Anda di halaman 1dari 3

ALAT UKUR TANAH SEDERHANA

1. METERAN Meteran disebut juga sebagai pita ukur atau tape atau bisa disebut juga sebagai rol meter adalah alat yang digunakan untuk mengukur jarak atau panjang. Meteran juga berguna untuk mengukur sudut, membuat sudut siku-siku, dan juga dapat digunakan untuk membuat lingkaran. Satuan yang digunakan dalam meteran adalah mm atau cm, feet tau inch. Pita ukur atau meteran tersedia dalam ukuran panjang 10 meter, 15 meter, 30 meter sampai 50 meter. Pita ukur biasanya dibagi pada interval 5 mm atau 10 mm. Meteran juga memiliki daya muai dan daya regang. Daya muai adalah tingkat pemuaian akibat perubahan suhu udara. Dan daya regang adaah perubahan panjang akibat regangan atau tarikan. Daya muai dan daya regang meteran dipengaruhi oleh jenis meteran, yang di bedakan berdasarkan bahan yang digunakan dalam pembuatannya. Penyajian angka nol pada meteran ada yang di nyatakan tepat di ujung awal meteran dan ada pula yang dinyatakan pada jarak tertentu dari ujung awal meteran. Ada tiga jenis meteran atau pita ukur yaitu : 1. METERAN ATAU PITA UKUR DARI KAIN ( METALIC CLOTH ) Meteran atau pita ukur ini terbuat dari kain linen dan anyaman kawat halus yang terbuat dari tembaga atau kuningan. Meteran ini mempunyai sifat sebagai berikut : 1. Fleksibel 2. Mudah rusak 3. Pemuaiannya besar 4 Dan tingkat ketelitiannya sangat rendah

2. METERAN ATAU PITA UKUR BAJA ( STEEL TAPE ) Meteran atau pita ukut ini terbuat dari bahan baja. Meteran ini mmpunyai sifat sebagai berikut : 1. Agak kaku 2. Tahan lama 3. Tahan air 4. Pemuaiannya kecil 5. Tingkat ketelitiannya agak teliti atau sedang

3. METERAN ATAU PITA UKUR BAJA ALOY ( STEEL ALLOY ) Meteran atau pita ukur ini terbuat dari bahan campuran antara baja dan nikel. Meteran ini mempunyai sifat sebagai berikut : 1. Tahan lama

2. Tahan air 3. Hampir tidak dipengaruhi suhu 4. Pemuaiannya hanya 1/3 dari meteran baja 5. Tingkat ketelitiannya tinggi atau lebih teliti dari jenis pita ukur atau meteran yang lain

CARA MENGGUNAKAN METERAN Cara menggunakan meteran tidak terlalu sulit, cukup merentangkan meteran ini dari ujung yang satu ke ujung yang lain yaitu ke objek yang akan diukur. Tapi untuk mendapat kan hasil yang lebih akurat sebaikknya dilakukan oleh dua orang, orang pertama memegang ujung awal meteran dititik yang pertama dan meletakkannya tepat di angka nol pada meteran dan orang yang kedua memegang rol meter menuju ke titik pengukuran lainnya, dan menarik meteran selurus mungkin dan meletakkan meteran di titik yang di tuju dan membaca angka pada meteran yang tepat dititik yang dituju. Teknik ini mempunyai keterbatasan pada pengontrolan besar sudut yang di peroleh dari hasil pengukuran dari kedua titik.

2. TEROPONG PENDATAR TANGAN ( HAND LEVELS ) Teropong pendatar tangan memiliki bagian utama yaitu teropong sebagai alat pembidik dan nivo sebagai alat yang menunjukkan kondisi mendatar. Teropong pendatar tangan digunakan untuk memperoleh pandangan mendatar atau titik-titik yang sama tingginya dengan ketinggian teropong, menentukan beda tinggi antara dua titik/tempat, dan menentukan kemiringan atau lereng antara dua titik tempat. Alat ini dapat dibedakan dari kelengkapan alatnya dan ketelitian bacaan sudut miringnya. Ada beberapa jenis alat yang termasuk dalam alat teropongpendatar tangan yaitu :

1. Teropong pendatar tangan biasa Alat ini terdiri dri teropong yang didalamnya terdapat benang silang dan nivo sebagai penunjuk keadaan mendatar.

2. Abney level Abney level adalah sebuah alat yang di pakai untuk mengukur ketinggian yang terdiri dari skala busur derajat. Beberapa kelebihan abney level adalah mudah untuk digunakan, relative murah dan akurat. Abney level di gunakan untuk mengukur derajat dan elevasi topografi. Alat ini berupa teropong yang dilengkapi dengan busur setengan lingkaran.

3. Sunto level

Alat ini seperti abney level, tetapi lingkaran skalanya ada di dalam alat sehingga alat ini tidak terlihat seperti bentuk teropongnya tetapi menyerupai kotak pipih seperti korek api Abney level dan Sunto level umumnya dikenal sebagai alat untuk mengukur lereng atau kemiringan lahan. CARA MENGGUNAKAN ALAT TEROPONG PENDATAR TANGAN Cara menggunakan teropong pendatar tangan biasa dengan abney level dan sunto level agak berbeda. 1. Teropong pendatar tagan biasa Cara menggunakan teropong pendatar tangan biasa adalah sebagai berikut : 1. Teropong dipegang, lubang pembidiknya diletakan di depan mata, berdiri di titik awal 2. Ukur tinggi mata kita, sebagai tinggi alat 3. Bidikan ke sasaran, atur agar gelembung nivo tepat di benang silang mendatar, (Bila dimaksudkan untuk menentukan beda tinggi, maka di titik yang dibidik atau titik sasaran dipasang rambu ukur, sehingga ketinggian garis bidik di titik tersebut diketahui) 2. Abney level atau sunto level Cara menggunakan abney level atau sunto level adalah sebagai berikut : 1. Alat dipengang, lubang pembidiknya diletakan di depan mata, berdiri di titik awal 2. Ukur tinggi mata kita, sebagai tinggi alat 3. Bidikan ke rambu ukur yang dipasang di titik berikutnya/titik yang akan dibidik, atur bacaan bidikan sama tingginga dengan ketinggian alat 4. Baca skala kemiringannya