ah pengertian dan pen&e*a* tinnitus0 /agaimana patofisiologi, pemeri"saan dan penatala"sanaann&a0 Tinnitus 5innitus adalah "eadaan dimana terdengar suara di telinga atau di "epala tanpa adan&a stimulus a"usti". Suara &ang terdengar dapat *erupa nada murni atau nada multiple dan dapat pula *erupa nada tinggi, nada rendah, *erdenging, *ergemuruh, *un&i PklikQ, *un&i mendesis, "asar, *erden&ut, atau menetap. 5innitus merupa"an hasil a"tifitas a*normal di per%alanan saraf &ang diterima se*agai sensasi suara dalam pendengaran. ;al ini merupa"an suatu
37

sistem &ang "omple"s dan *u"an merupa"an suatu pen&a"it. Se ara epidemiologi se"itar 17J pendudu" pernah mengalami tinnitus, 1J mengalami tinnitus *erat. Ke*an&a"an pasien *erusia (7!+1 tahun. Pen5ebab tinnitus 2en&e*a* umum1 a. Kotoran telinga *erle*ihan *. Infe"si telinga . :edera "epala d. 2en&a"it "ardio.as"uler e. 2en&a"it Meniere f. 3egenerasi ossi ulae auditi.ae g. 2aparan *ising 2en&e*a* lain1 a. Idiopati" *. ;earing loss . 2res*&a usis d. Neuroma a"usti" e. O*at!o*atan f. 4esi pem*uluh darah intra ranial 5innitus dapat di*eda"an men%adi tinnitus su*&e"tif dan o*&e"tif. Seseorang di"ata"an tinnitus o*&e"tif *ila tinnitusn&a dapat didengar pemeri"sa. /ila mempun&ai "ara"ter *erden&ut atau tim*ul pada "eadaan tertentu, ada "emung"inan "arena pem*uluh darah &ang a*normal, tu*a eusta hii a*normal atau masalah otot t&mpani. 5innitus &ang *erasal dari pem*uluh darah &ang a*normal *iasan&a *er*un&i halus, *erdesir, *erden&ut sesuai irama %antung. Keadaan &ang dapat men&e*a*"an tinnitus o*%e"tif adalah arterio .enosus shunt, arterial *ruit, .enosus hum, dan patulous tu*a eusta hii. 5innitus &ang *erasal dari neurosensoral *elum dapat di%elas"an fisiologin&a, dapat dise*a*"an oleh "elainan o hlea, n. o hlearis, dan
38

hipera"tifitas sel ram*ut. 5innitus *erhu*ungan "uat dengan depresi dan anAietas "arena dapat mempengaruhi tidur dan "onsentrasi. E7aluasi 'asien engan tinnitus a. /agaimana "ara"teristi" suara dan "ualitas hidup pasien *. Riwa&at hilang pendengaran . Ada tida"n&a paparan *ising d. 2ema"aian o*at!o*atan ototo"si" e. 2emeri"saan saraf telinga f. 3iagnose *anding g. 5innitus su*&e"tif 9 o*&e"tif Pemeriksaan 5ang ilakukan a. Inspe"si a.um auditorius, auris e"sterna, mem*rana t&mpani a, n. D, DI, DII, arti ulation temporomandi*ularis, aus"ultasi %antung, arteri "arotis, region periaural *. 2emeri"saan otos"opi melihat adan&a pen&a"it auris e"sterna dan auris media, "otoran telinga, mo*ilitas a*normal mem*rane t&mpani a dan ossi ula auditi.a, "ontra"si mus uli auris media. . E.aluasi .esti*ulo"o"learis, test audiologi, e.aluasi .esti*uler, pemeri"saan radiologi d. E.aluasi o hlear, pure!tone audiometri, A/R 6 Auditory /rainstem Response8, speech audiometric, test tone de a&, impedance audiometric, refleA a"usti", test refleA de a&. Penatalaksanaan tinnitus /e*erapa tinnitus dapat dieliminasi dengan o*at!o*atan atau pem*edahan. Dasodilator, <at anestesi, IanaA, lido ain, antidepresan dapat mensupresi tinnitus. 5er"adang *e*erapa "asus tinnitus dapat mengalami resolusi spontan, tetapi *an&a" %uga &ang menetap. 2engo*atan didasar"an pada "elainan &ang didapat seperti *ila ada "otoran telinga ma"a telinga di*ersih"an, *ila ada infe"si telinga ma"a di*eri pengo*atan. 2ada tinnitus su*&e"tif "arena pen&e*a*n&a sering tida" di"etahui ma"a pengo*atan pun men%adi sulit. /ila dengan o*at!o*atan tida" ada
39

per*ai"an ma"a di*eri"an 5R5 6.innitus Retraining .herapy8, &aitu suatu ara dimana pasien di*eri"an suara lain sehingga "eluhan suara *erdenging tida" dirasa"an lagi. ;al ini *isa dila"u"an dengan mendengar radio @M &ang tida" sedang mela"u"an siaran terutama pada saat tidur. /ila tinnitus disertai gangguan pendengaran dapat di*eri"an alat *antu dengar &ang disertai masking.

40

BAB III +ESIMPULAN DAN SA-AN +esim'ulan ;asil anamnesis pada pasien di s"enario didapat"an "eterangan adan&a infe"si pada telinga pasien. 3ari riwa&at pen&a"it dahulu pasien &ang sering pile" saat rema%a, apalagi %i"a terpapar de*u di urigai adan&a riwa&at alergi &ang u"up lama. 2ada pemeri"saan rhinos"opi anterior ditemu"an adan&a dis harge seromu"ous, "on"a hipertrofi dan li.ide, dan &ang tera"hir ini merupa"an tanda "has pada "e%adian rhinitis allergica. 3an pada pemeri"saan otos"opi, telinga "anan didapat"an adan&a dis harge mu"opurulen, dan granuloma. $ranuloma itu sendiri merupa"an tanda *ahwa telah ter%adi re"asi radang &ang "ronis &ang ditemu"an *iasan&a pada otitis media supuratif "ronis 6OMSK8. OMSK sendiri dapat ter%adi %i"a telah ter%adi otitis media a"ut 6OMA8 terle*ih dahulu. =i"a dilihat dari riwa&at pen&a"it dahulu pasien, rhinitis "ronis dapat men&e*a*"an gangguan pada tu*a eusta hii &ang a"hirn&a men&e*a*"an o"lusi dari tu*a eusta hii. O"lusi terse*ut menim*ul"an te"anan negatif pada telinga tengah &ang nantin&a menghalangi "eluarn&a se"ret dari telinga tengah "e nasofaring. 3engan adan&a infe"si &ang masu" "e tu*a a"i*at rhinitis dan %uga "egagalan tu*a untu" mngeluar"an se"retn&a menim*ul"an ter%adin&a infe"si pada telinga tengah 6OMA8. Karena ter%adin&a OMA pada pasien tida" dila"u"an pengo*atan &ang ade"uat dan di*iar"an sa%a, ma"a lama!elamaan tim*ullah otitis media supuratif "ronis 6OMSK8. Karena itu, dalam tatala"sana seharusn&a tida" han&a dila"u"an pengo*atan medi"amentosa, seperti anti*ioti", antiinflamasi, antin&eri, tetapi %uga perlu dila"u"an pem*ersihan telinga tengah. Selain itu, pasien perlu di*eri"an edu"asi mengenai pen egahan tim*ln&a rhinitis allergica dengan menghindari *ahan!*ahan &ang memi u

41

Saran 3alam dis"usi tutorial ini, mahasiswa sudah u"up a"tif. Namun masih "urang dalam penelusuran literature &ang .alid. 5utor sudah *ai" dalam men%aga situasi dis"usi dan %uga mengarah"an mahasiswa. Sehingga tu%uan pem*ela%aran &ang ada dapat ter apai.

42

DA#TA- PUSTA+A

Adams $4, /oies 4R, ;igler 2A. 2en&a"it 5elinga 5engah dan Mastoid. /oies, /u"u A%ar 2en&a"it 5;5 Ed. ). =a"arta1E$:-,,!11> /alHis, Nora. 2711. 0ambaran otitis media supurati" kronik di RS1P. ,.Adam %alik tahun 2223. http199www.repositor&.usu.a .id 63ia"ses tanggal 2, Agustus 271#8 /arrett, E., d"". 2711. 0anong4s Re#ie o" %edical Physiology! ,earing 5

(6uilibrium 27rd (d. Singapore1 M $raw ;ill. p.27#!1#. /roides, A., d"". Acute otitis media caused by %ora-ella catarrhalis! (pidemiologic and +linical +haracteristic. :lini al Infe tious 3iseases 277>-'>11)'1F+. 3%aafar, S.A., ;elmi Restuti R.3. 277+. /uku Ajar 8lmu &esehatan .elinga ,idung .enggorok &epala dan 9eher, (disi &eenam. =a"arta1 @KEI 3%aafar, S.A.. 277#. $tittis %edia Supurati" &ronik, dalam Soepardi, S.A., d"", 6ed8, Penatalaksanaan Penyakit dan &elainan .elinga ,idung .enggorok, (disi 7. =a"arta1 /alai 2ener*it @K EI ;elmi. 2772. &omplikasi $titis %edia Supurati" &ronis dan %astoiditis , dalam Soepardi, E.A., d"", 6ed8, /uku Ajar 8lmu &esehatan .elinga ,idung .enggorok &epala 9eher, (disi 5. =a"arta1 /alai 2ener*it @K EI ;eno howi <, S. I. 2712. Allergic rhinitis. htt'688444.nlm.nih.g"78me line'lus8en/58arti/le8999:$&.htm. 63ia"ses tanggal # Septem*er 271#8 Medi inesia. 2712. :isiologi Pendengaran. http199www.medi inesia. om9"edo"teran!dasar9penginderaan!"edo"teran! dasar9fisiologi!pendengaran9. 63ia"ses tanggal 1 Septem*er 271#8

43

Mes her, Anthon& 4. 2711. ,istologi ;asar <un6uiera! .eks 5 Atlas. =a"arta 1 E$:. 2age1 '1(!'2>. Sherwood, 4. 2717. ,uman Physiology! .he Peri"eral =er#ous System! A""erent ;i#ision> Spesial Sense ?th (d. 2hiladelphia1 /roo"s9:ole Engange 4earning. p. 21#!2#. Suardana, R. 2777. Pendidikan &edokteran /erkelanjutan @P&/A ke-88, Rhinitis Alergika Secara &omprehensi". 3enpasar1 S&arti"a, 4isa. 271#. .innitus. 3alam :lini :orner SM@ 5;5 Santosa /andung International ;ospital 6S/I;8. ?ani ", 2. 1>>(. =atural Relie" "rom .innitus. Enited States1 $ood ;ealth $uide. p.2(.

44