Anda di halaman 1dari 1

Asuhan Keperawatan pada Ny.

H dengan Kebutuhan Nutrisi Kurang Dari Kebutuhan Tubuh Akibat Diabetes Melitus di Ruang K RSU Dr. Soedarso Pontianak Tahun
Diposkan oleh KEPERAWATAN , Label: ASKEP , Senin, 08 Maret 2010 05.21

ABSTRAK Berdasarkan data yang diperoleh dari medical record Rumah Sakit Umum Dr. Soedarso Pontianak angka kematian yang disebabkan oleh diabetes melitus masih cukup tinggi. Berdasarkan data di tahun 2009 berjumlah 21 kasus kematian dari total jumlah pasien sebanyak192 orang. Hal ini dikarenakan kurangnya pengetahuan dalam penatalaksanaan pasien dengan diabetes melitus dengan berbagai komplikasinya. Adapun tujuan dari penulisan laporan kasus ini adalah untuk memberikan perbandingan antara asuhan keperawatan secara teoritis dengan asuhan keperawatan yang terdapat pada kasus, serta untuk menekan angka mortalitas dan morbiditas akibat penyakit gangguan sistem endokrin terutama diabetes melitus dengan pendekatan sistem keperawatan. Ruang lingkup penulisan laporan kasus ini adalah asuhan keperawatan pada klien Ny. H dengan masalah utama kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh akibat diabetes melitus. Dalam penulisan laporan kasus ini penulis menggunakan metode kepustakaan dan deskriptif partisipasif. Laporan kasus ini terdiri dari lima bab yaitu bab pertama merupakan pendahuluan, bab kedua merupakan landasan teori, bab ketiga laporan kasus, bab keempat pembahasan, bab kelima adalah penutup. Pada laporan kasus ini terdapat masalah utama yaitu kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh. Setelah dilakukan pengkajian pada klien Ny. H dapat teridentifikasi tujuh masalah keperawatan yaitu kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh, nyeri, kerusakan perfusi jaringan perifer, gangguan pola tidur, potensial syok hiperglikemi, kurnag pengetahuan tentang penyakit dan resiko infeksi. Perencanaan yang dilakukan pada klien Ny. H banyak yang dimodifikasi oleh penulis untuk mencapai tujuan yang disusun pada perencanaan mengingat waktu yang digunakan oleh penulis adalah tiga hari perawatan, akan tetapi penulis tidak mengabaikan konsep konsep teori yang ada. Setelah dilakukan evaluasi hampir semua masalah keperawtan aktual dapat teratasi dan maslah keperawatan resiko tidak terjadi, hal ini dibuktikan dengan klien sudah diperbolehkan pulang oleh dkter yang merawat. Di dalam pelaksanaan asuhan keperawatan pada Ny. H penulis banyak mendapat hambatan, diantaranya yaitu kurang lengkapnya dokumentasi keperawatan yang dilakukan diruangan, dan keterbatasan waktu yang ada.. Penulis juga mendapatkan faktor pendukung diantaranya yaitu sudah terbinanya trust antara klien, keluarga klien dengan penulis sehingga mudah dalam memberikan asuhan keperawatan. Sebaiknya dalam pemberian asuhan keperawatan didokumentsikan secara lengkap agar dapat mengetahui perkembangan klien dan mempermudah dalam menetapkan tindakan keperawatan yang akan dilakukan selanjutnya.