Anda di halaman 1dari 3

Hewan coba / hewan uji atau sering disebut hewan laboratorium adalah hewan yang khusus diternakan untuk

keperluan penelitian biologik. Hewan percobaan digunakan untuk penelitian pengaruh bahan kimia atau obat pada manusia. Beberapa jenis hewan yang sering dipakai dalam penelitian maupun praktikum farmakologi yaitu:Kelinci, Marmut, Mencit, ikus dan katak. !ercobaan kali ini adalah membahas tentang bagaimana cara penanganan hewan coba dan pemberian obat terhadap hewan coba.

Hewan sebagai model atau sarana percobaan haruslah memenuhi persyaratan- persyaratan tertentu, antara lain persyaratan genetis/ keturunan dan lin gkungan yangmemadai dalam pengelolaannya, di samping faktor ekonomis, mudah tidaknyadiperoleh, serta mampu memberikan reaksi biologis yang mirip kejadiannya padamanusia Pada praktikum farmakologi,praktikan menggunakan hewan percobaan mencit, tikus,kelinci, dan marmot. Tetapi yang benar-benar dilakukan untuk percobaan adalah mencit saja. Hewan-hewan tersebut dapat digunakan sebagai hewan percobaan untuk praktikum farmakologi ini karena struktur dan sistem organ yang ada di dalam tubuhnya hampir mirip dengan struktur organ yang ada di dalam tubuh manusia.Sehingga hewan-hewan tersebut biasa digunakan untuk uji praklinis sebelum nantinya akan dilakukan uji klinis yang dilakukan langsung terhadap manusia.Sebelum melakukan percobaan, terlebih dahulu praktikan harus mengetahui olume pemberian obat pada hewan percobaan. !olume cairan yang diberikan padasetiap jenis hewan percobaan tidak boleh melebihi batas maksimal yang telah ditetapkan. "arena kalau melebihi batas maksimal kemungkinan hewan percobaan akan mengalami efek farmakologis yang dapat membahayakannya.
#ntuk memperoleh efek farmakologis yang sama dari suatu obat pada spesies hewan percobaan, diperlukan data penggunaan dosis dengan menggunakan tabel kon ersi perbandingan luas permukaan tubuh setiap spesies.

Pada hewan percobaan ini ada faktor-faktor yang dapat memperngaruhi hasil percobaan, yaitu faktor internal dan eksternal. 1.Faktor internal Faktor internal yang dapat mempengaruhi hasil percobaan antara lain adalahvariasi biologik (usia, jenis kelamin), ras dan sifat genetik, status kesehatan dannutrisi, bobot tubuh, dan luas permukaan.Usia dan jenis kelamin berpengaruh pada hasil percobaan karena pada usia yangtepat pada fase hidup hewan tersebut, efek farmakologi yang dihasilkan akan lebih baik. eda hasilnya jika usia hewan tersebut masih bayi. !enis kelamin juga berpengaruh di lihat dari literature bobot badan hewan akan berbeda. "al ini berpengaruh pada dosis yang akan di gunakan pada hewan percobaan tersebut. egitu juga dengan ras dan sifat genetik, berpengaruh karena jika menggunakanhewan percobaan dengan ras dan sifat genetik yang berbeda#beda, maka hasil percobaannya juga akan berbeda. "al ini karena gen pada setiap individu berbeda.$enga n gen yang berbeda#beda dan karakteristik yang berbeda pula, maka masing#masing memiliki perbedaan dalam perilaku, kemampuan imunologis,

infeksi penyakit, kemampuan dalam memberikan reaksi terhadap obat, kemampuanreproduksi dan lain sebagainya.%tatus kesehatan dan nutrisi berpengaruh terhadap hasil percobaan karena efek yang dihasilkan dalam dosis akan cepat diserap oleh tubuh dan berlangsung cepatefek yang di hasilkan.%elain itu, bobot tubuh dan luas permukaan tubuh juga berpengaruh dalam hasil percobaan. obot dan luas permukaan tubuh hewan yang besar akan lebihmembutuhkan lebih banyak dosis dibandingkan dengan yang memiliki bobot danluas permukaan tubuh yang kecil untuk mendapatkan data kuantitatif yang akurat pada efek farmakologis yang terjadi.&. Faktor eksternal Faktor eksternal yang dapat mempengaruhi hasil percobaan antara lain adalah pemeliharaan lingkungan fisiologik (keadaan kandang, suasana asing atau baru, penga laman hewan dalam penerimaan obat, keadaan ruangan tempat hidup sepertisuhu, kelembaban udara, ventilasi, cahaya, kebisingan serta penempatan hewan),suplai oksigen, pemeliharaan keutuhan struktur ketika menyiapkan jaringan atauorgan untuk percobaan.'eningkatnya kejadian penyakit infeksi pada hewan percobaan, disebabkankarena kondisi lingkungan yang jelek di mana hewan itu tinggal. 'aka denganmeningkatnya kejadian penyakit infeksi dan disertai dengan keadaan nutrisiyang jelek pula, akan berakibat resistensi tubuh menurun, sehingga akan berpengaruhter hadap hasil suatu percobaan.$adi, untuk menghasilkan hasil percobaan yang baik, faktor eksternal tersebutharus disesuaikan dengan karakteristik hewan percobaan agar hewan tersebut tidak stres. "arena kalau hewan tersebut stres akan menghambat percobaan. Selain itu %ara memegang hewan dari masing-masing jenis hewan adalah berbedabeda dan ditentukan oleh sifat hewan, keadaan fisik &besar atau kecil' serta tujuannya. "esalahan dalam caranya akan dapat menyebabkan kecelakaan atau hips ataupun rasa sakit bagi hewan&ini akan menyulitkan dalam melakukan penyuntikan atau pengambilan darah,misalnya' dan juga bagi orang yang memegangnya. Mencit 'encit adalah hewan percobaan yang sering dan banyak digunakan di dalamlaboratorium farmakologi dalam berbagai bentuk percobaan. "ewan ini mudahditangani dan bersifat penakut, fotofobik, cenderung berkumpul sesamanya dan bersembunyi. (kti itasnya di malam hari lebih aktif. "ehadiran manusia akanmengur angi akti itasnya)encit dapat dipegang dengan memegang ujung ekornya dengan tangan kanan,*iarkan menjangkau / mencengkeram alas yang kasar &kawat kandang'. "emudiantangan kiri dengan ibu jari dan jari telunjuk menjepit kulit tengkuknya seerat /setegang mungkin. +kor dipindahkan dari tangan kanan, dijepit antara jarikelingking dan jari manis tangan kiri. ,engan demikian, mencit telah terpegang olehtangan kiri dan siap untuk diberi perlakuan.$ika cara penanganan mencit tidak sesuai, biasanya mencit akan buang air besar atau buang air kecil. Hal ini terjadi karena mencit merasa stres dan ketakutan. Selainitu, juga merupakan pertahanan diri untuk melindungi dirinya dengan mengeluarkanfesesnya. *egitu juga apabila hewanhewan lain seperti tikus, kelinci, dan marmutakan melakukan hal yang sama jika mereka merasa terancam. *erikut adalah cara pemberian obat terhadap mencit Oral

(emberian secara oral pada mencit dilakukan dengan alat suntik yangdilengkapi jarum oral atau sonde oral (berujung tumpul). "al ini untuk meminimalisir terjadinya luka atau cedera ketika hewan uji akan diberikan sedianuji. %onde oral ini dimasukkan ke dalam mulut, kemudian perlahan# lahandiluncurkan melalui langit#langit ke arah belakang sampai esophagus kemudianmasuk ke dalam lambung. (erlu diperhatikan bahwa cara peluncuran)pemasukansonde yang mulus disertai pengeluaran cairan sediaannya yang mudah adalah cara pemberian yang benar. %ebaiknya sebelum memasukan sonde oral, posisi kepalamencit adalah menengadah dan mulutnya terbuka sedikit, sehingga sonde oralakan masuk secara lurus ke dalam tubuh mencit. *ara pemberian yang keliru,masuk ke dalam saluran pernafasan atau paru#paru dapat menyebabkan gangguan pernafasan dan kematian.(raktikan dapat mengetahui pemberian obat secara oral ini berhasil atau tidak."al ini dapat dilihat dari cairan yang dimasukan tersebut. ila dari hidung hewanuji keluar cairan seperti yang kita berikan menunjukkan adanya kesalahan dalam proses pemberian. %edangkan bila berhasil, maka tidak akan terjadi apa#apa Subkutan +njeksi subkutan (%*) atau pemberian obat melalui bawah kulit, hanya bolehdigunakan untuk obat yang tidak menyebabkan iritasi jaringan. (enyuntikkandilakukan di bawah kulit pada daerah kulit tengkuk dicubit di antara jempol dantelunjuk. ersihkan area kulit yang mau disuntik dengan alkohol ,- .. 'asukkan jarum suntik secara paralel dari arah depan menembus kulit . $iusahakan dilakukan dengan cepat untuk menghindari pendarahan yang terjadikarena pergerakan kepala dari mencit. (emberian obat ini berhasil jika jarumsuntik telah melewati kulit dan pada saat alat suntik ditekan, cairan yang beradadi dalamnya dengan cepat masuk ke daerah bawah kulit. Intraperitonial 'encit dipegang pada kulit punggungnya sehingga kulit abdomennya tegang,kemudian jarum disuntikkkan dengan membentuk sudut 1-dengan abdomen pada bagian tepi abdomen dan tidak terlalu ke arah kepala untuk menghindariterkena nya kandung kemih dan hati.