Anda di halaman 1dari 4

LEMBAR TUGAS MANDIRI

KHODIJAH
1206249593
1. Kesiapan Pengelolaan Bencana Pada Populasi Besar
Perawatan medis untuk jumlah besar hanya dibutuhkan setelah terjadinya beberapa
tipe bencana. Banyak korban terluka saat terjadinya bencana sehingga sangat
dibutuhkan pertolongan darurat di jam-jam awal. Banyak nyawa telah terenggut
karena bantuan tidak dimobilisasikan secara cepat. ("Natural Disasters: Protecting the
Publics Health" 38-40)
Beban dalam mengorganisasi serta mengirim transport, obat-obatan darurat,
perawatan medis, dan berbagai suplai yang dibutuhkan korban menekan negara yang
tempat bencana. Pertolongan dari komunitas internasional juga tidak memberi
perbedaan pertolongan nyawa yang berarti pada saat paling dibutuhkan, karena
dibutuhkan waktu yang besar untuk respon. ("Natural Disasters: Protecting the
Publics Health" 38-40)
Cara klasik untuk menangani bencana seperti ini adalah responder pertama dilatih
untuk melakukan triase dan pertolongan lapangan sebelum dilakukan evakuasi.
Manajemen pada bencana pada populasi besar terbagi menjadi 3 area utama: prehospital emergency care (pencarian dan penyelamatan, pertolongan darurat, triase,
stabilisasi korban) hospital reception and treatment; dan redistribusi pasien ke rumah
sakit lain saat dibutuhkan. ("Natural Disasters: Protecting the Publics Health" 38-40)
1. Pre-Hospital Emergency Care
a. Pencarian, Penyelamatan, Dan Pertolongan Darurat
Setelah terjadi bencana besar tahap ini sangat dibutuhkan namun
organisasi bantuan hanya akan menemukan sebagian kecil dari korban.
Pertolongan tercepat datang dari korban selamat tanpa luka, dan
mereka akan menyediakan apapun asistansi yang mungkin.
Pengembangan pada kualitas dan ketersediaan pertolongan darurat
bergantung pada peningkatan dan pelatihan pada agensi khusus, seperti
pengajaran dari relawan-relawan dari pemadam kebakaran.

b. Pertolongan Lapangan
Pada saat darurat dimana lokasi untuk mendapatkan perawatan definitif
sulit untuk dicapai, perlu dilakukan perawatan secara langsung
dilokasi. Untuk itu dibutuhkan health-care yang bermobilisasi.
c. Triase
Seperti sudah dipelajari sebelumnya triase sangat dibutuhkan pada
bencana dalam jumlah besar. Hal tersebut karena triase dapat
menunjukan prioritas pertolongan bagi korban bencana.
d. Penandaan
("Natural Disasters: Protecting the Publics Health" 38-40)
2. Hospital Reception And Treatment
Saat diorganisasikan dirumah sakit, triase harus dilakukan oleh professional
karena hal ini menentukan hidup dan mati seseorang serta menunjukan tahap
yang harus dilakukan bagi seluruh petugas kesehatan
a. Struktur Organisasi
Sprigi mengatakan manajemen bencana besar yang efektif
membutuhkan servis organisasi yang berbeda pada pada saat biasanya.
Dia menekankan hospital disaster plan designates the command
structure to be adopted in case of disaster . . . [A] command team
(consisting of senior officers in the medical, nursing, and
administrative fields) . . . will direct people where to work according to
the plan and mobilize additional staff and additional resources as
required.. .1
b. Penstandardisasi Prosedur Terapi
Prosedur terapi harus bersifat ekonomis baik dalam bidang SDM
maupun SDA. Petugas kesehatan dan suplai harus mendukung
prosedur ini. Langkah pertama perawatan medis harus disederhanakan

dan dengan tujuan menyelamatkan nyawa dan mencegah komplikasi


atau masalah sekunder .
Persiapan dan penyebaran prosedur standar, seperti pemanjangan
debridemen, delayed primary wound closure, or the use of splints
instead of circular casts, dapat meberi hasil yang nyata dalam
mengurangi angka mortalitas dan kerusakan jangka panjang.
Individu dengan keterbatasan pelatihan dapat melakukan prosedur
sederhana secara cepat dan efektif. Sementara teknik yang mebutuhkan
sumber daya professional, alat yang kompleks, dan suplai yang banyak
sulit dilakukan saat bencana besar. Pengubahan pikiran dan tindakan
dari praktis sehari-hari ke populasi besar tidak mudah dilakukan oleh
petugas kesehatan.
("Natural Disasters: Protecting the Publics Health" 38-40)

3. Redistribusi Pasien Ke Rumah Sakit Lain Saat Dibutuhkan.


Redistribusi pasien dibutuhkan apabila fasilitas rumah sakit yang tidak
memadai atau rusak karena bencana. Namun dalam redistribusi ini juga harus
memperhatikan berbagai aspek, karena, redistribusi justru memperburuk
kondisi korban bukan memperbaikinya.
("Natural Disasters: Protecting the Publics Health" 38-40)

2. Evaluasi efektifitas tim penanganan kesehatan bencana.


Efektivitas dinilai dari 10 kriteria: (1) correctly recognizing differences between
response and agent generated demands; (2) adequately carrying out generic
functions;(3) effectively mobilizing personnel and resources;(4)generating an
appropriate delegation of tasks and a division of labor;(5) adequately processing
information; (6) properly exercising decision making; (7) developing overal

coordination;(8)blending emergent and established organizational behaviors; (9)


providing appropriate reports for the news media; and (10)having a well functioning
emergency operations center. (Quarantelli, 1996)

Sumber:
1. United States. World Health Organization. NATURAL DISASTERS:
Protecting the Publics Health. Washington D.C: Pan American Health
Organization, 2000. Web.
2. Quarantelli, E. L. (1996). Ten criteria for evaluating the
managementofcommunitydisasters. Informally published manuscript,
DisasterResearchCenter, University of Delaware, Delaware, Retrieved from
http://udspace.udel.edu/bitstream/handle/19716/649/PP241.pdf?..