Anda di halaman 1dari 20

MODEL HIDRAULIK

TUJUAN:
1. Untuk meramalkan kemungkinan
yg akan terjadi setelah bangunan
dibuat,
2. Mendapatkan tingkat keyakinan
yang tinggi atas keberhasilan suatu
perencanaan bangunan,
3. Mengetahui/meramalkan
penampilan bangunan hidraulik
serta pengaruhnya terhadap
lingkungan
1. Pengembangan ilmu hidraulika &
aplikasinya,
2. Riset pemodelan hidraulika
3. Berbagai permasalahan yg belum
dpt diformulasikan
fenomenanya,dpt dipecahkan
melalui pemodelan,
4. Input pada model matematis
Fungsi:
Jenis Model Hidraulik
1. Model Matematis (mathematical
modelling), dibuat jika permasalahan dpt
dirumuskan dgn formulasi matematik secara
detail,
2. Model Fisis (hydraulics scale
model/physical modelling), dibuat jika
fenomena fisik dari permasalahan yg ada di
prototip dpt dibuat dgn skala yg lebih kecil
dengan kesebangunan yg memadai,
3. Model Analog, dibuat jika permasalahan
yg diteliti dpt dipindahkan menjadi
permasalahan listrik yg berupa arus dan
tegangan listrik,
4. Model Campuran (hybrid model), yaitu
model campuran antara model matematis
dan model fisis atau sebaliknya.
Prinsip modelisasi:
Masalah pd
model
Masalah pd
prototip
Pemecahan
Masalah pd model
Pemecahan Masalah
pd prototip
Modelling Interpretation
Solving
Modelling, proses peniruan masalah yg ada
di prototipe dengan skala yg lebih kecil dan
dilakukan dgn cara yg benar.
Solving, usaha penyelesaian masalah yg ada
di model, hanya berlaku di model.
Interpretation, usaha utk memindahkan hasil
penyelesaian masalah yg dikerjakan di model
utk keperluan pemecahan masalah yg
berlaku di prototip.
Tahap pengecekan model:
1. Kalibrasi, yaitu pengaturan model agar
supaya data-data yg ada di prototip sesuai
dgn yg ada di model,
2. Verifikasi, pembuktian bahwa model sudah
sesuai dgn yg ada di prototip tanpa merubah
atau mengatur model lagi.
Prinsip Scaling
Dasar penyekalaan model adalah membentuk
kembali problema yg ada di prototip dalam
skala yg lebih kecil (model), sehingga
fenomena yg ada di model tersebut sebangun
(mirip) dgn yg ada di prototip. Kesebangunan
tsb dpt berupa:
1. Sebangun Geometrik (panjang, lebar &
tinggi)
2. Sebangun Kinematik (kecepatan, debit)
3. Sebangun Dinamik (berhubungan dgn
Gaya)
Hubungan antara model dan prototip
diturunkan dgn SKALA, untuk masing-
masing parameter mempunyai skala
tersendiri dan besarnya tidak sama.
SKALA=rasio antara nilai parameter yg
ada di prototip dgn nilai parameter
tersebut pada model.
SEBANGUN GEOMETRIK
Sebangun geometrik dipenuhi apabila
model dan prototip mempunyai bentuk yg
sama tetapi berbeda ukuran.
Ada 2 macam sebangun geometrik:
1. Sebangun geometrik sempurna (tanpa
distorsi), yaitu jika skala panjang arah
horizontal (skala panjang) dan skala
panjang arah vertikal (skala tinggi) adalah
sama.
2. Sebangun geometrik dengan distorsi
(distorted), jika skala panjang tidak sama
dengan skala tinggi.
Skala panjang diberi notasi n
L
dan skala tinggi
diberi notasi n
h
.
model pada panjang
prototip pada panjang
L
L
n
m
p
L

Pada sebangun geometrik sempurna dpt
ditentukan:
1. Skala luas :
2. Skala Volume:
model pada tinggi
prototip pada tinggi
h
h
n
m
p
h

2
) (
) (
) (
L
m
p
m
p
A
n
lebar x panjang
lebar x panjang
A
A
n
3
) (
L
m
p
m
p
V
n
V
V
V
V
n
Sedangkan pada sebangun geometrik dengan
distorsi:
1.a. Skala luas posisi horizontal:
b. Skala luas posisi vertikal:
2. Skala Volume:
2
) (
) (
) (
L
m
p
m
p
A
n
lebar x panjang
lebar x panjang
A
A
n
h L
m
p
V
n n
V
V
n
2
) (
h L
m
p
m
p
A
n n
tinggi x panjang
tinggi x panjang
A
A
n
) (
) (
SEBANGUN KINEMATIK
Sebangun kinematik terjadi jika antara
prototip dan model sebangun geometrik dan
perbandingan kecepatan dan percepatan di dua
titik yg bersangkutan pada prototip dan model
pada arah yg sama adalah sama besar.
2 2
T
h
T
L
m
p
a
n
n
atau
n
n
a
a
n
T
h L
T
L
m
p
Q
n
n n
atau
n
n
Q
Q
n
2 3

T
h
T
L
m
p
U
n
n
atau
n
n
U
U
n
SEBANGUN DINAMIK
Jika prototip dan model sebangun
geometrik dan kinematik, dan gaya-gaya
yg bersangkutan pd model dan prototip
utk seluruh pengaliran pd arah yg sama
adalah sama besar, maka dikatakan
bahwa keduanya sebangun dinamik. Yg
dimaksud gaya-gaya tsb adalah:
1.Gaya Inersia:
F
i
= m a = L
3
(L/T
3
) = U
2
L
2
2. Gaya Tekanan:
F
p
= p A =p L
2
3. Gaya Berat: F
w
= m g = L
3
g
4. Gaya Gesek (viskositas):
F
v
= (du/dy) A = (U/L) L
2
5. Gaya Kenyal: F
e
= E A = E L
2
6. Gaya Tegangan permukaan:
F
s
= L
Dipilih gaya-gaya yg berpengaruh dan
penting saja dlm menentukan skala
model kesebangunan dinamik.
Bilangan Tak Berdimensi untuk
mendapatkan kesebangunan.
Bilangan Reynold
Bilangan Reynold dpt diekspresikan sbg ratio
antara gaya Inersia dengan gaya gesekan
(viskositas).
Jika gaya inersia dan gaya gesek sama-sama
memegang peranan yg penting dlm
permasalahan, maka rasio kedua gaya pd model
dan prototip harus sama.

n
n n
L U
L U
n
UL
L U
m m
m
m
p p
m
p

Re
Re
Re
Re
Re
) / (
) / )( (
2
2 3


L U L U
L L U
L U L
dy
du
Persyaratan ini disebut kriteria sebangun dinamik
menurut kondisi Bilangan Reynold, syarat ini
sering disebut Scale Condition.
Bilangan FROUDE:
Bilangan Froude dpt diekspresikan sbg rasio
antara gaya inersia dengan gaya gravitasi:
1
Re

n
n n
n
L U
5 . 0
L
U
Fr
n
n
n
L g
U
F r
2
2
3
2 3
) / ( ) (
Fr
L g
U
L g
L U L
Dengan demikian bila gaya gravitasi dan gaya inersia
sama-sama memegang peranan penting dlm
permasalahan, maka rasio kedua gaya tsb pd model dan
prototip harus sama. Kriteria ini disebut kriteria
sebangun menurut kondisi bilangan Froude.
n
Fr
= n
u
/(n
L
)
0.5
= 1
Bila gaya inersia, gaya gravitasi dan gesek (viskositas)
sama-sama penting dlm permasalahjan, maka:
n
Fr
= 1 n
U
= (n
L
)
0.5
n
Re
= 1 n
U
= (n
L
)
-1
(Model dan prototip menggunakan zat cair yang sama)
Kedua persamaan tsb akan terpenuhi apabila n
U
= n
L
=1
Atau besarnya model sama dengan prototip. Mahal bila
hrs memenuhi kedua syarat tsb.
Bilangan WEBER:
Rasio antara gaya inersia dan gaya tegangan
Muka.
Bilangan Cauchy
Rasio antara gaya inersia dan gaya elastik.
We
L U
L
L U L

) / ( ) (
2 3
Ca
E
U
L E
L U L

2 2 3
) / ( ) (
ANALISA DIMENSI
Digunakan sistem MLT yaitu penulisan
dimensi dgn elemen pokok Massa (M),
Panjang (L) dan Waktu (T).
Dalam pemodelan dilakukan pengecilan
dari variabel tsb dgn skala (n). Skala dari
berbagai variabel/paraneter dpt
ditentukan berdasarkan hubungan antar
parameter yg diekspresikan dlm bilangan
tak berdimensi, misalnya Reynold,
Froude dsb.
Dimensi berbagai variabel dlm Hidraulika
No. Variabel/Parameter Simbol Dimensi
1 Panjang L L
2 Waktu T, t T
3 Massa M M
4 Luas A L
2
5 Volume V L
3
6 Kecepatan Linier U, V, u, v L/T
7 Kecepatan sudut, frekuensi w, f 1/T
8 Perscepatan linier a L/T
2
9 Percepatan sudut - 1/T
2
10 Debit Q L
3
/T
11 Debit per satuan lebar q L
2
/T
12 Viskositas kinematik n L
2
/T
13 Gaya F ML/T
2
14 Rapat massa M/L
3
15 Berat unit w, g M/L
2
T
2
16 Tekanan, tegangan gesek p, M/L
2
/T
2
17 Energi E ML
2
/T
2
18 Energi per satuan massa E' L
2
/T
2
19 Energi per satuan berat H L
20 Momentum m ML/T
21 Tenaga p, t ML
2
/T
3
22 Voiskositas dinamik M/LT
23 Tegangan permukaan M/T
2
24 Modulus bulk k M/LT
2
Analisis dimensi utk menentukan
bilangan tak berdimensi dengan cara:
1. Basic Echelon Matrix
2. Buckingham (Phi Theorema)
3. Rayleigh
4. Stepwise
5. Langhaar