Anda di halaman 1dari 20

ASKEP TB PARU PD NY.

K Di ruang melati 11 Rsud Kertosono

SRI WIJAYANTI 11110213

Perkembangan TB Paru
Infeksi paru primer : Penderita sebelumnya telah terinfeksi Pada APEKS (Lesi Paru) Nyata setelah dewasa Perkembangan lewat darah, setelah primer. Bila kuman banyak, daya tahan TB milier. Reaktivitas dari lesi primer menjadi sekunder (bertahuntahun setelah infeksi TB masa kanak, dapat oleh karena malnutrisi, hamil). Lesi ada APEKS (oleh karena O2 ). Penyebaran dalam paru (oelh karena perkejuan) pecah cair batuk caverne (udara ) kuman berkembang cepat menyebar melalui bronkhus pneumonia tuberkulosis pecah caverne baru. Lesi dapat sembuh fibrosis (campur dengan yang aktif) kalsifikasi menarik trakhea lesi dapat merusak bronkhus bronkhiektasis.

Mekanisme Pertahanan Tubuh


Umur

Usia produktif

40-50 tahun
prevalensi

+ 60 tahun Makanan : malnutrisi TB Toksik : merokok, alkohol pertahanan , kortikoteroid Penyakit lain : HIV, Diabetes Sosial ekonomi kumuh, padat, lingkungan kerja jelek RAS :

Eskimo dan indian Amerika daya tahan terhadap TB Eropa dan Cina mudah terserang

Etiologi
Kuman tuberkulosis (Mycobacterium Tuberculosis) terbanyak di Afrika Barat (Myc. Afrikanum). Jarang sampai sedang
Myc. Bovis (susu sapi) Myc. Non-Tuberculosis Myc. Non Tuberculosis banyak ditemukan, umumnya tidak bahaya, jarang menimbulkan penyakit (resisten thdp obat anti TB)

Pada masa lalu, di negara industri, uji tuberkulin pada dewasa muda yg terinfeksi, + 10% saja yang berkembang menjadi infeksi. Adanya penyakit tergantung virulensi kuman dan daya tahan tubuh. Perkembangan penyakit dapat cepat, dapat dormant, pada penderita dengan daya tahan turun (malnutrisi, infeksi, HIV, tua kuman dormant aktif penyakit berkembang.

Gejala Klinik
Batuk khas, kadang hemoptoe Lemah, malas Sesak napas Demam rendah, kadang subfebril Nyeri dada jarang BB turun anoreksia Kadang-kadang tanpa gejala

Diagnosis
KLINIK
Dapat dilihat dari gejala-gejala yang diamalami penderita (belum bisa menegakkan diagnosis secara pasti) Diagnosis pasti pemeriksaan lab. Sputum bila ditemukan basil, TB dalam sputum penderita.

LABORATORIUM Pemeriksaan darah : PCR, Mycodot, PAP, ICT,dll Pemeriksaan sputum : diagnosis pasti BTA (+) Pemeriksaan uji Tuberkulin (mantoux tes) : terutama pada anak-anak untuk membantu menegakkan diagnosis TB paru dewasa kurang berarti. false positif: imunisasi BCG false negatif: pasien immuncompromised Pemeriksaan lain :

Px. Fisik paru Px. Radiologik : mahal tapi praktis

Askep Ny.K

A. Pengkajian Nama: Ny.K -no register : 11006582 Alamat: Baron -tgl msk:10 feb 2014 08.00 Umur : 55 THN -tgl pengkajian: 10 feb 2014 Jns kelamin: perempuan Agama :islam Suku:indonesia Pendidikan: Sd Pekerjaan : IRT Status perkawinan: Kawin Pembiayaan : umum Dx.Medis: Tb paru

Riwayat kesehatan
1.keluhan utama:sesak disertai nyeri ulu hati 2.riwayat penyakit sekarang: Px datang dgn mgatakan sesak,nyeri ulu hati,sebulumnya px di bawa ke mantri, tp nyeri dan sesak tdk berkurang. kemudian px di bawa di lgd rsud kertosono di observasi mual, muntal ,batuk, panas. Di igd mendapat terapi inf RL 20 tpm, inj ranitidin 2x1 amp,inj cefotaxime 2x1 grm.inj dexa 3x 1,inj dipenhidrine,kemudian px di bawa di ruang melati II,mendapat terapi O2 nasal kanul 4 lpm dan nebilizer

1. Riwayat penyakit dahulu: Px mengatakn dlu juga sakit seperti ini dan kp :2x 2010=belum tuntas Dan thn 2014=dalam pengobatan Tb,dm.ht2. Riwayat penyakit keluarga Px mengtakan tdk ada keluarga yg menderita pnykit menular

Pemeriksaan review of system

B1 (breathing) Bentuk dada barrel chest Keluhan sesak(+) Batuk (+) RR 26X/mnt Menggunakan alat bantu O2 nasal kanul 4 lpm

B2 (blood)
Irama jantung (lub-dug-lub-dug) Nyeri dada B3 (brain) Kesadaran (cm) GCS E-4. V-5.M-6 Pupil isokor B4 (bledder) Alat bantu kateterProd urin +1200 Ml/hr Warna coklat kehitaman

B5 (bowel) Mukosa kering Ada nyeri tekan daerah epigastrik, Hipertimpani, Bu meningkat,nafsu usus makan menurun,peristaltik usus meningkat B6 (muskuluskelental) Turgor kulit menurun Akral dingin

ANALISA DATA
no 1. Data penunjang Ds :px mengatakan sesak,batuk tp tdk bsa keluar riak Do : RR 26X/mnt whezing(+). (ronchi+) Terpasang nasal kanul 4 lpm etiologi Mycobacterium tubercolusis TB paru Sel mucus berlebih Akumulasi sekret pd saluran pernafasan MK: Bersihan jalan nafas tdk efektif masalah Bersihan jalan nafas tdk efektif

Analisa data
No 2. Data penunjang Ds . Px mengatakn klu merasa mual,muntah ,nafsu makan menurun Do . TD; 120/80mmhg N;85X/mnt RR: 26X/mnt S : 36 Bu meningkat Hipertimpani Turgor kulit menurun Mukosa kering Bb sebelum sakit 45 kg Bb saat sakit 38 kg Etiologi Mycobacterium tubercolusis
Tb paru Imun tubuh Aktivasi seluler Pengeluaran batuk /droplet berlebih anorexia Mk : nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh

Masalah Nutrisi kurang dari kebutuhab tubuh

Diagnosa keperawatan
Bersihan jalan nafas b.d akumulasi sekret Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b.d anorexia

Intervensi dx : bersihan jalan nafas b.d akumulasi sekret tujuan : mempertahankan jalan nafas kriteria hasil:mengeluarkan sekret tanpa bantuan dan RR dalam rentang normal 16 s/d 24x/mnt

intervensi
1. Berikan posisi semi fowler 2. Bantu px untuk batuk efektif 3. Anjurkan px untuk bnyak minum air hangat 4. obs,.tt & obs suara nafas tambahan,irama,kedalaman,frekuensi 5. Motivasi px & keluarga 6. Kolaborasi dgn tim medis dalam pemberian obat nebulizer & expectorant

rasional
1. Membantu memaksimalkan ekspansi paru 2. Batuk efektif membantu pengeluaran sekret 3. Pemasukan cairan hangat membantu untkj mengencerkan sekret 4. Pemantauan ttv menentukan perkembangan peraewatan selanjutnya 5. Utk memberi semangat serta mempercepat kesembuhan px 6. Mengetahui dosis obt dan sesuai indikasi

Intervensi
dx; Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b.d anorexia tujuan ;menunjukan perubahan perilaku utk memperbaiki kesehatan & pola makan utk memenuhi kebutuhan nutrisi kriteria hasil: menunjukan peningkatan BB & bebas dari tanda@ malnutrisi

intervensi
1. Kaji status nutrisi,riwayat mual,muntah 2. Kaji pola diet yg di sukai /tdk disukai 3. Monitor intake dan output secara periodik 4. Menganjurkan px untk minum air hangat 5. Konsultasi ke ahli gizi 6. Kolaborasi dgn dokter

rasional
1. Berguna dlm mendefinisikan derajat /luasnya masalah & pilih intervensi yg tepat 2. Membantu dlm mengidentifikasi kebutuhan khusus klien 3. Air hangat urk mengurabgi rasa mual ,muntah klien 4. Memberikan bantuan dlm perencanaan diet dgn nutrisi adekuat utk kebutuhan metabolic 5. Mengetahui disis obat&sesuai indikasi obat

Impementasi
Tgl/jam 10/2/14 10.00 Diagnosa Bersihan jln nafas b.d akumulasi sekret tindakan 1. Memberikan posisi semi fowler 2. Membantu px utk batuk efektif 3. Menganjurkan px utk bnyk minum air hangat 4. Mengobservasi ttv & mrngobservasi suara nafas tambahan irama,frekuensi, 5. Motivasi klien dan keluarga 1. Membantu px utk batuk efeltif 2. Mengobservasi ttv &mengobservasi suara nafas frekuensi&kedalaman pernafasan 1. Mengobservasi ttv dn suara nafas frekuensi kedalaman pernafasan 2. Memberikan HE pd klien dan keluarga ttd

11/2/14 21.30

12/2/14 06.40

Catatan perkembangan nama : Ny. K No.register : 11006582


Tgl/jm Diagnosa Evaluasi S: px mengatakn tdk bisa batuk efektif dan sesak serta riak tdk bs keluar O: ku=lemah Batuk efektif (-) whezing(+),ronchi(+) Cemas , sputum(-) A :masalh belum teratasi P: lanjutkan intervensi S : px mengatakan sudah bisa batuk jarang2 dan sedikit keluar riak sedikit tdk sesak O ;KU=sedang whezing(-). Ronchi (+) A :masalah teratasi sebagian P ; intervensi dilanjutkan S : px mngtak sdh bs btuk &riak sdh bs keluar O ;KU=baik Ttd 10/2/14 Bersihan jln nafas 10.00 wi b.d akumulasi sekret

11/2/14 21.30

12/2/14 06.30