Anda di halaman 1dari 15

TUGAS INDIVIDU ANALISIS REGRESI

HUBUNGAN ANTARA LAMANYA PENGGUNAAN METODE PEMBELAJARAN SECARA SEMINAR, KERJA KELOMPOK DAN UNIT TEACHING DALAM SATU SEMESTER PADA PELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA SMA NEGERI 3 KEDIRI

OLEH : SINGGIH DWI S ( 095514039 )

S1 ELKOM 2 2009

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA 2012

A. JUDUL
HUBUNGAN ANTARA LAMANYA PENGGUNAAN METODE PEMBELAJARAN SECARA SEMINAR, KERJA KELOMPOK DAN UNIT TEACHING DALAM SATU SEMESTER PADA PELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA SMA NEGERI 3 KEDIRI

B. DESKRIPSI DATA
Tabel data nilai test SMA Negeri 3 Kediri : 62.1 75.9 56.9 67.2 62.1 72.4 70.7 63.8 70.7 67.2 65.5 68.9 79.3 74.1 60.3 77.6 67.2 60.3 68.9 70.7 86.2 79.3 75.9 68.9 51.7 65.5 70.7 63.8 60.3 74.1 62.1 55.2 63.8 72.4 68.9 65.5 62.1 74.1 65.5 70.7 60.3 58.6 63.8 53.4 56.9 68.9 60.3 67.2 58.6 56.9 75.9 62.1 77.6 48.3 67.2 50 62.1 63.8 46.8 58.6

Tabel 1.1

Dari tabel 1.1 di atas dapat kita kelompokan menjadi data sebagai berikut :

Responden

Metode Seminar (Jam) 62.1 75.9 56.9 67.2 62.1 72.4 70.7 63.8 70.7 67.2 65.5 68.9 79.3 74.1 60.3

Metode Kerja Kelompok (Jam) 77.6 67.2 60.3 68.9 70.7 86.2 79.3 75.9 68.9 51.7 65.5 70.7 63.8 60.3 74.1

Metode Unit Teaching (Jam) 62.1 55.2 63.8 72.4 68.9 65.5 62.1 74.1 65.5 70.7 60.3 58.6 63.8 53.4 56.9

Prestasi Belajar 68.9 60.3 67.2 58.6 56.9 75.9 62.1 77.6 48.3 67.2 50 62.1 63.8 46.8 58.6

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15

Tabel 1.2

Dari tabel 1.2 diatas dapat kita buat grafiknya sebagai berikut:

Grafik 1A

Grafik 1B

Grafik 1C

Grafik 1D Dari grafik 1A, 1B, 1C, dan 1D diatas dapat kita lihat bahwa sebagian besar grafik lamanya metode pembelajaran dengan nilai prestasi belajar siswa adalah berbanding lurus.

Dari tabel 1.1 kita dapat menentukan tendensi sentralnya. Menggunakan SPSS 19 berikut ini hasilnya :

Statistics Metode Seminar N Valid Missing Mean Median Mode Sum 15 5 67.8067 67.2000 62.10
a

Metode Kerja Kelompok 15 5 69.4067 68.9000 60.30


a

Metode Unit Teaching 15 5 63.5533 63.8000 62.10


a

Prestasi Belajar 15 5 61.6200 62.1000 58.60


a

1017.10

1041.10

953.30

924.30

a. Multiple modes exist. The smallest value is shown

Tabel 1.3 Dari hasil SPSS Tabel 1.3 diatas dapat diketahui tendensi sentral dari metode seminar,kerja kelompok, dan unit teaching serta prestasi belajar 15 siswa berturut-turut adalah Rata-rata: 67.8067,694067,dan 63.5533 serta 61.6200 Dengan nilai tengah atau median = 67.2, 68.9, 63.8 dan 62.1 Nilai yang banyak muncul adalah = 62.1, 60.3, 62.1,dan 58.6 Dari tabel 1.2 dapat kita tentukan ukuran penyebarannya (dispersi),berikut ini tabel hasil dispersinya :
Statistics Metode Seminar N Valid Missing Std. Error of Mean Std. Deviation Variance Range Minimum Maximum 15 5 1.60177 6.20362 38.485 22.40 56.90 79.30 Metode Kerja Kelompok 15 5 2.23184 8.64386 74.716 34.50 51.70 86.20 Metode Unit Teaching 15 5 1.59364 6.17216 38.096 20.70 53.40 74.10 Prestasi Belajar 15 5 2.34430 9.07943 82.436 30.80 46.80 77.60

Tabel 1.4 Dari tabel 1.4 diatas dapat diketahui ukuran penyebaran atau dispersi dari lama metode pembelajaran menggunakan metode seminar,kerja kelompok, dan unit teaching serta prestasi belajar 15 siswa berturut-turut adalah = Range (rentang)= 22.4, 34.5, 20.7, dan 30.8

Dengan simpangan baku (standart deviasi) = 6.20362, 8.64386, 617216, dan 9.07943 Standart Error of Mean = 1.6017, 2.23184, 1.59364, dan 2.34430 Variansi = 38.485, 74.716, 38.096, dan 82.436 Dari tabel 1.2 dapat kita tentukan percentil,skewnes dan kurtosisnya :
Statistics Metode Seminar N Valid Missing Skewness Std. Error of Skewness Kurtosis Std. Error of Kurtosis Percentiles 5 10 25 30 50 75 80 90 15 5 .095 .580 -.532 1.121 56.9000 58.9400 62.1000 63.4600 67.2000 72.4000 73.7600 77.2600 Metode Kerja Kelompok 15 5 -.086 .580 .349 1.121 51.7000 56.8600 63.8000 65.1600 68.9000 75.9000 77.2600 82.0600 Metode Unit Teaching 15 5 .109 .580 -.730 1.121 53.4000 54.4800 58.6000 59.9600 63.8000 68.9000 70.3400 73.0800 Prestasi Belajar 15 5 .043 .580 -.371 1.121 46.8000 47.7000 56.9000 58.2600 62.1000 67.2000 68.5600 76.5800

Tabel 1.5 Dan berikut tabel frekuensinya:

Metode Seminar Cumulative Frequency Valid 56.90 60.30 62.10 63.80 65.50 67.20 68.90 70.70 72.40 74.10 75.90 1 1 2 1 1 2 1 2 1 1 1 Percent 5.0 5.0 10.0 5.0 5.0 10.0 5.0 10.0 5.0 5.0 5.0 Valid Percent 6.7 6.7 13.3 6.7 6.7 13.3 6.7 13.3 6.7 6.7 6.7 Percent 6.7 13.3 26.7 33.3 40.0 53.3 60.0 73.3 80.0 86.7 93.3

79.30 Total Missing Total System

1 15 5 20

5.0 75.0 25.0 100.0

6.7 100.0

100.0

Tabel 1.6

C. PENGUJIAN PERSYARATAN ANALISIS

Analisis regresi linier berganda ini digunakan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh dari variabel bebas terhadap variabel terikat. Disini saya akan memberikan contoh seperti artikel saya sebelumnya, lihat artikelnya disini. Sehingga yang saya cari adalah pengaruh variabel bebas (independen variable) yaitu metode seminar (X1), metode kerja kelompok (X2), dan metode unit teaching (X3) terhadap variabel

terikat (dependen variable) yaitu Beta (Y). Dan persamaan regresinya dapat dirumuskan sebagai berikut (Suharyadi dan Purwanto, 2004:509):

Dimana: Y a b1,b2,b3,b4 X1 X2 X3 e = Beta () = Konstanta = Koefisien determinasi = Metode Seminar = Metode Kerja Kelompok = Metode Unit Teaching = Error

Dari data tabel 1.2 dapat dianalisa menggunakan metode analisis regresi dengan SPSS 20:
Descriptive Statistics Mean Prestasi Belajar Metode Seminar Metode Kerja Kelompok Metode Unit Teaching 61.6200 67.8067 69.4067 63.5533 Std. Deviation 9.07943 6.20362 8.64386 6.17216 N 15 15 15 15

Tabel 1.7

Correlations Prestasi Belajar Pearson Correlation Prestasi Belajar Metode Seminar Metode Kerja Kelompok Metode Unit Teaching Sig. (1-tailed) Prestasi Belajar Metode Seminar Metode Kerja Kelompok Metode Unit Teaching N Prestasi Belajar .040 15 .168 15 .439 15 . 15 .466 . .261 .081 -.267 .261 . .444 .043 .081 .444 . 1.000 .040 .168 .439 1.000 -.179 .380 Metode Seminar -.179 1.000 -.040 Metode Kerja Kelompok .380 -.040 1.000 Metode Unit Teaching .466 -.267 .043

Metode Seminar Metode Kerja Kelompok Metode Unit Teaching

15 15

15 15

15 15

15 15

15

15

15

15

Tabel 1.8 Dari tabel 1.8 hasil SPSS menjelaskan sebuah korelasi atau hubungan ganda antara prestasi belajar (Y) dengan metode seminar (X1), metode kerja kelompok (X2), dan metode unit teaching (X3)
Variables Entered/Removed Variables Model 1 Entered Metode Unit Teaching, Metode Kerja Kelompok, Metode Seminar a. All requested variables entered. b. Dependent Variable: Prestasi Belajar Variables Removed Method . Enter
b

Tabel 1.9

Model Summary

Change Statistics R Model 1 R .592


a

Adjusted R Square .173

Std. Error of the Estimate 8.25895

R Square Change .350 F Change 1.973 df1 df2 3 11

Sig. F Change .177

Square .350

a. Predictors: (Constant), Metode Unit Teaching, Metode Kerja Kelompok, Metode Seminar b. Dependent Variable: Prestasi Belajar

Tabel 1.10

Dari tabel 1. 10 diketahui bahwa nila R = 0.592, ini berarti bahwa nilai korelasi antara X1,X2, dan X3 secara bersamaan dengan Y adalah 0.592
Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model 1 (Constant) Metode Seminar Metode Kerja Kelompok Metode Unit Teaching a. Dependent Variable: Prestasi Belajar .645 .371 .438 1.736 .110 .466 .464 .422 .928 1.078 B -.790 -.070 .378 Std. Error 42.612 .369 .256 -.048 .360 Standardized Coefficients Beta T -.019 -.191 1.478 Sig. .986 .852 .168 -.179 .380 -.057 .407 -.046 .359 .928 .997 1.078 1.003 Correlations Zero-order Partial Part Collinearity Statistics Tolerance VIF

Tabel 1.11

Dari tabel 1.11 dapat diketahui garis regresinya yaitu dengan memperhatikan hasil dari kolom B: 1) Constan =-0,790 2) Metode seminar = -0.070 3) Metode kerja kelompok = 0.378 4) Metode unit teaching = 0.645 Maka bisa dibuat garis regresi sebagai berikut : Y = - 0.790 0.070 metode seminar + 0.378 metode kerja kelompok + 0.645 metode unit teaching. Interpretasi dari regresi diatas adalah sebagai berikut:

1. Konstanta (a) Ini berarti jika semua variabel bebas memiliki nilai nol (0) maka nilai variabel terikat (Beta) sebesar -0.790.

2. Metode seminar (X1) terhadap beta (Y) Nilai koefisien metode seminar untuk variabel X1 sebesar 0.070 dan bertanda negatif. Ini menunjukkan bahwa Current Ratio mempunyai hubungan yang berlawanan arah dengan Risiko Sistematis. Hal ini mengandung arti bahwa setiap kenaikan metode seminar satu satuan maka variabel Beta (Y) akan turun sebesar 0.070 dengan asumsi bahwa variabel bebas yang lain dari model regresi adalah tetap.

3. Metode kerja kelompok (X2) terhadap beta (Y) Nilai koefisien metode kerja kelompok untuk variabel X2 sebesar 0.378. Hal ini mengandung arti bahwa setiap kenaikan metode kerja kelompok satu satuan maka variabel Beta (Y) akan naik sebesar 0.378 dengan asumsi bahwa variabel bebas yang lain dari model regresi adalah tetap.

4. Metode Unit Teaching (X3) terhadap beta (Y) Nilai koefisien metode unit teaching terstandarisasi untuk variabel X3 sebesar 0.645 Hal ini mengandung arti bahwa setiap kenaikan metode unit teaching satu satuan maka variabel Beta (Y) akan naik sebesar 0.645 dengan asumsi bahwa variabel bebas yang lain dari model regresi adalah tetap.
Residuals Statistics Minimum Predicted Value Std. Predicted Value Standard Error of Predicted Value Adjusted Predicted Value Residual Std. Residual Stud. Residual Deleted Residual Stud. Deleted Residual Mahal. Distance Cook's Distance Centered Leverage Value 52.5654 -14.17952 -1.717 -1.807 -15.70806 -2.055 .429 .003 .031 69.5993 8.09343 .980 1.279 14.63463 1.321 5.776 .376 .413 60.5532 .00000 .000 .054 1.06684 .038 2.800 .097 .200 5.86622 7.32077 .886 1.026 9.95115 1.067 1.672 .104 .119 15 15 15 15 15 15 15 15 15 51.1918 -1.942 2.576 Maximum 71.1533 1.775 5.718
a

Mean 61.6200 .000 4.155

Std. Deviation 5.37050 1.000 .994

N 15 15 15

a. Dependent Variable: Prestasi Belajar

Tabel 1.12

Tabel 1.12 merupakan penggambaran umum yang meliputi nilai minimum maksimum,mean dan std. deviasi dari nilai residu.

Grafik 1E

Grafik 1F

Grafik 1F menggambarkan nilai rata-rata y terhadap X1,X2, dan X3 sehingga diperoleh garis regresi.

D. PENGUJIAN HIPOTESIS Uji t digunakan untuk mengetahui apakah variabel-variabel independen secara parsial berpengaruh nyata atau tidak terhadap variabel dependen. Derajat signifikansi yang digunakan adalah 0,05. Apabila nilai signifikan lebih kecil dari derajat kepercayaan maka kita menerima hipotesis alternatif, yang menyatakan bahwa suatu variabel independen secara parsial mempengaruhi variabel dependen. Hipotesis Lamanya penggunaan Metode Pembelajaran : tidak ada hubungan antara lamanya penggunaan metode pembelajaran (seminar, kerja kelompok, unit teaching) terhadap prestasi belajar : ada hubungan antara lamanya penggunaan metode pembelajaran (seminar, kerja kelompok, unit teaching) terhadap prestasi belajar

Pengujian Hipotesis dapat diketahui dengan melihat tabel hasil output SPSS 20 sebagai berikut:
Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model 1 (Constant) Metode Seminar Metode Kerja Kelompok Metode Unit Teaching a. Dependent Variable: Prestasi Belajar .645 .371 .438 1.736 .110 .466 .464 .422 .928 1.078 B -.790 -.070 .378 Std. Error 42.612 .369 .256 -.048 .360 Standardized Coefficients Beta T -.019 -.191 1.478 Sig. .986 .852 .168 -.179 .380 -.057 .407 -.046 .359 .928 .997 1.078 1.003 Correlations Zero-order Partial Part Collinearity Statistics Tolerance VIF

Tabel 1.11 1. Metode seminar (X1) terhadap beta (Y) Terlihat pada kolom Coefficients terdapat nilai sig 0.852. Nilai sig lebih besar dari nilai probabilitas 0,05, atau nilai 0.852 > 0,05, maka H0 diterima dan H1 ditolak.. Nilai t negatif menunjukkan bahwa variabel X1 mempunyai hubungan yang berlawanan dengan Y.

2. Metode Kerja kelompok (X2) terhadap Beta (Y) Terlihat pada kolom Coefficients model 1 terdapat nilai sig 0.168. Nilai sig lebih besar dari nilai probabilitas 0,05, atau nilai 0.168 > 0,05, maka H1 ditolak dan Ho diterima.. Nilai t positif menunjukkan bahwa X2 mempunyai hubungan yang searah dengan Y.

3. Metode Unit Teaching (X3) terhadap Beta (Y) Terlihat nilai sig untuk ROA adalah 0.110. Nilai sig lebih besar dari nilai probabilitas 0,05, atau nilai 0.110 > 0,05, maka H1 ditolak dan Ho diterima.. Nilai t negatif menunjukkan bahwa X3 mempunyai hubungan yang searah dengan Y. Uji F Uji F digunakan untuk mengetahui apakah variabel-variabel independen secara simultan berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Derajat kepercayaan yang digunakan adalah 0,05. Apabila nilai F hasil perhitungan lebih besar daripada nilai F menurut tabel maka hipotesis alternatif, yang menyatakan bahwa semua variabel independen secara simultan berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen.
ANOVA Model 1 Regression Residual Total Sum of Squares 403.792 750.312 1154.104 df 3 11 14
b

Mean Square 134.597 68.210

F 1.973

Sig. .177
a

a. Predictors: (Constant), Metode Unit Teaching, Metode Kerja Kelompok, Metode Seminar b. Dependent Variable: Prestasi Belajar

Tabel 1.12

Dari tabel 1.12 diatas dapat kita uji menggunakan uji F dan berikut hasilnya: Model Regresion Residual Total Df 3 11 14 F 1.973 (NS) F5% 3.59 F1% 6.22 -

Tabel 1.13

Dari Tabel 1.13 pengujian secara simultan X1, X2, X3 dan X4 terhadap Y didapatkan: Dari tabel diperoleh nilai Fhitung sebesar 1.973 dengan nilai probabilitas (sig)=0.177. Nilai Fhitung 1.973 < Ft5%(3.59) dan Ft1% (6.22), dan nilai sig. 0.177 lebih besar dari taraf signikan 0,05 (3.59) maupun 0.01(6.22) atau nilai 0.177 > 0.05; maka H0 diterima dan H1 ditolak. E. KESIMPULAN Dari uji hipotesis diatas dengan uji t didapatkan X1(0.852),X2(0.168),X3(0.110) lebih besar daripada 0.05 maka jatuh pada daerah menerima H0 dan menolak H1 . Maka dapat disimpulkan bahwa lamanya penggunaan metode pembelajaran (seminar,kerja kelompok,unit teaching) tidak signifikan atau tidak ada hubungan dengan prestasi belajar. Dari uji F didapatkan Fhitung sebesar 1.973 < Ft5%(3.59) dan Ft1% (6.22).Ini berarti H0 diterima dan H1 ditolak. Maka dapat disimpulkan bahwa lamanya penggunaan metode pembelajaran (seminar,kerja kelompok,unit teaching) tidak signifikan atau tidak ada hubungan dengan prestasi belajar.

Beri Nilai