Anda di halaman 1dari 9

BAB I STATUS PASIEN

1. Identitas Pasien Nama : Ny. SM

Jenis kelamin : Perempuan Usia Alamat Pekerjaan Status : 31 tahun : Kec.Koja : Ibu Rumah Tangga : Menikah

2. Anamnesis a. Keluhan Umum :

Mimisan sejak 1 bulan yang lalu

b. Keluhan Tambahan: Pusing

c. Riwayat Penyakit Sekarang: Mimisan sejak 1 bulan yang lalu.Mimisan dari hidung sebelah kanan.Mimisan keluar berwarna hitam.Mimisan kira-kira sebanyak 1 gelas aqua.Mimisan kental dan berlendir.Terasa ada sumbatan pada hidung kanan (+), Sekret keluar dari hidung (-), Nyeri di muka dan kepala (-), Gangguan penciuman (-). Riwayat terbentur / kecelakaan (trauma) (-), Telinga berdenging (-), keluar cairan dari telinga (-).Nyeri pada telinga (-), Penurunan pendengaran (-) Hidung terasa gatal (-).Penglihatan kabur (-).Demam (-), mual (-), muntah (-), pusing terasa berputar (-), Nafsu makan meningkat.Berat badan menurun (-), benjolan di leher (-)

d. Riwayat Penyakit Dahulu Riwayat batuk (+) riwayat pilek (+) sejak 1 bulan yang lalu.Pilek tidak disertai keluarnya darah.Riwayat trauma (-). Riwayat penyakit kelainan darah (-), hipertensi, DM, Asma tidak ada.

e. Riwayat Penyakit Keluarga: Riwayat operasi prostat (-).Tidak ada anggota keluarga yang mempunyai keluhan serupa.

f. Riwayat Alergi: Alergi Makanan (-) Alergi Obat-obatan (-)

g. Riwayat Pengobatan: Pasien belum mendapatkan pengobatan sebelumnya

3. Pemeriksaan Fisik a. Keadaanumum b. Kesadaran c. Status Gizi d. Tanda Vital i. Tekanandarah ii. Nadi iii. Respirasi iv. Suhu e. Status Generalis i. Kepala ii. Leher iii. Thoraks iv. Cor v. Pulmo vi. Abdomen vii. Ekstremitas : BJ I & II reguler : vesikuler +/+, Wheezing -/: supel, lembut, BU (+), nyeri tekan (-) : akral hangat, udem -/: normocehpal : Pembesaran KGB (-) : 90/70 mmHg : 100x/menit : 20x/menit : 36,5 C : Tampak sakit ringan : Komposmentis, kooperatif : Baik

f. Status Lokalis i. Tenggorokan Bagian Kelainan Mukosa mulut Lidah Mulut Palatummolle Gigi geligi Uvula Halitosis Mukosa Tonsil Besar Kripta Detritus Mukosa Faring Granula Post nasal drip Keterangan Tenang bersih, basah, Tenang Caries (-) Simetris Hiperemis T3/T3 Melebar+/+ -/Hiperemis -

Pemeriksaan Endoskopi Hasil : Terdapat massa, dominan di kanan Post nasal drip (-)

ii. Telinga Auris Bagian Kelainan Dextra Sinstra

Preaurikula

Kelainankongenital Radang Tumor Trauma Nyeritekan

Aurikula

Kelainankongenital Radang Tumor Trauma Nyeri tarik Edema Hiperemis Nyeri tekan Radang Tumor Sikatriks Kelainankongenital Kulit Sekret Serumen Edema Jaringangranulasi Massa Cholesteatoma Warna Intak Reflekcahaya Gambar

Tenang Semi transparan + +

Tenang Semi transparan + +

Retroaurikula

Canalis Acustikus Externa

Membrana Timpani

iii. Hidung Pemeriksaan Dextra KeadaanLuar Warna, bentukdanukuran Dalam batas normal Tenang + Eutrofi Sinistra Dalam batas normal Tenang +Eutrofi

Rhinoskopi anterior

Mukosa Sekret Concha inferior

Septum +

Deviasi ada +

Polip/tumor Pasase udara

4. Resume Anamnesis Pemeriksaanfisik Suhu : 36, 5 C

Tenggorokan : Mukosa: tenang +/+, granul -/Uvula : deviasi -/Tonsil : T1/T1, hiperemis -/-, kripta melebar -/-, detritus -/-

5. Diagnosis Tumor nasofaring

6. Rencana Pemeriksaan CT scan nasofaring Biopsi nasofaring

7. Rencana Penatalaksanaan a. Non-medikamentosa i. Menekan hidung dari luar selama 10-15 menit

b. Medikamentosa i. Hemostatik ii. Vitamin K iii. Nasal drop : Transamin 3 x 1 3x1 : Iliadin 2 x 1

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Stadium O Stadium I Stadium IIA Stadium IIB

T1s T1 T2a T1 T2a T2b

N0 N0 N0 N1 N1 N0,N1 N2 N2 N2 N0,N1,N2 N3 Semua N

M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M1

Stadium III

T1 T2a, T2b T3

Stadium IVa Stadium IVb Stadium IVc Stadium I Stadium II & III

T4 Semua T Semua T : Radioterapi : Kemoradiasi

Stadium IV dengan N < 6 cm : Kemoradiasi Stadium IV dengan N > 6 cm : kemoterapi dosis penuh dilanjutkan kemoradiasi

Terapi Radiologi masih merupakan pengobatan utama dan ditekankan pada penggunaan megavoltage dan pengaturan dengan komputer.Pengobatan tambahan yang diberikan dapat berupa diseksi leher, pemberian tetrasiklin, faktor transfer, interferon, kemoterapi, seroterapi, vaksin dan anti virus.

Semua pengobatan tambahan ini masih dalam pengembangan, sedangkan kemoterapi masih tetap terbaik sebagai terapi ajuvan (tambahan).Berbagai macam kombinasi dikembangkan, yang terbaik sampai saat ini adalah kombinasi Cis-platinum sebagai inti.

Pemberian ajuvan kemoterapi Cis-platinum, bleomycin dan 5-fluorouracil sedang dikembangkan di Departemen THT FKUI dengan hasil sementara yang cukup memuaskan.Demikian pula telah dilakukan penelitian pemberian kemoterapi praradiasi

dengan epirubicin dan cis-patinum, meskipun ada efek samping yang cukup berat, tetapi memberikan harapan kesembuhan lebih baik.

Kombinasi kemo-radioterapi dengan mitomycin C dan 5-fluorouracil oral setiap hari sebelum diberikan radiasi yang bersifat radiorensitizer memperlihatkan hasil yang memberi harapan akan kesembuhan total pasien karsinoma nasofaring.

Pengobatan pembedahan diseksi lehe radikal dilakukan terhadap benjolan di leher radikal dilakukan terhadap benjolan di leher yang tidak menghilang pada penyinaran (residu) atau timbul kembali setelah penyinaran selesai, tetapi dengan syarat tumor induknya sudah hilang yang dibuktikan dengan pemeriksaan radiologik dan serologi, serta tidak ditemukan adanya metastasis jauh.

Operasi tumor induk sisa (residu) atau kembuh (residitif) diindikasikan, tetapi sering timbul komplikasi yang berat akibat operasi.

Perawatan paliatif

Perhatikan pertama harus diberikan pada pasien dengan pengobatan radiasi.Mulut rasa kering disebabkan oleh kerusakan kelenjar liur mayor maupun minor sewaktu penyinaran.Tidak banyak yang dapat dilakukan selain menasihatkan pasien untuk makan dengan banyak kuah, membawa minuman kemana pun pergi dan mencoba memakan dan mengunyah bahan yang rasa asam sehingga merangsang keluarnya air liur.Gangguan lain adalah mukositis rongga mulut karena jamur, rasa kaku di daerah leher karena fibrosis jaringan akibat penyinaran, sakit kepala, kehilangan nafsu makan dan kadang-kadang, kehilangan nafsu makan dan kadang-kadang munath atau rasa mual.

Kesulitan yang timbul pada perawatan pasien pasca pengobatan lengkap dimana tumor tetap ada (residu) atau kambuh kembali (residitif),Dapat pula timbul metastasis jauh pasca pengobatan seperti ke tulang, paru, hati, otak.Pada dua keadaan tersebut diatas tidak banyak tindakan medis yang dapat diberikan selain pengobatan simtomatis untuk meningkatkan kualitas hidup pasien.Perawatan paliatif di indikasikan langsung terhadap pengurangan rasa nyeri, mengontrol gejala dan memperpanjang usia.Radiasi sangat efektif untuk mengurangi nyeri akibat metastasis tulang.Pasien akhirnya meninggal akibat keadaan umum yang buruk,

perdarahan dari hidung dan nasofaring yang tidak dapat dihentikan dan terganggunya fungsi alat-alat vital akibat metastasis tumor.

Follow-Up Tidak seperti keganasan kepala leher lainnya, KNF mempunyai risiko terjadinya rekurensi, dan follow up jangka panjang diperlukan.Kekambuhan tersering terjadi kurang dari 5 tahun, 5-15%, kekambuhan seringkali terjadi antara 5-10 tahun.Sehingga pasien KNF perlu di follow up setidaknya 10 tahun setelah terapi.

Pencegahan Pemberian vaksinasi pada penduduk yang bertempat tinggal di daerah dengan risiko tinggi.Memindahkan (migrasi) penduduk dari daerah dengan risiko tinggi ke tempat lainnya.Penerangan akan kebiasaan hidup yang salah, mengubah cara memasak makanan untuk mencegah akibat yang timbul dari bahan-bahan yang berbahaya.Penyuluhan mengenai lingkungan hidup yang tidak sehat, meningkatkan keadaan sosial-ekonomi dan bebagai hal yang berkaitan dengan kemungkinan-kemungkinan faktor penyebab.Melakukan tes serologik IgA-anti VCA dan IgA anti EA secara massal di masa yang akan datang bermanfaat dalam menemukan karsinoma nasofaring secara lebih dini.

PROGNOSIS Prognosis dari stadium awal dengan stadium lanjut, yaitu 76,9% untuk stadium I, 56,0% untuk stadium II, 38,4% untuk stadium III dan hanya 16,4% untuk stadium IV.Untuk dapat berperan dalam pencegahan, deteksi dini dan rehabilitasi perlu diketahui seluruh aspeknya, antara lain epodemiologi, etiologi, diagnostik, pemeriksaan serologi, histopatologi, terapi dan pencegahan, serta perawatan paliatif pasien yang pengobatannya tidak berhasil baik.

DAFTAR PUSTAKA

1. Rusmarjono, Soepardi EA. 2001. Penyakit Serta Kelainan Faring dan Tonsil. Dalam: Buku Ajar Ilmu kesehatan Telinga Hidung tenggorok Kepala Leher. Ed. Kelima. FKUI