Anda di halaman 1dari 2

Siklus Hidup Siklus hidup Chlamydia trachomatis terdiri atas 2 tahap, yaitu : Elementary body Reticulate body Elementary

ry body adalah bentuk dispersi dan analog dengan spora, stabil terhadap lingkungan. Diameternya lebih kurang 0,3 m dengan sebuah nuclear yang padat electron dan menginduksi endositosisnya sendiri bila terpapar dengan sel target. Protein membran EB berhubungan melintang. EB mempunyai afinitas yang tinggi untuk sel epitel inang dan dengan cepat dapat memasukinya. Identitas tepat adhesin chlamydia dan reseptor sel inang tidak diketahui secara pasti dan mungkin banyak adhesin, reseptor dan mekanisme cara masuknya. Proteoglikan mirip heparin sulfat pada permukaan C. trachomatis memungkinkan untuk memulai terjadinya interaksi awal antara EB dan sel inang. Adhesi potensial yang lain meliputi major outer membrane protein (MOMP), protein membran luar yang utama, glycosylated MOMP dan protein permukaan lainnya. Mekanisme yang diperkirakan untuk masuk ke dalam sel inang sangat beragam. EB biasanya tampak menempel di dekat dasar microvilli, selanjutnya mereka diliputi oleh sel inang. Lebih dari satu mekanisme yang tampak secara fungsional; reseptormediated endocytosis menjadi clathrin-coated pits dan pinocytosis melalui noncoated pits (Peipert, 2003) Peleburan lisosomal dihalangi oleh mekanisme yang tidak diketahui, membentuk sebuah membran yang melingkari lingkungan sekitar chlamydia. Sesudah pemasukan.ke dalam sel inang ikatan disulfid dari protein membran EB tidak lagi berhubungan silang. Begitu berada di dalam endosom, glikogen diproduksi dan elementary body berubah menjadi satu yang besar, disebut reticulate body (RB) berukuran kira-kira 0,5 - 1m dan tanpa nukleoid yang padat elektron. Dalam membran vakuola, RB ukurannya bertambah dan membagi berulang-ulang dengan cara pembelahan biner setiap 2-3 jam per generasi. Dan mempunyai masa inkubasi 7 21 hari pada hostnya, tidak mempunyai dinding sel dan dideteksi sebagai suatu inklusi sel. Akhirnya, vakuola yang tersisa akan terisi dengan elementary body yang didapat dari reticulate body untuk membentuk sebuah inklusi sitoplasma. Reticulate body berubah kembali menjadi bentuk elementary dan dilepas dengan eksositosis. Elementary body yang baru terbentuk mungkin dibebaskan dari sel inang untuk menginfeksi sel baru. Siklus perkembangan ini memakan waktu 24 48 jam. Satu fagolisosom memproduksi 100 1000 elementary body (Gaudion,1999).

Daftar pustaka Peipert JF. Genital clamidia infection. N Engl J med 2003: 349:2424-30

Gaudion m, Recka p, morris a, Lycnc j, Acharya U. bacterial vaginosis and past kalmidial infection are strongly and independently associated wih tubal infertility but do not affect in vitro fertilization success rate. Fertil srteril 1999:72:730-2