Anda di halaman 1dari 2

ANALISIS GAGASAN Making Chemistry Teaching Relevant Jack Holbrook 1.

Latar Belakang Secara garis besar, kurikulum kimia cenderung menempatkan subjek sebagai yang pertama, sedangkan aplikasi beberapa setelahnya. Hal ini memperlihatkan pembelajaran kimia kurang relevansinya. Kita melupakan pentingnya relevansi yang merupakan proses dan hasil untuk kita gunakan di masyarakat dan pada berbagai prinsip ilmiah dalam memecahkan masalah dan membuat kesimpulan (Holbrook, 1994). Berdasarkan hasil penelitian, pembelajaran kimia adalah pembelajaran yang tidak populer dan tidak relevan di mata siswa (Kracjik et al., 2001; Osborne and Collins, 2001: Pak, 1997; Sjoberg, 2001; WCS, 1999; ICASE, 2003), tidak meningkatkan kecakapan kemampuan kognitif (Anderson et al, 1992; Zoller, 1993), pembelajaran yang menyebabkan kesenjangan antara keinginan siswa dan guru (Hofstein et al. 2000; Yager and Weld, 2000; Holbrook and Rannikmae, 2002), dan pembelajaran yang tidak berubah karena guru yang takut dengan perubahan (Aikenhead, 1997; Bell, 1998; Rannikmae, 2001a). Hal ini membuat kita perlu untuk menemukan cara untuk memulai dasar mengajar pada situasi sosial dan kemudian mengembangkan konsep pembelajaran yang dapat memperbolehkan siswa untuk mengapresiasi relevansi dalam sains (Holbrook, 1994). 2. Rumusan Masalah Rumusan masalah pada artikel ini adalah sebagai berikut: a. Apakah yang harus kita lakukan untuk mewujudkan relevansi dalam pembelajaran kimia? b. Bagaimana cara untuk membimbing guru untuk membuat pembelajaran kimia yang relevan?

c. Bagaimana cara mengetahui bahan ajar yang bisa membantu guru dalam merelevansikan pembelajaran kimia? 3. Tujuan Penulisan Tujuan penulisan pada artikel ini adalah untuk: a. Mengetahui langkah untuk mewujudkan relevansi dalam pembelajaran kimia. b. Mengetahui cara untuk membimbing guru untuk membuat pembelajaran kimia yang relevan. c. Mengetahui bagaimana cara mengetahui bahan ajar yang bisa membantu guru dalam merelevansikan pembelajaran kimia. 4. Metode Penulisan Metode penulisan artikel ilmiah ini adalah deskriptif, dimana penulis berusaha mendeskripsikan suatu gejala, peristiwa, kejadian yang terjadi sekarang tanpa memberikan perlakuan khusus pada peristiwa tersebut. 5. Pembahasan Relevansi dalam pembelajaran kimia dalam artikel ini, bisa terwujud dengan cara melakukan pergeseran penekanan. Pergeseran dari pembelajaran kimia sebagai kumpulan pengetahuan saja menjadi pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan siswa yang diperoleh dari ilmu kimia. Dalam membuat pembelajaran kimia yang relevan, guru akan dipandu dengan cara mengubah fokus dan pendekatan peta konsep, menambahkan komponen pemecahan masalah (tetapi tetap fokus pada kemampuan intelektual, mengenalkan permasalahan yang relevan dan menambahkan komunikasi kreatif, serta menambahkan kesimpulan sosio-sains. Metode yang digunakan untuk mengetahui kerelevansian bahan ajar yang digunakan adalah dengan cara mengobservasi siswa (melihat kegiatan siswa, reaksi siswa terhadap pendapat guru, mendengarkan pendapat siswa dalam kelompok kerja, dan seluruh sesi kelas), berinteraksi oral dengan siswa (dengan memberikan pertanyaan yang berbeda tipe-informasi, prosedur, alasan dan prediksi), serta menggunakan asesmen siswa berupa kuis atau tes tanda silang.