Anda di halaman 1dari 6

1

BAB I
PENDAHULUAN
Sebagai makhluk Allah yang memiliki tanggung jawab sebagai khalifah di bumi ini,
manusia telah diberi bekal berupa akal. Sesuatu yang tidak diberikan kepada para malaikat,
terlebih kepada binatang. Tujuannya, tentu agar manusia dapat menjadi khalifatullah yang
dapat menunaikan tugasnya di bumi. Karena dengan akal itulah manusia dapat mengarungi,
memperbaiki, dan bertahan di bumi ini sampai sekarang.
Bahkan ada candaan yang mengatakan, apabila yang menjadi khalifah di muka
bumi ini adalah malaikat, maka bumi tidak akan menjadi seperti yang sekarang. Tidak ada
gedung-gedung tinggi pencakar langit yang megah berdiri. Tidak ada handphone dan internet
yang mampu menghubungkan manusia walaupun dari tempat yang jauh sekalipun. Tidak ada
pesawat terbang yang mampu mengantarkan manusia berpindah dari satu tempat ke belahan
dunia lainnya hanya dalam hitungan hari bahkan jam. Karena malaikat hanya akan beribadah
kepada Allah terus menerus dan tidak melakukan apa-apa yang tidak diperintahkan Allah
secara eksplisit kepadanya.
Itulah fungsi akal sebagai bekal yang telah diberikan Allah kepada manusia. Dengan
akalnya manusia dapat mencari dan menemukan teknologi yang tersembunyi di alam raya ini.
Begitu banyak ayat di dalam al-Quran yang mengatakan afalaa taqilun (apakah kamu tidak
berpikir). Ayat tersebut mengisyaratkan bahwa dengan berpikir, manusia dapat memahami
ayat-ayat Allah baik berupa qauliyah maupun kauniyah-Nya.
Al-Quran (sebagai pedoman hidup) memerintahkan manusia untuk terus berupaya
meningkatkan keilmuannya. Jangankan manusia biasa, Rasulullah Muhammad Saw pun
diperintahkan agar berusaha dan berdoa agar selalu ditambah pengetahuannya: Qul Rabbi
zidni ilma (Berdoalah [hai Muhammad], Wahai Tuhanku, tambahkanlah untukku ilmu)
1
,
hal tersebut dikarenakan fauqa kullu zi ilm (in) alim (di atas setiap pemilik pengetahuan, ada
yang amat mengetahui).
2
Oleh sebab itu, mari kita pelajari lebih mendalam mengenai
pandangan Islam tentang teknologi.



1
QS. Tha Ha (20): 114
2
http://laksmanhakiem93.wordpress.com/2012/11/27/ilmu-pengetauan-dan-teknologi-dalam-
pandangan-islam/ Diakses pada 15 Februari 2014.
2

BAB II
PEMBAHASAN
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Teknologi bisa diartikan sebagai, 1.metode
ilmiah untuk mencapai tujuan praktis; ilmu pengetahuan terapan; 2.keseluruhan sarana untuk
menyediakan barang-barang yg diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup
manusia.
3
Teknologi adalah ilmu tentang cara menerapkan sains untuk memanfaatkan alam
bagi kesejahteraan dan kenyamanan manusia.
4

Menelusuri pandangan Islam tentang teknologi, mengharuskan kita untuk melihat
sekian banyak ayat Al-Quran yang berbicara tentang alam raya. Menurut sebagian ulama,
terdapat sekitar 750 ayat Al-Quran yang berbicara tentang alam materi dan fenomenanya,
dan yang memerintahkan manusia untuk mengetahui dan memanfaatkan alam ini. Secara
tegas dan berulang-ulang Al-Quran menyatakan bahwa alam raya diciptakan dan
ditundukkan Allah untuk manusia.
5

4OOCEc4 7 E` O) g4OEOO-
4`4 O) ^O- 4Og- +OuLg)`
^@
Dan Dia telah menundukkan untukmu apa yang di langit dan apa yang di bumi
semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya (QS Al-Jatsiyah [45]: 13).
Penundukan tersebut secara potensial terlaksana melalui hukum-hukum alam yang
ditetapkan Allah dan kemampuan yang dianugerahkan-Nya kepada manusia. Al-Quran
menjelaskan sebagian dari ciri tersebut, antara lain:
6

1. Segala sesuatu di alam raya ini memiliki ciri dan hukum-hukumnya (QS Al-Rad
[13]: 8).
2. Semua yang berada di alam raya ini tunduk kepada-Nya (QS Al-Rad [13]: 5).
3. Benda-benda alam apalagi yang tidak bernyawa tidak diberi kemampuan
memilih, tetapi sepenuhnya tunduk kepada Allah melalui hukum-hukum-Nya (QS
Al-Fushshilat [41]: 11).

3
http://kbbi.web.id/ Diakses pada 15 Februari 2014.
4
M. Quraish Shihab, Wawasan Al-Quran: Tafsir Tematik Atas Pelbagai Persoalan Umat, Edisi
Kedua, Cet. I, (Bandung: Mizan, 2013), hal. 580.
5
http://naifu.wordpress.com/2010/08/12/teknologi-dalam-perspektif-al-qur%E2%80%99an-2/ Diakses
pada 15 Februari 2014.
6
M. Quraish Shihab, Wawasan.., hal 581.
3

Di sisi lain, manusia yang telah diberi kemampuan untuk mengetahui ciri dan hukum-
hukum yang berkaitan dengan alam raya, sebagaimana diinformasikan oleh firman-Nya
dalam al-Quran surat al-Baqarah ayat 31,
=^U44 4E1-47 47.E;--
E_^U7 ^@
Allah mengajarkan kepada Adam nama-nama seluruhnya
Yang dimaksud nama-nama pada ayat tersebut adalah sifat, ciri, dan hukum sesuatu.
Ini berarti manusia berpotensi mengetahui rahasia alam raya. Adanya potensi itu, dan
tersedianya lahan (bumi) yang diciptakan Allah, serta ketidakmampuan alam raya
membangkang terhadap perintah dan hukum-hukum Allah, menjadikan ilmuwan dapat
memperoleh kepastian mengenai hukum-hukum alam. Semua itu mengantarkan manusia
berpotensi untuk memanfaatkan alam yang telah ditundukkan Allah.
Manusia mempunyai potensi untuk memperoleh ilmu dan menciptakan teknologi. Hal
tersebut didukung dengan banyaknya ayat-ayat dan hadits nabi yang memerintahkan untuk
mencari ilmu. Al-Quran juga menunjukkan betapa tinggi kedudukan seorang mukmin yang
berilmu pengetahuan.
7

... ;7O4C +.- 4g~-.- W-ONL4`-47
7Lg` 4g~-.-4 W-O>q
=Ug^- eE_4OE1 _ +.-4
E) 4pOUEu> OO)lE= ^
... niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan
orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa
yang kamu kerjakan.
8

Bahkan Allah meminta persaksian kepada ahli ilmu pengetahuan akan tauhid-Nya.
Maka Allah Swt berfirman:
E)_E- +.- +O^^ 4O) )
4O- Oj^UE^-4
W-O7q4 Ug^- j*.~
OO^) _ 4O) ) 4O-
+OCjE+^- O1:EC^- ^g
Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak
disembah), yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga
menyatakan yang demikian itu). tak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), yang
Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
9


7
http://m.kompasiana.com/post/read/590042/1 Diakses pada 15 Februari 2014.
8
QS. Al-Mujadilah (58): 11.
9
QS Al-Imran (3): 18.
4

Imam Al-Ghazali berkata, Lihatlah Allah Swt memulai dengan diri-Nya, selanjutnya
malaikat, dan ketiga ahli ilmu pengetahuan. Cukuplah ini sebagai kemuliaan dan
keutamaan.
10
Bahkan Adam As dimuliakan oleh Allah Swt untuk menunjukkan
ketinggiannya dibanding para malaikat bukan dengan ketaatannya melainkan dengan Ilmu.
Ibnul Qayyim berkata, Allah membalas pertanyaan malaikat ketika mereka
menanyakan Allah Swt, Kenapa engkau menjadikan khalifah di bumi, sementara malaikat
labih taat dibanding mereka, Allah menjawab, Aku lebih tahu atas apa yang engkau tidak
ketahui. Selanjutnya, ketika akan menunjukkan kelebihan Adam As dan meninggikan
derajatnya, Allah Swt melebihkannya dengan ilmu yang dimilikinya. Maka Allah Swt
mengajarkan kepadanya nama-nama, setelah menunjukkan keutamaan Adam As dengan ilmu
yang dimilikinya dan ketidak tahuan malaikat atas ilmu tersebut, Allah Swt berfirman kepada
mereka, Bukankah sudah Kukatakan kepadamu bahwa sesungguhnya Aku mengetahui
rahasia langit dan bumi.
11

Allah Swt menjadikan sebagian sifat kesempurnaan pada Adam As sehingga ia lebih
mulia dari makhluk lainnya. Allah Swt ingin menunjukkan kemuliaan dan keutamaan Adam
As, maka Allah Swt menampilkan sisi terbaiknya, yaitu ilmunya. Ini menunjukkan bahwa
ilmu adalah sisi yang paling mulia dalam diri manusia. Dan, kemuliaan manusia karena
ilmunya.
Selanjutnya, ketika Al-Quran berbicara tentang alam raya dan fenomenanya, terlihat
jelas bahwa pembicaraannya selalu dikaitkan dengan kebesaran dan kekuasaan Allah Swt.
Misalnya uraian Al-Quran tentang kejadian alam:
4 4O4C 4g~-.- W-NOEE
Ep g4OEOO- 4O-4
44^~ L^>4O E_E4^4E W
E4UEE_4 =}g` g7.E^- E7
7/E* ]/E W E 4pONLg`uNC ^@
Dan Apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu
keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. dan
dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka Mengapakah mereka tiada juga
beriman? (QS Al-Anbiya [21]: 30).

10
Yusuf Qardhawi, Al-Quran Berbicara tentang Akal dan Ilmu pengetahuan, alih bahasa Abdul
Hayyie al-Kattani, (Jakarta: Gema Insani Press, 1998), hal.94.
11
Ibid, hal. 97.
5

Ayat ini dipahami oleh banyak ulama kontemporer sebagai isyarat tentang teori Big
Bang (ledakan besar), yang mengawali terciptanya langit dan bumi.
12
Para pakar boleh saja
berbeda pendapat tentang makna ayat tersebut, atau mengenai proses pemisahan langit dan
bumi. Yang pasti, ketika Al-Quran berbicara tentang hal itu, dikaitkannya dengan kekuasaan
dan kebesaran Allah, serta keharusan beriman pada-Nya. Ini berarti bahwa sains dan hasil-
hasilnya harus selalu mengingatkan manusia terhadap kehadiran dan kemahakuasaan Allah
Swt.
13

Kemudian, ketika mengingat kembali tentang fungsi diciptakannya manusia di muka
bumi ini yakni sebagai khalifah, dan telah diberi bekal berupa pengajaran atas nama-nama
benda, maka sejatinya manusia diperintahkan untuk mengelola alam raya ini sebaik mungkin.
Alam raya yang telah ditundukkan oleh Allah dengan sunnatullah-Nya, ketika dikelola
dengan menggunakan potensi yang dimiliki oleh manusia maka akan membuahkan teknologi.
Teknologi digunakan untuk memanusiakan manusia, bukan memperbudaknya. Teknologi
digunakan untuk menjadikan Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam.
14
Dan sebagaimana
pengertiannya di awal tulisan ini, bahwa teknologi merupakan alat yang menopang kehidupan
manusia agar dapat menjadi khalifatullah.
Tidak ada agama selain Islam, dan tidak ada kitab suci selain Al-Quran yang
demikian tinggi menghargai ilmu pengetahuan dan teknologi, mendorong untuk mencarinya,
dan memuji orang-orang yang menguasainya. Bahkan dari wahyu pertama dapat ditemukan
tentang pemanfaatan ilmu. Melalui iqra bismi Rabbika, digariskan bahwa titik tolak atau
motivasi pencarian ilmu dan tujuan akhirnya haruslah karena Allah. Apapun ilmunya, materi
pembahasannya harus bismi Rabbik, atau dengan kata lain harus bernilai Rabbani. Sehingga
ilmu yang pada saat ini dikenal dengan ilmu yang bebas nilai, harus diberi nilai Rabbani
oleh ilmuwan Muslim. Oleh sebab itu, teknologi harus digunakan untuk mengarahkan
manusia kepada kehidupan yang baik dan yang mengangkat derajat kehidupan sesuai dengan
fitrahnya.





12
http://www.academia.edu/3635857/SAINS_TEKNOLOGI_DAN_SENI_DALAM_PANDANGAN_I
SLAM?login=ihind_182@yahoo.com&email_was_taken=true Diakses pada 15 Februari 2014.
13
http://www.kalam-upi.org/2012/04/sains-dan-teknologi-dalam-pandangan.html Diakses pada 15
Februari 2014.
14
http://aggham.wordpress.com/2011/02/20/sains-dan-teknologi-dalam-pandangan-islam/ Diakses pada
15 Februari 2014.
6






BAB III
KESIMPULAN
Islam melalui Al-Quran menyuruh manusia agar memperhatikan alam. Alam penuh
dengan tanda-tanda yang harus diperhatikan, diteliti, dan difikirkan manusia agar mereka
mengetahui rahasia yang terkandung di balik tanda-tanda itu. Pemikiran mendalam mengenai
tanda-tanda tersebut membawa kepada penemuan berbagai macam teknologi yang dapat
mempermudah manusia dalam menjalankan tugasnya sebagai khalifah. Yang kemudian pada
akhirnya, akan melahirkan keyakinan yang kuat akan eksistensi Tuhan pencipta alam dan
hukum alam yang mengatur perjalanan alam.
15
Pemahaman tentang alam haruslah
membimbingnya kepada jalan sebagaimana yang dilakukan Nabi Ibrahim As (QS. Al-Anam
(6): 76-79), yaitu untuk memulai dari awal rangkaian sebab-sebab dan mencapai akhir
Tuhan Alam semesta.
16

Dari tulisan singkat ini, dapat diketahui bahwa Islam sangat mendukung
perkembangan teknologi. Bahkan Islam menciptakan iklim yang kondusif bagi
pengembangan ilmu dengan menekankan kebajikan dan keutamaan bagi orang yang mau
belajar dan memanfaatkan teknologi demi kemajuan peradaban manusia itu sendiri dalam
menjalankan fungsinya sebagai khalifatullah fi al-Ardh.

15
Abudin Nata, Al-Quran dan Hadits (Dirasah Islamiah I), Cet. 3, (Jakarta: PT Raja Grafindo
Persada, 1994), hal. 105.
16
Mahdi Ghulsyani, Fisafat Sains menurut Al-Quran, alih bahasa oleh Agus Effendi, Cet. X
(Bandung: Mizan, 1998), hal. 119.