Anda di halaman 1dari 4

A. Berikut adalah definisi atau pengertian dari : 1.

Organik adalah proses yang kokoh dan relatif cepat; untuk menyatakan bahwa bahanbahan pokok kehidupan. 2. Anorganik adalah 3. Organic matter adalah golongan besar senyawa kimia yang

molekulnya mengandung karbon, kecuali karbida, karbonat, dan oksida karbon. Studi mengenai senyawaan organik disebut kimia organik. Banyak di antara senyawaan organik, seperti protein, lemak, dan karbohidrat, merupakan komponen penting dalam biokimia. Di antara beberapa golongan senyawaan organik adalah senyawa alifatik, rantai karbon yang dapat diubah gugus fungsinya; hidrokarbon aromatik, senyawaan yang mengandung paling tidak satu cincin benzena; senyawa

heterosiklik yang mencakup atom-atom nonkarbon dalam struktur cincinnya; dan polimer, molekul rantai panjang gugus berulang. 4. Anorganik matter adalah senyawa periodik) yang anorganik didefinisikan pada umumnya

sebagai senyawa pada alam (di tabel

menyusun material / benda tak hidup. Semua senyawa yang berasal dari makhluk hidup digolongkan dalam senyawa organik, sedangkan yang berasal dari mineral digolongkan dalam senyawa anorganik. 5. Organik matter degradation adalah suatu reaksi perubahan kimia atau peruraian suatu senyawaorganik atau molekul organik menjadi senyawa organik atau molekul organik yang lebih sederhana. Degradasi merupakan perubahan kearah pengurangan (kemunduran). 6. Nitrogen organik adalah substansi organik dalam air buangan yang merupakan gabungan zat yang mengandung nitrogen. Nitrogen-organik berada dalam bentuk terikat di unsur pokok sel mahluk hidup yang masih hidup. Contohnya purin, peptida dan asam-asam amino. 7. Nitrogen anorganik adalah substansi anorganik dalam air buangan yang merupakan gabungan zat yang mengandung nitrogen. nitrogen-anorganik terdapat dalam keadaan larut (ammonia, nitrat, dan nitrit), dan gas. 8. BOD (Biochemical Oxygen Demand) merupakan ukuran kandungan bahan organik dalam limbah cair. BOD ditentukan dengan mengukur jumlah oksigen yang diserap oleh akibat adanya mikroorganisme selama satu periode waktu tertentu. BOD merupakan petunjuk dari pengaruh yang diperkirakan terjadi pada badan air penerima berkaitan dengan pengurangan kandungan oksigennya.

9. COD (Chemical Oxygen Demand) merupakan ukuran persyaratan kebutuhan oksidasi limbah cair yang berada dalam kondisi tertentu, yang ditentukan dengan menggunakan suatu oksidan kimiawi. 10. TOD (Total Oxygen Demand) adalah jumlah oksigen yang diserap atau dibutuhkan baik itu BOD maupun COD. 11. Nitrogen ammonia merupakan nitrogen yang keberadaannya berasal dari hasil metabolisme organisme hidup dan proses dekomposisi organisme yang telah mati serta sisa-sisa makanan. Bentuk nitrogen-ammonia sebenarnya bukan merupakan senyawa kimia beracun. Sifat racun ammonia ini timbul bila terdapat dalam keadaan terdisosiasi, yaitu apabila ammonia terdapat dalam larutan dimana terdapat ion hidrogen. Pada awalnya proses yang terjadi adalah berasal dari perubahan bentuk nitrogen-nitrat dan nitrogen-nitrit dalam keadaan anaerob, menjadi bentuk nitrogen ammonia. 12. Nitrogen ammonium merupakan ion yang berasal dari nitrogen ammonia yang bersenyawa dengan air. Kandungan Ammonium Nitrogen (NH4+-N) yang tinggi bersifat toxic terhadap bakteri methanogenesis yang merupakan bakteri yang bertugas mendekomposisi materi organik pada kondisi anaerobik. 13. Nitrat adalah (NO3) adalah bentuk utama nitrogen di perairan alami dan merupakan nutrient utama bagi pertumbuhan tanaman dan algae. Nitrat sangat mudah larut dalam air dan bersifat stabil. Senyawa ini dihasilkan da Bertambahnya konsentrasi nitrat dalam badan air menunjukkan terjadinya polusi faecal pada tingkat awal.ri proses oksidasi sempurna senyawa nitrogen di perairan. 14. Organic loading adalah parameter utama untuk mendesain proses lumpur aktif dan meng-operasikannya.Ada dua jenis parameter untuk organic loading, yaitu F/M (Food to Microorganism Ratio) dan Volumetric BOD Loading. 15. Total Organic Carbon (TOC) adalah jumlah carbon yang menempel/terkandung didalam senyawa organik dan digunakan sebagai salah satu indikator kwalitas air (air bersih maupun air limbah). Terdapat dua cara pengukuran TOC, yaitu pengukuran secara langsung (direct measurement) dan pengukuran tidak langsung (indirect measurement). TOC merupakan material yang berasal dari pembusukan

tanaman, pertumbuhan bakteri, dan aktivitas metabolikdari organisme hidup atau bahan kimia. 16. Total Inorganik Carbon (TIC) sering disebut sebagai karbon anorganik (IC), karbonat, bikarbonat, dan terlarut karbon dioksida (CO 2), yang merupakan suatu material yang

berasal dari sumber non-hidup. 17. Non-Purgeable Organic Carbon (NPOC) meruapakan sisa karbon organik dalam sampel diasamkan setelah membersihkan sampel dengan gas. 18. Purgeable (volatile) Organic Carbon (POC) merupakan karbon organik yang telah dihapus dari netral, atau sampel diasamkan dengan membersihkan dengan gas inert. Ini adalah senyawa yang sama disebut sebagai Volatile Organic Compounds (VOC) dan biasanya ditentukan oleh Trap Purge Gas Kromatografi. 19. Total Carbon (TC) adalah semua karbon di dalam sampel, termasuk inorganik dan organik karbon. B. Perbedaan gasifikasi, pirolisis dan pembakaran dapat dijelaskan sebagai berikut : Gasifikasi adalah suatu teknologi proses yang mengubah bahan padat menjadi gas. Bahan padat yang dimaksud adalah bahan bakar padar termasuk didalamnya, biomass, batubara, dan arang dari proses oil refinery. Gas yang dimaksud adalah gas-gas yang keluar dari proses gasifikasi dan umumnya berbentuk CO, CO2, H2, dan CH4. Pirolisis adalah dekomposisi kimia bahan organik melalui proses pemanasan tanpa atau reaktan lain kecuali kemungkinan uap air dimana material mentah akan mengalami pemecahan struktur kimia menjadi fase gas. Proses pirolisis merupakan tahap awal dari rangkaian proses yang terjadi dalam proses gasifikasi dan melibatkan proses kimia dan fisik yang kompleks dimana suatu perubahan dalam kondisi operasi berpengaruh pada proses secara keseluruhan. Pirolisis (juga disebut termalisis) dekomposisi termal (panas) dari bahan organik, seperti pada waktu batubara dipanaskan lebih dari 300 C tanpa udara atmosfer. Gasifikasi, pirolisis dan pembakaran dibedakan berdasarkan kebutuhan udara yang diperlukan selama proses. Jika jumlah udara/bahan bakar (AFR, air fuel ratio) sama dengan 0, maka proses disebut pirolisis. Jika AFR yang diperlukan selama proses kurang dari 1.5, maka proses disebut gasifikasi. Jika AFR yang perlukan selama proses lebih dari 1.5, maka proses disebut pembakaran. Perbedaan teknologi gasifikasi dan pembakaran dapat dilihat lebih jelas sebagai berikut :