Anda di halaman 1dari 19

Batupasir : merupakan batuan sedimen klastik komposisi penyusun butiran berupa material material klastika berukuran dominan rata-rata

1/16-2 mm.

Batupasir memiliki 3 penyusun, yakni : Fragmen Fragmen mineral Syarat : mineral yang resisten dan jumlahnya melimpah di alam Fragmen batuan Syarat : batuan asalnya bertekstur halus Matriks - material butiran yang berukuran lebih halus yang menjadi tempat fragmen pasir tertanam Semen materi yang saling mengunci selama proses litifikasi

Perlapisan silang-siur
perlapisan yang menunjukkan adanya sudut yang jelas antara layer-layer internal dengan bidang batas perlapisan.

Perlapisan ripple bedding


perlapisan yang menunjukkan adanya gelembur pada permukaannya

Struktur graded bedding


perlapisan yang ukuran butirnya berubah secara gradasi. Jika yang terjadi adalah menghalus ke atas, maka disebut normal grading. Sebaliknya, bila mengkasar ke atas disebut inverse grading.

1
2 3

PENGERTIAN & kOMPOSISI GENESIS

KEGUNAAN

Menurut Pettijohn (1975) batuan yang pada umumnya bersifat plastis berkomposisi hidrous alumunium silikat atau mineral lempung yang mempunyai ukuran butir halus (batulempung adalah batuan sedimen yang mempunyai ukuran butir kurang dari 0,002 atau 1/256 mm). Menurut Ingram (1953) batuan yang berstruktur masif yang komposisinya lebih banyak dari lanau. Menurut William dkk(1954) batuan sedimen klastik yang mempunyai ukuran butir lempung, termasuk di dalamnya butiran yang mempunyai diameter kurang dari 1 atau 2 mikron dan secara dominan disusun oleh silika.

ukuran butirnya yang sangat halus membuat sulit untuk mendeskripsi batulempung secara megaskopis maupun mikroskopis, sehingga analisis kimia merupakan informasi yang penting untuk mengetahui komposisi batulempng. Komposisi dominan pada batulempung adalah silika yang berasal dari feldspar. Unsur besi pada batu lempung hadir sebagai oksida, berupa pirit atau markasit dan siderit. Jumlah oksida besi pada batu lempung biasanya tercermin pada warna dari batuan tersebut. Selain mineral mineral tersebut di atas karbonat juga sering dijumpai pada batulempung.

Mineral karbonat pada batu lempung dapat berupa bahan-bahan organik, anorganik atau kombinasi dari keduanya antara lain:

Residual Clay Merupakan hasil pelapukan yang masih insitu atau belum mengalami transportasi. Ciri-ciri fisik dari batuan ini tergantung pada iklim, pengairan dan batu induknya. Batulempung jenis ini dijumpai disekitar batu induknya dan pada umumnya mempunyai mutu yang lebih baik dibandingkan dengan transported clays Transported Clays Batulempung yang sudah tertransportasi dapat berasal dari tiga sumber yaitu: Produk dari abrasi Produk dari pelapukan yang tertransportasi Pencampuran unsur kimia dan bio kimia

Tipe utama batu lempung menurut terjadinya terdiri dari lempung residu lempung letakan (sedimen), lempung residu adalah sejenis lempung yang terbentuk karena proses pelapukan (alterasi) batuan beku dan ditemukan di sekitar batuan induknya. Kemudian material lempung ini mengalami proses diagenesa sehingga membentuk batulempung.

Lempung umumnya digunakan untuk bahan pembuatan keramik bahan baku semen Portland genteng gerabah bata.

sedimen yang tersusun dari bahan-bahan dengan ukuran berbeda bentuk membulat (akibat adanya aktivitas air) yang direkat menjadi batuan padat. umumnya terdiri atas mineral/batuan yang mempunyai ketahanan diangkut jauh dari sumbernya. Di antara fragmen- fragmen konglomerat diisi oleh sedimen-sedimen halus sebagai perekat yang umumnya terdiri atas Oksida Besi, Silika, dan Kalsit. Fragmen-fragmen konglomerat dapat terdiri atas satu jenis mineral atau batuan atau beraneka macam campuran. sifatnya yang heterogen menjadikan berwarna-warni. umumnya diendapkan pada air dangkal.

Berwarna kelabu keputihan Tersusun atas beberapa sens (kerikil-kerikil bulat). Tidak ada goresan, tidak mengkilap, Kekerasan 5,5-6 skala mohs Patahan tidak sempurna dan permukaan tidak rata.

Dalam pembentukannya membutuhkan energi yang cukup besar untuk menggerakan fragmen yang cukup besar biasanya terjadi pada sistem sungai dan pantai Dari bahan-bahan yang lepas-lepas yang karena gaya beratnya sehingga terpadatkan dan terikat. Bisa juga berasal dari endapan hasil pelapukan batuan beku sehingga terjadi proses transpor pada material-material penyusunnya yang mengakibatkan fragmenfragmennya memiliki bentuk yang membulat.