Anda di halaman 1dari 10

Nama: Ria Sri Rahayu NPM : 411112007 2A

IDENTIFIKASI Salmonella thyphi I. II. HARI/TANGGAL: 25-28 FEBRUARI 2014 PENDAHULUAN Demam tifoid menular melalui makanan dan minuman yang telah tercemar oleh Salmonella typhi atau orang yang telah menjadi carrier, yaitu orang yang telah mengalami infeksi tetapi bakteri tersebut masih terdapat di dalam tubuhnya. Pada orang yang merupakan carrier, biasanya tidak terdapat gejala spesifik, sehingga penularan demam tifoid terutama disebabkan oleh penderita ini. Antibiotik merupakan faktor penting dalam pengobatan demam tifoid. Beberapa antibiotik lini pertama yang telah ditemukan untuk mengobati demam tifoid adalah kloramfenikol, ampicillin, dan kotrimoxazole. Semakin seringnya penggunaan antibiotik tersebut menyebabkan resistensi dikarenakan adanya mutasi pada bakteri Salmonella typhi sehingga bisa bertahan terhadap antibiotik tersebut. Resistensi terhadap tiga agen lini pertama yang telah disebutkan disebut multi-drug resistance Salmonella typhi (MDR-ST). Resistensi ini telah menjadi masalah penting di Asia Tenggara dan India selama bertahun-tahun. Untuk mengatasi masalah resistensi ini, dikembangkan penelitian untuk menemukan obat yang lebih efektif, dan hasilnya ditemukan florokuinolon yang efektif untuk mengatasi MDR-ST. Florokuinolon saat ini digunakan sebagai obat lini pertama untuk pengobatan demam tifoid, namun pada perkembangannya terdapat laporan yang menyatakan bahwa sensitivitas bakteri Salmonella typhi terhadap florokuinolon mulai menurun (Chau et al.,

2007). Oleh karenanya perlu ada pengembangan obat baru yang dapat menanggulangi resistensi ini agar pengobatan demam tifoid lebih efektif. isolasi dan identifkasi strain bakteri S. typhi, S. pada sample darah penderita demam tipoid yang ditunjukkan dengan diagnosa klinis. 5 mililiter darah vena tanpa antikoagulan diambil, kemudian dimasukkan kedalam 5 ml media BHI, diinkubasi pada suhu 37C selama 24 jam. Pada hari berikutnya ditanam pada media SSA dan MC dengan metode gores, kemudian diinkubasi 37C selama 24 jam, tersangka koloni S. typhi, S. paratyphi A, B dan C pada media SSA / MC memiliki elevesi cembung, warna koloni transparan, tepi rata, konsistensi smooth, diameter 2-3mm. Setelah itu koloni tersangka S. typhi, ditanam pada media uji biokimia (Indol, MR, Vp, Citrat, Motilitas, Urea, TSIA, Glukosa, Laktosa, Manitol, dan Sukrosa) diinkubasi pada suhu 37C selama 24 jam, setelah itu diamati hasil uji biokimianya (WHO, 2003). 1. Indol Media yang digunakan adalah media Tryptofan Broth, media ini digunakan untuk mengetahui adanya produksi enzim triptofanase dari bakteri yang memecah triptofan menjadi asam piruvat dan hasil sampingnya berupa amoniak dan indol, untuk itu media dilengkapi dengan asam amino triptofan, Jika bakteri mampu memecah asam amino triptofan dan menghasilkan indol maka dapat diditeksi dengan meneteskan reagen Kovacs atau reagen Erlich yang mengandung Para Amino Benzoic Acid (PABA) melalui dinding tabung, dan akan terjadi ikatan antara indol dengan PABA yang membentuk cincin merah. 2. Methyl Red dan Voges Proskauer Media uji untuk MR-Vp mengandung glukosa sebagai bahan uji kemampuan bakteri dalam mengubah glukosa menjadi asam organik dan alkohol. Untuk uji MR jika bakteri mampu mengubah glukosa manjadi asam organik dan alkohol, maka setelah ditambahkan dengan reagen MR maka media akan berubah menjadi merah, tapi jika bakteri tidak mampu mengubah

glukosa menjadi asam organik dan alkohol maka media tetap berwarna kuning. Untuk uji Voges Proskauer jika bakteri mampu mengubah glukosa manjadi asam organik dan alkohol, maka setelah ditambahkan dengan alfa nafthol dan KOH 40% maka media akan berubah menjadi merah, tapi jika bakteri tidak mampu mengubah glukosa menjadi asam organik dan alkohol maka media tetap berwarna kuning. 3. Simon Citrat Media simon citrat digunakan untuk menguji kemampuan bakteri didalam menggunakan sitrat sebagai sumber karbon utama bagi bakteri. Jika sitrat digunakan atau difermentasi, maka akan mengubah indikator Bromo Thymol Blue yang semula hijau menjadi biru. 4. Motilitas Media yang digunakan untuk uji motilitas adalah media uji semisolid, uji ini digunakan untuk melihat pergerakan bakteri. Bakteri yang memiliki flagel sebagai alat gerak, akan bergerak menuju makanan atau oksigen yang gerakannya dapat dilihat membekas pada media semisolid berupa tanda guratan, atau gambaran putih disekitar tusukan. 5. Urea Broth Media ini digunakan untuk mengetahui kemampuan bakteri dalam menguraikan urea ( oleh enzim urease yang dihasilkan bakteri). Dalam penguraian urea ini akan menghasilkan residu berupa amoniak, sehingga akan mengubah warna indikator neutral red menjadi lebih ungu. 6. Tripel Sugar Iron Agar Media TSIA mengandung 3 macam gula yaitu laktosa dan sukrosa pada lereng media, dan glukosa pada dasar media, hal ini disebabkan oleh berat molekul glukosa lebih rendah dari laktosa dan sukrosa. Media tersebut digunakan untuk menguji kemampuan bakteri dalam memfermentasi karbohidrat (gula) menjadi asam organik, dengan disertai pembentukan gas maupun tidak. Selain itu media TSIA juga mengandung logam berat Fe (besi)

yang dapat digunakan untuk uji kemampuan bakteri dalam memproduksi H2S. Jika bakteri tidak mampu memfermentasi laktosa dan sukrosa dan memfermentasikan glukosa maka pada lereng media akan berwarna kuning dan pada dasar media berwarna merah (K/A). Jika bakteri memfermentasi glukosa maupun laktosa dan sukrosa maka pada lereng dan dasar media akan berwarna kuning (terbentuk asam) dan jika bakteri tidak mampu memfermentasikan glukosa maupun laktosa dan sukrosa maka lereng maupun dasar media akan berwarna merah (tidak terbentuk asam). 7. Gula-gula (Glukosa, Laktosa, dan Sukrosa) Media uji gula-gula ini digunakan untuk mengetahui kemampuan bakteri dalam memfermentasikan glukosa, laktosa dan sukrosa menjadi asam. Pada media gula-gula dilengkapi dengan indikator phenol red, jika bakteri memfermantasi glukosa, laktosa dan sukrosa menjadi asam maka media akan berubah dari merah menjadi kuning, khusus pada media glukosa dilengkapi dengan tabung durham yang berfungsi untuk menampung gas CO2 sebagai hasil samping dari fermentasi gula menjadi asam. III. TUJUAN Untuk mengidentifikasi Salmonella thypi dalam sampel darah IV. PRINSIP Identifikasi Salmonella thypi dalam sampel darah dengan penanaman mada media Mc dan SS dan uji biokimia. V. TINJAUAN PUSTAKA Mac Conkey Agar adalah salah satu jenis media yang digunakan untuk identifikasi mikroorganisme. Mac Conkey agar termasuk

dalam media selektif dan diferensial bagi mikroba. Jenis mikroba tertentu akan membentuk koloni dengan ciri tertentu yang khas apabila ditumbuhkan pada media ini. (Lay B, 1994). Salmonella merupakan suatu genus bakteri enterobakteria gramnegatif berbentuk tongkat yang menyebabkan tifus, paratifus, dan penyakit foodborne. Spesies-spesies Salmonella dapat bergerak bebas dan

menghasilkan hydrogen sulfida. Salmonelladinamai dari Daniel Edward Salmon, ahli patologi Amerika, walaupun sebenarnya, rekannya Theobald Smith (yang terkenal akan hasilnya pada anafilaksis) yang pertama kali menemukan bacterium tahun 1885 pada tubuh babi. Berikut adalah klasifikasi dari Bakteri Salmonella : Kerajaan Kelas Order : : : Bakteri Gamma Proteobacteria Enterobacteriales Enterobacteriaceae Salmonella S. enterica (Anonim, 2009).

Keluarga : Genus Species : :

Salmonella typosa merupakan basil gram negatif yang bergerak dengan bulu getar, tidak berspora, mempunyai sekurang-kurangnya 3 macam antigen, yaitu antigen O,antigen somatik yang tidak menyebar, terdiri dari zat komplek lipopolisakarida,antigen Vi (kapsul) yang meliputi tubuh kuman dan melindungi O antigen terhadap fagositosis dan antigen H (flagella). Ketiga jenis antigen tersebut dalam tubuh manusia akan menimbulkan pembentukkan tiga macam antibody yang biasa disebut agglutinin (Ngastiyah 2005). Demam typhoid adalah penyakit sistemik akut akibat

infeksi salmonella typhi yang ditandai dengan malaise (Corwin, 2000). Penyebab utama dari penyakit ini adalah kuman

Salmonella typhosa, Salmonella typhi, A, B, dan C. Kuman ini banyak terdapat di kotoran, tinja manusia, dan makanan atau minuman yang terkena kuman yang di bawa oleh lalat. Sebenarnya sumber utama dari penyakit ini adalah lingkungan yang kotor dan tidak sehat. Tidak seperti virus yang dapat beterbangan di udara, bakteri ini hidup di sanitasi yang buruk seperti lingkungan kumuh, makanan, dan minuman yang tidak higienis (Ngastiyah 2005).

VI.

PROSEDUR

A. Prosedur pengambilan sampel 1. Periksa terlebih dahulu vena yang kan diambil darahnya. 2. Bersihkan kulit dengan alcohol 70% 3. Bersihkan kulit dengan iodine 3.5% (dapat dibersihkan lagi dengan alcohol 70%), jangan melakukan palpasi lagi untuk mencari vena setelah kulit dibersihkan. 4. Ambil darah, jumlah darah yang diambil bergantung pada jenis pemeriksaan dan pada jenis mikroba yang diduga ada dalam darah tersebut. B. Prosedur Identifikasi Hari I. Tanam sampel pada media Mc dengan Ose inkubasi selama 24 jam pada suhu 370C. Hari II. Identifikasi pada media Mc, tanam pada uji gula-gula, urease, TSIA, SIM, SC, MR, VP. Inkubasi 24 jam pada suhu 370C. Hari III. Pengamatan pada media gula-gula, urease, TSIA, SIM, SC, MR, VP yang telah di tanam di hari ke dua.

VII.

Hasil

Hari I a. Penanaman pada media selektif: Mc dan SS. Hari II. a. Hasil Isolasi pada media selektif: Mc dan SS b. Ciri Koloni No. 1 Ciri Koloni Bentuk Media: Mc Bulat Media: SS Bulat

2 3 4 5 6

Ukuran Warna Elevasi Pinggiran Ciri Khas lain

1mm Putih Convex Rata Nonlaktosa Fermenter

1mm Putih Convex Rata Nonlaktosa Fermenter

Bakteri tersangka : Salmonella sp.

c. Uji Biokimia penanaman pada media: TSIA, SC, Urease, MR,VP, SIM, Glukosa, Laktosa, Sukrosa, Manitol. Hari III. a. Pengamatan hasil uji biokimia No. Nama Uji 1 Gula-gula cair: Laktosa Warna ungu, tidak ada gelembung (-), gas (-) gas Glukosa Warna kuning, tidak ada gelembung (+), gas (-) gas Manitol Warna kuning, tidak ada gelembung (+), gas (-) gas Sukrosa Warna ungu, tidak ada gelembung (-), gas (-) gas 2 3 4 MR VP SIM Warna merah Tidak terbentuk cincin Sulfur : ada hitam Indol : tidak terbentuk cincin Mortility : ada pertumbuhan (+) (-) Sulfur: (+) Indol: (+) Motility: (+) Pengamatan Hasil (+/-)

TSIA

Lereng: merah muda Dasar : kuning Gas: tidak ada H2S:

(+) H2S (+)

6 7

SC Urease

Tetap warna hijau Tetap warna kuning

VIII. PEMBAHASAN Salmonella adalah bakteri gram negatif berbentuk batang yang terbagi ke dalam berbagai spesies. Salmonella typhi merupakan penyebab penyakit typhoid fever, yang juga disebut demam tifoid atau demam enterik. Salmonella typhi adalah bakteri patogen yang khusus menyerang manusia dan dalam perkembangannya demam tifoid telah menyebabkan banyak kematian di seluruh dunia, terutama pada negara berkembang seperti Indonesia. Dari hasil praktikum yang telah di lakukan diperoleh hasil pada uji biokimia : Glukosa, Manitol (+) berwarna kuning, sukrosa dan laktosa (-) berwarna ungu, urease (-) tetap berwarna kuning, pada TSIA bagian lereng : pink dan dasar: kuning dengan H2S (+), SC (-) tetap hijau, VP (-) tidak terbentuk cincin, dan MR (+) berwarna merah, pada SIM sulfur (+), Motility (+), Indol (-), dari hasil uji ini standar hasil uji untuk identifikasi harus minimal 70%, dan pada identifikasi ini 100% sama dengan standar. Salmonella adalah penyebab utama dari penyakit yang disebarkan melalui makanan (foodborne diseases). Pada umumnya, serotipe Salmonella menyebabkan penyakit pada organ pencernaan. Penyakit yang disebabkan oleh Salmonella disebut salmonellosis. Ciri-ciri orang yang mengalami salmonellosis adalah diare, keram perut, dan demam dalam waktu 8-72 jam setelah memakan makanan yang terkontaminasi oleh Salmonella. Gejala lainnya adalah demam, sakit

kepala, mual dan muntah-muntah. Tiga serotipe utama dari jenis S. enterica adalah S. typhi, S. typhimurium, dan S. enteritidis. S. typhi menyebabkan penyakit demam tifus (Typhoid fever), karena invasi bakteri ke dalam pembuluh darah dan gastroenteritis, yang disebabkan oleh keracunan makanan/intoksikasi. Gejala demam tifus meliputi demam, mual-mual, muntah dan kematian. S. typhi memiliki keunikan hanya menyerang manusia, dan tidak ada inang

lain. Infeksi Salmonella dapat berakibat fatal kepada bayi, balita, ibu hamil dan kandungannya serta orang lanjut usia. Hal ini disebabkan karena kekebalan tubuh mereka yang menurun. Kontaminasi Salmonella dapat dicegah dengan mencuci tangan dan menjaga kebersihan makanan yang dikonsumsi. IX. KESIMPULAN Dari hasil praktikum dengan penanaman pada media SS dan Mc menunjukan bahwa bakteri tersangka adalah Salmonella thypi. Pada uji laktosa dan sukrosa (-), sedangkan manitol dan glukosa (+), hal ini juga menunjukan bahwa bakteri tersangka adalah Salmonella thypi, pada uji MR, Sulfur, Motility, dan TSIA menunujukan hasil (+) sedangkan pada VP, Indol, SC, dan Urease (-), hal ini memperkuat bahwa bakteri tersangka adalah Salmonella thypi. Karena standar nilai untuk identifikasi minimal 70%, dan pada identifikasi ini 100%. X. DAFTAR PUSTAKA

Corwin, 2000, Hand Book Of Pathofisiologi, EGC, Jakarta. Lay, B. 1994. Analisis Mikroba di Laboratorium. Jakarta : Rajawali Ngastiyah, 2005, Perawatan Anak Sakit, EGC, Jakarta.

XI.

LAMPIRAN

Laktosa

MR

TSIA

Manitol

SIM

Urease

Glukosa

VP

SC

Sukrosa

MC

SS